<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; daftar lagu sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/daftar-lagu-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Percaya Pada Allah Ketika Takut</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/percaya-pada-allah-ketika-takut/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/percaya-pada-allah-ketika-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2013 09:19:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[daftar lagu sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Mazmur 56: 1-14 Tentu engkau pernah merasa takut, &#8216;kan? Apa yang membuatmu takut? Ketika engkau tinggal sendirian di rumah? Ketika dimusuhi teman-teman di sekolah? Ketika ada orang yang ingin berbuat jahat kepadamu? Mungkin ada hal lain yang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/percaya-pada-allah-ketika-takut/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Mazmur 56: 1-14</p>
<p>Tentu engkau pernah merasa takut, &#8216;kan? Apa yang membuatmu takut? Ketika engkau tinggal sendirian di rumah? Ketika dimusuhi teman-teman di sekolah? Ketika ada orang yang ingin berbuat jahat kepadamu? Mungkin ada hal lain yang membuatmu takut.</p>
<p>Takut juga pernah dialami oleh Raja Daud. Bacalah 1 Samuel 21:10-12. Ketika itu Daud belum menjadi raja. Rajanya adalah Saul. Dan Daud sedang dikejar-kejar oleh Raja Saul. Daud merasa semua orang mau menangkapnya. Ia menjadi sangat ketakutan.</p>
<p>Semua orang bisa menjadi takut, baik anak-anak maupun orang dewasa. Tetapi yang penting adalah apa yang kita lakukan ketika merasa takut. Mari kita lihat apa yang dilakukan Daud dalam Mazmur 56:4-5.</p>
<p>Daud percaya kepada Allah dan firman-Nya. Bagi Daud firman atau perkataan Allah lebih berkuasa daripada perkataan musuh yang menakut-nakutinya.</p>
<p>Sebenarnya kita akan menjadi takut ketika kita lebih percaya kepada perkataan orang yang memusuhi kita daripada percaya pada perkataan Allah dalam firman-Nya. Selama engkau taat kepada Allah, peganglah sungguh-sungguh firman-Nya. Maka, Allah akan mendengarkan doamu dan memberimu keberanian. Ketakutan kita membuktikan bahwa kita membutuhkan Allah. Dan Allah mau mendengarkan doa kita.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Bacalah ayat 13-14. Setelah mendapatkan kekuatan dari Allah, Daud tidak berhenti di situ saja. Tetapi, ia menyatakan akan terus beribadah (melaksanakan nazar dan korban syukur) dan terus berjalan di hadapan Allah. Artinya, ia akan terus menuruti firman Allah selama hidupnya.</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, tolonglah saya agar lebih percaya pada firman-Mu daripada perkataan atau cerita-cerita lain yang membuat saya takut. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Ketika engkau takut, berdoalah dan ingatlah semua firman Tuhan yang pernah engkau hafalkan.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Ajarlah Kami Menghitung Hari-Hari</b></li>
<li><strong>Kasih Setia Allah</strong></li>
<li><b>Nyanyian Syukur Atas Pertolongan Tuhan</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/percaya-pada-allah-ketika-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Memulangkan Umat-Nya</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/allah-memulangkan-umat-nya/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/allah-memulangkan-umat-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 07:56:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pelajaran sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[daftar lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Ezra 1 : 1-11 Bangsa Israel ditawan oleh bangsa Babel. Mereka berada sangat jauh dari Tanah Perjanjian. Kemudian, kerajaan Babel dikalahkan oleh kerajaan lain. Penguasa sekarang adalah kerajaan Persia, dan rajanya bernama Koresh. Tahun itu masih merupakan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/allah-memulangkan-umat-nya/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Ezra 1 : 1-11</p>
<p>Bangsa Israel ditawan oleh bangsa Babel. Mereka berada sangat jauh dari Tanah Perjanjian. Kemudian, kerajaan Babel dikalahkan oleh kerajaan lain. Penguasa sekarang adalah kerajaan Persia, dan rajanya bernama Koresh.</p>
<p>Tahun itu masih merupakan tahun pertama Raja Koresh memerintah. Allah menggerakkan hati Raja Koresh untuk memulangkan bangsa Israel kembali ke Tanah Perjanjian. Waw, hal itu tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh bangsa Israel.</p>
<p>Tiba saatnya rencana Allah dilaksanakan. Rombongan pertama dari bangsa Israel pulang ke Tanah Perjanjian. Allah berkuasa menggerakkan hati siapa pun untuk melaksanakan kehendak-Nya. Dalam perikop ini engkau bisa menjumpai beberapa kali Allah menggerakkan hati orang-orang tertentu. Lihatlah ayat 1,5, dan 6.</p>
<p>Allah menggerakkan hati seseorang hanya untuk satu tujuan, yaitu menggenapkan apa yang eprnah Ia firmankan. Allah tidak akan menggerakkan hati seseorang untuk memuaskan keinginan manusia untuk sendiri. Allah sanggup menggerakkan dan mengubah hati manusia untuk melaksanakan firman-Nya, tidak peduli sekeras dan sehebat apa pun orang itu.</p>
<p>Maukah engkau berdoa selalu agar Allah menggerakkan hatimu untuk melaksanakan firman-Nya?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Siapa sajakah yang digerakkan hatinya oleh Allah? (ay.1,5,6)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, kiranya Tuhan mau menggerakkan hati saya untuk menggenapi firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Berdoalah setiap hari agar Allah menggerakkan hatimu untuk melaksanakan firman-Nya. Maukah engkau?</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Membangun Mezbah</b></li>
<li><b>Meletakkan Dasar Bait Allah</b></li>
<li><b>Halangan Dalam Pekerjaan Tuhan</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/allah-memulangkan-umat-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DINI BERUBAH</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/dini-berubah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/dini-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2012 16:45:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[daftar lagu sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1138</guid>
		<description><![CDATA[DINI BERUBAH    by : Sekolah Minggu Dini sedikit kecewa melihat Maria yang sengaja menghindari dia. Dini kemudian melihat ke sekitar kelas. Masih ada Renata yang sedang duduk diam. Entah apa yang dipikirkannya. Dini mengambil bekal makanan yang sudah disiapkan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/dini-berubah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><b><a title="/dini-berubah/" href="http://sekolahminggu.com/dini-berubah/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">DINI BERUBAH   </span></a><br />
</b></h1>
<p>by : <a title="/dini-berubah/" href="http://sekolahminggu.com/dini-berubah/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Dini sedikit kecewa melihat Maria yang sengaja menghindari dia. Dini kemudian melihat ke sekitar kelas. Masih ada Renata yang sedang duduk diam. Entah apa yang dipikirkannya. Dini mengambil bekal makanan yang sudah disiapkan Mama lalu menawarkannya kepada Renata.</p>
<p>Renata kaget dan langsung menolaknya. &#8220;Nggak apa-apa, kok. Kita makan bareng, yuk!&#8221; Renata menggeleng.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya kamu mau apa? Tumben kamu nggak main sama gengmu. Nggak biasanya kamu diam di kelas,&#8221; semprot Renata. Dini hanya tersenyum.</p>
<p>&#8220;Ternyata kamu sangat memperhatikan aku, ya? Kamu orangnya begitu perhatian,&#8221; ujar Dini sambil tersenyum. Renata hanya mengernyitkan dahi.</p>
<p>&#8220;Aku nggak bermaksud mau menjahili kamu, kook. Nih, coba kuenya. Enak, deh!&#8221; Dini menyodorkan tempat bekalnya kepada Renata. Renata dengan enggan mengambilnya.</p>
<p>&#8220;Nah, begitu, dong! Kue ini enak sekali. Buatan mamaku. Aku sengaja bawa dua supaya aku bisa berbagi dengan seorang teman.&#8221;</p>
<p>Mata Renata terbelalak mendengar perkataan Dini. &#8220;Bagaimana kamu bisa berubah begini? Kamu kan egois, mau menangnya sendiri,&#8221; Renata penasaran.</p>
<p>Dini kemudian bercerita mengenai liburannya di tempa Paman Adi. Bagaimana dia mengerti arti Natal yang sebenarnya.</p>
<p>Renata hanya berdecak kagum mendengar cerita Dini. Ternyata, beberapa teman sekelas Dini sedang mengamat-amati perubahan dalam diri Dini. Mereka melihat Dini dan Renata bercengkerama tapi mereka belum mau mendekat.</p>
<p>&#8220;Nanti kita pulang bareng, ya?&#8221; ajak Dini. Renata mengangguk, pertanda dia menyetujui ide Dini.</p>
<p>Teman-teman yang lain memandang dengan pandangan yang aneh. Beberapa dari mereka ada yang berbisik-bisik. Dini tidak peduli. Yang penting, dia sudah memulai langkahnya meminta maaf pada Renata dan Renata mau memaafkannya. Bukan hanya itu, Renata mau menjadi temannya. Hati Dini begitu gembira.</p>
<p>Ternyata bersepeda pulang sekolah bersama teman begitu menyenangkan. Dia bisa bercanda dan bercerita.</p>
<p>Dini tak sabar untuk menceritakan kejadian di kelas kepada orang-orang di rumah. Sesampai di rumah, ia langsung mencari Kak Jefry dan Mama. Ternyata mereka sedang tidak ada di rumah. Berarti Dini harus menunggu sampai makan malam untuk bisa menceritakan semuanya. Dini merasa waktu berjalan begitu lambat. Lama sekali Dini menunggu orang-tua dan kakaknya pulang.</p>
<p>Saat makan malam, dengan semangat yang menggebu-gebu Dini menceritakan hari pertamanya di sekolah, di tahun yang baru. Mereka senang sekali mendengar cerita Dini. Papa mengingatkan, perubahan ini harus terus dilakukan. Jangan hanya sementara, Dini mengiyakan.</p>
<p>Malam itu Dini bersyukur kepada Tuhan karena memberikannya kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya. Ia bersyukur untuk Renata dan teman-teman yang ada di kelasnya. Walaupun mereka masih memandang Dini dengan pandangan yang kurang baik, Dini percaya, mereka akan melihat perubahan dalam diri Dini.</p>
<p>Hari-hari berikutnya Dini mulai mendekati teman-temannya satu per satu. Ia meminta maaf atas perlakuannya yang tidak baik selama ini. Di antara mereka ada yang memaafkan tapi ada yang masih meragukan perubahan dalam diri Dini. Dini hanya memperlakukan mereka seperti Dini memperlakukan dirinya sendiri. Dini tetap pada prinsipnya bahwa ia akan terus melakukan hal yang berguna apa pun yang terjadi.</p>
<p>Semakin hari semakin banyak teman yang menemani Dini bersepeda baik sewaktu pergi ke sekolah maupun pulang dari sekolah. Tak terasa, besok sudah hari minggu.</p>
<p>mempersiapkan dirinya. meminta maaf teman-teman sekolah minggunya. sekolah minggunya sekolah minggu meminta maaf kepada teman-temannya teman-temannya sekolah Minggu.</p>
<p>Dini mempersiapkan dirinya untuk ikut sekolah minggu. Sejak minggu yang lalu, Dini terus mendoakan teman-teman sekolah minggunya. Hari ini, dia berdiri di depan kelas dan meminta maaf kepada guru sekolah minggunya karena telah menjadi murid sekolah minggu yang sama sekali tidak patuh.</p>
<p>Ia juga meminta maaf kepada teman-temannya karena sering menjahili mereka, dia jahat kepada mereka, dan bersikap kurang baik. Bu Emma, guru sekolah minggu Dini, merasa bangga karena Dini mau berubah dan berani meminta maaf secara terbuka. Tidak banyak anak yang berbuat salah dan meminta maaf seperti itu, secara terbuka di kelas.</p>
<p>Hari itu hanya satu dua anak yang mau berteman dengan dia. Bagi Dini itu sudah cukup untuk sehari. Ia yakin, minggu depan temannya akan bertambah seperti yang terjadi di sekolahnya.</p>
<p>Dini terus berusaha menjadi seorang teman yang baik. Dengan begitu ia dapat menceritakan kebenaran Firman Tuhan kepada orang-orang di sekitarnya. Berteman adalah awal dari langkah Dini untuk mengabarkan Injil. Dini ingin teman-temannya bukan hanya melihat dirinya yang berubah tetapi ia ingin teman-temannya melihat siapa yang mengubahnya. Dini ingin teman-temannya mengenai Kristus yang telah mengubah dirinya.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/dini-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
