<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; cerita paskah sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/cerita-paskah-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Mengingat Kesabaran Allah</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/mengingat-kesabaran-allah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/mengingat-kesabaran-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2013 10:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita paskah sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[paskah sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Nehemia 9:26-33 Renungan kita selama tiga hari ini membahas tentang doa dalam kebaktian bangsa Israel yang dipimpin oleh orang-orang Lewi (bacalah ayat 5). Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari doa mereka, yaitu: 1. Kita mengingat<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/mengingat-kesabaran-allah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Nehemia 9:26-33</p>
<p>Renungan kita selama tiga hari ini membahas tentang doa dalam kebaktian bangsa Israel yang dipimpin oleh orang-orang Lewi (bacalah ayat 5). Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari doa mereka, yaitu: 1. Kita mengingat siapa Allah yang kepada-Nya kita berdoa. 2. Kita mengingat cinta kasih Allah sepanjang hidup kita. 3. Kita mengingat kesabaran Allah yang menanti kita untuk sungguh-sungguh berbakti kepada-Nya dan menaati-Nya.</p>
<p>Kita akan terkagum-kagum melihat kesabaran Allah. Allah begitu besar terhadap kita sehingga Ia memberikan kita kesempatan untuk berjuang menaati firman-Nya. Namun kesabaran Allah tidak bisa kita permainkan. Allah yang sabar adalah Allah yang adil. IA akan menuntut tanggung jawab kita dari setiap perbuatan kita.</p>
<p>Di dalam kesabaran-Nya Allah juga menghukum bangsa Israel. Mengapa? Bukankah Allah yang sabar seharusnya tidak menghukum? Justru hukuman Allah adalah bagian dari kesabaran-Nya untuk mengajar mereka menaati-Nya. Dengan kata lain, Allah sabar menanti sampai mereka mau taat kepada-Nya, dan supaya mereka mau taat seringkali Allah harus menghukum mereka.</p>
<p>Jika kita menerima hukuman dari Allah itu berarti Allah memperlakukan kita sebagai anak-anak-Nya. Hukuman itu bertujuan untuk menghindarkan kita menjadi anak-anak yang kurang diajar. Karena itu marilah kita hargai kesabaran Allah dan sungguh-sungguh bertobat.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apakah arti di dalam kesabaran Allah ada penghukuman-Nya? (ay.29-31)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, saya sering berdosa kepada Engkau. Tolonglah dan ampunilah saya dalam kesabaran-Mu, ya Tuhan. Saya mau belajar menaati Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Sebutkanlah kembali tiga hal yang telah engkau pelajari dalam pembahasan doa pada renungan tiga hari ini dari kitab Nehemia.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><strong>Ester Menjadi Ratu</strong></li>
<li><b>Rencana Jahat Haman</b></li>
<li><b>Panggilan Ester</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/mengingat-kesabaran-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cyrillus dan Methodius Mengabarkan Injil Kepada Orang-orang Slavia</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/cyrillus-dan-methodius-mengabarkan-injil-kepada-orang-orang-slavia/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/cyrillus-dan-methodius-mengabarkan-injil-kepada-orang-orang-slavia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Mar 2013 08:53:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita paskah sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu rohani sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 863 Cyrillus dan Methodius Mengabarkan Injil Kepada Orang-orang Slavia By Sekolah Minggu Berabad-abad sebelum Michelangelo atau kapur tulis digunakan, seorang misionaris yang artistik telah membuat lukisan &#8220;The Last Judgement&#8221; (Penghakiman Terakhir) di sebuah tembok &#8211; dan memenangkan seorang raja<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/cyrillus-dan-methodius-mengabarkan-injil-kepada-orang-orang-slavia/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 863 Cyrillus dan Methodius Mengabarkan Injil Kepada Orang-orang Slavia</b></span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Cyrillus-dan-Methodius.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-139" alt="Cyrillus dan Methodius" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Cyrillus-dan-Methodius-235x300.jpg" width="235" height="300" /></a>Berabad-abad sebelum Michelangelo atau kapur tulis digunakan, seorang misionaris yang artistik telah membuat lukisan &#8220;The Last Judgement&#8221; (Penghakiman Terakhir) di sebuah tembok &#8211; dan memenangkan seorang raja bagi Kristus.</p>
<p>Menurut cerita, sang pelukis itu ialah Methodius, yang juga merupakan seorang biarawan dan misionaris, dan sang raja itu ialah Boris dari Bulgaria. Methodius dengan saudaranya, Cyrillus, mempunyai karir menonjol. Di antara perbuatan mereka yang luar biasa, mereka membawa iman Kristen kepada orang-orang Slavia. Dalam proses itu, mereka berbuat banyak untuk mengubah serta memelihara kebudayaan Slavia. Gereja yang di kemudian hari menghasilkan Hus, Comenius dan banyak lagi pengikut lainnya yang terjaring dalam revolusi spiritual Zinzendorf, dimulai dengan dua bersaudara Yunani dari Tesalonika itu.</p>
<p>Mereka berdua adalah gerejawan yang penuh dedikasi. Methodius, saudara tua, adalah kepala sebuah biara Yunani. Cyrillus (kemudian dikenal sebagai Konstantinus), seorang profesor filsafat di Konstantinopel, sudah memulai misinya pada orang-orang Arab. Pada tahun 860, mereka menggabungkan kekuatan untuk menginjili suku Khazar, di timur laut  Laut Hitam.</p>
<p>Ketegangan Timur-Barat sudah memuncak ketika Roma bersaing dengan Konstantinopel untuk memperoleh kontrol atas agama dan politik di daerah perbatasan. Ketika Rostislav, penguasa daerah Moravia besar (salah satu daerah perbatasan), khawatir atas orang-orang Frank dan Jerman yang melewati batas daerah Slavia, ia berpaling ke Timur. Ia meminta Michael III,  penguasa di Konstantinopel, untuk mengirim bantuan dan misionaris. Dengan demikian, permintaan itu pun sampai pada Cyrillus dan Methodius.</p>
<p>Kedua kakak beradik yang tiba pada tahun 863 dengan cepat mempelajari bahasa daerah setempat dan mulai menerjemahkan Injil serta liturgi gereja ke dalam bahasa Slavia. Cyrillus menemukan alfabet baru yang didasarkan pada huruf Yunani. (Inilah yang mendasari alfabet Rusia. Istilah &#8220;Cyrillic&#8221; sampai saat ini masih dipergunakan beberapa kalangan).</p>
<p>Berabad-abad sebelum Wycliffe, Hus atau Luther, ide mengadakan kebaktian dalam bahasa selain bahasa Latin atau Yunani mengejutkan banyak kalangan. Uskup agung Jerman dari Salzburg mempertanyakan hal itu. Mungkin ia dimotivasi oleh politik ketimbang kesalehan. Gereja Roma tidak dapat berpangku tangan ketika daerah Moravia ini yang ada di bawah kekuasaannya sedang ditimurkan. Cyrillus dan Methodius berangkat ke Roma pada tahun 868 untuk mempertahankan penggunaan bahasa daerah dalam kebaktian. Paus Adrianus II setuju dengan Cyrillus dan Methodius, dengan mengizinkan mengadakan liturgi dalam bahasa Slavia. Mereka berdua menjadi biarawan Roma. Pada tahun berikutnya Cyrillus meninggal dunia, tetapi Methodius kembali ke Moravia sebagai uskup. Meskipun ia merupakan utusan resmi Paus, biara Jerman menangkap dan memenjarakannya selama tiga tahun. Paus berikutnya, Yohanes VIII, mengintervensi dan berpihak kepadanya dengan memerdekakan gereja Slavia. Namun Methodius senantiasa mendapat perlawanan dari biara Jerman hingga wafatnya pada tahun 885.</p>
<p>Tidak lama kemudian, liturgi Latin menggantikan liturgi Slavia, dan gereja di daerah ini pun mulai menurun. Namun, iman Kristen yang tangguh dan bebas sudah tertanam. Ditengah-tengah problem yang mereka hadapi, Cyrillus dan Methodius telah menanamkan tradisi Kristen di moravia dan di negara-negara sekitarnya, yang telah memelihara serta mengembangkan iman tersebut ke seluruh dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/cyrillus-dan-methodius-mengabarkan-injil-kepada-orang-orang-slavia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
