<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; sejarah sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/sejarah-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Gereja Cina Bertumbuh tanpa Terusik Revolusi Kebudayaan</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/gereja-cina-bertumbuh-tanpa-terusik-revolusi-kebudayaan/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/gereja-cina-bertumbuh-tanpa-terusik-revolusi-kebudayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 13:03:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[film sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ide permainan untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1966 &#8211; 1976 Gereja Cina Bertumbuh tanpa Terusik Revolusi Kebudayaan By Sekolah Minggu Lebih dari seribu orang memenuhi gereja itu, sebagian besar orang-orang berumur, namun ada juga beberapa pasangan muda dan tentunya para remaja juga ada di balkon. Beberapa<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/gereja-cina-bertumbuh-tanpa-terusik-revolusi-kebudayaan/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1966 &#8211; 1976 Gereja Cina Bertumbuh tanpa Terusik Revolusi Kebudayaan</b></span></p>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Gereja-Cina.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-378" alt="Gereja Cina" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Gereja-Cina.jpg" width="179" height="240" /></a>Lebih dari seribu orang memenuhi gereja itu, sebagian besar orang-orang berumur, namun ada juga beberapa pasangan muda dan tentunya para remaja juga ada di balkon. Beberapa jendela berarsitektur gotik telah dipecahkan dengan batu, tetapi tampaknya tidak ada orang yang memperdulikannya. Mereka sedang menyanyikan puji-pujian, diiringi alunan piano. Seorang pendeta Methodis menyambut orang-orang yang datang beribadah, seorang Presbiterian membacakan Kitab Suci, seorang Baptis berkhotbah.</p>
<p>Hal itu terjadi pada tanggal 2 September 1979. Tempatnya adalah Gereja Mo En, di Shanghai (dahulu Gereja Methodis Moore). Ini adalah pelayanan kebaktian umum bagi orang-orang Cina yang pertama setelah tiga belas tahun, yang diadakan bagi orang-orang Cina.</p>
<p>Revolusi Kebudayaan yang berawal pada tahun 1966 telah menutup gereja-gereja dan menyiksa orang-orang Kristen. Apa saja yang berbau asing dikutuk &#8211; dan kekeristenan sebagai hasil misi asing khususnya, dibenci. Gereja harus bergerak di bawah tanah selama lebih satu dekade. Ketika muncul kembali ke permukaan, dengan menakjubkan Gereja menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.</p>
<p>Kekristenan membuat terobosan pertamanya di negeri Cina pada tahun 635 Masehi, dengan orang-orang Kristen Nestorian, namun gagal berakar di antara penduduk di sana. Upaya-upaya misionaris Fransiskan pada abad ketiga belas dan keempat belas serta oleh para Yesuit pada abad keenam belas dan ketujuh belas gagal menghasilkan penyebarluasan yang berlangsung lama. Cina adalah peradaban tertutup, yang menentang ide-ide asing.</p>
<p>Perdagangan memaksa Cina terbuka, dan para misionaris Protestan pada tahun 1800-an datang bergandengan tangan dengan para pedagang. Hudson Taylor berbuat banyak untuk melepaskan diri dari pola-pola misi kolonial, dengan mengadopsi pakaian dan kebiasaan Cina, serta memberanikan diri mendatangi daerah-daerah yang membutuhkan. Tetapi tahun 1800-an adalah masa-masa sulit bagi Cina. Dinasti Manchu luput dari beberapa pemberontakan. Dan dunia sekelilingnya, khususnya Britania Raya, sedang berupaya menarik Cina yang tidur ke zaman modern, meskipun Cina tidak menginginkannya. Akibatnya, orang-orang Cina mengalami penghinaan oleh orang-orang asing.</p>
<p>Keadaan berubah dengan pesat pada tahun 1900-an. Sun Yat-sen memimpin pemberontakan yang sukses dan mendirikan republik, meskipun didominasi oleh para panglima pasukan di daerah. Chiang Kai-Shek menyatukan negeri itu pada tahun 1920-an dan 1930-an, tetapi ia digulingkan oleh Mao Zedong pada tahun 1949. Mao mendirikan pemerintahan komunis yang secara resmi ateis. Gereja-gereja dibiarkan namun diawasi. Mao bertekad bahwa orang-orang asing tidak akan menghina Cina lagi, komunis memaksa Gereja-gereja mengambil sikap anti-asing (&#8220;Christian Manifesto&#8221; tahun 1950), dan semua misionaris diusir keluar.</p>
<p><i>Three-Self Reform Movement </i>(kemudian disebut Three-Self Patriotic Movement) berupaya membawa Gereja-gereja segaris dengan tujuan-tujuan komunis &#8211; pemerintahan sendiri, pendanaan sendiri dan penyebarluasan ide-ide sendiri. Namun, gereja bertahan di bawah tekanan-tekanan semacam itu. Terusirnya para misionaris melemahkan Gereja, tetapi juga memaksa Gereja Cina berdikari. Itu dilakukannya dengan sangat baik.</p>
<p>Keadaan menjadi lebih parah pada tahun 1966. Mao, revolusioner yang menua itu, mungkin merasakan bahwa revolusinya mulai menghilang. Program Loncatan Besar ke Depan <i>(Great Leap Forward Program) </i>pada tahun 1958 &#8211; 1960 gagal, dan kaum modernis dalam partainya mulai resah. Ia kemudian meluncurkan Revolusi Kebudayaan yang tidak beradab, yang menimbulkan histeria, khususnya di antara orang-orang muda, melawan apa pun yang berbau pengaruh asing. Para pemimpin komunis sekalipun tidak luput dari pengaduan ataupun penangkapan. Terjadilah huru-hara massal. Kegiatan di bidang seni dan akademis dibatasi, termasuk juga aktivitas-aktivitas gereja. Semua tempat ibadah ditutup dan orang-orang Kristen dilarang mengadakan pertemuan. Mao sendiri dianggap sebagai dewa. &#8220;Buku merah kecil&#8221; <i>(little red book) </i>yang memuat fatwa-fatwa Mao sajalah yang dibaca dan dihafal, sedangkan Alkitab dibakar.</p>
<p>Meskipun huru-hara itu redam, kebijakan-kebijakan tetap bertahan sampai tahun 1976. Keduanya, Mao dan orang tangan kanannya, Zhou Enlai, meninggal pada tahun itu. Deng Xiaoping, seorang moderat yang pernah disingkirkan, kembali berkuasa dan mulai memperkenalkan modernisasi. Yang paling menarik perhatian adalah &#8220;Gang of Four&#8221; (empat sekawan) yang memimpin Revolusi Kebudayaan ditangkap dan diadili.</p>
<p>Cina masih menentang kekristenan, namun histeria telah redam. Menjelang tahun 1979, gereja-gereja diizinkan dibuka kembali. (Sebenarnya, dua gereja di Beijing telah dibuka pada tahun 1972 atas permintaan para diplomat dari Afrika dan Indonesia, namun gereja-gereja ini sebagian besar dihadiri oleh orang-orang asing). Pada tahun 1979 , <i>Three-Self Patriotic Movement </i>dibuka juga dengan seorang juru bicara berbakat, Uskup K.H. Ting. Ia meminta semua Gereja Protestan bersatu kembali. Pemerintah menyatakan toleransi resmi pada gereja-gereja yang bergabung dengan gerakan ini, namun gereja-gereja bawah tanah masih takut dengan kontrol pemerintah.</p>
<p>Akan tetapi, setelah ketegangan reda, banyak orang Kristen mulai membicarakan cobaan-cobaan yang mereka alami. Ketika gereja-gereja ditutup, mereka terpaksa bertemu dalam kelompok-kelompok kecil di rumah-rumah pribadi. Hal ini malah menumbuhkan, dan tidak mematahkan semangat. Keluarga-keluarga Kristen mendapat kekuatan dari persekutuan semacam ini dan mempengaruhi mereka yang ada di sekelilingnya. Tidak ada organisasi tingkat nasional, tetapi satu jemaat rumah kadang-kadang bertemu dengan lainnya yang berdekatan. Para guru, termasuk banyak wanita, mengadakan perjalanan rahasia dari satu kelompok ke kelompok lain. Ada penyiksaan dan penangkapan, tetapi ada juga saat-saat di mana para pejabat setempat menutup sebelah mata pada pertemuan-pertemuan Kristen &#8211; karena mereka tahu bahwa orang-orang Kristen merupakan pekerja keras dan warga yang berharga.</p>
<p>Sejak abad keempat, tidak pernah ada gerakan gereja rumah setegar ini. Keadaan dan tekanan dari pemerintah sama &#8211; begitu juga dampaknya. Jumlahnya juga mengejutkan: satu wilayah mempunyai 4.000 orang Kristen sebelum pengambilalihan komunis; sekarang satu wilayah mempunyai 90.000 orang Kristen. Di kota utama, hanya 1 % warganya Kristen pada tahun 1949; kini telah menjadi 10 %. Sebuah desa mempunyai 10 orang percaya pada tahun 1945, sekarang memiliki 250.</p>
<p>Apa yang menyebabkan pertumbuhan ini? Para pakar telah mempelajarinya. Kesederhanaan, kata mereka. Kesukaran telah menghasilkan kemurnian iman, semangat kepedulian, kepemimpinan awan yang kuat, kesungguhan berdoa dan kepercayaan akan ketuhanan Kristus. Betapa pun langkah-langkah kebencian Revolusi Kebudayaan, hal itu telah menghasilkan iman Kristen yang menanggalkan pakaian kebudayaan Barat. Orang-orang Cina telah mengembangkan gereja pribumi sejati. Tak ada orang yang mengetahui jumlah orang-orang Kristen di Cina. Sebagai perkiraan berbeda jauh satu sama lain. Namun, semua sependapat bahwa pertumbuhan orang-orang Kristen di bawah pemerintahan komunis sungguh menakjubkan. Hal ini mungkin mewakili salah satu perkembangan iman paling dramatis dalam sejarah gereja.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/gereja-cina-bertumbuh-tanpa-terusik-revolusi-kebudayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Comenius Diusir Dari Negerinya</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/comenius-diusir-dari-negerinya/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/comenius-diusir-dari-negerinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2013 10:41:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bahan cerita sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[mewarnai sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1628 Comenius Diusir Dari Negerinya By Sekolah Minggu Orang-orang Katolik secara agresif sedang memaksakan otoritasnya di Bohemia. Kaum Protestan telah dibuang, meskipun untuk beberapa tahun lamanya mereka berupaya bersembunyi. Ketika bahaya membesar pada tahun 1628, satu rombongan melintasi pegunungan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/comenius-diusir-dari-negerinya/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 1628 Comenius Diusir Dari Negerinya</span></h2>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Comenius.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-247" alt="Comenius" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Comenius-207x300.jpg" width="207" height="300" /></a>Orang-orang Katolik secara agresif sedang memaksakan otoritasnya di Bohemia. Kaum Protestan telah dibuang, meskipun untuk beberapa tahun lamanya mereka berupaya bersembunyi. Ketika bahaya membesar pada tahun 1628, satu rombongan melintasi pegunungan dan masuk ke Polandia.</p>
<p>Yang memimpin mereka dalam pembuangan itu ialah pastor, penulis sekaligus guru, Jan Amos Comenius. Ia berhenti menoleh ke belakang melihat negeri tercintanya, dan memimpin warganya dalam doa, meminta agar Allah memelihara &#8220;benih terpendam&#8221; dalam diri warganya, suatu kelompok yang akan tumbuh dan menghasilkan buah. Comenius tidak akan pernah melihat negerinya lagi.</p>
<p>Perang tiga puluh tahun menyita pusat kehidupan Comenius. Ketika perang dimulai pada tahun 1618, ia adalah seorang pastor baru dan kepala sekolah pada golongan <i>Unity of Brethen (Unitas Fratrum),</i> pewaris ajaran Protestan dari Yohanes Hus.</p>
<p>Ketika itu Eropa terdiri dari kawasan-kawasan Katolik, Lutheran dan Calvinis. Bohemia, kawasan Protestan, tidak senang menjadi bagian dari kekaisaran Romawi yang suci, maka mereka selalu memberontak. Pada tanggal 23 Mei 1618, sejumlah pemberontak Protestan menyerang istana kerajaan di Praha dan melemparkan para gubernurnya ke luar jendela. Menurut laporan, orang-orang-orang yang terlempar itu mendarat di atas tumpukan kotoran hewan dan tidak terbunuh; namun dengan <i>Defenestration of Prague, </i>revolusi sedang berlangsung.</p>
<p>Dengan bantuan pasukan Spanyol, Kaisar Ferdinand II menghadang para pemberontak pada pertempuran <i>White Mountain </i>tahun 1620, dan daerah tersebut dengan resmi dinyatakan Katolik. Kaum Protestan terpaksa harus meninggalkan tempat itu. Comenius memulai persembunyian tujuh tahunnya. Dengan berpindah-pindah dari ladang ke ladang secara diam-diam, ia mencoba melayani kaum Brethen yang tersisa. Lima tahun sebelum kelahiran John Bunyan, Comenius menulis <i>The Labyrinth of The World </i>(Labirin Dunia), sebuah alegori berliku-liku mirip <i>Pilgrim&#8217;s Progress. </i></p>
<p>Comenius dan kumpulan Brethrennya bermukim di Leszno, Polandia. Di sana ia diangkat sebagai uskup bagi <i>Unitas Fratrum </i>dan menerbitkan buku tentang pendidikan anak-anak serta pelajaran bahasa. Teorinya sangat revolusioner. Semua anak laki-laki dan perempuan, kaya danmiskin harus dididik dengan kurikulum luas yang akan memberikan mereka akses di pelbagai bidang. Pendidikan harus dimulai dari kepedulian ibu, bahkan sejak sebelum lahir, katanya, meskipun hal itu harus melibatkan aspek-aspek bermain dan bukan hanya hafalan. Ia mendukung sederetan periode enam tahun yang dapat dibandingkan dengan prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan pendidikan universitas. Sementara itu, para pengajar harus belajar metode mengajar dari alam. Belajar adalah masalah perkembangan, bukan hanya masalah memperoleh informasi.</p>
<p>Perang tiga puluh tahun merebak terus. Kaum Protestan Denmark menyerang kawasan Katolik, tetapi terpukul balik. Raja Swedia, Gustavus Adolphus, memasuki pergolakan ini dengan berpihak pada Protestan. Ia memperoleh beberapa kemenangan, namun ia meninggal pada tahun 1632.</p>
<p>Sementara itu, Comenius tetap meraih reputasi sebagai seorang terpelajar dan pendidik. Ia menulis <i>The Way oh Light (Jalan Terang) </i>dengan harapan bahwa pendidikan yang benar akan meningkatkan perdamaian. Pada tahun 1641, Parlemen Inggris mengundangnya untuk mempraktikkan teorinya dengan mendirikan perguruan &#8220;pansophic&#8221; (aneka pengetahuan) di Inggris. Sekali lagi perang saudara merebak, yang memaksa Comenius lari. Untuk sementara waktu ia bermukim di Prusia. Dari sana ia pergi ke Swedia sebagai konsultan pendidikan bagi Perdana Menteri, Axel Oxenstierna. Ia juga meminta perdana menteri agar tidak melupakan perihal Brethren ketika perang hampir usai.</p>
<p>Anehnya, Perancis mengubah arah dalam perang itu. Meskipun merupakan negara Katolik, Perancis melihat kesempatan melumpuhkan kekuatan dinasti Hapsburg dan memenangkan beberapa kawasan baginya sendiri. Pasukan Perancis memasuki kancah perang pada tahun 1635, dan perang terus berlanjut. Pada tahun 1648, Perdamaian Westphalia membagi-bagi rampasan yang telah menguras Eropa. Kekaisaran Roma porak-poranda dan ada yang menafsirkan bahwa Jerman telah kehilangan setengah penduduknya dalam peperangan itu. Perancis memenangkan kawasan-kawasan baru. Kaum Calvinis dan Lutheran meraih keuntungan dengan pencapaian kaum Calvinis.</p>
<p>Namun, kaum Brethren tidak menerima baik hak kembali ke Bohemia maupun daerah pemukiman baru. Comenius melanjutkan pengembaraannya sepanjang sisa hidupnya. Selama dua puluh dua tahun ia berkelana, melayani kaum Brethren yang terbuang jauh. Ketika rumahnya di Polandia dibakar, ia kehilangan sebagian besar ensiklopedi yang disusunnya. Namun, berkat perlindungan seorang Belanda, ia menerbitkan banyak buku tentang pendidikan &#8211; termasuk buku bergambar pertama untuk anak-anak, <i>The World in Pictures (Dunia dalam Gambar). </i></p>
<p>Comenius dihargai dan dihormati, namun ia jarang didengar. Pada usia tujuh puluh lima tahun ia muncul di sebuah persidangan untuk memohon perdamaian antara Inggris dan Negeri Belanda  &#8211; tetapi mereka meremehkan sarannya. Ia mempunyai visi pendidikan yang akan membawa kesempurnaan spiritual dan perdamaian dunia. Meski tujuan pertama menarik beberapa negara, tak satu pun ingin mencoba tujuan kedua.</p>
<p>Walaupun ia dengan tepat dapat dikatakan sebagai salah seorang Bapa Oikumene, Comenius sering tidak dihiraukan. Ia lebih dihargai dunia sekular daripada oleh Gereja, dan ia sering dielukan sebagai Bapa Pendidikan Modern.</p>
<p>&#8220;Benih terpendam&#8221; yang didoakan Comenius muncul di kemudian hari. Serombongan Brethren bermigrasi ke Herrnhut, di Jerman, pada awal-awal abad kedelapan belas. Di sana terjadilah kebangkitan spiritual yang menyulut upaya misi besar yang merambat ke seluruh dunia.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/comenius-diusir-dari-negerinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FANNY CROSBY</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/fanny-crosby/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/fanny-crosby/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jun 2012 16:55:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama natal sekolah minggu singkat]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran sekolah sabat minggu ini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1229</guid>
		<description><![CDATA[FANNY CROSBY   by : Sekolah Minggu Cerita yang lalu: Setiap pekerjaan yang dilakukan untuk melayani Tuhan adalah suatu hal yang mulia. Fanny Crosby lahir di desa kecil di New York, 24 Maret 1820. Orang tuanya miskin tetapi berasal dari keturunan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/fanny-crosby/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><b><a title="/fanny-crosby/" href="http://sekolahminggu.com/fanny-crosby/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">FANNY CROSBY  </span></a><br />
</b></h1>
<p>by :<a title="/fanny-crosby/" href="http://sekolahminggu.com/fanny-crosby/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;"> Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Cerita yang lalu:</p>
<p>Setiap pekerjaan yang dilakukan untuk melayani Tuhan adalah suatu hal yang mulia. Fanny Crosby lahir di desa kecil di New York, 24 Maret 1820. Orang tuanya miskin tetapi berasal dari keturunan yang terpelajar dan tidak lama setelah Fanny lahir, ayahnya meninggal dunia. Ketika Fanny berumur 6 minggu, muncul masalah di matanya yang menyebabkan dia buta seumur hidup.</p>
<p>Neneknya yang saleh, merawat Fanny menceritakan mengenai dunia yang tidak akan pernah dilihat oleh Fanny, mengajak Fanny untuk mendengarkan kicauan burung sehingga melalui kicauannya Fanny bisa membedakan berbagai macam jenis burung. Apa yang Fanny ketahui mengenai dunia adalah gambaran yang diceritakan neneknya.</p>
<p>Karena Fanny tidak mungkin membaca Alkitab, maka neneknya mengajarkan Fanny untuk menghafalkannya. Dan ayat-ayat Alkitab yang dihafalkan menolongnya untuk membuat lagu-lagu pujian. Fanny menghafalkan Mazmur, Amsal, Ruth, dan Kitab Perjanjian Baru. Dia mengetahui kisah-kisah di Perjanjian Lama dengan sangat detil.</p>
<p>Fanny sangat menyukai puisi dan banyak yang mendukung dia untuk berkarya. Tahun 1844, Fanny mengeluarkan buku puisi pertamanya yang berjudul &#8220;Gadis Buta dan Puisi&#8221;.</p>
<p>Fanny kemudian bertemu dengan pemusik-pemusik seperti George Root, William Bradbury, William Doane, Ira D. Sankey dan bekerjasama dengan mereka untuk membuat banyak sekali lagu pujian. Dan banyak sekali pujian yang mereka buat membawa orang kepada Kristus. Fanny mungkin tidak berkhotbah, tidak pergi keliling dunia, tetapi melalui lagu-lagu yang dikarangnya. Tuhan memberkati dia dan memakai lagu pujiannya unruk membawa banyak orang menerima Kristus.</p>
<p>Tuhan menganugerahkan Fanny, hidup yang panjang sehingga bisa memberikan talentanya untuk  melayani Tuhan, dan hidup yang menjadi berkat bagi banyak orang. Fanny meninggal pada 11 Februari 1915, di umur 94 tahun.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/fanny-crosby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMBERITAKAN INJIL DENGAN TRAKTAT</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/memberitakan-injil-dengan-traktat/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/memberitakan-injil-dengan-traktat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 17:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[situs sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[susunan acara natal sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=962</guid>
		<description><![CDATA[MEMBERITAKAN INJIL DENGAN TRAKTAT by : Sekolah minggu Bentuk traktat mirip dengan buku, hanya saja ukuran traktat lebih kecil dan jumlah halamannya juga lebih sedikit daripada buku. Traktat Injil dipakai untuk memberitakan Injil dengan cara membagi-bagikannya kepada orang yang belum<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/memberitakan-injil-dengan-traktat/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="memberitakan-i…dengan-traktat/" href="http://sekolahminggu.com/memberitakan-i…dengan-traktat/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>MEMBERITAKAN INJIL DENGAN TRAKTAT</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="/memberitakan-i…dengan-traktat/" href=" http://sekolahminggu.com/memberitakan-i…dengan-traktat/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah minggu</span></em></a></p>
<p>Bentuk traktat mirip dengan buku, hanya saja ukuran traktat lebih kecil dan jumlah halamannya juga lebih sedikit daripada buku.</p>
<p>Traktat Injil dipakai untuk memberitakan Injil dengan cara membagi-bagikannya kepada orang yang belum mengenal Yesus Kristus.</p>
<p>Ada suatu kebiasaan yang selalu dilakukan oleh seorang pendeta dan anak laki-lakinya pada setiap hari Minggu siang. Mereka berjalan berkeliling  di desa tempat mereka tinggal sambil membagi-bagikan traktat tentang keselamatan.</p>
<p>Pada suatu Minggu siang hujan turun membasahi desa itu sehingga sang pendeta membatalkan aktivitas rutinnya hari itu. Namun, anak sang pendeta bersikukuh untuk tetap membagi-bagikan traktatnya seorang diri.</p>
<p>Sesudah dua jam berjalan berkeliling di tengah-tengah hujan, anak itu menggigil kedinginan. Di tangannya masih ada satu traktat Injil terakhir. Ia menuju ke rumah pertama yang dilihatnya di ujung suatu jalan dan mendekati pintu depan rumah itu.</p>
<p>Berkali-kali ia membunyikan bel rumah itu karena tidak ada jawaban. Namun, anak itu tidak pergi, ada sesuatu yang mencegahnya. Sekali lagi dia memencet bel dan mengetuk pintu. Akhirnya pintu itu perlahan-lahan dibuka. Anak itu lalu memberikan traktatnya kepada wanita yang muncul di balik pintu.</p>
<p>Minggu berikutnya saat kebaktian, tak disangka seorang wanita maju ke depan. Ia memberi kesaksian bahwa hari Minggu yang sebelumnya ia hendak bunuh diri karena masalahnya yang begitu berat. Tetapi tiba-tiba dia mendengar bel rumahnya berbunyi. Setelah menunggu beberapa saat, ia memutuskan untuk membuka pintu rumahnya.</p>
<p>Betapa terkejutnya wanita itu karena ada seorang anak laki-laki yang memberinya traktat tentang keselamatan sambil berkata bahwa Yesus sungguh mengasihinya. Setelah membaca traktat itu ia menangis, dan saat itu ia menerima keselamatan kekal yang ditawarkan oleh sang Juruselamat.</p>
<p>Kita tidak pernah tahu, bahwa tindakan penginjilan yang kita lakukan hari ini akan sangat berarti bagi mereka yang belum mengenal Yesus. Sudahkah kita menceritakan kabar keselamatan untuk mereka sebelum terlambat?</p>
<p>Nah, kamu pun bisa memberitakan Injil dengan memberitakan traktat Injil kepada teman-temanmu.</p>
<p>Artikel Bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/memberitakan-injil-dengan-traktat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
