<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; materi sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/materi-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Tafsiran Surat Roma oleh Karl Barth Diterbitkan</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/tafsiran-surat-roma-oleh-karl-barth-diterbitkan/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/tafsiran-surat-roma-oleh-karl-barth-diterbitkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 10:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[game sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[materi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1919 Tafsiran Surat Roma oleh Karl Barth Diterbitkan By Sekolah Minggu Pada abad kesembilan belas, liberalisme telah menekankan kemajuan manusia dan perubahan dalam dunia. Namun jika manusia telah maju sebegitu jauh, mengapa ia harus terlibat dalam perang dunia? Jika<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/tafsiran-surat-roma-oleh-karl-barth-diterbitkan/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1919 <i>Tafsiran Surat Roma </i>oleh Karl Barth Diterbitkan</b></span></h3>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Karl-Barth.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-351" alt="Karl Barth" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Karl-Barth.jpg" width="271" height="186" /></a>Pada abad kesembilan belas, liberalisme telah menekankan kemajuan manusia dan perubahan dalam dunia.</p>
<p>Namun jika manusia telah maju sebegitu jauh, mengapa ia harus terlibat dalam perang dunia? Jika penemuan-penemuannya dalam teknologi dan ilmu pengetahuan menjadi begitu efektif, mengapa ia mengarahkan penemuan-penemuan itu kepada yang lain?</p>
<p>Manusia telah tersanjung dengan kemampuannya sendiri. Langkah-langkah panjang yang dicapai ilmu pengetahuan tampaknya membuat dunia menjadi tempat yang tidak misterius lagi. Daripada mencari Allah yang supranatural, banyak orang mencoba mewujudkan surga di atas bumi.</p>
<p>Darwin dan para ahli ilmu pengetahuan lainnya mempertanyakan unsur-unsur supranatural yang dikandung Alkitab. Apakah manusia sesungguhnya ciptaan khusus? Apakah mujizat benar-benar dapat terjadi? Apabila kita dapat mengatur sendiri alam ini, mengapa kita harus membutuhkan Allah? Teologi liberal pada zaman ini menggambarkan Allah tanpa murka, Kristus yang hanya mengajarkan etika, dan kerajaan dunia ini.</p>
<p>Akan tetapi, Perang Dunia I mempertanyakan semuanya itu. Dengan kemajuan Eropa Kristen yang masih meragukan, banyak orang melihat sifat kemerosotan pemikiran liberal. Salah satunya adalah seorang pendeta, Karl Barth. Karena berhadapan dengan kekejaman peperangan, pendeta liberal ini berpaling pada Surat Paulus untuk Jemaat Roma. Apa yang ia temukan di situ mengubah imannya dan mewujudkan gejolak dalam teologi yang mengingatkannya pada Agustinus, Luther dan Wesley.</p>
<p><i>Tafsiran Surat Roma</i>, yang disebut &#8220;bom di tempat bermain para teolog liberal&#8221;, menerangkan Allah sebagai yang berdaulat dan transeden. Kejatuhan manusia seperti yang ada dalam Kitab Kejadian 3 adalah benar, ujar Barth. Di situ, seluruh keberadaan manusia telah rusak karena dosa dan ia tak lagi dapat menemukan kebenaran Allah dengan usahanya sendiri. Allah harus menampakkan diri-Nya pada manusia, dan Ia melakukannya melalui Yesus Kristus.</p>
<p>Pernyataan ulang doktrin Barth ini, yang menggunakan istilah-istilah Protestan klasik, mengundang diskusi. Menjelang tahun 1930, pendeta tersebut telah menjadi profesor teologi di Jerman.</p>
<p>Bersama-sama dengan yang lain di <i>Confessing Church </i>(Gereja yang Mengaku), Barth menentang para Nazi dan menulis sebagian besar &#8220;Barmen Declaration&#8221; (Deklarasi Barmen), yang mengajak orang-orang Kristen menentang tipu muslihat Hitler yang dipakai untuk melawan Gereja. Satu tahun kemudian, pada tahun 1935, Barth diusir dari Jerman dan ia pergi ke Basel, Swiss, untuk mengajar teologi. Selama berada di sana ia banyak menulis, termasuk karya utamanya <i>Church Dogmatics </i>(Dogmatika Gereja), suatu mahakarya Protestan.</p>
<p>Ide-ide Barth menjadi dasar bagi <i>neo-orthodoksi. </i>Teologi abad kedua puluh ini antiliberal, dalam tekanannya pada studi Alkitab, dosa, dan dalam sikapnya terhadap kedaulatan Allah. Namun, teologi ini bersifat ambivalen terhadap historisitas Alkitab, khususnya pada Perjanjian Lama. Sambil menegaskan sebagian besar ajaran Alkitab, teologi ini tidak perlu menerima bahwa setiap peristiwa dalam Alkitab terjadi dalam ruang dan waktu. Para pengkritiknya telah mengatakan bahwa neo-orthodoksi berupaya juga &#8220;menikmati hasilnya dari kedua sisi yang berbeda&#8221;, dengan menegaskan doktrin tradisional, sementara memberi juga peluang bagi para skeptik yang meragukan sifat historis Kristen.</p>
<p>Para teolog seperti Emil Brunner, Gustaf Aulen, Reinhold, Richard Niebuhr dan Friedrich Gogarten sepaham dengan kepercayaan Barth tentang kedaulatan Allah dan dosa manusia, serta menekankan bahwa iman berarti lebih dari sekadar mengatakan ya terhadap beberapa proposisi  teologis. Karena neo-orthodoksi menerima perlunya &#8220;lompatan iman&#8221; untuk mengatasi kebenaran yang tampaknya sulit dan berkontradiksi, maka paham itu disebut teologi krisis.</p>
<p>Di dunia yang telah mengalami dua peperangan berat, ide-ide  Barth membawa kembali gereja-gereja pada tema-tema dosa dan kedaulatan Allah. Banyak orang Kristen menganggap bahwa tulisan-tulisannya yang berjilid-jilid itu merangsang dan membingungkan. Barth bermain-main dengan universalisme, ide bahwa akhirnya Allah akan menyelamatkan semua orang, meskipun ia tidak pernah berbenturan dengan pertanyaan itu. Dalam teologinya yang berpusat pada Kristus, ia sering kali menempatkan Kristus dalam Perjanjian Lama di tempat-tempat yang mustahil. Ia juga tidak setuju bahwa Kitab Suci tidak dapat salah atau tidak dapat keliru.</p>
<p>Dari sisi positif, Barth mendorong pemahaman Alkitab yang serius, menekankan khotbah-khotbah yang dinamis dan mengembalikan manusia pada pengertian kebutuhannya akan Allah Yang Mahakuasa. Ketika banyak orang berpaling pada dunia untuk berharap, ia panggil mereka kembali untuk menatap kepada Kristus.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/tafsiran-surat-roma-oleh-karl-barth-diterbitkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yohanes Calvin Menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/yohanes-calvin-menerbitkan-institutio-pengajaran-agama-kristen/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/yohanes-calvin-menerbitkan-institutio-pengajaran-agama-kristen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2013 06:12:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[game sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[materi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[renungan sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1536 Yohanes Calvin Menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen By Sekolah Minggu &#8220;Tiada sebatang rumput, tiada warna apa pun di dunia ini yang tidak dimaksudkan untuk membuat kita gembira&#8221;, demikian tulis seorang yang dituduh telah membangkitkan kekristenan yang suram. Mereka<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/yohanes-calvin-menerbitkan-institutio-pengajaran-agama-kristen/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1536 Yohanes Calvin Menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen</b></span></h3>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Yohanes-Calvin.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-217" alt="01v/11/arve/G2582/020" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Yohanes-Calvin-300x300.jpg" width="300" height="300" /></a>&#8220;Tiada sebatang rumput, tiada warna apa pun di dunia ini yang tidak dimaksudkan untuk membuat kita gembira&#8221;, demikian tulis seorang yang dituduh telah membangkitkan kekristenan yang suram. Mereka yang telah mengenalnya dengan baik, menghormati kesalehannya, namun tidak mengejutkan sama sekali bahwa kegembiraan itu datang dari penanya sendiri.</p>
<p>Jelasnya, Yohanes Calvin orangnya sangat <i>disiplin, </i>dan sekali ia mengambil keputusan, ia bersikukuh dalam pilihannya itu. Studi hukumnya telah mempertajam karunia berpikir secara logis, dan ia pun menerapkan pendidikan awalnya tersebut pada studi teologinya.</p>
<p>Dalam satu &#8220;pertobatan yang mendadak&#8221; sekitar tahun 1533, Calvin berkata, &#8220;Allah telah menaklukkan dan menjinakkan hati saya.&#8221; Agaknya ia pernah mengenal tulisan-tulisan Luther. Ia pun memisahkan diri dari Katolisisme, meninggalkan negaranya, Perancis, dan bermukim di Swiss sebagai orang dalam pengasingan.</p>
<p>Pada tahun 1536, Calvin yang berusia dua puluh utjuh tahun menerbitkan edisi pertama <i>Institutio: Pengajaran Agama Kristen, </i>teologi sistematis yang dengan jelas membela ajaran-ajaran Reformasi. Terkesan oleh tulisan-tulisan Calvin, reformator Jenewa, Guillaume Farel, membujuknya untuk membantu reformasi. Di sana Calvin memangku pekerjaan berat. Ia menjadi pastor gereja St. Pierre, berkhotbah tiga kali sehari dan membuat ulasan bagi hampir semua kitab yang ada di Alkitab, serta menulis lembaran-lembaran pengabdian doktrinal. Sementara itu, ia juga harus bergumul dengan beberapa jenis penyakit, termasuk migrain.</p>
<p>Untuk mencapai tujuannya membuat Jenewa sebagai kerajaan Allah di atas bumi, banyak yang harus dilakukannya. Terkenal dengan moral mereka yang bejat, warga kota tersebut menentangnya ketika ia mencoba mengubah gaya hidup mereka. Namun, pengaruh Calvin menyebar di seluruh Jenewa. Ia mempunyai pengaruh yang ampuh di sekolah-sekolah. Tak seorang pun mengelakkan reformasinya karena Calvin mengucilkan mereka yang hidupnya tidak mencapai standar kitab suci &#8211; dan setiap warga Jenewa harus merasa terikat pada pengakuan iman Calvin.</p>
<p>Sementara beberapa menentang, yang lain menyambut  perubahan-perubahan tersebut. Kota tersebut menjadi daya tarik bagi orang-orang Eropa yang hidup dalam pengasingan. John Knox menyebut kota di bawah Calvin itu sebagai &#8220;sekolah Kristus paling sempurna sejak zaman para rasul&#8221;. Wibawa moral Calvin telah memperbarui Jenewa. Karya-karya tulisnya &#8211; baik dalam bahasa Latin maupun bahasa Perancis &#8211; telah memberi kekuatan unik bagi Protestanisme.</p>
<p>Dalam karyanya, <i>Institutio, </i>Calvin dengan jelas menyatakan kepercayaan Protestan. Dalam satu jilid, sang reformator ini berbicara tentang kepercayaan-kepercayaan utama, dan di sepanjang hidupnya ia memperbanyak bukunya ini.</p>
<p>Bukunya diawali dengan Pengakuan Iman Rasuli, dengan mengambil empat poin: &#8220;Aku percaya akan Allah, Bapa&#8230; Yesus Kristus&#8230; Roh Kudus&#8230; gereja katolik yang kudus.&#8221; Semuanya itu menjadi empat bagian bukunya. Dalam setiap bagian, Calvin bukan saja berusaha menyatakan teologinya, tetapi juga penerapannya dalam kehidupan Kristen.</p>
<p>Buku III dari <i>Institutio </i>yang berisikan doktrin predestinasi telah menarik perhatian banyak orang. Anehnya,meskipun Calvin yang menyatakannya, namun konsepnya bukanlah miliknya sendiri. Luther dan banyak lagi reformator mempercayainya. Giatnya Calvin menyatakan ide tersebut yang menghubungkan ajaran itu dengan namanya.</p>
<p>Calvin memberi perhatian besar pada kedaulatan Allah. Ia membenci cara Gereja Katolik  yang telah terjerumus dalam teologi keselamatan oleh perbuatan. Sang reformator ini senantiasa mengulangi: Anda tidak dapat memanipulasi Allah atau memaksa-Nya. Ia yang menyelamatkan Anda; Anda tidak dapat melakukannya sendiri.</p>
<p>Allah memilih orang-orang yang akan diselamatkan, dan hanya Ia sendiri yang tahu siapa yang harus diselamatkan, demikian reformator itu menjelaskan. Hidup bermoral dapat menunjukkan bahwa seseorang mungkin adalah orang pilihan Allah. Namun Calvin, orang yang energik dan bermoral tinggi, mengingatkan para pengikutnya bahwa mereka harusmenunjukkan keselamatan mereka dengan berjuang untuk itu. Ia mewariskan pada Calvinisme tentang pentingnya orang-orang Kristen mengubah dunia yang berdosa.</p>
<p>Dalam Buku IV dari <i>Institutio, </i>Calvin menciptakan tata tertib gereja berdasarkan apa yang dilihatnya di dalam Kitab Suci. Jemaat harus memilih orang-orang bermoral &#8211; para penatua &#8211; yang akan menuntun mereka. Dia juga mengadakan peraturan bagi para pastor, doktor (guru-guru) dan para syamas.</p>
<p>Doktrin dan kebijakan Reformasi yang diwujudkannya tersebar di Skotlandia, Polandia, Belanda dan Amerika.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/yohanes-calvin-menerbitkan-institutio-pengajaran-agama-kristen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yohanes Chrysostomus Menjadi Uskup Konstantinopel</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/yohanes-chrysostomus-menjadi-uskup-konstantinopel/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/yohanes-chrysostomus-menjadi-uskup-konstantinopel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2013 05:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[materi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[renungan sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[ Yohanes Chrysostomus Menjadi Uskup Konstantinopel By Sekolah Minggu Sebuah pergolakan tentang pajak Yohanes Chrysostomus pertama kali menjadi perhatian khalayak. Ia adalah seorang imam di Antiokhia, ketika Kaisar Theodosius mengeluarkan peraturan pajak baru, tahun 387. Rakyat Antiokhia marah. Mereka membuat kerusuhan,<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/yohanes-chrysostomus-menjadi-uskup-konstantinopel/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff6600;"><b> Yohanes Chrysostomus Menjadi Uskup Konstantinopel</b></span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Yohanes-Chrysostomus.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-102" alt="Yohanes Chrysostomus" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Yohanes-Chrysostomus.jpg" width="154" height="220" /></a>Sebuah pergolakan tentang pajak Yohanes Chrysostomus pertama kali menjadi perhatian khalayak. Ia adalah seorang imam di Antiokhia, ketika Kaisar Theodosius mengeluarkan peraturan pajak baru, tahun 387. Rakyat Antiokhia marah. Mereka membuat kerusuhan, menyerang para pegawai kekaisaran dan merusak patung Theodosius serta keluarganya, sebagai protes. Namun ketertiban dapat segera dipulihkan, dan rakyat menunggu hukuman.</p>
<p>Flavianus, uskup di Antiokhia, bergegas menuju ibu kota, Konstantinopel, untuk memohon belas kasihan kepada kaisar. Terdengar kabar bahwa Theodosius telah mengirim tentara untuk membantai warga yang telah menyusahkannya. Sementara uskup dan sekelompok biarawan memohon kepada kaisar, Yohanes menenangkan massa. Dalam rangkaian dua puluh khotbah <i>Homilies on the Statues </i>(Khotbah di Depan Patung), ia mengilhami, berkhotbah dan mengendalikan massa. Itu adalah khotbah profetik terbaik. Uskup kembali dengan berita pengampunan, dan Yohanes mendesak rakyat mengubah hidup mereka agar menjadi lebih baik.</p>
<p>Ini bukanlah situasi politik panas terakhir yang dihadapi Yohanes. Dia menghadapinya dengan keberanian, kesetiaan dan mungkin dengan sedikit kesombongan.</p>
<p>Mungkin ia mempelajari hal itu dari ibunya. Ayahnya adalah seorang perwira militer yang tewas tak lama setelah Yohanes lahir. Anthuasa baru dua puluh tahun dan cantik, tapi ia menolak semua lamaran yang diutjukan kepadanya agar ia dapat membesarkan Yohanes dan kakak perempuannya sebaik mungkin. Dia berasal dari keluarga berada dan mampu memberikan pendidikan yang sangat bagus bagi Yohanes, termasuk belajar ilmu retorika pada seorang guru kafir terkenal, Libanius. Yohanes juga mempelajari hukum, tapi lebih tertarik menjalani kehidupan sederhana. Ia masuk biara tak lama setelah kematian ibunya.</p>
<p>Yohanes kembali ke kota kelahirannya, Antiokhia, tahun 381 dan ditahbiskan menjadi diaken. Uskup waktu itu menyadari kemampuan komunikasinya dan menjadikannya imam serta pengkhotbah utama pada salah satu jemaat Antiokhia. Dalam kedudukannya inilah ia menghadapi pergolakan mengenai pajak. Pada tahun-tahun berikutnya ia semakin dikenali karena kemampuannya berkhotbah. Begitulah ia mendapatka julukan <i>Chrysostomus</i>, dari bahasa Yunani yang berarti &#8220;mulut emas&#8221;.</p>
<p>Setelah mengikuti sekolah teologi Antiokhia, Yohanes melakukan pendekatan harfiah Alkitab (bertentangan dengan interpretasi secara alegoris yang dilakukan sekolah Alexandria). Dia juga menekankan sisi kemanusiaan Yesus pada saat orang lain mengacuhkan hal itu. Chrysostomus mengkhotbahkan rangkaian panjang tentang pesan-pesan Kitab Kejadian, Injil Matius, Yohanes dan Surat Roma, yang kebanyakan masih kita miliki. Ia juga menulis tafsiran-tafsiran.</p>
<p>Tahun 397, keuskupan Konstantinopel kosong. Itu merupakan kedudukan terhormat di ibu kota. Kaisar Arcadius memilih Yohanes si Mulut Emas itu, keputusan yang kemudian disesalinya.</p>
<p>Begitu populernya Yohanes di Antiokhia sehingga ia harus diculik untuk bisa sampai di Kontantinopel. Namun ia baru dikukuhkan menjadi uskup di ibu kota tahun 398. Pengukuhan dilakukan Uskup Theophilus dari Alexandria.</p>
<p>Demi alasan politik, Theophilus menyebabkan masalah besar bagi Yohanes. Ia ingin Yohanes tunduk kepadanya dan ia merasa iri karena memperoleh kedudukan uskup hanya karena keahliannya berkhotbah. Theophilus juga menentang ajaran teologi Origenes yang dianut Yohanes. Yohanes tidak melakukan apa-apa untuk menenangkan Theophilus.</p>
<p>Yohanes mencoba melayani lingkungan kaum Gothic di kota, menerima mereka tetapi tetap menolak aliran sesat Arius yang mereka anut. Ia juga berkhotbah menentang keras segala perbuatan dosa yang dilihatnya &#8211; dan ia melihatnya terjadi di antara para rohaniwan. Imam-imam terlibat dalam hal-hal amoral, dan dia berniat menghentikannya. Melalui khotbahnya, dia juga menentang cara berpakaian para wanita di Konstantinopel yang tidak senonoh. Entah sengaja atau tidak, Ratu Eudoxia merasa tersinggung mendengar kata-katanya.</p>
<p>Theophilus mendapat kesempatan ketika Yohanes menerima empat biarawan yang belajar di Alexandria (mereka adalah penganut teologi Origenes). Uskup dari Alexandria berkunjung ke Konstantinopel dan mengumpulkan musuh-musuh Yohanes. Mereka mengadakan pertemuan pada tahun 403 di sebuah tempat bernama Oak, serta mengutuk ajaran-ajaran Yohanes dan mengusirnya dari gereja.</p>
<p>Akan tetapi Eudoxia yang percaya takhayul, ketakutan setelah terjadi beberapa bencana, seperti gempa yang melanda istana selang beberapa waktu setelah pertemuan itu. Dengan segera dia meminta kaisar membatalkan keputusan pertemuan tersebut. Setahun kemudian Yohanes dibawa kembali. Tanpa takut, ia terus mengemukakan pendapatnya &#8211; terutama ketika patung Eudoxia didirikan di sebelah katedral.</p>
<p>Ratu marah. Bala tentara kekaisaran menghentikan sebuah ibadah Paskah, dan beberapa pengikut Yohanes dibunuh. Yohanes diusir dalam pengasingan, di suatu tempat yang suram dekat Armenia, yang disebut Cucusus. Paus Innocentius I memprotes perlakuan ini tetapi sia-sia. Kaisar bagian Timur memperoleh kemauannya sendiri. Dalam pengasingannya pun Yohanes terus mengadakan hubungan dengan para pengikutnya, memberi petunjuk tentang hal-hal gerejawi. Maka sang kaisar memutuskan untuk membuangnya lebih jauh lagi.</p>
<p>Begitulah cara Yohanes menemui ajalnya pada tahun 407, yaitu ketika mengadakan perjalanan ke pengasingan yang lebih jauh. Beberapa dekade berikutnya, Paus Innocentius berupaya menjernihkan nama Yohanes dengan mendesak Uskup Theophilus dan yang lainnya untuk menyertakan Yohanes dalam daftar orang-orang yang didoakan gereja.</p>
<p>Warisan yang ditinggalkan Yohanes ialah khotbahnya yang baik. Ia memajukan eksposisi harfiah Alkitab gaya Antiokhia, dan ia merupakan salah satu pemimpin Gereja (bersama dengan Ambrosius) yang dengan berani menghadap para penguasa dan menyerukan, &#8220;Demikianlah firman Tuhan&#8230;&#8221; Pada masa-masa kritis dalam sejarah Gereja, orang lain pun akan menyerukan hal yang sama.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/yohanes-chrysostomus-menjadi-uskup-konstantinopel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
