<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; kurikulum sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/kurikulum-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Pembantaian pada Hari Santo Bartolomeus</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/pembantaian-pada-hari-santo-bartolomeus/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/pembantaian-pada-hari-santo-bartolomeus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2013 10:13:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lirik lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1572 Pembantaian pada Hari Santo Bartolomeus By Sekolah Minggu Ada secercah harapan damai di Paris pada tanggal 18 Agustus 1572. Sebuah pernikahan yang megah menjalin dua faksi yang bertikai di Perancis. Henry dari Nawarre berasal dari Marguerite dari Valois,<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/pembantaian-pada-hari-santo-bartolomeus/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1572 Pembantaian pada Hari Santo Bartolomeus</b></span></h3>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Pembantaian-pada-Hari-Santo-Bartolomeus.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-235" alt="Pembantaian pada Hari Santo Bartolomeus" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Pembantaian-pada-Hari-Santo-Bartolomeus.jpg" width="220" height="231" /></a>Ada secercah harapan damai di Paris pada tanggal 18 Agustus 1572. Sebuah pernikahan yang megah menjalin dua faksi yang bertikai di Perancis. Henry dari Nawarre berasal dari Marguerite dari Valois, saudara perempuan Raja Charles IX yang muda putri Catherine de Medici, seorang Katolik. Para bangsawan Protestan dan Katolik yang bertempur satu dengan lainnya selama sepuluh tahun menghadiri peristiwa agung ini.</p>
<p>Calvinisme telah sampai ke Perancis pada tahun 1555. Gereja Protestan Perancis dengan resmi didirikan pada tahun 1559, dengan tujuh puluh dua jemaat dalam Sinode Paris. Para misionaris berdatangan dari Strasboug dan kota-kota Calvinis lainnya. Tidak lama kemudian terdapat 2.000 gereja dan 400.000 pengunjung. Kaum Protestan Perancis dikenal sebagai Huguenot.</p>
<p>Perang meletus pada tahun 1562, dengan pembantaian para Huguenot di Vassy. Orang-orang Protestan telah mengembangkan komando militernya sendiri dan mengadakan perlawanan dalam tiga &#8220;perang agama&#8221; yang  terpisah. Manuvernya sama rumitnya dengan permainan catur. Ratu Catherine de Medici berupaya mengonsolidasikan kekuasaannya atas takhta putranya yang muda dengan mengadu domba para pesaingnya.</p>
<p>Perpaduan persaingan nasionalisme, dinasti, agama dan politik telah menyulut api tersebut. Bagaimana Perancis menjalin hubungan dengan Spanyol, Belanda dan Inggris? Menurut dinastinya, sang ratu telah bersekutu dengan Guises untuk melawan Bourbon. Politik dan agama agaknya menyatu, karena para bangsawan Huguenot lebih cenderung menjadi republikan, anti kerajaan dan anti kepausan.</p>
<p>Sementara ia merencanakan perkawinan ini, Catherine merencanakan juga pembunuhan Gaspard de Coligny, pemimpin Huguenot. Coligny adalah pahlawan Perancis populer yang telah menjadi Protestan. Akhir-akhir ini ia banyak didengar oleh sang raja remaja itu, khususnya, ia telah menyarankan agar Perancis mendukung Belanda melawan Spanyol, strategi yang ditentang Catherine. Pada tanggal 22 Agustus usaha pembunuhan gagal total. Sesudah pesta perkawinan, rencana terselubung seperti itu memalukan keluarga kerajaan. Menurut laporan, sang raja mengatakan, &#8220;Jika Anda ingin membunuh Coligny, mengapa Anda tidak membunuh semua Huguenot di Perancis agar tidak ada seorang pun tertinggal dan membenci saya?&#8221;</p>
<p>Hal itu hampir saja terjadi. Dalam kepanikannya, Catherine memerintahkan agar semua pemimpin Protestan di Paris dibantai. Perintah itu dilaksanakan pada pukul 4 pagi tanggal 24 Agustus 1572 &#8211; Hari St. Bartolomeus. Coligny terbunuh di kamarnya. Claudy Marcel, seorang pejabat kota, membentuk kelompok-kelompok perusuh  (termasuk sejumlah tukang pukul asing) untuk memburu para pemimpin Huguenot lainnya. Tidak sukar mencari mereka. Umumnya para Huguenot adalah pedagang-pedagang makmur di kota. Mereka memiliki toko-toko sendiri. Dengan tiba-tiba saja kebencian kalangan bawah meluap pada warga kelas menengah ini. Atas nama kemurnian agama, pembantaian keji dimulai.</p>
<p>Ratusan jasad telah ditumpuk. Banyak yang dibuang di sungai Seine. Kekejaman itu sungguh mengejutkan: Seorang penjilid buku dipanggang dengan api dari pembakaran buku-bukunya sendiri &#8211; berikut ketujuh orang anaknya. Para bayi pun tidak luput dari pertumpahan darah itu.</p>
<p>Kegilaan ini menyebar ke propinsi-propinsi lain pada hari-hari bahkan minggu-minggu berikutnya. Catherine berusaha mengakhiri kekerasan di Paris itu dengan meminta Charles menandatangani pernyataan bahwa pembunuhan Coligny dan para Huguenot lainnya <i>bukan</i> mematikan iman Protestan, melainkan hanya untuk membatalkan sebuah konspirasi. Hal itu mungkin mengobati luka warga Paris, tetapi di daerah-daerah lainnya di Perancis, teror itu baru mulai. Meskipun ada perintah kerajaan kepada para gubernur di propinsi untuk memberi &#8220;perlindungan&#8221; kepada para Huguenot, para perusuh bertambah ganas.</p>
<p>Di Lyons, contohnya, para Huguenot digiring untuk &#8220;berlindung&#8221; ke sebuah biara. Ketika di sana sudah penuh, mereka dipindahkan ke sebuah penjara. Namun, para perusuh Katolik berupaya menyerang penjara tersebut dan membunuh mereka. Di mana-mana para Huguenot dipaksa membayar uang tebusan berat bagi keselamatan mereka sendiri, namun mereka dibunuh juga.</p>
<p>Angka perkiraan kematian mereka mencapai 100.000, walaupun mungkin sesungguhnya hanya berkisar 30.000 atau 40.000 orang. Namun, pembantaian tersebut tidak memadamkan api Huguenot di Perancis. Pada tahun-tahun berikutnya terjadi lima kali perang saudara antara Protestan dan Katolik di Perancis.</p>
<p>Tidak lama setelah perang terakhir, pada tahun 1589, Henry dari Nawarre &#8211; mempelai laki-laki yang Protestan, pada perkawinan itu &#8211; menjadi raja. Sebelumnya, untuk keperluan politik, ia pernah menanggalkan ikatan Protestannya &#8211; perbuatan ini diulanginya lagi ketika ia menjadi raja. Pada tahun 1598 ia mencoba mendamaikan para Huguenot dengan Edik Nantes yang memberi kebebasan agama terbatas &#8211; sekurang-kurangnya di kubu Huguenot. Namun, ia membatasi serangan orang-orang Protestan ke daerah-daerah Katolik.</p>
<p>Masa kejayaan para Huguenot sangat singkat. Kardinal Richelieu menghentikan kesempatan berpolitik mereka pada tahun 1629, dan Louis XIV dengan resmi membatalkan <i>Edik Nantes </i>pada tahun 1685. Hal itu menjadi era lain sebelum kekuasaan Katolik di Perancis ditantang lagi.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/pembantaian-pada-hari-santo-bartolomeus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benedictus dari Nursia Mendirikan Ordo Biaranya</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/benedictus-dari-nursia-mendirikan-ordo-biaranya/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/benedictus-dari-nursia-mendirikan-ordo-biaranya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2013 06:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu-lagu sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 529 Benedictus dari Nursia Mendirikan Ordo Biaranya By Sekolah Minggu Setelah kekristenan diterima di bawah kekuasaan Konstatinus, maka sukarlah membedakan antara mereka yang sungguh-sungguh mengikut Kristus dengan mereka yang ikut-ikutan karena popularitasnya saja. Akibatnya, banyak orang Kristen yang sungguh-sungguh<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/benedictus-dari-nursia-mendirikan-ordo-biaranya/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 529 Benedictus dari Nursia Mendirikan Ordo Biaranya</span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Benedictus.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-115" alt="Benedictus" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Benedictus.jpg" width="194" height="259" /></a>Setelah kekristenan diterima di bawah kekuasaan Konstatinus, maka sukarlah membedakan antara mereka yang sungguh-sungguh mengikut Kristus dengan mereka yang ikut-ikutan karena popularitasnya saja. Akibatnya, banyak orang Kristen yang sungguh-sungguh berusaha memisahkan diri dari massa tadi.</p>
<p>Biarawan seperti Antonius menjadi terkenal karena penyangkalan dirinya. Untuk mendapatkan kesucian, mereka tidak makan dan tidur, berdoa sambil berdiri berjam-jam lamanya dan juga berdiam di puncak-puncak pilar. Mereka yang telah jenuh berkompromi dengan Gereja yang penuh dosa merasa bahwa tindakan aneh ini seolah-olah membuktikan dedikasi para biarawan itu Allah.</p>
<p>Sekitar tahun 320, Pachomius memulai biara komunal <i>(communal monasticism). </i>Menyadari kecenderungan penyangkalan diri tidak dapat dikendalikan, dan mungkin juga berubah menjadi persaingan spiritual, Pachomius berupaya menertibkan gaya kehidupan asketis, yaitu dengan penyangkalan diri secara sederhana. Tokoh-tokoh lain seperti Basilius Agung (330-379) dan orang-orang Kristen Irlandia mendirikan komunitas biara juga.</p>
<p>Akan tetapi, Benedictus dari Nursia menjadi kekuatan yang sesungguhnya di balik biara Eropa. Ia dilahirkan di sebuah keluarga Italia kelas atas, dan sebagai orang muda, ia pergi ke Roma untuk belajar. Namun Roma, yang telah mempunyai reputasi sebagai salah satu kota yang amat Kristiani di atas bumi, memberi kesan padanya sebagai kota yang tidak bermoral dan sembrono. Karena jemu, Benedictus pun meninggalkan tempat itu dan menjadi seorang biarawan.</p>
<p>Ia meraih reputasi di bidang spiritulitas, dan banyak keluarga membawa putra-putra mereka kepadanya untuk dilatih dalam kehidupan Kristiani. Dengan agak terpaksa, biarawan tersebut setuju menjadi kepala biara bagi kelompok biarawan tersebut. Ketika ia menerapkan disiplin ketat, maka minat mereka pada Benedictus pun pudar &#8211; seorang biarawan akan bertekad meracuninya. Takut akan bahaya atas dirinya, Benedictus bersembunyi di sebuah gua dan kemudian meninggalkan daerah itu. Namun pengalamannya itu memberinya pelajaran penting: tetapi perlu dipertimbangkan juga kelemahan manusia.</p>
<p>Sekitar tahun 529, Benedictus pindah ke Monte Cassino. Di sana ia menghancurkan sebuah kuil kafir yang masih dipakai, dan mendirikan sebuah biara.</p>
<p>Jika Benedictus hanya memberikan Gereja sebuah biara, maka ia tidak akan dikenang sebaik ini. Berbagai peraturan yang ia tetapkan jauh lebih penting daripada gedung-gedung tersebut. Benedictus berpandangan bahwa biara harus memenuhi segala yang dibutuhkan komunitas swasembada, yang memiliki ladang dan bengkel kerja sendiri. Ia ingin mewujudkan &#8220;benteng spiritual&#8221;, untuk memastikan agar para biarawan tidak pergi ke mana-mana untuk mencari kebutuhan hidupnya. Dalam komunitas biara, para biarawan menenun bahan pakaiannya sendiri, menanam bahan makanannya sendiri dan membuat perabotannya sendiri. Berkeliaran di luar tembok biara dipandang sebagai bahaya spritual yang amat besar.</p>
<p>Seperti yang pernah dilihat Benedictus, ada biaarwan yang berkomitmen rendah. Maka ia menentukan pemagangan selama satu tahun. Dalam kurun waktu tersebut para calon biarawan dapat memutuskan bahwa inilah yang sungguh-sungguh ia inginkan. Hanya setelah masa percobaan satu tahun itu ia boleh mengucapkan tiga sumpah yang akan memutuskan hubungannya dengan dunia luar. Dengan sumpah (kaul) <i>kemiskinan</i> ia harus melepaskan seluruh harta miliknya pada komunitas, dengan sumpah <i>kesucian</i> ia menanggalkan semua hubungan seksualnya, dengan sumpah <i>kesetiaan </i>ia berjanji untuk selalu patuh pada para pemimpin biara.</p>
<p>Doa memegang peranan besar dalam kehidupan biara. Peraturan Benediktin mengharuskan tujuh kebaktian dalam satu hari, termasuk<i> vigil service </i>(kebaktian tengah malam), kira-kira pukul 02.00 pagi, yang dianggap sangat penting. Setiap kebaktian berlangsung selama dua puluh menit dan umumnya terdiri dari Mazmur.</p>
<p>Di samping kebaktian umum, para biarawan mengambil bagian juga dalam doa pribadi &#8211; membaca Alkitab, bermeditasi dan berdoa. Meskipun banyak orang menyalahkan komunitas biara sebagai pelarian dari dunia, namun mereka (biarawan) berdoa bagi mereka yang di luar tembok biara.</p>
<p>&#8220;Bermalas-malasan adalah musuh bagi jiwa,&#8221; seru peraturan itu. Jadi setiap biarawan harus bekerja, termasuk pekerjaan di dapur.</p>
<p>Meskipun bekerja, berdoa dan mengadakan kebaktian tampaknya berat, itu adalah upaya  tanpa menjadi terlalu ekstrem.</p>
<p>Benedictus juga mencoba menerapkan hidup suci ini pada orang-orang biasa. Dalam peraturannya, ia menyebut, &#8220;Jika kita tampak agak keras, jangan menjadi takut dan lari. Jalan masuk menuju keselamatan haruslah sempit. Tetapi selagi Anda majusepanjang jalan iman, hati berkembang dan berpacu dengan cinta kasih manis di sepanjang jalan titah Allah.&#8221;</p>
<p>Pada zaman yang rawan dan tak menentu, biara Benediktin menyediakan kepekaan religius dalam suatu tempat berteduh. Meskipun Eropa Barat telah menjadi Kristen secara nominal, namun banyak di antara warganya yang berperilaku seperti orang kafir. Benedictus menjanjikan suatu kehidupan tenang, bertujuan dan agung, yang tidak terdapat di luar biara. Banyak yang mungkin tidak simpatik dengan pengasingan diri seperti ini, tetapi dapat dimengerti mengapa ada yang mencari ketenangan di tengah-tengah dunia yang rawan ini.</p>
<p>Benedictus telah memberi gaya hidup suatu tempat abadi di Eropa Barat &#8211; untuk kebaikan atau keburukan. Peraturannya telah menuntun komunitas biara berabad-abad lamanya, dan sampai sekarang pun masih efektif.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/benedictus-dari-nursia-mendirikan-ordo-biaranya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menaati Allah</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/menaati-allah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/menaati-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 16:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kreatifitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan lagu sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1026</guid>
		<description><![CDATA[Menaati Allah By : Sekolah Minggu   Takut Hukuman &#8220;JANGAN!&#8221; Seringkali kita perlu dikejutkan oleh peringatan itu untuk menghentikan kita dari keasyikan yang sedang kita lakukan, apalagi kalau peringatan itu dilanjutkan dengan ancaman hukuman. &#8220;Jangan rewel atau kamu tidak usah<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/menaati-allah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/menaati-allah/" href=" http://sekolahminggu.com/menaati-allah/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Menaati Allah</b></span></a></h1>
<p>By : <a title="/menaati-allah/" href="http://sekolahminggu.com/menaati-allah/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p><b> </b></p>
<p><b>Takut Hukuman</b></p>
<p>&#8220;JANGAN!&#8221;</p>
<p>Seringkali kita perlu dikejutkan oleh peringatan itu untuk menghentikan kita dari keasyikan yang sedang kita lakukan, apalagi kalau peringatan itu dilanjutkan dengan ancaman hukuman.</p>
<p>&#8220;Jangan rewel atau kamu tidak usah makan sampai malam!&#8221; &#8220;Jangan main terus! Buat PR, atau mainanmu Mama buang!&#8221;</p>
<p>Ancaman hukuman bisa memaksa kita menurut. Hukuman diberikan sebagai akibat dari perbuatan kita yang tidak bisa diterima. Dan karena takut dengan akibatnya, kita terpaksa taat. Kadang-kadang orang tua atau guru perlu memberi peringatan dan hukuman untuk menolong kita mengerti apa artinya taat dan mengapa kita harus taat.</p>
<p><b>Kita Bertumbuh</b></p>
<p>Semakin kamu bertumbuh seharusnya pengertianmu semakin bertambah juga. Kamu perlu mengerti mengapa kita harus selalu berusaha melakukan yang baik dan benar, dan menghindari perbuatan yang buruk. Itu karena kita anak Allah.</p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color: #003300;"> Allah adalah Bapa kita. Dia Bapa yang sangat baik dan selalu benar. Kita harus percaya akan hal itu. Allah mau kita taat kepada-Nya, tidak kurang dari itu. Sebagaimana juga orang tua yang baik ingin agar anak-anaknya taat agar menjadi baik dan benar. Kadang-kadang kita perlu dihukum supaya mau taat. Akan tetapi, Allah akan senang jika kamu mau taat kepada-Nya tanpa perlu dihukum. Jika kamu taat karena memang kamu mau taat, itu berarti kamu bertumbuh.</span></em></strong></p></blockquote>
<p><b>Yesus Menjadi Contoh</b></p>
<p>Menurutmu mengapa Yesus Kristus mau lahir ke dunia? Padahal kita tahu di surga jauuuh lebih indah dan menyenangkan daripada di dunia. Di dunia Yesus harus mengalami penderitaan. Ada satu alasan yang jarang sekali terpikirkan oleh kita, yaitu Yesus Kristus mau lahir ke dunia karena mau TAAT kepada Bapa-Nya di surga.</p>
<p>Bapa di surga mengasihi manusia yang berdosa, termasuk kita. Bapa ingin Yesus turun ke dunia melakukan suatu pekkerjaan yang sangat menyakitkan dan menakutkan. Karena Yesus mengasihi Bapa, Ia mau taat pada Bapa. Yesus bersedia lahir di dunia untuk melakukan pekerjaan ini:</p>
<p>- mati di kayu salib agar dosa kita dihapus</p>
<p>- menjadi pengganti kita untuk menerima hukuman dosa kita</p>
<p>- menyelamatkan kita</p>
<p>Apa jadinya jika Yesus tidak mau taat dan tidak pernah lahir di dunia? Manusia tidak bisa bebas dari hukuman dosanya! Manusia tidak mungkin selamat dari neraka!</p>
<p>Kita harus bersyukur bahwa Yesus mau taat pada keinginan Bapa-Nya. Karena Yesus taat kita bisa selamat. Yesus Kristus menjadi contoh bagi kita semua. Maukah kamu mencontoh Tuhan Yesus yang taat?</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/menaati-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
