<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; kumpulan cerita sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/kumpulan-cerita-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Khotbah Pak Bejo</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/khotbah-pak-bejo/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/khotbah-pak-bejo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 16:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan cerita sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1029</guid>
		<description><![CDATA[Khotbah Pak Bejo by : Sekolah Minggu Rudi baru pindah rumah. Ia senang karena orang-tuanya membeli rumah baru. Sekarang ia punya kamar sendiri yang bisa ditatanya sesuka hatinya sendiri. Pagi hari bila Rudi pergi ke sekolah, ia sering bertemu dengan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/khotbah-pak-bejo/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="khotbah-pak-bejo/" href="http://sekolahminggu.com/khotbah-pak-bejo/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Khotbah Pak Bejo</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="khotbah-pak-bejo/" href="http://sekolahminggu.com/khotbah-pak-bejo/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p><b>Rudi baru pindah rumah. Ia senang karena orang-tuanya membeli rumah baru. Sekarang ia punya kamar sendiri yang bisa ditatanya sesuka hatinya sendiri.</b></p>
<p>Pagi hari bila Rudi pergi ke sekolah, ia sering bertemu dengan seorang pria tua yang kurus tinggi. Sebagian rambut pria itu sudah putih. Ia memakai celana pendek dan <i>T-shirt</i> hitam yang sudah pudar warnanya. Ia mendorong sebuah keranjang besar yang berisi sapu, serok sampah, dan sekop panjang.</p>
<p>Ia juga membawa sepit panjang untuk menyepit sampah-sampah di jalan dan memasukkannya ke dalam kantung plastik besar di keranjangnya. Kadang-kadang ada bungkusan sampah di dalam keranjang tersebut. Kadang-kadang Rudi melihat bapak itu sedang membersihkan selokan di depan sebuah rumah atau mencabuti rumput-rumput di tepi selokan.</p>
<p>Ia bukan petugas kebersihan, karena petugas kebersihan biasanya membawa gerobak sampah dan memakai baju seragam warna oranye. Pernah pada siang hari Rudi melihatnya sedang makan di warteg atau tidur di pos siskamling.</p>
<p>&#8220;Hidup orang tua itu sungguh menyedihkan. Kasihan,&#8221; pikir Rudi.</p>
<p>Ia menceritakan hal itu pada Ibu dan pembantu baru mereka, Mbak Mumun. Tampaknya Mbak Mumun mengenal orang tua itu.</p>
<p>&#8220;Itu Pak Bejo. Orangnya rajin. Dia suka disuruh orang apa saja: membersihkan selokan, membuang sampah, membersihkan saluran air, berbelanja, menunggu rumah, dan sebagainya,&#8221; kata Mbak Mumun.</p>
<p>&#8220;Memangnya Pak Bejo tidak punya anak istri, Mbak Mumun?&#8221; tanya Rudi ingin tahu.</p>
<p>&#8220;Tidak, dia tidak menikah. Dia kos di kampung sana di RW 2,&#8221; jawab Mbak Mumun. &#8220;Kadang-kadang dia menengok ibunya di Bekasi.&#8221;</p>
<p>Dalam hati Rudi berpikir suatu waktu ia ingin memberikan uang pada Pak Bejo. Dan ketika ia  mendapat uang Rp 50.000,- dari Oom Roy, ia menyisihkan Rp 10.000,- untuk Pak Bejo.</p>
<p>Ketika bertemu dengan Pak Bejo, Rudi memberikan uang tersebut. Di luar dugaan Pak Bejo menolaknya.</p>
<p>&#8220;Loh ini untuk apa, Nak? Untuk jajan kamu saja. Saya tidak kekurangan uang,&#8221; kata Pak Bejo. &#8220;Tuhan selalu mencukupi kebutuhan saya.&#8221;</p>
<p>Rudi sangat terkejut. Pria yang selalu berpakaian sederhana ini menolak uangnya dan mengatakan bahwa dia tidak kekurangan uang.</p>
<p>&#8220;Waaah, saya kan hanya ingin membantu Bapak,&#8221; kata Rudi dengan kecewa.</p>
<p>&#8220;Oh, kamu ini anak baik,&#8221; kata Pak Bejo. &#8220;Begini saja. Kemarin malam kan ada kebakaran di rumah-rumah kumuh dekat rel kereta api. Kamu bisa menyumbangkan uangmu untuk korban kebakaran. Kalau mau dibelikan sembako bisa juga. Nanti sore saya mau ke sana. Sudah ada posko yang menerima sumbangan.</p>
<p>Pak Bejo dan Rudi berjanji akan bertemu di pos siskamling setengah lima sore untuk pergi bersama-sama ke lokasi kebakaran.</p>
<p>Sepanjang jalan menuju sekolah Rudi masih berpikir-pikir. Pak Bejo yang berpenampilan dan hidup sederhana merasa Tuhan mencukupkan kebutuhannya.</p>
<p>&#8220;Dia orang baik,&#8221; pikir Rudi.</p>
<p>&#8220;Sepulang sekolah,lagi-lagi Rudi bercerita pada Mama dan Mbak Mumun.</p>
<p>&#8220;Dia memang orangnya begitu. Bila dia mengerjakan sesuatu dan orang memberinya uang, dia mau. Bila orang memberinya uang karena kasihan, dia tidak akan menerima. Mungkin karena dia orang Kristen,&#8221; kata Mbak Mumun.</p>
<p>&#8220;Haaa? Dia orang Kristen?&#8221; tanya Rudi terkejut. Mama pun tampak terkejut.</p>
<p>&#8220;Ya, kalau hari Minggu dia berpakaian rapi, memakai celana panjang dan kemeja tangan panjang, membawa Alkitab!&#8221; Mbak Mumun menjelaskan.</p>
<p>Jam setengah lima Rudi pergi ke pos siskamling. Ia membawa beberapa buah sabun mandi yang dibelinya dengan uang yang semula ingin diberikannya kepada Pak Bejo. Pak Bejo sudah ada di sana. Ia masih memakai celana pendek dan <i>T-shirt </i>pudarnya.Dia membawa satu dus mi instan dan dua bungkus minyak goreng kemasan dua liter. Rudi menghitung nilai pemberian Pak Bejo. Oh, berlipat-lipat dari pemberiannya.</p>
<p>&#8220;Mari kita pergi!&#8221; ajak Pak Bejo.</p>
<p>&#8220;Iya, Pak. Omong-omong banyak amat sumbangan Bapak,&#8221; kata Rudi.</p>
<p>&#8220;Aah, ini tak seberapa. Bapak punya tabungan sedikit dan hanya ini yang bisa Bapak berikan,&#8221; kata Pak Bejo.</p>
<p>&#8220;Kalau uang tabungan Bapak disumbangkan, untuk Bapak sendiri bagaimana?&#8221; tanya Rudi heran.</p>
<p>&#8220;Ah, Tuhan mengatur semuanya. Tiap hari Tuhan akan turunkan berkat, kalau berlebih ya Bapak simpan. Suatu waktu pasti ada yang membutuhkan. Hidup ini sederhana saja. Taat pada Tuhan, rajin bekerja dan berusaha jadi garam dan terang,&#8221; kata Pak Bejo.</p>
<p>&#8220;Betul, Pak,&#8221; kata Rudi kagum.</p>
<p>Mereka terus berjalan dan tiba-tiba Rudi merasa kaya, ia mendapatkan sesuatu yang penting dalam hidupnya. Taat pada Tuhan, rajin bekerja dan berusaha menjadi garam dan terang, itulah khotbah Pak Bejo yang dinyatakan dalam hidupnya.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/khotbah-pak-bejo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Paskah Bagi Temi</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/arti-paskah-bagi-temi/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/arti-paskah-bagi-temi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 15:54:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan cerita sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[mp3 lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=732</guid>
		<description><![CDATA[Arti Paskah Bagi Temi By : Sekolah Minggu &#8220;Kumendaki ke Bukit Sion&#8230;,&#8221; anak-anak sekolah minggu bernyanyi. &#8220;Duduuuk!&#8221; Kak Santi memberi aba-aba dan anak-anak pun duduk. &#8220;Kuberjalan bersama-sama&#8230;.&#8221; Anak-anak terus menyanyi. &#8220;Berdiriii!&#8221; Aba-aba Kak Santi lagi. Anak-anak pun berdiri. Mereka bernyanyi<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/arti-paskah-bagi-temi/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="cerita paskah sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/arti-paskah-bagi-temi/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Arti Paskah Bagi Temi</b></span></a></h1>
<p>By : <a title="lagu sekolah minggu anak-anak" href=" http://sekolahminggu.com/arti-paskah-bagi-temi/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p><i>&#8220;</i><em><strong><span style="color: #008000;">Kumendaki ke Bukit Sion&#8230;,&#8221; anak-anak sekolah minggu bernyanyi.</span></strong></em></p>
<p><em><strong><span style="color: #008000;">&#8220;Duduuuk!&#8221; Kak Santi memberi aba-aba dan anak-anak pun duduk.</span></strong></em></p>
<p><em><strong><span style="color: #008000;">&#8220;Kuberjalan bersama-sama&#8230;.&#8221; Anak-anak terus menyanyi.</span></strong></em></p>
<p><em><strong><span style="color: #008000;">&#8220;Berdiriii!&#8221; Aba-aba Kak Santi lagi. Anak-anak pun berdiri.</span></strong></em></p>
<p><i>Mereka bernyanyi dengan riang sambil bertepuk tangan.</i></p>
<p>Beberapa anak memperhatikan Temi yang tersenyum-senyum geli dan selalu terlambat duduk atau berdiri.</p>
<p>Temi memang agak terbelakang. Kadang-kadang ia kurang mengerti apa yang Kak Santi katakan. Bila ada permainan kelompok, anak-anak tidak mau Temi masuk ke dalam kelompok mereka karena mereka takut kalah. Namun dengan bijak Kak Santi mengatur bahwa Temi akan masuk ke dalam setiap kelompok bergantian. Jadi mereka tidak perlu menolak Temi.</p>
<p>Beberapa anak suka mengolok-olok Temi. Kadang-kadang mereka menyuruh Temi memegang pipi Rika atau Eli dan Temi melakukannya. Bila anak-anak perempuan itu marah-marah, Temi akan kebingungan, dan mereka yang nakal tertawa geli. Anak-anak yang baik memarahi anak-anak nakal itu.</p>
<p>Seminggu lagi hari Paskah tiba. Kak Santi membagikan kotak-kotak kosong kepada anak-anak di kelasnya. Kotak itu adalah kotak kue biasa ukuran kecil.</p>
<p>&#8220;Minggu depan kita merayakan kebangkitan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus hidup. Jadi, kalian masing-masing harus membawa benda yang melambangkan hidup,&#8221; kata Kak Santi. &#8220;Masukkan benda itu ke dalam kotak ini.&#8221;</p>
<p>Seminggu kemudian sebelum sekolah minggu dimulai anak-anak sibuk memegang kotak masing-masing.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img059.jpg"><img class="size-medium wp-image-673 alignleft" alt="img059" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img059-300x217.jpg" width="300" height="217" /></a></p>
<p>&#8220;Aku buatkan lubang-lubang kecil supaya kupu-kupuku mendapat udara segar,&#8221; kata Steven.</p>
<p>&#8220;Kok, kamu bisa sih tangkap kupu-kupu?&#8221; tanya Eli kagum.</p>
<p>&#8220;Tukang kebun kami yang menangkapnya pakai jaring. Aku hanya membawanya,&#8221; jawab Steven.</p>
<p><i>Kriiik&#8230;kriiik</i>. Suara itu berasal dari dalam kotak Johan. Oh, pastilah Johan membawa jangkerik.</p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Aku bawa sesuatu yang tidak disukai anak cewek,&#8221; kata Leo sambil mengintip ke dalam kotaknya.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Apaaa?&#8221; tanya beberapa anak perempuan, ingin tahu sekaligus ngeri.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Cacing!&#8221; seru Leo. Dan semua anak perempuan menjauhi Leo.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Repot amat sih cowok-cowok itu. Aku sih bawa tanaman kecil saja. Tanaman kan makhluk hidup juga,&#8221; kata Rika.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Iya, aku juga bawa bunga sepatu. Tinggal ambil di pekarangan,&#8221; kata Eli.</span></em></strong></p>
<p>Tak lama kemudian mereka masuk ke kelas. Acara doa, bernyanyi memuji Tuhan, cerita Paskah, semua berlangsung dengan lancar. Kemudian anak-anak bergiliran maju ke depan menunjukkan isi kotaknya.</p>
<p>&#8220;Wooow!&#8221; Anak-anak berseru kagum dan bertepuk tangan ketika Steven membuka kotaknya dan seekor kupu-kupu terbang pergi.</p>
<p>&#8220;Hiii!&#8221; seru beberapa anak perempuan ketika melihat kecoak yang dibawa Doni.</p>
<p>&#8220;Waaah, bagus sekali!&#8221; puji anak-anak ketika melihat isi kotak Stella. Bunga anggrek dengan daun hijau, tangkainya dilapis kertas perak dan diberi peniti. Lalu Stella menyematkan bunganya di blus Kak Santi dan anak-anak bertepuk tangan.</p>
<p>Akhirnya tibalah giliran Temi. Ia yang terakhir. Pelan-pelan Temi membuka kotaknya dan kelas menjadi gaduh. Kotak itu kosong.</p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Dia tidak mengerti. Kasihan,&#8221; bisik Rika pada Eli.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Dasar bodoh,&#8221; bisik Leo pada Martin.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">Kak Santi menyuruh anak-anak diam.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Temi, mengapa kotakmu kosong? Kamu harus bawa sesuatu yang melambangkan hidup, bukan?&#8221; tanya Kak Santi sabar.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">Temi mengangguk. Kemudian ia berkata, &#8220;Ini kuburan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus-Nya hidup, lalu pergi dari kuburan-Nya.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Tuhan Yesus sudah bangkit. Tuhan Yesus sayang Kak Santi Tuhan Yesus sayang teman-teman,&#8221; kata Temi dengan lancar sambil mengacung-acungkan kotak kosongnya.</span></em></strong></p>
<p>Tiba-tiba kelas menjadi sunyi. Temi mengerti artinya Paskah. Tuhan memberikan pengertian itu kepada Temi yang dianggap bodoh oleh teman-temannya.</p>
<p>Kak Santi memegang bahu Temi. &#8220;Kamu benar, Temi. Kamu pandai. Kubur kosong memang merupakan bukti bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit. Dan Tuhan Yesus mengasihi kita semua.&#8221;</p>
<p>Wajah Temi berseri-seri dan matanya berbinar-binar.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/arti-paskah-bagi-temi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
