<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; gambar sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/gambar-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Penerbitan Buku The Fundamentals Memunculkan Gerakan Fundamentalis</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/penerbitan-buku-the-fundamentals-memunculkan-gerakan-fundamentalis/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/penerbitan-buku-the-fundamentals-memunculkan-gerakan-fundamentalis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Apr 2013 10:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[gambar sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[games sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1910-1915 Penerbitan Buku The Fundamentals Memunculkan Gerakan Fundamentalis By Sekolah Minggu Lyman Stewart memiliki sebuah mimpi. Ia pun memiliki uang banyak. Stewart, presiden Union Oil Company, memperhatikan gelombang pasang modernisme di gereja-gereja Amerika. Sesuatu harus dilakukan tentang ini; orang-orang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/penerbitan-buku-the-fundamentals-memunculkan-gerakan-fundamentalis/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1910-1915 Penerbitan Buku <i>The Fundamentals </i>Memunculkan Gerakan Fundamentalis</b></span></p>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Lyman-Stewart.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-348" alt="Lyman Stewart" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Lyman-Stewart-240x300.jpg" width="240" height="300" /></a>Lyman Stewart memiliki sebuah mimpi. Ia pun memiliki uang banyak. Stewart, presiden <i>Union Oil Company,</i> memperhatikan gelombang pasang modernisme di gereja-gereja Amerika. Sesuatu harus dilakukan tentang ini; orang-orang harus disiagakan; orang-orang Kristen harus disadarkan akan ancaman bagi iman tradisionalnya. Mungkin sebuah buku, sederetan buku-buku, upaya informasi besar-besaran. Namun Stewart sadar bahwa ia bukan seorang terpelajar.</p>
<p>Ketika ia sedang duduk di gereja, ia mendengar berita dari A.C. Dixon, pendeta <i>Chicago&#8217;s Moody Church </i>(Gereja Moody Chicago). Inilah orangnya yang ia butuhkan. Usai kebaktian, Stewart membicarakan idenya dengan Dixon. &#8220;Ini dari Tuhan,&#8221; kata Dixon. &#8220;Mari kita berdoa.&#8221;</p>
<p>Itulah awal upaya penerbitan yang membuat gerakan fundamentalis memperoleh namanya dan mungkin juga fokusnya. Dixon membentuk suatu badan yang mengesankan, terdiri dari para pemuka Kristen, dan membentuk Perusahaan Penerbitan Testimony. Lyman Stewart mendapat bantuan dana dari saudaranya, Milton. Semuanya terkumpul 300.000 dolar A.S bagi proyek tersebut. Guru-guru Alkitab terkemuka pada waktu itu diminta menulis artikel untuk buklet berseri 125 halaman ini. Artikel-artikel tersebut meliputi pokok-pokok doktrin dasar serta isu-isu penting waktu itu &#8211; sosialisme, evolusi dan uang. Dixon mengedit lima artikel yang pertama kemudian berpindah ke London. Louis Meyer mengedit lima berikutnya sebelum ia meninggal. R. A. Torrey mengedit dua yang terakhir. Nama kakak-beradik Stewart tidak disebutkan dalam kedua belas buklet tersebut, hanya disebutkan sebagai &#8220;Dua Orang Awam Kristen&#8221;. Telah tercetak kira-kira 3 juta eksemplar dalam kurun waktu enam tahun berikutnya, untuk dibagikan kepada &#8220;setiap pendeta, penginjil, misionaris, mahasiswa teologi, pembina sekolah Minggu, sekretaris YMCA atau YWCA&#8221; yang dapat ditemui. Buku ini juga dikirim ke luar negeri, sebagian besar ke Inggris.</p>
<p>Kurang jelas dampak apa yang dihasilkan buku-buku ini. Seperti apologi-apologi para Bapa Gereja awal, <i>The Fundamentals </i>mungkin telah berbuat lebih banyak untuk menyatukan dan mendidik orang-orang yang telah setuju dengan mereka daripada meyakinkan dan menobatkan pembaca-pembaca yang menjadi sasaran mereka. Curtis Lee Laws, seorang editor penganut Baptis, yang menemukan istilah <i>fundamentalis </i>pada tahun 1920, merujuk ke para Baptis konservatif yang berpegang pada &#8220;fundamental-fundamental iman&#8221;.</p>
<p>Melihat ke belakang, tampaknya gerakan fundamentalis ini membaurkan beberapa tren gereja Amerika yang ada sebelumnya, dan dengan keras menentang beberapa tren yang ada dalam masyarakat serta sarjana liberal. Sungguh sukar dimengerti. Gerakan tersebut merupakan gerakan sosial dan teologis, yang gelisah dan evangelistik, triumfalis dan putus asa.</p>
<p>Gerakan fundamentalis memulai dengan tradisi <i>kebangunan rohani </i>yang dicontohkan Dwight L. Moody. Gerakan tersebut mengajarkan bahwa pokok-pokok teologi tidaklah penting jika dibandingkan dengan pertobatan jiwa bagi Kerajaan Allah.</p>
<p>Gerakan ini ditambah juga oleh tradisi <i>kesucian, </i>dengan akar yang kukuh pada aliran Methodis, dilanjutkan dengan konferensi-konferensi Keswick pada tahun-tahun terakhir 1800-an. Kebenaran pribadi dipandang sebagai pertumbuhan mutlak kehidupan yang dekat dengan Yesus. Selain itu, digerakkan pula oleh sentimen <i>Kerajaan Seribu Tahun </i>yang menjamur.</p>
<p>Mendekati abad kedua puluh, ada perasaan bahwa tidak lama lagi dunia ini akan berakhir. Langkah-langkah Revolusi Industri yang pesat membuat banyak orang bertanya-tanya di mana semuanya ini akan berakhir. Konferensi-konferensi nubuat muncul dalam jumlah besar pada tahun-tahun 1800-an akhir. Sejumlah orang Kristen melihat sisi baik dari apa yang dicapai manusia, meramalkan bahwa tahun 1900-an akan merupakan &#8220;abad Kristiani&#8221;. Para pasca-millenialis meyakini bahwa kekristenan akan membawa era keadilan dan kedamaian. Tetapi gejolak sosial pada masa itu juga menyuburkan anggapan pramillenialisme, khususnya ditinjau dari dispensasionalisme J. N. Darby. Banyak yang beranggapan bahwa dunia akan memburuk hingga Kristus datang untuk mengakhirinya.</p>
<p>Mungkin Revolusi Industri telah mengaduk campuran-campuran ini menjadi satu, namun katalis yang sebenarnya adalah &#8220;modernisme&#8221;. Komponen utamanya adalah teori evolusi Charles Darwin. Sepanjang sejarah ilmu pengetahuan (sekurang-kurangnya sejak Inkuisisi), telah ada semacam <i>gentlemen&#8217;s agreement </i>antara Gereja dan laboratorium: Telah diasumsikan bahwa kebenaran ilmu pengetahuan akan sesuai dengan kebenaran agama. Sekarang dengan tiba-tiba saja Darwin menerbitkan gambaran tentang evolusi spesies dan akhirnya asal-usul manusia yang tidak sepaham dengan ajaran gereja. Lebih-lebih lagi, ide-ide ini mulai mendapat pengakuan dari dunia akademis.</p>
<p>Sementara itu, di antara para filsuf dan para teolog (khususnya di Jerman) ada ide-ide baru tentang Allah dan Alkitab yang sedang beredar. Teori-teori ini merugikan absolutisme yang telah diterima gereja selama berabad-abad Wibawa Alkitab serta identitas Kristus yang telah diakui, dipertanyakan. Lebih-lebih lagi, ide-ide ini dibahas di seminari-seminari yang jumlahnya sangat banyak.</p>
<p>Orang-orang biasa diberitahu para akademisi dan rohaniwan ini bahwa adalah bodoh mempercayai Alkitab, bahwa adalah terhormat mempercayai evolusi. Orang-orang konservatif Kristen melawan hal ini. Pada tahun 1895, Konferensi Kitab Niagara menentukan lima iman Kristen &#8220;yang pokok&#8221;: (1) ketidakkeliruan Kitab Suci; (2) kelahiran (dari) perawan dan keilahian Kristus; (3) penanggungan dosa-dosa manusia oleh Kristus; (4) kebangkitan fisik Kristus; (5) kembalinya Kristus. Hal-hal ini telah diakui secara luas di gereja-gereja konservatif.</p>
<p>Namun, hal ini hampir tidak ada hubungannya dengan fundamentalisme. Anda dapat berbondong-bondong mengadakan oposisi terhadap teori Darwin, namun jika Anda mulai menggembor-gemborkan Immanuel Kant dan Friedrich Schleiermacher, Anda akan kehilangan beberapa simpatisan. Ada yang berpendapat bahwa teori-teori ini akan lenyap begitu saja; yang lain berpendapat lebih baik berkonsentrasi pada penginjilan dan misi (gereja ketika itu masih berada di tengah-tengah puncaknya kesadaran akan misi).</p>
<p>Perang Dunia I telah memicu para fundamentalis beraksi. Sebelum Amerika masuk dalam kancah peperangan, banyak orang Kristen (seperti juga banyak orang Amerika) menentang hal itu. Sesungguhnya, pada taraf-taraf awal, orang-orang Kristen konservatif diserang orang-orang Kristen liberal dengan tuduhan tidak patriotik dan tidak mendukung usaha-usaha perang. (Beberapa oposisi kaum konservatif terhadap perang ini berasal dari paham kedamaian yang ada di Alkitab, sebagian karena ingin &#8220;terpisah&#8221; dari dunia).</p>
<p>Namun, setelah kekejaman orang-orang Jerman disiarkan (dan mungkin terlampau  dibesar-besarkan), langsung saja para pengkhotbah menyimpulkan kaitannya: Jerman adalah tempat kelahiran falsafah orang-orang modern! Jadi inilah akibatnya &#8211; kebrutalan, kebiadaban dan kehancuran.</p>
<p>Tiba-tiba saja masa depan dunia dalam keadaan bahaya. Gerakan fundamentalis sesungguhnya mulai bergerak setelah perang dunia. Asosiasi Fundamental Kristen se-Dunia yang dipimpin William B. Riley, yang dibentuk pada tahun 1919, memperingatkan betapa bahayanya modernisme bagi <i>masyarakat Amerika. </i>Para pengkhotbah seperti Billy Sunday dan John Roach Straton mulai mengkritik keburukan-keburukan yang berjangkit dalam masyarakat pascaperang. Karena bekerja sebagai revivalis, mereka mengarahkan tradisi kesucian ke luar. Bangsa yang besar ini akan terjerumus ke dalam kebiadaban, seru mereka, kecuali mereka kembali ke kebenaran Allah.</p>
<p>Selama lima tahun berikutnya dan seterusnya, kaum fundamentalis mendapat dukungan. Pada denominasi-denominasi Protestan utama, khususnya di antara kaum Northern Baptist dan Presbiterian di utara, kekuatan-kekuatan fundamentalis mencoba memaksakan kembali ke hal-hal dasar, pernyataan ajaran, kebutuhan penginjilan, dan penelitian pada seminari-seminari, semuanya ini telah disusun dalam agenda. Mereka kurang meraih sukses. Dalam banyak hal, hasil akhirnya adalah perpecahan aliran.</p>
<p>Perang epik ini berlangsung bukan dalam konvensi gereja, tetapi di ruang pengadilan di Dayton, Tennessee, pada sidang pengadilan Scopes yang terkenal itu. Mata seluruh bangsa tertuju pada pengacara-pengacara selebriti &#8211; William Jennings Bryan di pihak fundamentalis, Clarence Darrow di pihak guru sekolah yang evolusionis. Bryan memenangkan pertempuran, namun kalah dalam peperangan. Scopes dinyatakan bersalah (keputusannya kemudian dibatalkan), tetapi Darrow membuat Bryan tampak buruk. Opini publik mungkin sudah tidak mendukung para fundamentalis, tetapi pengadilan telah mengesahkannya. Mereka telah dikenal dan diejek sebagai rimba terpencil dan orang-orang yang fanatik, namun tidak berpengetahuan.</p>
<p>Setelah tahun 1925, fundamentalis mundur, terpisah dari dunia ini, menunggu kedatangan Kristus dan mempelajari firman Allah yang tidak mungkin salah. Kelompok ini tetap merupakan kelompok yang mempunyai sub-kebudayaan yang tertutup, yang membangkitkan gerakan evangelikal tahun 1940-an dan seterusnya, serta melahirkan kebangkitan neo-fundamentalis sekitar tahun 1980.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/penerbitan-buku-the-fundamentals-memunculkan-gerakan-fundamentalis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tekad dan Rencana Nehemia</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/tekad-dan-rencana-nehemia/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/tekad-dan-rencana-nehemia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2013 09:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[drama natal sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gambar sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Nehemia 2:11-20 Nehemia sampai di Yerusalem. Ia tahu bahwa Allah sudah menaruh tekad dalam hatinya agar ia melakukan sesuatu sesuai dengan rencana-Nya. Maka, dalah tahap persiapan itu. Nehemia belum mengatakan apa-apa kepada siapa pun. Ia terlebih dahulu<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/tekad-dan-rencana-nehemia/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By<a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank"> Sekolah Minggu</a></p>
<p>Nehemia 2:11-20</p>
<p>Nehemia sampai di Yerusalem. Ia tahu bahwa Allah sudah menaruh tekad dalam hatinya agar ia melakukan sesuatu sesuai dengan rencana-Nya. Maka, dalah tahap persiapan itu. Nehemia belum mengatakan apa-apa kepada siapa pun. Ia terlebih dahulu dengan teliti menyelidiki seluruh keadaan. Dengan diam-diam ia menyelidiki dan mempersiapkan sebuah rencana untuk membangun tembok kota Yerusalem.</p>
<p>Banyak orang terlalu cepat mengatakan rencananya. Mereka berkata mau melakukan ini dan itu tanpa terlebih dahulu mempersiapkan dan mendoakannya. Sehingga karena tidak ada persiapan yang baik, rencana itu tidak bisa dilaksanakan. Mereka kurang mempersiapkan diri dan kurang mendoakan rencana itu dengan baik.</p>
<p>Nehemia menjadi contoh yang baik bagi kita semua. Ia memiliki hati yang selalu berdoa kepada Allah. Ia juga melakukan persiapan dengan amat baik. Karena itu Allah memakai dan memimpinnya untuk melaksanakan rencana-Nya. Ketika Nehemia melaksanakan pekerjaannya, ada orang-orang yang berusaha menghalanginya. Tetapi dengan kekuatan dari Allah Nehemia tetap menjalankannya dengan berani.</p>
<p>Maukah engkau dari kecil membiasakan diri untuk baik-baik berdoa dan mempersiapkan rencanamu, sebelum menceritakannya kepada banyak orang?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apakah yang dilakukan Nehemia? (ay.12-15)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, ajarlah saya mendoakan dan mempersiapkan setiap rencana dengan baik. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Coba tuliskan tiga hal yang akan engkau lakukan. Lalu doakanlah dan persiapkanlah rencana itu dengan baik. Misalnya, jika minggu depan ada beberapa ujian, buatlah jadwal belajar jauh-jauh hari sebelumnya. Lalu, berusahalah menaati jadwal yang sudah engkau rencanakan itu.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Tantangan Dalam Pekerjaan Allah</b></li>
<li><strong>Allah Menyelesaikan Pekerjaan-Nya</strong></li>
<li><b>Sukacita Dalam Firman Allah</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/tekad-dan-rencana-nehemia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertobatan Augustinus</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/pertobatan-augustinus/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/pertobatan-augustinus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2013 04:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[bahan sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gambar sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 387 Pertobatan Augustinus By Sekolah Minggu &#8220;Tuhan, jadikan aku kudus, tapi jangan sekarang&#8221;, doa seorang cendekia yang sedang menjajaki agama Kristen dan juga banyak hal lain. Setelah menyerahkan dirinya kepada Allah, ia tidak menghadapi masalah untuk hidup kudus dan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/pertobatan-augustinus/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff6600;">Tahun 387 Pertobatan Augustinus</span></h1>
<p>By<a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank"> Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Augustinus-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-99" alt="Augustinus 1" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Augustinus-1.jpg" width="181" height="278" /></a>&#8220;Tuhan, jadikan aku kudus, tapi jangan sekarang&#8221;, doa seorang cendekia yang sedang menjajaki agama Kristen dan juga banyak hal lain. Setelah menyerahkan dirinya kepada Allah, ia tidak menghadapi masalah untuk hidup kudus dan menjadi salah seorang penulis paling berpengaruh yang pernah dimiliki Gereja.</p>
<p>Orang yang rumit ini adalah Aurelius Augustinus, yang lebih dikenal Augustinus. Lahir pada tahun 354, di Tagaste, ibunya bernama Monica adalah seorang Kristen yang saleh. Ayahnya bernama Patricius, seorang kafir, pejabat Romawi.</p>
<p>Mengamati kecerdasan anak mereka, Monica dan Patricius menyekolahkan Augustinus ke sekolah terbaik. Dia belajar ilmu retorika di Kartago dan diimbangi dengan membaca karya para penulis Latin seperti Cicero. Berpegang pada keyakinan atas apa yang dipelajarinya, bahwa kebenaran adalah tujuan kehidupan, mulanya ia menolak kekristenan karena menurutnya itu adalah agama bagi orang-orang bodoh.</p>
<p>Selama masa remajanya, Augustinus memiliki kekasih, seorang wanita yang kemudian memberinya seorang anak. Augustinus tidak suka mengenang masa-masa ia di Kartago. Ia mengomentari hal itu dalam bukunya <i>Confesions </i>(Pengakuan), sebagai berikut, &#8220;Aku datang ke Kartago, tempat aku tercebur ke dalam kancah nafsu yang membara.&#8221; Pemuda yang bergejolak ini pernah mencoba Manichaeisme, yang mengajarkan bahwa dunia ini merupakan ajang pertempuran antara terang dan gelap, daging dan roh. Tapi Manichaeisme gagal memuaskan hasratnya akan kebenaran sejati. Begitu pula halnya dengan Neoplatonisme.</p>
<p>Diburu oleh ketidakpuasan jiwanya sendiri, Augustinus berpindah-pindah dari Kartago ke Roma lalu ke Milan untuk mengajar ilmu retorika. Perkenalannya dengan Uskup Ambrosius di Milan menyadarkannya bahwa tidak semua orang Kristen berpikiran bodoh; orang ini cerdas.</p>
<p>Ketika sedang duduk-duduk di sebuah taman di Milan pada tahun 387, ia mendengar nyanyian anak kecil berkata, &#8220;Ambil dan bacalah; ambil dan bacalah.&#8221; Augustinus membaca yang ada di dekatnya: Surat Paulus kepada Jemaat Roma. Saat ia membaca Roma13:13-14, perkataan Paulus tentang mengenakan Tuhan Yesus sebagai perlengkapan senjata terang dan tidak merawat tubuh untuk memuaskan nafsu, ia percaya. Ia kemudian menuliskan, &#8220;Seakan cahaya iman memenuhi hatiku dan segala kabut keragu-raguan dilenyapkan.&#8221;</p>
<p>Walau Augustinus merasa cukup dalam menjalani hidupnya sebagai biarawan, namun, reputasinya sebagai seorang Kristen yang cerdas menyebar. Pada tahun 391 ia didesak untuk ditahbiskan menjadi imam. Ia menjadi uskup di sebuah kota bernama Hippo di Afrika Utara pada tahun 395.</p>
<p>Setiap kontroversi pada masa itu melibatkan Uskup Augustinus. Sekelompok orang yang dikenal sebagai kaum Donatis merasa sangat prihatin dengan para rohaniwan yang tak bermoral. Di bawah tekanan Kaisar Diocletianus, beberapa rohaniwan menyerahkan kitab-kitab kepada pemerintah untuk dibakar. Beberapa dari para &#8220;penyerah&#8221; &#8211; begitulah sebutan untuk mereka &#8211; ini diteguhkan kembali sebagai rohaniwan. Kaum Donatis menolak para &#8220;pengkhianat&#8221; ini dan membuat Gereja tandingan. Ribuan orang Donatis hidup di daerah kekuasaan Augustinus.</p>
<p>Augustinus menolak adanya Gereja tandingan. Meski hanya ada sedikit orang kudus dalam gereja, katanya, Gereja adalah satu. Sakramen, yang oleh Augustinus dikatakan sebagai tanda kelihatan dari rahmat yang tak kelihatan, tidaklah efektif karena kebijakan sang imam, tapi karena anugerah Allah bekerja melalui sakramen-sakramen. Pandangan Augustinus unggul, dan Donatisme punah.</p>
<p>Adalah Pelagius, seorang guru kebangsaan Inggris, yang menyebarkan ajaran sesat bahwa karya pencarian manusia dalam memilih dan mencari Allah sangat penting. Meski rahmat Allah memegang peranan, tapi itu bukanlah semuanya. Pelgius tidak mengatakan bahwa manusia dapat menyelamatkan dirinya sendiri, tapi dia menyangkal bahwa dosa diturunkan dari Adam.</p>
<p>Augustinus membantah bahwa tidak ada yang dapat memilih kebaikan kecuali Allah yang menuntunnya. Bahkan, Allah telah menetapkan pemilihan itu, orang tebusan-Nya, dan tidak ada yang dapat dilakukan manusia untuk mengubah keputusan kekal tersebut. Pada tahun 431, setahun setelah kematian Augustinus, Konsili Efesus secara resmi mengutuk Pelagianisme.</p>
<p>Augustinus tidak hanya menentang ajaran sesat, ia juga menulis perjalanan rohaninya sendiri dalam bukunya <i>Confessions</i>, yang boleh jadi merupakan autobiografi rohani pertama. Kalimat terkenal &#8220;Hati kami gelisah sampai beristirahat di dalam-Mu&#8221; berasal dari paragraf pembukaannya.</p>
<p>Karena ajaran Augustinus sudah sebegitu mendasar bagi kekristenan, kita tidak menyadari betapa orisinilnya ia pada masanya. Pemikirannya telah meresap sampai pada para teolog Katolik dan Protestan. Luther dan Calvin acapkali menyitirnya; mereka menyukai tekanannya pada rahmat Allah dan ketidakmampuan manusia untuk menyelamatkan dirinya sendiri.</p>
<p>Augustinus telah menulis ratusan risalah, surat dan ulasan. Karya klasiknya <i>On the Trinity </i>(Tentang Trinitas) mungkin merupakan karya terbaik berkenaan dengan hal itu. Namun, karya terpentingnya ialah <i>City of God </i>(Kota Allah), sebuah karya monumental berkenaan dengan jatuhnya Roma ke tangan orang-orang Visigoth. Banyak orang menyalahkan orang-orang Kristen dengan mengatakan bahwa Roma jatuh karena rakyatnya telah mengabaikan para dewa asli mereka. Lalu Augustinus menjawab dengan mempertahankan dan menjelaskan rencana serta karya Allah dalam sejarah. Sejak Kain dan Habel, katanya, telah ada dua di dunia: Kota Allah (kaum beriman) dan Kota Manusia (kaum kafir). Meski mereka saling berimpitan, Allah akan memastikan bahwa Kota Allah, Gereja, akan bertahan selamanya.</p>
<p>Meski Augustinus menulis pada akhir zaman, buah pikirannya mendominasi para sarjana pada Abad Pertengahan sampai masa Reformasi.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/pertobatan-augustinus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gunjingan merusak nama baik</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 17:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gambar sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Gunjingan merusak nama baik by Sekolah Minggu Air di sawah memantulkan bayangan batang padi berwarna hijau muda pada musim panas. Di atas sebuah jalan kecil, Toyohiko berbaring dengan kepala yang ditopang kedua sikunya, memandang pinggiran kota yang ia cintai.                          <span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="cerita anak sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/" target="_blank"><strong><em><span style="color: #ff0000;">Gunjingan merusak nama baik</span></em></strong></a></h1>
<p>by <a title="bahan sekolah minggu" href=" http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Air di sawah memantulkan bayangan batang padi berwarna hijau muda pada musim panas. Di atas sebuah jalan kecil, Toyohiko berbaring dengan kepala yang ditopang kedua sikunya, memandang pinggiran kota yang ia cintai.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">                          Permukaan tanah yang berada di bawah perutnya terasa dingin, akan tetapi sinar matahari terasa hangat di kepalanya yang tercukur licin. Kedua telinganya dipenuhi dengan musik dengungan para serangga. Seekor kumbang berlari cepat dengan tiba-tiba melewati jalan kecil itu, tersandung dan terjungkal untuk beberapa saat dan dengan kalut menggerak-gerakkan kaki-kakinya di udara.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"> <span style="color: #0000ff;">     &#8221; Jangan kuatir, saudara kecil,&#8221; anak laki-laki itu berbisik. &#8220;Saya tidak akan  menyakitimu.&#8221; Dengan hati-hati dia meraih dan membalikkan serangga kecil itu. Dan kumbang itu bergegas ke tepi jalan.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">      Dengan perlahan anak laki-laki itu berdiri. Sore ini dia harus meninggalkan desanya. Dia akan naik kereta api ke kota Tokushima. Pamannya berkata bahwa dia harus naik sebuah angkong dari stasiun kereta menuju asrama. Tidak seorang pun akan melihat keponakan dari orang terkaya di kawasan itu berjalan kaki menyusuri kota seperti anak seorang miskin. Anak laki-laki itu menghela napas dan mulai menyusuri rumah pertanian yang luas itu.</p>
<p style="text-align: justify;">      Dia <a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img059.jpg"><img class="size-medium wp-image-673 alignleft" alt="img059" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img059-300x217.jpg" width="300" height="217" /></a>melewati kincir air. Seorang gadis kecil jatuh dari kincir yang tinggi, petani tetangga berkata. Namun teman-teman sekelasnya bergunjing bahwa Toyohiko yang telah melukai gadis kecil itu. Dia menatap kedua tangan kecilnya dengan jari-jarinya yang ceking. Sebelum meninggal, ibunya pernah memanggilnya dengan sebutan &#8220;jari-jari seorang seniman.&#8221; Bagaimana mungkin ada orang berpikir bahwa tangan ini akan melukai seorang anak kecil?</p>
<p style="text-align: justify;">      Ibu tirinya telah berpikir demikian. Anak laki-laki ini telah melakukannya, setalah semua hal yang telah terjadi, seorang anak yatim piatu-anak haram dari suaminya yang telah meninggal.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Dia seharusnya jangan pernah datang ke sini,&#8221; ibu tirinya berkata kepada adik iparnya. &#8220;Saya tahu dia tak lain hanyalah pembuat masalah seperti ibunya yang jahat sebelum dia. Sekarang mereka berkata dia bertanggungjawab atas kematian gadis kecil itu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Tidak masalah bahwa gunjingan itu salah. Toyohiko yang berumur sepuluh tahun itu yakin bahwa pembicaraan yang buruk itu telah merusak kehormatan keluarga Kagawa. Dan dia harus pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Biarkan saya pergi ke sekolah menengah pertama yang ada di kota,&#8221; dia berkata pada pamannya. &#8220;Saya bisa tinggal bersama abang saya di asrama.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Pamannya bimbang. Anak laki-laki ini masih kecil, namun dia jauh lebih pintar dibanding dengan anak laki-laki yang ada di sekolah di desa itu. Kecemburuan mereka sudah terbukti berbahaya. Anak laki-laki ini terlalu peka. Lagipula, dia pekerja keras dan berperilaku baik, tidak seperti abangnya. Berharap, dengan pendidikan yang layak, Toyohiko mungkin menjadi seorang ahli waris harta milik Kagawa.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><b><span style="color: #ff0000;">Belajar Banyak Pelajaran </span> </b></em></p>
<p style="text-align: justify;">       &#8220;Ayo, Toyohiko! Mengapa kamu selalu meletakkan hidungmu di dalam buku?&#8221; Anak laki-laki di asrama itu tidak pernah memberinya ketenangan. Abangnya adalah yang paling buruk dalam banyak hal, menjudikan uang pamannya, minum ketika seharusnya dia belajar, pergi hingga larut malam bertemu perempuan tak dikenal.</p>
<p style="text-align: justify;">      Tidak ada padang hijau untuk melarikan diri. Asrama itu begitu dingin dan gelap. Dia tidak berani berteman dengan tikus. Anak laki-laki yang lebih tua darinya tidak akan berhenti mengejeknya jika mereka mengetahuinya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Dia sudah sering kesepian pada umur enam semenjak kematian kedua orangtuanya tetapi tidak pernah merasa kesepian seperti sekarang ini. &#8220;Belajar,&#8221; dia memerintahkan dirinya sendiri untuk mencoba melupakan kesedihannya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Suatu hari dia melihat sebuah tulisan: &#8220;Kelas Alkitab Berbahasa Inggris, pikirnya. Dia memutuskanuntuk membuat pamannya bangga padanya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Lelaki yang bertemu dengannya di depan jalur masuk berwajah merah dan berhidung besar. Toyohiko mencoba untuk tidak menatapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya datang untuk belajar bahasa Inggris,&#8221; ucapnya, suaranya gemetar. Dia belum pernah melihat seorang asing sebegitu besar sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Selamat datang, selamat datang. Nama saya Myers,&#8221; lelaki itu menyapa dengan ramah sehingga Toyohiko lupa akan perasaan gugupnya. Dia melepaskan sepatunya dan melangkah naik ke rumah asing tersebut. Tidak berapa lama, dia pun merasa senyaman berbaring di padang saat memandangi serangga-serangga.</p>
<p style="text-align: justify;">      Oh, cerita-cerita yang orang Amerika itu ceritakan! Dia menceritakan tentang seorang yang hidup di zaman dulu yang tampaknya menyukai pinggiran kota seperti halnya Toyohiko.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Lihatlah bunga Bakung,&#8221; Yesus berkata, &#8220;dan bagaimana mereka bertumbuh. Mereka tidak bekerja keras, juga tidak perlu mereka memintal. Namun Raja Salomo dalam keagungannya tidak didandani seperti salah satu dari bunga itu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Minggu demi minggu, Toyohiko mengikuti kelas itu. Kemudian datanglah suatu malam yang mengerikan. Profesor Myers menceritakan tentang kematian Yesus yang kejam. Para prajurit memantekkan paku-paku menembus tangan dan kaki-Nya serta menggantung-Nya di atas salib.</p>
<p style="text-align: justify;">      Mengapa?&#8221; tanya Toyohiko. &#8220;Mengapa ada yang membunuh orang yang begitu luar biasa ini? Dia selalu begitu ramah dan baik.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Dia membiarkan merekamelakukannya,&#8221; kata Profesor Myers.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya tidak mengerti. Mengapa, mengapa Dia membiarkan mereka membunuh-Nya?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Dia mati untuk mereka karena Dia begitu mengasihi mereka,&#8221; guru itu berkata dengan lembut.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Oh, Tuhan,&#8221; kata-kata itu meledak keluar, &#8220;jadikan aku seperti Yesus.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color: #ff0000;"><b>Pengikut yang Ketakutan  </b></span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><b>      </b>Sejak malam itu, Toyohiko menjadi seorang pengikut Yesus (Kristus), namun dia merahasiakan imannya. Dia tidak mau anak-anak di asrama mengganggunya lebih dari yang sebelumnya mereka lakukan padanya. Selain itu, dia tahu bahwa ketika dia menyebut dirinya seorang Kristen pamannya akan mencabut hak warisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Dia sekarang berumur 15 tahun hampir menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya ketika Profesor Myers membawanya ke samping setelah kelas pada suatu malam.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Kagawa San,&#8221; dia berkata, &#8220;pernahkah kamu berdoa?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Ya,&#8221; jawab Toyohiko. &#8220;Sebelum saya tidur setiap malam. Saya berdoa di bawah selimutku.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Apakah kamu malu pada Yesus?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Oh, tidak.&#8221; Bagaimana Profesor Myers berpikir bahwa dia malu pada Yesus? Dia mengasihi Yesus.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Namun kamu tidak mau orang lain tahu bahwa kamu berdoa,&#8221; gurunya berkata dengan sedih. &#8220;Apa yang akan terjadi jika kamu dibaptis?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Anak laki-laki itu terkejut. Tidakkah Profesor Myers mengerti?</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya tidak pernah dapat dibaptis,&#8221; katanya. &#8220;Pamanku akan mengeluarkanku dari keluarga.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Misionaris berbadan tinggi itu meletakkan tangannya di bahu anak laki-laki itu.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Kagawa San, apakah kamu seorang pengecut?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Tidak,&#8221; kata Toyohiko, mendongak. &#8220;Saya bukan seorang pengecut. Maukah kau membaptis aku?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em><b><span style="color: #ff0000;">Miskin di Saku  </span> </b></em></p>
<p style="text-align: justify;">      Dia menangkupkan tangannya yang gemetar dan menundukkan kepalanya ketika kalimat marah dari pamannya terlontar kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya mengambil kamu ketika ayahmu meninggal. Dan saya berencana untuk menjadikanmu pewaris utama! Dan lihat bagaimana kamu mengkhianati saya!&#8221; pamannya berteriak.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Abangmu tidak berguna, tapi kamu&#8212;kamu menjadi harapanku. Sekarang kamu sudah hilang bagiku. Jangan pernah aku melihatmu lagi.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Setelah Toyohiko dikucilkan oleh pamannya. Profesor Myers menolong anak yatim piatu yang tidak mempunyai uang itu untuk mendapatkan beasiswa ke sebuah universitas Kristen di Tokyo. Akan tetapi Toyohiko, seorang Kristen yang baru, tidak bertindak seperti mahasiswa lain yang ada di Universitas Meiji. Dia selalu menolong siapa saja dan apa saja. Ketika seekor anjing kampung yang sakit berjalan ke kampus, mahasiswa itu mengadopsinya.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya harus memeliharanya,&#8221; katanya. &#8220;Tidak seorang pun yang akanmelakukannya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Para pengemis di daerah itu segera tahu bahwa ada seorang mahasiswa bodoh yang akan memberikan apa saja yang dia punya. Segerombolan pria compang-camping mulai mengunjungi asrama.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Bau apa itu yang begitu tidak enak?&#8221; salah seorang teman sekelasnya bertanya kepadanya suatu hari. Sekelompok mahasiswa pun menggeledah asrama. Mereka menemukan seorang gelandangan yang terluka tidur di atas selimut di dalam kamar Toyohiko.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Ini adalah kesempatan terakhir, Kagawa San,&#8221; kata salah seorang profesor. &#8220;Mulai sekarang, batasi tindakan kekristenanmu untuk berdoa dan puasa.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Ketika dia berumur 20, Toyohiko pergi ke Kobe. Teman lamanya Harry Myers mengajar di seminari Presbyterian di sana. Toyohiko adalah mahaiswa yang baik, namun dia tidak mau berada di asrama.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Untuk menjadi seperti Yesus saya harus hidup dengan orang-orang miskin,&#8221; dia berkata kepada Profesor Myers.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><b><span style="color: #ff0000;">Hidup Seperti Yesus   </span> </b></em></p>
<p style="text-align: justify;">      Pada hari Natal dia mengangkat buku-buku dan barang-barang kepunyaannya ke dalam gerobak dan pindah ke sebuah ruangan berukuran 6 x 6 kaki di daerah kumuh Shinkawa. Ketika Toyohiko menggelar tempat tidurnya, kutu busuk dan kutu-kutu merangkak keluar dari lantai tikar jerami dan ikut bersama-sama dengannya di dalam selimut.</p>
<p style="text-align: justify;">      Kira-kira tengah malam tiba-tiba dia terbangun. Pintu dari kardus itu tergeser. Dan dalam keadaan pintu yang terbuka dia dapat melihat kepala berambut kusut, matanya yang tajam mengintip sekeliling kamarnya yang kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Ini cukup besar untuk satu orang,&#8221; gelandangan itu berkata. &#8220;Aku akan pindah ke dalam.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Beberapa hari kemudian seorang pembunuh pindah ke dalam. Dia telah selesai menjalani hukuman penjara. Saat itu dia begitu takut kalau-kalau hantu dari korbannya akan menemukannya. Dia menyambar tangan Toyohiko dan memegangnya semalaman.</p>
<p style="text-align: justify;">      Seorang pemabuk juga ikut bergabung di kamar itu, dan kemudian seorang yang terlantar dengan penyakit trakoma, penyakit mata yang bisa menular. Toyohiko tertular penyakit itu. Selama sisa hidupnya dia hampir saja buta. Dia menggunakan sebuah kaca pembesar untuk membaca dengan satu matanya yang masih sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">      Kemudian, seorang bayi ditinggalkan di pintunya. Kagawa duduk bersamanya sepanjang malam, berusaha keras agar dia bertahan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">      Para tunawisma yang tidak dapat memaksakan langkahnya ke lantai tikar yang sempit hanya datang ke pintu geser. Mereka meminta makanan dan pakaian. Kagawa memberi mereka semua bubur dan pakaian yang dia punya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Hari berlalu dan kemudian dia menjadi seorang mahasiswa di seminari Presbyterian. Setiap malam dia pergi ke jalan-jalan untuk mengkhotbahkan kabar baik kepada orang miskin di Shinkawa. Tangan yang telah memelihara serangga dan anjing-anjing kampung  itu sekarang telah memerban&#8212;memakaikan perban di&#8212;luka para pengemis dan menyuapkan bubur ke dalam mulut mereka yang terlalu lemah untuk makan sendiri.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">      <strong><em><span style="color: #ff0000;">&#8220;Oh, Tuhan,&#8221; doanya sewaktu dia masih kecil, &#8220;jadikan aku seperti Yesus.&#8221; Selama sisa hidupnya, Toyohiko berusaha untuk menghidupi doa itu.</span></em></strong></p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Artikel bersumber dari : New Life in the City, Club House Magazine.<br />
</b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
