<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; renungan sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/renungan-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Yohanes Calvin Menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/yohanes-calvin-menerbitkan-institutio-pengajaran-agama-kristen/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/yohanes-calvin-menerbitkan-institutio-pengajaran-agama-kristen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2013 06:12:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[game sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[materi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[renungan sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1536 Yohanes Calvin Menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen By Sekolah Minggu &#8220;Tiada sebatang rumput, tiada warna apa pun di dunia ini yang tidak dimaksudkan untuk membuat kita gembira&#8221;, demikian tulis seorang yang dituduh telah membangkitkan kekristenan yang suram. Mereka<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/yohanes-calvin-menerbitkan-institutio-pengajaran-agama-kristen/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1536 Yohanes Calvin Menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen</b></span></h3>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Yohanes-Calvin.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-217" alt="01v/11/arve/G2582/020" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Yohanes-Calvin-300x300.jpg" width="300" height="300" /></a>&#8220;Tiada sebatang rumput, tiada warna apa pun di dunia ini yang tidak dimaksudkan untuk membuat kita gembira&#8221;, demikian tulis seorang yang dituduh telah membangkitkan kekristenan yang suram. Mereka yang telah mengenalnya dengan baik, menghormati kesalehannya, namun tidak mengejutkan sama sekali bahwa kegembiraan itu datang dari penanya sendiri.</p>
<p>Jelasnya, Yohanes Calvin orangnya sangat <i>disiplin, </i>dan sekali ia mengambil keputusan, ia bersikukuh dalam pilihannya itu. Studi hukumnya telah mempertajam karunia berpikir secara logis, dan ia pun menerapkan pendidikan awalnya tersebut pada studi teologinya.</p>
<p>Dalam satu &#8220;pertobatan yang mendadak&#8221; sekitar tahun 1533, Calvin berkata, &#8220;Allah telah menaklukkan dan menjinakkan hati saya.&#8221; Agaknya ia pernah mengenal tulisan-tulisan Luther. Ia pun memisahkan diri dari Katolisisme, meninggalkan negaranya, Perancis, dan bermukim di Swiss sebagai orang dalam pengasingan.</p>
<p>Pada tahun 1536, Calvin yang berusia dua puluh utjuh tahun menerbitkan edisi pertama <i>Institutio: Pengajaran Agama Kristen, </i>teologi sistematis yang dengan jelas membela ajaran-ajaran Reformasi. Terkesan oleh tulisan-tulisan Calvin, reformator Jenewa, Guillaume Farel, membujuknya untuk membantu reformasi. Di sana Calvin memangku pekerjaan berat. Ia menjadi pastor gereja St. Pierre, berkhotbah tiga kali sehari dan membuat ulasan bagi hampir semua kitab yang ada di Alkitab, serta menulis lembaran-lembaran pengabdian doktrinal. Sementara itu, ia juga harus bergumul dengan beberapa jenis penyakit, termasuk migrain.</p>
<p>Untuk mencapai tujuannya membuat Jenewa sebagai kerajaan Allah di atas bumi, banyak yang harus dilakukannya. Terkenal dengan moral mereka yang bejat, warga kota tersebut menentangnya ketika ia mencoba mengubah gaya hidup mereka. Namun, pengaruh Calvin menyebar di seluruh Jenewa. Ia mempunyai pengaruh yang ampuh di sekolah-sekolah. Tak seorang pun mengelakkan reformasinya karena Calvin mengucilkan mereka yang hidupnya tidak mencapai standar kitab suci &#8211; dan setiap warga Jenewa harus merasa terikat pada pengakuan iman Calvin.</p>
<p>Sementara beberapa menentang, yang lain menyambut  perubahan-perubahan tersebut. Kota tersebut menjadi daya tarik bagi orang-orang Eropa yang hidup dalam pengasingan. John Knox menyebut kota di bawah Calvin itu sebagai &#8220;sekolah Kristus paling sempurna sejak zaman para rasul&#8221;. Wibawa moral Calvin telah memperbarui Jenewa. Karya-karya tulisnya &#8211; baik dalam bahasa Latin maupun bahasa Perancis &#8211; telah memberi kekuatan unik bagi Protestanisme.</p>
<p>Dalam karyanya, <i>Institutio, </i>Calvin dengan jelas menyatakan kepercayaan Protestan. Dalam satu jilid, sang reformator ini berbicara tentang kepercayaan-kepercayaan utama, dan di sepanjang hidupnya ia memperbanyak bukunya ini.</p>
<p>Bukunya diawali dengan Pengakuan Iman Rasuli, dengan mengambil empat poin: &#8220;Aku percaya akan Allah, Bapa&#8230; Yesus Kristus&#8230; Roh Kudus&#8230; gereja katolik yang kudus.&#8221; Semuanya itu menjadi empat bagian bukunya. Dalam setiap bagian, Calvin bukan saja berusaha menyatakan teologinya, tetapi juga penerapannya dalam kehidupan Kristen.</p>
<p>Buku III dari <i>Institutio </i>yang berisikan doktrin predestinasi telah menarik perhatian banyak orang. Anehnya,meskipun Calvin yang menyatakannya, namun konsepnya bukanlah miliknya sendiri. Luther dan banyak lagi reformator mempercayainya. Giatnya Calvin menyatakan ide tersebut yang menghubungkan ajaran itu dengan namanya.</p>
<p>Calvin memberi perhatian besar pada kedaulatan Allah. Ia membenci cara Gereja Katolik  yang telah terjerumus dalam teologi keselamatan oleh perbuatan. Sang reformator ini senantiasa mengulangi: Anda tidak dapat memanipulasi Allah atau memaksa-Nya. Ia yang menyelamatkan Anda; Anda tidak dapat melakukannya sendiri.</p>
<p>Allah memilih orang-orang yang akan diselamatkan, dan hanya Ia sendiri yang tahu siapa yang harus diselamatkan, demikian reformator itu menjelaskan. Hidup bermoral dapat menunjukkan bahwa seseorang mungkin adalah orang pilihan Allah. Namun Calvin, orang yang energik dan bermoral tinggi, mengingatkan para pengikutnya bahwa mereka harusmenunjukkan keselamatan mereka dengan berjuang untuk itu. Ia mewariskan pada Calvinisme tentang pentingnya orang-orang Kristen mengubah dunia yang berdosa.</p>
<p>Dalam Buku IV dari <i>Institutio, </i>Calvin menciptakan tata tertib gereja berdasarkan apa yang dilihatnya di dalam Kitab Suci. Jemaat harus memilih orang-orang bermoral &#8211; para penatua &#8211; yang akan menuntun mereka. Dia juga mengadakan peraturan bagi para pastor, doktor (guru-guru) dan para syamas.</p>
<p>Doktrin dan kebijakan Reformasi yang diwujudkannya tersebar di Skotlandia, Polandia, Belanda dan Amerika.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/yohanes-calvin-menerbitkan-institutio-pengajaran-agama-kristen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yohanes Chrysostomus Menjadi Uskup Konstantinopel</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/yohanes-chrysostomus-menjadi-uskup-konstantinopel/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/yohanes-chrysostomus-menjadi-uskup-konstantinopel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2013 05:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[materi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[renungan sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[ Yohanes Chrysostomus Menjadi Uskup Konstantinopel By Sekolah Minggu Sebuah pergolakan tentang pajak Yohanes Chrysostomus pertama kali menjadi perhatian khalayak. Ia adalah seorang imam di Antiokhia, ketika Kaisar Theodosius mengeluarkan peraturan pajak baru, tahun 387. Rakyat Antiokhia marah. Mereka membuat kerusuhan,<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/yohanes-chrysostomus-menjadi-uskup-konstantinopel/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff6600;"><b> Yohanes Chrysostomus Menjadi Uskup Konstantinopel</b></span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Yohanes-Chrysostomus.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-102" alt="Yohanes Chrysostomus" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Yohanes-Chrysostomus.jpg" width="154" height="220" /></a>Sebuah pergolakan tentang pajak Yohanes Chrysostomus pertama kali menjadi perhatian khalayak. Ia adalah seorang imam di Antiokhia, ketika Kaisar Theodosius mengeluarkan peraturan pajak baru, tahun 387. Rakyat Antiokhia marah. Mereka membuat kerusuhan, menyerang para pegawai kekaisaran dan merusak patung Theodosius serta keluarganya, sebagai protes. Namun ketertiban dapat segera dipulihkan, dan rakyat menunggu hukuman.</p>
<p>Flavianus, uskup di Antiokhia, bergegas menuju ibu kota, Konstantinopel, untuk memohon belas kasihan kepada kaisar. Terdengar kabar bahwa Theodosius telah mengirim tentara untuk membantai warga yang telah menyusahkannya. Sementara uskup dan sekelompok biarawan memohon kepada kaisar, Yohanes menenangkan massa. Dalam rangkaian dua puluh khotbah <i>Homilies on the Statues </i>(Khotbah di Depan Patung), ia mengilhami, berkhotbah dan mengendalikan massa. Itu adalah khotbah profetik terbaik. Uskup kembali dengan berita pengampunan, dan Yohanes mendesak rakyat mengubah hidup mereka agar menjadi lebih baik.</p>
<p>Ini bukanlah situasi politik panas terakhir yang dihadapi Yohanes. Dia menghadapinya dengan keberanian, kesetiaan dan mungkin dengan sedikit kesombongan.</p>
<p>Mungkin ia mempelajari hal itu dari ibunya. Ayahnya adalah seorang perwira militer yang tewas tak lama setelah Yohanes lahir. Anthuasa baru dua puluh tahun dan cantik, tapi ia menolak semua lamaran yang diutjukan kepadanya agar ia dapat membesarkan Yohanes dan kakak perempuannya sebaik mungkin. Dia berasal dari keluarga berada dan mampu memberikan pendidikan yang sangat bagus bagi Yohanes, termasuk belajar ilmu retorika pada seorang guru kafir terkenal, Libanius. Yohanes juga mempelajari hukum, tapi lebih tertarik menjalani kehidupan sederhana. Ia masuk biara tak lama setelah kematian ibunya.</p>
<p>Yohanes kembali ke kota kelahirannya, Antiokhia, tahun 381 dan ditahbiskan menjadi diaken. Uskup waktu itu menyadari kemampuan komunikasinya dan menjadikannya imam serta pengkhotbah utama pada salah satu jemaat Antiokhia. Dalam kedudukannya inilah ia menghadapi pergolakan mengenai pajak. Pada tahun-tahun berikutnya ia semakin dikenali karena kemampuannya berkhotbah. Begitulah ia mendapatka julukan <i>Chrysostomus</i>, dari bahasa Yunani yang berarti &#8220;mulut emas&#8221;.</p>
<p>Setelah mengikuti sekolah teologi Antiokhia, Yohanes melakukan pendekatan harfiah Alkitab (bertentangan dengan interpretasi secara alegoris yang dilakukan sekolah Alexandria). Dia juga menekankan sisi kemanusiaan Yesus pada saat orang lain mengacuhkan hal itu. Chrysostomus mengkhotbahkan rangkaian panjang tentang pesan-pesan Kitab Kejadian, Injil Matius, Yohanes dan Surat Roma, yang kebanyakan masih kita miliki. Ia juga menulis tafsiran-tafsiran.</p>
<p>Tahun 397, keuskupan Konstantinopel kosong. Itu merupakan kedudukan terhormat di ibu kota. Kaisar Arcadius memilih Yohanes si Mulut Emas itu, keputusan yang kemudian disesalinya.</p>
<p>Begitu populernya Yohanes di Antiokhia sehingga ia harus diculik untuk bisa sampai di Kontantinopel. Namun ia baru dikukuhkan menjadi uskup di ibu kota tahun 398. Pengukuhan dilakukan Uskup Theophilus dari Alexandria.</p>
<p>Demi alasan politik, Theophilus menyebabkan masalah besar bagi Yohanes. Ia ingin Yohanes tunduk kepadanya dan ia merasa iri karena memperoleh kedudukan uskup hanya karena keahliannya berkhotbah. Theophilus juga menentang ajaran teologi Origenes yang dianut Yohanes. Yohanes tidak melakukan apa-apa untuk menenangkan Theophilus.</p>
<p>Yohanes mencoba melayani lingkungan kaum Gothic di kota, menerima mereka tetapi tetap menolak aliran sesat Arius yang mereka anut. Ia juga berkhotbah menentang keras segala perbuatan dosa yang dilihatnya &#8211; dan ia melihatnya terjadi di antara para rohaniwan. Imam-imam terlibat dalam hal-hal amoral, dan dia berniat menghentikannya. Melalui khotbahnya, dia juga menentang cara berpakaian para wanita di Konstantinopel yang tidak senonoh. Entah sengaja atau tidak, Ratu Eudoxia merasa tersinggung mendengar kata-katanya.</p>
<p>Theophilus mendapat kesempatan ketika Yohanes menerima empat biarawan yang belajar di Alexandria (mereka adalah penganut teologi Origenes). Uskup dari Alexandria berkunjung ke Konstantinopel dan mengumpulkan musuh-musuh Yohanes. Mereka mengadakan pertemuan pada tahun 403 di sebuah tempat bernama Oak, serta mengutuk ajaran-ajaran Yohanes dan mengusirnya dari gereja.</p>
<p>Akan tetapi Eudoxia yang percaya takhayul, ketakutan setelah terjadi beberapa bencana, seperti gempa yang melanda istana selang beberapa waktu setelah pertemuan itu. Dengan segera dia meminta kaisar membatalkan keputusan pertemuan tersebut. Setahun kemudian Yohanes dibawa kembali. Tanpa takut, ia terus mengemukakan pendapatnya &#8211; terutama ketika patung Eudoxia didirikan di sebelah katedral.</p>
<p>Ratu marah. Bala tentara kekaisaran menghentikan sebuah ibadah Paskah, dan beberapa pengikut Yohanes dibunuh. Yohanes diusir dalam pengasingan, di suatu tempat yang suram dekat Armenia, yang disebut Cucusus. Paus Innocentius I memprotes perlakuan ini tetapi sia-sia. Kaisar bagian Timur memperoleh kemauannya sendiri. Dalam pengasingannya pun Yohanes terus mengadakan hubungan dengan para pengikutnya, memberi petunjuk tentang hal-hal gerejawi. Maka sang kaisar memutuskan untuk membuangnya lebih jauh lagi.</p>
<p>Begitulah cara Yohanes menemui ajalnya pada tahun 407, yaitu ketika mengadakan perjalanan ke pengasingan yang lebih jauh. Beberapa dekade berikutnya, Paus Innocentius berupaya menjernihkan nama Yohanes dengan mendesak Uskup Theophilus dan yang lainnya untuk menyertakan Yohanes dalam daftar orang-orang yang didoakan gereja.</p>
<p>Warisan yang ditinggalkan Yohanes ialah khotbahnya yang baik. Ia memajukan eksposisi harfiah Alkitab gaya Antiokhia, dan ia merupakan salah satu pemimpin Gereja (bersama dengan Ambrosius) yang dengan berani menghadap para penguasa dan menyerukan, &#8220;Demikianlah firman Tuhan&#8230;&#8221; Pada masa-masa kritis dalam sejarah Gereja, orang lain pun akan menyerukan hal yang sama.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/yohanes-chrysostomus-menjadi-uskup-konstantinopel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BOHONG SANA SINI</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/bohong-sana-sini/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/bohong-sana-sini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 18:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[renungan harian anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[renungan natal sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[renungan sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=970</guid>
		<description><![CDATA[BOHONG SANA SINI by : Sekolah Minggu Entah apa yang salah pada Jona hari itu. Sejak bangun tidur ia merasa kesal dan ingin marah. Ketika kakaknya, Sarah, minta tolong diambilkan sepatu, Jona melempar sepatu itu dengan kasar, dan mengenai adik<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/bohong-sana-sini/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/bohong-sana-sini/" href=" http://sekolahminggu.com/bohong-sana-sini/" target="_blank"><em><span style="color: #003366;"><b>BOHONG SANA SINI</b></span></em></a></h1>
<p>by : <a title="/bohong-sana-sini/" href="http://sekolahminggu.com/bohong-sana-sini/" target="_blank"><em><span style="color: #003366;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color: #003366;">Entah apa yang salah pada Jona hari itu. Sejak bangun tidur ia merasa kesal dan ingin marah. Ketika kakaknya, Sarah, minta tolong diambilkan sepatu, Jona melempar sepatu itu dengan kasar, dan mengenai adik kecil mereka, Rachel. Rachel menangis keras-keras. Mama berusaha mendiamkan Rachel sambil keheranan melihat tingkah anak tengahnya. Papa lalu memarahi Jona.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #003366;">Entah apa yang salah pada Jona hari itu. Sejak bangun tidur ia merasa kesal dan ingin marah. Ketika kakaknya, Sarah, minta tolong diambilkan sepatu, Jona melempar sepatu itu dengan kasar, dan mengenai adik kecil mereka, Rachel. Rachel menangis keras-keras. Mama berusaha mendiamkan Rachel sambil keheranan melihat tingkah anak tengahnya. Papa lalu memarahi Jona.</span></em></strong></p></blockquote>
<p>Ketika sampai di sekolah, Jona merasa lebih senang. Sekarang ia bisa bermain bersama teman-temannya.</p>
<p>Teman-temannya sedang berkumpul mengelilingi Momon dan kakaknya, Adon, yang duduk di kelas 6. Adon tinggi dan besar. Ia selalu punya cerita-cerita yang membuat teman-teman sekelas Jona terkagum-kagum seperti hari itu. Ia bercerita bahwa pada waktu liburan, ia pergi berkemah dan tinggal di dalam tenda seperti orang Indian.</p>
<p>&#8220;Waaah&#8230;,&#8221; kata teman-teman Jona.</p>
<p>&#8220;Kami ke sungai untuk mandi atau mencuci. Dan kami membuat api unggun sendiri! Persis sperti pemburu di film,&#8221; kata Adon dengan bangga.</p>
<p>Jona bergabung dan ikut mendengarkan cerita Adon. Ketika melihat Jona, Momon berkata, &#8220;Kalau Jona sih&#8230;pasti tidak bisa tidur di tenda, pasti menangis minta mamanya!&#8221; Anak-anak tertawa. Jona kesal sekali.</p>
<p>&#8220;Kalian tidur di tenda waktu liburan, kan?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;Iya, liburan kemarin!&#8221; balas Momon.</p>
<p>&#8220;Kalau aku, tiap hari sekolah juga tidur di tenda!&#8221;</p>
<p>&#8220;Haaah?&#8221; teman-teman Jona heran.</p>
<p>&#8220;Bohong!&#8221; kata Momon.</p>
<p>&#8220;Ya sudah kalau tidak percaya!&#8221; kata Jona sambil senyum-senyum.</p>
<p>&#8220;Mana buktinya?&#8221; kata Momon. &#8220;Begitu pulang sekolah aku ke rumahmu, ya! Awas kalau kamu bohong!&#8221;</p>
<p>&#8220;Datang saja!&#8221; kata Jona.</p>
<p>Bel berbunyi dan anak-anak masuk ke kelas. Pelajaran pun dimulai. Sepanjang pelajaran Jona sibuk memikirkan bagaimana caranya supaya waktu Momon ke rumahnya, ada tenda. Akibatnya ia berkali-kali kena tegur ibu guru dan pak guru karena tidak memperhatikan pelajaran.</p>
<p>Salah seorang guru, Ibu Bing-Bing memanggil Jona dan memberi Jona hukuman. Pada akhir jam pelajaran sekolah nanti Jona harus tinggal lebih lama untuk memikirkan kesalahannya hari itu, dan menulis tekadnya untuk menjadi lebih baik sebanyak satu halaman. Padahal, Momon akan segera ke rumahnya. Bagaomana ini?</p>
<p>Begitu Ibu Bing-Bing meninggalkan kelas, Jona membuka jendela kelas, melompatinya, dan kabur. Ia berlari secepat mungkin menuju rumah, dan lupa pada Sarah.</p>
<p>Begitu sampai di rumah, Jona melempar tas dan sepatunya ke mana-mana.</p>
<p>&#8220;Mama! Di mana tenda kita?&#8221; teriaknya.</p>
<p>&#8220;Kamu ini kenapa, Jona? Kak Sarah mana?&#8221; jawab Mama dengan bingung.</p>
<p>&#8220;Pokoknya tenda ada di mana, Ma?&#8221; katanya tidak sabar sambil membongkar tumpukan barang. Lantai penuh dengan barang yang diserakkannya.</p>
<p>&#8220;Jona! Diam dulu! Kak Sarah mana?&#8221; kata Mama dengan tegas.</p>
<p>Jona baru ingat! &#8220;Kak Sarah&#8230; masih di sekolah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa kamu meninggalkan kakakmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Eh&#8230;, dia dihukum Ibu Bing-Bing, Ma. Disuruh tulis satu kertas hukuman, baru boleh pulang,&#8221; Jona berbohong lagi. &#8220;Nanti Jona pergi lagi ke sekolah kok, jemput Kak Sarah.. Tapi sekarang tendanya mana, Ma?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tendanya untuk apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau tidak Momon bilang Jona pembohong! Ma, cepat, Ma!&#8221;</p>
<p>Sambil geleng-geleng kepala, Mama mengambil tenda dan memberikannya pada Jona. &#8220;Kamu bereskan lagi semuanya, ya!&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya!&#8221; kata Jona, sambil lari ke halaman. Ia lupa berterima kasih pada Mama.</p>
<p>Di halaman, di bawah terik matahari, Jona berusaha memasang tenda itu sendiri. Tidak sulit sebetulnya, tetapi karena terburu-buru, beberapa kali Jona terhantam tenda. JArinya sempat terjepit.</p>
<p>&#8220;Jona! Kenapa aku ditinggal?&#8221; tiba-tiba terdengar suara Kak Sarah.</p>
<p>&#8220;Mau bikin tenda, Kak&#8212;-&#8221; Jona baru melihat bahwa Sarah tidak sendirian. Di belakangnya ada Adon, dan&#8230;Momon.</p>
<p>&#8220;Rupanya kamu memang bohong, kan?&#8221; tawa Momon penuh kemenangan.</p>
<p>Mama mendengar suara ribut di halaman, lalu keluar.</p>
<p>Adon berkata, &#8220;Kami mengatakan Sarah, Tante, sekalian Momon mau mampir sebentar ke sini. Sekarang kami permisi dulu, ya&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, terima kasih, ya,&#8221; kata Mama.</p>
<p>Momon dan Adon pergi, Sarah marah-marah. &#8220;Jona! Kamu bohong sama Momon! Lalu kabur dari kelas, padahal harusnya kamu kumpulkan hukumanmu pada Ibu Bing-Bing!&#8221;</p>
<p>Jona terduduk lemas. Sekarang ia pasti dimarahi Mama, dan besok dihukum lebih banyak lagi oleh Ibu Bing-Bing. Ia jug masih harus membereskan tenda. Dan ia akan ditertawai Momon terus.</p>
<p>Setelah Mama tahu cerita lengkapnya, ia bertanya, &#8220;Kamu tahu siapa yang disebut Tuhan Yesus sebagai pendusta dan bapa segala dusta? Iblis. Itu ada di Yohanes 8:44. Kalau Jona berbohong, Jona cocok jadi anak iblis. Kalau Jona anak Tuhan, Jona harus bicara benar. Sekarang kamu harus terima semua hukumanmu, supaya kamu jangan hidup seperti anak iblis.&#8221;</p>
<p>Jona mengangguk. Ia tidak mau jadi anak iblis! Ia mau jadi anak Tuhan!</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/bohong-sana-sini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
