<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; games sekolah minggu kristen</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/games-sekolah-minggu-kristen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Parlemen Inggris Mengadakan Pemungutan Suara Untuk Menghapuskan Perdagangan Budak</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/parlemen-inggris-mengadakan-pemungutan-suara-untuk-menghapuskan-perdagangan-budak/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/parlemen-inggris-mengadakan-pemungutan-suara-untuk-menghapuskan-perdagangan-budak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Apr 2013 04:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[dekorasi natal sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[games sekolah minggu kristen]]></category>
		<category><![CDATA[puisi anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1807 Parlemen Inggris Mengadakan Pemungutan Suara Untuk Menghapuskan Perdagangan Budak By Sekolah Minggu Eropa menjelang akhir abad kedelapan belas adalah sebuah masyarakat yang tidak normal, yang kaya menjadi lebih kaya, sedangkan yang miskin kelaparan. Orang-orang yang berutang membusuk di<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/parlemen-inggris-mengadakan-pemungutan-suara-untuk-menghapuskan-perdagangan-budak/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1807 Parlemen Inggris Mengadakan Pemungutan Suara Untuk Menghapuskan Perdagangan Budak</b></span></p>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Perdagangan-Budak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-290" alt="Perdagangan Budak" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Perdagangan-Budak.jpg" width="254" height="199" /></a>Eropa menjelang akhir abad kedelapan belas adalah sebuah masyarakat yang tidak normal, yang kaya menjadi lebih kaya, sedangkan yang miskin kelaparan. Orang-orang yang berutang membusuk di penjara yang basah. Anak-anak yatim piatu menjadi budak di pabrik-pabrik. Kristen menjadi agama tata krama kalangan atas.</p>
<p>Di Perancis, orang-orang miskin meluapkan frustasi mereka dalam Revolusi Perancis tahun 1789.</p>
<p>Namun, pada awal 1800-an, perasaan lega menandai Gereja Inggris karena Britania telah mengelakkan revolusi. Methodisme telah merangkul kelas bawah, namun masyarakat kelas atas masih belum tersentuh &#8211; kecuali segelintir pembaru sosial utama. Orang-orang Kristen ini &#8211; William Wilberforce, Elizabeth Fry, George Mueller, Thomas Buxton, John Venn, dan lain-lainnya -percaya bahwa dedikasi mereka pada Kristus berarti melayani masyarakat, bagi yang miskin dan yang membutuhkan.</p>
<p>Suara lantang yang melawan perbudakan di Kerajaan Inggris adalah suara William Wilberforce, seorang Anglikan Evangelikal dan anggota parlemen. Ia bukanlah orang yang digemari dalam segala hal, namun pikirannya yang tajam dan bicaranya yang efektif membuat baik teman maupun musuhnya hormat kepadanya.</p>
<p>Wilberfoce lahir pada tahun 1759 dan bertumbuh sebagai seorang muda yang bebas, yang mengabdi pada politik dan kesenangan. Pada usia dua puluh lima tahun, ia bertobat kembali, mengabdi kembali kepada Kristus yang ia kenal selagi ia masih kanak-kanak. Namun, waktunya kurang memadai. Ia baru saja dipilih untuk menduduki sebuah kursi yang berpengaruh di parlemen. Apakah devosi baru kepada Kristus ini akan mengakhiri ambisi politiknya?</p>
<p>Ia meminta saran seorang pendeta, John Newton. Guru yang dikenal ini, yang pada waktu lalu adalah pedagang budak, dan pencipta kidung klasik &#8220;Amazing Grace&#8221;, menyarankan Wilberforce berpegang pada politik. Allah menghendaki orang-orang seperti Anda di Parlemen, kata Newton &#8211; mungkin kita dapat juga menghapus perbudakan.</p>
<p>Hal itu menjadi pergolakan dalam diri Wilberforce. Ia mengemukakan usul ini kepada parlemen pada tahun 1787, tetapi perlawanan ternyata lebih kuat daripada yang diduganya. Para pedagang budak itu tahu cara memainkan politik. Mereka menantang para pendukung penghapusan perbudakan dari segala sudut. Wilberforce mengharapkan dukungan kuat dari teman lama seperguruannya, William Pitt, yang sekarang menjadi perdana menteri. Tetapi Pitt adalah seorang moderat. Ia menginginkan perubahan secara perlahan-lahan, bukan penghapusan perbudakan secara total dan segera.</p>
<p>Bagaimanapun, Wilberforce telah mendapatkan sekutu dari kalangan aktivis Kristen, yang dikenal sebagai <i>Clapham Sect. </i>Nama itu dikutip dari sebuah desa di selatan London, tempat Wilberforce tinggal.</p>
<p>Orang-orang tersebut menjadi pemimpin-pemimpin gerakan Evangelikal di Gereja Inggris. Beberapa di antara mereka, termasuk Wilberforce, terlibat dalam mendirikan <i>Church Missionary Society </i>(Perkumpulan Misioner Gereja) dan<i> British and Foreign Bible Society </i>(Perkumpulan Alkitab Inggris dan Luar Negeri).</p>
<p>Pada tahun 1806, Pitt meninggal. Para pendukung penghapusan perbudakan berhasil menyertakan tambahan pada RUU yang berkenan dengan perang melawan Perancis. Hal ini yang merintis jalan bagi RUU tahun 1807 yang menghentikan perdagangan budak di Inggris. (Amerika Serikat memberlakukan peraturan serupa pada tahun itu juga.)</p>
<p>Wilberforce menjadi pahlawan dan memanfaatkan kesohoran yang baru diraihnya untuk mendorong pembaruan sosial lainnya. Ia melanjutkan pekerjaan pemberantasan perbudakan secara internasional dan membantu mendirikan Sierra Leone sebagai tempat permukiman para budak yang dibebaskan.</p>
<p>Pembaru tersebut berharap agar lembaga-lembaga perbudakan menghilang, segera setelah jual-beli budak menjadi ilegal. Ternyata ia salah. Pada tahun 1823, Wilberforce berusaha untuk terakhir kalinya menghapus tuntas perbudakan. Ia berhenti dari parlemen pada tahun 1825, namun melanjutkan perjuangannya memberantas perbudakan. Thomas Buxton mengambil alih pimpinan pendukung penghapusan perbudakan di parlemen. Akhirnya pada bulan Agustus tahun 1833, sebulan setelah kematian Wilberforce, parlemen menetapkan untuk membebaskan para budak dan memberantas semua perbudakan.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/parlemen-inggris-mengadakan-pemungutan-suara-untuk-menghapuskan-perdagangan-budak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peter Waldo Memulai Gerakan Kaum Waldens</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/peter-waldo-memulai-gerakan-kaum-waldens/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/peter-waldo-memulai-gerakan-kaum-waldens/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2013 13:17:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[games sekolah minggu kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan lagu anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[video lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1173 Peter Waldo Memulai Gerakan Kaum Waldens By Sekolah Minggu Sebelum Reformasi, beberapa kelompok orang Kristen merasa keberatan atas jalan yang ditempuh Gereja Katolik. Salah satunya ialah kaum Waldens, yang dimulai seorang saudagar Perancis, yang merasa kecewa terhadap gereja<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/peter-waldo-memulai-gerakan-kaum-waldens/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1173 Peter Waldo Memulai Gerakan Kaum Waldens</b></span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Peter-Waldo.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-163" alt="Peter Waldo" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Peter-Waldo-248x300.jpg" width="248" height="300" /></a>Sebelum Reformasi, beberapa kelompok orang Kristen merasa keberatan atas jalan yang ditempuh Gereja Katolik. Salah satunya ialah kaum Waldens, yang dimulai seorang saudagar Perancis, yang merasa kecewa terhadap gereja Abad Pertengahan.</p>
<p>Pada suatu hari, Peter Waldo mendengar seorang penyanyi keliling bernyanyi tentang seorang muda yang kaya, yang meninggalkan keluarganya dan kembali setelah bertahun-tahun lamanya. Orang muda itu kembali dengan berpakaian seperti seorang pengemis dan menjadi begitu kurus sehingga sanak keluarganya sendiri tidak mengenalinya. Hanya saat ia menemui ajalnya ia menampakkan identitas sesungguhnya. Ia telah hidup di antara orang-orang miskin dan mati dengan gembira, gembira akan menemui Allah yang selalu tersenyum kepada orang miskin.</p>
<p>Tergerak oleh cerita itu, Waldo segera bertindak, menyisihkan dana secukupnya untuk istrinya, dan menempatkan kedua putrinya di asrama. Sisa kekayaannya ia bagikan kepada orang miskin. Ia mempekerjakan dua orang imam untuk menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Perancis dan mulai menghafal tulisan-tulisan panjang. Kemudian ia mulai mengajar orang-orang biasa tentang Kristus.</p>
<p>Meskipun para biarawan dan biarawati telah mengajar tentang kemiskinan dan penyangkalan diri &#8211; walaupun mereka sendiri sering gagal berpegang pada sumpah mereka &#8211; gereja melihat hal ini sebagai sesuatu yang perlu mereka praktikkan. Tidak banyak orang berharap bahwa orang-orang biasa dapat hidup suci.</p>
<p>Waldo dan para pengikutnya &#8211; yang menamakan dirinya sebagai Orang-orang Miskin dari Lyons &#8211; yakin bahwa Yesus menginginkan ajaran-Nya dijalankan semua orang. Dengan berpasangan para Waldens mengunjungi tempat-tempat umum, mengajarkan Perjanjian Baru kepada orang-orang awam.</p>
<p>Perbedaan antara Gereja dan para pengajar ini tampak jelas bagi uskup agung Lyons. Ia memerintahkan mereka menghentikannya. Waldo menyitir Rasul Petrus: &#8220;Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia&#8221; (Kis. 5:29). Meskipun uskup agung mengucilkan Waldo, hal itu tidak menghentikan dia ataupun gerakan yang menyandang namanya. Para Waldens mengajukan banding kepada Paus Alexander II. Meskipun ia dapat dikejar sampai pada Persidangan Lateran Ketiga (1179), orang-orang Waldens yang sibuk &#8220;berpasangan, berjalan tanpa alas kaki, berpakaian wol, tanpa memiliki apa pun, dengan anggapan semua benda milik bersama seperti para rasul&#8221;, mengesankan Paus. Karena mereka hanyalah orang-orang awam belaka, walau bagaimanapun, ia tidak dapat mengizinkan mereka mengajar tanpa persetujuan seorang uskup &#8211; suatu hal yang tidak mungkin mereka capai.</p>
<p>Mengingat perkataan dalam Kisah Para Rasul, Waldo dan pengikutnya melanjutkan pengajarannya. Ini mengakibatkan pengucilan mereka oleh Paus Lucius III pada tahun 1184.</p>
<p>Kaum Waldens tidak mengajarkan ajaran sesat, walaupun Gereja menuduh mereka demikian. Mereka bersifat ortodoks. Namun, karena mereka berada di luar struktur gereja, para pengikut Waldo ini tidak mendapat pengakuan hierarki Gereja. Bagi orang-orang gerejawi Abad Pertengahan, apa pun yang ada di luar Gereja adalah ajaran sesat.</p>
<p>Banyak orang Kristen Perancis dan Italia, yang telah kecewa dengan Gereja yang bersifat duniawi, berpaling ke Waldensian, yang mengajarkan imamat bagi setiap orang percaya. Mereka menolak relikwi, ziarah dan <i>paraphernalia</i> seperti air suci dan pakaian-pakaian rohaniwan, hari-hari para santo dan perayaan lainnya, serta <i>purgatory. </i>Komuni bukanlah sesuatu untuk dilaksanakan setiap hari Minggu, dan para pengkhotbah Waldens berbicara serta membacakan Injil kepada orang-orang dalam bahasa mereka sendiri.</p>
<p>Pada tahun 1207, Paus Innocentius III menawarkan bahwa para Waldens akan diterima jika mereka mau tunduk pada para pejabat Gereja Katolik. Banyak yang kembali &#8211; tetapi yang lain tidak. Pada tahun 1214 Paus mengutuk mereka sebagai orang-orang berhaluan ajaran sesat dan menyerukan agar mereka ditindas. Inkuisisi (penyelidikan dan pengadilan Gereja Katolik) melaksanakan tugasnya dengan melenyapkan mereka.</p>
<p>Kendati mengalami semua penindasan ini, namun kaum Waldens tidak jera, dan tetap meneruskannya. Mereka menyebar di seluruh Eropa, dan ketika Reformasi muncul, mereka disambut hangat oleh sebagian kaum Protestan. Sekarang mereka menganggap dirinya sebagai orang-orang Protestan. Kaum Waldens adalah saksi hidup bahwa pada masa-masa suram sejarah Gereja, gerakan perbaikan baru selalu akan muncul dari dalam Gereja.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/peter-waldo-memulai-gerakan-kaum-waldens/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fransiskus dari Asisi Meninggalkan Kekayaannya</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/fransiskus-dari-asisi-meninggalkan-kekayaannya/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/fransiskus-dari-asisi-meninggalkan-kekayaannya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2013 04:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[games sekolah minggu kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan lagu anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[puisi anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1206 Fransiskus dari Asisi Meninggalkan Kekayaannya By Sekolah Minggu Memasuki abad ketiga belas, masa depan bagi pemuda Fransiskus Bernardone tampak cerah. Sebagai seorang putra pedagang kain di Asisi, Italia,  Fransiskus tentunya dapat mengharapkan kehidupan seorang ksatria dan kaya. Asisi<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/fransiskus-dari-asisi-meninggalkan-kekayaannya/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1206 Fransiskus dari Asisi Meninggalkan Kekayaannya</b></span></h3>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Fransiskus.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-171" alt="Fransiskus" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Fransiskus-213x300.jpg" width="213" height="300" /></a>Memasuki abad ketiga belas, masa depan bagi pemuda Fransiskus Bernardone tampak cerah. Sebagai seorang putra pedagang kain di Asisi, Italia,  Fransiskus tentunya dapat mengharapkan kehidupan seorang ksatria dan kaya.</p>
<p>Asisi sedang berperang  dengan tetangganya Perugia, jadi Fransiskus pun berangkat ke medan perang. Dengan pakaian besi, helm berjambul dan tombak di sisinya, ia tampak bersinar. Karena tertangkap dalam suatu pertempuran, ia menjadi tawanan perang selama satu tahun di Perugia. Tidak berapa lama setelah dibebaskan, ia sakit parah. Semua pengalaman ini membuatnya bertanya-tanya apa arti harta yang diwarisinya.</p>
<p>Suatu hari, ketika ia sedang berkuda, ia melihat seorang penderita lepra di jalanan. Fransiskus sebelumnya pernah merasa muak melihat pengemis seperti ini dan mulai melarikan kudanya dengan cepat melewati dia, tetapi orang ini beda adanya. Penderita lepra ini berparaskan wajah Kristus. Diliputi dengan perasaan devosi spiritual, Fransiskus turun dari kudanya dan mencium pengemis tersebut. Ia memberi uang kepada pengemis itu, dan membawanya ke tujuannya dengan duduk di atas kuda di belakangnya.</p>
<p>Dorongan untuk memperdulikan orang-orang yang sedang membutuhkan bertumbuh dalam diri Fransiskus, meskipun ayahnya mengejeknya. Pada tahun 1206 Fransiskus meninggalkan rumahnya, melepaskan harta ayahnya, kemudian ayahnya memutuskan hubungan dengan dia. Orang muda ini mengabdikan dirinya pada kehidupan miskin. Makanan atau pakaian sekecil apa pun akan diberikannya kepada mereka yang membutuhkannya. Ia sendiri menjadi seorang pengemis, tanpa malu-malu meminta-minta dari orang &#8220;berada&#8221;, agar ia dapat membagikannya kepada orang yang &#8220;tidak berada&#8221;.</p>
<p>Fransiskus mulai berkhotbah di kapel-kapel dekat Asisi yangtelah ditinggalkan. Pesan Injil yang sederhana tentang kasih dan pelayanan telah menghasilkan banyak pengikut setia. Bagi mereka yang ingin bergabung dengannya dengan meninggalkan harta mereka, ia menggariskan sekumpulan peraturan untuk hidup; peraturan-peraturan dasar Ordo Fransiskan (Fransiscan Order). Ia bersama-sama tujuh orang rekannya pergi ke Roma untuk mendapatkan persetujuan Paus bagi ordonya.</p>
<p>Menjelang tahun 1218, sudah ada sekurang-kurangnya 3.000 pengikut Fransiskus. Ia telah mengobarkan semangat mereka. Gereja telah menimbun harta dan kuasa. Dalam masyarakat Italia, yang kaya bertambah kaya, dengan restu Gereja, sementara si miskin mati kelaparan. Namun, Fransiskus menawarkan cara kesederhanaan baru, yang tidak dinodai oleh ketamakan. Banyak yang taat beragama mengikuti teladannya. Banyak lagi, yang tidak ingin mengorbankan hartanya, mengagumi para pengkhotbah miskin ini dan mendukung mereka dengan pemberian sedekah.</p>
<p>Berabad-abad kemudian, Martin Luther mengkritik dengan tajam tradisi Fransiskan ini karena penekanannya pada perbuatan baik &#8211; menurutnya hanya iman yang akan memberi keselamatan. Namun, dalam banyak hal, kedua reformis ini bertempur melawan musuh yang sama: gereja yang hanya memperdulikan kelestarian statusnya sendiri, dan melupakan ajaran-ajaran Kitab Suci yang sederhana.</p>
<p>Pada puncak kemasyhurannya, pada bulan Oktober tahun 1226, Fransiskus wafat. Dua tahun kemudian ia diangkat menjadi santo. Kata-kata terakhirnya ialah, &#8220;Saya telah menunaikan tugas saya, semoga Kristus sekarang mengajar Saudara tugas-tugas Saudara.&#8221;</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/fransiskus-dari-asisi-meninggalkan-kekayaannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JOHANN GOTTLIEB SCHWARZ   (21 April 1800 &#8211; 1 Februari 1859)</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/johann-gottlieb-schwarz-21-april-1800-1-februari-1859/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/johann-gottlieb-schwarz-21-april-1800-1-februari-1859/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 17:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[games natal sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[games sekolah minggu kristen]]></category>
		<category><![CDATA[guru sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1054</guid>
		<description><![CDATA[JOHANN GOTTLIEB SCHWARZ                                                                                                           (21 April 1800 &#8211; 1 Februari 1859) by : Sekolah Minggu Alkitab adalah bacaannya sehari-hari, cerita misi adalah cerita kesukaannya, dan menjadi misionaris adalah cita-citanya. Itulah Johann Gottlieb Schwarz. Ia lahir pada tanggal 21 April 1800 di<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/johann-gottlieb-schwarz-21-april-1800-1-februari-1859/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/johann-gottlie…-februari-1859/ " href="http://sekolahminggu.com/johann-gottlie…-februari-1859/ " target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>JOHANN GOTTLIEB SCHWARZ                                                                                                           (21 April 1800 &#8211; 1 Februari 1859)</b></span></a></h1>
<p>by :<a title="/johann-gottlie…-februari-1859/" href="http://sekolahminggu.com/johann-gottlie…-februari-1859/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;"> Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<blockquote><p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Soren-Kierkegaard.jpg"><img class="wp-image-320 alignleft" alt="Soren Kierkegaard" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Soren-Kierkegaard.jpg" width="184" height="204" /></a></p>
<p><em><span style="color: #008080;"><b>Alkitab adalah bacaannya sehari-hari, cerita misi adalah cerita kesukaannya, dan menjadi misionaris adalah cita-citanya. Itulah Johann Gottlieb Schwarz. Ia lahir pada tanggal 21 April 1800 di kota Konigsbergen, Jerman Timur.</b></span></em></p></blockquote>
<p>Orang-tuanya yang saleh dan taat, sangat mendukung ketika ia memutuskan akan pergi belajar di &#8220;Zendeling Intitut&#8221; yang dibuka untuk mendidik pendeta-pendeta penginjil di kota Berlin yang didirikan oleh Ds. Jaeke.</p>
<p>Pada bulan November 1830 NZG (Nederlandsch Zendeling Genootscahp) mengirim Johann Frederick Riedel ke Indonesia. Bersama dengan Douwes Dekker, ia meninggalkan Belanda menuju dan sampai di Batavia (Jakarta). Kemudian ia ke Surabaya, dan tiba di Ambon pada tanggal 23 November 1830. Di sana ia belajar bahasa Melayu. Pada tanggal 12 Juni 1931 ia tiba di Manado. Sekarang tanggal 12 Juni diperingati Gereja Masehi Injil di Minahasa sebagai HUT Pekabaran Injil.</p>
<p>Sebelum agama Kristen masuk ke Langowan, penduduk di sana sudah beragama. Pada waktu kedatangan Schwarz, penduduk Longawan memiliki tempat berkumpul untuk mengadakan upacara keagamaan mereka. Di tempat itu terdapat sebuah pohon besar yang dalam bahasa Tountemboan disebut wates.</p>
<p>Pohon itu berdaun lebat dan pada batangnya terdapat lobang besar yang dalam bahasa Toutemboan disebut rangowa. Pohon itu dianggap keramat sebab menjadi tempat pasoringan (dari asal kata soringan yang berarti alat bunyi yang dibuat dari bambu yang diberi lobang dan jika ditutup analog dengan bunyi wala/burung manguni). Jadi, pasoringan berarti tempat memanggil dan mendengarkan bunyi burung wala oleh Walian dan Tona&#8217;as atau pemimpin-pemimpin pemerintahan.</p>
<p>Schwarz sangat rajin dan memiliki karakter yang baik. Dengan tidak henti-hentinya ia mengendarai kuda dari Loangowan ke Minahasa Selatan, dan Minahasa Utara sampai ke Likupang. Siang dan malam sama saja baginya untuk menunaikan tugasnya sebagai seorang penginjil. Badannya yang gemuk tidak menjadi halangan baginya.</p>
<p>Schwarz juga menemukan kesulitan ketika memberitakan Injil, yaitu masalah bahasa. Untuk dapat berkomunikasi dengan penduduk, Schwarz memberikan obat-obat malaria, demam, obat-obat luka, dan lain-lain yang dapat menolong orang-orang sakit dan sebagai penentang mantra dari walian-walian.</p>
<blockquote><p>F<strong><em><span style="color: #008000;">.Constans, anak dari opziener kopi di Kema, menikah dengannya pada tahun 1834. F. Constans mahir menggunakan bahasa Melayu, Tombulu, Tonsea, dan Tountemboan. Ia adalah orang yang dikirim Tuhan untuk menolong Schwarz bercakap-cakap dengan orang sakit, dengan penduduk yang dikunjunginya dalam bahasa daerah.</span></em></strong></p></blockquote>
<p>Setelah hambatan bahasa diatasi, Schwarz masih harus menghadapi Kepala Walak (pemerintah), Majoor Sigar, yang masih beragama alifuru dan istrinya, Walian Tulus, (pemumpin agama). Akibatnya, dari tahun 1832 sampai 1833 orang yang dibaptis baru 6 orang. Pada akhir tahun 1839 orang yang sudah dibaptis menjadi Kristen menjadi 212 orang. Dan Majoor Sigar menjadi Kristen pada tahun 1841 dengan nama Benyamin Tawalijn Thomas Sigar. Segera ia diikuti oleh orang-orang Langowan, sehingga sejak itu agama Kristen berkembang pesat di Langowan. Pada bulan September 1842 di Langowan yang sudah dibaptis ada sekitar 300 orang.</p>
<p>Pada akhir tahun 1848 pelayanan Schwarz mencakup Langowan, Ratahan, Kakas, Remboken, Tompaso Kawangkoan, dan Sonder. Sudah terdapat 15 sekolah dengan jumlah muridnya kurang lebih sebanyak 1300 orang. Jumlah anggota sidi jemaat ada kira-kira 1.000 orang dan jumlah baptisan kurang lebih 3.000 orang.</p>
<p>Bangunan gereja yang pertama-tama di Langowan ditahbiskan pada tanggal 18 April1847. Sekarang di tempat itu terdapat gereja GMIM Sentrum Schwarz, padahal dahulu adalah pusat agama alifuru.</p>
<p>Pada tanggal 12 Juni 1856 diadakan perayaan 25 tahun Johan Gottlieb Schwarz masuk ke Minahasa. Perayaan itu diadakan di gedung gereja yang pertama dan satu-satunya di Langowan pada masa itu.</p>
<p>Tiga tahun setelah perayaan itu Johann Gottlieb Schwarz meninggal dunia di Manado pada 1 Februari 1859. Ia dimakamkan di Langowan pada tanggal 2 Februari 1859. Kuburan Schwarz bersama istrinya sekarang ada di lapangan olah raga GMIM Langowan.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/johann-gottlieb-schwarz-21-april-1800-1-februari-1859/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
