<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; Sejarah Kristen</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/sejarah-kristen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Roma Terbakar Tahun 64</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/roma-terbakar-tahun-64/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/roma-terbakar-tahun-64/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2013 05:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Roma]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Pemicuan Iman Kristen Sekolah Minggu Tanpa kekaisaran Romawi, kekristenan mustahil berkembang dengan sukses. Kekaisaran itu dapat dikatakan sebagai bom waktu yang menanti pemicuan iman Kristen. Unsur-unsur pemersatu kekaisaran itu membantu penyebaran berita Injil: jalan raya yang dibangun orang Romawi membuat<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/roma-terbakar-tahun-64/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Pemicuan Iman Kristen</span></h1>
<p style="text-align: justify;"><a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/07/roma-terbakar.jpg"><img class="size-medium wp-image-23 alignleft" alt="Roma Terbakar" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/07/roma-terbakar-300x183.jpg" width="300" height="183" /></a>Tanpa kekaisaran Romawi, kekristenan mustahil berkembang dengan sukses. Kekaisaran itu dapat dikatakan sebagai bom waktu yang menanti pemicuan iman Kristen.</p>
<p style="text-align: justify;">Unsur-unsur pemersatu kekaisaran itu membantu penyebaran berita Injil: jalan raya yang dibangun orang Romawi membuat perjalanan dari satu tempat ke tempat lain lebih mudah; di seluruh kekaisaran orang-orang dapat berkomunikasi dalam bahasa Yunani; dan pasukan Romawi yang tangguh itu menjaga kedamaian. Sebagai akibat mobilitas yang meningkat, kelompok-kelompok pengrajin pun bermigrasi mencari pemukiman sementara di kota-kota besar &#8211; Roma, Korintus, Athena atau Alexandria &#8211; kemudian berlanjut ke kota-kota lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekristenan memasuki iklim yang terbuka secara religius. Dalam gerakan &#8220;zaman baru&#8221; itu, banyak orang mulai menganut agama-agama Timur &#8211; seperti menyembah Isis (dewi alam), Dionisus (dewa anggur), Mithras (dewa cahaya), Kibele (dewi alam), dan sebagainya. Para pemuja mencari keyakinan baru, namun beberapa agama tersebut dilarang, karena dicurigai melakukan upacara-upacara penghinaan. Keyakinan lain secara resmi diakui, seperti Yudaisme, yang dilindungi sejak zaman Julius Caesar, meskipun monoteismenya dan pernyataan alkitabiahnya telah memisahkannya dari cara pemujaan lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kesempatan baik ini, para pekabar Injil mulai menelusuri seantero kekaisaran. Di sinagoge (rumah ibadah) orang Yahudi, di tempat-tempat penampungan para pengrajin, di pondok-pondok kumuh,mereka menyebarkan berita Injil dan memenangkan jiwa-jiwa baru. Tidak lama kemudian berdirilah gereja di kota-kota besar, termasuk ibukota kekaisaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kota Roma, pusat kekaisaran, menarik orang-orang seperti magnet. Paulus sendiri pernah menginginkan kunjungan ke kota tersebut (Rm. 1:10-12); dan pada akhir suratnya kepada jemaat di Roma, ia sudah mengenal banyak orang Kristen di sana (Rm. 16: 13-15). Mungkin ia pernah bertemu mereka dalam perjalanannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Paulus tiba di Roma, ia dalam keadaan dirantai. Kisah Para Rasul pada bagian penutupannya menyatakan bahwa akhirnya Paulus mendapat kelonggaran untuk tahanan rumah di sebuah rumah sewaan. Di sana ia dapat menerima tamu dan mengajar mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut tradisi, Petrus pun pernah bergabung dengan Gereja Roma. Meskipun kita tidak mempunyai kurun waktu yang pasti, namun kita dapat menduga bahwa dengan pimpinan kedua tokoh ini, jemaat tersebut bertumbuh kuat, termasuk para bangsawan dan prajurit serta para pengrajin dan pelayan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama tiga dekade, para pejabat Romawi beranggapan bahwa kekristenan adalah cabang agama Yahudi &#8211; agama yang sah &#8211; dan tidak bermaksud membuat &#8220;sekte&#8221; baru agama Yahudi. Namun banyak orang Yahudi yang tersinggung karena kepercayaan baru ini mulai menyerangnya. Ini juga merupakan ancaman bagi Roma. Kelalaian Roma atas keadaan tersebut ditunjukkan oleh laporan sejarawan Tacitus. Dari salah satu rumah petak di Roma, ia melaporkan adanya gangguan di kalangan orang-orang Yahudi karena &#8220;chrestus&#8221;. Tacitus mungkin salah dengar, orang-orang mungkin memperdebatkan tentang <i>Christos, </i>yang adalah Kristus.</p>
<p style="text-align: justify;">Menjelang tahun 64 Masehi, beberapa pejabat Romawi mulai sadar bahwa kekristenan sama sekali berbeda dengan Agama Yahudi. Orang-orang Yahudi menolak orang-orang Kristen dan lebih banyak melihat kekristenan sebagai agama yang tidak sah. Jauh sebelum kebakaran kota Roma, masyarakat telah mulai memusuhi keyakinan yang masih muda ini. Meskipun sifat orang Romawi ingin menerima dewa-dewa baru, namun kekristenan tidak mau mengakui kepercayaan-kepercayaan lain. Karena kekristenan menentang politeisme kekaisaran Romawi yang telah berakar, maka kekaisaran itu pun mulai membalas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 19 Juli, kebakaran berkobar di sebuah sektor kumuh di Roma. Selama tujuh hari api yang tak kunjung padam itu memusnahkan perumahan yang padat. Sepuluh dari empat belas perumahan musnah, dan banyak penduduk yang tewas.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut legenda, Kaisar Nero sedang bermain biola ketika Roma terbakar. Banyak orang sezamannya menduga bahwa dialah yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut. Ketika kota itu dibangun kembali dengan dana dari masyarakat, Nero mengambil sebidang tanah yang cukup luas untuk membangun Istana Emasnya. Kebakaran itu merupakan jalan pintas bagi pembaruan perkotaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengelakkan tuduhan atas dirinya, Kaisar itu mengkambinghitamkan orang-orang Kristen. Ia menuduh bahwa merekalah yang memicu kebakaran tersebut. Akibatnya Nero bersumpah untuk memburu dan membunuh mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Gelombang pertama penganiayaan orang Romawi terhadap orang Kristen dimulai tidak lama setelah kebakaran itu dan berakhir sampai tahun kematian Nero, tahun 68. Dengan haus darah dan biadab, orang-orang Kristen disaliban dan dibakar. Jasad-jasad mereka berjejer di jalan-jalan Roma, disediakan bagi pencahayaan obor. Orang-orang Kristen lainnya dikenakan pakaian hewan dan dimasukkan ke dalam kandang untuk dicabik-cabik anjing-anjing. Menurut cerita, Petrus dan Paulus menjadi martir akibat penyiksaan Nero. Paulus dipenggal kepalanya sedangkan Petrus disalibkan terbalik.</p>
<p style="text-align: justify;">Penganiayaan berlangsung secara sporadis, dan tetap terlokalisasi. Seorang kaisar mungkin telah memicunya dan berlanjut selama lebih kurang sepuluh tahun. Namun, masa damai akan menyusul sampai ada seorang gubernur yang memulai penganiayaan terhadap orang Kristen di wilayahnya &#8211; tentu dengan restu dari Roma. Hal semacam ini berlangsung dua setengah abad lamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tertullianus, seorang penulis Kristen abad kedua pernah berkata, &#8220;Darah para martir adalah benih Gereja.&#8221; Anehnya, setiap kali penganiayaan merebak, orang Kristen yang menjadi korban makin bertambah. Dalam suratnya yang pertama Petrus menguatkan orang-orang Kristen untuk bertahan, percaya diri akan kemenangan dan kuasa Kristus yang akan diteguhkan (1 Ptr. 5:8-11). Kata-katanya ini telah terbukti dengan pertumbuhan Gereja di tengah-tengah penekanan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/roma-terbakar-tahun-64/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Mencuri</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/jangan-mencuri/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/jangan-mencuri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2012 16:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=910</guid>
		<description><![CDATA[Jangan Mencuri by : Sekolah Minggu Mencuri apa? Waktu membaca kata &#8220;mencuri,&#8221; apa yang pertama kali muncul dalam pikiranmu? Buasanya yang langsung terpikir adalah tentang mencuri ayam, mencuri motor, mencopet, merampok bank, dan lain-lain yang sejenis itu. Kita berpikir yang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/jangan-mencuri/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="sejarah agama kristen protestan" href="http://sekolahminggu.com/jangan-mencuri/ " target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Jangan Mencuri</b></span></a></h1>
<p>by :<a title="sejarah gereja kristen" href="http://sekolahminggu.com/jangan-mencuri/" target="_blank"> <em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p><b>Mencuri apa?</b></p>
<p>Waktu membaca kata &#8220;mencuri,&#8221; apa yang pertama kali muncul dalam pikiranmu? Buasanya yang langsung terpikir<b> </b>adalah tentang mencuri ayam, mencuri motor, mencopet, merampok bank, dan lain-lain yang sejenis itu. Kita berpikir yang dicuri biasanya adalah benda-benda. Benar tidak? Namun, ketika Tuhan berkata &#8220;Jangan mencuri,&#8221; larangan mencuri itu berlaku untuk beberapa hal lain juga, lebih dari sekedar mencuri benda-benda saja.</p>
<p><b>Hal lain yang termasuk mencuri</b></p>
<p>Bila kita ingin mendapatkan sesuatu, sudah sewajarnya ada usaha yang perlu kita lakukan. Misalnya, untuk mendapatkan uang harus bekerja; untuk mendapatkan nilai yang baik harus belajar. Menginginkan segala sesuatu dengan cuma-cuma atau gratis dan tanpa usaha bukanlah tabiat yang baik, tabiat itu serupa dengan pencuri.</p>
<p>Memboroskan waktu dan tidak menggunakannya dengan baik berarti mencuri waktu. Saat harus mengerjakan tugas malah tidur, saat harus membuat PR malah jalan-jalan ke mal atau nonton TV. Ini bukan sikap yang bertanggung jawab.</p>
<p>Sifat boros juga disamakan dengan mencuri. Uang, air, listrik, makanan, harus dihargai dan dimanfaatkan dengan baik. Jika kita memboroskan hal-hal tersebut, kita bukan hanya bersalah kepada sesama yang kekurangan, tetapi kita juga mengabaikan perintah Tuhan untuk memelihara bumi.</p>
<p><b>Jangan mencuri!</b></p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color: #003300;">&#8220;Jangan mencuri!&#8221; perintah Tuhan. Itu berarti kita harus jujur, bertanggung jawab, dan menghargai apa yang harus dihargai. Waktu kita jujur, kita tidak akan mengambil barang milik orang lain. Ketika kita bertanggung jawab, kita akan bekerja dengan benar dan tidak semau kita sendiri. Ketika kita menghargai milik orang lain, kita akan menggunakannya dengan hati-hati. Marilah kita membiasakan diri bersikap demikian, karena kita mau taat pada Bapa kita yang di surga. </span></em></strong></p></blockquote>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/jangan-mencuri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
