Savonarola Dieksekusi

Tahun 1498 Savonarola Dieksekusi

By Sekolah Minggu

Savonarola DieksekusiMenjelang akhir abad kelima belas, Renaisans tumbuh subur di Florence. Penguasa yang kejam di Republik tersebut, Lorenzo de Medici, telah menjadi pelindung seni dan telah membawa ke sana orang-orang terkenal untuk memperkaya kebudayaan kota itu. Tetapi, sementara seni dan sastra tumbuh subur di Florence, begitu pula dengan korupsi dan ketamakan. Pemerintahan di Medici membuat kota itu egois dan gila harta. Gereja pun terkena pengaruhnya, karena ikrar kemiskinan sudah tidak punya arti sama sekali di biara-biara Florence.

Ke kota ke duniawian inilah Girolamo Savonarola datang, seorang biarawan Dominikan yang saleh dan bersemangat, yang berpegang teguh pada tradisi pengajaran ordonya. Meskipun ia bersuara keras melawan dosa, dengan meramalkan keruntuhan kota yang menamakan dirinya Kristen itu, dan yang hanya peduli pada kegemerlapannya sendiri, biarawan tersebut menarik hati  orang-orang di kota itu. Berbondong-bondong orang berkumpul untuk mendengarkan ceramahnya.

Pada tahun 1494, ketika Perancis menyerang mereka, masyarakat Florence sudah tidak percaya lagi pada orang-orang Medici dan menggulingkannya dalam suatu revolusi. Savonarola diangkat menjadi penguasa baru, dan perubahan menakjubkan pun terjadilah. Rakyat  menanggalkan segala sesuatu yang berbau gaya hidup boros – termasuk pakaian mewah dan sarana judi. Para bankir dan pedagang mengembalikan apa yang mereka ambil secara tidak jujur. Massa berdatangan untuk mendengarkan khotbah Savonarola. Para pria dari keluarga baik-baik menjadi biarawan.

Akan tetapi Savonarola telah menyerang paus dan biarawan-biarawan duniawi lainnya. Paus Alexander VI khususnya, telah terlibat skandal, dan merupakan ayah dari sejumlah anak haram. Pada tahun 1495, karena muak dengan serangan Savoranola, ia memerintahkan Dominikan tersebut agar berhenti berkhotbah. Savonarola patuh, dan menggunakan waktunya untuk belajar. Satu tahun kemudian, dengan anggapan bahwa biarawan ini sudah jinak, Alexander mengizinkan ia berkhotbah lagi. Segera saja biarawan ini kembali menyerang adanya korupsi di gereja.

Pada tahun 1497, paus mengucilkan Savoranola, tetapi rakyat Florence berada di belakangnya. Satu tahun kemudian, paus mengancam akan memberikan interdik kepada kota tersebut jika Savoranola tidak dikirim kepadanya. Meskipun Savoranola meminta penguasa beberapa negara mengadakan konsili untuk mengganti  paus, tetapi tidak ada hasilnya.

Pertobatan orang-orang Florence agaknya hanya luarnya saja, karena ketika mereka tidak menerima bantuan apa pun, segera mereka berbalik melawan pemimpinnya. Pemerintahan kota jatuh ke tangan musuh, dan mereka pun menyerahkan Savoranola kepada dua orang paus, yang diinstruksikan untuk segera mengeksekusinya. Savonarola dan dua orang terdekatnya dibakar di alun-alun kota itu.

Meskipun banyak orang Protestan mengaku Savoranola sebagai rekan mereka, namun pemikirannya sungguh-sungguh Katolik. Seperti banyak orang sebelumnya, ia mempunyai hasrat besar melihat orang-orang hidup seperti mereka yang telah dipanggil Kristus. Tetapi masyarakat kaya yang bersifat keduniawan, yang ia tentang, tidak dapat membiarkan kutukannya.

sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html

 

Posted in Tokoh Kristen
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

1,254 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.