<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; download lagu sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/download-lagu-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Cameron Townsend Memulai Institut Linguistik Musim Panas</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/cameron-townsend-memulai-institut-linguistik-musim-panas/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/cameron-townsend-memulai-institut-linguistik-musim-panas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2013 12:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[download lagu sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan untuk anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1934 Cameron Townsend Memulai Institut Linguistik Musim Panas By Sekolah Minggu Cameron Townsend mendapatkan pelajaran awal dalam hubungan antara linguistik dan penginjilan. Sebagai seorang misionaris muda di Guatemala, ia bekerja keras mendekati orang-orang jalanan dan menanyakan hubungan mereka dengan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/cameron-townsend-memulai-institut-linguistik-musim-panas/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1934 Cameron Townsend Memulai Institut Linguistik Musim Panas</b></span></p>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Cameron-Townsend.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-357" alt="Cameron Townsend" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Cameron-Townsend-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a>Cameron Townsend mendapatkan pelajaran awal dalam hubungan antara linguistik dan penginjilan. Sebagai seorang misionaris muda di Guatemala, ia bekerja keras mendekati orang-orang jalanan dan menanyakan hubungan mereka dengan Kristus. Ia menghafal kalimat perkenalannya dalam bahasa Spanyol: &#8220;Tahukah Anda tentang Tuhan Yesus itu?&#8221;</p>
<p>Ia tidak tahu bahwa <i>Yesus</i> itu adalah nama pertama yang umum di antara orang Spanyol, dan istilah &#8220;Tuhan&#8221; (Lord) &#8211; <i>Senor</i> &#8211; juga artinya &#8220;Tuan&#8221; <i>(Mister). </i>Ia mengharapkan tanggapan yang akan memberi dia kesempatan berbicara tentang hal-hal spiritual. Namun, yang ia dapat adalah suatu kenyataan, &#8220;Maaf, tidak kenal. Saya pun orang asing di sini.&#8221;</p>
<p>Itu terjadi pada tahun 1917. Sebagian besar pemuda Amerika seusianya sedang berperang di Eropa. Mungkin, melihat tubuh Towsend yang lemah, pejabat yang merekrutnya menawarkan dia menjual Alkitab di Guatemala.</p>
<p>Pada awalnya, mungkin terlihat bahwa Towsend terlibat dalam pekerjaan berat. Namun akhirnya ia mempelajari bahasa Spanyol dan mulai bekerja di antara orang-orang Indian yang beriman. Terbeban bekerja untuk Indian Cakchiquel di dataran tinggi, Townsend mengetahui bahwa di antara mereka hampir tidak ada yang mengetahui bahasa Spanyol. Agar berdampak terhadap mereka, ia harus mempelajari bahasa mereka.</p>
<p>Hal ini tidaklah mudah. Istrinya, Elvira, dalam surat doanya menulis, &#8220;Berdoalah agar kami dengan cepat dapat mempelajari bahasa yang mengerikan ini. Tanpa tata bahasa atau buku-buku apa pun untuk dipelajari, keadaan sungguh menyulitkan. Kami memiliki sebuah buku kecil, di situlah kami mencatat istilah-istilah dan kalimat-kalimat yang diucapkan orang-orang Indian bila kami mengunjungi mereka. Namun, beberapa istilah ini bunyinya begitu aneh sehingga sulit dicatat. Tetapi, tentunya bahasa Cakchiquel ini datangnya dari Tuhan, sama seperti bahasa Inggris, Spanyol atau Swedia, dan kami tahu bahwa Ia akan membuat kami mengerti bahasa Indian ini agar kami secepatnya dapat menjelaskan Injil kepada mereka dalam bahasa mereka sendiri.&#8221;</p>
<p>Doa tersebut terkabul. Menjelang tahun 1931, pasangan Towsend telah menghasilkan Perjanjian Baru lengkap dalam bahasa Cakchiquel. Tidak lama kemudian, memburuknya kesehatan mereka memaksa mereka kembali ke Amerika Serikat. Cam berharap pindah ke sebuah pelayanan di Amerika Selatan setelah kesehatan mereka pulih. L. L. Legters, seorang rekan dan pendukung karya Townsend di Guatemala, meminta dia bekerja di Mexico, lebih dekat ke rumah. Townsend dan Legters bersama-sama mengembangkan suatu ide baru.</p>
<p>&#8220;Saya menganjurkan supaya kita mendirikan institut musim panas tempat misionaris dapat dididik bagaimana mempelajari suatu bahasa untuk menulis dan menerjemahkan Injil,&#8221; tulis Townsend di kemudian hari. Karena hanya dua universitas di Amerika Serikat yang memberi kursus dalam <i>linguistic descriptive </i>(bagaimana suatu bahasa inti lazimnya dipakai), dan program empat tahun ini memakan waktu terlampau lama bagi para misionaris, maka sesuatu yang khusus dibutuhkan. Legters dan Townsend meneruskan dengan dua jalur. Mereka memutuskan memulai sekolah bahasa bagi para misionaris di Amerika Serikat, dan mereka berencana meminta pemerintah Mexico mengizinkan para penerjemah Alkitab untuk mempelajari bahasa-bahasa Indian yang belum ditulis.</p>
<p>Pada tahun 1934, <i>Summer Institute of Linguistics </i>(Institut Linguistik Musim Panas) di mulai di sebuah ladang di Sulphur Springs, Arkansas, dengan kurikulum yang mengesankan. Apabila para profesornya tidak dapat ke institut, maka siswa institut itulah yang mendatangi para profesor (hanya ada dua orang siswa pada tahun pertama dan beberapa lagi pada tahun kedua).</p>
<p>Pada awalnya, para penerjemah ini hampir tidak mendapat kerja sama dari pemerintah Mexico. Tetapi, Townsend memiliki beberapa orang terpelajar tingkat tinggi di pihaknya. Dia adalah salah seorang pembuat eksperimen yang sangat terkemuka dalam ilmu bahasa yang sedang mencuat. Akhirnya, para pemimpin Mexico melihat pentingnya mempelajari bahasa-bahasa Indian tersebut dan memberi dukungan penuh bagi karya Townsend.</p>
<p>Townsend tidak pernah seorang diri dalam organisasi. Para misonarislah yang melakukan pekerjaan misi, bukan pejabat-pejabat di rumah (Amerika Serikat). Namun, menjelang awal 1940-an, pekerjaan penerjemahan ini menjadi beban berat untuk dikerjakan dalam basis <i>freelance</i>. Institut Musim Panas pindah ke Universitas Oklahoma, dan di situ terdapat 130 mahasiswa. Ada empat puluh empat penerjemah yang sudah bekerja di Mexico, dan Townsend telah meminta lima puluh lagi. Untuk ini dibutuhkan semacam organisasi pendukung. Maka, pada tahun 1942, dengan resmi dibentuklah <i>Wycliffe Bible Translators, </i>dinamakan demikian untuk menghormati penerjemah Inggris yang agung pada Abad Pertengahan. Institut Linguistik Musim Panas melanjutkan hubungan dengan pemerintah-pemerintah mancanegara, tetapi <i>Wycliffe Bible Translators </i>mengorganisasikan dukungan dari Amerika Serikat.</p>
<p>Karya penerjemahan meluas dari sana: Guatemala, Peru, Columbia dan Ekuador. Sebuah korps penerbangan <i>Jungle Aviation and Radio Service </i>(Pelayanan Radio dan Penerbangan Hutan), didirikan untuk membawa para penerjemah misionaris dengan selamat ke dan dari daerah-daerah jauh.</p>
<p>Sampai sekarang ketiga organisasi tersebut mempunyai lebih dari 6.000 pekerja di lebih dari lima puluh negara. Mereka menghasilkan bagian-bagian Alkitab dalam lebih dari 3oo bahasa dan sedang bekerja untuk lebih dari 800 yang lain.</p>
<p>Karya <i>Wycliffe Translators </i>tersebut membuat ratusan kelompok manusia terjangkau Injil. Ini merupakan langkah besar ke depan dalam gerakan misi modern untuk menjangkau orang-orang yang tidak terjangkau &#8211; mereka yang tidak punya akses terhadap kekristenan.</p>
<p>Namun organisasi Townsend juga menggambarkan pergeseran halus dalam Protestanisme Amerika. Pada tahun 1930-an dan 1940-an, fundamentalisme muncul lagi dengan tiba-tiba. Separatisme yang ketat memberi jalan bagi penginjilan yang agresif. Sementara memelihara kesempurnaan doktrinnya, organisasi Wycliffe tersebut dengan tidak merasa malu bersekutu dengan universitas-universitas sekular, para ahli bahasa, pemerintah, ataupun dengan para antropolog dalam rangka menyelesaikan urusannya. Gerakan &#8220;evangelikal&#8221; tersebut melihat banyak misi dan organisasi pendidikan Kristen yang timbul, serta ingin mencoba metode-metode baru membawa Injil ke seberang.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/cameron-townsend-memulai-institut-linguistik-musim-panas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa Nehemia</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/doa-nehemia/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/doa-nehemia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2013 09:19:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[download lagu sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gambar cerita sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Nehemia 1:1-11 Sekarang kita membaca kitab Nehemia. Nehemia sedang berada di negeri pembuangan. Raja yang memerintah saaat itu adalah Raja Artahsasta. Nehemia adalah seorang juru minuman raja. Juru minuman adalah jabatan yang sangat penting. Juru minuman memastikan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/doa-nehemia/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Nehemia 1:1-11</p>
<p>Sekarang kita membaca kitab Nehemia. Nehemia sedang berada di negeri pembuangan. Raja yang memerintah saaat itu adalah Raja Artahsasta. Nehemia adalah seorang juru minuman raja.</p>
<p>Juru minuman adalah jabatan yang sangat penting. Juru minuman memastikan apakah minuman yang diberikan kepada raja benar-benar baik atau beracun. Mungkin sekali ada orang yang sengaja menaruh racun dalam minuman raja untuk membunuhnya. Maka, seorang juru minuman adalah orang kepercayaan sang raja.</p>
<p>Ketika itu Nehemia mendapat kunjungan dari saudaranya yang datang dari Yerusalem. Nehemia mendapat kabar bahwa tembok kota Yerusalem hancur dan pintu-pintu gerbangnya terbakar. Zaman dahulu sebuah kota biasanya dikelilingi oleh tembok kota. Tembok kota merupakan pertahanan keamanan kota itu. Jikalau tembok kota hancur, maka kota itu berada dalam bahaya karena bisa dengan mudah diserang musuh.</p>
<p>Berita itu membuat Nehemia sangat sedih. Walaupun Nehemia memiliki jabatan tinggi dan hidup yang enak, tetapi ia bersedih karena keadaan Yerusalem. Nehemia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi ia sangat peduli dan memikirkan pekerjaan Allah dan umat Allah yang lain.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Ketika hidup kita baik-baik saja, masihkah kita mengingat orang-orang yang dalam kesusahan? Ingatkah kita pada orang-orang yang belum percaya Tuhan Yesus? Maukah engkau mendoakanmereka?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apakah yang dilakukan Nehemia ketika mendengar kabar tentang Yerusalem? (ay.4-6)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, saya mohon Tuhan memberikan saya hati yang suka berdoa bagi orang lain, baik orang yang saya kenal maupun yang belum saya kenal. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Marilah kita mendoakan orang lain, bukan hanya keluarga kita dan sekolah kita, tetapi juga mendoakan orang lain yang bukan keluarga kita. Doakanlah mereka yang dalam kesulitan dan yang belum percaya kepada Tuhan Yesus. Maukah engkau?</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Nehemia Ke Yerusalem</b></li>
<li><b>Tekad dan Rencana Nehemia</b></li>
<li><b>Tantangan Dalam Pekerjaan Allah</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/doa-nehemia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Menampakkan Diri Pada Salomo</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/allah-menampakkan-diri-pada-salomo/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/allah-menampakkan-diri-pada-salomo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2013 07:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[bahan sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[download lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu 1 Raja-raja 9:1-9 Salomo sudah selesai mendirikan bait Allah, istananya, dan seluruh kerajaannya. Keadaan berjalan dengan sangat baik. Saat itu Allah menampakkan diri lagi kepada Salomo untuk kedua kalinya. Sekali lagi Allah memberikan peringatan keras. Ia mengingatkan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/allah-menampakkan-diri-pada-salomo/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By<a href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank"> Sekolah Minggu</a></p>
<p>1 Raja-raja 9:1-9</p>
<p>Salomo sudah selesai mendirikan bait Allah, istananya, dan seluruh kerajaannya. Keadaan berjalan dengan sangat baik. Saat itu Allah menampakkan diri lagi kepada Salomo untuk kedua kalinya. Sekali lagi Allah memberikan peringatan keras. Ia mengingatkan agar Salomo sungguh-sungguh bergantung kepada Allah. Karena di tengah-tengah keadaan yang baik dan menyenangkan, seringkali manusia mudah melupakan Allah dan semua perkataan-Nya.</p>
<p>Bagaimana dengan engkau? Apakah ketika engkau sedang dalam keadaan yang baik, senang dan sehat engkau masih sungguh-sungguh mengasihi dan mengingat Allah? Janganlah kita mengingat Allah dan berdoa kepada-Nya hanya jika kita sedang sedih dan sakit saja.</p>
<p>Allah mengingatkan Salomo, bahwa bait Allah yang kelihatan dan yang megah itu tidak akan ada artinya jika umat Allah hidup menyimpang dari aturan Allah. Allah tidak segan menghukum umat-Nya dengan cara membuang mereka ke negeri asing. Allah tidak bisa disuap dengan bait Allah yang megah. Allah tidak bisa ditipu dengan penampakan luar yang baik, karena Dia melihat sampai ke dalam hati kita semua.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p><b>A</b>pakah yang akan terjadi jika umat Allah menyimpang dari Allah (ay.6-9)</p>
<p><b>Doa                                                                                                                                                                                           </b>Bapa di surga, saya tidak mau ditinggalkan Tuhan. Tolonglah saya supaya mau sungguh-sungguh melakukan aturan-aturan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan                                                                                                                                                                                 </b>Dengarkan dan perhatikanlah baik-baik peringatan Allah. Mintalah agar Allah memberimu hati yang mengasihi dan hormat kepada-Nya.</p>
<ul>
<li><b>Kunjungan Ratu Syeba</b></li>
<li><b>Mulai Kejatuhan Salomo</b></li>
<li><b>Lawan-lawan Salomo</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/allah-menampakkan-diri-pada-salomo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JAMES CHALMERS</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/james-chalmers/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/james-chalmers/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 16:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[download lagu sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama natal anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama natal sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1131</guid>
		<description><![CDATA[JAMES CHALMERS by : Sekolah Minggu Dia duduk mendengarkan guru sekolah minggunya, Pdt. Gilbert Meikle yang sedang membacakan surat dari seorang misionaris yang diutus Tuhan untuk melayani suku kanibal di Pulau Fiji. Selesai membacakan surat tersebut Pdt Meikle memandang sekelilingnya,<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/james-chalmers/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/james-chalmers/" href="http://sekolahminggu.com/james-chalmers/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>JAMES CHALMERS</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="/james-chalmers/" href="http://sekolahminggu.com/james-chalmers/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Dia duduk mendengarkan guru sekolah minggunya, Pdt. Gilbert Meikle yang sedang membacakan surat dari seorang misionaris yang diutus Tuhan untuk melayani suku kanibal di Pulau Fiji. Selesai membacakan surat tersebut Pdt Meikle memandang sekelilingnya, dan berkata, apakah ada diantara kalian anak-anak yang hadir disini mau menjadi misionaris seperti dia membawa Injil kepada suku Kanibal?&#8221;</p>
<p>Hati Chalmers mengatakan &#8220;Ya, aku mau, tolonglah aku Tuhan&#8221;.</p>
<p>Itu terjadi ketika dia berumur 13 tahun.</p>
<p>James Chalmers gemar berpetualang, kesukaannya adalah bermain di air, selain jago berenang dan menjadi favorit para nelayan yang tinggal di kotanya, James pernah menolong seorang pria yang hampir tenggelam di laut. Karena berpetualang itulah maka bagi James hal-hal yang berbahaya adalah tantangan.</p>
<blockquote><p><strong><span style="color: #000080;"><em>J</em></span><em><span style="color: #000080;">ames adalah seorang pemimpin diantara teman-temannya, terutama ketika ada perkelahian. Masa remaja James adalah masa yang penuh dengan kenakalan dan petualangan tetapi di masa remaja itu juga Tuhan memanggil dia.</span></em></strong></p></blockquote>
<p>James sempat melupakan janjinya kepada Tuhan, sampai Tuhan mengingatkan kembali pada umur 18 tahun melalui dua orang pengkhotbah dari Irlandia Utara yang datang ke kotanya dan mengadakan kebaktian khusus. Kali ini James bersungguh-sungguh dengan janjinya.</p>
<p>James menunjukkan keseriusannya dengan mendaftar ke London Missionary Society sesuai nasihat seorang misionaris dan dia disekolahkan ke Cheshunt College untuk belajar teologi. Kesungguhan hatinya untuk menjadi misionaris membuatnya tekun belajar, namun James yang suka ebrtualang dan nakal, terkadang dia masih suka menggoda teman-temannya.</p>
<p>James menikah dengan Jane Hercus pada bulan Oktober 1865, kemudian James dan istrinya diutus ke Rarotonga, sebuah pulau di Kepulauan Pasifik. Pasangan suami istri ini sungguh-sungguh mengharapkan keberangkatan mereka ke tanah misi, Rarotonga.</p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color: #000080;">Tuhan dapat memakai siapa saja untuk membuat pekerjaan-Nya tetap berjalan, termasuk Bajak Laut. James dan Jane tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Rarotonga karena kapal yang mereka tumpangi harus diperbaiki di Australia. Akhirnya mereka menumpang kapal Bajak Laut yang bersedia mengantar mereka ke Rarotonga.</span></em></strong></p></blockquote>
<p>Ternyata James, dan Bully Hayes, sang bajak laut, dapat berteman dengan baik. James mengadakan ibadah di kapal Bully dan Bully mencoba menjadi seorang yang taat, bahkan mewajibkan semua anak buahnya untuk menghadiri ibadah tersebut. Pada bulan Mei 1867 James akhirnya tiba di Rarotonga. Seorang pribumi menjemput mereka.</p>
<p>Orang-orang suku Rarotonga tidak dapat menyebut nama Chalmers karena logat mereka yang berbeda, bunyi yang mirip dengan Chalmers dalam bahasa mereka adalah TAMATE, maka &#8220;TAMATE&#8221; yang menjadi nama James selama 35 tahun kemudian.</p>
<p>James sedikit kecewa ketika mengetahui bahwa penduduk Rarotonga ternyata sudah menjadi orang Kristen. Dia rindu untuk menemukan tempat-tempat yang belum dijangkau bagi Kristus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bersambung&#8230;.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/james-chalmers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
