<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; gambar untuk sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/gambar-untuk-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Khotbah John Keble tentang &#8220;Murtad Nasional&#8221; Memicu Gerakan Oxford</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/khotbah-john-keble-tentang-murtad-nasional-memicu-gerakan-oxford/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/khotbah-john-keble-tentang-murtad-nasional-memicu-gerakan-oxford/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 05:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[gambar untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak anak rohani]]></category>
		<category><![CDATA[youtube sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1833 Khotbah John Keble tentang &#8220;Murtad Nasional&#8221; Memicu Gerakan Oxford By Sekolah Minggu Methodisme telah berupaya membawa kehidupan baru dalam Gereja Anglikan, namun berakhir dengan membentuk denominasi baru. Menjelang akhir tahun 1820-an kehadiran pengunjung di Gereja Inggris merosot secara<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/khotbah-john-keble-tentang-murtad-nasional-memicu-gerakan-oxford/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1833 Khotbah John Keble tentang &#8220;Murtad Nasional&#8221; Memicu Gerakan Oxford</b></span></p>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/John-Keble.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-314" alt="John Keble" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/John-Keble-224x300.jpg" width="224" height="300" /></a>Methodisme telah berupaya membawa kehidupan baru dalam Gereja Anglikan, namun berakhir dengan membentuk denominasi baru. Menjelang akhir tahun 1820-an kehadiran pengunjung di Gereja Inggris merosot secara drastis. Sementara Methodisme bertumbuh sehat, gereja yang menetaskannya menjadi kering dan kosong.</p>
<p>Orang yang merasa peduli akan situasi Gereja Anglikan itu ialah rohaniwan Anglikan didikan Oxford, seorang yang berhati baik. John Keble merasakan bahwa gerejanya kehilangan kekuatannya karena telah berpaling dari tradisi liturgi yang kaya dan tulisan-tulisan para bapa Gereja. Jika Gereja Inggris tidak menyadari warisan penerusan kerasulannya, Keble percaya bahwa gereja akan menjadi lemah sehingga memberi peluang bagi para pembangkang Protestan dan Katolik, dan akhirnya akan lenyap.</p>
<p>Keble menerbitkan sekumpulan sajak devosional yang mencerminkan liturgi, dengan hari-hari apra santo dan pesta-pestanya. Sajak-sajak indah dalam <i>The Christian Year&#8217;s </i>menunjukkan kehangatan yang umumnya dihubungkan dengan Methodis dan para pembangkang lainnya, namun karya itu tetap berada dalam tradisi Anglikan.</p>
<p>Pada tanggal 14 Juli 1833, Keble berkhotbah di Oriel College. Khotbahnya, &#8220;Kemurtadan Nasional&#8221;, menyerang parlemen karena mengurangi jumlah para uskup di gereja Irlandia dengan tuduhan bahwa hal tersebut adalah bukti campur tangan negara dalam urusan Gereja. Gereja yang asalnya ilahi tidak dapat diatur oleh perundang-undangan duniawi.</p>
<p>Kata-kata Keble ini mengawali gerakan Oxford (atau <i>Tractarianism</i>), yang mengupayakan pembaruan dalam Gereja Anglikan dengan mengembalikannya ke berbagai kepercayaan dan praktik awal gereja. Di antara para pendukung gerakan Oxford terdapat murid-murid Keble, yaitu Richard Froude, John Henry Newman dan Edward Pusey.</p>
<p>Newman mulai menerbitkan <i>Tracts for the Times. </i>Dia, Keble dan Froude menulis sembilan puluh traktat antara tahun 1833 samapai 1841. Selebaran empat halaman itu, yang dijual seharga satu penny selembar, tidak dibubuhi nama penulis, sementara Newman berkeliling Oxordshire menjualnya kepada kaum rohaniwan.</p>
<p>Beberapa traktat telah mendorong Gereja Inggris kembali ke lingkungan Katolik. Meskipun Gereja Anglikan tidak lagi begitu hidup, namun gereja tersebut takut kembali ke Katolikisme, khususnya setelah pencabutan undang-undang tahun 1828, yang menolak hak orang-orang Katolik menduduki jabatan pemerintahan &#8211; hak yang ditolak bagi mereka sejak Test Act tahun 1673. Kritik-kritik tentang Traktarianisme memuncak pada tahun 1841, Ketika Newman menulis traktat bahwa sakramen bukan hanya baptisan dan komuni. Sebagai tambahan, ia juga mengajukan kepercayaan akan <i>purgatory, </i>kehadiran Kristus sesungguhnya dalam Ekaristi dan doa kepada para santo. Uskup Oxford menanggapinya dengan perintah untuk mengakhiri serial traktat itu.</p>
<p>Beberapa rohaniwan Anglikan &#8211; Newman di antaranya &#8211; membelot ke Katolik, tetapi sebagian besar dari mereka yang bersimpati pada para penulis Traktat tetap bertahan di Gereja Inggris. Meskipun mereka memuji tradisi-tradisi Gereja, termasuk pakaian rohaniwan dalam kebaktian, kebiasaan berlutut, pengakuan dosa, komuni, wangi kemenyan dan juga kebiaraan, namun banyak yang anti-Katolik. Mereka menginginkan agama yang menyentuh kelima indra, tetapi terutama mereka tidak menginginkan hubungan dengan paus ataupun hierarkinya yang tersebar di seluruh dunia.</p>
<p>Setelah Newman meninggalkan gerakan Oxford pada tahun 1845, gerakan itu berupaya berpegang pada ritual, arsitektur dan musik yang terbaik, dengan menolak aspek-aspek lain Katolikisme. Edward Pussey ketika itu menjadi juru bicara paling  fasih dari gerakan tersebut.</p>
<p>Banyak anggota evangelikal menjadi gusar akan praktik-praktik Anglo-Katolik ini. Pada tahun 1846 mereka membentuk <i>Evangelical Alliance </i>(Aliansi Evangelikal). Namun, apa yang berawal sebagai gerakan anti-Traktarian menjadi pembuka jalan untuk menarik para anggota evangelikal ke dalam rekanan nasional. Meskipun mereka menentang ritualisme gerakan Oxford, para evangelikal tidak dapat membantah bahwa hal itu berpengaruh positif terhadap gereja Anglikan. Daripada memandang diri mereka sendiri sebagai pejabat-pejabat Inggris, para rohaniwan Anglikan yang mendukung gerakan Oxford memandang tradisi kerasulan dengan serius. Daripada hanya mengajarkan moral dalam pelayanan kebangkitan mereka, mereka mulai mengembangkan rasa hormat. Sebagai hasil perubahan persepsi ini, istilah lama <i>high church </i>muncul kembali. Banyak biarawan dan biarawati mulai bekerja dengan si miskin di kota-kota yang industrinya meningkat.</p>
<p>Selain itu, sejumlah penulis-penulis himne (kidung) yang baik berkembang dari dalam gerakan Oxford. Para penulis terdahulu datang dari jajaran pembangkang. Sekarang, Keble, Frederick W. Faber dan John Mason Neale, penerjemah himne Yunani dan Latin yang sudah lama hilang ke dalam syair Inggris, bergabung dengan mereka.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/khotbah-john-keble-tentang-murtad-nasional-memicu-gerakan-oxford/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Savonarola Dieksekusi</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/savonarola-dieksekusi/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/savonarola-dieksekusi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2013 05:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[buku sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gambar untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[games anak indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1498 Savonarola Dieksekusi By Sekolah Minggu Menjelang akhir abad kelima belas, Renaisans tumbuh subur di Florence. Penguasa yang kejam di Republik tersebut, Lorenzo de Medici, telah menjadi pelindung seni dan telah membawa ke sana orang-orang terkenal untuk memperkaya kebudayaan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/savonarola-dieksekusi/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1498 Savonarola Dieksekusi</b></span></h1>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Savonarola-Dieksekusi.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-198" alt="Savonarola Dieksekusi" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Savonarola-Dieksekusi-220x300.gif" width="220" height="300" /></a>Menjelang akhir abad kelima belas, Renaisans tumbuh subur di Florence. Penguasa yang kejam di Republik tersebut, Lorenzo de Medici, telah menjadi pelindung seni dan telah membawa ke sana orang-orang terkenal untuk memperkaya kebudayaan kota itu. Tetapi, sementara seni dan sastra tumbuh subur di Florence, begitu pula dengan korupsi dan ketamakan. Pemerintahan di Medici membuat kota itu egois dan gila harta. Gereja pun terkena pengaruhnya, karena ikrar kemiskinan sudah tidak punya arti sama sekali di biara-biara Florence.</p>
<p>Ke kota ke duniawian inilah Girolamo Savonarola datang, seorang biarawan Dominikan yang saleh dan bersemangat, yang berpegang teguh pada tradisi pengajaran ordonya. Meskipun ia bersuara keras melawan dosa, dengan meramalkan keruntuhan kota yang menamakan dirinya Kristen itu, dan yang hanya peduli pada kegemerlapannya sendiri, biarawan tersebut menarik hati  orang-orang di kota itu. Berbondong-bondong orang berkumpul untuk mendengarkan ceramahnya.</p>
<p>Pada tahun 1494, ketika Perancis menyerang mereka, masyarakat Florence sudah tidak percaya lagi pada orang-orang Medici dan menggulingkannya dalam suatu revolusi. Savonarola diangkat menjadi penguasa baru, dan perubahan menakjubkan pun terjadilah. Rakyat  menanggalkan segala sesuatu yang berbau gaya hidup boros &#8211; termasuk pakaian mewah dan sarana judi. Para bankir dan pedagang mengembalikan apa yang mereka ambil secara tidak jujur. Massa berdatangan untuk mendengarkan khotbah Savonarola. Para pria dari keluarga baik-baik menjadi biarawan.</p>
<p>Akan tetapi Savonarola telah menyerang paus dan biarawan-biarawan duniawi lainnya. Paus Alexander VI khususnya, telah terlibat skandal, dan merupakan ayah dari sejumlah anak haram. Pada tahun 1495, karena muak dengan serangan Savoranola, ia memerintahkan Dominikan tersebut agar berhenti berkhotbah. Savonarola patuh, dan menggunakan waktunya untuk belajar. Satu tahun kemudian, dengan anggapan bahwa biarawan ini sudah jinak, Alexander mengizinkan ia berkhotbah lagi. Segera saja biarawan ini kembali menyerang adanya korupsi di gereja.</p>
<p>Pada tahun 1497, paus mengucilkan Savoranola, tetapi rakyat Florence berada di belakangnya. Satu tahun kemudian, paus mengancam akan memberikan interdik kepada kota tersebut jika Savoranola tidak dikirim kepadanya. Meskipun Savoranola meminta penguasa beberapa negara mengadakan konsili untuk mengganti  paus, tetapi tidak ada hasilnya.</p>
<p>Pertobatan orang-orang Florence agaknya hanya luarnya saja, karena ketika mereka tidak menerima bantuan apa pun, segera mereka berbalik melawan pemimpinnya. Pemerintahan kota jatuh ke tangan musuh, dan mereka pun menyerahkan Savoranola kepada dua orang paus, yang diinstruksikan untuk segera mengeksekusinya. Savonarola dan dua orang terdekatnya dibakar di alun-alun kota itu.</p>
<p>Meskipun banyak orang Protestan mengaku Savoranola sebagai rekan mereka, namun pemikirannya sungguh-sungguh Katolik. Seperti banyak orang sebelumnya, ia mempunyai hasrat besar melihat orang-orang hidup seperti mereka yang telah dipanggil Kristus. Tetapi masyarakat kaya yang bersifat keduniawan, yang ia tentang, tidak dapat membiarkan kutukannya.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/savonarola-dieksekusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
