<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; ayat emas sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/ayat-emas-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>SALAH LANGKAH</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/salah-langkah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/salah-langkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 16:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ayat emas alkitab untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ayat emas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[download ebook sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1123</guid>
		<description><![CDATA[SALAH LANGKAH by : Sekolah Minggu &#8220;Aduh&#8230;awas&#8230;jangan injak kakiku!&#8221; &#8220;Ih, geser sedikit! Sempit nih&#8230;.&#8221; Mereka bergerombol di balik semak-semak, sambil memperhatikan jalanan. &#8220;Kok lama sekali, ya? Kenapa tidak muncul-muncul?&#8221; &#8220;Ssssst! Diam jangan berisik!&#8221; Suasana sejenak menjadi hening. Empat pasang mata<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/salah-langkah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/salah-langkah/" href="http://sekolahminggu.com/salah-langkah/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b><i>SALAH LANGKAH</i></b></span></a></h1>
<p>by :<a title="/salah-langkah/" href="http://sekolahminggu.com/salah-langkah/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;"> Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>&#8220;Aduh&#8230;awas&#8230;jangan injak kakiku!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ih, geser sedikit! Sempit nih&#8230;.&#8221;</p>
<p>Mereka bergerombol di balik semak-semak, sambil memperhatikan jalanan.</p>
<p>&#8220;Kok lama sekali, ya? Kenapa tidak muncul-muncul?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ssssst! Diam jangan berisik!&#8221;</p>
<p>Suasana sejenak menjadi hening. Empat pasang mata memperhatikan dari balik semak ke arah barat jalan.</p>
<p>Dari jauh terdengar suara siulan ringan dan bunyi-bunyi sepeda yang dikayuh. Krek&#8230;krek&#8230;krek&#8230;</p>
<p>Tidak berapa lama kemudian muncullah guru matematika mereka, mengayuh sepedanya dengan santai.</p>
<p>Sepeda Pak Karman, makin lama makin mendekati tempat persembunyian mereka. Dan tiba-tiba&#8230; duaaar&#8230; Ban sepeda Pak Karman meletus.</p>
<p>Anak-anak yang bersembunyi di balik semak itu menahan tawa. Rencana mereka telah berhasil. Cepat-cepat mereka berlari meninggalkan tempat itu sambil tertawa terbahak-bahak. Setelah puas tertawa, mereka kembali ke rumah masing-masing.</p>
<p>Dhani masuk ke rumahnya sambil tersenyum senang. Siapa suruh menjadi guru galak, pikirnya. Untunglah Roy punya rencana cemerlang dengan menaruh paku di jalanan, sehingga ban sepeda Pak Karman meletus. Idenya cukup bagus untuk mengerjai Pak Karman yang galak itu.</p>
<p>Keesokan harinya, di depan kelas, Dhani, Roy, Michael dan Rudy masih ramai membicarakan rencana cemerlang yang sudah dilaksanakan kemarin. Mereka merasa seperti tentara yang menang perang dan layak mendapat penghargaan.</p>
<p>Mereka baru saja akan menceritakan tentang keisengan mereka kepada teman-teman yang lain, ketika Yoga yang adalah ketua kelas menghampiri mereka dengan sebuah pengumuman.</p>
<p>&#8220;Teman-teman, pelajaran pertama kosong, karena Pak Karman masuk rumah sakit. Jadi kita hanya mendapat tugas mengerjakan soal-soal di pelajaran 5, kemudian dikumpulkan.&#8221;</p>
<p>Anak-anak itu tertegun, Pak Karman masuk rumah sakit?</p>
<p>&#8220;Kenapa Pak Karman masuk rumah sakit? Kapan masuk rumah sakitnya?&#8221; tanya Dhani. Kemarin jelas-jelas ia melihat Pak Karman dalam kondisi yang sehat. Kenapa tiba-tiba bisa masuk rumah sakit? Hati Dhani berdebar-debar.</p>
<p>Yoga hanya mengangkat bahunya, tanda dia tidak tahu jawabannya.</p>
<p>Tak lama kemudian Ibu Kepala Sekolah masuk ke kelas.</p>
<p>&#8220;Anak-anak, hari ini Bapak Karman tidak dapat mengajar kalian. Beliau masuk rumah sakit. Kemarin dalam perjalanan pulang ke rumahnya, beliau ditabrak oleh motor.</p>
<p>&#8220;Ban sepeda beliau meletus. Karena kaget sepeda beliau menjadi oleng dan ternyata dari belakang ada motor yang melaju dengan kencang. Akibatnya beliau tertabrak motor tersebut.</p>
<p>&#8220;Sekarang beliau berada di rumah sakit untuk perawatan. Dan beliau menitipkan tugas untuk kalian.&#8221;</p>
<p>Kepala Sekolah kemudian menuliskan tugas-tugas yang harus dikerjakan di papan tulis.</p>
<p>Dhani menengok ke arah Roy, Michael dan Rudy. Wajah mereka tiba-tiba pucat. Rasa penyesalan pun muncul dalam hati mereka.</p>
<p>Rencana cemerlang itu tiba-tiba berubah menjadi bencana. Sekarang mereka sama sekali tidak bangga akan hal itu lagi.</p>
<p>Sepanjang hari itu Dhani tidak dapat berkonsentrasi pada pelajaran sekolah. Dia merasa bersalah sekali, ingin meminta maaf tetapi takut, tidak mengakui kesalahan tetapi hatinya gelisah terus. Dhani bingung sekali.</p>
<p>Pulang dari sekolah, Dhani bertemu dengan papanya di teras rumah. Papa memperhatikan anaknya itu yang tampak lunglai, tidak bersemangat seperti biasanya.</p>
<p>Selesai makan dan berganti pakaian, barulah Papa memanggil Dhani.</p>
<p>&#8220;Dhani, coba ceritakan kepada Papa, apa yang menjadi masalahmu. Siapa tahu Papa bisa membantu.&#8221;</p>
<p>Dhani menghela napas, kemudian mulai bercerita. Papa tidak berkomentar apa pun hingga Dhani selesai bercerita.</p>
<p>&#8220;Sekarang, apa yang kamu rasakan?&#8221; tanya Papa.</p>
<p>&#8220;Dhani sangat menyesal, Pa,&#8221; jawab Dhani dengan muka sedih.</p>
<p>&#8220;Kalau kamu menyesal, itu adalah hal yang baik, berarti kamu tahu perbuatan itu salah. Tetapi Papa mau kamu belajar satu hal.&#8221;</p>
<p>Dhani memandang papanya. Pikirannya berkecamuk, pasti Papa akan menghukum aku.</p>
<p>&#8220;Setiap keputusan yang diambil harus dipikirkan dengan baik. Waktu kamu mengambil keputusan untuk mengerjai Pak Karman, apakah sudah dipikirkan dengan baik-baik? Kalian memutuskan itu karena ingin balas dendam, bukan?&#8221; Dhani menunduk.</p>
<p>&#8220;Sebuah keputusan yang diambil karena ingin membalas dendam adalah salah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kita harus ingat Firman Tuhan ketika akan mengambil keputusan apa pun juga.&#8221;</p>
<p>Dhani menunduk. Dia tahu dia sudah salah langkah.</p>
<p>Sore harinya, bersama Papa dan Mama, Dhani menjenguk Pak Karman di rumah sakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i><b>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</b></i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/salah-langkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terpujilah Allah</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/terpujilah-allah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/terpujilah-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 14:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ayat emas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ebook cerita sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ebook sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1072</guid>
		<description><![CDATA[Terpujilah Allah by : Sekolah Minggu &#160; Fanny Jane Crosby dilahirkan dari keluarga sederhana di Southeast, New York tanggal 24 Maret 1820. Karena penanganan medis yang tidak tepat, ia mengalami kebutaan pada usia enam minggu. Pada umur delapan tahun ia<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/terpujilah-allah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="terpujilah-allah/" href="http://sekolahminggu.com/terpujilah-allah/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;"><b>Terpujilah Allah</b></span></em></a></h1>
<p>by :<a title="/terpujilah-allah/ " href="http://sekolahminggu.com/terpujilah-allah/ " target="_blank"><span style="color: #ff0000;"> Sekolah Minggu</span></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong><span style="color: #0000ff;">Fanny Jane Crosby dilahirkan dari keluarga sederhana di Southeast, New York tanggal 24 Maret 1820</span></strong></em>.</p>
<p>Karena penanganan medis yang tidak tepat, ia mengalami kebutaan pada usia enam minggu. Pada umur delapan tahun ia sudah mulai menulis syair. Ia mengembangkan daya ingatnya. Pada umur sepuluh tahun ia berhasil menghafal isi dari kelima kitab pertama dalam perjanjian lama dan keempat kitab injil dalam perjanjian baru. Selama hidupnya, ia adalah seorang Kristen yang setia di St. John&#8217;s Methodist Episcopal Church di New York. Ia bersekolah di New York School, khusus untuk penyandang tuna netra dan mengajar di sekolah itu juga. Tahun 1858, ia menikah dengan seorang pemusik tuna netra, Alexander Van Alstyne, seorang guru musik yang paling dihormati di kalangan institusi tuna netra. Ia menulis, &#8220;Aku percaya Tuhan mengijinkan aku menjadi buta karena keteledoran dokter yang merawatku, sebagai sarana-Nya menjadikan kebutaanku sebagai berkat&#8221;. Fanny tinggal di sebuah apartemen kontrakan yang sangat kecil bersama suaminya, di sekeliling tempat tinggalnya ada kuli angkut, tukang jahit, tukang sepatu, bahkan budak yang melarikan diri dari penindasan. Fanny dan suaminya sering menjamu teman-teman dan tetangganya yang berkekurangan serta menghibur mereka dengan lagu-lagu ciptaannya. Ia meninggal pada tahun 1915, pada batu nisannya ditulis kalimat indah dimana tulisan ini merupakan cuplikan apa yang diucapkan Tuhan Yesus kepada Maria ketika mengurapi dengan minyak narwastu &#8220;Ia telah melakukan apa yang terbaik yang bisa dia kerjakan&#8221; (Markus 14:3-4). <a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/ezrah.jpg"><img class="size-medium wp-image-646 alignright" alt="ezrah" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/ezrah-249x300.jpg" width="249" height="300" /></a></p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color: #000080;">Musiknya ditulis oleh William Howard Doane (1832-1915). Ia adalah seorang komposer Amerika yang kurang lebih memuat 2000 musik hymn yang khususnya ditulis oleh Fanny J. Crosby. William Howard Doane lahir di Preston, Connecticut, Amerika Serikat pada 3 Februari 1832. Ia menyeelsaikan studinya pada 1848  di Akademi Woodstock. Ia bertobat pada 1847 dan dibaptis pada 1851. Sejak kecil, Doane sudah tertarik dengan musik. Pada umur 6 tahun, ia sudah berani bernyanyi di depan banyak orang dan pada 10 tahun, ia ikut paduan suara gereja. Ketika berumur 12 tahun, ia belajar flute. Pada umur 13 tahun, ia bisa memainkan alat musik gesek. Ketika berumur 15 tahun, ia bisa memainkan organ. Pada tahun 1852-1854, ia menjadi pemimpin musik di suatu perkumpulan musik. Pada 1875, Denison University memberi gelar penghormatan sebagai doctor of music.</span></em></strong></p></blockquote>
<p>Fanny J. Crosby dan William H. Doane sungguh dipakai Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang melalui kemampuannya membuat puisi dan musik. Apakah talenta kita? Mari serahkan kembali kepada Tuhan. Dan Tuhan akan memakainya untuk kemuliaan-Nya dan menjadi berkat bagi banyak orang.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/terpujilah-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
