<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; doa sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/doa-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Robert Raikes Memulai Sekolah Minggu</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/robert-raikes-memulai-sekolah-minggu/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/robert-raikes-memulai-sekolah-minggu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Apr 2013 03:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[doa sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[humor sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1780 Robert Raikes Memulai Sekolah Minggu By Sekolah Minggu Ny. Meredith tidak sanggup menanganinya. Atas permintaan seorang editor surat kabar yang baik, Robert Raikes, ia menerima segerombolan anak jalanan ke dapur rumahnya di Sooty Alley. Raikes bahkan membayar Ny.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/robert-raikes-memulai-sekolah-minggu/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1780 Robert Raikes Memulai Sekolah Minggu</b></span></h3>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Robert-Raikes.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-284" alt="Robert Raikes" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Robert-Raikes.jpg" width="146" height="176" /></a>Ny. Meredith tidak sanggup menanganinya. Atas permintaan seorang editor surat kabar yang baik, Robert Raikes, ia menerima segerombolan anak jalanan ke dapur rumahnya di Sooty Alley. Raikes bahkan membayar Ny. Meredith satu shilling setiap hari Minggu untuk mengajar anak-anak berpakaian compang-camping ini membaca Alkitab dan mengulanginya di luar kepala. Tetapi anak-anak ini luar biasa bandel. Terkungkung di sebuah pabrik yang basah dan gelap di Gloucester, Inggris, selama enam hari dalam satu minggu, mereka hanya dapat kesempatan bergembira ria pada hari Minggu, dan pada hari-hari Minggu itulah mereka menjadi liar. Setiap Minggu para petani dan pemilik toko merasa takut pada kenakalan anak-anak ini. Robert Raikes berharap bahwa &#8220;Sekolah Minggu&#8221; ini akan mengubah hidup mereka, namun mereka membawa kebiasaan mereka yang menjijikkan dan mengerikan itu ke dapur Ny. Meredith.</p>
<p>Raikes tidak membiarkan niatnya pupus. Ia memindahkan sekolah Minggunya ke dapur Ny. King tempat May Critchley mengajar mereka dari pukul sepuluh sampai pukul dua belas siang dan dari pukul satu sampai dengan pukul lima pada petang hari. Ia menghendaki anak-anak hadir setelah tangan dicuci dan rambut disisir. Dalam waktu yang singkat anak-anak itu mau belajar. Tidak lama kemudian terkumpul sembilan puluh anak menghadiri sekolah Minggu pada setiap hari Minggu. Perlahan-lahan mereka belajar membaca.</p>
<p>Hal ini bukanlah upaya pertama Raikes bagi pembaruan masyarakat. Sebagai seorang <i>Gloucester Journal </i>yang berpikiran liberal, ia sangat sadar akan roda kemiskinan dan kriminalitas. Orang-orang yang tidak dapat membayar utang dipenjarkan dan bila mereka keluar, tidak ada kehidupan bagi mereka. Maka mereka terdorong berbuat kejahatan. Selama bertahun-tahun Raikes berupaya bekerja bersama mantan napi, untuk membantu mereka agar tidak berbuat kejahatan, namun sia-sia.</p>
<p>&#8220;Dunia bergerak maju di atas kaki anak-anak kecil.&#8221; Kalimat yang berasal dari Raikes itu mengungkapkan pemikiran sekolah Minggu ini. Para orang dewasa telah berjalan terlalu jauh,  tetapi anak-anak baru memulainya.</p>
<p>Masalah yang dihadapinya ialah ketidaktahuan. Anak-anak (dari keluarga) kurang mampu tidak pernah mendapatkan kesempatan pergi ke sekolah &#8211; mereka harus bekerja untuk membantu keluarga. Akibatnya, mereka tidak dapat beranjak dari kemiskinan. Namun, jika mereka dapat  belajar pelajaran dasarnya &#8211; membaca, menulis, berhitung dan moralitas alkitabiah &#8211; pada hari libur satu harinya, suatu saat mereka mungkin mengubah semuanya itu.</p>
<p>Jadi, eksperimen itu berawal dari Sooty Alley. Lambat-laun ide ini bertumbuh. Pada tahun 1783, dengan kepercayaan diri bahwa eksperimennya telah berhasil, Raikes mulai mengumumkannya dalam hariannya. Dengan hati-hati ia melaporkan alasan dan hasilnya. Ide tersebut menjadi populer.</p>
<p>Orang-orang Kristen yang terpandang mendukung ide tersebut. John Wesley menyukainya, dan kelompok Wesley pun mulai melakukannya. Penulis populer, Hannah More, mengajar agama dan memintal pada gadis-gadis di Cheddar. Seorang pedagang dari London, William Fox, pernah menyumbangkan ide serupa, namun memutuskan menunjang proyek Raikes. Pada tahun 1785,  Fox mendirikan perkumpulan untuk menunjang dan mendukung banyak sekolah Minggu di berbagai kawasan di Inggris.</p>
<p>Ratu Charlotte pun membenarkan sekolah Minggu tersebut. Ia memanggil Raikes untuk mendengarkan hal itu dan kemudian ia mengizinkan namanya dipakai untuk upaya pengumpulan dana yang dilaksanakan Fox.</p>
<p>Kemasyhuran membawa pertentangan juga dari para konservatif yang takut akan terganggunya hari Sabat oleh para pedagang, yang khawatir akan kehilangan bisnis pada hari Minggu. Ada beberapa teman Raikes yang mengejeknya <i>&#8220;Bobby Wild Goose </i>(pengejar sesuatu yang tidak mungkin tercapai) dan Resimen Gembelnya&#8221;.</p>
<p>Namun, hingga tahun 1787, ada seperempat juta anak-anak menghadiri sekolah Minggu di Inggris. Lima puluh tahun kemudian, ada 1,5 juta anak di seluruh dunia yang dididik oleh 160.000 tenaga pengajar. Yang menggembirakan ialah perkembangan Manchester pada tahun 1835. Sekolah Minggu tersebut terdiri dari 120 tenaga pengajar, yang 117 di antara mereka adalah mantan murid-murid sekolah-sekolah Minggu itu sendiri.</p>
<p>Dua perubahan besar telah terjadi pada tahun-tahun berikutnya. Pada awalnya, guru-guru di sana dibayar, tetapi lambat-laun hal itu telah menjadi aktivitas sukarela. Pada awalnya, kurikulum terdiri dari membaca, menulis dan berhitung &#8211; dengan Alkitab dipakai sebagai teks yang tersedia. Ketika sekolah Minggu mendapat dana yang  lumayan, mereka dapat mengadakan buku-buku teks lain. Tetapi, ketika pendidikan umum berkembang, sekolah-sekolah Minggu memusatkan perhatiannya pada pelajaran Alkitab saja.</p>
<p>Gerakan sekolah Minggu merupakan fenomena besar di Inggris dan Amerika, dengan implikasi religius maupun sekular. Hal ini terjadi di tengah-tengah kebangkitan rohani yang membalikkan Gereja dari kelesuan dan mungkin juga dapat menyelamatkan Inggris dari bencana revolusi yang dahsyat. Perlahan-lahan, orang-orang Kristen yang kaya mulai sadar akan tanggung jawab mereka terhadap kaum miskin. Gerakan sekolah Minggu telah menanamkan benih pendidikan umum dan merevolusi pendidikan agama, khususnya ketika menghidupkan pencetakan materi-materi agama. Pada akhir tahun 1800-an, gerakan sekolah Minggu memberikan Gereja puluhan kidung baru.</p>
<p>Hasil paling besar adalah anak-anak muda yang tak terhitung jumlahnya, yang telah tergerak oleh interaksi sederhana dan pendidikan sekolah Minggu.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/robert-raikes-memulai-sekolah-minggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Universitas Paris dan Universitas Oxford Didirikan</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/universitas-paris-dan-universitas-oxford-didirikan/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/universitas-paris-dan-universitas-oxford-didirikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2013 13:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[doa sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[download lagu rohani anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1150 Universitas Paris dan Universitas Oxford Didirikan By Sekolah Minggu Apa yang akan terjadi jika anda berdebat dengan profesor teologi Anda &#8211; mungkinkah Anda menang? Kemungkinannya pada Abad Pertengahan, Anda akan dicap sebagai seorang penganut ajaran sesat dan akan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/universitas-paris-dan-universitas-oxford-didirikan/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1150 Universitas Paris dan Universitas Oxford Didirikan</b></span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Universitas-Paris-dan-Universitas-Oxford-Didirikan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-160" alt="Universitas Paris dan Universitas Oxford Didirikan" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Universitas-Paris-dan-Universitas-Oxford-Didirikan-300x138.jpg" width="300" height="138" /></a>Apa yang akan terjadi jika anda berdebat dengan profesor teologi Anda &#8211; mungkinkah Anda menang? Kemungkinannya pada Abad Pertengahan, Anda akan dicap sebagai seorang penganut ajaran sesat dan akan dikeluarkan dari sekolah. Hal itulah yang terjadi pada diri Petrus Abelardus yang cerdas. Inilah salah satu sebab berdirinya universitas.</p>
<p>Pada awalnya, pendidikan lanjutan selalu diberikan di biara-biara atau di sekolah-sekolah katedral. Tetapi sekolah-sekolah semacam ini mulai menarik guru-guru dari luar biara. Guru-guru seperti ini selalu mempertanyakan dogma gereja yang resmi.</p>
<p>Itulah kasus Abelardus. Ia dan beberapa orang seperti dia menjalankan &#8220;praktik privat&#8221; dan hidup dari honor yang disumbangkan para murid di tempat mereka mengajar. Abelardus sendiri mempunyai bermacam-macam karir. Ia mendirikan sekolahnya sendiri di St. Denis, kembali mengajar di Katedral Notre Dame, kemudian mengajar di sekolahnya sendiri. Kesohorannya menarik murid-murid ke Paris, tetapi Gereja tidak yakin apakah ia dapat dipercaya. Akhirnya, sekelompok guru semacam itu, yang dipecat dari biara-biara di Notre Dame, mendirikan usaha di tepi kiri Sungai Seine.</p>
<p>Ada perdebatan: apakah Bologna atau Paris yang mempunyai &#8220;universitas&#8221; pertama. Di Bologna, guru Irnerius mendirikan sekolah hukum pada tahun 1088, yang diizinkan oleh Kaisar Frederick Barbarossa pada tahun 1159. Tetapi istilah &#8220;universitas&#8221; datangnya dari Paris. Pada zaman pertengahan, semua jenis usaha di organisasi dengan rapi. Jadi, para guru dan murid sepanjang Seine mengorganisasi sejenis serikat sekerja, <i>Universitas Societas Magistrorum et Scholarium </i>(Masyarakat Universal Pengajar dan Murid), di bawah kuasa seorang rektor. <i>Rektor</i> ini secara agak longgar bertanggung jawab pada uskup Paris, dan mempunyai wewenang memberikan surat izin mengajar.</p>
<p>Pada tahun 1200, Philip II dari Perancis memberikan status resmi bagi &#8220;universitas&#8221; ini. Seperti di Bologna, para pengajar dan pelajar memiliki keistimewaan sosial dari rohaniawan, walaupun terpisah dari mereka. Paus Innocentius III (yang telah belajar di Paris) menguatkan status sekolah tersebut pada tahun 1208. Pengurus universitas benar-benar mogok pada tahun 1229-1231 karena pertikaian dengan uskup tentang pengawasan proses pendidikan. Paus Gregorius IX mengakhirinya dengan pengaturan sendiri bagi sekolah tersebut.</p>
<p>Universitas Paris menjadi poros pendidikan bagi sebagian besar Eropa, sekurang-kurangnya di bagian utara pegunungan Alpen. Dengan demikian, berkembanglah empat &#8220;kebangsaan&#8221; dalam studi, dengan mengelompokkan guru dan murid dari latar belakang yang sama: Perancis, Inggris/Jerman, Normandia, Picardia (dari dataran rendah). Para pelajar asing membutuhkan pemondokan juga, yang telah disediakan negara. Hal inilah yang membentuk kerangka &#8220;colleges&#8221; (perguruan-perguruan tinggi) di bawah naungan universitas. Paris pun mengembangkan empat bidang studi: seni, kedokteran, hukum dan teologi.</p>
<p>Pada tahun 1167, jauh sebelum universitas Paris menerima status resmi, Henry II melarang pelajar Inggris belajar di Paris. Sebuah Studium Generale pun didirikan di Oxford, yang diorganisasikan secara resmi di bawah seorang rektor, pada tahun 1215.</p>
<p>Abad ketiga belas merupakan masa subur pendidikan. Paris, Oxford dan Bologna menjadi pusat-pusat teologi, filsafat dan ilmu pengetahuan. Berbagai peristiwa ini telah membentuk tradisi pendidikan yang terpelihara sampai hari ini.</p>
<p>Universitas-universitas tersebut merupakan inkubator (alat penetas telur) bagi Renaisans (masa kebangkitan kembali) masa Reformasi.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/universitas-paris-dan-universitas-oxford-didirikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Open My Eyes, That I May Seen</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/open-my-eyes-that-i-may-seen/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/open-my-eyes-that-i-may-seen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 14:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[buku sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[doa sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=718</guid>
		<description><![CDATA[Open My Eyes, That I May Seen by : Sekolah Minggu Hymn ini dimulai dengan kalimat dari Mazmur 119:18, singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. Ini adalah sebuah doa yang bersumber dari kebenaran firman Allah. Kita berdoa supaya<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/open-my-eyes-that-i-may-seen/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com/open-my-eyes-that-i-may-seen/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">Open My Eyes, That I May Seen</span></a></h1>
<p style="text-align: justify;">by : <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com/open-my-eyes-that-i-may-seen/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Hymn ini dimulai dengan kalimat dari Mazmur 119:18, singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. Ini adalah sebuah doa yang bersumber dari kebenaran firman Allah. Kita berdoa supaya Tuhan &#8220;membuka mata&#8221; kita sehingga dapat melihat Kristus dalam pengalaman hidup sehari-hari, sebagaimana juga Kleopas dan temannya yang sedang dalam perjalanan ke Emaus (Luk. 24:31).<br />
Bait kedua mengingatkan kita pada peringatan Tuhan Yesus tentang menggunakan <em><span style="color: #ff0000;">&#8220;telinga untuk mendengar&#8221; (Mat. 11:15; 13:19; Mrk 4:9,23; 7:16; Luk. 8:8).</span></em> Tuhan telah memberikan kepada kita keindahan di dunia ciptaan-Nya, juga dalam karya kreatif para musisi, pelukis, dan pematung. Kita menghormati Tuhan ketika kita menggunakan mata dan telinga untuk mengalami kebenaran dan keindahan dalam alam dan dalam seni manusia; ini adalah kasih karunia-Nya kepada kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Herrnhut.jpg"><img class="size-medium wp-image-275 alignleft" alt="Herrnhut" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Herrnhut-300x195.jpg" width="300" height="195" /></a>Tidak cukup hanya melihat dan mendengar kebenaran Allah itu bagi diri kita sendiri. Kita harus bersaksi dan mengajarkannya dengan mulut kita kepada orang lain (2 Timn. 2:2 ), supaya mereka juga boleh mendengar dan menerimanya. Kita mengasihi dan menjangkau mereka, sebab Tuhan sudah terlebih dahulu membuka hati kita. (Bait)</p>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em><span style="color: #0000ff;">3).Refrein lagu ini merupakan suatu doa persiapan bagi pencerahan Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang dapat membuka mata untuk melihat keajaiban Taurat Tuhan, telinga untuk mendengar firman-Nya, dan hati untuk menerimanya dengan sukacita.</span> </em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Clara Scott (3 Desember 1841 &#8211; 21 Juni 1897), penulis Hymn ini adalah seorang komposer yang karya-karyanya sudah hampir hilang, kecuali lagu yang terkenal ini yang masih tersisa dan sering dinyanyikan. Ia dilahirkan di Elk Grove, Illionis. Pada tahun 1856, belajar di Cady&#8217;s Musical Institute di Chicago dan kemudian mengajar musik di satu Seminari wanita di Lyons, lowa. Lima tahun kemudian ia menikah dengan Henry Clay Scott. Clara juga menulis banyak karya musik vokal dan instrumental, dan menerbitkan sebuah buku lagu gereja, The Royal Anthem Book. Pada tanggal 21 Juni 1897, di Dubugue, lowa, Clara Scott meninggal akibat jatuh dari kereta setelah dihantam oleh kuda.</p>
<p style="text-align: justify;">Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/open-my-eyes-that-i-may-seen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
