<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; Sejarah</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Antonius</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/antonius/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/antonius/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2013 03:54:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Antonius]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 20 Antonius Memulai Hidupnya Sebagai Pertapa by Sekolah Minggu Salah seorang pendiri terpenting komunitas biara sebenarnya tidak punya ide untuk mendirikan apa pun. Ia hanya peduli pada kondisi spiritualnya sendiri dan menghabiskan sebagian besar waktunya seorang diri. Antonius lahir<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/antonius/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Tahun 20 Antonius Memulai Hidupnya Sebagai Pertapa</span></h1>
<p>by <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/Antonius.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-168" alt="Antonius" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/Antonius.jpg" width="250" height="378" /></a>Salah seorang pendiri terpenting komunitas biara sebenarnya tidak punya ide untuk mendirikan apa pun. Ia hanya peduli pada kondisi spiritualnya sendiri dan menghabiskan sebagian besar waktunya seorang diri.</p>
<p>Antonius lahir di Mesir sekitar tahun 250, dalam keluarga kaya. Ketika ia berumur dua puluh tahun, orang tuanya wafat, meninggalkan seluruh harta untuknya. Sebuah teks khotbah yang merupakan perintah Yesus kepada pengusaha muda yang kaya, &#8220;Jika ingin memperoleh hidup yang kekal, pergi dan juallah segala yang kau miliki&#8230;&#8221;, telah mengubah hidup anak muda ini. Kata-kata tersebut seolah-olah ditujukan kepadanya, dan Antonius pun mengartikannya secara harfiah. Ia membagikan tanah miliknya kepada orang-orang sekampung, menjual harta lainnya dan menyumbangkan uangnya kepada orang-orang miskin. Ia berguru pada seorang Kristen yang sudah berumur, dan belajar tentang sukacita penyangkalan diri. Antonius makan hanya satu kali sehari, yang terdiri dari roti dan air, serta tidur di atas lantai tidak beralas.</p>
<p>Dengan pertobatan Kaisar Konstantinus pada tahun 312, situasi gereja berubah drastis. Kedudukan orang Kristen tidak lagi sebagai kaum minoritas yang buronan, tetapi telah menjadi penganut suatu agama yang terhormat dengan dukungan resmi. Karena besarnya jumlah orang yang masuk gereja, maka tidak mudah lagi untuk mengenal orang-orang yang benar-benar memiliki komitmen pada Kristus dengan mereka yang datang hanya untuk dikenal sebagai bagian dari agama yang populer ini. Mudah percaya, namun belum tentu setia dalam penderitaan.</p>
<p>Orang-orang Kristen sejati pada zaman ini lebih memilih melawan (arus) daripada mengkompromikan keyakinan mereka, dengan meninggalkan (kehidupan) duniawi. Maka Antonius pun memilih sebuah kuburan sebagai tempat tinggalnya. Menurut penulis biografinya, Athanasius, Antonius selama lebih kurang dua belas tahun &#8220;ditawan&#8221; setan-setan yang mengambil bentuk bermacam-macam binatang buas dan terkadang menyerang dia serta meninggalkannya dalam keadaan hampir mati. Mereka mencoba menggoda Antonius untuk masuk ke dalam dunia maksiat, tetapi Antonius selalu menang.</p>
<p>Untuk lebih menjauhkan diri dari dunia ini, Antonius pindah ke sebuah benteng yang telah ditinggalkan. Di sana ia tinggal selama dua puluh tahun tanpa menemui seorang manusia pun. Makanan untuknya dilemparkan melalui tembok. Namun orang-orang telah mendengar penyangkalan dirinya dan pergumulannya dengan setan. Beberapa pengagumnya mendirikan pondok-pondok sementara dekat benteng tersebut, dan ia pun dengan rasa segan menjadi penasihat spiritual mereka dengan memberikan petunjuk dalam hal berpuasa, berdoa dan kegiatan-kegiatan amal. Antonius, dengan sendirinya telah menjadi panutan dalam penyangkalan diri.</p>
<p>Pertapa ini tidak pernah dapat melepaskan dirinya secara penuh dari dunia. Pada tahun 311, Maximianus, salah seorang kaisar kafir terakhir, menganiaya orang-orang Kristen,dan Antonius pun meninggalkan kediamannya untuk mati bagi keyakinannya. Tetapi ia akhirnya malah melayani orang-orang Kristen terhukum yang dipekerjakan di tambang-tambang kekaisaran. Pengalamannya ini meyakinkannya bahwa hidup secara Kristen pun sama salehnya dengan mati untuknya (agama Kristen). Sekali lagi, pada tahun 350, ia meninggalkan kediamannya untuk membela ortodoksi melawan ajaran sesat Arius, yang dipicu Konsili Nicea (325). Orang-orang, termasuk  Kaisar Konstantinus meminta nasihat spiritual dari sang pertapa ini.</p>
<p>Antonius wafat pada usia 105 tahun dan sampai pada akhir hayatnya, ia berada dalam keadaan sehat pikiran dan jasmani. Untuk mencegah berkembangnya pemujaan di kuburannya, ia  meminta agar ia dikubur secara diam-diam.</p>
<p>Namun, pemujaan yang ditakutkannya tetap berkembang. Athanasius &#8211; teolog berpengaruh yang peranannya penting dalam Konsili Nicea &#8211; telah menulis buku &#8220;Kehidupan Antonius&#8221; <i>(Life of Anthony)</i> yang sangat populer. Di dalamnya ia menggambarkan Antonius sebagai seorang rahib ideal, yang dapat melakukan keajaiban dan yang dapat mengenal roh jahat serta roh baik. Tidak lama kemudian, kisah seorang pahlawan spiritual yang telah menjadi rahib dan telah menyangkali dirinya pun mulai mempengaruhi Gereja.</p>
<p>Praktik komunitas rahib yang hidup bersama telah dirintis Pachomius, seorang teman Antonius. Seperti Antonius yang kuat dan ulet, sebagian besar pengikutnya memilih menjadi rahib. Antonius telah menyampaikan ide bahwa pribadi religius yang sejati akan mengundurkan diri dari kehidupan dunia dengan menjauhkan diri dari hidup berkeluarga dan kenikmatan duniawi.</p>
<p>Hingga era Reformasi, ide ini tidak pernah mendapat tantangan serius.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/antonius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Origenes</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/origenes/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/origenes/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Mar 2013 03:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 205 Origenes Mulai Menulis by Sekolah Minggu Pada awalnya, kekristenan dicemooh sebagai agama orang-orang miskin dan tidak terpelajar, dan memang sesungguhnya banyak penganutnya datang dari kalangan rendah. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Rasul Paulus, bahwa di gereja &#8220;untuk ukuran<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/origenes/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Tahun 205 Origenes Mulai Menulis</span></h1>
<p>by <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/origenes.png"><img class="alignleft size-full wp-image-76" alt="origenes" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/origenes.png" width="268" height="336" /></a>Pada awalnya, kekristenan dicemooh sebagai agama orang-orang miskin dan tidak terpelajar, dan memang sesungguhnya banyak penganutnya datang dari kalangan rendah. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Rasul Paulus, bahwa di gereja &#8220;untuk ukuran manusia, tidak banyak orang bijak, tidak banyak orang berpengaruh, tidak banyak orang terpandang&#8221; (1 Kor. 1:26).</p>
<p>Namun menjelang abad ketiga, cendikiawan terhebat pada masa itu adalah seorang Kristen. Baik kafir, penganut ajaran sesat maupun orang Kristen, semuanya mengagumi Origenes. Ia mempunyai pengetahuan luas dan ilmu yang tinggi, yang berpengaruh penting bagi pemikiran Kristen di kemudian hari.</p>
<p>Origenes lahir di Alexandria pada tahun 185. Ia berasal dari keluarga Kristen yang saleh. Kira-kira pada tahun 201, ayahnya &#8211; Leonidas &#8211; dipenjarakan dalam satu gelombang penyiksaan oleh Septimus  Severus. Origenes pun menulis surat kepada ayahnya di penjara agar tidak memungkiri Kristus demi keluarganya. Meskipun Origenes ingin menyerahkan diri kepada penguasa agar dapat menjadi martir bersama-sama dengan ayahnya, namun ibunya mencegahnya dengan menyembunyikan pakaiannya.</p>
<p>Setelah Leonidas mati sebagai martir, hartanya disita, dan jandanya terlantar dengan tujuh orang anak. Origenes pun mulai menanggulangi keadaan dengan bekerja sebagai guru sastra Yunani dan penyalin naskah. Karena banyak di antara cendekiawan senior telah meninggalkan Alexandria dalam gelombang penyiksaan, maka sekolah kateketik Kristen sangat membutuhkan tenaga pengajar. Pada usianya yang kedelapan belas, Origenes pun memangku jabatan kepala sekolah tersebut dan memulai karir mengajarnya yang panjang, termasuk belajar dan menulis.</p>
<p>Ia menjalani kehidupan asketis, menghabiskan waktunya pada malam hari dengan belajar dan berdoa, serta tidur di lantai tanpa alas. Mengikuti titah Yesus, ia memiliki hanya satu jubah dan tidak mempunyai alas kaki. Ia bahkan mengikuti Matius 19:12 secara harfiah; mengebiri dirinya untuk mencegah godaan jasmani. Origenes berhasrat setia pada gereja dan membawa kehormatan bagi nama Kristus.</p>
<p>Sebagai seorang penulis yang sangat produktif Origenes dapat membuat tujuh sekretarisnya sibuk dengan dikteannya. Ia telah menghasilkan lebih dari 2.000 karya, termasuk tafsiran-tafsiran atas setiap buku dalam Alkitab serta ratusan khotbah. Karyanya <i>Hexapla</i> merupakan prestasi dalam bidang kritim teks. Di dalamnya, ia mencoba menemukan terjemahan Yunani yang terbaik bagi Perjanjian Lama, dan dalam enam kolom sejajar ia membentangkan Perjanjian Lama Ibrani, sebuah transliterasi Yunani, tiga terjemahan Yunani dan Septuaginta. <i>Against Celsus </i>adalah karya besar yang merupakan pertahanan bagi kekristenan terhadap serangan kafir. <i>On First Principles </i>merupakan upaya pertamanya dalam teologi sistematis; di sini Origenes dengan saksama meneliti keyakinan Kristen tentang Allah, Kristus, Roh Kudus, Penciptaan, jiwa, kemauan bebas, keselamatan dan Kitab Suci.</p>
<p>Origenes bertanggung jawab atas peletakan dasar-dasar penafsiran alegoris terhadap Kitab Suci yang berpengaruh pada Abad-abad Pertengahan. Pada setiap teks, ia percaya ada tiga tingkat pengertian: pengertian harfiah, pengertian moral, yaitu untuk memperbaiki jiwa, dan pengertian alegoris atau pengertian rohani, yakni pengertian tersirat yang penting untuk iman Kristen. Origenes sendiri mengabaikan makna harfiah atau gramatika-historis teks dan lebih menekankan makna alegoris.</p>
<p>Origenes berupaya menghubungkan kekristenan dengan ilmu pengetahuan dan filsafat pada masanya. Ia percaya bahwa filsafat Yunani merupakan persiapan untuk memahami Kitab Suci, dan analogi, yang kemudian dianut Augustinus, bahwa khazanah pengetahuan orang kafir digunakan oleh orang Kristen, seperti orang Israel &#8220;merampasi orang Mesir itu&#8221; (Kel. 12:35-36).</p>
<p>Dalam mempelajari filsafat Yunani, Origenes telah mengambil banyak gagasan Plato yang sangat asing dengan kekristenan Ortodoks. Dari kesalahan-kesalahannya, yang paling mencolok adalah paham Yunani bahwa benda dan dunia ini jahat. Ia percaya akan eksitensi roh sebelum lahir dan mengajarkan bahwa keberadaan manusia di atas bumi ini ditentukan oleh perilakunya ketika dalam keadaan praeksistensi (sebelum lahir). Ia menolak paham kebangkitan daging dan mempertimbangkan gagasannya bahwa akhirnya Allah akan menyediakan keselamatan bagi semua manusia dan malaikat. Karena Allah tidak mungkin menciptakan bumi ini tanpa berhubungan langsung dengan zat awal, maka Sang Bapa memperanakkan Putra-Nya untuk menciptakan bumi yang abadi ini. Ketika Sang Putra mati di kayu salib, maka itu hanya kemanusiaan Yesus yang mati sebagai tebusan bagi iblis atas kejahatan dunia.</p>
<p>Karena kesalahan-kesalahan semacam ini, maka Uskup Demetrius dari Alexandria mengadakan sidang yang mengekskomunikasi Origenes dari Gereja. Meskipun Gereja Roma dan Barat menerima ekskomunikasi ini, namun Gereja di Palestina dan sebagian Gereja Timur tidak menerimanya. Mereka masih mencari Origenes karena pengetahuan, kebijaksanaan dan kecendekiwanannya.</p>
<p>Dalam gelombang penyiksaan apda masa Decius, Origenes dipenjarakan, disiksa dan diputuskan untuk dihukum mati pada tiang. Tetapi hukuman itu tidak terlaksana karena kaisar telah meninggal dunia. Karena penderitaan (batin) inilah Origenes jatuh sakit, kemudian meninggal sekitar tahun 251. Ia telah berbuat banyak, lebih daripada yang orang lain pernah lakukan untuk meningkatkan pemikiran Kristen dan membuat Gereja dihormati di mata dunia. Di kemudian hari, Bapa Gereja di Barat maupun di Timur merasakan pengaruhnya. Keanekaragaman pikiran dan tulisannya telah membawa reputasi baginya sebagai bapa ortodoksi dan bapa ajaran sesat.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/origenes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
