JAMES CHALMERS

JAMES CHALMERS

by : Sekolah Minggu

Dia duduk mendengarkan guru sekolah minggunya, Pdt. Gilbert Meikle yang sedang membacakan surat dari seorang misionaris yang diutus Tuhan untuk melayani suku kanibal di Pulau Fiji. Selesai membacakan surat tersebut Pdt Meikle memandang sekelilingnya, dan berkata, apakah ada diantara kalian anak-anak yang hadir disini mau menjadi misionaris seperti dia membawa Injil kepada suku Kanibal?”

Hati Chalmers mengatakan “Ya, aku mau, tolonglah aku Tuhan”.

Itu terjadi ketika dia berumur 13 tahun.

James Chalmers gemar berpetualang, kesukaannya adalah bermain di air, selain jago berenang dan menjadi favorit para nelayan yang tinggal di kotanya, James pernah menolong seorang pria yang hampir tenggelam di laut. Karena berpetualang itulah maka bagi James hal-hal yang berbahaya adalah tantangan.

James adalah seorang pemimpin diantara teman-temannya, terutama ketika ada perkelahian. Masa remaja James adalah masa yang penuh dengan kenakalan dan petualangan tetapi di masa remaja itu juga Tuhan memanggil dia.

James sempat melupakan janjinya kepada Tuhan, sampai Tuhan mengingatkan kembali pada umur 18 tahun melalui dua orang pengkhotbah dari Irlandia Utara yang datang ke kotanya dan mengadakan kebaktian khusus. Kali ini James bersungguh-sungguh dengan janjinya.

James menunjukkan keseriusannya dengan mendaftar ke London Missionary Society sesuai nasihat seorang misionaris dan dia disekolahkan ke Cheshunt College untuk belajar teologi. Kesungguhan hatinya untuk menjadi misionaris membuatnya tekun belajar, namun James yang suka ebrtualang dan nakal, terkadang dia masih suka menggoda teman-temannya.

James menikah dengan Jane Hercus pada bulan Oktober 1865, kemudian James dan istrinya diutus ke Rarotonga, sebuah pulau di Kepulauan Pasifik. Pasangan suami istri ini sungguh-sungguh mengharapkan keberangkatan mereka ke tanah misi, Rarotonga.

Tuhan dapat memakai siapa saja untuk membuat pekerjaan-Nya tetap berjalan, termasuk Bajak Laut. James dan Jane tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Rarotonga karena kapal yang mereka tumpangi harus diperbaiki di Australia. Akhirnya mereka menumpang kapal Bajak Laut yang bersedia mengantar mereka ke Rarotonga.

Ternyata James, dan Bully Hayes, sang bajak laut, dapat berteman dengan baik. James mengadakan ibadah di kapal Bully dan Bully mencoba menjadi seorang yang taat, bahkan mewajibkan semua anak buahnya untuk menghadiri ibadah tersebut. Pada bulan Mei 1867 James akhirnya tiba di Rarotonga. Seorang pribumi menjemput mereka.

Orang-orang suku Rarotonga tidak dapat menyebut nama Chalmers karena logat mereka yang berbeda, bunyi yang mirip dengan Chalmers dalam bahasa mereka adalah TAMATE, maka “TAMATE” yang menjadi nama James selama 35 tahun kemudian.

James sedikit kecewa ketika mengetahui bahwa penduduk Rarotonga ternyata sudah menjadi orang Kristen. Dia rindu untuk menemukan tempat-tempat yang belum dijangkau bagi Kristus.

 

Bersambung….

Artikel bersumber dari : Majalah Anak

Posted in Cerita Alkitab, Cerita Sekolah Minggu
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

1,254 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.