<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; panggung boneka sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/panggung-boneka-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Dari Adam Sampai Salomo</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/dari-adam-sampai-salomo/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/dari-adam-sampai-salomo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Mar 2013 07:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[mp3 sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[panggung boneka sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu 1 Tawarikh 1:1,24 dan 29:26-28 Sekarang kita memasuki kitab yang baru, yaitu 1 Tawarikh. Berikutnya akan bersambung dengan 2 Tawarikh. Kitab ini ditulis saat masa pembuangan orang Israel ke Babel oleh Raja Nebukadnezar. Nebukadnezar telah menghancurkan kota<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/dari-adam-sampai-salomo/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>1 Tawarikh 1:1,24 dan 29:26-28</p>
<p>Sekarang kita memasuki kitab yang baru, yaitu 1 Tawarikh. Berikutnya akan bersambung dengan 2 Tawarikh. Kitab ini ditulis saat masa pembuangan orang Israel ke Babel oleh Raja Nebukadnezar. Nebukadnezar telah menghancurkan kota Yerusalem dan bait Allah. Bahkan ia mengangkut perkakas-perkakas yang berharga dari bait Allah dan membawa semua itu ke Babel. Juga banyak tawanan yang dibawa ke Babel. Dalam keadaan seperti itu kitab Tawarikh ditulis untuk menjadi suatu kekuatan dan penghiburan bagi seluruh Israel. Allah pernah memilih mereka dan nenek moyang mereka sebagai umat pilihan Allah. Dan mereka sekarang berada dalam kesulitan yang besar. Maka, mereka kembali mengingat akan janji Allah dan silsilah nenek moyang mereka.</p>
<p>Dalam pasal 1 tertulis silsilah dari Adam sampai Abraham, bapa leluhur mereka. Berikutnya adalah kisah tentang kebesaran kerajaan Israel. Zaman kejayaan mereka adalah pada masa Raja Daud dan Salomo bertakhta. Salomo membangun bait Allah yang sangat megah. Mereka mengingat kembali kemegahan bait Allah saat itu sudah dirobohkan oleh bangsa Babel.</p>
<p>Di dalam kesulitan barulah bangsa Israel belajar mengingat kembali akan kebaikan dan anugerah Tuhan. Seringkali orang mengabaikan anugerah Tuhan ketika mereka masih dalam keadaan yang enak. Marilah kita belajar untuk selalu mengingat anugerah dan kebaikan Tuhan.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Kisah apa yang dicatat di bagian akhir 1 Tawarikh ini? (1 Taw 29:26-28)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, ajarlah saya untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Ingatlah kembali kebaikan dan anugerah Tuhan kepadamu dalam satu bulan ini. Sebutkanlah 5 dari anugerah Tuhan itu.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Israel Pulang Kembali</b></li>
<li><b>Kematian Absalom</b></li>
<li><b>Perkataan Daud Yang Terakhir</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/dari-adam-sampai-salomo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thomas Aquinas Menyelesaikan Karyanya Summa Theologica</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/thomas-aquinas-menyelesaikan-karyanya-summa-theologica/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/thomas-aquinas-menyelesaikan-karyanya-summa-theologica/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2013 04:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[acara paskah sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak rohani]]></category>
		<category><![CDATA[panggung boneka sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu buddhis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1273 Thomas Aquinas Menyelesaikan Karyanya Summa Theologica By Sekolah Minggu Orang yang sistem teologinya di kemudian hari menjadi panduan bagi gerejanya, dulunya dijuluki sebagai &#8220;Dumb Ox&#8221; (sapi bisu) oleh rekan-rekan sekolahnya di Cologne. Meskipun julukan ini mungkin cocok mengingat<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/thomas-aquinas-menyelesaikan-karyanya-summa-theologica/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 1273 Thomas Aquinas Menyelesaikan Karyanya Summa Theologica</span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Thomas-Aquinas.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-177" alt="Thomas Aquinas" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Thomas-Aquinas.jpg" width="199" height="254" /></a>Orang yang sistem teologinya di kemudian hari menjadi panduan bagi gerejanya, dulunya dijuluki sebagai <i>&#8220;Dumb Ox&#8221; </i>(sapi bisu) oleh rekan-rekan sekolahnya di Cologne. Meskipun julukan ini mungkin cocok mengingat tubuhnya yang besar, lamban dan sikapnya yang serius, nama ini tentunya tidak mencerminkan kecerdasan otaknya.</p>
<p>Teolog terbesar Abad Pertengahan, Thomas Aquinas, dilahirkan pada tahun 1225 dalam keluarga bangsawan yang kaya. Menjelang usia lima tahun ia terkenal akan kesalehannya, dan orangtuanya pun mengirim dia ke sekolah biara. Pada usia empat belas tahun, ia pergi ke Universitas Naples. Di sana Thomas begitu terkesan dengan guru Dominikannya. Ia memutuskan untuk menjadi seorang biarawan Dominikan juga.</p>
<p>Keluarga Thomas berupaya keras mengubah pikirannya. Mereka mencoba menculiknya, membujuknya dan menyekap dia selama satu tahun, namun akhirnya mereka mengalah. Thomas pergi ke Paris untuk belajar pada Albertus Magnus, yang kemudian mempekerjakannya ke Paris.</p>
<p>Pada zaman ini, filsuf-filsuf bukan Kristus mengusik otak para pemikir Kristen. Karya-karya  Aristoteles, Averroes yang Muslim dan Maimonides yang Yahudi telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Para sarjana tertarik kepada para filsuf yang menjelaskan seluruh jagat raya tanpa mengacu pada Kitab Suci Perjanjian Baru.</p>
<p>Melanjutkan tradisi kesarjanaan, Thomas berupaya menyatukan rangkaian filsafat dan teologi yang agak terpisah. Ia membedakan keduanya, yang ia sebut akal dan wahyu, namun ia menekankan bahwa keduanya itu tidak perlu dipertentangkan. Keduanya adalah sumber pengetahuan Ia mengatakan bahwa keduanya berasal dari Allah, namun, &#8220;Dalam teologi suci, segala sesuatu diperlakukan dari sudut pandang  Allah.&#8221;</p>
<p>Thomas memahami keterbatasan rasio, yang hanya didasari pengetahuan melalui indra. Sementara kita dibawa rasio untuk percaya kepada Allah, menurutnya, hanya wahyulah yang akan menunjukkan Allah Tritunggal yang ada di Alkitab. Wahyu sendiri dapat dengan sempurna menunjukkan asal-usul dan nasib manusia. Dengan menggunakan wahyu dan logika sebagai dasarnya, manusia dapat membangun teologi yang akan menjelaskan dirinya dan alam semesta ini.</p>
<p>Argumentasi <i>Summa Theologica </i>yang berliku-liku itu menunjukkan kesanggupan Thomas Aquinas untuk melakukan penalaran yang rumit. Pada awalnya ia ditentang. Di Gereja, banyak yang tidak menerima penekanan kaum Skolastik pada akal. Tetapi tidak lama kemudian, karya ini dan karya-karya lainnya, seperti <i>Summa Contra Gentiles, </i>yang pada satu masa mengundang perbantahan, telah menjadi bagian terkemuka doktrin Gereja. Ketika Gereja Katolik mengatur kekuatan melawan kebangkitan Protestan pada Konsili Trente, mereka menggunakan karya-karya Aquinas.</p>
<p>Meskipun ia telah menjadi salah seorang teolog, guru dan pengkhotbah terkemuka gereja, keberadaan Aquinas tetap sederhana. Tiga bulan menjelang kematiannya, pada tahun1274, ia mengumumkan bahwa penglihatan dari surga dengan jelas menunjukkan bahwa teologinya hanyalah &#8220;tumpukan jerami&#8221;. Ia membuang tulisan-tulisan teologis, dan <i>Summa Theologica </i>tidak pernah benar-benar diselesaikan.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/thomas-aquinas-menyelesaikan-karyanya-summa-theologica/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
