<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; sugiartothencuncun</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/author/sugiartothencuncun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>TONGKAT AJAIB</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/tongkat-ajaib/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/tongkat-ajaib/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2014 10:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu cerita alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu firman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[TONGKAT AJAIB by Sekolah Minggu Perasaan bersalah menyebabkan hati tidak tenang. Pada suatu ketika di perkampungan Indian di Amerika, hiduplah seorang kakek tua yang amat bijaksana. Kakek ini seringkali memberikan nasehat kepada orang-orang yang mengalami kesulitan. Kebijaksanaan sang kakek begitu<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/tongkat-ajaib/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;"><a title="http://sekolahminggu.com/tongkat-ajaib/ " href="http://sekolahminggu.com/tongkat-ajaib/ " target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>TONGKAT AJAIB</b></span></a></h1>
<p style="text-align: justify;">by <a title="acara natal sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p style="text-align: justify;"><i>Perasaan bersalah menyebabkan hati tidak tenang.</i></p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu ketika di perkampungan Indian di Amerika, hiduplah seorang kakek tua yang amat bijaksana. Kakek ini seringkali memberikan nasehat kepada orang-orang yang mengalami kesulitan. Kebijaksanaan sang kakek begitu termashur sehingga kepala suku mengangkatnya menjadi penasehat utama.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari kepala suku mendapati bahwa seseorang telah mencuri barang-barang berharga dari rumahnya. Banyak barang-barang berharga yang hilang diambil pencuri itu. Kepala suku berpendapat pasti pelakunya adalah orang-orang yang bekerja di dalam rumahnya dan bukan orang luar, karena sehari-hari rumah itu dijaga dengan ketat sekali oleh para pengawal. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada bukti yang menunjuk kepada pelaku pencurian tersebut. Kalau tidak ada bukti, orang tidak boleh menuduh sembarangan, bukan?</p>
<blockquote>
<h1 style="text-align: center;"><span style="color: #339966;">Akhirnya kepala suku memanggil sang kakek bijaksana untuk memberi petunjuk untuk menemukan pencuri tersebut.</span></h1>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hamba dapat memberikan jawaban yang baginda butuhkan,&#8221; sahut sang kakek sambil tersenyum. &#8220;Hamba memiliki beberapa tongkat ajaib di rumah. Tongkat-tongkat itu akan bertambah panjang jika berada di dekat sang pencuri ataupun jika terpegang olehnya. Dalam sehari tongkat itu akan bertambah sepanjang lima senti. Jika baginda yang agung berkenan mengumpulkan para pelayan di dalam sel-sel tertutup, maka hamba akan memberikan satu tongkat ajaib pada tiap sel itu. Pada pagi harinya baginda akan menemukan satu di antara tongkat-tongkat itu akan bertambah sepanjang lima senti. Dan psstt..psstt.. (sang kakek membisikkan lanjutan kalimatnya ke telinga kepala suku). Nah, kita akan segera menemukan siapa pencuri barang-barang baginda.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Kepala suku menyetujui.</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/Screen-Shot-2014-03-05-at-5.22.46-PM.png"><img class="size-full wp-image-632 alignleft" alt="Screen Shot 2014-03-05 at 5.22.46 PM" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/Screen-Shot-2014-03-05-at-5.22.46-PM.png" width="393" height="294" /></a>Pada hari itu juga seluruh pelayan dilarang pulang ke rumahnya. Mereka ditahan dan ditempatkan di dalam sel, tiap orang di dalam tiap sel. Kemudian baginda memberikan tongkat-tongkat ajaib untuk mereka. &#8220;Ketahuilah, para pelayanku. Tongkat-tongkat ini adalah tongkat ajaib. Dia akan bertambah sepanjang lima senti jika berada di dekat sang pencuri yang asli.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Malam itu semua pelayan ada di dalam sel tahanan. Semua sudah tertidur nyenyak, tapi ternyata ada satu pelayan yang tidak bisa tidur. Pelayan itu bernama Emas Hitam. Sejak dimasukkan ke dalam sel, Emas Hitam sangat resah. Tongkat yang diberikan kepala suku digenggamnya erat-erat. Keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya. Mengapa demikian? Apakah ada sesuatu yang tidak beres?</p>
<p style="text-align: justify;">Si Emas Hitam terus memandangi tongkat itu. Dia merasa tongkat yang digenggamnya adalah  tongkat ajaib yang akan bertambah panjang jika disentuh oleh pencuri yang asli. Emas Hitam adalah pencuri yang asli. Kini dipandanginya tongkat itu. Ia merasa semakin lama tongkat yang dipegangnya semakin panjang. &#8216;Wah, kelihatannya benar, sudah bertambah panjang lima senti!&#8217; Dengan panik Emas Hitam mengambil pisaunya dan memotong tongkat itu sepanjang lima senti. Kini dia merasa agak tenang. &#8220;Nah, tongkat ini sudah kupotong sepanjang lima senti. Kini ia akan sama panjang dengan tongkat-tongkat yang lainnya. Hh&#8230;hh&#8230;hhh&#8230; semoga tidak ada yang tahu bahwa aku pencuri yang sejati! demikian pikir si Emas Hitam.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, pagi-pagi benar baginda kepala suku memanggil semua pelayan keluar dari sel mereka masing-masing. Juga tongkat-tongkat mereka diminta kembali untuk diperiksa dan diukur panjangnya. Pada giliran si Emas Hitam, baginda berhenti dan menatap wajahnya.&#8221;Emas Hitam, mengakulah! Engkau pencurinya, bukan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ahhh&#8230;.. bu..bu..bukan saya, baginda yang mulia. Kalau saya pencuri yang sejati, pastilah tongkat saya akan bertambah panjang. Silahkan baginda periksa bukankah tongkat saya sama panjangnya dengan tongkat-tongkat yang lain?&#8221; sahut Emas Hitam dengan gugup dan pucat.</p>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;">&#8220;Emas Hitam, jika engkau tidak mengaku aku akan menghukummu dengan keras. Sekali lagi aku memberi kesempatan kepadamu untuk mengaku, apakah engkau pencuri sejati??!!!&#8221; suara kepala suku  mulai menggelegar karena marahnya.</span></h3>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Di dalam ketakutan yang amat sangat akhirnya Emas Hitam mengaku bahwa memang dialah pencuri barang-barang sang kepala suku. Emas Hitam mengembalikan barang-barang yang telah dicurinya dan harus menerima hukuman dari kepala suku.</p>
<p style="text-align: justify;">Heran sekali, dari mana sang kepala suku bisa mengetahui bahwa Emas Hitamlah pencuri yang sejati? Benarkah ada tongkat yang begitu ajaib, sehingga waktu tersentuh oleh tangan sang pencuri maka akan bertambah panjang? Kalau memang demikian, bukankah Emas Hitam telah memotong tongkatnya supaya tidak ketahuan? Mengapa baginda masih bisa tahu? Ternyata justru sebaliknya! Tidak pernah ada tongkat ajaib!!! Tongkat itu cuma kayu biasa, sama seperti tongkat-tongkat lainnya. Tongkat Emas Hitam tidak bertambah panjang. Tapi karena ia merasa bersalah, maka ia merasa tongkat itu bertambah panjang. Maka tidak heran Si Emas Hitam memotongnya. Baginda bisa mengetahui bahwa Emas Hitam adalah pencuri justru karena tongkatnya lebih pendek dibanding tongkat teman-temannya yang lain! Ketakutannyalah yang menunjukkan ia memang pencuri yang sebenarnya. Tongkat yang lain tidak bertambah pendek karena yang lain tidak takut tongkatnya bertambah panjang. Rasa bersalah akan membuat orang takut dan tidak tenang seperti Emas Hitam!</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber artikel dari majalah kristen anak-anak</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/tongkat-ajaib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AKU dan HARTAKU</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/aku-dan-hartaku/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/aku-dan-hartaku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jan 2014 00:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Aku dan hartaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[AKU dan HARTAKU Pdt. Dr. Stephen Tong Ibrani 13:6 Minggu lalu kita telah membahas. Jangan menjadi hamba dari hartamu. Manusia harus bisa memisahkan dua hal yang ada di dalam hidupnya: diri yang berada di dalam dirinya dan harta yang berada<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/aku-dan-hartaku/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">AKU dan HARTAKU</span></h1>
<p style="text-align: justify;">Pdt. Dr. Stephen Tong</p>
<p style="text-align: justify;">Ibrani 13:6</p>
<p style="text-align: justify;">Minggu lalu kita telah membahas. Jangan menjadi hamba dari hartamu. Manusia harus bisa memisahkan dua hal yang ada di dalam hidupnya: diri yang berada di dalam dirinya dan harta yang berada di luar dirinya. Karena aku itu aku. kepunyaanku adalah kepunyaan- ku. kepunyaanku bukan aku. dan aku bukan kepunyaanku. Aku ini kekal tapi kepunyaanku tidak kekal, aku akan kembali pada Tuhan, sementara kepunyaanku, suatu saat nanti akan binasa. Seperti kata firman Tuhan: dunia beserta segala nafsunya akan binasa, hanya mereka yang menjalankan kehendak Allah hidup untuk selama- lamanya. Alkitab bukan saja tidak melarang manusia mempunyai banyak harta, bahkan memelihara hak milik pribadi dengan tidak memperbolehkan orang lain melirik, mengambil, merampas kepunyaannya — hukum kesepuluh.</p>
<h2 style="text-align: center;"><span style="color: #008000;">Alkitab mengizinkan kita memiliki harta benda. namun Alkitab juga mengajarkan, jangan tamak. puaskan dirimu dengan apa yang ada, jangan menginginkan sesuatu di luar prinsip yang sudah Tuhan tetapkan.</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Harta benda yang di luar diri kita, hanyalah sesuatu yang Tuhan pinjamkan pada kita. Waktu kita mati, kita tak bisa membawanya pergi, kitalah yang akan menghadap Tuhan sang Pencipta. Kalau kita bisa memisahkan keduanya dengan jelas, barulah kita tahu bagaimana menangani kepunyaan kita: tidak tamak, puas akan apa yang sudah kita miliki. Minggu lalu kita sudah membahas, Alkitab tidak pernah melarang manusia berambisi menjadi besar. Kata Yesus, jika kamu ingin menjadi besar, jadilah hamba semua orang. Maksudnya, Tuhan memberi kita kebebasan plus prinsip (perintah yang harus kita jalankan).</p>
<h1 style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;">Nothing wrong to be big. to be ambisius.</span></h1>
<p style="text-align: justify;">masalahnya ambisimu untuk apa, ambisi itu datang dari mana, diikat oleh prinsip apa? Kita boleh menjadi besar asal mengikuti jalur: kebenaran. keadilan, kesucian, kehendak Tuhan, maka orang yang mempunyai kemampuan dan kapasitas besar j,tapi tidak mau mengembangkan diri, dia berdosa. Sebaliknya. orang yang tidak diberi kapasitas besar mau menjadi besar juga berdosa. Keselarasan antara ambisi dan kemampuan perlu kita jaga. Karena or¬ang yang tidak mempunyai kemampuan dan kemungkinan menjadi besar tapi nekad menjadi sebesar mungkin pasti mencapainya dengan cara-cara yang tidak benar: merampok, menipu&#8230;. mengganggu kepemilikan orang lain, melanggar prinsip yang telah Tuhan tetapkan. Tapi kalau kau bekerja keras, mengembangkan kemampuanmu, plus motivasi mau memuliakan Tuhan, membawa berkat bagi sesama. tidak mengikat diri di dalam dosa —</p>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #008000;">tiga hal yang mendasari etika Kristen:</span></h3>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> anything I do in order to glorifiy God. </span></h3>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">anything I do in order to beneficial for other, </span></h3>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">anything I do there is no bondage of sin in my action. </span></h3>
<p style="text-align: justify;">dia boleh mengembangkan aspirasinya yang besar, Tuhan fidak pernah merugikan, membuang, juga tidak pernah meninggalkan manusia yang benar-benar jafan di dalam kehendak- Nya dan menyenangkan hatiNya. Pisahkanlah dulu dirimu dengan fce- punyaanmu, baru katakanlah kepada rumahmu, mobilmu&#8230;. segala yang kau miliki: kau bukan aku, aku bukan kau. Segala milikku Tuhan sementara piniamkan padaku, yang boleh ku pakai, ku miliki. ku atur penggunaannya. dengan begitu kau memposisikan diri sebagai tuan atas milikmu, bukan milikmu yang menjadi tuan atasmu. Ingat: kau sudah ditebus, diberi hak sebagai anak Allah, jangan lagi menjadi budak dosa atau budak harta. Karena anak Allah adalah orang yang Allah percayakan untuk menjadi tuan atas miliknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup manusia di abad ke-20 sudah jauh lebih baik ketimbang mereka yang hidup di abad ke-19: di awal abad ke-20. 99% kota dan desa belum memiliki pe- nerangan. tapi akhir abad ke-20. mungkin sisa satu atau dua persen kota yang tak memiliki penerangan. Menuntut maju adalah hak manusia, karena manusia dicipta seturut peta teladan Allah, diberi potensi dan kemampuan untuk meng- gunakan alam, membuat hidupnya menjadi lebih leluasa, lebih efisien. tapi ingat: aku bukan budak dari hartaku; hartaku tidak boleh memperbudak aku. Karena harta bisa menjadi tuan yang amat bengis, juga bisa menjadi hamba yang amat baik. Jika seorang tidak tahu mengelola hartanya, dia akan dijerat mati oleh hartanya. Ada banyak orang kaya yang tidak mengerti hubungan yangjelas antara diri mereka dengan milik mereka, setiap hari dihantui oleh untung rugi. sampai-sampai menjadi stress, frustrasi. depresi&#8230;. menderita penyakii jiwa yang berat sekali. Saya akan mengangkat lagi kisah Howard Huse. Waktu dia muda, dia begitu ambisius dan dia berhasil menjadi salah seorang yang terkaya di Amerika. profitnya bukan dihitung per bulan melainkan per detik. tapi dia mati karena kelaparan. Aneh bukan? Dua puluh tujuh tahun sebelum dia mati, dia tidak berani dekat dengan siapapun, hidup bersama seorang koki yana khusus memasak makanan untuknya. karena dia hanya percaya padanya seorang, dia tak pernah makan di restoran atau menghadiri pesta. Lambat laun dia mulai berpikir, apa jadinya kalau si koki meracuni dirinya? maka dia minta si koki makan dulu separuh dari makanannya, dia tunagu satu, dua jam, barulah dia mau makan. Kemudian dia berpikir lagi, apa iadinya kalau dia menaruh racun di bagian makanan yang ku makan, diapun minta si koki makan bagiannya, lambat laun, dia mati. Uangnya memang banyak, uang itu milik siapa? Milik dia. Tapi dia bisa mati dan uangnya tetap ada. Paradoks bukan? Kecuali kau bisa mengatur milikmu. bila tidak, kau lebih sementara dari milikmu.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/01/20130929_092555.jpg"><img class="size-large wp-image-607 aligncenter" alt="20130929_092555" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/01/20130929_092555-1024x576.jpg" width="550" height="309" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1975, ketika Howard Huse mati. laporan penyebab kematiannya adalah: kurang makan, cukup menggemparkan a) Amerika: apa gunanya dia kaya tapi mati kelaparan? Bila seorang kaya tidak mengerti hubungan dirinya dengan harta miliknya, memang sangat kasihan. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, tidak pernah membuang kita. biarlah kita dengan berani, dengan yakin berkata: aku tidak takut apapun, karena Tuhan adalah Penolongku (ayat 6). Hidup yang bisa mengatakan. Tuhanlah Penolongku. aku tidak takut adalah hidup yang Tuar biasa bahagia. Orang yang umurnya panjang tapi setiap hari dirundung takut lebih malang dari mereka yang mati ketika masih muda. George Bernard Shaw, salah seorang puiangga besar Inggris, di awal abad fce-20 mengatakan. orang yang takut mati akan mati, orang yang tidak takut matipun akan mati. Apa bedanya? Orang yang takut mati setiap hari mati, tapi tidak jadi mati, dia bangun untuk takut mati lagi, sedangkan orang yang tidak takut mati hanya mati satu kali. Seorang yang hari-hari hidupnya dipenuh rasa takut mati amatlah tersiksa. Betapa indahnya orana yang dengan konfiden berkata. Tuhan adalah Penolongku. Puji Tuhan, itulah hidup yang saya alami selama ini, kekurangan yang ada di dalam hidup saya adalah: kuatir, takut, gelisah, marah yang tidak perlu. Apa itu kenyamanan jiwa? Iman, yang artinya tak perlu kuatir. takut, gelisah, marah-marah. Dulu, di London terdapat sebuah hotel kecil, di sana tertulis: saat kuatir mengetuk pintu, iman menjawab, yang kau cari tidak ada di sini. Saat imanmu sempurna, kuatirpun lenyap, saat kuatir bertambah, imanpun berkurang. Mengapa kau selalu me- nguatirkan hal yang tak pernah terjadi? Karena di antara hal-hal yang kau kuatirkan, paling tidak ada tujuh puluh lima bahkan mungkin sampai sembilan puluh sembilan persen tidak pernah ter- realisasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Epicurian School of philosophy yang dari abad ke-4 sebelum Masehi sampai abad ke-4 setelah Masehi, selama kurang lebih tuiuh ratus lima puluh tahun merajarela di aunia Helenis; dunia Gerika menaucapkan satu kalimat yana saya rasa Denar juga (walau tak perlu kita terima seratus persen): sebelum kau mati. mati belum datang. setelah kau mati, mati sudah berlalu. Tentang mati, orang Tionghoa melukiskan: sapi berbeda dengan babi, babi hanya tahu lari tak tahu apa itu mati, sapi tahu mati tapi tak tahu lari. Tahukah anda, genius yang paling pintarpun, kira-kira hanya meng- gunakan lima persen dari potensi pikirannya, sampai dia mati, sembilan uluh lima persen kemampuan otaknya elum dia pakai. Sedangkan kau, mungkin hanya memakai satu atau dua persen saja. dari dua persen itu. sembilan puluh persennya kau hamburkan untuk kuatir, hanya sepuluh persen yang betul- betul kau pakai dengan baik. Mengapa kita hanya memakai pikiran kita untuk kuatir, kuatir, takut, gelisah, marah-marah? Orang yang memakai pikiran yang dari Tuhan untuk memikirkan hal-hal itu saja, seumur hidupnya tidak akan maju. Mengapa ada orang yang baru percaya Kristus tiga tahun sudah masuk sekolah teologi, menjadi pengkhotbah yang seumur hidupnya terus menerus dipakai Tuhan. sementara ada orang Kristen yang sudah puluhan tahun mendengar khotbah tetap tidak berani bersaksi. tidak pernah maju? Karena dia memakai pikiran yang begitu berharga untuk memikirkan hal-hal yang remeh dan hina, menggunakan potensi yang begitu bernilai hanya untuk kuatir, takut,&#8230; saja. &#8220;dengan yakin aku berkata, Tuhan Penolongku, aku tidak takut&#8221;, itulah ciri khas iman Kristen. Mengapa dari zaman ke zaman, iman Kristen bagai api yang tak bisa dipadamkan. semangat yang tak bisa dipatahkan? Dibunuh. dianiaya, kelaparan. pedang. telanjang, mati syahidpun tak takut, karena Tuhan Penolongku.</p>
<p style="text-align: justify;">Seiak abad ke-1. orang Kristen yakin, enfah pedang. telanjang.kemiskinan. kelaparan. marabahaya, nabi palsu atau  tidak bisa memisahkan kita dari kasih Allah yang berada di dalam Kristus (Rm. 8). Orang Kristen dari abad pertama belajar tida~k takut kepada dia yang hanya bisa membunuh tubuh tapi tidak bisa membunuh iiwa, maka tidak ada satu perkara yang bisa mengancam iiwanya. merebut kenyamanannya. lakukanlah perkara yang paling jahat atas diriku, yang penting, sebelum kau membunuhku. aku sudah melakukan sesuatu yang bernilai bagi Tuhan, bagi orang-orang yang Tuhan serahkan padaku. Jika sebelum aku mati, aku melakukan hal yang merusak diri, merusak masyarakat, merusak moral pemuda, merusak zaman ini, meski umurku di- perpanjana. bisa mencapai dua ratus tahunpun. Tidak ada gunanya. sebalik- nya, kalau aku sudah menjalankan kehendak Allah, membawa berkat bagi orang, meskipun umurku pendek juga tidak menjadi soal. Karena aku yakm, Tuhanlah Penolongku, aku tidak takut. Tak ada pendiri agama yang usianya pendek: Kongfuzu mencapai usia tujuh puluh dua setengah tahun, Socrates mencapai usia enam puluh delapan tahun, Mohammad mencapai usia enam puluh tiga tahun, Abraham mencapai usia seralus tujuh puluh lima tahun. Looze mencapai usia delapan puluh sekian tahun, Sakyamuni mencapai usia delapan puluh tahun&#8230;. penairi-pendiri agama membutuhkan umur panjang untuk mengajarkan ajarannya, memberi pengaruh pada dunia. hanya Yesus yang mencapai usia tiga puluh tiga setengan tahun. Secara manusia, usia yang cuma tiga puluh tiga setengah tahun aan baru melayani tiga tahun setengah, pengaruh apa yang bisa dia berikan? Apalagi Dia tidak pernah beranjak dari Palestine; hanya berkeliling di Galileo, Yerusalem dan sekitarnya, tapi Dialah contoh yang paling baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Peganglah prinsip ini, hidupmu bernilai atau tidak, tidak tergantung panjang atau pendek umur- mu, kaya atau miskin. sehat atau sakit- sakitan, kau diterima atau dibantah oleh orang-orang sezamanmu, Yesus Kristuslah contoh terbaik, meski dilawan, diumpat, difitnah, diadili secara tidak adil, disalib- kan, hanya hidup tiga puluh tiga tahun setengah. tidak menikmati kenyamanan secara tisik. tapi tak seorangpun sanggup melawanNya. meski Dia tidak pernah menulis satu lagu, tapi ada begitu banyak lagu dinyanyikan untukNya. Menurut catatan Guiness book of world record, at least half million hymns dipakai untuk memuji Tuhan. Secara manusia. sepertinya Yesus gagal total, namun sesungauhnya justru Dilah yang paling sukses. Itulah yang disebut paradoks. Mari kita back to the Bible: dari awal, kekristenan bukanlah agama yang mengajar kita melewati nidup yana enak. yang lancar, tak pernah mengalami gangguan, sejak awal. Tuhan kita dipaku. Paulus dipenggal kepalanya. Petrus disalib dengan posisi terbalik. satu per satu rasul dianiaya bahkan sampai mati, namun iman Kristen adalah iman yang tak mungkin digagalkan. semangat Kristen bagai api yang tak mungkin dipadamkan, keberanian Kristen tak mungkin di- patahkan. Chiristian faith yang di- dasarkan atas apa? Inilah aku, dengan yakin aku berkata, Tuhan adalah Penolongku. aku tidak takut. Tuhan berjanji: Twill never forsake you. I will never leave you alone. Aku menyertaimu. Biarlah orang Kristen sekali lagi mengingatkan diri: aku tidak takut, karena hati nuraniku tahu, aku patuh pada perintahNya. berjalan di dalam kehendakNya. Meski tubuhku bisa dibunuh atau kesulitan bisa saja menimpaku. kehendak Tuhan yang jadi. aku tidak takut, karena janji Tuhan tidak kosong: Aku menyertaimu sampai kesudahan alam. Meskipun kau melewati kematian, Aku menyertaimu (Mzm.23). Tahukah anda, Alkitab tiga ratus enam puluh lima kali menuliskan: jangan takut&#8230; yang cukup kita pakai setiap hari dari satu Januari sampai tiga puluh satu Desember. Mungkin kau berkata. ngomong sih begitu. aku tetap takut. Itulah cefakanya: kau sudah banyak mendenaar khotbah tapi tak pernah berubah. Tak usah takut, Tuhan akan menyukupi, memimpin, Dia tidak pernah meninggalkan kita. Kemarin, Pdt. Kok Han menelpon: pak Tong, ada or¬ang menawar tanahmu di Malang satu sekian milyar, jawab saya, boleh pikir- pikir. Uang itu tidak akan masuk ke kas saya. satu milyar akan saya berikan untuk pembanaunan gedung GRII, dua persen untuk ini dan itu, lima persen untuk pajak, sisanya untuk MRI Malang. Bagaimana dengan studi anak-anak saya? Biar mereka berjuang. Hidup ini adalah milik Tuhan, kalau perlu, saya akan menjual rumah yang di Jakarta, pindah ke rumah yang lebih kecil. asal kehendak Tuhan, rencana Tuhan jadi. Karena saya adalah saya, milik saya adalah milik saya, saya tidak dimiliki oleh milik saya, saya adalah tuannya bukan budaknya. Jangan takut, Tuhan menyertaiku. Jangan takut, Dia tidak meninggalkanku. Jangan takut. Dia adalah Tuhan yang mengikat janji dengan rencanaNya yang kekal.</p>
<p style="text-align: justify;">(ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah &#8211; EL)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/aku-dan-hartaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suku Yahudi yang Hilang &#8211; ke jepang</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/suku-yahudi-yang-hilang-ke-jepang/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/suku-yahudi-yang-hilang-ke-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2013 02:06:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi dan jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[SUKU YAHUDI yang HILANG – JEPANG Suku yang Hilang – Jepang Israel Datang ke Jepang Oleh: Arimasa Kubo Upacara tradisional di Jepang bisa jadi merupakan jejak bahwa Yahudi dan 10 Suku Hilang Israel datang ke Jepang kuno. Festival di Jepang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/suku-yahudi-yang-hilang-ke-jepang/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b>SUKU YAHUDI yang HILANG – JEPANG</b></p>
<p>Suku yang Hilang – Jepang</p>
<p>Israel Datang ke Jepang</p>
<p>Oleh: Arimasa Kubo</p>
<p>Upacara tradisional di Jepang bisa jadi merupakan jejak bahwa Yahudi dan 10 Suku Hilang Israel datang ke Jepang kuno.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-1.jpg"><img class="size-full wp-image-579 alignnone" alt="jepang-1" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-1.jpg" width="240" height="324" /></a><b></b></p>
<p><b>Festival di Jepang yang Mengilustrasikan Kisah Ishaq</b></p>
<p>Di prefektur Nagano, Jepang, terdapat sebuah kuil besar Shinto bernama “Suwa-Taisha” (Shinto adalah agama tradisional khas Jepang). Setiap tanggal 15 April, di Suwa-Taisha diadakan festival tradisional bernama “Ontohsai”. Festival ini mengilustrasikan kisah Ishaq dalam bab 22 Genesis, Bibel, yaitu, kisah mengenai Ibrahim yang hendak mengorbankan putranya sendiri, Ishaq. Festival “Ontohsai” diselenggarakan sejak zaman dahulu kala dan dianggap sebagai festival terpenting di “Suwa-Taisha”.</p>
<p><img class="size-full wp-image-580 alignnone" alt="jepang-2" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-2.jpg" width="284" height="393" /></p>
<p>Di sebelah kuil “Suwa-Taisha”, ada sebuah gunung bernama Gunung Moriya (dalam bahasa Jepang disebut “Moriya-san”). Penduduk di area Suwa memanggil dewa Gunung Moriya dengan sebutan “Moriya no kami”, yang berarti “dewa Moriya”. Pada festival tersebut, seorang anak laki-laki diikatkan dengan tali pada sebuah pilar kayu, lalu ditempatkan di atas tikar bambu. Seorang pendeta Shinto menghampiri sang anak sambil menyiapkan sebilah pisau, namun kemudian seorang pembawa pesan/messenger (pendeta lainnya) datang, dan anak laki-laki tersebut dibebaskan. Ini mengingatkan kita pada kisah ketika Ishaq dibebaskan setelah malaikat datang pada Ibrahim.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-581" alt="jepang-3" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-3.jpg" width="470" height="282" /></a></p>
<p>Pada festival ini, pengorbanan binatang juga dilakukan. Sebanyak 75 ekor rusa dikorbankan, tapi di antara jumlah tersebut diyakini bahwa ada seekor rusa yang kupingnya cacat. Rusa ini dipercaya telah dipersiapkan oleh tuhan. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan biri-biri jantan yang dipersiapkan tuhan dan kemudian dikorbankan setelah Ishaq bebas. Namun di zaman dahulu, penduduk berpikir bahwa kebiasaan pengorbanan rusa ini adalah hal yang aneh, sebab pengorbanan binatang bukanlah sebuah tradisi Shinto.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-582" alt="jepang-4" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-4.jpg" width="272" height="185" /></a></p>
<p>Penduduk menyebut festival ini sebagai “festival untuk dewa Misakuchi”. “Misakuchi” mungkin berasal dari “mi-isaku-chi”. “Mi” berarti “besar”, “isaku” mungkin saja “Ishaq” (dalam bahasa Hebrew adalah “Yitzhak”), dan “chi” adalah sesuatu (semacam partikel-pen) yang dipakai untuk akhir suatu kata. Tampaknya penduduk Suwa menjadikan Ishaq sebagai dewa, mungkin karena pengaruh dari para penyembah berhala.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-583" alt="jepang-5" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-5.jpg" width="180" height="248" /></a></p>
<p>Kini upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut tak lagi dipraktekkan, tapi kita masih bisa melihat pilar kayu yang disebut “oniye-basira” yang berarti “pilar pengorbanan” (sacrifice-pillar).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kini penduduk menggunakan binatang tiruan (stuffed animal/binatang sumpalan) sebagai pengganti bintang asli dalam melaksanakan pengorbanan. Bagi rakyat di zaman Meiji (sekitar 100 tahun lalu), mengikat seorang anak laki-laki yang diikuti dengan pengorbanan binatang dianggap sebagai perbuatan biadab, dan kebiasaan tersebut dihentikan. Tapi festival itu sendiri hingga hari itu masih berlangsung.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-6.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-584" alt="jepang-6" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-6.jpg" width="384" height="234" /></a></p>
<p>Upacara pengorbanan anak laki-laki tersebut dipertahankan hingga permulaan zaman Meiji. Masumi Sugae, seorang terpelajar Jepang dan pencatat perjalanan yang hidup di zaman Edo (sekitar 200 tahun lalu), menuliskan catatan perjalanannya dan mencatat apa yang ia lihat di Suwa. Catatan ini memperlihatkan keterangan detail mengenai “Ontohsai”. Catatan ini mengatakan bahwa upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut, serta pengorbanan binatang, masih berlangsung pada zaman Sugae. Catatan Sugae ini tersimpan di museum dekat Suwa-Taisha.</p>
<p>Festival “Ontohsai” dipertahankan oleh keluarga Moriya sejak zaman dahulu kala. Keluarga Moriya berpikir bahwa “Moriya-no-kami” (dewa Moriya) adalah dewa leluhur mereka. Dan mereka berpikir bahwa “Gunung Moriya” adalah tempat suci mereka. Nama “Moriya” mungkin berasal dari “Moriah” (dalam bahasa Hebrew adalah “Moriyyah”) dalam Genesis 22:2.</p>
<p>Keluarga Moriya menyelenggarakan festival tersebut selama 78 generasi. Festival Ontohsai pasti telah ada sejak zaman dahulu.</p>
<p>Saya tidak mengetahui negara lain, selain Jepang, yang memiliki sebuah festival yang mengilustrasikan kisah Ishaq. Saya yakin tradisi ini menjadi bukti kuat bahwa Israel pernah datang ke Jepang di zaman dahulu.</p>
<p>Hiasan pada bagian atas Imperial House of Japan sama dengan yang ditemukan pada Gerbang Yerusalem</p>
<p>Hiasan yang terdapat pada bagian atas Imperial House of Japan adalah berupa lambang bundar (round mark) berbentuk bunga dengan 16 daun bunga (foto kanan). Bentuknya di masa kini terlihat seperti bunga serunai/chrysanthemum (mum), tapi para ilmuwan mengatakan bahwa di zaman kuno, bentuk tersebut lebih terlihat seperti bunga matahari. Ini benar-benar bentuk yang sama dengan lambang pada gerbang Herod di Yerusalem. Hiasan pada gerbang Herod juga memiliki 16 daun bunga (foto kiri).</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-7.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-585" alt="jepang-7" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-7.jpg" width="314" height="293" /></a></p>
<p>Hiasan pada Imperial House of Japan ini telah ada sejak zaman yang sangat lampau, begitu pula dengan gerbang Herod.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-8.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-586" alt="jepang-8" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-8.jpg" width="137" height="148" /></a></p>
<p>Simbol Bintang David juga digunakan di Ise-jingu, kuil Shinto untuk Imperial House of Japan</p>
<p>Ise-jingu di prefektur Mie, Jepang, merupakan sebuah kuil Shinto yang dibangun untuk Imperial House of Japan. Pada kedua sisi jalan menuju kuil tersebut terdapat lampu-lampu yang terbuat dari batu. Anda juga dapat melihat Bintang David kaum Yahudi terukir di setiap lampu, dekat bagian puncaknya.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-9.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-587" alt="jepang-9" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-9.jpg" width="274" height="198" /></a></p>
<p>Hiasan (crest) yang digunakan di bagian dalam kuil (Izawa-no-miya) di Ise-jingu juga adalah Bintang David. Ini telah ada sejak zaman kuno.</p>
<p>Di prefektur Kyoto, ada sebuah kuil bernama “Manai-Jinja” yang merupakan Kuil Ise-jingu asli. Hiasan di “Manai-Jinja” juga adalah Bintang David. Jadi, ini telah digunakan sejak zaman dahulu kala.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-10.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-588" alt="jepang-10" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-10.jpg" width="240" height="324" /></a></p>
<p>Saya pernah mendengar bahwa Bintang David ditemukan di sebuah sinagog Yahudi pada abad ke-3 di Eropa.</p>
<p>Para pemimpin keagamaan Jepang, “Yamabushi”, meletakkan sebuah kotak hitam pada dahi mereka, serupa dengan kaum Yahudi yang meletakkan Phylactery (kotak kecil berbahan kulit yang memuat teks-teks Hebrew-pen) di dahi.</p>
<p>“Yamabushi” adalah pemimpin keagamaan yang sedang dalam masa latihan dan hanya ada di Jepang. Kini, mereka dianggap sebagai bagian dari Budhisme Jepang. Namun, Budhisme di Cina, Korea, atau India, tidak memiliki kebiasaan ini. Kebiasaan “Yamabushi” telah ada di Jepang sebelum Budhisme masuk ke Jepang pada abad ke-7.</p>
<p>Pakaian yang dikenakan “Yamabushi” pada dasarnya berwarna putih. Di dahinya, mereka meletakkan sebuah boks kecil berwarna hitam yang disebut “tokin”, yang diikatkan ke kepalanya dengan tali hitam. Mereka benar-benar menyerupai Yahudi yang meletakkan phylactery (kotak hitam) di dahi dengan menggunakan tali hitam. Ukuran “tokin” ini hampir sama dengan ukuran phylactery milik kaum Yahudi. Tapi “tokin” berbentuk bundar dan terlihat seperti bunga.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-11.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-589" alt="jepang-11" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-11.jpg" width="338" height="305" /></a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-121.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-603" alt="jepang-121" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-121.jpg" width="160" height="199" /></a></p>
<p>Sepertinya, phylactery Yahudi yang diletakkan di dahi semula berasal dari “pelat” dahi yang diletakkan pada dahi pendeta tertinggi, Aaron, dengan menggunakan tali (Exodus 28:36-38). Menurut cerita/dongeng, ukurannya sekitar 4 cm (1,6 inchi), dan beberapa ilmuwan mengatakan bahwa ini berbentuk bunga. Jika demikian, maka pelat tersebut sangat mirip dengan bentuk “tokin” di Jepang yang dikenakan oleh “Yamabushi”.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-13.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-590" alt="jepang-13" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-13.jpg" width="290" height="147" /></a></p>
<p>Setahu saya, hanya ada dua negara di dunia ini yang mengenakan sebuah boks di dahi, yaitu Israel dan Jepang,</p>
<p>Selain itu, “Yamabushi” mengenakan kerang laut berukuran besar sebagai tanduk. Ini sangat mirip dengan kaum Yahudi yang meniup shofar, atau tanduk biri-biri jantan. Ketika ditiup, suara yang keluar dari tanduk “Yamabushi” benar-benar seperti suara shofar. Di Jepang tak ada biri-biri, “Yamabushi” harus menggunakan tanduk dari kerang laut, bukan tanduk biri-biri jantan.</p>
<p>“Yamabushi” adalah orang-orang yang menganggap pegunungan sebagai tempat suci mereka untuk latihan keagamaan. Orang-orang Israel juga menganggap pegunungan sebagai tempat suci. Ten Commandments Torah diturunkan di Gunung Sinai. Yerusalem adalah kota yang berada di atas gunung. Yesus (Yeshua) terbiasa mendaki gunung tersebut untuk berdoa di sana. Perubahan rupa Yesus juga terjadi di atas gunung.</p>
<p>Di Jepang terdapat legenda mengenai “tengu”, yang tinggal di sebuah gunung dan memiliki bentuk tubuh yang sama dengan “Yamabushi”. Ia memiliki hidung yang jelas serta kemampuan supernatural. “Ninja”, agen atau mata-mata di zaman kuno yang bekerja untuk tuannya, sering mendatangi “tengu” di gunung untuk mendapatkan kemampuan supernatural darinya. Setelah memberikan kekuatan, “Tengu” memberi “Ninja” sebuah “tora-no-maki” (gulungan “tora”). “Gulungan tora” ini dianggap sebagai buku/kitab terpenting yang berguna dalam setiap masalah. Kami, orang Jepang, kadang-kadang menggunakan buku ini dalam kehidupan sehari-hari kami, bahkan hingga hari ini.</p>
<p>Kami tidak mengetahui bahwa gulungan Torah Yahudi yang asli pernah ditemukan di lokasi-lokasi bersejarah di Jepang. Saya hanya dapat menduga bahwa “gulungan tora” menggunakan kitab suci bernama “Torah”, yang digunakan oleh kaum Yahudi hingga hari ini.</p>
<p>“Omikoshi” di Jepang menyerupai Ark of the Covenant (Tabut Perjanjian)</p>
<p>Dalam Bibel, Kejadian Pertama chapter 15, tertulis bahwa David membawa tabut perjanjian dari Tuhan ke Yerusalem.</p>
<p>“David dan para sesepuh Israel serta para komandan unit yang berjumlah ribuan pergi membawa tabut perjanjian TUHAN dari rumah Obed-Edom, dengan penuh kegembiraan. …Lalu David berpakaian jubah yang terbuat dari linan halus, begitu pula para Levites yang sedang membawa tabut, serta para penyanyi, dan Keniah, yang bertugas menyanyikan paduan suara. David juga mengenakan ephod dari linan. Jadi semua Israel membawa tabut perjanjian TUHAN sambil bersorak-sorai, dengan membunyikan tanduk biri-biri jantan dan terompet, dan simbal, serta memainkan lyre (instrumen bersenar yang berbentuk U, digunakan di zaman kuno-pen) dan harpa.” (15: 25-28)</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-14.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-591" alt="jepang-14" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-14.jpg" width="336" height="280" /></a></p>
<p>Ketika membaca paragraf tersebut, saya berpikir; “Betapa miripnya ini dengan pemandangan ketika orang-orang Jepang mengangkut ‘Omikoshi’ kami saat festival? Bentuk ‘Omikoshi’ Jepang benar-benar terlihat seperti tabut perjanjian. Orang-orang Jepang bernyanyi dan menari di depannya sambil bersorak-sorai, dan memainkan instrumen musik. Semua hal ini sangat mirip dengan kebiasaan Israel kuno.”</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-15.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-592" alt="jepang-15" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-15.jpg" width="274" height="201" /></a></p>
<p>Orang-orang Jepang mengangkut “Omikoshi” di atas pundak mereka dengan tiang – biasanya 2 tiang. Begitu pula halnya dengan Israel kuno:</p>
<p>“Para Levites mengangkut tabut Tuhan dengan tiang di pundak mereka, seperti yang diperintahkan Musa berdasarkan firman TUHAN.” (Kejadian 1 15:15)</p>
<p>Tabut perjanjian Israel memiliki 2 tiang (Eksodus 25: 10-15). Beberapa model tabut yang diperbaiki, seperti bayangan kita, menggunakan 2 tiang di bagian atas tabut. Namun Bibel mengatakan bahwa tiang-tiang tersebut diikatkan pada tabut oleh 4 cincin “pada keempat kakinya” (Eksodus 25:12). Jadi tiang-tiang tersebut pasti dilekatkan pada dasar tabut. Ini serupa dengan “Omikoshi” Jepang.</p>
<p>Tabut Israel memiliki 2 patung cherubim (malaikat urutan kedua pada hirarki surga-pen) berbahan emas pada bagian puncaknya. Cherubim adalah sejenis malaikat, mahluk surga yang misterius. Mereka memiliki sayap seperti burung. “Omikoshi Jepang” juga memiliki burung emas, yang disebut “Ho-oh”, pada bagian puncaknya, yang merupakan burung khayalan dan makhluk surga yang misterius. Secara keseluruhan, tabut Israel dilapisi emas. “Omikoshi” Jepang juga hampir seluruhnya dilapisi emas. Ukuran “Omikoshi” hampir sama dengan tabut Israel. “Omikoshi” Jepang mungkin merupakan sisa-sisa tabut Israel kuno.</p>
<p>Banyak hal yang berkenaan dengan tabut Israel menyerupai adat-istiadat Jepang</p>
<p>Raja David dan orang-orang Israel bernyanyi dan menari sambil membunyikan instrumen-instrumen musik di depan tabut. Kami, orang Jepang, bernyanyi dan menari sambil membunyikan instrumen-instrumen musik di depan “Omikoshi”.</p>
<p>Beberapa tahun lalu, saya menonton sebuah film buatan Amerika berjudul “King David” yang memuat kisah terpercaya mengenai kehidupan Raja David. Dalam film itu, David membawa tabut ke Yerusalem sambil menari di depan tabut tersebut. Saya berpikir: “Jika pemandangan di Yerusalem itu diganti dengan pemandangan Jepang, maka adegan ini akan sama persis dengan apa yang saya lihat di sini, dalam festival-festival di Jepang.”</p>
<p>Atmosfir musiknya pun menyerupai musik Jepang. Tarian David benar-benar terlihat seperti tarian tradisional Jepang.</p>
<p>Dalam festival “Gion-jinja” di kuil Shinto di Kyoto, orang-orang mengangkut “Omikoshi” lalu masuk ke dalam air, dan menyeberangi sungai. Saya hanya dapat menduga bahwa ini berasal dari ingatan Israel Kuno yang mengangkut tabut ketika menyeberangi sungai Jordan setelah melakukan eksodus dari Mesir.</p>
<p>Di sebuah pulau di Laut Inland, Seto, Jepang, orang-orang yang terpilih sebagai pengangkut “Omikoshi” tinggal bersama di sebuah rumah selama satu minggu sebelum mereka mengangkut “Omikoshi”. Ini untuk mencegah pencemaran pada diri mereka. Selanjutnya, pada hari sebelum mengangkut “Omikoshi”, mereka mandi dalam air laut untuk menyucikan diri. Ini sama dengan kebiasaan Israel kuno:</p>
<p>“Demikianlah para pendeta dan Levites menyucikan diri mereka untuk membawa tabut Tuhan Israel.” (Kejadian 1 15:14)</p>
<p>Bibel mengatakan bahwa setelah tabut memasuki Yerusalem dan barisan berhenti; “David membagikan sepotong roti, sepotong daging, dan sepotong kue kismis, kepada setiap orang Israel, baik laki-laki maupun perempuan” (Kejadian 1 16:3). Ini sama dengan kebiasaan di Jepang. Di Jepang, setelah festival selesai, gula-gula dibagikan kepada setiap orang. Itu adalah sesuatu yang menyenangkan saat saya masih kanak-kanak.</p>
<p>Jubah pendeta Jepang menyerupai jubah pendeta Israel</p>
<p>Bibel mengatakan bahwa ketika David membawa tabut ke Yerusalem; “David berpakaian jubah yang terbuat dari linan halus” (Kejadian 1 15:27). Begitu pula dengan para pendeta dan paduan suara. Dalam Bibel berbahasa Jepang, ayat ini diterjemahkan menjadi “jubah dari linan putih”.</p>
<p>Pada Israel kuno, meski pendeta tinggi mengenakan jubah berwarna, para pendeta umum mengenakan linan putih. Para pendeta mengenakan pakaian berwarna putih pada acara-acara suci. Begitu pula dengan para pendeta Jepang, mengenakan jubah putih di setiap acara suci. Di Ise-jingu, salah satu kuil tertua di Jepang, semua pendeta mengenakan jubah putih. Dan di banyak kuil Shinto lainnya di Jepang, orang-orang mengenakan jubah putih saat mengangkut “Omikoshi”, persis seperti yang dilakukan Israel. Para pendeta Budha mengenakan jubah berwarna yang mewah. Tapi dalam agama Shinto Jepang, putih dianggap sebagai warna paling suci.</p>
<p>Kaisar Jepang, setelah ia menyelesaikan upacara kenaikan tahta, datang sendirian ke hadapan dewa Shinto. Saat pergi ke sana, ia mengenakan jubah berwarna putih polos di seluruh tubuhnya. Sementara kakinya tidak mengenakan apa-apa. Hal ini sama dengan ketika Musa dan Joshua melepas alas kaki mereka di hadapan Tuhan (Eksodus 3:5, Joshua 5:15).</p>
<p>Marvin Tokayer, seorang rabbi yang tinggal di Jepang selama 10 tahun, menulis dalam bukunya:</p>
<p>“Jubah linan yang dikenakan oleh pendeta Shinto Jepang memiliki bentuk yang sama dengan jubah linan putih pada para pendeta Israel kuno.”</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-16.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-593" alt="jepang-16" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-16.jpg" width="212" height="418" /></a></p>
<p>Jubah para pendeta Shinto Jepang memiliki tali sepanjang 20-30 cm (sekitar 10 inchi) yang menggantung dari sudut jubah. Keberadaan bagian yang menjuntai ini (fringe/jumbai) merupakan kebiasaan orang-orang Israel. Deuteronomy 22:12 mengatakan:</p>
<p>“Buatlah menggantung di sudut pakaian mereka sepanjang generasi.”</p>
<p>Fringe (tassel/jumbai) merupakan sebuah tanda bahwa seseorang adalah kaum Israel. Dalam ajaran Perjanjian Baru, juga tertulis bahwa para Pharisee (anggota sekte Yahudi kuno-pen) “memanjangkan jumbai pada pakaian mereka” (Matius 23:5). Seorang wanita yang sedang mengalami pendarahan datang pada Yesus (Yeshua) dan menyentuh “jumbai pada mantel-Nya” (Matius 9:20, Perjanjian Baru: Translation in the Language of the People, diterjemahkan oleh Charles B. Williams). Pakaian Israel kuno kadang kala tidak memiliki jumbai. Namun jubah mereka benar-benar memiliki jumbai. Menurut tradisi, Tallit Yahudi (syal untuk beribadah), yang dipakai oleh Yahudi ketika berdoa, memiliki jumbai pada sudut-sudutnya.</p>
<p>Pendeta Shinto Jepang memasangkan kain berbentuk persegi pada jubah mereka, dari bahu hingga paha. Ini sama dengan ephod yang dipakai oleh David:</p>
<p>“David juga mengenakan ephod dari linan.” (Kejadian 1 15:27)</p>
<p>Meskipun ephod yang dikenakan pendeta tinggi dipenuhi warna dengan adanya permata, pendeta biasa, yang tingkatnya berada di bawahnya, mengenakan ephod dari kain linan putih yang sederhana (Samuel 1 22:18). Rabbi Tokayer mengatakan bahwa kain persegi yang menempel pada jubah pendeta Shinto Jepang terlihat sangat mirip dengan ephod Kohen, pendeta Yahudi.</p>
<p>Pendeta Shinto Jepang meletakkan topi di kepalanya, persis seperti yang dilakukan pendeta Yahudi (Eksodus 29:40). Pendeta Jepang juga memasang ikat/selempang di pinggangnya. Begitu pula halnya dengan pendeta Israel. Pakaian para pendeta Shinto Jepang pasti merupakan pakaian yang digunakan oleh Israel kuno.</p>
<p>Melambaikan hasil panen juga merupakan kebiasaan di Jepang</p>
<p>Orang-orang Yahudi melambaikan hasil panen mereka, berupa tumpukan padi, 7 minggu sebelum Shavuot (Pentecost, Leviticus 23:10-11). Mereka juga melakukannya pada saat Feast of Booths (Sukkot, Leviticus 23:40). Ini telah menjadi tradisi sejak masa Musa. Pendeta Israel kuno juga melambaikan sebuah ranting tanaman ketika melakukan penyucian terhadap seseorang. David mengatakan, “Bersihkan diriku dengan hyssop (herbal aromatik berupa semak kecil, dulu sering dipakai untuk pengobatan-pen), dan aku akan menjadi bersih” [Mazmur 51:7(9)]. Ini juga merupakan adat-istiadat tradisional Jepang.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-17.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-594" alt="jepang-17" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-17.jpg" width="150" height="156" /></a></p>
<p>Ketika pendeta Jepang melakukan penyucian terhadap seseorang atau sesuatu, ia melambaikan sebuah ranting tanaman. Atau melambaikan “harainusa”, yang sangat serupa dengan ranting tanaman. “Harainusa” di masa sekarang lebih sederhana dan terbuat dari kertas putih yang dilipat membentuk zig-zag seperti petir kecil, namun di zaman dahulu “harainusa” adalah sebuah ranting tanaman atau rumput.</p>
<p>Seorang wanita Jepang beragama Kristen yang saya kenal, sebelumnya menganggap bahwa “harainusa” ini serupa dengan kebiasaan pagan. Namun ia kemudian pergi ke Amerika Serikat dan memperoleh kesempatan menghadiri sebuah pertemuan Sukkot. Saat ia melihat seorang Yahudi yang sedang melambaikan seikat hasil panen, ia berkata dalam hatinya, “Wah, ini sama dengan yang dilakukan oleh pendeta Jepang! Di sinilah rumah untuk orang Jepang berada.”</p>
<p>Struktur kuil Shinto Jepang sama dengan tempat ibadat (God’s Tabernacle) Israel Kuno</p>
<p>Bagian dalam tempat ibadat Israel kuno terbagi menjadi 2 bagian. Yang pertama adalah Holy Place, dan yang kedua adalah Holy of Holies. Begitu pun halnya dengan kuil Shinto Jepang, terbagi menjadi 2 bagian.</p>
<p>Fungsi-fungsi yang terdapat pada kuil Jepang serupa dengan tempat ibadat Israel. Orang-orang Jepang beribadat di depan Holy Place yang ada di kuil. Mereka tidak dapat memasuki Holy Place. Hanya pendeta Shinto yang boleh masuk. Pendeta Shinto memasuki Holy of Holies hanya pada saat-saat tertentu. Ini sama halnya dengan tempat ibadat Israel.</p>
<p>Holy of Holies di kuil Shinto Jepang terletak di sebelah barat, persis seperti Holy of Holies pada tempat ibadat Israel. Holy of Holies Shinto juga berada satu tingkat lebih tinggi daripada Holy Place, di antara Holy of Holies dan Holy Place terdapat anak tangga. Para ilmuwan mengatakan bahwa, dalam kuil Israel yang dibangun oleh Solomon, Holy of Holies juga berada pada tingkat yang lebih tinggi, dan di antara Holy of Holies dan Holy Place terdapat anak tangga selebar 2,7 meter (9 kaki).</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-18.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-595" alt="jepang-18" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-18.jpg" width="500" height="315" /></a></p>
<p>Di bagian depan kuil Jepang terdapat 2 patung singa, disebut “komainu”, yang berdiri di kedua sisi jalan. Kedua patung tersebut bukanlah berhala, tapi penjaga kuil. Hal ini pun merupakan salah satu kebiasaan Israel kuno. Di kuil Tuhan Israel dan istana Solomon, terdapat patung-patung atau relief-relief singa (Raja-raja 1 7:36, 10:19).</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-19.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-596" alt="jepang-19" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-19.jpg" width="204" height="148" /></a></p>
<p>Dalam sejarah awal Jepang, tak pernah ada penggunaan singa. Tapi patung singa tersebut telah diletakkan di kuil-kuil Jepang sejak zaman kuno. Hal ini dibuktikan oleh para ilmuwan bahwa patung singa yang ada di bagian depan kuil-kuil Jepang berasal dari Timur Tengah.</p>
<p>Dekat pintu masuk kuil Jepang, terdapat “temizuya”, yaitu tempat bagi para penyembah untuk mencuci tangan dan mulut. Ini sama dengan yang ditemukan pada sinagog Yahudi. Tempat ibadat dan kuil Israel kuno juga memiliki laver, untuk mencuci dan bersuci, dekat pintu masuk.</p>
<p>Di bagian depan kuil Jepang, terdapat gerbang, yang disebut “torii”. Gerbang dengan model seperti ini tidak ada di China atau Korea, ini khas Jepang. Gerbang “torii” terdiri dari 2 pilar vertikal dan sebuah palang yang menghubungkan bagian atas pilar. Tapi bentuk yang paling kuno hanya terdiri dari 2 pilar dan sebuah tali yang menghubungkan pilar. Ketika seorang pendeta Shinto menunduk pada gerbang, ia menunduk kepada 2 pilar tersebut secara terpisah. Maka diasumsikan bahwa gerbang “torii” tersebut pada awalnya hanya terdiri dari dua pilar.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-20.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-597" alt="jepang-20" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-20.jpg" width="500" height="139" /></a></p>
<p>Pada kuil Israel, terdapat 2 pilar yang digunakan sebagai gerbang (Raja-raja 1 7:21). Dan dalam bahasa Aramaik, yang digunakan oleh Israel kuno, kata gerbang adalah “taraa”. Kata ini mungkin berubah sedikit dan menjadi kata Jepang, “torii”. Beberapa “torii”, terutama pada kuil tua, bercat merah. Saya menduga bahwa ini merupakan gambaran mengenai 2 pos pintu, termasuk kayu horizontalnya, yang terkena darah anak biri-biri pada malam sebelum eksodus Israel dari Mesir.</p>
<p>Dalam agama Shinto Jepang, ada sebuah kebiasaan melingkupi/mengelilingi tempat suci dengan sebuah tali yang disebut “shimenawa”, yang mana tali ini memiliki sarung (terbuat dari kertas putih) yang dimasukkan sepanjang tali. Tali “shimenawa” ini dipasang sebagai pembatas. Bibel mengatakan bahwa saat Musa memberikan en Commandment dari Tuhan, di Gunung Sinai, ia “memasang pembatas” (Eksodus 19:12) di sekeliling gunung supaya kaum Israel tidak mendekatinya. Meski saya tidak tahu apa yang digunakan sebagai “pembatas” tersebut, pasti ada tali atau yang lain yang dipasang sebagai pembatas. Jika demikian, maka tali “shimenawa” Jepang mungkin merupakan satu kebiasaan yang berasal dari zaman Musa.</p>
<p>Satu-satunya perbedaan besar antara kuil Jepang dan kuil Israel kuno adalah bahwa kuil Jepang (Shinto) tidak memiliki altar pembakaran untuk pengorbanan hewan. Sebelumnya saya penasaran mengapa agama Shinto tak memiliki kebiasaan mengorbankan hewan, jika benar bahwa Shinto berasal dari agama Israel kuno. Tapi kemudian saya menemukan jawabannya dalam Deuteronomy chapter 12. Musa memerintahkan kaumnya untuk tidak melakukan pengorbanan hewan di tempat lain selain tempat khusus di Kanaan (12:10-14). Jadi, jika Israel datang ke Jepang kuno, mereka tidak diperbolehkan melakukan pengobanan hewan.</p>
<p>Banyak kebiasaan Jepang yang menyerupai kebiasaan Israel kuno</p>
<p>Saat orang-orang Jepang beribadat di depan Holy Place di kuil Shinto, mereka pertama-tama membunyikan bel emas yang tergantung di pusat pintu masuk. Ini adalah kebiasaan Israel kuno. Pendeta tinggi, Aaron, meletakkan “bel emas” di keliman (batas pakaian dimana pinggirnya dilipat dan dijahit) jubahnya. Sehingga dengan demikian suara bel dapat terdengar dan sang pendeta takkan mati ketika melakukan pelayanan di sana (Eksodus 28:33-35).</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-21.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-598" alt="jepang-21" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-21.jpg" width="115" height="112" /></a></p>
<p>Orang-orang Jepang bertepuk tangan 2 kali ketika beribadat di depan Holy Place. Ini, di masa Israel kuno, merupakan kebiasaan yang memiliki arti bahwa “I keep promises” (saya berjanji). Dalam Injil, Anda dapat menemukan kata yang diterjemahkan sebagai “pledge” (janji). Pengertian aslinya dalam bahasa Hebrew adalah “clap his hand” (menepukkan kedua tangannya/bertepuk tangan) (Ezekiel 17:18, Amsal Sulaiman 6:1). Tampaknya orang-orang Israel kuno selalu melakukan tepuk tangan ketika berjanji atau ketika melakukan sesuatu yang penting.</p>
<p>Orang-orang Jepang menunduk di depan kuil sebelum dan sesudah bertepuk tangan dan beribadat. Mereka juga menunduk sebagai salam penghormatan ketika bertemu. Menunduk juga merupakan kebiasaan Israel kuno. Jacob menunduk saat ia mendekati Esau (Genesis 33:3). Saya telah memperhatikan bahwa orang-orang Yahudi modern tidak memiliki kebiasaan menunduk. Namun, mereka menunduk ketika membacakan doa. Orang-orang Ethiopia modern memiliki kebiasaan menunduk, mungkin disebabkan oleh Yahudi kuno yang bermigrasi ke Ethiopia di zaman dahulu. Cara orang Ethiopia menunduk serupa dengan cara orang Jepang.</p>
<p>Kami, orang Jepang, memiliki kebiasaan menggunakan garam untuk penyucian. Penduduk terkadang menaburkan garam setelah orang jahat beranjak pergi. Ketika saya menonton drama TV dari masa Samurai, saya melihat seorang wanita melempar garam ke tempat dimana seorang pria yang ia benci beranjak pergi. Kebiasaan ini sama dengan Israel kuno. Setelah Abimelech merebut kota musuh, “ia menaburinya dengan garam” (Judge 9:45). Kami, orang Jepang, dapat cepat memahami bahwa ini sama artinya dengan membersihkan dan menyucikan kota.</p>
<p>Saya mendengar bahwa saat orang Yahudi pindah ke rumah baru, ia menaburinya dengan garam untuk menyucikan dan membersihkannya. Lagi-lagi, hal ini sama dengan yang ada di Jepang. Di restoran khas Jepang, sang pemilik biasanya meletakkan garam di dekat pintu masuk. Yahudi juga menggunakan garam untuk daging Kosher. Semua daging Kosher dimurnikan dengan garam dan semua makanan diawali dengan roti dan garam.</p>
<p>Orang Jepang meletakkan garam di pintu masuk pemakaman. Setelah kembali dari pemakaman, seseorang harus menaburkan garam kepada seseorang yang lain sebelum ia (orang yang ditaburi garam-pen) memasuki rumahnya, karena dalam agama Shinto terdapat anggapan bahwa semua orang yang pergi ke pemakaman atau menyentuh mayat menjadi tidak bersih. Lagi-lagi, konsep yang sama dengan yang ada pada Israel.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-22.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-599" alt="jepang-22" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-22.jpg" width="296" height="257" /></a></p>
<p>Pegulat Jepang, “sumo”, menaburi ring sumo dengan garam sebelum mereka bertarung. Orang-orang Amerika dan Eropa penasaran mengapa mereka menaburkan garam. Namun Rabbi Tokayer menulis bahwa kaum Yahudi dapat cepat memahami maknanya. Orang Jepang mempersembahkan garam setiap kali mereka melaksanakan persembahan keagamaan. Ini sama dengan kebiasaan yang dilakukan oleh Israel, karena Bibel mengatakan: “Saat kau melakukan persembahan, kau harus mempersembahkan garam” (Leviticus 2:13). Orang Jepang zaman kuno memiliki kebiasaan memasukkan garam saat mandi pertama bayi. Orang Israel kuno membasuh bayi yang baru lahir dengan air setelah menggosok sang bayi dengan garam secara lembut (Ezekiel 16:4). Penyucian dan pembersihan dengan menggunakan garam dan/atau air merupakan kebiasaan umum pada orang Jepang dan Israel.</p>
<p>Dalam Injil berbahasa Hebrew, kata “clean” (bersih) atau “unclean” (tidak bersih) sering muncul. Orang Amerika atau Eropa tidak familiar dengan konsep ini. Tapi orang Jepang dapat dengan mudah memahaminya, karena ini merupakan konsep penting dalam Shinto untuk menghargai kebersihan dan menghindari ketidakbersihan. Lagi-lagi, mungkin saja konsep ini berasal dari Israel kuno.</p>
<p>Dalam agama Shinto Jepang tidak ada berhala, sama halnya seperti dalam agama Israel</p>
<p>Kuil Budha memiliki berhala yang diukir dalam bentuk Budha dan dewa lainnya. Tapi dalam kuil Shinto Jepang tidak ada berhala. Di pusat Holy of Holies kuil Shinto, terdapat sebuah cermin, pedang, atau anting-anting. Namun para pemeluk Shinto tidak menganggap benda-benda tersebut sebagai dewa mereka. Dalam agama Shinto, dewa dianggap tidak terlihat. Cermin, pedang, dan anting-anting tersebut, bukanlah berhala, tapi hanya sebagai objek untuk menunjukkan bahwa tempat itu merupakan tempat suci dimana dewa, yang tak terlihat, turun.</p>
<p>Dalam tabut perjanjian Israel kuno, terdapat lembaran-lembaran dari batu (tablet of stone) yang memuat Ten Commandments, botol berisi manna (makanan surga/makanan yang diturunkan Allah swt-pen), dan tongkat Aaron. Benda-benda ini bukan berhala, tapi hanya objek untuk menunjukkan bahwa itu adalah tempat suci dimana Tuhan, yang tak terlihat, turun. Kita bisa mengatakan hal yang sama berkaitan dengan keberadaan benda-benda tersebut dalam kuil Jepang.</p>
<p>Orang Jepang kuno memiliki kepercayaan pada Yahweh!?</p>
<p>Terdapat satu perbedaan besar, yaitu, agama Shinto mempercayai banyak dewa, sedangkan agama Israel (Yahudi) hanya mempercayai satu Tuhan.</p>
<p>Namun, berbeda dari Yudaisme modern, agama orang Israel kuno (khususnya 10 suku Israel yang hilang, Ten Lost Tribe of Israel) cenderung menyembah berhala dan memiliki kepercayaan politeistik (mempercayai banyak tuhan). Mereka tidak hanya mempercayai satu tuhan, Yahweh, tapi juga Baal, Asytaroth, Molech, dan tuhan pagan lainnya. Praktis agama Israel kuno bukan agama monoteistik. Kepercayaan politeistik Shinto tampaknya berasal dari kecenderungan Israel kuno yang politeis. Para agamawan Shinto mengatakan bahwa dewa agama Shinto, “Susanoh”, dalam beberapa aspek mirip dengan Baal, dan dewa perempuan agama Shinto, “Amaterasu”, mirip dengan Aystaroth.</p>
<p>Hingga 40 dekade yang lalu, di Gunung Inomure (prefektur Ooita), masyarakat selalu mengadakan upacara untuk meminta hujan. Mereka mengumpulkan kayu-kayu yang membentuk Bintang David untuk membuat fondasi, kemudian di atasnya dibangun sebuah menara dari cabang-cabang pohon, lalu di puncak menara diletakkan tiang bambu yang diikat dengan kulit ular. Mereka membakar menara tersebut dan berdoa meminta hujan. Ini mengingatkan kita pada cerita mengenai Israel kuno yang sering membakar kemenyan pada ular perunggu (yang dibuat oleh Musa) di sebuah tiang hingga pemerintahan King Hezekiah (Raja-raja 2 18:4).</p>
<p>Meskipun Shinto merupakan agama politeis, saya pikir ada kemungkinan bahwa Shinto kuno juga pernah memiliki kepercayaan pada Yahweh.</p>
<p>Dewa Shinto yang pertama kali lahir, di antara dewa-dewa lainnya, disebut “Amenominakanushi-no-kami”. Dewa ini disebut sebagai dewa yang pertama kali muncul, tinggal di tengah-tengah alam semesta, tidak memiliki bentuk, tidak mati, penguasa (yang tak terlihat) alam semesta, dan tuhan yang mutlak, mirip dengan tuhan dalam Bibel yaitu sebagai Penguasa alam semesta.</p>
<p>Para arkeolog mengatakan bahwa agama-agama Babilon dan Mesir pada awalnya mempercayai satu dewa/tuhan yang disebut “the god of sky”, yang mana sepertinya memiliki keterkaitan dengan “God of heaven” versi Bibel. Kemudian, agama-agama mereka mengalami degradasi (degraded) menjadi politeisme. Saya pikir kita bisa mengatakan bahwa hal ini juga terjadi pada agama Shinto. Saya menduga agama Shinto kuno memiliki kepercayaan pada Tuhan Yahweh, tapi kemudian memburuk (degenerated) menjadi politeisme. Saya percaya bahwa orang Jepang seharusnya kembali mempercayai tuhan (yang esa) yang diajarkan Bibel.</p>
<p>Seorang teman saya yang beragama Kristen, Tsuji, suatu kali pernah menceritakan pada saya sebuah kisah. Suatu hari temannya, seorang pemeluk Shinto yang taat, datang padanya. Si pemeluk Shinto ini membawa Bibel dan berkata pada Tsuji dengan penuh semangat:</p>
<p>“Saya membaca Torah. Saya sangat terkejut saat mengetahui upacara keagamaan Israel kuno. Bentuknya sama dengan Shinto! Bentuk festivalnya, bentuk kuilnya, cara menghargai kebersihan, semuanya sama dengan Shinto!” Lalu Tsuji berkata padanya:</p>
<p>“Ya, saya juga telah mengetahuinya. Jika sudah tahu, mengapa kau tidak mempercayai tuhan yang diajarkan Bibel? Saya percaya bahwa ini adalah jalan untuk membangun dan mendapatkan kembali agama Shinto sejati yang kau yakini.” Setelah mendengar ucapan ini, untuk beberapa saat, si pemeluk Shinto terkejut sehingga tak bisa mengatakan sepatah kata.</p>
<p>Ucapan Tsuji sama dengan perasaan yang saya miliki terhadap semua pemeluk Shinto di Jepang. Saya berdoa semoga semua orang Jepang kembali mempercayai Tuhan Bibel. Karena Dia juga adalah Bapak bangsa Jepang.</p>
<p>Festival-festival di Jepang mirip dengan festival-festival Israel kuno</p>
<p>Di masa kini, kami, orang Jepang, merayakan tahun baru pada 1 Januari, tapi menurut sejarah kami menggunakan kalender komariyah/bulan (lunar calender), dimana 15 Januari merupakan tanggal resmi untuk perayaan tahun baru. Saat perayaan, orang Jepang memiliki kebiasaan memakan “mochi” (rice cakes/kue nasi) selama 7 hari berturut-turut. Ini serupa dengan kebiasaan Yahudi, karena Bibel menyatakan:</p>
<p>“Dan hari ke-15 di bulan yang sama (bulan ke-1) adalah Feast of Unleavened Bread to the Lord (Pesta Roti -yang Tak Diadon- untuk Tuhan-pen); 7 hari kau harus memakan roti yang tak diadon.” (Leviticus 23:6)</p>
<p>Resep “roti tak diadon” (unleavened bread) ini sama dengan “mochi” Jepang, karena jika Anda menggunakan nasi, bukan tepung terigu, sebagai bahannya, maka akan menjadi “mochi” Jepang. Kata dalam Hebrew untuk “unleavened bread” adalah “matsah”. Saya tidak percaya bahwa, secara kebetulan, dua kata ini (“mochi” dan “matsah”) terdengar sama.</p>
<p>Selain itu, orang Jepang juga memakan bubur dengan 7 jenis herbal (jamu/ramuan bumbu/tumbuhan bumbu-pen) pahit selama perayaan. Dalam sejarah, orang-orang memakan herbal pada 15 Januari. Israel kuno juga makan “dengan herbal pahit” pada tanggal 15 bulan pertama (Eksodus 12:8).</p>
<p>Di Jepang, kita memiliki festival-festival “Gion” yang diadakan di banyak lokasi selama musim panas. Festival yang terpenting adalah yang diadakan di kuil Shinto “Yasaka-jinja” di Kyoto. Festival di Kyoto ini berlanjut sepanjang Juli, setiap tahun. Tapi, bagian terpenting dalam festival ini diadakan dari tanggal 17 sampai 25 Juli (kami, orang Jepang, menyebutnya “bulan ketujuh”). Anggal 1 dan 10 Juli juga merupakan hari yang penting. Ini sudah menjadi tradisi sejak zaman kuno. Tapi, tanggal 17 di bulan ketujuh adalah hari dimana bahtera Nuh singgah di Ararat:</p>
<p>“Kemudian bahtera tersebut beristirahat, di bulan ketujuh, hari ketujuh belas, di pegunungan Ararat.” (Genesis 8:4)</p>
<p>Kita bisa menduga bahwa Israel kuno mengadakan pesta thanksgiving di hari tersebut. Tapi setelah Musa datang, diganti dengan Feast of Booths (festival hasil panen) yang diadakan pada tanggal 1 dan 10 bulan ke-7, dan selama 8 hari sejak tanggal 15 bulan ke-7 (Bilangan 29:1, 7, 12, 35).</p>
<p>Festival “Gion” di Kyoto dimulai dengan harapan bahwa tak ada wabah/hama yang menimpa penduduk. Ini serupa dengan yang dilakukan oleh Raja Solomon, dengan harapan tak ada wabah/hama di negaranya, pesta diadakan selama 8 hari berturut-turut (termasuk hari pertemuan terakhir) mulai tanggal 15 bulan ke-7 (Kejadian 2 7:8-10). Sekitar 120 tahun lalu, seorang pengusaha dari Skotlandia, N. Mcleod, datang ke Jepang dan meneliti kebiasaan yang ada di Jepang. Ia menulis sebuah buku berjudul “Epitome of Japanese Ancient History” (Ringkasan Sejarah Kuno Jepang). Dalam buku tersebut, ia menulis bahwa festival “Gion” di Kyoto sangat mirip dengan festival-festival Yahudi. Rabbi Tokayer memberikan komentar yang serupa. Ia mengatakan bahwa nama “Gion” mengingatkannya pada “Zion” yang merupakan nama lain untuk Yerusalem. Faktanya, Kyoto dulu disebut “Heian-kyo” yang berarti “peace” (damai). Yerusalem dalam bahasa Hebrew juga memiliki arti “peace”. “Heian-kyo” mungkin adalah bahasa Jepang untuk “Yerusalem”.</p>
<p>Dalam festival “Gion” di Kyoto, orang-orang memulai festival dengan teriakan “en-yara-yah”. Kami, orang Jepang, tidak mengerti arti dari kata Jepang ini. Namun, Eiji Kawamorita, seorang ilmuwan dan pastor Kristen asal Jepang yang menguasai bahasa Hebrew, menulis dalam bukunya bahwa kata ini berasal dari ekspresi Hebrew, “eni ahalel yah”, yang berarti “I praise Yahweh (the Lord)” (saya memuji Yahweh (Tuhan) / segala puji bagi Yahweh (Tuhan)).</p>
<p>Beberapa kata Jepang kuno berasal dari bahasa Hebrew</p>
<p>Joseph Eidelberg, seorang Yahudi yang pernah datang ke Jepang dan tinggal selama bertahun-tahun di sebuah kuil Shinto Jepang, menulis buku berjudul “The Japanese and the Ten Lost Tribes of Israel”. Ia menulis bahwa banyak kata-kata dalam bahasa Jepang yang berasal dari Hebrew kuno.</p>
<p>Sebagai contoh, kami, orang Jepang, menggunakan “hazukashime” untuk mempermalukan atau menghina. Dalam Hebrew, kata yang digunakan adalah “hadak hashem” (tread down the name / menginjak-injak nama seseorang, lihat Job 40:12). Makna dan pelafalan kedua kata tersebut hampir sama.</p>
<p>Kami menggunakan “anta” untuk mengatakan “you” (kau/kamu), sama dengan bahasa Hebrew. Raja-raja Jepang kuno dipanggil dengan kata “mikoto”, yang barangkali berasal dari kata Hebrew, “malhuto”, yang berarti “his kingdom” (kerajaannya). Kami menyebut Kaisar Jepang “mikado”. Kata ini mirip dengan kata Hebrew, “migadol”, yang berarti “the noble” (bangsawan/mulia). Kata dalam Jepang kuno untuk seorang pimpinan wilayah (area leader) adalah “agata-nushi”; “agata” sama dengan “area”, “nushi” sama dengan “leader”. Dalam bahasa Hebrew “area leader” disebut “aguda” “nasi”.</p>
<p>Ketika kami, orang Jepang, menghitung, “Satu, dua, tiga… sepuluh,” terkadang kami mengatakan: “Hi, fu, mi, yo, itsu, mu, nana, ya, kokono, towo.”</p>
<p>Ini adalah ungkapan tradisional, tapi kami, orang Jepang, tidak mengetahui apa artinya jika kami memikirkannya sebagai orang Jepang.</p>
<p>Konon, ungkapan ini berasal dari mitos Jepang kuno. Dalam mitos Shinto, dewa perempuan yang disebut “Amaterasu”, yang mengatur cahaya matahari di dunia, suatu kali bersembunyi di dalam gua di langit/surga, lalu dunia menjadi gelap. Kemudian, menurut buku tertua sejarah Jepang, seorang pendeta yang disebut “Koyane” berdoa di depan gua tersebut dan di depan dewa-dewa lainnya untuk membuat “Amaterasu” keluar. Meski kata-kata yang diucapkan dalam doa itu tidak disebutkan dalam buku ini, sebuah legenda mengatakan bahwa kata-kata itu adalah “Hi, fu, mi…”</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-23.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-600" alt="jepang-23" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-23.jpg" width="295" height="258" /></a></p>
<p>Joseph Eidelberg menulis bahwa ini merupakan ungkapan Hebrew yang indah, jika kita anggap bahwa melalui rentang sejarah terjadi beberapa perubahan dalam pelafalan. Kata-kata tersebut diejakan sebagai berikut:</p>
<p>“Haiafa mi yotsia ma naane ykakhena tavo.”</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-24.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-601" alt="jepang-24" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-24.jpg" width="426" height="22" /></a></p>
<p>Yang berarti: “Siapa yang dapat mengeluarkan sang cantik? Kata-kata apa yang dapat kami ucapkan untuk membuatnya keluar?” (Who shall bring out the beautiful? What words shall we say for her to come out?) Ini, secara mengejutkan, cocok dengan situasi dalam mitos Shinto di atas.</p>
<p>Selain itu, kami, orang Jepang, tidak hanya mengucapkan “Hi, hu, mi…,” tapi juga mengucapkan kata-kata berikut (yang artinya sama):</p>
<p>“Hitotsu, futatsu, mittsu, yottsu, itsutsu, muttsu, nanatsu, yattsu, kokonotsu, towo.”</p>
<p>Di sini, “totsu” atau “tsu” diletakkan pada “Hi, hu, mi,… (dan seterusnya)” sebagai bagian (partikel) akhir kata. Namun kata yang terakhir, “towo” (yang berarti sepuluh), tidak berubah. “Totsu” mungkin adalah kata Hebrew, “tetse”, yang berarti “She comes out” (ia keluar). Dan “tsu” mungkin adalah kata Hebrew, “tse”, yang berarti “Come out” (keluar). Eidelberg menganggap bahwa kata-kata ini diucapkan oleh dewa-dewa yang berada di sekeliling pendeta “Koyane”. Jadi, ketika “Koyane” mengucapkan “Hi”, dewa-dewa yang ada di sekelilingnya menambahkan “totsu” (She comes out) sebagai jawaban, dan selanjutnya ketika “Koyane” mengucapkan “Fu”, para dewa menambahkan “totsu” (tatsu), begitu seterusnya. Dengan demikian, kata-kata tersebut menjadi “Hitotsu, futatsu, mittsu….” Namun kata yang terakhir, “towo”, yang diucapkan secara bersama-sama oleh “Koyane” dan para dewa, jika ini merupakan kata Hebrew, “tavo”, artinya adalah “(She) shall come” (Dia akan datang). Ketika mereka mengucapkan kata ini, sang dewa perempuan, “Amaterasu”, keluar. “Hi, fu, mi…” dan “Hitotsu, futatsu, mittsu…” kemudian digunakan sebagai kata-kata untuk menghitung nomor.</p>
<p>Sebagai tambahan, nama pendeta, “Koyane”, terdengar dekat dengan kata Hebrew, “kohen”, yang berarti pendeta. Eidelberg menunjukkan banyak contoh kata Jepang lainnya yang terlihat berasal dari Hebrew. Daftar yang ia buat memuat ribuan kata. Saya tidak percaya bahwa ini hanya kebetulan belaka.</p>
<p>Dalam musik rakyat (folk song) Jepang kuno, banyak muncul kata-kata yang tidak bisa kami pahami sebagai orang Jepang. Dr. Eiji Kawamorita mengatakan bahwa banyak kata-kata yang terdapat dalam musik rakyat merupakan bahasa Hebrew. Sebuah musik rakyat Jepang di prefektur Kumamoto dinyanyikan “Hallelujah, haliya, haliya, tohse, Yahweh, Yahweh, yoitonnah….” Ini juga terdengar seperti bahasa Hebrew.</p>
<p>Suku-suku Israel yang Hilang (the Lost Tribes of Israel) datang ke Jepang Kuno</p>
<p>Israel kuno terbagi ke dalam 2 negara; pertama, kerajaan Judah (di sebelah selatan), kedua, kerajaan Israel (di sebelah utara). Pada tahun 70 Masehi, penduduk kerajaan Judah menyebar ke seluruh dunia. Terdapat beberapa bukti bahwa kaum Yahudi melintasi jalur sutra dan pergi mencapai Jepang. Tapi, bagaimana dengan penduduk kerajaan Israel? Buku sejarah kuno ‘the fourth book of Ezra’ mengatakan bahwa Sepuluh Suku dari kerajaan Israel pergi ke arah timur dan berjalan selama satu setengah tahun menuju tanah yang jauh. Bibel juga mengatakan, dalam Isaiah 11:12:</p>
<p>“Dia (Tuhan)…akan mengumpulkan orang Israel yang terusir, dan menghimpun orang Judah yang tersebar dari empat sudut bumi.”</p>
<p>Kata “tersebar” (dispersed) digunakan untuk orang Judah, sedangkan kata “terusir” (outcast/orang buangan/orang yang terusir) digunakan untuk orang Israel. Sepuluh suku dari utara (orang Israel-pen) terusir ke sebuah negeri yang jauh, bukan “tersebar”. Gerombolan utamanya pasti pergi ke sebuah negara yang jauh dari Israel.</p>
<p>Ada bukti kuat mengenai kehadiran Israel di Afghanistan, Kashmir, India, dan China. Berdasarkan buku sejarah China, pada masa abad ke-2 SM di China, terdapat orang-orang Israel yang memiliki kebiasaan melaksanakan khitanan. Sepuluh suku Israel pasti bergerak ke timur dan melewati negara-negara tersebut. Kita tidak bisa mengatakan bahwa gerombolan utama Sepuluh Suku Israel mustahil datang ke Jepang.</p>
<p>Di zaman kuno, beberapa kelompok orang pindah ke Jepang dari China, beberapa kelompok juga datang dari Rusia, dan beberapa dari Asia Tenggara. Sebagian besar dari mereka adalah keturunan Mongoloid. Di antara mereka ada kemungkinan gerombolan utama Sepuluh Suku Israel yang Hilang juga datang ke Jepang.</p>
<p>Saya tidak yakin bahwa agama Jepang yang disebut Shinto beserta semua adat/kebiasaannya berasal dari kerajaan Yahudi selatan (kerajaan Judah). Namun, jika Suku-suku yang Hilang datang ke Jepang pada awal-awal masa sejarah, maka dapat dimengerti jika agama dan kebiasaan mereka memiliki pengaruh yang kuat terhadap Jepang. Berdasarkan penelitian Dr. Kawamorita, dalam lagu-lagu rakyat Jepang kuno sering muncul nama suci Tuhan, “Yahweh”. Orang Yahudi Judah tidak memakai nama Yahweh, karena mereka berhenti melafalkan nama Yahweh sejak abad ke-3 SM. Sementara orang Israel tetap melafalkan nama Yahweh.</p>
<p>Nama resmi untuk Kaisar “Jinmu”, Kaisar pertama Jepang, adalah “Kamu-yamatoiware-biko-sumera-mikoto”. Joseph Eidelberg mengatakan bahwa nama ini bisa diterjemahkan dalam bahasa Hebrew menjadi “The king of Samaria, the noble founder of the Hebrew nation of Yahweh” (Raja Samaria, yang mulia pendiri bangsa Yahweh Hebrew). Ini tidak berarti bahwa “Jinmu” sendiri benar-benar merupakan pendiri bangsa Hebrew, tapi kenangan tentang bangsa Hebrew mungkin telah masuk ke dalam legenda Kaisar pertama Jepang, “Jinmu”.</p>
<p>Namun bagaimana dengan kebiasaan khitanan? Takatoshi Kobayashi, salah seorang putra Meiji-tennoh dan juga anggota keluarga Kerajaan Jepang, yang kini menjadi pastur Kristen, mengatakan bahwa kaisar dan pangeran Jepang dikhitan. Tapi, pengakuan ini adalah satu-satunya bukti, yang saya ketahui, bahwa kebiasaan khitanan eksis di Jepang.</p>
<p>Studi Golongan Darah</p>
<p>Prof. Tanemoto Furuhata, otoritas kedokteran forensik di Universitas Tokyo, menulis dalam bukunya bahwa golongan darah orang Jepang dan Yahudi sangat mirip, dan dirinya terkejut saat mengetahui hal ini. Saya juga mendengar seorang profesor asal Universitas Paris telah menemukan bahwa kromosom “Y” pada orang Jepang berukuran sama dengan orang Yahudi.</p>
<p>Tapi saya berharap banyak orang melakukan penelitian yang lebih dalam. Bukti yang meyakinkan, yang bisa membuktikan kepada semua orang bahwa Sepuluh Suku yang Hilang dahulu datang ke Jepang, belum ditemukan. Di bagian akhir, saya mengangkat rumor bahwa nama Tuhan pada cermin suci yang tersimpan di sebuah kuil Shinto Jepang, “Ise-jingu”, tertulis dalam bahasa Hebrew, sejak zaman kuno.</p>
<p>Rumor bahwa nama Tuhan pada cermin suci Ise tertulis dalam bahasa Hebrew</p>
<p>Di Imperial House of Japan, terdapat 3 harta berharga yang berasal dari mitos Jepang kuno. Ketiga benda tersebut adalah pedang, anting-anting permata, dan cermin. Di antara ketiga benda tersebut, cermin (yang disebut “Yata-no-kagami” (mirror of Yata/cermin Yata)) diletakkan di “Ise-jingu” yang merupakan kuil Shinto untuk Imperial House. Nyatanya, ada rumor bahwa nama Tuhan yang terdapat di bagian belakang cermin suci ini tertulis dalam bahasa Hebrew. Cermin ini dianggap sangat suci dan biasanya tak seorang pun yang diperbolehkan melihatnya. Namun ada beberapa orang yang bersikeras pernah melihatnya.</p>
<p>Kira-kira seratus tahun yang lalu, Arinori Mori, Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Jepang pada masa itu, bersikeras mengatakan bahwa ia pernah melihat bagian belakang cermin tersebut. Ia mengatakan bahwa pada bagian tersebut tertulis nama Tuhan “I AM THAT I AM” (Aku adalah Aku) dalam bahasa Hebrew, yaitu nama Tuhan yang berbicara kepada Musa (Eksodus 3:14).</p>
<p>Setelah Perang Dunia II, Dr. Sakon, seorang profesor dari Universitas Aoyama-gakuin, menyatakan bahwa dirinya telah melihat sebuah replika cermin yang ada di Imperial Palace. Ia menyatakan bahwa pada replika tersebut tertulis nama Tuhan “I AM THAT I AM” dalam bahasa Hebrew.</p>
<p>Konon, Yutaro Yano, pemeluk taat Shinto, melihat cermin itu dan mencatat pola bagian belakang cermin. Yano berulang kali bertanya pada seorang pendeta di Ise-jingu apakah dirinya boleh melihat cermin. Lalu sang pendeta merasa terharu atas keinginan Yano yang kuat, dan kemudian secara sembunyi-sembunyi mengizinkannya melihat cermin, selanjutnya Yano secara hati-hati menyalin pola bagian belakang cermin.</p>
<p>Salinan ini dijaga selama bertahun-tahun oleh sebuah kelompok Shinto bernama “Shinsei-Ryujinkai”, yang dipimpin oleh anak perempuan Yano. Benda tersebut terus dirahasiakan oleh kelompok ini. Tapi kemudian, mereka mengatakan bahwa ada “wahyu dari tuhan” untuk memperlihatkan salinan cermin tersebut kepada Yang Mulia Mikasanomiya-Nya, adik laki-laki Kaisar Hirohito (Showa Tennoh). Wadoh Kohsaka, seorang peneliti Shinto, memiliki peranan dalam penyerahan salinan itu kepada Mikasanomiya. Setelah itu, Kohsaka memutuskan untuk menunjukkan salinan itu kepada publik, melalui bukunya, karena ia berpikir penting bagi orang Jepang untuk mengetahuinya. Buku tersebut diterbitkan beberapa tahun lalu.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-25.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-602" alt="jepang-25" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/10/jepang-25.jpg" width="438" height="452" /></a></p>
<p>Ada 2 teori tentang bagaimana menterjemahkan huruf-huruf di cermin tersebut. Pertama, menterjemahkannya sebagai “Hifu-moji”, yang diyakini sebagai salah satu “Jindai-moji” (huruf Jepang yang dianggap telah eksis di Jepang kuno sebelum penulisan Kanji diimpor dari China). Kedua, menterjemahkannya sebagai Hebrew kuno. Teori “Hifu-moji” berasal dari Yano sendiri, tapi saya tidak mempercayai teori ini. Karena saya menemukan beberapa kontradiksi dalam penterjemahan yang dilakukan Yano. Dan tak ada yang tahu seperti apa bentuk Hifu-moji, jadi bagaimana bisa kita mengakuinya sebagai Hifu-moji? Selain itu, semua “Jindai-moji” kuno Jepang (yang dikenal) ditulis secara vertikal. Saya tidak pernah melihatnya tertulis secara horizontal.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa orang meyakini bahwa 7 huruf di bagian dalam lingakaran pusat cermin bisa dibaca sebagai “I AM THAT I AM” – dalam Hebrew adalah “eheyeh asher eheyeh”, eheyeh dibaca dua kali. Sementara yang lain meyakini bahwa 7 huruf tersebut bisa dibaca sebagai “Yahweh’s light” (cahaya Yahweh) – dalam Hebrew adalah “or Yahweh” (or berarti cahaya). Jika bisa dibaca sebagai “Yahweh’s light”, maka ini bisa menjadi alasan mengapa dewa di Imperial House disebut “Amaterasu”, yang berarti dewa cahaya (god of light) atau dewa matahari (god of the sun). Dewa di Imperial House of Japan mungkin pada awalnya berasal dari God of the Bible, tapi kemudian keyakinan kepada-Nya bercampur dengan keyakinan pada “Amaterasu”. Orang-orang mulai memanggil dewa Imperial House, dengan sebutan “Amaterasu”, karena di cermin tersebut tertulis “Yahweh’s light” (Mazmur 36:9, 84:11).</p>
<p>Sedangkan mengenai huruf-huruf yang berada di luar lingkaran pusat, seseorang meyakini bahwa itu adalah tulisan Yunani kuno. Namun beberapa huruf di antaranya sama dengan yang ada di dalam lingkaran pusat. Jadi, saya pikir huruf-huruf yang ada di dalam maupun di luar lingkaran pusat berasal dari bahasa yang sama.</p>
<p>Saya pikir huruf-huruf ini juga terlihat seperti bahasa Aramaik, yang digunakan oleh Israel kuno. Jika ada pembaca (huruf-huruf ini) yang memiliki pemahaman yang berbeda, tolong beritahu saya. Kita tidak memiliki bukti bahwa salinan milik Yano benar-benar merupakan pola pada bagian belakang cermin. Ini tetap menjadi misteri. Saya harap hari dimana cermin tersebut dipertunjukkan segera datang.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/suku-yahudi-yang-hilang-ke-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehancuran Yerusalem</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/kehancuran-yerusalem/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/kehancuran-yerusalem/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2013 04:22:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 70 Titus Menghancurkan Yerusalem By Sekolah Minggu Gessius Florus mencintai uang dan membenci orang-orang Yahudi. Sebagai wakil Roma, ia memerintah Yudea, dengan tidak memandang kepekaan mereka akan agama. Ketika pemasukan pajak menurun, ia pun mulai merampas benda-benda perak dari<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/kehancuran-yerusalem/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Tahun 70 Titus Menghancurkan Yerusalem</span></h1>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/kehancuran-yerusalem-titus-70.jpg"><img class=" wp-image-34 alignleft" alt="kehancuran-yerusalem-titus-70" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/kehancuran-yerusalem-titus-70.jpg" width="334" height="251" /></a>Gessius Florus mencintai uang dan membenci orang-orang Yahudi. Sebagai wakil Roma, ia memerintah Yudea, dengan tidak memandang kepekaan mereka akan agama. Ketika pemasukan pajak menurun, ia pun mulai merampas benda-benda perak dari Bait Allah. Pada tahun 66, ketika kerusuhan menentang dia merebak, ia mengirim pasukan ke Yerusalem untuk menyalib dan membantai sejumlah orang Yahudi. Tindakan Florus ini memicu meledaknya pemberontakan yang selama ini merupakan api dalam sekam.</p>
<p>Pada abad sebelumnya, Roma tidak pernah menangani orang-orang Yahudi dengan baik. Pertama, Roma telah mendukung Herodes Agung, perampas kekuasaan yang dibenci. Dengan semua bangunan unik yang indah, ia tidak dapat meraih hati rakyat.</p>
<p>Arkhelaus, putra dan penerus Herodes, adalah pemimpin yang keji sehingga rakyat meminta pertolongan Roma untuk menggantinya. Roma pun menolong mereka dengan mengirimkan sejumlah Gubernur secara bergilir &#8211; Pontius Pilatus, Feliks, Festus dan Florus. Tugas mereka menjaga ketenteraman di daerah yang tidak stabil itu.</p>
<p>Ketegangan dalam diri masing-masing orang Yahudi tidak mereda. Mereka masih terbuai kenangan masa-masa Makabe, saat mereka terbebas dari penindasan orang-orang Siria. Sekarang, jumlah mereka yang kecil ditambah kebangkitan Roma membuat mereka kembali di bawah kekuasaan orang-orang asing.</p>
<p>Sejak pemerintahan Herodes, denyut jantung revolusi mereka senantiasa berdetak. Orang-orang Zelot dan Farisi, masing-masing dengan caranya sendiri, menantikan perubahan. Mereka menantikan dengan semangat datangnya seorang Mesias. Ketka Yesus memperingatkan bahwa orang-orang akan berkata, &#8220;Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana!&#8221; Ia tidak main-main. Sesungguhnya, seperti itulah semangat masa itu.</p>
<p>Di Masada (sebuah bukit karang yang menghadap Laut Mati, tempat Herodes membangun istananya dan orang-orang Romawi mendirikan benteng), bermulalah pemberontakan orang Yahudi yang berakhir dengan pahit.</p>
<p>Terinspirasi kekejaman-kekejaman Florus, beberapa orang Zelot memutuskan menyerang benteng itu. Yang mengherankan, mereka menang dan membantai tentara Romawi yang berkemah di sana.</p>
<p>Di Yerusalem, kepala Bait Allah menyatakan pemberontakan terbuka melawan Roma dengan menghentikan persembahan harian untuk Kaisar. Tidak lama kemudian seluruh Yerusalem menjadi rusuh; pasukan Romawi diusir dan dibunuh. Yudea memberontak, kemudian Galilea. Untuk sementara waktu tampaknya orang-orang Yahudi unggul.</p>
<p>Cestius Gallus, Gubernur Romawi untuk daerah itu berangkat dari Siria dengan 20.000 tentara. Ia menguasai Yerusalem selama enam bulan namun gagal dan kembali. Ia meninggalkan 6.000 tentara Romawi yang tewas dan sejumlah besar persenjataan yang dipungut dan dipakai orang-orang Yahudi.</p>
<p>Kaisar Nero mengirim Vespasianus, seorang jenderal yang dianugerahi banyak bintang jasa, untuk meredam pemberontakan. Vespasianus pun melumpuhkan kelompok pemberontak tersebut secara bergilir. Ia memulainya di Galilea, kemudian di Transyordania, dan berikutnya di Idumea. Setelah itu, dia mengepung Yerusalem.</p>
<p>Akan tetapi sebelum menjatuhkan Yerusalem, Vespianus dipanggil pulang ke Roma. Nero wafat. Pergumulan untuk mencari pengganti Mero berakhir dengan keputusan Vespasianus sebagai kaisar. Titah kekaisaran pertamanya ialah penunjukkan anaknya, Titus, untuk memimpin Perang Yahudi.</p>
<p>Maka Yerusalem pun menjadi sasaran empuk setelah terpisah dari daerah-daerah lain. Beberapa faksi (kelompok) dalam kota itu sendiri berebut mengatur strategi pertahanan. Ketika pengepungan sedang berlangsung, penduduk kota pun satu demi satu mati karena kelaparan dan wabah penyakit. Istri imam kepala yang biasanya menikmati kemewahan, turun ke jalan untuk memungut sisa makanan.</p>
<p>Sementara itu, pasukan Romawi menggelar mesin-mesin perang baru, yaitu mesin pelontar batu untuk meruntuhkan tembok-tembok yang melindungi kota. Balok pendobrak pintu gerbang merobohkan benteng pertahanan. Orang-orang Yahudi berperang sepanjang hari, dan pada malam hari mereka berjuang untuk membangun kembali tembok-tembok yang runtuh.</p>
<p>Akhirnya, orang-orang Romawi merobohkan tembok lapisan luar, kemudian lapisan kedua dan akhirnya yang ketiga. Namun orang-orang Yahudi masih berperang sambil merangkak menuju Bait Allah sebagai garis pertahanan terakhir.</p>
<p>Itulah akhir bagi para pejuang Yahudi yang gagah berani dan Bait Allah mereka. Sejarawan Yahudi, Josephus menjelaskan bahwa Titus ingin melindungi Bait Allah tersebut, tetapi prajurit-prajuritnya begitu marah terhadap musuh mereka sehingga mendorong mereka membakar Bait Allah.</p>
<p>Jatuhnya Yerusalem mengakhiri pemberontakan. Orang-orang Yahudi dibantai atau ditangkap serta dijual sebagai budak. Gerombolan orang Zelot yang menduduki Masada bertahan di situ selama tiga tahun. Ketika orang-orang Romawi membangun lereng pengepungan dan menyerbu benteng pegunungannya, mereka menemukan orang-orang Zelot mati bunuh diri sebagai penolakan menjadi tawanan orang asing.</p>
<p>Pemberontakan orang-orang Yahudi ini menandai berakhirnya negara Yahudi sampai zaman modern.</p>
<p>Penghancuran Bait Allah (yang dipugar Herodes) mengubah tata cara peribadahan orang-orang Yahudi. Mereka tidak lagi mempersembahkan korban sembelihan, tetapi memilih dan mengutamakan sinagoge yang didirikan pendahulu mereka ketika Bait Allah (yang didirikan Salomo) dihancurkan orang-orang Babel pada tahun 586 sM.</p>
<p>Kemanakah perginya orang-orang Kristen ketika pemberontakan orang Yahudi itu berlangsung? Sesuai peringatan Kristus (Luk. 21:20-24), mereka lari ketika melihat Yerusalem dikepung pasukan Romawi. Mereka menolak mengangkat senjata dan melawan orang-orang Romawi. Mereka melarikan diri ke Pella di Transyordania.</p>
<p>Setelah bangsa Yahudi serta Bait Allah mereka hancur, orang-orang Kristen pun tidak dapat lagi bergantung pada perlindungan terhadap Yudaisme yang pernah diberikan kekaisaran. Karenanya, tidak ada tempat lagi bagi orang-orang Kristen untuk berlindung dari penyiksaan orang-orang Romawi.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/kehancuran-yerusalem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yustinus Martir</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/yustinus-martir/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/yustinus-martir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2013 07:03:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 15o Yustinus Martir Menulis Apologynya By Sekolah Minggu Filsuf muda itu berjalan-jalan sepanjang pantai, dengan pikirannya yang aktif, selalu aktif mencari kebenaran baru. Ia telah mempelajari ajaran-ajaran Stoa, Aristoteles dan Phythagoras &#8211; tetapi sekarang ia menganut sistem Plato. Plato<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/yustinus-martir/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b>Tahun 15o Yustinus Martir Menulis <i>Apologynya</i></b></p>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/yustinus-martir.jpg"><img class="alignleft  wp-image-40" alt="yustinus-martir" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/yustinus-martir.jpg" width="334" height="251" /></a>Filsuf muda itu berjalan-jalan sepanjang pantai, dengan pikirannya yang aktif, selalu aktif mencari kebenaran baru. Ia telah mempelajari ajaran-ajaran Stoa, Aristoteles dan Phythagoras &#8211; tetapi sekarang ia menganut sistem Plato. Plato pernah menguraikan bahwa penglihatan akan Tuhan dikaruniakan kepada mereka yang mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh. Itulah yang dikehendaki Yustinus, sang filsuf.</p>
<p>Ketika berjalan-jalan, ia bertemu dengan seorang Kristen, Yustinus tersentak melihat wibawa dan kerendahan hati orang tersebut. Orang itu mengutip nubuat Yahudi yang menunjukkan bahwa cara-cara orang Kristen itulah yang benar, dan Yesus adalah pernyataan yang sesungguhnya.</p>
<p>Peristiwa itulah yang menjadi titik balikYustinus. Dengan merenungkan tulisan-tulisan Taurat, membaca Injil dan surat-surat Paulus, maka ia pun menjadi orang Kristen sejati. Selama sisa hidupnya, lebih kurang tiga puluh tahun lamanya, ia mengadakan perjalanan, melakukan pekabaran Injil dan menulis. Ia telah memainkan peranan penting dalam perkembangan teologi gereja, dalam memahami dirinya sendiri dan dalam citranya yang ditampilkan kepada dunia.</p>
<p>Sejak awal, Gereja berperan di dua dunia yang berbeda, dunia orang Yahudi dan dunia bukan Yahudi. Kisah Para Rasul menggambarkan lambannya dan terkadang sakitnya perkembangan kekristenan di kalangan orang-orang bukan Yahudi. Petrus dan Stefanus mengadakan pekabaran Injil kepada orang-orang Yahudi, sedangkan Paulus kepada filsuf-filsuf Athena dan para penguasa Romawi.</p>
<p>Dalam banyak hal, kehidupan Yustinus mirip dengan kehidupan Paulus. Rasul ini adalah orang Yahudi yang lahir di daerah bukan Yahudi (Tarsus), sedangkan Yustinus adalah orang bukan Yahudi yang lahir di daerah Yahudi (Sikhem kuno). Keduanya terpelajar dan tangguh beragumentasi untuk meyakinkan orang-orang Yahudi dan bukan Yahudi akan kebenaran Kristus. Keduanya mati syahid di Roma karena keyakinan mereka.</p>
<p>Pada pemerintahan para kaisar abad pertama, seperti Nero dan Domitianus, tujuan gereja hanya untuk dapat bertahan hidup dengan meneruskan tradisi mereka, yaitu menampilkan cinta kasih yang menyerupai kasih Kristus sendiri. Sedangkan bagi orang luar, kekristenan merupakan sekte primitif agama Yahudi dengan berbagai ajaran dan praktiknya yang aneh.</p>
<p>Menjelang pertengahan abad kedua, di bawah pemerintahan yang adil oleh para kaisar seperti Trajanus, Antoninus Pius dan Marcus Aurelius, gereja mulai membuka diri pada dunia luar untuk meyakinkan keberadaannya. Yustinus menjadi salah seorang <i>apologist</i> (orang yang mempertahankan pendiriannya dalam argumentasi) Kristen pertama, yang menjelaskan imannya sebagai sistem yang masuk akal. Bersama-sama penulis lain, seperti Origenes dan Tertullianus, ia menafsirkan kekristenan dalam istilah-istilah yang mudah dikenal orang-orang Yunani dan Romawi terpelajar pada masa itu.</p>
<p>Karya tulis Yustinus, <i>The Apology</i>, ditujukan pada Kaisar Antoninus Pius (dalam bahasa Yunani berjudul <i>Apologia</i>, yaitu suatu kata yang mengacu pada logika yang menjadi dasar kepercayaan seseorang). Ketika Yustinus menjelaskan dan mempertahankan keyakinannya, ia juga menyinggung bahwa penyiksaan yang dilakukan penguasa Romawi terhadap orang-orang Kristen adalah salah. Sebaliknya, mereka seharusnya bergabung dengan orang Kristen untuk menunjukkan kepalsuan sistem penyembahan dewa-dewa.</p>
<p>Bagi Yustinus, seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. Para filsuf Yunani yang tersohor sedikit banyak telah diilhami Allah, namun mata mereka belum dibukakan bagi keutuhan kebenaran Kristus. Oleh karenanya, Yustinus menyitir pemikiran Yunani dengan bebas dan kemudian menjelaskan kepada mereka bahwa kesempunaan itulah Kristus. Ia mengutip prinsip Yohanes tentang Kristus sebagai <i>Logos</i>. Firman Allah Bapa adalah kudus adanya dan terpisah dari manusia yang jahat &#8211; tentang hal ini Yustinus setuju dengan Plato. Namun melalui Kristus, <i>Logos-Nya</i>, Allah dapat berhubungan dengan manusia. Sebagai <i>Logos</i> Allah, Kristus adalah bagian dari hakikat Allah, meskipun terpisah, seperti api dinyalakan dari api juga (demikianlah pemikiran Yustinus telah menjadi alat bagi kesadaran akan Tritunggal dan Inkarnasi yang berkembang di Gereja).</p>
<p>Meskipun Yustinus bersandar pada pemikiran Yunani, namun aliran pemikiran Yahudi ada padanya. Ia kagum pada nubuat yang digenapi. Mungkin ia terpengaruh orang tua yang ia temui di pantai. Tetapi ia pun melihat bahwa nubuat Ibrani telah meyakinkan identitas Yesus Kristus yang unik. Seperti Paulus, Yustinus tidak meninggalkan orang-orang Yahudi ketika ia berpaling kepada orang-orang Yunani. Dalam karya besar Yustinus lainnya, <i>Dialog dengan Tryfo (Dialogues with Trypho), </i>ia menulis kepada seorang Yahudi &#8211; kenalannya, bahwa Kristus adalah penggenapan tradisi Ibrani.</p>
<p>Di samping menulis, Yustinus mengadakan perjalanan yang cukup jauh. Dalam perjalanannya ia selalu beragumentasi tentang iman yang diyakininya. Di Efesus, ia bertemu dengan Tryfo. Di Roma, ia bertemu Marcion, pemimpin Gnostik. Pada suatu perjalanannya ke Roma, ia pernah bersikap tidak ramah terhadap seseorang yang bernama Crescens, seorang Cynic. Ketika Yustinus kemabali ke Roma pada tahun 165, Crescens mengadukannya kepada penguasa atas tuduhan memfitnah. Yustinus pun ditangkap, disiksa dan akhirnya dipenggal kepalanya bersama-sama enam orang percaya lainnya.</p>
<p>Ia pernah menulis, &#8220;Anda dapat membunuh kami, tetapi sesungguhnya tidak dapat mencelakakan kami.&#8221; Keyakinan ini ia pegang sampai mati. Dengan demikian ia telah meraih nama yang disandangnya sepanjang masa: Yustinus <i>Martir</i>.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/yustinus-martir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Roma Terbakar Tahun 64</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/roma-terbakar-tahun-64/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/roma-terbakar-tahun-64/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2013 05:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Roma]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Pemicuan Iman Kristen Sekolah Minggu Tanpa kekaisaran Romawi, kekristenan mustahil berkembang dengan sukses. Kekaisaran itu dapat dikatakan sebagai bom waktu yang menanti pemicuan iman Kristen. Unsur-unsur pemersatu kekaisaran itu membantu penyebaran berita Injil: jalan raya yang dibangun orang Romawi membuat<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/roma-terbakar-tahun-64/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Pemicuan Iman Kristen</span></h1>
<p style="text-align: justify;"><a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/07/roma-terbakar.jpg"><img class="size-medium wp-image-23 alignleft" alt="Roma Terbakar" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/07/roma-terbakar-300x183.jpg" width="300" height="183" /></a>Tanpa kekaisaran Romawi, kekristenan mustahil berkembang dengan sukses. Kekaisaran itu dapat dikatakan sebagai bom waktu yang menanti pemicuan iman Kristen.</p>
<p style="text-align: justify;">Unsur-unsur pemersatu kekaisaran itu membantu penyebaran berita Injil: jalan raya yang dibangun orang Romawi membuat perjalanan dari satu tempat ke tempat lain lebih mudah; di seluruh kekaisaran orang-orang dapat berkomunikasi dalam bahasa Yunani; dan pasukan Romawi yang tangguh itu menjaga kedamaian. Sebagai akibat mobilitas yang meningkat, kelompok-kelompok pengrajin pun bermigrasi mencari pemukiman sementara di kota-kota besar &#8211; Roma, Korintus, Athena atau Alexandria &#8211; kemudian berlanjut ke kota-kota lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekristenan memasuki iklim yang terbuka secara religius. Dalam gerakan &#8220;zaman baru&#8221; itu, banyak orang mulai menganut agama-agama Timur &#8211; seperti menyembah Isis (dewi alam), Dionisus (dewa anggur), Mithras (dewa cahaya), Kibele (dewi alam), dan sebagainya. Para pemuja mencari keyakinan baru, namun beberapa agama tersebut dilarang, karena dicurigai melakukan upacara-upacara penghinaan. Keyakinan lain secara resmi diakui, seperti Yudaisme, yang dilindungi sejak zaman Julius Caesar, meskipun monoteismenya dan pernyataan alkitabiahnya telah memisahkannya dari cara pemujaan lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kesempatan baik ini, para pekabar Injil mulai menelusuri seantero kekaisaran. Di sinagoge (rumah ibadah) orang Yahudi, di tempat-tempat penampungan para pengrajin, di pondok-pondok kumuh,mereka menyebarkan berita Injil dan memenangkan jiwa-jiwa baru. Tidak lama kemudian berdirilah gereja di kota-kota besar, termasuk ibukota kekaisaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kota Roma, pusat kekaisaran, menarik orang-orang seperti magnet. Paulus sendiri pernah menginginkan kunjungan ke kota tersebut (Rm. 1:10-12); dan pada akhir suratnya kepada jemaat di Roma, ia sudah mengenal banyak orang Kristen di sana (Rm. 16: 13-15). Mungkin ia pernah bertemu mereka dalam perjalanannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Paulus tiba di Roma, ia dalam keadaan dirantai. Kisah Para Rasul pada bagian penutupannya menyatakan bahwa akhirnya Paulus mendapat kelonggaran untuk tahanan rumah di sebuah rumah sewaan. Di sana ia dapat menerima tamu dan mengajar mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut tradisi, Petrus pun pernah bergabung dengan Gereja Roma. Meskipun kita tidak mempunyai kurun waktu yang pasti, namun kita dapat menduga bahwa dengan pimpinan kedua tokoh ini, jemaat tersebut bertumbuh kuat, termasuk para bangsawan dan prajurit serta para pengrajin dan pelayan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama tiga dekade, para pejabat Romawi beranggapan bahwa kekristenan adalah cabang agama Yahudi &#8211; agama yang sah &#8211; dan tidak bermaksud membuat &#8220;sekte&#8221; baru agama Yahudi. Namun banyak orang Yahudi yang tersinggung karena kepercayaan baru ini mulai menyerangnya. Ini juga merupakan ancaman bagi Roma. Kelalaian Roma atas keadaan tersebut ditunjukkan oleh laporan sejarawan Tacitus. Dari salah satu rumah petak di Roma, ia melaporkan adanya gangguan di kalangan orang-orang Yahudi karena &#8220;chrestus&#8221;. Tacitus mungkin salah dengar, orang-orang mungkin memperdebatkan tentang <i>Christos, </i>yang adalah Kristus.</p>
<p style="text-align: justify;">Menjelang tahun 64 Masehi, beberapa pejabat Romawi mulai sadar bahwa kekristenan sama sekali berbeda dengan Agama Yahudi. Orang-orang Yahudi menolak orang-orang Kristen dan lebih banyak melihat kekristenan sebagai agama yang tidak sah. Jauh sebelum kebakaran kota Roma, masyarakat telah mulai memusuhi keyakinan yang masih muda ini. Meskipun sifat orang Romawi ingin menerima dewa-dewa baru, namun kekristenan tidak mau mengakui kepercayaan-kepercayaan lain. Karena kekristenan menentang politeisme kekaisaran Romawi yang telah berakar, maka kekaisaran itu pun mulai membalas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 19 Juli, kebakaran berkobar di sebuah sektor kumuh di Roma. Selama tujuh hari api yang tak kunjung padam itu memusnahkan perumahan yang padat. Sepuluh dari empat belas perumahan musnah, dan banyak penduduk yang tewas.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut legenda, Kaisar Nero sedang bermain biola ketika Roma terbakar. Banyak orang sezamannya menduga bahwa dialah yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut. Ketika kota itu dibangun kembali dengan dana dari masyarakat, Nero mengambil sebidang tanah yang cukup luas untuk membangun Istana Emasnya. Kebakaran itu merupakan jalan pintas bagi pembaruan perkotaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengelakkan tuduhan atas dirinya, Kaisar itu mengkambinghitamkan orang-orang Kristen. Ia menuduh bahwa merekalah yang memicu kebakaran tersebut. Akibatnya Nero bersumpah untuk memburu dan membunuh mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Gelombang pertama penganiayaan orang Romawi terhadap orang Kristen dimulai tidak lama setelah kebakaran itu dan berakhir sampai tahun kematian Nero, tahun 68. Dengan haus darah dan biadab, orang-orang Kristen disaliban dan dibakar. Jasad-jasad mereka berjejer di jalan-jalan Roma, disediakan bagi pencahayaan obor. Orang-orang Kristen lainnya dikenakan pakaian hewan dan dimasukkan ke dalam kandang untuk dicabik-cabik anjing-anjing. Menurut cerita, Petrus dan Paulus menjadi martir akibat penyiksaan Nero. Paulus dipenggal kepalanya sedangkan Petrus disalibkan terbalik.</p>
<p style="text-align: justify;">Penganiayaan berlangsung secara sporadis, dan tetap terlokalisasi. Seorang kaisar mungkin telah memicunya dan berlanjut selama lebih kurang sepuluh tahun. Namun, masa damai akan menyusul sampai ada seorang gubernur yang memulai penganiayaan terhadap orang Kristen di wilayahnya &#8211; tentu dengan restu dari Roma. Hal semacam ini berlangsung dua setengah abad lamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tertullianus, seorang penulis Kristen abad kedua pernah berkata, &#8220;Darah para martir adalah benih Gereja.&#8221; Anehnya, setiap kali penganiayaan merebak, orang Kristen yang menjadi korban makin bertambah. Dalam suratnya yang pertama Petrus menguatkan orang-orang Kristen untuk bertahan, percaya diri akan kemenangan dan kuasa Kristus yang akan diteguhkan (1 Ptr. 5:8-11). Kata-katanya ini telah terbukti dengan pertumbuhan Gereja di tengah-tengah penekanan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/roma-terbakar-tahun-64/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Athanasius</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/surat-athanasius/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/surat-athanasius/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Mar 2013 08:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 367 Surat Athanasius Mengakui Kanon Perjanjian Baru by Sekolah Minggu Bagaimana seorang Kristen dapat memastikan buku apa saja yang harus ada dalam Perjanjian Baru? Ketika Paulus mengutarakan tentang Kitab Suci kepada Timotius (&#8220;Segala tulisan yang diilhamkan&#8230;&#8221; [2 Tim. 3:16]),<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/surat-athanasius/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 367 Surat Athanasius Mengakui Kanon Perjanjian Baru</span></h2>
<p>by <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Ikone_Athanasius_von_Alexandria.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-90" alt="Ikone_Athanasius_von_Alexandria" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Ikone_Athanasius_von_Alexandria.jpg" width="324" height="435" /></a>Bagaimana seorang Kristen dapat memastikan buku apa saja yang harus ada dalam Perjanjian Baru?</p>
<p>Ketika Paulus mengutarakan tentang Kitab Suci kepada Timotius (&#8220;Segala tulisan yang diilhamkan&#8230;&#8221; [2 Tim. 3:16]), ia menunjuk pada Perjanjian Lama. Namun pada halaman Perjanjian Baru pun sudah terdapat petunjuk bahwa orang-orang Kristen sudah mulai menganggap Injil dan surat-surat Paulus sebagai sesuatu yang khusus. Petrus pernah menulis bahwa surat-surat Paulus terkadang agak &#8220;sukar dipahami&#8221;. Namun, kebijakan Paulus adalah pemberian Allah, dan Petrus marah kepada &#8220;orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya&#8221; yang memutarbalikkan kata-kata Paulus seperti mereka memutarbalikkan tulisan-tulisan <i>lainnya</i> (2 Ptr. 3:16). Jelaslah bahwa Petrus mulai sadar bahwa orang-orang Kristen memiliki tulisan-tulisan yang berisikan moral di samping tulisan-tulisan Perjanjian Lama.</p>
<p>Orang-orang Yahudi telah membakukan bahwa beberapa buku yang kita sebut Perjanjian Lama diilhami Allah, sedangkan yang lain tidak. Ketika orang-orang Kristen berhadapan dengan berbagai ajaran sesat, mereka mulai merasakan pentingnya membedakan tulisan-tulisan yang sesungguhnya diilhami Allah dan yang meragukan.</p>
<p>Dua kriteria penting yang dipakai Gereja untuk mengenal kanon (<i>canon</i> adalah istilah Yunani yang artinya &#8220;standar&#8221;) adalah <i>yang berasal dari para rasul dan tulisan-tulisan yang dipakai di Gereja-gereja.</i></p>
<p>Dalam mempertimbangkan tulisan rasuli, Gereja menganggap Paulus sebagai salah seorang rasul. Meskipun Paulus tidak berjalan bersama-sama dengan Kristus, Paulus bertemu dengan Kristus dalam perjalanannya ke Damaskus. Aktivitas penginjilannya yang tersebar luas &#8211; yang dibenarkan dalam Kisah Para Rasul &#8211; menjadikannya model seorang rasul.</p>
<p>Setiap Injil harus dihubungkan dengan seorang rasul. Dengan demikian, Injil Markus yang dihubungkan dengan Petrus dan Injil Lukas yang dihubungkan dengan Paulus, mendapat tempat dalam kanon. Setelah para rasul wafat, orang-orang Kristen sangat menghargai kesaksian yang ada dalam Injil tersebut, meskipun Injil tersebut tidak mengungkapkan nama rasul yang terkait.</p>
<p>Tentang penggunaan tulisan di Gereja, petunjuknya ialah, &#8220;Jika banyak Gereja memakai tulisan tersebut dan jika tulisan tersebut dapat terus-menerus meningkatkan moral mereka, maka tulisan tersebut diilhami&#8221;. Meskipun standar ini menunjukkan pendekatan yang agak pragmatis, namun ada juga logikanya di balik itu. Sesuatu yang diilhami Allah akan mengilhami juga para penyembah-Nya. Tulisan yang tidak diilhami pada akhirnya akan lenyap juga.</p>
<p>Malangnya, standar-standar tersebut saja tidak cukup untuk menentukan sebuah kitab sebagai kanon. Banyak tulisan ajaran sesat membawa-bawa nama rasul. Di samping itu, ada Gereja-gereja yang memakai tulisan tersebut sedangkan yang lainnya tidak.</p>
<p>Menjelang akhir abad kedua, keempat Injil, Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus sangat dihargai hampir di semua pelosok. Meskipun tidak pernah ada daftar &#8220;resmi&#8221;, Gereja-gereja cenderung berpaling pada tulisan-tulisan ini karena dianggap memiliki otoritas spiritual. Para uskup yang berpengaruh seperti Ignasius, Clemens dari Roma dan Polikarpus telah menjadikan tulisan-tulisan ini mendapat pengakuan yang luas. Namun perdebatan masih berlangsung terhadap Kitab Ibrani, Yakobus, 2 Petrus, 2 dan 3 Yohanes, Yudas serta Wahyu.</p>
<p>Ajaran sesat mempunyai cara tersendiri untuk membuat orang-orang Kristen ortodoks menjernihkan posisi mereka. Sejauh pengetahuan kita, upaya pertama membuat kanon ini dilakukan Marcion (penganut ajaran sesat), yang mengikutsertakan hanya sepuluh dari tiga belas surat-surat Paulus dan Injil Lukas yang telah diubah secara besar-besaran. Di kemudian hari, kelompok ajaran sesat ini menghargai buku-buku &#8220;rahasia&#8221; mereka sendiri yang biasanya mencatumkan nama-nama para rasul.</p>
<p>Daftar ortodoks mula-mula, yang disusun sekitar tahun 200, adalah <i>Kanon Muratori </i>Gereja Roma. Daftar ini meliputi sebagian besar Perjanjian Baru seperti pada masa kini, dan menambahkan Wahyu Petrus dan Kebijaksanaan Salomo. Kumpulan yang muncul di kemudian hari telah menghapuskan satu buku dan membiarkan yang lain, namun semuanya itu tetapmirip. Karya-karya seperti Gembala Hermas, <i>Didache</i> dan Surat Barnabas sangat disanjung, meskipun banyak orang enggan mengakui buku itu sebagai tulisan yang diilhami.</p>
<p>Pada tahun 367, Athanasius, uskup Alexandria yang ortodoks dan berpengaruh itu, menulis Surat Paskah <i>(Easter Letter) </i>yang beredar cukup luas. Di dalamnya ia menyebut kedua puluh tujuh buku yang ada dalam Perjanjian Baru. Dengan harapan mencegah jemaat-jemaat dari kesalahan, Athanasius menyatakan bahwa tiada buku lain dapat dianggap sebagai Injil Kristen, meskipun ia longgarkan beberapa, seperti <i>Didache, </i>yang menurutnya, akan berguna bagi ibadah pribadi.</p>
<p>Kanon yang dibuat Athanasius tidak menyelesaikan masalah. Pada tahun 397, Konsili Kartago mensahkan daftar kanon tersebut, tetapi Gereja-gereja wilayah Barat agak lamban menyelesaikan kanon. Pergumulan berlanjut atas kitab-kitab yang dipertanyakan, meskipun pada akhirnya semua pihak Kitab Wahyu.</p>
<p>Pada akhirnya, daftar kanon yang dibuat Athanasius mendapat pengakuan umum, dan sejak itu Gereja-gereja di seluruh dunia tidak pernah menyimpang dari kebijakannya.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/surat-athanasius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsili Nicea</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/konsili-nicea/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/konsili-nicea/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Mar 2013 08:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Konsili]]></category>
		<category><![CDATA[Konsili Nicea]]></category>
		<category><![CDATA[Nicea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 325 Konsili Nicea by Sekolah Minggu Meskipun Tertullianus telah merumuskan bagi Gereja bahwa Allah itu memiliki satu hakikat: terdiri atas tiga pribadi, namun ia belum memberi pengertian lengkap tentang Tritunggal. Sesungguhnya, doktrin ini telah membingungkan para teolog besar. Pada<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/konsili-nicea/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Tahun 325 Konsili Nicea</span></h1>
<p>by<a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank"> Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/THE_FIRST_COUNCIL_OF_NICEA.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-87" alt="THE_FIRST_COUNCIL_OF_NICEA" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/THE_FIRST_COUNCIL_OF_NICEA.jpg" width="400" height="519" /></a>Meskipun Tertullianus telah merumuskan bagi Gereja bahwa Allah itu memiliki satu hakikat: terdiri atas tiga pribadi, namun ia belum memberi pengertian lengkap tentang Tritunggal. Sesungguhnya, doktrin ini telah membingungkan para teolog besar.</p>
<p>Pada awal abad keempat, seorang imam di Alexandria, mesir &#8211; Arius &#8211; menyebut dirinya Kristen. Namun Arius menerima juga teologi Yunani yang mengajarkan bahwa Allah itu unik adanya dan tidak dapat dikenal. Menurut pemikiran itu, Allah begitu beda, yaitu bahwa Dia tidak dapat membagi hakikat-Nya dengan apapun. Hanya Allah yang bisa menjadi Allah. Dalam bukunya yang berjudul <i>Thalia</i>, Arius menyatakan bahwa Yesus memiliki sifat keilahian, namun bukan Allah. Hanya Allah Bapa, kata Airus, abadi adanya. Jadi Putra-Nya itu merupakan manusia yang diciptakan. Ia <i>seperti </i>Bapa, tetapi bukan Allah.</p>
<p>Banyak dari antara bekas kafir menyenangi pandangan Arius. Karena dengan pandangan itu, mereka dapat peluang mempertahankan ide yang telah mendarah daging, yaitu Allah tidak dapat dikenal, dan memandang Yesus sebagai pahlawan super yang bersifat ilahi, tidak berbeda dengan pahlawan-pahlawan yang ada dalam mitologi Yunani.</p>
<p>Sebagai seorang pengajar yang pandai berbicara, Arius tahu cara membuat sebagian besar pendapatnya menarik, bahkan menyusunnya menjadi lagu, yang dinyanyikan oleh kaum jelata.</p>
<p>Banyak yang bertanya: <i>mengapa orang-orang menghebohkan ide Arius? </i>Namun Alexander, uskup atasan Arius memandang bahwa, agar dapat menyelamatkan dosa manusiawi, Yesus haruslah sungguh-sungguh Allah. Alexander memutuskan agar Arius dihukum oleh sinode, namun imam yang populer itu mempunyai banyak pendukung. Maka timbullah kerusuhan di Alexandria karena persaingan teologis yang sangat mudah menyinggung perasaan ini, dan para rohaniwan lain pun mulai berpihak pada masing-masing kubu.</p>
<p>Begitu kerusuhan timbul, Kaisar Konstantinus tidak dapat lagi memandang perdebatan itu sebagai &#8220;persoalan agama belaka&#8221;. &#8220;Persoalan agama&#8221; ini mengancam keamanan negara. Untuk menangani masalah ini, Konstantinus mengadakan konsili di seluruh kekaisaran di kota Nicea, Asia Kecil.</p>
<p>Dengan memakai jubah aneka warna yang dihiasi permata, Konstantinus membuka konsili tersebut. Ia berseru kepada lebih dari tiga ratus uskup yang hadir agar mereka menyelesaikan masalah ini. Perpecahan dalam Gereja, katanya, lebih buruk daripada peperangan, karena melibatkan jiwa-jiwa abadi.</p>
<p>Penguasa itu membairkan para uskup itu berdebat. Ketika Arius berhadapan dengan mereka, ia dengan mereka, ia dengan jelas menyatakan bahwa Anak Allah itu adalah manusia yang diciptakan dan tidak seperti Bapa, Ia dapat berubah.</p>
<p>Pertemuan itu menolak dan mengutuk pandangan Arius tersebut. Namun, mereka perlu bertindak lebih jauh. Untuk menjelaskan pandangan mereka sendiri dibutuhkan suatu pengakuan  iman.</p>
<p>Maka mereka merumuskan beberapa pernyataan tentang Allah Bapa dan Allah Anak. Mereka menjelaskan bahwa Anak adalah &#8220;Allah sejati dari Allah sejati, diperanakkan bukan dijadikan dan sehakikat dengan BApa&#8221;.</p>
<p>Istilah &#8220;satu hakikat&#8221;, menjadi sasaran kritik. Kata Yunani yang mereka pakai ialah <i>homoousious. Homo </i>artinya &#8220;sama&#8221; <i>ousios </i>artinya &#8220;hakikat&#8221;. Kubu Arius menambahkan satu huruf dalam kata itu: <i>Homoiousios </i>yang artinya ialah &#8220;keserupaan hakikat&#8221;.</p>
<p>Selama uskup, kecuali dua orang, menandatangani pernyataan iman. Mereka berdua dan Arius diasingkan. Konstantinus agaknya puas akan hasil prakarsanya itu. Namun itu tidak bertahan lama.</p>
<p>Meskipun Arius menghilang untuk sementara, teologinya bertahan beberapa dekade  lamanya. Seorang ditekan dari Alexandria, Athanasius, menjadi salah seorang lawan yang tangguh bagi Arianisme. Pada tahun 328, Athanasius menjadi uskup di Alexandria dan melanjutkan &#8220;peperangan&#8221; dalam jemaatnya.</p>
<p>Akan tetapi &#8220;pertempuran&#8221; itu meluas  ke seluruh Gereja wilayah Timur, sampai pada Konsili lain yang diselenggarakan pada tahun 381, di Konstantinopel. Konsili tersebut memisahkan ulang Konsili Nicea. Namun demikian, jejak-jejak pemikiran Arius tidak hilang dari Gereja.</p>
<p>Konsili Nicea bukan saja mulai menyelesaikan masalah teologi, tetapi juga menjadi teladan bagi Gereja dan negara. Pada tahun-tahun berikutnya, ketika masalah rumit muncul di Gereja maka hal itu diselesaikan melalui kebijaksanaan kolektif para uskup. Konstantinus mulai dengan praktik menyatukan negara dan Gereja dalam hal mengambil keputusan. Namun, hal ini menimbulkan masalah pada abad-abad berikutnya.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/konsili-nicea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konstantinus</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/konstantinus/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/konstantinus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2013 04:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 312 Pertobatan Konstantinus by Sekolah Minggu Ketika itu bulan Oktober tahun 312. Seorang jenderal muda yang dipatuhi prajurit Roma yang ada di Inggris dan Perancis, berderap menuju Roma untuk menantang Maxentius, yang juga berupaya untuk naik takhta. Seperti dikisahkan,<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/konstantinus/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 312 Pertobatan Konstantinus</p>
<p>by <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/konstantinus.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-166" alt="konstantinus" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/konstantinus.jpg" width="250" height="373" /></a>Ketika itu bulan Oktober tahun 312. Seorang jenderal muda yang dipatuhi prajurit Roma yang ada di Inggris dan Perancis, berderap menuju Roma untuk menantang Maxentius, yang juga berupaya untuk naik takhta.</p>
<p>Seperti dikisahkan, Jenderal Konstantinus menatap ke langit dan melihat cahaya berbentuk salib. Di situ terdapat tulisan yang berbunyi &#8220;Bersama ini taklukkanlah&#8221;. Prajurit yang percaya takhayul ini sebenarnya sudah enggan memuja dewa-dewa Roma dan memilih memuja dewa tunggal. Ayahnya adalah pemuja dewa matahari. Mungkinkah ini merupakan pertanda dari  dewa tersebut pada malam sebelum pertempuran itu?</p>
<p>Di kemudian hari, Kristus muncul dalam mimpinya, dengan tanda yang sama, sebuah salib yang agak lekung di atasnya yang menyerupai huruf-huruf Yunani <i>chi</i> dan <i>rho</i>, dua huruf pertama dari kata <i>Christos</i>. Jenderal tersebut diperintahkan untuk membuat tanda ini pada perisai-perisai para perisainya. Ia melakukannya.</p>
<p>Seperti yang dijanjikan, Konstaninus pun memenangkan pertempuran tersebut.</p>
<p>Ini adalah salah satu momentum menentukan bagi perubahan dahsyat dalam kurun waktu seperempat abad. Jika Anda meninggalkanRoma pada tanggal 305 M, tinggal di padang pasir, dan dua puluh tahun kemudian Anda kembali, Anda akan mengira bahwa kekristenan telah punah karena penganiayaan. Tetapi ternyata sebaliknya, kekristenan telah menjadi agama yang sangat digemari.</p>
<p>Ketika Diocletianus, salah seorang dari para kaisar yang amat brilian, mengambil tampuk kekuasaan pada tahun 284, ia mulai menata kembali pengaturan kemiliteran, ekonomi dan kepamongprajaan secara besar-besaran. Untuk sementara waktu ia tidak menyinggung orang-orang Kristen.</p>
<p>Salah satu ide Diocletianus yang dahsyat ialah menata ulang struktur kekuasaan kekaisaran. Ia membagi wilayah kekaisaran Roma dalam dua wilayah yaitu Timur dan Barat, dan setiap wilayah berada di bawah kekuasaan seorang <i>kaisar </i>serta seorang <i>wakil kaisar</i>. Setiap <i>kaisar</i> akan berkuasa selama dua puluh tahun, kemudian para <i>kaisar </i>yang akan mengambil-alih selama dua puluh tahun, dan seterusnya. Pada tahun 286, Diocletianus mengangkat Maximianus sebagai <i>kaisar</i> wilayah Barat, sedang ia sendiri memerintah wilayah Timur. Para <i>kaisarnya</i> ialah Konstantius Khlorus (ayah Konstantinus) di Barat dan Galerius di Timur.</p>
<p>Galerius sangat anti-Kristen (menurut laporan, ia melempar kesalahan akan kekalahannya pada suatu pertempuran karena seorang prajurit Kristen membuat tanda salib). Mungkin karena hasutan Galerius juga, maka <i>kaisar</i> wilayah Timur mengambil sikap anti-Kristen. Itu semua merupakan bagian dari penataan ulang kekaisaran sehingga Roma mempunyai mata uang yang seragam, sistem politik yang seragam dan harus mempunyai agama yang seragam pula. Untuk itu, orang-orang Kristen merupakan penghalang.</p>
<p>Mulai tahun 298, orang-orang Kristen diberhentikan dari kemiliteran dan jabatan-jabatan pamong praja. Pada tahun 303, pembantaian besar pun dimulai. Para penguasa merencanakan untuk mulai dengan pembantaian orang-orang Kristen pada Hari Raya Terminalia, tanggal 23 Februari. Gereja-gereja dihancurkan, Alkitab dirampas dan kebaktian dilarang. Pada awalnya tidak ada pertumpahan darah, namun Galerius segera mengubah keadaan. Sesuai jadwal, ketika Diocletianus dan Maximianus turun takhta pada tahun 305, Galerius mengadakan pembantaian yang lebih ganas. Konstantius, yang memerintah wilayah Barat, umumnya lunak. Tetapi cerita-cerita yang mengerikan dari Timur amat banyak. Pembantaian tersebut berlanjut sampai tahun 310, dan banyak orang Kristen menjadi martir pada peristiwa tersebut.</p>
<p>Namun, Galerius tidak berhasil menghancurkan Gereja. Anehnya, dalam keadaan sekarat ia berubah pikiran. Pada tanggal 30 April 311, Galerius yang ganas itu menyerah. Ia berhenti memerangi orang-orang Kristen dengan mengeluarkan Edik/Maklumat Kebebasan Beragama (Edict of Toleration). Sebagai seorang politisi, ia menekankan bahwa ia telah berbuat segala sesuatu untuk kekaisaran, namun, &#8220;sejumlah besar&#8221; orang Kristen ketika itu tetap &#8220;berpegang pada tekad mereka&#8221;. Maka, sekarang sudah waktunya memberi mereka kebebasan berkumpul, selama mereka melakukannya dengan tertib. Selanjutnya ia menyerukan juga bahwa adalah &#8220;kewajiban mereka untuk berdoa kepada dewa mereka untuk kebaikan negara kita&#8221;. Roma membutuhkan semua bentuk pertolongan yang memungkinkan. Galerius wafat enam hari kemudian.</p>
<p>Namun, skema Diocletianus menjadi berantakan. Setelah Konstantius wafat tahun 306, putranya, Konstantinus dinyatakan sebagai penguasa oleh para prajurit yang setia kepadanya. Tetapi, Maximianus yang sudah pensiun berupaya kembali dan memerintah lagi wilayah Barat bersama-sama dengan putranya, Maxentius (yang akhirnya melucuti kekuasaan ayahnya sendiri). Sementara itu, Galerius telah menunjuk Licinius, jenderal kesayangannya, sebagai penguasa wilayah Barat. Masing-masing calon penguasa ini menuntut hak atas sebagian wilayah Barat ini. Mereka harus berperang untuk itu. Dengan cerdik, Konstantinus bergabung dengan Licinius dan bertempur melawan Maxentius. Pada pertempuran Milvian Bridge, Konstantinus menang.</p>
<p>Di sana, Konstantinus dan Licinius menunjukkan kekuatan berimbang. Konstantinus sangat berhasrat mengucapkan syukur pada Kristus, oleh karenanya ia tergerak untuk memberikan kebebasan dan status bagi Gereja. Pada tahun 313, ia bersama-sama Lucinius secara resmi mengeluarkan Edik Milano (Edict of Milan) yang menjamin kebebasan beragama di seluruh kekaisaran. Instruksi tersebut berbunyi: &#8220;Tujuan kita ialah untuk mengizinkan baik orang-orang Kristen maupun yang lain dengan bebas beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.&#8221;</p>
<p>Segera Konstantinus menaruh perhatian pada Gereja, memulihkan harta, menyumbangkan uang, mengendalikan kontroversi dengan kaum Donatis serta mengadakan konsili-konsili Gereja di Arles dan Nicea. Ia juga berebut kekuasaan dengan Licinius, yang ia gulingkan pada tahun 324.</p>
<p>Dengan demikian Gereja tidak lagi menjadi sasaran serangan, melainkan mendapat perlakuan istimewa. Dalam waktu yang sangat singkat, prospeknya berubah sama sekali. Setelah berabad-abad lamanya sebagai gerakan kebudayaan tandingan, Gereja diharuskan belajar cara menangani kekuasaan. Namun, semuanya tidak dilakukan dengan baik. Kehadiran Konstantinus yang dinamis membentuk Gereja pada abad keempat dan seterusnya. Ia adalah pakar kekuasaan dan politik, dan Gereja pun belajar menggunakan alat-alat tersebut.</p>
<p>Apakah penglihatan Konstantinus itu autentik ataukah ia hanya seorang oportunis yang memperalat kekristenan untuk kepentingannya sendiri? Hanya Allah yang tahu jiwanya. Meskipun dalam beberapa hal ia telah gagal mencerminkan keyakinannya, penguasa itu sesungguhnya telah mengambil perhatian aktif dalam kekristenan yang dianutnya, yang terkadang membahayakan dirinya sendiri.</p>
<p>Allah sesungguhnya memakai Konstantinus untuk memberi kemudahan bagi Gereja; sang kaisar itu menegaskan dan menjamin toleransi resmi bagi keyakinan ini. Namun, ia hanya mengikuti jejak Galerius yang sudah hancur yang sebelumnya telah melakukan hal itu. Dengan demikian, peperangan melawan penyiksaan Kekaisaran Romawi dimenangkan bukan di Milvian Bridge  tetapi di arena-arena, ketika orang-orang Kristen dengan berani menyongsong kematian.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/konstantinus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antonius</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/antonius/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/antonius/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2013 03:54:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Antonius]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 20 Antonius Memulai Hidupnya Sebagai Pertapa by Sekolah Minggu Salah seorang pendiri terpenting komunitas biara sebenarnya tidak punya ide untuk mendirikan apa pun. Ia hanya peduli pada kondisi spiritualnya sendiri dan menghabiskan sebagian besar waktunya seorang diri. Antonius lahir<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/antonius/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Tahun 20 Antonius Memulai Hidupnya Sebagai Pertapa</span></h1>
<p>by <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/Antonius.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-168" alt="Antonius" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/Antonius.jpg" width="250" height="378" /></a>Salah seorang pendiri terpenting komunitas biara sebenarnya tidak punya ide untuk mendirikan apa pun. Ia hanya peduli pada kondisi spiritualnya sendiri dan menghabiskan sebagian besar waktunya seorang diri.</p>
<p>Antonius lahir di Mesir sekitar tahun 250, dalam keluarga kaya. Ketika ia berumur dua puluh tahun, orang tuanya wafat, meninggalkan seluruh harta untuknya. Sebuah teks khotbah yang merupakan perintah Yesus kepada pengusaha muda yang kaya, &#8220;Jika ingin memperoleh hidup yang kekal, pergi dan juallah segala yang kau miliki&#8230;&#8221;, telah mengubah hidup anak muda ini. Kata-kata tersebut seolah-olah ditujukan kepadanya, dan Antonius pun mengartikannya secara harfiah. Ia membagikan tanah miliknya kepada orang-orang sekampung, menjual harta lainnya dan menyumbangkan uangnya kepada orang-orang miskin. Ia berguru pada seorang Kristen yang sudah berumur, dan belajar tentang sukacita penyangkalan diri. Antonius makan hanya satu kali sehari, yang terdiri dari roti dan air, serta tidur di atas lantai tidak beralas.</p>
<p>Dengan pertobatan Kaisar Konstantinus pada tahun 312, situasi gereja berubah drastis. Kedudukan orang Kristen tidak lagi sebagai kaum minoritas yang buronan, tetapi telah menjadi penganut suatu agama yang terhormat dengan dukungan resmi. Karena besarnya jumlah orang yang masuk gereja, maka tidak mudah lagi untuk mengenal orang-orang yang benar-benar memiliki komitmen pada Kristus dengan mereka yang datang hanya untuk dikenal sebagai bagian dari agama yang populer ini. Mudah percaya, namun belum tentu setia dalam penderitaan.</p>
<p>Orang-orang Kristen sejati pada zaman ini lebih memilih melawan (arus) daripada mengkompromikan keyakinan mereka, dengan meninggalkan (kehidupan) duniawi. Maka Antonius pun memilih sebuah kuburan sebagai tempat tinggalnya. Menurut penulis biografinya, Athanasius, Antonius selama lebih kurang dua belas tahun &#8220;ditawan&#8221; setan-setan yang mengambil bentuk bermacam-macam binatang buas dan terkadang menyerang dia serta meninggalkannya dalam keadaan hampir mati. Mereka mencoba menggoda Antonius untuk masuk ke dalam dunia maksiat, tetapi Antonius selalu menang.</p>
<p>Untuk lebih menjauhkan diri dari dunia ini, Antonius pindah ke sebuah benteng yang telah ditinggalkan. Di sana ia tinggal selama dua puluh tahun tanpa menemui seorang manusia pun. Makanan untuknya dilemparkan melalui tembok. Namun orang-orang telah mendengar penyangkalan dirinya dan pergumulannya dengan setan. Beberapa pengagumnya mendirikan pondok-pondok sementara dekat benteng tersebut, dan ia pun dengan rasa segan menjadi penasihat spiritual mereka dengan memberikan petunjuk dalam hal berpuasa, berdoa dan kegiatan-kegiatan amal. Antonius, dengan sendirinya telah menjadi panutan dalam penyangkalan diri.</p>
<p>Pertapa ini tidak pernah dapat melepaskan dirinya secara penuh dari dunia. Pada tahun 311, Maximianus, salah seorang kaisar kafir terakhir, menganiaya orang-orang Kristen,dan Antonius pun meninggalkan kediamannya untuk mati bagi keyakinannya. Tetapi ia akhirnya malah melayani orang-orang Kristen terhukum yang dipekerjakan di tambang-tambang kekaisaran. Pengalamannya ini meyakinkannya bahwa hidup secara Kristen pun sama salehnya dengan mati untuknya (agama Kristen). Sekali lagi, pada tahun 350, ia meninggalkan kediamannya untuk membela ortodoksi melawan ajaran sesat Arius, yang dipicu Konsili Nicea (325). Orang-orang, termasuk  Kaisar Konstantinus meminta nasihat spiritual dari sang pertapa ini.</p>
<p>Antonius wafat pada usia 105 tahun dan sampai pada akhir hayatnya, ia berada dalam keadaan sehat pikiran dan jasmani. Untuk mencegah berkembangnya pemujaan di kuburannya, ia  meminta agar ia dikubur secara diam-diam.</p>
<p>Namun, pemujaan yang ditakutkannya tetap berkembang. Athanasius &#8211; teolog berpengaruh yang peranannya penting dalam Konsili Nicea &#8211; telah menulis buku &#8220;Kehidupan Antonius&#8221; <i>(Life of Anthony)</i> yang sangat populer. Di dalamnya ia menggambarkan Antonius sebagai seorang rahib ideal, yang dapat melakukan keajaiban dan yang dapat mengenal roh jahat serta roh baik. Tidak lama kemudian, kisah seorang pahlawan spiritual yang telah menjadi rahib dan telah menyangkali dirinya pun mulai mempengaruhi Gereja.</p>
<p>Praktik komunitas rahib yang hidup bersama telah dirintis Pachomius, seorang teman Antonius. Seperti Antonius yang kuat dan ulet, sebagian besar pengikutnya memilih menjadi rahib. Antonius telah menyampaikan ide bahwa pribadi religius yang sejati akan mengundurkan diri dari kehidupan dunia dengan menjauhkan diri dari hidup berkeluarga dan kenikmatan duniawi.</p>
<p>Hingga era Reformasi, ide ini tidak pernah mendapat tantangan serius.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/antonius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
