<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; kumpulan game anak anak</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/kumpulan-game-anak-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>John Nelson Darby Membantu Mengawali Plymouth Brethen</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/john-nelson-darby-membantu-mengawali-plymouth-brethen/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/john-nelson-darby-membantu-mengawali-plymouth-brethen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 05:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[daftar lagu anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan game anak anak]]></category>
		<category><![CDATA[lagu sekolah minggu download]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1830 John Nelson Darby Membantu Mengawali Plymouth Brethen By Sekolah Minggu Lima pria berkumpul untuk kebaktian di sebuah rumah di Dublin, Fitzwilliam Square pada bulan November, 1829. Tuan rumah, Francis Hutchinson, menggelar kebaktian sederhana dan mengundang mereka bertemu di<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/john-nelson-darby-membantu-mengawali-plymouth-brethen/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1830 John Nelson Darby Membantu Mengawali <i>Plymouth Brethen</i></b></span></p>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/John-Nelson-Darby.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-310" alt="John Nelson Darby" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/John-Nelson-Darby-181x300.jpg" width="181" height="300" /></a>Lima pria berkumpul untuk kebaktian di sebuah rumah di Dublin, Fitzwilliam Square pada bulan November, 1829. Tuan rumah, Francis Hutchinson, menggelar kebaktian sederhana dan mengundang mereka bertemu di sana secara teratur pada waktu-waktu yang tidak mengganggu aktivitas gereja mereka yang lain.</p>
<p>Bagi yang berpikiran modern, pertemuan seperti itu kelihatannya tidak luar biasa. Tetapi pada waktu itu hal tersebut adalah sesuatu yang tidak umum. Gereja Inggris yang telah dikukuhkan mendominasi kehidupan dan praktik religius. Persekutuan  dan kebaktian diluar gereja dianggap tidak benar. Mengadakan komuni tanpa seorang imam adalah skandal.</p>
<p>John Nelson Darby hadir pada pertemuan tersebut, namun agak kurang tepat jika ia dikatakan sebagai pendiri <i>Plymouth Brethen </i>(Persaudaraan Plymouth). Dia hanyalah salah seorang dari antaranya yang bertindak sebagai pemimpin pada hari-hari awalnya, meskipun ia menajdi juru bicara yang patut dikagumi.</p>
<p>Pada tiga dekade pertama abad kesembilan belas, semangat spiritual sedang bekerja di Irlandia. Beberapa orang Katolik berpindah ke Gereja Anglikan atau ke gereja-gereja lain, gerakan independen juga sedang bangkit. Orang-orang Kristen secara berkelompok mulai mengadakan pertemuan di luar gereja mapan &#8211; dengan hanya Alkitab sebagai pedoman mereka.</p>
<p>Gerakan <i>Plymouth Brethen </i>mungkin berpaling kembali ke Anthony Noris Groves, seorang dokter gigi Kristen sejati. Ia bersedia meninggalkan praktiknya untuk pelayanan misi di Persia. Dengan patuh ia memasuki Trinity College, di Dublin pada tahun 1826, menyiapkan diri untuk penahbisan. Namun, di sana ia berhubungan dengan sejumlah orang Dublin yang berpikiran independen. Teman ini telah menguncang pandangannnya mengenai <i>high church. </i>Namun ia pernah bertanya-tanya, <i>apa perlunya semua kelas dan ujian-ujian ini bagi saya untuk menjadi seorang misionaris? </i>Akhirnya ia memutuskan bahwa ia tidak membutuhkan pentahbisan ataupun perkumpulan misi resmi. Ia cukup melangkah dalam iman.</p>
<p>Groves mengumpulkan teman dari Dublin dan Plymouth serta berangkat ke Bagdad pada tahun 1829. Dukungan terhadap Groves telah menjadi faktor pemersatu karena kelompok-kelompok bertemu untuk mendoakan dia dan mengumpulkan dana untuk mendukung dia.</p>
<p>Sementara itu, John Nelson Darby sedang bertugas sebagai kurator di County Wicklow. Ia telah belajar hukum di Trinity College, namun segera menanti penahbisan. Ia pun seorang gerejawan sejati, tetapi ia menjadi kecewa karena kebijakan &#8220;pintu tertutup&#8221; gerejanya. Tampaknya, atasannya lebih mempedulikan keanggotaan gereja ketimbang Kristus.</p>
<p>Setelah terluka dalam kecelakaan pada tahun 1827, Darby mengambil cuti dari gerejanya  untuk memulihkan kesehatannya di Dublin. Di sana ia bertemu dengan sejumlah orang yang berpikiran sama, beberapa dari lingkungan pendukung Groves. Kelompok ini mendukung ide-ide yang sudah terbentuk dalam benak Darby. Tidak lama kemudian ia meninggalkan kedudukannya, tetapi ia belum memisahkan diri dari gerejanya. Ia menjadi pendukung terang-terangan bagi keterbukaan dan kesatuan gereja dengan menerbitkan selebaran yang menganjurkan perubahan kebijakan dalam gereja. Ia menyerukan spiritualitas yang benar di antara orang Kristen dan kembali ke Kitab Suci. Satu aspek Kitab Suci yang telah diabaikan ialah nubuat. Ia terpesona akan teori-teori akhir zaman dan meminta agar para pemimpin Kristen memperhatikan hal ini. Serentetan konferensi nubuat diadakan pada awal-awal tahun 1830-an untuk memikirkan hal ini.</p>
<p>Pandangan dominan yang terdapat di gereja yang mapan bersifat &#8220;pascamillenium&#8221;, yaitu gereja akan membawa era perdamaian, setelah itu baru Kristus akan kembali. Tetapi Darby berpegang pada ajaran Manuel de Lacunza, biarawan Chile abad kedelapan belas. Lacunza berpegang pada kedatangan kembali pramillenial &#8211; dunia akan menuju kehancuran hingga Kristus datang dan memulai dengan pemerintahan seribu tahun-Nya. (Lacunza juga mengemukakan bahwa Kristus pertama akan tampil untuk memisahkan orang-orang yang setia kepada-Nya dari bencana-bencana yang teramat buruk, sebelum Ia kembali untuk mendirikan pemerintahan-Nya).</p>
<p>Pada tahun 1831, fokus gerakan tersebut mulai berpindah ke Plymouth, Inggris. Pada tahun-tahun berikutnya terdapat semacam konsolidasi dari kelompok-kelompok yang berbeda-beda. Para &#8220;Brethren&#8221;, begitulah mereka dikenal mencoba menanggalkan semua perlengkapan yang bukan alkitabiah dari gereja mereka. Komuni diadakan setiap Minggu, tidak ada seorang pendeta pun yang diteguhkan (setiap orang adalah pendeta); dan orang-orang dari segala dominasi disambut atas nama Kristus. Para <i>Brethen</i> juga percaya pada perdamaian (dan musyawarah), dan tentunya pada pentingnya nubuat.</p>
<p>Di Bristol, seorang imigran Jerman bernama George Mueller mendirikan sebuah panti asuhan. Diilhami contoh  A.N. Groves yang menjalankan misi dalam iman, dengan iman Mueller bertekad menjalankan panti asuhannya. Ia tidak meminta uang, hanya percaya bahwa Allah akan melengkapinya. Pelayanan Mueller menjadi legenda, suatu bukti iman sederhana <i>Plymouth Brethen </i>yang bertumbuh.</p>
<p>Sementara itu, Darby melanjutkan perjalanannya, berbicara dan menulis. Ketika mengadakan tur di Swiss pada tahun 1838, ia mendirikan sejumlah Gereja <i>Brethren</i> di sana. Suatu  revolusi politik pada tahun 1845 menimbulkan penyiksaan terhadap gereja-gereja ini, dan Darby sendiri nyaris menjadi korban.</p>
<p>Pada waktu yang bersamaan, kontroversi muncul di antara Brethren, khususnya mengenai  anugerah spiritual, pembasuhan kaki, tugas penatua dan interprestasi nubuat. Perpecahan besar terjadi antara Darby dan B.W. Newton, yang dapat dianggap sebagai mitra pendiri gerakan. Akhirnya Newton mengundurkan diri dari gereja, dan kemudian konflik pun meningkat sehingga memisahkan Darby dan Mueller. Akibat ketidaksepakatan mereka ialah perpecahan antara <i>Brethren </i>Eksklusif (yang tidak akan berekanan dengan mereka yangberdoktrin kurang sehat) dan <i>Brethren</i> Terbuka. Tentunya, eksklusivitas kelompok yang pertama tadi menimbulkan perpecahan-perpecahan selanjutnya, mencerminkan ironi yang menyedihkan bahwa sukar berpegang bersama-sama pada kesatuan gereja dan kemurnian doktrin.</p>
<p>Seperti <i>Disciples of Christ </i>di Amerika Serikat, <i>Plymouth Brethren </i>menyuntikkan perlunya tekanan kesederhanaan dalam kehidupan gereja di Inggris. Gereja tersebut telah mendapatkan pengikut-pengikut yang cukup berarti di seluruh dunia, termasuk figur-figur terkemuka seperti Samuel Tregelles dan pakar Perjanjian Baru modern F.F. Bruce.</p>
<p>Akan tetapi, kemasyhuran utama Darby ialah eskatologinya. Pandangannya tentang nubuat dikenal sebagai dispensasionalisme <i>(dispensationalism). </i>Itu menjadi tema utama pada konferensi nubuat pada tahun 1800-an serta gerakan fundamentalis pada awal-awal tahun 1900-an.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/john-nelson-darby-membantu-mengawali-plymouth-brethen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yohanes Hus Dibakar pada Tiang Pancang</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/yohanes-hus-dibakar-pada-tiang-pancang/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/yohanes-hus-dibakar-pada-tiang-pancang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2013 05:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan game anak]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan game anak anak]]></category>
		<category><![CDATA[lagu gereja anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1415 Yohanes Hus Dibakar pada Tiang Pancang By Sekolah Minggu &#8220;Kita akan memberinya kesulitan.&#8221; &#8220;We&#8217;ll cook his goose.&#8221; Orang yang dimaksud kata-kata tersebut ialah Yohanes Hus, yang arti nama belakangnya adalah goose (angsa) dalam bahasanya Ceko. Orang yang mengucapkan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/yohanes-hus-dibakar-pada-tiang-pancang/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b>Tahun 1415 Yohanes Hus Dibakar pada Tiang Pancang</b></p>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Yohanes-Hus.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-189" alt="Yohanes Hus" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Yohanes-Hus.jpg" width="206" height="245" /></a>&#8220;Kita akan memberinya kesulitan.&#8221; &#8220;We&#8217;ll cook his goose.&#8221; Orang yang dimaksud kata-kata tersebut ialah Yohanes Hus, yang arti nama belakangnya adalah <i>goose</i> (angsa) dalam bahasanya Ceko. Orang yang mengucapkan kata-kata di atas mengacu pada fakta bahwa Hus dibakar di tiang pancang. Namun ketika para penguasa negara dan gereja menghukum Hus, mereka sesungguhnya menyulut api nasionalisme dan reformasi Gereja.</p>
<p>Pada tahun 1401, Yohanes ditahbiskan menjadi imam. Sebagian besar karirnya dihabiskan dengan mengajar di Univesitas Charles, di Praha dan berkhotbah di Kapel Betlehem yang berpengaruh, yang letaknya tidak jauh dari universitas itu.</p>
<p>Meskipun negara John Wycliffe letaknya jauh dari Bohemia, pengaruhnya telah tersebar di sana setelah Raja Richard II menikah dengan Anne, saudara perempuan raja Bohemia. Anne telah membuka jalan bagi orang Bohemia belajar di Inggris, dengan demikian tulisan-tulisan Wycliffe yang berbau reformasi telah menyusup ke Bohemia.</p>
<p>Pada dinding-dinding Kapel Betlehem terdapat lukisan-lukisan paus dan Kristus dengan perilaku yang berlawanan. Ketika paus berkuda, Kristus berjalan kaki tanpa alas, ketika Yesus membasuh kaki para murid-NYa, kaki paus diciumi. Hus tersinggung dengan keduniawian para agamawan seperti itu, dan ia pun berkhotbah dan mengajar melawan hal itu, sambil menekankan kesucian pribadi serta kemurnian  hidup. Dengan menekankan peranan Alkitab dalam otoritas Gereja, ia mengangkat pengajaran yang bersifat alkitabiah ke kedudukan penting dalam pelayanan di gereja.</p>
<p>Ajaran Hus menjadi populer di kalangan umum dan beberapa dari kalangan aristokrat, termasuk sang ratu. Ketika pengaruhnya di universitas bertumbuh pada proporsi yang besar, popularitas tulisan Wycliffe pun bertambah.</p>
<p>Uskup Agung Praha menolak ajaran Hus. Ia memerintahkan Hus untuk berhenti berkhotbah dan meminta universitas membakar tulisan-tulisan Wycliffe. Ketika Hus menolak perintahnya, uskup agung tersebut menghukumnya. Paus YohanesXXIII (salah seorang dari tiga orang paus dalam Skisma Besar) menempatkan Praha di bawah<i> interdict </i>- suatu tindakan yang secara efektif mengucilkan seluruh kota itu, karenanya tidak seorang pun yang dapat menerima sakramen gereja. Hus setuju meninggalkan Praha, untuk membantu kota itu, tetapi ia senantiasa menarik massa, seperti ketika ia berkhotbah di gereja dan mengadakan persekutuan-persekutuan di alam terbuka.</p>
<p>Hus mengembangkan perlawanan terhadap kaum rohaniwan bukan saja dengan meninggalkan gaya hidup rohaniwan yang amoral dan mewah &#8211; termasuk paus &#8211; tetapi menegaskan bahwa hanya Kristus sajalah Kepala Gereja. Dalam bukunya <i>On the Church </i>(Tentang Gereja), ia membela otoritas kaum rohaniwan, namun menekankan bahwa hanya Allah yang dapat mengampuni dosa. Paus  ataupun uskup, tambahnya, tidak dapat menciptakan doktrin yang berlawanan dengan Alkitab, tidak juga seorang Kristen sejati yang dapat patuh pada perintah rohaniwan, jika ternyata hal itu jelas-jelas salah.</p>
<p>Pada tahun 1414, Hus dipanggil ke Konsili Konstanz untuk mempertanggungjawabkan ajarannya. Kaisar Romawi yang saleh, Sigismund, menjanjikan keamanannya.</p>
<p>Konsili telah mengambil sikap bagi Hus. Setibanya di sana, Hus langsung ditangkap. Konsili mengutuk baik ajaran Wycliffe maupun Hus.</p>
<p>Ketika ia diserang, ia menolak menyangkal pernah menyatakan bahwa apabila seorang paus atau uskup berada dalam dosa, maka ia bukan lagi paus atau uskup. Secara lisan Hus telah menyertakan juga sang raja dalam daftar tersebut.</p>
<p>Sigismund memanggil Konsili itu untuk memperbaiki Skisma Besar, dan mereka telah melakukannya. Tetapi tentunya tidak ada konsili yang memulihkan otoritas seorang paus akan membebaskan seorang pemberontak yang mempertanyakan hak tersebut.</p>
<p>Walau terkuras karena masa penjara yang panjang, penyakit dan kurang tidur, ia tetap menyatakan bahwa ia tidak bersalah dan menolak melepaskan &#8220;kesalahannya&#8221;. Pada Konsili ia berseru, &#8220;Meskipun ditawarkan sebuah kapel penuh dengan emas, saya tidak akan mundur dari kebenaran.&#8221;</p>
<p>Pada tanggal 6 Juli 1415, Gereja dengan resmi mengutuk Hus dan menyerahkannya kepada para otoritas sekuler untuk segera dihukum. Dalam perjalanan menuju tempat ia dieksekusi, Hus melewati halaman sebuah gereja. Di sana berkobar api unggun yang dibuat dari buku-bukunya. Sambil tertawa ia mengatakan kepada orang-orang di jalan agar tidak mempercayai kebohongan yang beredar tentang dia. Ketika ia tiba di tempat ia akan dibakar di atas tiang pancang, pejabat pemerintah yang bertugas menyarankan Hus menarik kembali pandangannya. &#8220;Allah adalah saksi saya,&#8221; jawab gerejawan tersebut, &#8220;bukti yang mereka kemukakan salah. Saya tidak pernah mengajar atau berkhotbah kecuali dengan maksud memenangkan manusia, jika mungkin, dari dosa mereka. Hari ini saya akan mati dengan gembira.&#8221;</p>
<p>Setelah ia meninggal, abu jasad Yohanes Hus ditaburkan di sebuah sungai. Kematiannya, yang dihadapinya dengan berani, meningkatkan martabatnya. Dipicu semangat kebangsaan keagamaan, para pengikutnya memberontak melawan Gereja Katolik dan kekaisaran yang didominasi oleh Jerman. Mereka menggulingkan keduanya secara efektif. Walaupun Paus mencoba segala upaya menindas gerakan ini, gerakan itu tetap bertahan sebagai gereja independen, yaitu <i>Unitas Fratrum </i>(&#8220;Persatuan Persaudaraan&#8221;).</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/yohanes-hus-dibakar-pada-tiang-pancang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Johann Gutenberg Membuat Alkitab Cetak yang Pertama</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/johann-gutenberg-membuat-alkitab-cetak-yang-pertama/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/johann-gutenberg-membuat-alkitab-cetak-yang-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2013 05:11:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan game anak anak]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan lagu rohani anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak anak kristen]]></category>
		<category><![CDATA[lagu gereja anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1456 Johann Gutenberg Membuat Alkitab Cetak yang Pertama By Sekolah Minggu Selama Abad Pertengahan, tidak banyak orang memiliki Alkitab atau buku-buku apa pun. Para biarawan menyalin teks dengan tangan di atas lembaran-lembaran papyrus atau kertas kulit hewan. Biaya bagi<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/johann-gutenberg-membuat-alkitab-cetak-yang-pertama/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b>Tahun 1456 Johann Gutenberg Membuat Alkitab Cetak yang Pertama</b></p>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Johann-Gutenberg.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-192" alt="Johann Gutenberg" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Johann-Gutenberg.jpg" width="260" height="194" /></a>Selama Abad Pertengahan, tidak banyak orang memiliki Alkitab atau buku-buku apa pun. Para biarawan menyalin teks dengan tangan di atas lembaran-lembaran papyrus atau kertas kulit hewan. Biaya bagi bahan maupun waktu penyalinannya adalah sesuatu yang tidak dapat dicapai orang-orang biasa, bahkan mengharapkan buku yang mungkin dia butuhkan tersedia.</p>
<p>Tidak banyak orang yang dapat membaca dalam bahasanya sendiri, dan buku-buku umumnya &#8211; termasuk Alkitab &#8211; hanya tersedia dalam bahasa Latin, bahasa yang dimengerti hanya oleh segelintir orang. Orang-orang awam bergantung pada imam setempat dan lukisan-lukisan atau patung-patung di gereja untuk informasi mengenai Alkitab. Acap kali imam setempat kurang atau sama sekali tidak terlatih dalam bahasa Latin, dan pengetahuannya tentang Alkitab sangat minim. Meskipun para sarjana berdebat tentang Alkitab dan menulis tentang ulasan-ulasan, namun pemikiran mereka agak sukar ditelaah oleh orang-orang Kristen awam pada umumnya.</p>
<p>Salah satu perubahan besar pada abad kelima belas mempunyai dampak besar pada keadaan ini. Pada tahun 1440-an, Johann Gutenberg bereksperimen dengan keping-keping cetakan logam yang dapat dipindah-pindahkan. Dengan menyusun buku dalam cetakan timah, ia dapat menghasilkan salinan dalam jumlah yang besar, dengan jumlah dana yang jauh lebih kecil daripada salinan tangan.</p>
<p>Pada tahun 1456 Gutenberg &#8211; atau sekelompok orang termasuk dia &#8211; mencetak 200 salinan Alkitab Hieronimus, Vulgata. Orang biasa masih belum dapat memahami firman Allah, tetapi ini adalah langkah pertama suatu revolusi besar.</p>
<p>Untuk sementara para pakar percetakan Mainz ini merahasiakan teknik Gutenberg sebagai rahasia perusahaan. Namun menjelang tahun 1483, tatkala Martin Luther lahir, setiap negara di Eropa memiliki sekurang-kurangnya satu percetakan. Dalam tempo lima puluh tahun sejak pencetakan Alkitab pertama oleh Gutenberg, percetakan-percetakan telah mencetak jauh melebihi salinan-salinan yang dihasilkan para biarawan berabad-abad lamanya. Buku-buku bermunculan dalam sejumlah bahasa, dan orang yang melek huruf bertambah.</p>
<p>Tanpa penemuan Gutenberg, mungkin tujuan Reformasi memakan waktu lebih lama untuk dicapai. Selama hanya para rohaniwan yang dapat membaca firman Allah dan membandingkannya dengan ajaran gereja, maka dampaknya terbatas sekali bagi orang-orang Kristen awam.</p>
<p>Dengan penemuan percetakan ini, Luther dan para reformator lainnya dapat menyampaikan firman Allah kepada &#8220;setiap bocah pembajak (ladang) dan gadis pelayan&#8221;. Luther menerjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Jerman yang baik dan mudah dibaca, yang digunakan berabad-abad lamanya. Tidak lagi seorang imam, paus atau konsili yang menjadi perantara bagi orang percaya dan pemahaman Alkitabnya. Meski banyak yang menyatakan bahwa tidak semua orang dapat mengerti firman Allah tanpa dijelaskan oleh para gerejawan, orang-orang Jerman itu mulai melakukan hal itu.</p>
<p>Ketika mereka membaca, orang-orang biasa ini mulai meresapi dunia Alkitab yang dramatis. Kegiatan-kegiatan iman di rumah-rumah tangga sudah dimungkinkan. Perlahan-lahan tembok antara pastor dan jemaat mulai runtuh. Daripada cemas akan &#8220;Apa yang harus saya akui kepada seorang imam?&#8221;, orang percaya dapat bertanya, &#8220;Apakah hidup saya sesuai dengan ajaran Alkitab?&#8221;</p>
<p>Dengan penemuan alat cetak yang rumit ini, maka tersulutlah  api di seluruh Eropa, yaitu api yang menyebarkan Injil dan yang membuat orang melek huruf.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/johann-gutenberg-membuat-alkitab-cetak-yang-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
