<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; permainan anak sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/permainan-anak-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Tafsiran Surat Roma oleh Karl Barth Diterbitkan</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/tafsiran-surat-roma-oleh-karl-barth-diterbitkan/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/tafsiran-surat-roma-oleh-karl-barth-diterbitkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 10:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[game sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[materi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1919 Tafsiran Surat Roma oleh Karl Barth Diterbitkan By Sekolah Minggu Pada abad kesembilan belas, liberalisme telah menekankan kemajuan manusia dan perubahan dalam dunia. Namun jika manusia telah maju sebegitu jauh, mengapa ia harus terlibat dalam perang dunia? Jika<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/tafsiran-surat-roma-oleh-karl-barth-diterbitkan/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1919 <i>Tafsiran Surat Roma </i>oleh Karl Barth Diterbitkan</b></span></h3>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Karl-Barth.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-351" alt="Karl Barth" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Karl-Barth.jpg" width="271" height="186" /></a>Pada abad kesembilan belas, liberalisme telah menekankan kemajuan manusia dan perubahan dalam dunia.</p>
<p>Namun jika manusia telah maju sebegitu jauh, mengapa ia harus terlibat dalam perang dunia? Jika penemuan-penemuannya dalam teknologi dan ilmu pengetahuan menjadi begitu efektif, mengapa ia mengarahkan penemuan-penemuan itu kepada yang lain?</p>
<p>Manusia telah tersanjung dengan kemampuannya sendiri. Langkah-langkah panjang yang dicapai ilmu pengetahuan tampaknya membuat dunia menjadi tempat yang tidak misterius lagi. Daripada mencari Allah yang supranatural, banyak orang mencoba mewujudkan surga di atas bumi.</p>
<p>Darwin dan para ahli ilmu pengetahuan lainnya mempertanyakan unsur-unsur supranatural yang dikandung Alkitab. Apakah manusia sesungguhnya ciptaan khusus? Apakah mujizat benar-benar dapat terjadi? Apabila kita dapat mengatur sendiri alam ini, mengapa kita harus membutuhkan Allah? Teologi liberal pada zaman ini menggambarkan Allah tanpa murka, Kristus yang hanya mengajarkan etika, dan kerajaan dunia ini.</p>
<p>Akan tetapi, Perang Dunia I mempertanyakan semuanya itu. Dengan kemajuan Eropa Kristen yang masih meragukan, banyak orang melihat sifat kemerosotan pemikiran liberal. Salah satunya adalah seorang pendeta, Karl Barth. Karena berhadapan dengan kekejaman peperangan, pendeta liberal ini berpaling pada Surat Paulus untuk Jemaat Roma. Apa yang ia temukan di situ mengubah imannya dan mewujudkan gejolak dalam teologi yang mengingatkannya pada Agustinus, Luther dan Wesley.</p>
<p><i>Tafsiran Surat Roma</i>, yang disebut &#8220;bom di tempat bermain para teolog liberal&#8221;, menerangkan Allah sebagai yang berdaulat dan transeden. Kejatuhan manusia seperti yang ada dalam Kitab Kejadian 3 adalah benar, ujar Barth. Di situ, seluruh keberadaan manusia telah rusak karena dosa dan ia tak lagi dapat menemukan kebenaran Allah dengan usahanya sendiri. Allah harus menampakkan diri-Nya pada manusia, dan Ia melakukannya melalui Yesus Kristus.</p>
<p>Pernyataan ulang doktrin Barth ini, yang menggunakan istilah-istilah Protestan klasik, mengundang diskusi. Menjelang tahun 1930, pendeta tersebut telah menjadi profesor teologi di Jerman.</p>
<p>Bersama-sama dengan yang lain di <i>Confessing Church </i>(Gereja yang Mengaku), Barth menentang para Nazi dan menulis sebagian besar &#8220;Barmen Declaration&#8221; (Deklarasi Barmen), yang mengajak orang-orang Kristen menentang tipu muslihat Hitler yang dipakai untuk melawan Gereja. Satu tahun kemudian, pada tahun 1935, Barth diusir dari Jerman dan ia pergi ke Basel, Swiss, untuk mengajar teologi. Selama berada di sana ia banyak menulis, termasuk karya utamanya <i>Church Dogmatics </i>(Dogmatika Gereja), suatu mahakarya Protestan.</p>
<p>Ide-ide Barth menjadi dasar bagi <i>neo-orthodoksi. </i>Teologi abad kedua puluh ini antiliberal, dalam tekanannya pada studi Alkitab, dosa, dan dalam sikapnya terhadap kedaulatan Allah. Namun, teologi ini bersifat ambivalen terhadap historisitas Alkitab, khususnya pada Perjanjian Lama. Sambil menegaskan sebagian besar ajaran Alkitab, teologi ini tidak perlu menerima bahwa setiap peristiwa dalam Alkitab terjadi dalam ruang dan waktu. Para pengkritiknya telah mengatakan bahwa neo-orthodoksi berupaya juga &#8220;menikmati hasilnya dari kedua sisi yang berbeda&#8221;, dengan menegaskan doktrin tradisional, sementara memberi juga peluang bagi para skeptik yang meragukan sifat historis Kristen.</p>
<p>Para teolog seperti Emil Brunner, Gustaf Aulen, Reinhold, Richard Niebuhr dan Friedrich Gogarten sepaham dengan kepercayaan Barth tentang kedaulatan Allah dan dosa manusia, serta menekankan bahwa iman berarti lebih dari sekadar mengatakan ya terhadap beberapa proposisi  teologis. Karena neo-orthodoksi menerima perlunya &#8220;lompatan iman&#8221; untuk mengatasi kebenaran yang tampaknya sulit dan berkontradiksi, maka paham itu disebut teologi krisis.</p>
<p>Di dunia yang telah mengalami dua peperangan berat, ide-ide  Barth membawa kembali gereja-gereja pada tema-tema dosa dan kedaulatan Allah. Banyak orang Kristen menganggap bahwa tulisan-tulisannya yang berjilid-jilid itu merangsang dan membingungkan. Barth bermain-main dengan universalisme, ide bahwa akhirnya Allah akan menyelamatkan semua orang, meskipun ia tidak pernah berbenturan dengan pertanyaan itu. Dalam teologinya yang berpusat pada Kristus, ia sering kali menempatkan Kristus dalam Perjanjian Lama di tempat-tempat yang mustahil. Ia juga tidak setuju bahwa Kitab Suci tidak dapat salah atau tidak dapat keliru.</p>
<p>Dari sisi positif, Barth mendorong pemahaman Alkitab yang serius, menekankan khotbah-khotbah yang dinamis dan mengembalikan manusia pada pengertian kebutuhannya akan Allah Yang Mahakuasa. Ketika banyak orang berpaling pada dunia untuk berharap, ia panggil mereka kembali untuk menatap kepada Kristus.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/tafsiran-surat-roma-oleh-karl-barth-diterbitkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yohanes Calvin Menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/yohanes-calvin-menerbitkan-institutio-pengajaran-agama-kristen/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/yohanes-calvin-menerbitkan-institutio-pengajaran-agama-kristen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2013 06:12:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[game sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[materi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[renungan sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1536 Yohanes Calvin Menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen By Sekolah Minggu &#8220;Tiada sebatang rumput, tiada warna apa pun di dunia ini yang tidak dimaksudkan untuk membuat kita gembira&#8221;, demikian tulis seorang yang dituduh telah membangkitkan kekristenan yang suram. Mereka<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/yohanes-calvin-menerbitkan-institutio-pengajaran-agama-kristen/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1536 Yohanes Calvin Menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen</b></span></h3>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Yohanes-Calvin.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-217" alt="01v/11/arve/G2582/020" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Yohanes-Calvin-300x300.jpg" width="300" height="300" /></a>&#8220;Tiada sebatang rumput, tiada warna apa pun di dunia ini yang tidak dimaksudkan untuk membuat kita gembira&#8221;, demikian tulis seorang yang dituduh telah membangkitkan kekristenan yang suram. Mereka yang telah mengenalnya dengan baik, menghormati kesalehannya, namun tidak mengejutkan sama sekali bahwa kegembiraan itu datang dari penanya sendiri.</p>
<p>Jelasnya, Yohanes Calvin orangnya sangat <i>disiplin, </i>dan sekali ia mengambil keputusan, ia bersikukuh dalam pilihannya itu. Studi hukumnya telah mempertajam karunia berpikir secara logis, dan ia pun menerapkan pendidikan awalnya tersebut pada studi teologinya.</p>
<p>Dalam satu &#8220;pertobatan yang mendadak&#8221; sekitar tahun 1533, Calvin berkata, &#8220;Allah telah menaklukkan dan menjinakkan hati saya.&#8221; Agaknya ia pernah mengenal tulisan-tulisan Luther. Ia pun memisahkan diri dari Katolisisme, meninggalkan negaranya, Perancis, dan bermukim di Swiss sebagai orang dalam pengasingan.</p>
<p>Pada tahun 1536, Calvin yang berusia dua puluh utjuh tahun menerbitkan edisi pertama <i>Institutio: Pengajaran Agama Kristen, </i>teologi sistematis yang dengan jelas membela ajaran-ajaran Reformasi. Terkesan oleh tulisan-tulisan Calvin, reformator Jenewa, Guillaume Farel, membujuknya untuk membantu reformasi. Di sana Calvin memangku pekerjaan berat. Ia menjadi pastor gereja St. Pierre, berkhotbah tiga kali sehari dan membuat ulasan bagi hampir semua kitab yang ada di Alkitab, serta menulis lembaran-lembaran pengabdian doktrinal. Sementara itu, ia juga harus bergumul dengan beberapa jenis penyakit, termasuk migrain.</p>
<p>Untuk mencapai tujuannya membuat Jenewa sebagai kerajaan Allah di atas bumi, banyak yang harus dilakukannya. Terkenal dengan moral mereka yang bejat, warga kota tersebut menentangnya ketika ia mencoba mengubah gaya hidup mereka. Namun, pengaruh Calvin menyebar di seluruh Jenewa. Ia mempunyai pengaruh yang ampuh di sekolah-sekolah. Tak seorang pun mengelakkan reformasinya karena Calvin mengucilkan mereka yang hidupnya tidak mencapai standar kitab suci &#8211; dan setiap warga Jenewa harus merasa terikat pada pengakuan iman Calvin.</p>
<p>Sementara beberapa menentang, yang lain menyambut  perubahan-perubahan tersebut. Kota tersebut menjadi daya tarik bagi orang-orang Eropa yang hidup dalam pengasingan. John Knox menyebut kota di bawah Calvin itu sebagai &#8220;sekolah Kristus paling sempurna sejak zaman para rasul&#8221;. Wibawa moral Calvin telah memperbarui Jenewa. Karya-karya tulisnya &#8211; baik dalam bahasa Latin maupun bahasa Perancis &#8211; telah memberi kekuatan unik bagi Protestanisme.</p>
<p>Dalam karyanya, <i>Institutio, </i>Calvin dengan jelas menyatakan kepercayaan Protestan. Dalam satu jilid, sang reformator ini berbicara tentang kepercayaan-kepercayaan utama, dan di sepanjang hidupnya ia memperbanyak bukunya ini.</p>
<p>Bukunya diawali dengan Pengakuan Iman Rasuli, dengan mengambil empat poin: &#8220;Aku percaya akan Allah, Bapa&#8230; Yesus Kristus&#8230; Roh Kudus&#8230; gereja katolik yang kudus.&#8221; Semuanya itu menjadi empat bagian bukunya. Dalam setiap bagian, Calvin bukan saja berusaha menyatakan teologinya, tetapi juga penerapannya dalam kehidupan Kristen.</p>
<p>Buku III dari <i>Institutio </i>yang berisikan doktrin predestinasi telah menarik perhatian banyak orang. Anehnya,meskipun Calvin yang menyatakannya, namun konsepnya bukanlah miliknya sendiri. Luther dan banyak lagi reformator mempercayainya. Giatnya Calvin menyatakan ide tersebut yang menghubungkan ajaran itu dengan namanya.</p>
<p>Calvin memberi perhatian besar pada kedaulatan Allah. Ia membenci cara Gereja Katolik  yang telah terjerumus dalam teologi keselamatan oleh perbuatan. Sang reformator ini senantiasa mengulangi: Anda tidak dapat memanipulasi Allah atau memaksa-Nya. Ia yang menyelamatkan Anda; Anda tidak dapat melakukannya sendiri.</p>
<p>Allah memilih orang-orang yang akan diselamatkan, dan hanya Ia sendiri yang tahu siapa yang harus diselamatkan, demikian reformator itu menjelaskan. Hidup bermoral dapat menunjukkan bahwa seseorang mungkin adalah orang pilihan Allah. Namun Calvin, orang yang energik dan bermoral tinggi, mengingatkan para pengikutnya bahwa mereka harusmenunjukkan keselamatan mereka dengan berjuang untuk itu. Ia mewariskan pada Calvinisme tentang pentingnya orang-orang Kristen mengubah dunia yang berdosa.</p>
<p>Dalam Buku IV dari <i>Institutio, </i>Calvin menciptakan tata tertib gereja berdasarkan apa yang dilihatnya di dalam Kitab Suci. Jemaat harus memilih orang-orang bermoral &#8211; para penatua &#8211; yang akan menuntun mereka. Dia juga mengadakan peraturan bagi para pastor, doktor (guru-guru) dan para syamas.</p>
<p>Doktrin dan kebijakan Reformasi yang diwujudkannya tersebar di Skotlandia, Polandia, Belanda dan Amerika.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/yohanes-calvin-menerbitkan-institutio-pengajaran-agama-kristen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bunga Bakung</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/bunga-bakung/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/bunga-bakung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 17:47:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan untuk anak anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan untuk anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Bunga Bakung by : Sekolah Minggu Musim semi tiba. Di Palestina lembah Galilea semarak dengan aneka warna bunga bakung: putih, kuning, jingga, merah muda, merah, dan ungu. Yang berwarna tembaga hingga hampir hitam juga ada, yang bercorak bintik-bintik juga ada.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/bunga-bakung/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="game sekolah minggu" href=" http://sekolahminggu.com/bunga-bakung/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Bunga Bakung</b></span></a><b></b></h1>
<p>by : <a title="permainan anak-anak sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/bunga-bakung/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p><i>Musim semi tiba. Di Palestina lembah Galilea semarak dengan aneka warna bunga bakung: putih, kuning, jingga, merah muda, merah, dan ungu. Yang berwarna tembaga hingga hampir hitam juga ada, yang bercorak bintik-bintik juga ada. Menarik, bukan? Coba kamu hitung ada berapa warna yang dimiliki bunga bakung yang disebutkan di atas.</i></p>
<p>Bunga bakung yang berbentuk corong dan mekar pada malam hari. Di antara bunga-bunga itu ada yang wangi. Ada sekitar 100 jenis bunga bakung, dan bunga itu merupakan lambang kecantikan. Bunga bakung termasuk keluarga lilium atau dalam bahasa Inggris disebut <i>lily</i>. Jadi, kalau kamu bernama Lily, arti namamu adalah bunga bakung yang cantik.</p>
<p>Bunga bakung sudah dikenal sejak zaman dahulu. Ketika dilakukan penggalian benda-benda kuno di Palestina dan Mesir, di dapatkan benda-benda yang berhiaskan motif bunga bakung.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="color: #008000;">Alkitab beberapa kali menyebut tentang bunga bakung. Ketika Raja Salomo mendirikan Bait Suci, ia menempatkan hiasan pahatan bunga bakung pada tiang-tiangnya (1 Raja-raja 7:19; 22,26: 2 Tawarikh 4:5). Tuhan Yesus berkata di dalam Matius 6:28-29: &#8220;</span><span style="color: #008000;">Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.&#8221;</span> </em></strong></p>
</blockquote>
<p>Raja Salomo itu sangat kaya. Kekayaannya terkenal di seluruh dunia, pakaiannya pastilah indah. Namun, kata Tuhan Yesus bunga bakung lebih indah lagi.</p>
<p>Tuhan tidak hanya memberikan keindahan kepada bunga bakung, tetapi juga beberapa keistimewaan lain. Bunga bakung yang tingginya 0,5 sampai 1,25 meter memiliki tangkai yang kuat. Penduduk di Cina dan negara-negara lain menggunakan umbi bunga bakung untuk mengobati luka dan penawar racun sengatan hewan berbisa. Bunga bakung ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias.</p>
<p>Keistimewaan lainnya adalah bakung bisa menyesuaikan diri di mana saja ia tumbuh. Bakung bisa tumbuh di pegunungan, di halaman rumah, di hutan, di rerumputan, dan di rawa-rawa. Jika di rumahmu ada tanaman bunga bakung, ingatlah akan Penciptanya.</p>
<p><b><i>Artikel bers</i></b><b><i>umber</i></b><b><i> dari </i></b><b><i>: Alkitab, Ensiklopedia Wikipedia;</i></b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/bunga-bakung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
