<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; pelayanan anak sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/pelayanan-anak-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Percaya Pada Allah Ketika Takut</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/percaya-pada-allah-ketika-takut/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/percaya-pada-allah-ketika-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2013 09:19:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[daftar lagu sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Mazmur 56: 1-14 Tentu engkau pernah merasa takut, &#8216;kan? Apa yang membuatmu takut? Ketika engkau tinggal sendirian di rumah? Ketika dimusuhi teman-teman di sekolah? Ketika ada orang yang ingin berbuat jahat kepadamu? Mungkin ada hal lain yang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/percaya-pada-allah-ketika-takut/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Mazmur 56: 1-14</p>
<p>Tentu engkau pernah merasa takut, &#8216;kan? Apa yang membuatmu takut? Ketika engkau tinggal sendirian di rumah? Ketika dimusuhi teman-teman di sekolah? Ketika ada orang yang ingin berbuat jahat kepadamu? Mungkin ada hal lain yang membuatmu takut.</p>
<p>Takut juga pernah dialami oleh Raja Daud. Bacalah 1 Samuel 21:10-12. Ketika itu Daud belum menjadi raja. Rajanya adalah Saul. Dan Daud sedang dikejar-kejar oleh Raja Saul. Daud merasa semua orang mau menangkapnya. Ia menjadi sangat ketakutan.</p>
<p>Semua orang bisa menjadi takut, baik anak-anak maupun orang dewasa. Tetapi yang penting adalah apa yang kita lakukan ketika merasa takut. Mari kita lihat apa yang dilakukan Daud dalam Mazmur 56:4-5.</p>
<p>Daud percaya kepada Allah dan firman-Nya. Bagi Daud firman atau perkataan Allah lebih berkuasa daripada perkataan musuh yang menakut-nakutinya.</p>
<p>Sebenarnya kita akan menjadi takut ketika kita lebih percaya kepada perkataan orang yang memusuhi kita daripada percaya pada perkataan Allah dalam firman-Nya. Selama engkau taat kepada Allah, peganglah sungguh-sungguh firman-Nya. Maka, Allah akan mendengarkan doamu dan memberimu keberanian. Ketakutan kita membuktikan bahwa kita membutuhkan Allah. Dan Allah mau mendengarkan doa kita.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Bacalah ayat 13-14. Setelah mendapatkan kekuatan dari Allah, Daud tidak berhenti di situ saja. Tetapi, ia menyatakan akan terus beribadah (melaksanakan nazar dan korban syukur) dan terus berjalan di hadapan Allah. Artinya, ia akan terus menuruti firman Allah selama hidupnya.</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, tolonglah saya agar lebih percaya pada firman-Mu daripada perkataan atau cerita-cerita lain yang membuat saya takut. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Ketika engkau takut, berdoalah dan ingatlah semua firman Tuhan yang pernah engkau hafalkan.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Ajarlah Kami Menghitung Hari-Hari</b></li>
<li><strong>Kasih Setia Allah</strong></li>
<li><b>Nyanyian Syukur Atas Pertolongan Tuhan</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/percaya-pada-allah-ketika-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Elizabeth Fry Mengawali Pelayanan Bagi Narapidana Perempuan Di Penjara</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/elizabeth-fry-mengawali-pelayanan-bagi-narapidana-perempuan-di-penjara/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/elizabeth-fry-mengawali-pelayanan-bagi-narapidana-perempuan-di-penjara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Apr 2013 05:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak rohani kristen]]></category>
		<category><![CDATA[mp3 sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1817 Elizabeth Fry Mengawali Pelayanan Bagi Narapidana Perempuan Di Penjara By Sekolah Minggu &#8220;Jauh di mata, jauh di hati&#8221;, begitulah perumpamaan bagi para narapidana Inggris pada awal-awal tahun 1800-an. Keadaan penjara-penjara gelap, tidak bersih, berdesak-desakan dan tanpa harapan. Para<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/elizabeth-fry-mengawali-pelayanan-bagi-narapidana-perempuan-di-penjara/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1817 Elizabeth Fry Mengawali Pelayanan Bagi Narapidana Perempuan Di Penjara</b></span></p>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Elizabeth-Fry.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-304" alt="Elizabeth Fry" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Elizabeth-Fry-166x300.jpg" width="166" height="300" /></a>&#8220;Jauh di mata, jauh di hati&#8221;, begitulah perumpamaan bagi para narapidana Inggris pada awal-awal tahun 1800-an. Keadaan penjara-penjara gelap, tidak bersih, berdesak-desakan dan tanpa harapan. Para tersangka bermacam-macam kriminalitas &#8211; baik dengan kekerasan ataupun tidak &#8211; dimasukkan ke dalam penjara tanpa perbedaan antara terpidana dan terdakwa yang menunggu peradilan. Para wanita yang menjanda ataupun yang ditinggalkan suaminya, sering terlilit utang dan dipenjarakan, dengan membawa anak-anak mereka.</p>
<p>John Howard, seorang awam Kristen yang menjadi sherif Bedfordshire pada tahun 1773, telah meminta perhatian masyarakat tentang kondisi penjara-penjara Eropa yang kotor. Ia  mengadakan perjalanan sejauh 50.000 mil dan menghabiskan uangnya sendiri sebanyak 30.000 pound untuk memperjuangkan pembaruan penjara. Malangnya, mereka tergerak tetapi tidak termotivasi untuk mengubah keadaan. Ketika Howard kembali dari sebuah perjalanan yang menyiksa untuk mencari fakta di Italia, ia menyaksikan pengumpulan dana bagi sebuah patung untuk menghormati dia. Satu-satunya wujud peringatan yang diinginkannya, ia berkata pada mereka, adalah melanjutkan pembaruan penjara. Namun sampai awal tahun1850-an keadaannya tetap sama.</p>
<p>Penerus John Howard yang hampir tidak dapat dipercaya ialah seorang wanita, Elizabeth Fry. Putri seorang pedagan wol dan bankir yang kaya, Elizabeth Gurney dibesarkan di keluarga <i>Quaker </i>yang liberal. Ketika ia menjadi seorang gadis kecil, ia membaca buku-buku Voltaire, Rousseau dan Thomas Paine. Pada usia tujuh belas tahun, dalam buku hariannya ia menulis bahwa ia tidak punya agama.</p>
<p>Akan tetapi tahun berikutnya ia bertemu dengan seorang <i>Quaker</i> dari Amerika, William Savery, yang mengajarkan dia tentang kehadiran Allah. Ia mulai menghadiri pertemuan <i>Quaker </i>yang lebih terbatas dan menjadi lebih serius akan imannya.</p>
<p>Pada usia kedua puluh, Elizabeth menikahi Joseph Fry, juga dari keluarga bankir yang kaya. Ia melahirkan sebelas anak. Namun, keterlibatannya dengan pertemuan <i>Quaker</i> bertumbuh, dan pada tahun 1811, pada usia tiga puluh tahun ia diakui sebagai seorang &#8220;pendeta&#8221;.</p>
<p>Tiga tahun kemudian ia mengunjungi Newgate, sebuah penjara dekat London. Terkejut akan kondisinya, ia melakukan apa yang ia dapat, dengan membawa pakaian bagi anak-anak para narapidana wanita. Meskipun John Howard telah berusaha, namun sistem hukuman Inggris bertambah buruk. Antara tahun 1800 dan 1817, angka narapidana bertambah dua kali lipat, dan menimbulkan kepadatan luar biasa. Sesuatu harus dilakukan, khususnya bagi para wanita dan anak-anak, yang dalam banyak hal, satu-satunya kesalahan mereka adalah kemiskinan.</p>
<p>Pada tahun 1817, Fry mengorganisasi sebuah tim wanita untuk menjenguk narapidana wanita secara teratur, membacakan Alkitab kepada mereka, dan mengajar mereka menjahit. Pekerjaan berguna ini mengubah prilaku kehidupan para penghuni penjara itu. Banyak perusahaan di London mulai mendukung upaya-upaya Fry dan ia pun dielu-elukan di seluruh Inggris.</p>
<p>Oleh karena perang melawan Napoleon usai, orang-orang Inggris mengalihkan perhatian mereka ke masalah-masalah lain. Satu di antaranya adalah reformasi penjara. Fry memperluas komite-komite wanita pelawat penjaranya ke kawasan-kawasan baru, dan pada tahun 1821 mendirikan <i>British Society for Promoting Reformation of Female Prisioners </i>(Perkumpulan Inggris untuk Meningkatkan Reformasi bagi Narapidana Wanita). Thomas Buxton, yang di kemudian hari akan membantu Wilberforce memenangkan perjuangan untuk memberantas perbudakan, menerbitkan suatu studi tentang penjara Newgate pada tahun 1818, yaitu ketika ia mempertanyakan apakah sistem hukuman sebenarnya membantu atau menyiksa masyarakat. Tidak lama kemudian, reformator ini mendapat perhatian dari Menteri Dalam Negeri Robert Peel yang berkuasa, yang mendesak melalui parlemen agar Undang-undang Penjara tahun 1823 dibatalkan.</p>
<p>Hal ini membarui penjara-penjara Inggris secara radikal dan membatasi jumlah pelanggaran yang digolongkan ke dalam hukuman mati (sampai 500). Robert Peel juga memprakarsai pasukan polisi tetap, yang anggotanya dikenal sebagai &#8220;bobbies&#8221;, dari julukan Peel.</p>
<p>Sampai ajalnya pada tahun 1845, Fry terus meningkatkan perbaikan-perbaikan kondisi penjara. Meskipun negara Eropa lainnya mengikuti jejak Inggris, Inggris sendiri tampaknya kembali dengan sikap yang lebih keras. Namun upaya Fry abadi hasilnya. Bersama-sama dengan tokoh sezamannya, seperti William Wilberforce dan George Mueller, ia mengajak generasi-generasi orang Kristen untuk memangku tanggung jawab sosial mereka secara serius. Ia juga melanjutkan tradisi turun-temurun, yaitu wanita adalah penunjuk jalan bagi usaha-usaha karitatif.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/elizabeth-fry-mengawali-pelayanan-bagi-narapidana-perempuan-di-penjara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Mezbah</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/membangun-mezbah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/membangun-mezbah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 08:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[animasi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Ezra 3 : 1-7 Sudah tujuh bulan rombongan pertama dari bangsa Israel kembali dari pembuangan. Mereka sudah menetap di kota-kota. Kemudian dengan dipimpin oleh Yesua dan Zerubabel mereka membangun mezbah bagi Allah. Di mezbah itu mereka akan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/membangun-mezbah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Ezra 3 : 1-7</p>
<p>Sudah tujuh bulan rombongan pertama dari bangsa Israel kembali dari pembuangan. Mereka sudah menetap di kota-kota. Kemudian dengan dipimpin oleh Yesua dan Zerubabel mereka membangun mezbah bagi Allah. Di mezbah itu mereka akan mempersembahkan korban sesuai dengan apa yang tertulis pada kitab Taurat.</p>
<p>Hal yang terpenting dalam hidup kita adalah bagaimana hubungan kita dengan Allah. Mezbah menjadi suatu lambang yang menunjukkan relasi antara umat Allah dengan Allah sendiri. Di atas mezbah mereka mempersembahkan korban-korban: untuk pengampunan dosa, pendamaian, dan ucapan syukur. Bagaimana caranya kita berhubungan dengan Allah? Melalui doa dan pembacaan firmn Tuhan.</p>
<p>Banyak orang yang ke gereja setiap minggu tetapi melalaikan hubungan mereka dengan Allah dalam hidup sehari-hari. Dalam bagian Alkitab yang kita baca ini, di ayat 3 dicatat bahwa bangsa Israel membangun mezbah untuk korban bakaran di waktu pagi dan waktu petang setiap hari. Artinya, hubungan pribadi dengan Allah setiap hari sangatlah penting.</p>
<p>Apakah engkau berdoa setiap hari, bersyukur kepada Allah, dan meminta pimpinan-Nya dalam hidupmu?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apakah yang pertama kali dibangun oleh bangsa Israel yang kembali dari pembuangan? (ay.2)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, saya memerlukan Tuhan setiap hari. Ajar saya agar rajin berdoa dan membaca Alkitab. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Ingatlah, hubungan dengan Allah itu sangat penting. Peliharalah hubungan itu, bukan pada hari Minggu saja, loh, tetapi setiap hari. Maukah engkau?</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Meletakkan Dasar Bait Allah</b></li>
<li><b>Halangan Dalam Pekerjaan Tuhan</b></li>
<li><b>Pekerjaan Tuhan Jalan Terus</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/membangun-mezbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catherina dari Siena Pergi Ke Roma Untuk Mendamaikan Skisma Besar</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/catherina-dari-siena-pergi-ke-roma-untuk-mendamaikan-skisma-besar/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/catherina-dari-siena-pergi-ke-roma-untuk-mendamaikan-skisma-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Mar 2013 04:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[aktifitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gambar permainan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu yang kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1378 Catherina dari Siena Pergi Ke Roma Untuk Mendamaikan Skisma Besar By Sekolah Minggu Siapa sangka, seorang gadis kelahiran tahun 1347, si bungsu dari dua puluh tiga bersaudara, dalam keluarga yang taat pada agama di Siena, akan menjadi pemandu<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/catherina-dari-siena-pergi-ke-roma-untuk-mendamaikan-skisma-besar/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1378 Catherina dari Siena Pergi Ke Roma Untuk Mendamaikan Skisma Besar</b></span></p>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Catherina-dari-Siena.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-183" alt="Catherina dari Siena" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Catherina-dari-Siena-222x300.jpg" width="222" height="300" /></a>Siapa sangka, seorang gadis kelahiran tahun 1347, si bungsu dari dua puluh tiga bersaudara, dalam keluarga yang taat pada agama di Siena, akan menjadi pemandu dan pendukung para paus?</p>
<p>Meskipun masih berusia muda, Catherina telah menunjukkan pengabdian yang tinggi, dan ia berikrar akan menjadi mempelai wanita Kristus. Selama tiga tahun ia hidup terpisah dari dunia luar, tetapi ketika Black Death (wabah pes yang berjangkit dan mematikan di Eropa pada abad keempat belas) menyapu Eropa, Catherina memasuki lagi dunia ini dan melayani mereka yang sekarat; ada yang mengaku bahwa ia juga mengunjungi para narapidana, membuat beberapa di antara mereka yang dijatuhi hukuman mati jadi bertobat.</p>
<p>Sementara itu, Catherina juga banyak menulis surat, memberikan konseling spiritual kepada setiap orang, dari orang awam sampai paus. Surat-surat semacam itu telah memberinya reputasi sebagai juru damai, karena ia menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam mendamaikan orang.</p>
<p>Salah satu kebutuhan besar untuk perdamaian abad ini ada pada kepausan. Selama bertahun-tahun Perancis telah mendominasi takhta paus &#8211; sedemikian rupa sehingga paus pindah ke Avignon, di Perancis. Meskipun hal ini menyenangkan orang-orang Perancis, tidak ada orang lain yang menyukai ide ini, dan selama bertahun-tahun pula para paus berpikir untuk kembali ke Roma.</p>
<p>Seperti banyak orang saleh pada zamannya, Catherina percaya bahwa paus harus berada di Roma agar ia tidak berhadapan dengan dominasi Perancis. Ia mendorong Paus Gregorius XI kembali ketika ia mengunjunginya di Avignon pada tahun 1376. Paus pindah ke sana namun meninggal tidak berapa lama kemudian.</p>
<p>Para Kardinal memilih Urbanus VI sebagai paus. Ketika mereka mulai tidak puas atas dirinya, mereka memilih Clement VII, yang kembali ke Avignon. Skisma (perpecahan) Besar pun berawal &#8211; keadaan yang berlanjut selama tiga puluh sembilan tahun. Hal ini sungguh suatu skandal, ada dua orang paus yang masing-masing menuntut gelar &#8220;Wakil Kristus&#8221; (&#8220;Vicar of Christ&#8221;)! Mereka berdua masing-masing mempunyai kelompok kardinal, dan apabila paus masing-masing meninggal, setiap kelompok akan menggantikannya dengan seseorang yang mereka sukai.</p>
<p>Ada beberapa negara yang mendukung paus yang satu, ada juga yang mendukung yang lainnya. Tampaknya hal ini telah menjadi permusuhan. Catherina berpihak kepada paus Roma, dan menulis surat yang menyengat para kardinal Perancis tentang pemilihan mereka. Pada tahun 1378 ia pergi ke Roma, dengan berharap dapat memperbaiki perpecahan ini. Ia mengumpulkan orang-orang sekeliling Urbanus, tetapi juga mengecamnya atas beberapa tindakannya yang kurang bijaksana. Urbanus tidak tersinggung, sebaliknya ia mengagumi wanita saleh ini dan meminta petunjuk darinya.</p>
<p>Untuk sementara waktu kota yang bergejolak itu menjadi tenang. Namun ketika Catherina meninggal, dua tahun kemudian, Skisma Besar itu tetap bercokol.</p>
<p>Meskipun misi terakhir Catherine ini gagal, <i>ia</i> sendiri bukanlah kegagalan. Pada zaman ketika para paus telah menjadi luar biasa kaya dan berkuasa, ia membuktikan bahwa seorang wanita sederhana dapat mewujudkan sesuatu yang berbeda. Jenis kelaminnya atau awal ketakterkenalannya itu pun bukan hambatan baginya.</p>
<p>Pengaruhnya berlanjut sepanjang masa. <i>Dialoguenya, </i>yang menekankan perlunya setiap orang merespon panggilan Tuhan &#8220;dari dalam&#8221; sangat terkenal.</p>
<p>Perpaduan antara devosi mistik dan pelayanan Kristen yang aktif oleh Catherina telah menyentuh, baik orang-orang Katolik maupun Protestan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/catherina-dari-siena-pergi-ke-roma-untuk-mendamaikan-skisma-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
