<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; video lagu rohani anak sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/video-lagu-rohani-anak-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Soren Kierkegaard Serangan Terhadap Kekristenan</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/soren-kierkegaard-serangan-terhadap-kekristenan/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/soren-kierkegaard-serangan-terhadap-kekristenan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 06:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak gereja]]></category>
		<category><![CDATA[tarian sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[video lagu rohani anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1854 Soren Kierkegaard Serangan Terhadap Kekristenan By Sekolah Minggu Teologi abad kedua puluh mungkin berbeda sekali jika bukan karena seorang wanita muda bernama Regina Olsen. Dia adalah calon mempelai seorang Denmark yang cerdas, Soren Kierkegaard. Pertunangan dan putusnya mereka<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/soren-kierkegaard-serangan-terhadap-kekristenan/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color: #ff0000;">Tahun 1854 Soren Kierkegaard Serangan Terhadap Kekristenan</span></h3>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Soren-Kierkegaard.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-320" alt="Soren Kierkegaard" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Soren-Kierkegaard.jpg" width="213" height="237" /></a>Teologi abad kedua puluh mungkin berbeda sekali jika bukan karena seorang wanita muda bernama Regina Olsen. Dia adalah calon mempelai seorang Denmark yang cerdas, Soren Kierkegaard. Pertunangan dan putusnya mereka membuat Soren tergila-gila dengan  penulisan falsafah. Karya-karya yang dihasilkannya telah membuat banyak perubahan dalam bentuk pemikiran modern.</p>
<p>Kierkegaard lahir dalam keluarga berada pada tahun 1831. Ayahnya seorang usahawan sukses, dan telah pensiun lebih awal. Sekarang ia gemar mengundang para profesor untuk makan malam dan bertukar pikiran. Soren, yang termuda, adalah &#8220;sang Yusuf&#8221; di keluarganya. Ayahnya sangat menyenanginya serta mengagumi ketangkasan berpikirnya.</p>
<p>Pada usia tujuh belas, Soren dikirim ke Universitas Kopenhagen. Ayahnya ingin ia menjadi pendeta, tetapi Soren menolaknya. Ini adalah salah satu sebab pertengkarannya dengan sang ayah yang melanjutkan pembiayaan pendidikan Soren dan gaya hidupnya yang boros. Kierkegaard muda menjadi semacam mahasiswa abadi. Ia mencoba memperbaiki hubungan dengan ayahnya, tidak berapa lama sebelum Kierkegaard tua meninggal. Setelah itu Soren melanjutkan pendidikan teologi, meskipun ia tidak pernah ditahbiskan.</p>
<p>Kemudian Regina Olsen menarik perhatiannya. Ia baru berumur belasan tahun, namun Soren memutuskan untuk mendapatkannya. Masalahnya Regina sedang mengincar orang lain. Soren mulai memikat Regina dan keluarganya secara ofensif, yang menyebabkan Regina putus dengan pacarnya, dan akhirnya meminta Regina jadi pasangan hidupnya.</p>
<p>Namun, sekarang Soren tidak menginginkannya lagi. Atau ia memandang dirinya tak berharga bagi Regina. Tampaknya ia mempunyai rahasia yang dalam dan gelap yang menyebabkan ia tidak dapat menikmati keintimannya dengan Regina. Apa yang harus dilakukannya? Jika ia putuskan pertunangannya, hal itu akan mempermalukan Regina. Itu kurang adil. Tetapi jika Regina memutuskannya, adalah lebih baik. Maka Soren berupaya agar Regina terdorong untuk memutuskannya. Ia menjadi pemarah dan tidak ramah. Regina bertahan cukup lama, namun akhirnya ia tidak dapat bertahan lagi.</p>
<p>Seluruh episode ini menjadi beban berat dalam hati Kierkegaard yang memang sudah suram. Ia  merupakan penjahat dan korban dari kejahatannya sendiri. Ia mulai menggores serangkaian tulisan filsafat, mempertanyakan anggapan pada masanya. Semuanya diterbitkan dengan nama samaran. Kemudian ia menerbitkan buku dengan namanya sendiri, yangmerupakan jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan tersebut.</p>
<p>Salah satu dari yang pertama &#8211; <i>Either/Or </i>- dipuji oleh <i>The Corsair,</i> sebuah jurnal sindiran yang jarang memuji apa pun. Kierkegaard merasa malu dengan sindiran itu dan meminta jurnal itu menariknya. <i>The Corsair </i>hanya mengejek dia dan terus mempermalukan Kierkegaard di muka umum.</p>
<p>Hal ini tambah mengasingkan filsuf yang sudah kesepian itu. Kegagalan dengan Regina Olsen telah menodai namanya di masyarakat, dan sekarang<i> The Corsair </i>menjelekkannya di muka umum.</p>
<p>Namun, ia melanjutkannya tulisannya dengan mengalihkan perhatiannya ke tema-tema keagamaan. Bagaimana seseorang dapat menjadi Kristen sejati dalam dunia yang telah terpuruk ini? Jawabannya tidak menunjukkan harapan. Ia tidak menaruh harapan pada sistem-sistem ataupun lembaga-lembaga pada zamannya. Hanya mujizat Tuhan yang dapat menyelamatkan kita, tegasnya.</p>
<p>Ia belum berupaya menyerang gereja yang terorganisasi, namun dalam benaknya ia sudahmengarah ke sana. Gereja Denmark pada waktu itu cukup mewah dan teratur, serta merupakan pemelihara upacara dan teologi Lutheran yang baik. Namun, Kierkegaard tidak melihat kehidupan di dalamnya. Mungkin karena takut ke mana tulisannya akan mengarah, Kierkegaard berhenti menulis pada tahun 1850.</p>
<p>Kematian temannya J.P.Mynster, uskup Zealand, menggerakkan dia kembali menulis. Mynster, dengan caranya sendiri, telah berupaya mendorong Gereja Denmark dengan hasil yang terbatas. Kierkegaard mengambil kesempatan untuk mengkritik gereja habis-habisan karena mengabaikan ajaran Kristus yang benar, karena perhatiannya pada bentuk dan sistem filsafatnya, dan karena pemujaan terhadap uang serta kekuasaan. Antara Desember 1854 sampai Mei 1855, ia menerbitkan 21 karangan dalam harian <i>The Fatherland </i>dan kemudian dalam jurnalnya sendiri.</p>
<p>Pada bulan Desember 1855, Kierkegaard diserang stroke dan meninggal sebulan kemudian.</p>
<p>Tulisan-tulisannya mempengaruhi beberapa pemikir ulung abad kesembilan belas, namun pengaruh terbesarnya belum muncul hingga waktu yang lama di kemudian hari. Kierkegaard telah dielu-elukan sebagai Bapak &#8220;Eksistensialisme&#8221;, yang meraih ketenarannya pada abad kedua puluh. Para ahli filsafat dan teolog mengembangkan pemikirannya dengan berbagai cara, ada yang mungkin membuat Kierkegaard marah dan yang lain mungkin ia setujui.</p>
<p>Kierkegaard berjasa bagi banyak unsur subjektivitas dalam pemikiran teologi modern, tetapi subjektivitas itu datang dari kerendahan hati. Ia berkesimpulan bahwa Allah bukanlah benda yang secara ilmiah dapat dibedah dan dianalisis. Ia adalah Keberadaan<i> (Being) </i>yang hidup dan bertindak, yang berhadapan dengan kita untuk menyelamatkan kita.</p>
<p>Bukan hanya kita sebagai manusia seperti kepingan-kepingan teka-teki, kita juga adalah <i>keberadaan,</i> seru Kierkegaard, dengan kemauan, harapan dan kesedihan. Kierkegaard memerangi sistem yang abstrak &#8211; apakah itu filsafat ataupun keagamaan &#8211; yang mencari semacam Kebenaran yang abstrak. Ia menegaskan bahwa agama harus mengajar <i>bagaimana kita harus hidup.</i></p>
<p>Pemikir Denmark ini putus asa dengan tidak sanggupnya kita sebagai manusia menghampiri Allah dengan akal. Akal kita hanya membawa kita jauh dan kemudian kita melompat ke dalam kegelapan, dengan keyakinan bahwa Allah akan menemui kita di sana. Lompatan ini membutuhkan komitmen penuh, penolakan terhadap nilai-nilai duniawi dan kadang-kadang terhadap nilai-nilai gereja.</p>
<p>Mengikuti saat-saat Pencerahan, keputusasaan Kierkegaard sungguh mengejutkan bagi orang pada masanya. Namun, pemikiran Kierkegaard mengantisipasi Revolusi Industri yang tidak manusiawi serta kebangkitan dan Modernisme. Orang Denmark yang agung ini telah mendahului satu abad dari zamannya.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p><i> </i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/soren-kierkegaard-serangan-terhadap-kekristenan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Michelangelo Menyelesaikan Langit-langit Kapel Sistina</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/michelangelo-menyelesaikan-langit-langit-kapel-sistina/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/michelangelo-menyelesaikan-langit-langit-kapel-sistina/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2013 05:25:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[anak skolahan]]></category>
		<category><![CDATA[crita anak anak]]></category>
		<category><![CDATA[video lagu rohani anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1512 Michelangelo Menyelesaikan Langit-langit Kapel Sistina By Sekolah Minggu Ketika kita menengadah ke langit-langit Kapel Sistina, figur-figur yang ada di sana seolah-olah turun ke bawah, dengan jelas menghidupkan sejumlah babak dalam Kitab Kejadian, tujuh nabi Ibrani dan lima sibil,<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/michelangelo-menyelesaikan-langit-langit-kapel-sistina/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1512 Michelangelo Menyelesaikan Langit-langit Kapel Sistina</b></span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Michelangelo.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-202" alt="J152821402" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Michelangelo-300x300.jpg" width="300" height="300" /></a>Ketika kita menengadah ke langit-langit Kapel Sistina, figur-figur yang ada di sana seolah-olah turun ke bawah, dengan jelas menghidupkan sejumlah babak dalam Kitab Kejadian, tujuh nabi Ibrani dan lima sibil, malaikat yang mengumumkan kedatangan Mesias. Sepintas lalu kita dapat melihat bahwa ini adalah sesuatu yang berbeda dari seni lukis Abad Pertengahan.</p>
<p>Seni lukis Abad Pertengahan yang spiritual, tetapi sering dengan gaya yang tinggi dan tidak realistis, telah membuka jalan bagi realisme baru yang banyak menggunakan perspektif dan pengetahuan anatomi. Namun seni lukis baru ini mencerminkan berbagai perubahan pemikiran mendalam yang telah mengubah dunia Kristen.</p>
<p>Selama abad-abad kelima belas dan keenam belas, Renaisans telah mulai menguasai Eropa. Pujangga Kristen, Petrarch, menggali manuskrip-manuskrip Latin kuno dan mempopulerkan studinya. Dari sini berkembanglah rasa kemanusiaan, yang memberi dorongan untuk mempelajari sastra klasik dan menerapkan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan. Dengan perlahan tapi pasti, penekanan yang lebih besar sudah mulai diterapkan pada manusia, kemampuan berpikir dan tindakannya. Meskipun kekristenan masih sering mempunyai dampak besar pada pemikiran, namun dunia ini perlahan-lahan beralih dari kehidupan yang berpusat pada gereja.</p>
<p>Seperti kebanyakan orang-orang Renaisans, Michelangelo Buonarroti mencapai wawasan luas. Ia menulis sajak indah, menjadi pelukis, pemahat dan arsitek sempurna. Di bawah perlindungan Paus Julius II, Leo X, Clemens VII dan Paulus III, ia mewujudkan berbagai lukisan dan patung hebat yang mencerminkan semangat zamannya.</p>
<p>Di bawah Julius II, Michengelo menerima proyek melukis langit-langit kapel Sistina, kapel pribadi paus. Dari tahun 1508 sampai 1512 ia mewujudkan fresco hebat yang menggambarkan lelaki dan wanita yang berdarah-daging, yang tampaknya dapat menerima hidup ini dengan senang hati. Kisah-kisah Alkitab yang dilukiskan secara duniawi adalah hal asing bagi seni lukis Abad Pertengahan. Meskipun bertemakan spiritual, orang-orang tersebut tampaknya bercitra duniawi ketimbang surgawi.</p>
<p>Pada tahun 1534, Michelangelo kembali ke Kapel Sistina untuk melukis tembok di belakang altar. <i>Last Judgement </i>(Penghakiman Terakhir) melukiskan Yesus yang teguh. Figur-figur masif yang diselamatkan bangkit, sementara yang terkutuk jatuh dengan sedih, tanpa harapan untuk mengubah nasib mereka. Ketika Paus Paulus pertama kali melihat karya ini, dengan rasa kagum ia berdoa, &#8220;Tuhan, janganlah menghukum aku akan dosa-dosaku bila Engkau datang pada Hari Penghakiman.&#8221;</p>
<p>Meskipun mungkin ia terkenal karena lukisannya, Michelangelo tidak menganggap dirinya sepenuhnya sebagai seorang pelukis. Cinta pertamanya adalah seni pahat patung, bidang kemahirannya, seperti dibuktikannya pada patung <i>David</i> (Daud) yang hebat, <i>Pieta</i> yang lembut, yang menggambarkan Maria dengan Putranya yang telah menjadi kurban; dan <i>Musa </i>yang  saleh sedang marah.</p>
<p>Ketika manusia semakin menjadi ukuran segala sesuatu dan ketika Reformasi menantang otoritas Gereja Katolik, pengaruh humanisme pun meningkat. Itu bermula dari orang-orang Kristen &#8211; dan sebagian besar humanis tetap berpegang pada iman (Kristen).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/michelangelo-menyelesaikan-langit-langit-kapel-sistina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malas Itu Dosa Atau Bukan?</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/malas-itu-dosa-atau-bukan/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/malas-itu-dosa-atau-bukan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2012 17:43:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[video cerita anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[video lagu rohani anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[video tarian natal anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=942</guid>
		<description><![CDATA[Malas Itu Dosa Atau Bukan? by : Sekolah Minggu Apa alasanmu mengatakan demikian? Atas pertanyaan di atas, beberapa temanmu memberikan jawaban seperti ini: Malas adalah sifat naluri manusia. Jika dari kecil manusia menjadi malas, bila besar akan susah untuk dikendalikan.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/malas-itu-dosa-atau-bukan/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="malas-itu-dosa-atau-bukan" href="http://sekolahminggu.com/malas-itu-dosa-atau-bukan/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Malas</b><b> Itu Dosa Atau Bukan?</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="malas-itu-dosa-atau-bukan" href="http://sekolahminggu.com/malas-itu-dosa-atau-bukan/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Apa alasanmu mengatakan demikian?</p>
<p>Atas pertanyaan di atas, beberapa temanmu memberikan jawaban seperti ini:</p>
<p>Malas adalah sifat naluri manusia. Jika dari kecil manusia menjadi malas, bila besar akan susah untuk dikendalikan. Dan jika manusia sejak kecil malas, maka ia akan membebani orang-tuanya. Sehingga manusia harus lebih rajin dari kecil hingga menjadi dewasa. Karena Tuhan memerintahkan manusia untuk bekerja.</p>
<p><em><span style="color: #003300;">Johannes, 10 tahun</span></em></p>
<p><em><span style="color: #003300;">Iya (dosa-red), jika kita malas sekolah kita tidak mendapatkan ilmu, kelak saya tidak dapat memuliakan Tuhan.                                                                                                                                     </span></em></p>
<p><em><span style="color: #003300;">  Lulu, 10 tahun</span></em></p>
<p><em><span style="color: #003300;">Iya (dosa-red), kalau malas baca Alkitab kita tidak tahu Firman Tuhan sehingga tujuan hidup tidak bisa dicapai.                                                                                                                                     </span></em></p>
<p><em><span style="color: #003300;">  Eugenie, 10 tahun</span></em></p>
<p><em><span style="color: #003300;">Tidak, tetapi malas dapat menimbulkan dosa karena itu sama saja dengan tidak menghargai atau menggunakan waktu dengan baik.                                                                                              </span></em></p>
<p><em><span style="color: #003300;">  Leonardo, 12 tahun</span></em></p>
<p><em><span style="color: #003300;">Menurut saya dosa, karena melanggar perintah Tuhan.                                                                    </span></em></p>
<p><em><span style="color: #003300;">Desiana, 11 tahun</span></em></p>
<p><em><span style="color: #003300;">Malas itu tidak baik untuk kehidupan manusia. Kalau malas belajar pasti tidak akan naik kelas dan menjadi bodoh.                                                                                                                    </span></em></p>
<p><em><span style="color: #003300;">    Marvinico Lauren, 10 tahun</span></em></p>
<p><em><span style="color: #003300;">Tidak mau bekerja, tidak mau menjadi aktif, berlambat-lambat, tidak berfungsi dengan kemampuan yang sebenarnya itulah semua arti dari malas. Sama seperti mengambil sesuatu yang bukan miliknya, malas berarti tidak memanfaatkan waktu dengan benar atau memakai waktu bukan untuk yang seharusnya. Misalnya, waktu yang seharusnya dipakai untuk belajar justru dipakai untuk bermain.</span></em></p>
<p>Apakah kamu mau memberikan pendapat juga? Di dalam kotak di bawah ini ada pertanyaan lain. Kamu boleh kirimkan jawabannya ke Redaksi majalah KiTa. Jawabanmu itu adalah pendapatmu sendiri yang dapat menjadi berkat bagi pembaca yang lain, ya.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/malas-itu-dosa-atau-bukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
