<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; games anak indonesia</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/games-anak-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Pertobatan Dwight L. Moody</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/pertobatan-dwight-l-moody/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/pertobatan-dwight-l-moody/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 07:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pelajaran sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[games anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak anak rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1855 Pertobatan Dwight L. Moody By Sekolah Minggu Ketika berumur tujuh belas tahun, ia berupaya ke kota besar, Boston. Setelah menjelajahi kota itu berminggu-minggu lamanya, ia menemukan pekerjaan sebagai penjual sepatu di toko pamannya. Ia tinggal di lantai atas.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/pertobatan-dwight-l-moody/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 1855 Pertobatan Dwight L. Moody</span></h2>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Dwight-L.-Moody.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-326" alt="Dwight L. Moody" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Dwight-L.-Moody-235x300.jpg" width="235" height="300" /></a>Ketika berumur tujuh belas tahun, ia berupaya ke kota besar, Boston. Setelah menjelajahi kota itu berminggu-minggu lamanya, ia menemukan pekerjaan sebagai penjual sepatu di toko pamannya. Ia tinggal di lantai atas. &#8220;Saya mendapat kamar di lantai tiga,&#8221; tulisnya, &#8220;saya dapat membuka jendela serta ada tiga buah bangunan yang penuh dengan gadis-gadis tercantik di kota ini &#8211; mereka mngoceh seperti kakak tua.&#8221;</p>
<p>Satu dari sembilan orang anak yang dibesarkan oleh seorang janda di pedalaman Northfield, Massachusetts, Dwight L. Moddy, tidak pernah mendapatkan pendidikan tinggi, tetapi ia mempunyai cita-cita dan tekad. Namun, Boston tidak ramah kepadanya. &#8220;Jika seseorang ingin merasakan bahwa ia seorang diri di dunia ini,&#8221; tulis Moddy, &#8220;ia tidak perlu pergi ke hutan tempat ia akan mendapati dirinya sendiri sebagai teman, tetapi biarlah ia pergi ke salah satu kota-kota besar ini, dan biarlah dia melewati jalanan yang ada dan ia akan bertemu ribuan orang dan tidak satupun yang tahu atau mengenal dia.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya ingat ketika saya pergi ke kota itu dan mencari pekerjaan, lalu gagal. Tampaknya seperti ada tempat bagi orang lain di dunia ini tetapi tidak untuk saya. Selama dua hari saya dihinggapi perasaan mengerikan bahwa saya tidak diingini oleh siapa pun.&#8221;</p>
<p>Moody mendengarkan pidato para abolisionis di Faneuil Hall yang letaknya tidak jauh. Ia bergabung dengan YMCA, sebuah organisasi yang baru saja diimpor dari Inggris, dan ia mulai mengunjungi  <i>Mt. Vernon Congregational Church </i>(Gereja Kongregasional Mt. Vernon) untuk mendengarkan khotbah Edward Norris Kirk yang terkenal itu.</p>
<p>Ia menemukan khotbahnya berbobot dan meluap-luap; begitu meluap-luapnya sehingga kadang-kadang ia tertidur. &#8220;Seorang mahasiswa muda dari Harvard menyikut saya, dan saya bangun sambil mengusap-usap mata. Saya menatap sang gembala, yang melihat dan memperhatikan. Saya pikir ia sedang berkhotbah langsung kepada saya. Saya berkata kepada diri sendiri, siapa yang mengatakan tentang saya pada Dr. Kirk?&#8230; Pada penutupannya&#8230; saya tarik kerah jas saya dan keluar secepat mungkin.&#8221;</p>
<p>Guru sekolah Minggunya, Edward Kimball mengamati jejak Moody, dan mendesak dia kembali ke gereja apabila ia mangkir. Ia juga menantang Moody membaca Alkitab secara teratur; Moody mencoba membaca tetapi tidak dapat mengerti. &#8220;Tidak banyak orang yang pernah saya lihat yang benaknya secara spiritual lebih gelap daripada benak dia ketika dia masuk ke kelas saya&#8221; tulis Kimball di kemudian hari.</p>
<p>Pada tanggal 21 April 1855, Kimball merasakan bahwa sudah waktunya menganjurkan Moody berjanji kepada Kristus. Ia menuju ke toko sepatu, berubah pikiran, dan jalan melewati toko itu, kemudian kembali terburu-buru, serta masuk ke toko itu. Ia menemukan Moody sedang membungkus dan menyemir sepatu. Orang muda itu sudah siap mendengarkannya. Pada hari itu juga D.L. Moody menjadi Kristen.</p>
<p>Moody membutuhkan waktu untuk mengerti implikasi dari iman kepercayannya itu. Sesungguhnya ia ditolak menjadi anggota gereja karena ia gagal dalam ujian masuk &#8211; ia tidak dapat menjelaskan apa yang telah dilakukan Kristus baginya. Tetapi hatinya berubah. Ia tidak malu menjadi orang Kristen dan terus-menerus mempelajari keyakinannya.</p>
<p>Tidak lama kemudian ia merasa jenuh dengan Boston dan memboyong cita-citanya ke barat, ke Chicago. Sikap lantangnya lebih diterima di sana, dan ia berhasil dalam penjualan sepatunya. Ia juga terlibat dalam berbagai upaya penginjilan. Suatu ketika ia mengembara dalam suatu misi di North Wells Street dan bertanya apakah ia dapat diterima mengajar sekolah Minggu. Jawaban yang diterima adalah bahwa misi di situ punya cukup banyak guru, namun murid-muridnya tidak ada. Jika ia dapat mengumpulkan murid-murid, maka ia dapat mengajar mereka. Hal ini bukanlah masalah bagi Moody yang memiliki keterampilan penjualan. Tidak lama kemudian ia mengajar sejumlah anak jalanan.</p>
<p>Memasuki tahun 1861 ia sudah bekerja penuh waktu dalam pelayanan, baik di sekolah Minggunya maupun YMCA. Ia mendapat dukungan dari pengusaha setempat seperti John Farwell dan Cyrus McCormick. Pada tahun 1864, misinya menjadi sebuah gereja.</p>
<p>Menjelang tahun 1871 pelayanan Moody di Chicago sudah nyaman, aman, dan bertumbuh. Ia pernah berpikir mengadakan perjalanan sebagai penginjil, tetapi mengapa harus meninggalkan keadaan yang sehat seperti itu? Bagaimanapun kebakaran besar di Chicago telah mengubah pikirannya. Gereja, rumah dan YMCA semuanya telah menjadi abu, sama nasibnya dengan usaha-usaha para pendukung terbaiknya. Karena sukar mengumpulkan dana dari kota-kota lain untuk membangun kembali pelayanan Chicago itu, Moody pun mulai berkelana.</p>
<p>Pada tahun 1873 ia berangkat ke Inggris. Pertemuan-pertemuan penginjilannya bagaikan badai bagi  Kepulauan Britania. Setelah dua tahun ia kembali ke Amerika Serikat sebagai seorang selebriti bertaraf internasional. Ia diundang berkhotbah di banyak kota di Amerika.</p>
<p>Sambil membangun tradisi revivalis yang didirikan Charles Finney, Moody membawa penginjilan ke zaman industri. Ia mengkhotbahkan Injil yang sederhana, bebas dari bermacam-macam denominasi. Hal itu memperbesar daya tarik serta dukungannya. Ia bersekutu dengan para pengusaha. <i>Merekalah </i>para pememimpin generasi baru, bukan para pengkhotbah. Ia menekankan supaya mereka mengguankan harta mereka untuk hal-hal baik seperti peduli kepada orang-ornag miskin perkotaan. Moody menerapkan teknik usahanya pada perencanaan penginjilannya. Musik, konseling dan <i>follow-up-</i>nya adalah bagian-bagian dari pendekatan terorganisasi untuk mengambil hati orang.</p>
<p>Pada tahun 1879, Moody mengalihkan perhatiannya kepada pendidikan dengan mendirikan Northfield Seminary bagi para gadis, dan kemudian Mount Hermon School bagi anak-anak lelaki. Ia memulai konferensi-konferensi Alkitab musim panas dan sebuah institut Alkitab yang sekarang memakai namanya. Pada awalnya, ia takut bersaing dengan seminari-seminari yang ada, tetapi ia melihat kebutuhan yang lebih besar untuk latihan-latihan praktik dalam pelayanan. Bukannya tren liberal di seminari Amerika yang menjadi masalah baginya, tetapi pengasingan seminari-seminari itu ornag banyak. Ia bermaksud melatih para komunikator yang akan membawa firman Allah yang sederhana kepada mereka yang membutuhkannya.</p>
<p>Cara-cara praktis ini telah berlanjut dalam lingkungan yang menyandang namanya. Moody Bible Institute, umpamanya, terus melatih paradan Namun Moody telah hal-hal itu. Ia merupakan pendahulu pendeta, misionaris dan pekerja gereja lainnya. Namun pengaruh Moody telah melampaui hal-hal itu. Ia merupakan pendahulu bagi para penginjil seperti Billy Sunday dan Billy Graham. Aspek sosial penginjilannya juga telah mengilhami komitmen yang dalam pada pelayanan sosial di kalangan evangelikal.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/pertobatan-dwight-l-moody/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Savonarola Dieksekusi</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/savonarola-dieksekusi/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/savonarola-dieksekusi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2013 05:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[buku sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gambar untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[games anak indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1498 Savonarola Dieksekusi By Sekolah Minggu Menjelang akhir abad kelima belas, Renaisans tumbuh subur di Florence. Penguasa yang kejam di Republik tersebut, Lorenzo de Medici, telah menjadi pelindung seni dan telah membawa ke sana orang-orang terkenal untuk memperkaya kebudayaan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/savonarola-dieksekusi/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1498 Savonarola Dieksekusi</b></span></h1>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Savonarola-Dieksekusi.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-198" alt="Savonarola Dieksekusi" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Savonarola-Dieksekusi-220x300.gif" width="220" height="300" /></a>Menjelang akhir abad kelima belas, Renaisans tumbuh subur di Florence. Penguasa yang kejam di Republik tersebut, Lorenzo de Medici, telah menjadi pelindung seni dan telah membawa ke sana orang-orang terkenal untuk memperkaya kebudayaan kota itu. Tetapi, sementara seni dan sastra tumbuh subur di Florence, begitu pula dengan korupsi dan ketamakan. Pemerintahan di Medici membuat kota itu egois dan gila harta. Gereja pun terkena pengaruhnya, karena ikrar kemiskinan sudah tidak punya arti sama sekali di biara-biara Florence.</p>
<p>Ke kota ke duniawian inilah Girolamo Savonarola datang, seorang biarawan Dominikan yang saleh dan bersemangat, yang berpegang teguh pada tradisi pengajaran ordonya. Meskipun ia bersuara keras melawan dosa, dengan meramalkan keruntuhan kota yang menamakan dirinya Kristen itu, dan yang hanya peduli pada kegemerlapannya sendiri, biarawan tersebut menarik hati  orang-orang di kota itu. Berbondong-bondong orang berkumpul untuk mendengarkan ceramahnya.</p>
<p>Pada tahun 1494, ketika Perancis menyerang mereka, masyarakat Florence sudah tidak percaya lagi pada orang-orang Medici dan menggulingkannya dalam suatu revolusi. Savonarola diangkat menjadi penguasa baru, dan perubahan menakjubkan pun terjadilah. Rakyat  menanggalkan segala sesuatu yang berbau gaya hidup boros &#8211; termasuk pakaian mewah dan sarana judi. Para bankir dan pedagang mengembalikan apa yang mereka ambil secara tidak jujur. Massa berdatangan untuk mendengarkan khotbah Savonarola. Para pria dari keluarga baik-baik menjadi biarawan.</p>
<p>Akan tetapi Savonarola telah menyerang paus dan biarawan-biarawan duniawi lainnya. Paus Alexander VI khususnya, telah terlibat skandal, dan merupakan ayah dari sejumlah anak haram. Pada tahun 1495, karena muak dengan serangan Savoranola, ia memerintahkan Dominikan tersebut agar berhenti berkhotbah. Savonarola patuh, dan menggunakan waktunya untuk belajar. Satu tahun kemudian, dengan anggapan bahwa biarawan ini sudah jinak, Alexander mengizinkan ia berkhotbah lagi. Segera saja biarawan ini kembali menyerang adanya korupsi di gereja.</p>
<p>Pada tahun 1497, paus mengucilkan Savoranola, tetapi rakyat Florence berada di belakangnya. Satu tahun kemudian, paus mengancam akan memberikan interdik kepada kota tersebut jika Savoranola tidak dikirim kepadanya. Meskipun Savoranola meminta penguasa beberapa negara mengadakan konsili untuk mengganti  paus, tetapi tidak ada hasilnya.</p>
<p>Pertobatan orang-orang Florence agaknya hanya luarnya saja, karena ketika mereka tidak menerima bantuan apa pun, segera mereka berbalik melawan pemimpinnya. Pemerintahan kota jatuh ke tangan musuh, dan mereka pun menyerahkan Savoranola kepada dua orang paus, yang diinstruksikan untuk segera mengeksekusinya. Savonarola dan dua orang terdekatnya dibakar di alun-alun kota itu.</p>
<p>Meskipun banyak orang Protestan mengaku Savoranola sebagai rekan mereka, namun pemikirannya sungguh-sungguh Katolik. Seperti banyak orang sebelumnya, ia mempunyai hasrat besar melihat orang-orang hidup seperti mereka yang telah dipanggil Kristus. Tetapi masyarakat kaya yang bersifat keduniawan, yang ia tentang, tidak dapat membiarkan kutukannya.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/savonarola-dieksekusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
