<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; pahlawan iman kristen</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/pahlawan-iman-kristen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Menabung, Yuk!</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2014 07:51:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[okultisme dalam kristen]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[panti rehabilitasi kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1322</guid>
		<description><![CDATA[Menabung, Yuk! By : Sekolah Minggu &#8220;Kanti, kamu sudah menabung hari ini?&#8221; tanya ibu Kanti. Kanti menjawab ragu. &#8220;&#8230;Ya, Bu&#8230;. Sudah.&#8221; Ibu meletakkan sulamannya dan tersenyum pada Kanti, &#8220;Bagus, Kanti. Kamu harus rajin menabung.&#8221; Kanti mengangguk dan melangkah ke kamarnya.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="menabung yuk" href="http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/" target="_blank"><span style="color: #00ff00;"><b>Menabung, Yuk!</b></span></a></h1>
<p><a title="sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/" target="_blank">By : Sekolah Minggu</a></p>
<p>&#8220;Kanti, kamu sudah menabung hari ini?&#8221; tanya ibu Kanti.</p>
<p>Kanti menjawab ragu. &#8220;&#8230;Ya, Bu&#8230;. Sudah.&#8221;</p>
<p>Ibu meletakkan sulamannya dan tersenyum pada Kanti, &#8220;Bagus, Kanti. Kamu harus rajin menabung.&#8221;</p>
<p>Kanti mengangguk dan melangkah ke kamarnya. Dia duduk di atas kasur. Matanya menatap sebuah benda yang terbuat dari kaleng. Benda itu berbentuk tabung dengan tinggi kurang lebih 20 cm. Di sekelilingnya terdapat gambar anak-anak anjing. Di atasnya ada sebuah lubang yang hanya dapat dimasuki uang kertas atau logam. Ya, itu adalah celengan yang baru diberikan ibunya sebulan yang lalu.</p>
<p>Kanti masih ingat apa yang dikatakan ibunya saat itu.</p>
<p><strong><span style="color: #ff9900;">&#8220;Sekarang kamu sudah cukup besar untuk bertanggung jawab menggunakan uang. Di dalam celengan ini kamu dapat menabung sebanyak mungkin uang jajan yang kamu dapat sisihkan. Celengan ini tidak dapat dibuka. Ibu akan membukanya bila nanti isinya sudah penuh.&#8221;</span></strong></p>
<p>Kanti mengangguk dengan bersemangat. Baru kali ini dia mendapatkan sebuah celengan. Selama ini bila ada sisa uang jajan, Kanti akan memberikan pada ibunya untuk disimpan. Ia sangat senang dengan celengannya yang baru itu. Pada awalnya, hampir setiap hari ia memasukkan seribu rupiah. Tetapi pernah dia memasukkan tiga ribu rupiah dengan menahan diri untuk tidak membeli kue kesukaannya.</p>
<p>&#8220;Hari ini dua ribu rupiah,&#8221; kata Kanti dengan senang. Dia menguncang-guncangkan celengan itu untuk mendengar bunyi uang di dalamnya. &#8220;Masih sedikit,&#8221; katanya setelah mengintip sebentar lubang celengan itu.</p>
<p>&#8220;Ibu, hari ini saya menabung,&#8221; lapornya setiap kali dia memasukkan uang ke dalam celengan itu.</p>
<p>Tetapi itu dulu, sekarang&#8230;. Kanti mengguncang-guncangkan celengan itu. Bunyinya nyaring, pertanda masih sedikit uang yang ada di dalamnya. Sudah lebih dari dua minggu ia tidak menabung. Dan itu dimulai pada suatu siang di sekolah&#8230;</p>
<p><strong><span style="color: #ff00ff;">&#8220;Kanti, kamu sudah dengar ada <i>stand </i>es krim yang baru dibuka di kantin sekolah?&#8221; tanya Kartini, sahabatnya. Kanti menggeleng perlahan. Dia masih asyik membaca buku yang baru dipinjamnya dari perpustakaan sekolah.</span></strong></p>
<p>&#8220;Kamu ini bagaimana? Semua orang sudah mencobanya, kamu benar-benar tidak tahu?&#8221; tanya Kartini.</p>
<p>Kanti mengangkat matanya dari buku itu. &#8220;Kamu suka melebih-lebihkan berita. Ada apa, sih?&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu lo&#8230; es krim&#8230; harganya cuma seribu, tapi enaknya luar biasa&#8230;,&#8221; jawab Kartini sambil mengacungkan jempolnya.</p>
<p>&#8220;Paling-paling sama dengan es krim yang lain,&#8221; kata Kanti dengan acuh tak acuh. Dia kembali membaca dengan tekun.</p>
<p>Keesokan harinya, saat istirahat sekolah, sambil menyodorkan sebuah mangkuk kepada Kanti. Kartini berkata, &#8220;Nih. Mau coba?&#8221; tanyanya. Kanti melihat isi mangkuk itu. Es krim putih bersih.</p>
<p>&#8220;Sepertinya enak,&#8221; jawab Kanti.</p>
<p>Kartini menyodorkan sendok es krim, &#8220;Memang enak. Enak sekali. Nih, cobalah.&#8221;</p>
<p>Kanti mengambil sesendok es krim dan mencobanya. Rasa manis langsung meleleh di lidahnya. Dingin dan enak.</p>
<p>&#8220;Benar, &#8216;kan? Kamu yakin tidak mau beli?&#8221; tanya Kartini sambil memakan sesendok lagi.</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Kanti menelan ludahnya. Hm&#8230;, mungkin tidak ada salahnya membeli satu mangkuk. Uangku masih ada sisa dua ribu. Jika aku beli satu mangkuk, masih ada sisa seribu. Masih bisa ditabung.</span></strong></p>
<p>Akhirnya Kanti membeli semangkuk es krim coklat. Rasanya benar-benar enak.</p>
<p>Tanpa disadari Kanti mulai membeli es krim itu setiap hari, kadang-kadang bahkan sampai lebih dari satu mangkuk.</p>
<p>Kini celengan itu ada di hadapannya. Ia memandanginya dengan sedih. Hari ini dia tidak menabung lagi. Uangnya sudah habis.</p>
<p><i>Tok, Tok, Tok. </i>Seseorang mengetuk pintu kamarnya.</p>
<p>&#8220;Masuk,&#8221; sahut Kanti.</p>
<p>Ibunya menghampiri Kanti. &#8220;Ayo, makan.&#8221;</p>
<p>Kanti menundukkan kepalanya. &#8220;Saya belum lapar, Bu. Nanti saja.&#8221;</p>
<p><strong><span style="color: #339966;">&#8220;Kamu sakit?&#8221; tanya ibunya cemas. Kanti menggelengkan kepalanya.</span></strong></p>
<p>&#8220;Ibu, saya mau minta maaf.&#8221;</p>
<p>Ibunya duduk diam di sebelah Kanti menunggu ia bicara. &#8220;Saya berbohong tadi. Hari ini saya tidak menabung. Dan sebenarnya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Kanti diam sebentar. &#8220;Sebenarnya sudah lebih dari dua minggu ini saya tidak menabung. saya tergoda membeli es krim di sekolah. Uang saya tidak ada sisanya lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ibu menyesal mendengarnya,&#8221; jawab ibunya. &#8220;Sebenarnya ibu berencana untuk mengajakmu pergi mengunjungi Nenek pada liburan nanti. Pada saat itu, kalau kamu rajin menabung, uang itu bisa dipakai untuk membeli tiket kereta. Jika kurang, Ibu bisa menambahkan. Tapi kelihatannya rencana ini harus ditunda.&#8221;</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">&#8220;Oh, Ibu&#8230;. Mengapa Ibu tidak mengatakannya dari awal? Saya ingin sekali melihat Nenek. Mengapa saya harus membeli es krim? Seharusnya saya menabung,&#8221; sahut Kanti dengan terisak-isak.</span></strong></p>
<p>&#8220;Masih ada waktu. Siapa tahu, kalau kamu rajin menabung, kita masih bisa pergi,&#8221; hibur ibunya.</p>
<p><b><i>Cerita : Kak Meil</i></b></p>
<p><b><i>Illustrasi : Kak Heru</i></b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun Ajaran Baru!</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/tahun-ajaran-baru/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/tahun-ajaran-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 19:07:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[okultisme dalam kristen]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[panti rehabilitasi kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[Tahun Ajaran Baru! by : Sekolah Minggu Sambutlah! Hari pertama sekolah di tahun ajaran baru tiba. Apa yang kamu rasakan? Bersemangat? Biasa-biasa saja, tetapi sedikit penasaran? Ataukah kamu merasa takut? Ketika menghadapi sesuatu yang baru, bisa saja rasa khawatir menyelinap<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/tahun-ajaran-baru/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="pembantaian kristen" href="http://sekolahminggu.com/tahun-ajaran-baru/ " target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun Ajaran Baru!</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="penganiayaan orang kristen" href="http://sekolahminggu.com/tahun-ajaran-baru/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p><b>Sambutlah!</b></p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color: #000080;">Hari pertama sekolah di tahun ajaran baru tiba. Apa yang kamu rasakan? Bersemangat? Biasa-biasa saja, tetapi sedikit penasaran? Ataukah kamu merasa takut? Ketika menghadapi sesuatu yang baru, bisa saja rasa khawatir menyelinap di hati. Itu wajar-wajar saja.</span></em></strong></p></blockquote>
<p>Sekolah baru, kelas baru, guru baru, atau teman-teman baru mungkin saja sulit untuk dihadapi, bukan? Tetapi kamu tidak perlu terus khawatir. Di bawah ini ada beberapa saran yang bisa membantumu bila kamu praktekkan dengan benar.</p>
<p><b>1. Berdoa</b></p>
<p>Ini sangat penting. Katakan kepada Tuhan apa yang kamu rasakan. Mintalah agar Tuhan memberimu kekuatan menghadapi kesulitan yang mungkin muncul, dan agar Dia menolongmu menjadi anak yang rajin belajar. Mau tahu suatu kabar baik? Tuhan tidak pernah terlalu sibuk untuk mendengarkan doamu! Tuhan sangat baik, bukan?</p>
<p><b>2. Jaga Hatimu</b></p>
<p>Amsal 4:23 menulis: <i>Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.</i> Jadi, buanglah jauh-jauh perasaan curiga, <i>cuek,</i> malas, atau murung. Bergembiralah. Ini perintah Alkitab, loh. Coba saja cek di Filipi 4:4.</p>
<p><b>3. Jadilah Seorang Sahabat</b></p>
<p>Sebelum mengharapkan orang lain menjadi sahabatmu, kamulah yang lebih dahulu harus menjadi sahabat yang baik. Ingatlah, Tuhan ada bersamamu untuk menghadapi hari ini. Katakanlah, &#8220;Halo&#8221; atau &#8220;Hai&#8221; dengan riang dan ramah kepada teman barumu. Perkenalkan namamu dan tersenyumlah. Tapi sikapmu harus tulus, ya. Jangan berpura-pura. Orang tahu bila kita berpura-pura.</p>
<p><b>4. Memulai percakapan</b></p>
<p>Ceritakanlah sedikit saja tentang dirimu, lalu  persilahkan temanmu yang ganti bicara. Berbicara harus bergantian, tidak boleh ada yang mendominasi percakapan. Jangan mendesaknya menceritakan apa yang tidak ingin dia katakan. Bicarakan apa yang juga dia sukai, bukan hanya yang kamu sukai.</p>
<p><b>5. Hormati Guru</b></p>
<p>Tunjukkan sikap yang ramah dan sopan kepada gurumu. Dengarkan apa yang dikatakannya dan selesaikan tugas-tugasmu dengan baik.</p>
<p><b>6. Buku Catatan</b></p>
<p>Sejak hari pertama catatan pelajaran atau hal-hal yang perlu dicatat dengan rapi pada buku yang telah ditentukan. Ini akan memudahkanmu mempelajarinya atau memeriksanya kembali. Kamu pasti akan bersyukur di kemudian hari bila catatan-catatanmu rapi.</p>
<p><b>7. Bersyukur</b></p>
<p>Ini juga sangat penting. Kita selalu perlu bersyukur kepada Tuhan yang sangat baik. Banyak sekali anak yang tidak bisa sekolah seperti kamu. Renungkanlah ini dan bersyukurlah atas kesempatan belajar yang kamu miliki. Jadi, ayo memulai tahun pelajaran baru dengan semangat!</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/tahun-ajaran-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
