<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; anak skolahan</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/anak-skolahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Paus Pius IX Memproklamasikan Doktrin Infalibilitas Paus</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/paus-pius-ix-memproklamasikan-doktrin-infalibilitas-paus/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/paus-pius-ix-memproklamasikan-doktrin-infalibilitas-paus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2013 09:52:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[anak skolahan]]></category>
		<category><![CDATA[lagu-lagu rohani anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan buat anak-anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1870 Paus Pius IX Memproklamasikan Doktrin Infalibilitas Paus By Sekolah Minggu Apakah Italia akan tampak sebagai suatu daerah di atas peta atau sebuah negara kesatuan? Siapa yang akan memerintah negara baru tersebut? Pada pertengahan abad kesembilan belas, inilah pertanyaan-pertanyaan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/paus-pius-ix-memproklamasikan-doktrin-infalibilitas-paus/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1870 Paus Pius IX Memproklamasikan Doktrin Infalibilitas Paus</b></span></p>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Paus-Pius-IX.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-336" alt="Paus Pius IX" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Paus-Pius-IX-214x300.jpg" width="214" height="300" /></a>Apakah Italia akan tampak sebagai suatu daerah di atas peta atau sebuah negara kesatuan?</p>
<p>Siapa yang akan memerintah negara baru tersebut?</p>
<p>Pada pertengahan abad kesembilan belas, inilah pertanyaan-pertanyaan yang menanti jawaban. Eropa telah melihat banyak perubahan pada tahun 1848, ketika gelombang nasionalisme menyapu benua itu. Di Perancis, Italia dan selusin negara lain, masyarakat telah mulai menuntut hak mereka akan negara mereka sendiri, berdasarkan bahasa dan letak geografis, daripada diperintah negara-negara lain. Sisilia berupaya memerdekakan diri dari kerajaan Bourbon, dan daerah-daerah bagian utara Italia berupaya mengakhiri kungkungan pemerintah Austria.</p>
<p>Paus yang baru, Pius IX, mendukung <i>risorgimento </i>(&#8220;kebangkitan&#8221;) itu, yang hendak menciptakan negara berbahasa Italia. Ketika ia memberikan daerah-daerah kepausan sebuah konstitusi, paus telah menyenangkan hati kaum liberal. Hal itu tidak bertahan lama. Ketika kaum revolusioner membunuh perdana menteri yang baru, paus lari dari daerah kepausan untuk sementara waktu. Ia kembali dengan bantuan tentara Perancis; sekarang ia melihat ancaman kaum liberal dan ingin memberi dukungan bagi pemerintahan absolut lama.</p>
<p>Pada tahun 1869, paus yang sedang terkepung mengadakan Konsili Vatikan I. Falsafah-falsafah liberal serta rasa nasionalisme yang meningkat telah menjadi dorongan untuk berpikir lebih bebas dalam gereja. Para imam dan uskup mulai mempertanyakan kekuasaan paus. Dalam dunia yang tidak lagi merupakan Katolik semuanya, kepausan telah kehilangan pengaruh politiknya juga. Gereja perlu memperhatikan tantangan-tantangan pemikiran kaum liberal dan melemahnya kepentingan tradisi dalam gereja.</p>
<p>Pada tahun 1854, paus menyatakan bahwa Perawan Maria telah mengandung tanpa dosa &#8211; doktrin <i>Immaculate Conception. </i>Meskipun banyak orang Katolik telah menerimanya selama bertahun-tahun lamanya, dan sekarang hal itu telah menjadi doktrin gereja yang baku.</p>
<p>Sembilan tahun kemudian paus menyimpulkan hal itu dalam Syllabus of Errors (ikhtisar Ajaran-ajaran Sesat). Dalam upayanya melawan arus liberalisme, ia membuat daftar hal-hal yang tidak boleh dipercayai orang-orang Katolik, termasuk pemikiran modern: seperti rasionalisme atau sosialisme, perkawinan di catatan sipil, dan banyak lagi bentuk-bentuk toleransi agama.</p>
<p>Konsili Vatikan itu mengemukakan peranan paus yang berlangsung di gereja. Paus berupaya mengukuhkan dua kali: bahwa paus, bergelar <i>Vicar of Christ </i>(Wakil Kristus), mempunyai kuasa penuh dan langsung terhadap seluruh gereja dan hierarkinya; dan bila ia bicara<i> ex cathedra </i>(&#8220;dari kursinya&#8221;, dalam kapasitasnya sebagai paus), ia tidak dapat sesat (infallible). Meskipun ada liberalisme dalam gereja namun paus menang pada Konsili Vatikan I itu. Keduanya dijadikan doktrin gereja.</p>
<p>Meskipun kaum liberal tidak menyetujuinya, bagi banyak orang, absolutisme seperti itu adalah sesuatu yang patut disambut. Mereka hidup dalam zaman yang rancu; banyak hal telah berubah secara politik maupun filosofis. Banyak orang Katolik menghendaki kepastian bahwa beberapa hal &#8211; seperti paus dan ajaran-ajaran gereja &#8211; akan tetap kokoh.</p>
<p>Paus tidak memegang otoritas politiknya, karena kira-kira dua bulan setelah Konsili Vatikan I, Victor Immanuel menduduki Roma, dan penduduknya memilih pembentukan kerajaan Italia. Meskipun paus kehilangan kuasa sementara, namun ia telah meraih keefektifan spiritual. Dari Vatikan ia menjalankan lebih banyak otoritas daripada pejabat tinggi gereja yang paling berkuasa pada Abad Pertengahan.</p>
<p>Gereja Katolik tidak berubah hingga Konsili Vatikan II.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/paus-pius-ix-memproklamasikan-doktrin-infalibilitas-paus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Michelangelo Menyelesaikan Langit-langit Kapel Sistina</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/michelangelo-menyelesaikan-langit-langit-kapel-sistina/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/michelangelo-menyelesaikan-langit-langit-kapel-sistina/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2013 05:25:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[anak skolahan]]></category>
		<category><![CDATA[crita anak anak]]></category>
		<category><![CDATA[video lagu rohani anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1512 Michelangelo Menyelesaikan Langit-langit Kapel Sistina By Sekolah Minggu Ketika kita menengadah ke langit-langit Kapel Sistina, figur-figur yang ada di sana seolah-olah turun ke bawah, dengan jelas menghidupkan sejumlah babak dalam Kitab Kejadian, tujuh nabi Ibrani dan lima sibil,<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/michelangelo-menyelesaikan-langit-langit-kapel-sistina/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1512 Michelangelo Menyelesaikan Langit-langit Kapel Sistina</b></span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Michelangelo.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-202" alt="J152821402" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Michelangelo-300x300.jpg" width="300" height="300" /></a>Ketika kita menengadah ke langit-langit Kapel Sistina, figur-figur yang ada di sana seolah-olah turun ke bawah, dengan jelas menghidupkan sejumlah babak dalam Kitab Kejadian, tujuh nabi Ibrani dan lima sibil, malaikat yang mengumumkan kedatangan Mesias. Sepintas lalu kita dapat melihat bahwa ini adalah sesuatu yang berbeda dari seni lukis Abad Pertengahan.</p>
<p>Seni lukis Abad Pertengahan yang spiritual, tetapi sering dengan gaya yang tinggi dan tidak realistis, telah membuka jalan bagi realisme baru yang banyak menggunakan perspektif dan pengetahuan anatomi. Namun seni lukis baru ini mencerminkan berbagai perubahan pemikiran mendalam yang telah mengubah dunia Kristen.</p>
<p>Selama abad-abad kelima belas dan keenam belas, Renaisans telah mulai menguasai Eropa. Pujangga Kristen, Petrarch, menggali manuskrip-manuskrip Latin kuno dan mempopulerkan studinya. Dari sini berkembanglah rasa kemanusiaan, yang memberi dorongan untuk mempelajari sastra klasik dan menerapkan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan. Dengan perlahan tapi pasti, penekanan yang lebih besar sudah mulai diterapkan pada manusia, kemampuan berpikir dan tindakannya. Meskipun kekristenan masih sering mempunyai dampak besar pada pemikiran, namun dunia ini perlahan-lahan beralih dari kehidupan yang berpusat pada gereja.</p>
<p>Seperti kebanyakan orang-orang Renaisans, Michelangelo Buonarroti mencapai wawasan luas. Ia menulis sajak indah, menjadi pelukis, pemahat dan arsitek sempurna. Di bawah perlindungan Paus Julius II, Leo X, Clemens VII dan Paulus III, ia mewujudkan berbagai lukisan dan patung hebat yang mencerminkan semangat zamannya.</p>
<p>Di bawah Julius II, Michengelo menerima proyek melukis langit-langit kapel Sistina, kapel pribadi paus. Dari tahun 1508 sampai 1512 ia mewujudkan fresco hebat yang menggambarkan lelaki dan wanita yang berdarah-daging, yang tampaknya dapat menerima hidup ini dengan senang hati. Kisah-kisah Alkitab yang dilukiskan secara duniawi adalah hal asing bagi seni lukis Abad Pertengahan. Meskipun bertemakan spiritual, orang-orang tersebut tampaknya bercitra duniawi ketimbang surgawi.</p>
<p>Pada tahun 1534, Michelangelo kembali ke Kapel Sistina untuk melukis tembok di belakang altar. <i>Last Judgement </i>(Penghakiman Terakhir) melukiskan Yesus yang teguh. Figur-figur masif yang diselamatkan bangkit, sementara yang terkutuk jatuh dengan sedih, tanpa harapan untuk mengubah nasib mereka. Ketika Paus Paulus pertama kali melihat karya ini, dengan rasa kagum ia berdoa, &#8220;Tuhan, janganlah menghukum aku akan dosa-dosaku bila Engkau datang pada Hari Penghakiman.&#8221;</p>
<p>Meskipun mungkin ia terkenal karena lukisannya, Michelangelo tidak menganggap dirinya sepenuhnya sebagai seorang pelukis. Cinta pertamanya adalah seni pahat patung, bidang kemahirannya, seperti dibuktikannya pada patung <i>David</i> (Daud) yang hebat, <i>Pieta</i> yang lembut, yang menggambarkan Maria dengan Putranya yang telah menjadi kurban; dan <i>Musa </i>yang  saleh sedang marah.</p>
<p>Ketika manusia semakin menjadi ukuran segala sesuatu dan ketika Reformasi menantang otoritas Gereja Katolik, pengaruh humanisme pun meningkat. Itu bermula dari orang-orang Kristen &#8211; dan sebagian besar humanis tetap berpegang pada iman (Kristen).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/michelangelo-menyelesaikan-langit-langit-kapel-sistina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
