<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; lagu anak anak rohani</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/lagu-anak-anak-rohani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Pertobatan Dwight L. Moody</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/pertobatan-dwight-l-moody/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/pertobatan-dwight-l-moody/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 07:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pelajaran sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[games anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak anak rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1855 Pertobatan Dwight L. Moody By Sekolah Minggu Ketika berumur tujuh belas tahun, ia berupaya ke kota besar, Boston. Setelah menjelajahi kota itu berminggu-minggu lamanya, ia menemukan pekerjaan sebagai penjual sepatu di toko pamannya. Ia tinggal di lantai atas.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/pertobatan-dwight-l-moody/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 1855 Pertobatan Dwight L. Moody</span></h2>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Dwight-L.-Moody.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-326" alt="Dwight L. Moody" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Dwight-L.-Moody-235x300.jpg" width="235" height="300" /></a>Ketika berumur tujuh belas tahun, ia berupaya ke kota besar, Boston. Setelah menjelajahi kota itu berminggu-minggu lamanya, ia menemukan pekerjaan sebagai penjual sepatu di toko pamannya. Ia tinggal di lantai atas. &#8220;Saya mendapat kamar di lantai tiga,&#8221; tulisnya, &#8220;saya dapat membuka jendela serta ada tiga buah bangunan yang penuh dengan gadis-gadis tercantik di kota ini &#8211; mereka mngoceh seperti kakak tua.&#8221;</p>
<p>Satu dari sembilan orang anak yang dibesarkan oleh seorang janda di pedalaman Northfield, Massachusetts, Dwight L. Moddy, tidak pernah mendapatkan pendidikan tinggi, tetapi ia mempunyai cita-cita dan tekad. Namun, Boston tidak ramah kepadanya. &#8220;Jika seseorang ingin merasakan bahwa ia seorang diri di dunia ini,&#8221; tulis Moddy, &#8220;ia tidak perlu pergi ke hutan tempat ia akan mendapati dirinya sendiri sebagai teman, tetapi biarlah ia pergi ke salah satu kota-kota besar ini, dan biarlah dia melewati jalanan yang ada dan ia akan bertemu ribuan orang dan tidak satupun yang tahu atau mengenal dia.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya ingat ketika saya pergi ke kota itu dan mencari pekerjaan, lalu gagal. Tampaknya seperti ada tempat bagi orang lain di dunia ini tetapi tidak untuk saya. Selama dua hari saya dihinggapi perasaan mengerikan bahwa saya tidak diingini oleh siapa pun.&#8221;</p>
<p>Moody mendengarkan pidato para abolisionis di Faneuil Hall yang letaknya tidak jauh. Ia bergabung dengan YMCA, sebuah organisasi yang baru saja diimpor dari Inggris, dan ia mulai mengunjungi  <i>Mt. Vernon Congregational Church </i>(Gereja Kongregasional Mt. Vernon) untuk mendengarkan khotbah Edward Norris Kirk yang terkenal itu.</p>
<p>Ia menemukan khotbahnya berbobot dan meluap-luap; begitu meluap-luapnya sehingga kadang-kadang ia tertidur. &#8220;Seorang mahasiswa muda dari Harvard menyikut saya, dan saya bangun sambil mengusap-usap mata. Saya menatap sang gembala, yang melihat dan memperhatikan. Saya pikir ia sedang berkhotbah langsung kepada saya. Saya berkata kepada diri sendiri, siapa yang mengatakan tentang saya pada Dr. Kirk?&#8230; Pada penutupannya&#8230; saya tarik kerah jas saya dan keluar secepat mungkin.&#8221;</p>
<p>Guru sekolah Minggunya, Edward Kimball mengamati jejak Moody, dan mendesak dia kembali ke gereja apabila ia mangkir. Ia juga menantang Moody membaca Alkitab secara teratur; Moody mencoba membaca tetapi tidak dapat mengerti. &#8220;Tidak banyak orang yang pernah saya lihat yang benaknya secara spiritual lebih gelap daripada benak dia ketika dia masuk ke kelas saya&#8221; tulis Kimball di kemudian hari.</p>
<p>Pada tanggal 21 April 1855, Kimball merasakan bahwa sudah waktunya menganjurkan Moody berjanji kepada Kristus. Ia menuju ke toko sepatu, berubah pikiran, dan jalan melewati toko itu, kemudian kembali terburu-buru, serta masuk ke toko itu. Ia menemukan Moody sedang membungkus dan menyemir sepatu. Orang muda itu sudah siap mendengarkannya. Pada hari itu juga D.L. Moody menjadi Kristen.</p>
<p>Moody membutuhkan waktu untuk mengerti implikasi dari iman kepercayannya itu. Sesungguhnya ia ditolak menjadi anggota gereja karena ia gagal dalam ujian masuk &#8211; ia tidak dapat menjelaskan apa yang telah dilakukan Kristus baginya. Tetapi hatinya berubah. Ia tidak malu menjadi orang Kristen dan terus-menerus mempelajari keyakinannya.</p>
<p>Tidak lama kemudian ia merasa jenuh dengan Boston dan memboyong cita-citanya ke barat, ke Chicago. Sikap lantangnya lebih diterima di sana, dan ia berhasil dalam penjualan sepatunya. Ia juga terlibat dalam berbagai upaya penginjilan. Suatu ketika ia mengembara dalam suatu misi di North Wells Street dan bertanya apakah ia dapat diterima mengajar sekolah Minggu. Jawaban yang diterima adalah bahwa misi di situ punya cukup banyak guru, namun murid-muridnya tidak ada. Jika ia dapat mengumpulkan murid-murid, maka ia dapat mengajar mereka. Hal ini bukanlah masalah bagi Moody yang memiliki keterampilan penjualan. Tidak lama kemudian ia mengajar sejumlah anak jalanan.</p>
<p>Memasuki tahun 1861 ia sudah bekerja penuh waktu dalam pelayanan, baik di sekolah Minggunya maupun YMCA. Ia mendapat dukungan dari pengusaha setempat seperti John Farwell dan Cyrus McCormick. Pada tahun 1864, misinya menjadi sebuah gereja.</p>
<p>Menjelang tahun 1871 pelayanan Moody di Chicago sudah nyaman, aman, dan bertumbuh. Ia pernah berpikir mengadakan perjalanan sebagai penginjil, tetapi mengapa harus meninggalkan keadaan yang sehat seperti itu? Bagaimanapun kebakaran besar di Chicago telah mengubah pikirannya. Gereja, rumah dan YMCA semuanya telah menjadi abu, sama nasibnya dengan usaha-usaha para pendukung terbaiknya. Karena sukar mengumpulkan dana dari kota-kota lain untuk membangun kembali pelayanan Chicago itu, Moody pun mulai berkelana.</p>
<p>Pada tahun 1873 ia berangkat ke Inggris. Pertemuan-pertemuan penginjilannya bagaikan badai bagi  Kepulauan Britania. Setelah dua tahun ia kembali ke Amerika Serikat sebagai seorang selebriti bertaraf internasional. Ia diundang berkhotbah di banyak kota di Amerika.</p>
<p>Sambil membangun tradisi revivalis yang didirikan Charles Finney, Moody membawa penginjilan ke zaman industri. Ia mengkhotbahkan Injil yang sederhana, bebas dari bermacam-macam denominasi. Hal itu memperbesar daya tarik serta dukungannya. Ia bersekutu dengan para pengusaha. <i>Merekalah </i>para pememimpin generasi baru, bukan para pengkhotbah. Ia menekankan supaya mereka mengguankan harta mereka untuk hal-hal baik seperti peduli kepada orang-ornag miskin perkotaan. Moody menerapkan teknik usahanya pada perencanaan penginjilannya. Musik, konseling dan <i>follow-up-</i>nya adalah bagian-bagian dari pendekatan terorganisasi untuk mengambil hati orang.</p>
<p>Pada tahun 1879, Moody mengalihkan perhatiannya kepada pendidikan dengan mendirikan Northfield Seminary bagi para gadis, dan kemudian Mount Hermon School bagi anak-anak lelaki. Ia memulai konferensi-konferensi Alkitab musim panas dan sebuah institut Alkitab yang sekarang memakai namanya. Pada awalnya, ia takut bersaing dengan seminari-seminari yang ada, tetapi ia melihat kebutuhan yang lebih besar untuk latihan-latihan praktik dalam pelayanan. Bukannya tren liberal di seminari Amerika yang menjadi masalah baginya, tetapi pengasingan seminari-seminari itu ornag banyak. Ia bermaksud melatih para komunikator yang akan membawa firman Allah yang sederhana kepada mereka yang membutuhkannya.</p>
<p>Cara-cara praktis ini telah berlanjut dalam lingkungan yang menyandang namanya. Moody Bible Institute, umpamanya, terus melatih paradan Namun Moody telah hal-hal itu. Ia merupakan pendahulu pendeta, misionaris dan pekerja gereja lainnya. Namun pengaruh Moody telah melampaui hal-hal itu. Ia merupakan pendahulu bagi para penginjil seperti Billy Sunday dan Billy Graham. Aspek sosial penginjilannya juga telah mengilhami komitmen yang dalam pada pelayanan sosial di kalangan evangelikal.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/pertobatan-dwight-l-moody/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khotbah John Keble tentang &#8220;Murtad Nasional&#8221; Memicu Gerakan Oxford</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/khotbah-john-keble-tentang-murtad-nasional-memicu-gerakan-oxford/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/khotbah-john-keble-tentang-murtad-nasional-memicu-gerakan-oxford/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 05:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[gambar untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak anak rohani]]></category>
		<category><![CDATA[youtube sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1833 Khotbah John Keble tentang &#8220;Murtad Nasional&#8221; Memicu Gerakan Oxford By Sekolah Minggu Methodisme telah berupaya membawa kehidupan baru dalam Gereja Anglikan, namun berakhir dengan membentuk denominasi baru. Menjelang akhir tahun 1820-an kehadiran pengunjung di Gereja Inggris merosot secara<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/khotbah-john-keble-tentang-murtad-nasional-memicu-gerakan-oxford/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1833 Khotbah John Keble tentang &#8220;Murtad Nasional&#8221; Memicu Gerakan Oxford</b></span></p>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/John-Keble.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-314" alt="John Keble" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/John-Keble-224x300.jpg" width="224" height="300" /></a>Methodisme telah berupaya membawa kehidupan baru dalam Gereja Anglikan, namun berakhir dengan membentuk denominasi baru. Menjelang akhir tahun 1820-an kehadiran pengunjung di Gereja Inggris merosot secara drastis. Sementara Methodisme bertumbuh sehat, gereja yang menetaskannya menjadi kering dan kosong.</p>
<p>Orang yang merasa peduli akan situasi Gereja Anglikan itu ialah rohaniwan Anglikan didikan Oxford, seorang yang berhati baik. John Keble merasakan bahwa gerejanya kehilangan kekuatannya karena telah berpaling dari tradisi liturgi yang kaya dan tulisan-tulisan para bapa Gereja. Jika Gereja Inggris tidak menyadari warisan penerusan kerasulannya, Keble percaya bahwa gereja akan menjadi lemah sehingga memberi peluang bagi para pembangkang Protestan dan Katolik, dan akhirnya akan lenyap.</p>
<p>Keble menerbitkan sekumpulan sajak devosional yang mencerminkan liturgi, dengan hari-hari apra santo dan pesta-pestanya. Sajak-sajak indah dalam <i>The Christian Year&#8217;s </i>menunjukkan kehangatan yang umumnya dihubungkan dengan Methodis dan para pembangkang lainnya, namun karya itu tetap berada dalam tradisi Anglikan.</p>
<p>Pada tanggal 14 Juli 1833, Keble berkhotbah di Oriel College. Khotbahnya, &#8220;Kemurtadan Nasional&#8221;, menyerang parlemen karena mengurangi jumlah para uskup di gereja Irlandia dengan tuduhan bahwa hal tersebut adalah bukti campur tangan negara dalam urusan Gereja. Gereja yang asalnya ilahi tidak dapat diatur oleh perundang-undangan duniawi.</p>
<p>Kata-kata Keble ini mengawali gerakan Oxford (atau <i>Tractarianism</i>), yang mengupayakan pembaruan dalam Gereja Anglikan dengan mengembalikannya ke berbagai kepercayaan dan praktik awal gereja. Di antara para pendukung gerakan Oxford terdapat murid-murid Keble, yaitu Richard Froude, John Henry Newman dan Edward Pusey.</p>
<p>Newman mulai menerbitkan <i>Tracts for the Times. </i>Dia, Keble dan Froude menulis sembilan puluh traktat antara tahun 1833 samapai 1841. Selebaran empat halaman itu, yang dijual seharga satu penny selembar, tidak dibubuhi nama penulis, sementara Newman berkeliling Oxordshire menjualnya kepada kaum rohaniwan.</p>
<p>Beberapa traktat telah mendorong Gereja Inggris kembali ke lingkungan Katolik. Meskipun Gereja Anglikan tidak lagi begitu hidup, namun gereja tersebut takut kembali ke Katolikisme, khususnya setelah pencabutan undang-undang tahun 1828, yang menolak hak orang-orang Katolik menduduki jabatan pemerintahan &#8211; hak yang ditolak bagi mereka sejak Test Act tahun 1673. Kritik-kritik tentang Traktarianisme memuncak pada tahun 1841, Ketika Newman menulis traktat bahwa sakramen bukan hanya baptisan dan komuni. Sebagai tambahan, ia juga mengajukan kepercayaan akan <i>purgatory, </i>kehadiran Kristus sesungguhnya dalam Ekaristi dan doa kepada para santo. Uskup Oxford menanggapinya dengan perintah untuk mengakhiri serial traktat itu.</p>
<p>Beberapa rohaniwan Anglikan &#8211; Newman di antaranya &#8211; membelot ke Katolik, tetapi sebagian besar dari mereka yang bersimpati pada para penulis Traktat tetap bertahan di Gereja Inggris. Meskipun mereka memuji tradisi-tradisi Gereja, termasuk pakaian rohaniwan dalam kebaktian, kebiasaan berlutut, pengakuan dosa, komuni, wangi kemenyan dan juga kebiaraan, namun banyak yang anti-Katolik. Mereka menginginkan agama yang menyentuh kelima indra, tetapi terutama mereka tidak menginginkan hubungan dengan paus ataupun hierarkinya yang tersebar di seluruh dunia.</p>
<p>Setelah Newman meninggalkan gerakan Oxford pada tahun 1845, gerakan itu berupaya berpegang pada ritual, arsitektur dan musik yang terbaik, dengan menolak aspek-aspek lain Katolikisme. Edward Pussey ketika itu menjadi juru bicara paling  fasih dari gerakan tersebut.</p>
<p>Banyak anggota evangelikal menjadi gusar akan praktik-praktik Anglo-Katolik ini. Pada tahun 1846 mereka membentuk <i>Evangelical Alliance </i>(Aliansi Evangelikal). Namun, apa yang berawal sebagai gerakan anti-Traktarian menjadi pembuka jalan untuk menarik para anggota evangelikal ke dalam rekanan nasional. Meskipun mereka menentang ritualisme gerakan Oxford, para evangelikal tidak dapat membantah bahwa hal itu berpengaruh positif terhadap gereja Anglikan. Daripada memandang diri mereka sendiri sebagai pejabat-pejabat Inggris, para rohaniwan Anglikan yang mendukung gerakan Oxford memandang tradisi kerasulan dengan serius. Daripada hanya mengajarkan moral dalam pelayanan kebangkitan mereka, mereka mulai mengembangkan rasa hormat. Sebagai hasil perubahan persepsi ini, istilah lama <i>high church </i>muncul kembali. Banyak biarawan dan biarawati mulai bekerja dengan si miskin di kota-kota yang industrinya meningkat.</p>
<p>Selain itu, sejumlah penulis-penulis himne (kidung) yang baik berkembang dari dalam gerakan Oxford. Para penulis terdahulu datang dari jajaran pembangkang. Sekarang, Keble, Frederick W. Faber dan John Mason Neale, penerjemah himne Yunani dan Latin yang sudah lama hilang ke dalam syair Inggris, bergabung dengan mereka.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/khotbah-john-keble-tentang-murtad-nasional-memicu-gerakan-oxford/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendirian Inkuisisi Spanyol</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/pendirian-inkuisisi-spanyol/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/pendirian-inkuisisi-spanyol/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 05:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan games sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak anak rohani]]></category>
		<category><![CDATA[youtube sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1478 Pendirian Inkuisisi Spanyol By Sekolah Minggu Pada mulanya, Gereja merasa amat prihatin terhadapa adanya kepercayaan sesat &#8211; bidat &#8211; dan telah mencari cara menanganinya. Acap kali langkah tersebut merupakan sikap tawar-menawar pendapat teologis dan pengucilan badan-badan ajaran sesat<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/pendirian-inkuisisi-spanyol/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 1478 Pendirian Inkuisisi Spanyol</span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Pendirian-Inkuisisi-Spanyol.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-195" alt="Pendirian Inkuisisi Spanyol" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Pendirian-Inkuisisi-Spanyol-300x258.jpg" width="300" height="258" /></a>Pada mulanya, Gereja merasa amat prihatin terhadapa adanya kepercayaan sesat &#8211; bidat &#8211; dan telah mencari cara menanganinya. Acap kali langkah tersebut merupakan sikap tawar-menawar pendapat teologis dan pengucilan badan-badan ajaran sesat dari gereja. Namun, gereja yang baru mulai tumbuh, tidak mampu memberlakukan sistem keyakinan apa pun pada mereka yang bersalah.</p>
<p>Pada tahun 1184, Paus Lucius III, yang memperdulikan iman setiap pengunjung gereja, meminta para uskup &#8220;menyelidiki&#8221; iman dombanya masing-masing. Seseorang yang tertangkap sebagai penganut ajaran sesat dikucilkan &#8211; dikeluarkan dari Gereja. Namun, tak ada yang melukainya secara fisik, dan jika ia melepaskan paham sesatnya itu, maka ia diterima kembali di Gereja. Secara teoretis Gereja menerapkan sarana ini untuk memperbaiki dengan penuh kasih seorang saudara yang tersesat dan melindungi yang lain dari kesalahan yang sama.</p>
<p>Ketika ajaran sesat populer &#8211; khususnya Gerakan Albigens di Perancis &#8211; bertumbuh, Gereja mengambil tindakan yang lebih tegas. Pada Konsili Latern Keempat, Paus Innocentius III mendukung negara yang menghukum para penganut ajaran sesat dan menyita harta mereka. Para pejabat sekular yang tidak mendukung Gereja juga terancam pengucilan.</p>
<p>Namun, Inkuisisi tersebut tidak sepenuhnya terorganisasi hingga pada Sinode Toulose, pada tahun 1229. Sebagai rerspons atas pembacaan Alkitab Cathari &#8211; sebuah kelompok bidat yang telah menyertakan banyak kesalahan Manichaean &#8211; dan Waldens, sinode tersebut melarang kaum awam memiliki Kitab Suci dan memulai serangan sistematis melawan berbagai kepercayaan yang tidak dapat diterima. Paus Gregorius IX memberi kuasa sesat kepada para  menyiksa para pengikut ajaran sesat kepada para biarawan Dominikan yang diwajibkan mengontrol ortodoksi. Karena bertanggung jawab hanya pada otoritas paus, maka para Dominikan menjadi senjata ampuh dalam kelompok hierarki.</p>
<p>Pada tahun 1252, Paus Innocentius IV mengizinkan penyiksaan sebagai cara mendapatkan informasi dan pengakuan dalam kasus ajaran sesat. Ia percaya bahwa pengikut ajaran sesat merupakan &#8220;kaki yang membusuk&#8221; yang harus diamputasi, jika tidak, mereka akan menginfeksi seluruh tubuh. Kekejaman yang diberlakukan melawan ajaran sesat tampaknya adalah harga yang relatif kecil bagi ortosoksi Gereja.</p>
<p>Gereja masih tidak dapat menyebabkan pertumpahan darah, sehingga semua pengajar sesat diserahkan kepada cara dibakar hidup-hidup.</p>
<p>Para penguasa Spanyol adalah paroh kedua abad kelima belas, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, meyakini bahwa negaranya akan makmur hanya jika benar-benar Kristen. Karena mereka menunjukkan pengabdian mendalam pada ajaran Katolik, mereka menerima gelar <i>Catholic Kings </i>(Raja-raja Katolik) dari paus. Pada tahun 1478 mereka meminta paus mendirikan Inkuisisi di Spanyol dengan mereka sendiri sebagai inkuisitornya.</p>
<p>Banyak orang Yahudi dan Muslim di Spanyol yang menjadi Kristen dengan setengah hati, namun ketakutan masih menyelimuti mereka, karena mereka secara diam-diam masih mempraktikkan keyakinan lama mereka. Pada tahun 1492, raja-raja Katolik mengusir semua orang Yahudi dan Muslim dari negara mereka.</p>
<p>Inkuisitor agung Spanyol adalah Tomas de Torquemeda, seorang biarawan Dominikan yang namanya menjadi buah bibir karena kekejamannya. Meskipun ia tampak sebagai seorang model Kristen dalam kehidupan pribadinya, menyangkal diri dan hidup suci, namun orang terpelajar ini telah menunjukkan semangatnya sampai taraf yang berlebihan. Dengan petunjuknya, banyak orang yang dibakar hidup-hidup, sementara yang lain membayar denda yang amat tinggi atau melakukan penebusan dosa yang memalukan.</p>
<p>Karena Inkuisisi tersebut mempunyai kuasa menyita harta terhukum, maka ia tidak kekurangan dana untuk melanjutkan penyiksaan dengan bermacam-amcam cara. Bahkan, Inkuisisi menjual jabatan &#8220;familiar&#8221; &#8211; seseorang yang dapat memberi informasi tentang orang lain, sementara ia sendiri terbebas dari penangkapan.</p>
<p>Sementara aliran Protestan menguasai Eropa, di Spanyol aliran tersebut justru menjadi sasaran Inkuisisi. Di sana, buku-buku Protestan dilarang dan dugaan bahwa seseorang adalah Protestan sudah cukup untuk mengundang para inkuisitor. Meskipun beberapa di antara orang Protestan yang dieksekusi merupakan orang-orang Spanyol, pengalaman tersebut telah membuat banyak orang kembali ke Katolik.</p>
<p>Akibatnya, Protestantisme tidak pernah bertahan di Spanyol seperti halnya di lain tempat. Meskipun orang-orang Protestan mengalami penyiksaan di negara-negara lain di Eropa, hal itu tidaklah seberapa ganas seperti Inkuisi di Spanyol, yang berlanjut hingga abad kesembilan belas.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/pendirian-inkuisisi-spanyol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
