<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; sekolah minggu yang kreatif</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/sekolah-minggu-yang-kreatif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Jawaban Allah Kepada Ayub</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/jawaban-allah-kepada-ayub/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/jawaban-allah-kepada-ayub/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Apr 2013 07:37:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu yang kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Ayub 38:1-18 Kitab Ayub menganjurkan kita hal yang sangat penting, yaitu Allah menyelesaikan masalah dan kesulitan manusia melalui keagungan dan kebesaran-Nya. Apa maksudnya, ya? Bagaimana cara Allah menghibur Ayub yang sangat menderita itu? Allah mengajak Ayub melihat<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/jawaban-allah-kepada-ayub/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Ayub 38:1-18</p>
<p>Kitab Ayub menganjurkan kita hal yang sangat penting, yaitu Allah menyelesaikan masalah dan kesulitan manusia melalui keagungan dan kebesaran-Nya. Apa maksudnya, ya?</p>
<p>Bagaimana cara Allah menghibur Ayub yang sangat menderita itu? Allah mengajak Ayub melihat kemuliaan dan kebesaran-Nya. Allah mengajar Ayub untuk mengamati betapa hebatnya ciptaan-ciptaan dan pekerjaan-Nya. Jika Allah dapat membuat hal-hal yang hebat seperti itu seharusnya Ayub bisa tenang dalam genggaman tangan-Nya. Allah begitu agung dan besar, jauh melampaui besarnya kesulitan Ayub. Ketika Ayub menyadari hal itu, ia mendapat kekuatan yang sejati.</p>
<p>Saat kita merasa sedih mungkin kita pikir Allah tidak mengerti kesulitan kita. Kita bertanya-tanya mengapa Allah tidak segera menolong kita keluar dari masalah itu. Tetapi, kadang Allah mau kita melihat bahwa kesulitan yang kita anggap sangat besar itu ternyata sangat kecil dibandingkan dengan kuasa Allah. Janganlah kita hanya melihat masalah yang kita alami dan terikat padanya. Hal itu akan menghalangi kita melihat betapa besarnya Allah yang kepada-Nya kita beriman. Akibatnya kita tidak akan bisa dihibur lagi.</p>
<p>Marilah kita tunjukkan mata kita kepada Allah dan semua kebesaran-Nya, sehingga masalah kita yang sebesar apa pun dapat kita tanggung. Allah jauh lebih besar dari masalah kita. Percayakah engkau akan hal ini?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apakah yang dikatakan Allah untuk menjawab Ayub? (ay.4-5)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, tolonglah agar mata rohani saya senantiasa tertuju kepada Allah. Saya ingin melihat kemuliaan Allah yang amat besar yang jauh melampaui kesulitan saya. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Ketika engkau sedih, berdoa dan bernyanyilah lagu pujian bagi Tuhan. Biarlah lagu rohani yang engkau nyanyikan mengajakmu melihat betapa mulianya Allah dan betapa besarnya kasih Tuhan Yesus bagimu. Itulah penghiburan yang sejati.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Allah Memuliakan Ayub</b></li>
<li><b>Allah Memulangkan Umat-Nya</b></li>
<li><b>Membangun Mezbah</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/jawaban-allah-kepada-ayub/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Richard Allen Mendirikan Gereja Episkopal Methodis Afrika</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/richard-allen-mendirikan-gereja-episkopal-methodis-afrika/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/richard-allen-mendirikan-gereja-episkopal-methodis-afrika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Apr 2013 05:16:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[aktifitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gambar permainan anak]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu yang kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1816 Richard Allen Mendirikan Gereja Episkopal Methodis Afrika By Sekolah Minggu Kejadian ini terjadi pada tahun 1787 di Gereja Methodis St. George, di Philadelphia. Richard  Allen, seorang kulit hitam, telah berkhotbah di sana beberapa kali, tetapi pada hari Minggu<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/richard-allen-mendirikan-gereja-episkopal-methodis-afrika/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1816 Richard Allen Mendirikan Gereja Episkopal Methodis Afrika</b></span></p>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Richard-Allen.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-300" alt="Richard Allen" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Richard-Allen-243x300.jpg" width="243" height="300" /></a>Kejadian ini terjadi pada tahun 1787 di Gereja Methodis St. George, di Philadelphia. Richard  Allen, seorang kulit hitam, telah berkhotbah di sana beberapa kali, tetapi pada hari Minggu ini ia duduk di serambi. Karena sesuatu dan lain hal, bagian yang biasanya dipisahkan untuk orang berkulit hitam pada hari ini tidak tersedia, dan para penjaga pintu telah mengalihkan para pengunjung berkulit hitam ke bagian lain. Namun, tampaknya ada kesalahpahaman, dan mereka duduk di tempat yang salah.</p>
<p>Ketika mereka berlutut untuk berdoa, seorang wali melihat orang-orang kulit hitam yang ada di bagian kulit putih; serta-merta saja ia mendatangi orang-orang kulit hitam itu untuk menyeret keluar salah seorang di antara mereka. Dia adalah Pdt. Absolom Jones, seorang pemimpin Methodis kulit hitam terkemuka. &#8220;Kau harus berdiri,&#8221; seru sang wali tersebut, &#8220;Kau tidak boleh berlutut di sini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tunggu sampai doa selesai,&#8221; jawab Jones.</p>
<p>&#8220;Tidak, kau harus berdiri sekarang juga, atau saya akan memanggil bantuan untuk menyeretmu keluar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tunggu sampai doa selesai,&#8221; Jones mengulangi, &#8220;dan saya akan berdiri dan tidak akan menyusahkan Anda lagi.&#8221;</p>
<p>Akan tetapi tampaknya tidak dapat ditunggu lagi. Sang wali dan seorang penjaga pintu mulai menyeret Jones dan jemaat kulit hitam lainnya keluar. Sementara itu doa pun telah usai. Allen dan para kulit hitam lainnya keluar. &#8220;Mereka tidak lagi kita ganggu,&#8221; tulis Allen, dan menambahkan bahwa mereka telah mendanai perlengkapan gereja tersebut dengan murah hati. Mereka telah mendanai pemasangan lantai yang di atasnya mereka berlutut.</p>
<p>Allen dan Jones menuntun orang-orangnya mengadakan kebaktian tersendiri di sebuah gudang yang disewa. Lambat-laun mereka membeli sebidang tanah dan membangun sebuah gereja. Namun mereka melanjutkan perjuangan mereka dengan Methodis kulit putih, khususnya mereka yang ada di St. George.</p>
<p>Kejadian-kejadian seperti itu bukannya tidak umum pada masa itu. Tetapi sungguh ironis bahwa kejadian berlutut itu terjadi justru di sebuah Gereja Methodis, karena para Methodis di Amerikalah yang dengan cepat menyingkapi bahwa seorang budak pun adalah manusia juga, dan punya kebutuhan untuk mengenal Yesus seperti orang kulit putih mana pun. Misionaris-misionaris Methodis telah ditunjuk untuk membimbing para budak dan mereka yang telah dibebaskan. Dan para pemimpin Methodis mengetahui betul bahwa misionaris kulit hitam lebih efektif untuk saudara-saudaranya yang berkulit hitam.</p>
<p>Richard Allen lahir sebagai seorang budak pada tahun 1760, di rumah Benyamin Chewseorang pengacara terkemuka di Philadelphia. Keluarganya telah dijual kepada seorang petani di dekat Dover Delaware. Di sana Allen menjadi Kristen pada usia remaja. Ia mulai bergaul dengan kelompok Methodis. Pada suatu kesempatan ia mengatur agar sang pengkhotbah dapat berkhotbah di rumah tuannya. Tuannya, meskipun bukan seorang Kristen, terkesan oleh teks sang pengkhotbah (&#8220;Engkau ditimbang di sebuah timbangan dan ditemukan masih kurang&#8221;). Akibatnya, Allen dan saudaranya diberi kesempatan membeli kebebasan mereka.</p>
<p>Sebagai orang bebas, Allen bekerja sebagai pembelah kayu dan tukang batu. Ia tetap sebagai seorang gerejawan aktif. Selama masa Revolusi ia menjadi kusir kereta pengantar garam. Di sepanjang perjalanannya ia juga berkhotbah. Keahliannya berbicara membuatnya populer, baik di kalangan kulit hitam maupun kulit putih. Sepanjang perjalanannya di Delaware, New Jersey dan Pennsylvania, dengan mengambil pekerjaan sambilan, ia juga berkhotbah pada malam hari dan pada akhir pekan.</p>
<p>Pada tahun 1784, Gereja Episkopal Methodis dengan resmi didirikan di Amerika Serikat. John Wesley menunjuk Thomas Coke dan Francis Asbury sebagai &#8220;pembantu&#8221;nya untuk mengamati gereja Amerika, dengan Richard Whatcoat dan Thomas Vassey sebagai pemimpin-pemimpin yang diangkat. Selama Perang Revolusi khususnya, gerakan Methodis di Amerika Serikat telah terpecah-pecah &#8211; sebagian karena masih merupakan gerakan dalam lingkungan Gereja Anglikan, dan perang tersebut justru menekan kesetiaan semacam itu. Tindakan-tindakan Wesley pada tahun 1784 menyatukan perpecahan tersebut, dan untuk pertama kalinya mengukuhkan Methodis sebagai gerejanya tersendiri.</p>
<p>Richard Allen menarik perhatian Richard Whatcoat, yang ditempatkan di lingkungan Baltimore. Whatcoat mengundang Allen untuk ikut bersamanya tatkala ia mengunjugi gereja. Kemudian Allen dalam perjalanannya diundang untuk bergabung dengan Asbury.</p>
<p>Ketika Allen mendarat di Philadelphia, ia berkhotbah di Gereja St. George jika mempunyai kesempatan, namun pada waktu-waktu itulah akhirnya ia meninggalkan tempat itu, seperti apa yang telah kita lihat. Salah seorang yang berlutut yang ikut tersinggung, Absolom Jones, memisahkan diri dari Methodis pada tahun 1793, dan membentuk Gereja Episkopal Protestan Kulit Hitam, namun Allen menolaknya. &#8220;Saya tidak dapat menjadi apa pun kecuali seorang Methodis,&#8221; tulisnya, &#8220;karena saya dilahirkan dan dibangkitkan di bawah mereka, dan saya dapat berjalan terus dengan mereka.&#8221;</p>
<p>Ia pun berjalan terus bersama dengan mereka, dengan mengawali Gereja Bethel Episkopal Methodis Afrika di Philadelphia pada tahun 1794. Francis Asbury yang menyampaikan khotbah peresmian. Namun demikian, para pemimpin St. George mencoba menguasai gereja Allen. Sesungguhnya orang-orang kulit hitam tidak mempunyai hak yang leluasa pada masa itu, namun Gereja Bethel berusaha memenangkan kasus pengadilan melawan St. George.</p>
<p>Bintang Allen mulai bersinar lebih terang dalam denominasi Methodis, meskipun tekanan-tekanan dari gereja saingan di seberang kota berlanjut marak. Allan diteguhkan sebagai diaken pada tahun 1799 dan sebagai penatua pada tahun 1816 &#8211; dua posisi yang tidak pernah terdengar dicapai oleh seorang kulit hitam. Namun, pada tahun 1816, ia memutuskan meninggalkan Methodis dan memulai denominasi baru, Gereja Episkopal Methodis Afrika (<i>African Methodist Episcopal [AME] Church). </i>Gereja Allen bergabung dengan beberapa gereja kulit hitam independen lainnya, dan Allen menjadi uskup kelompok baru ini. Baltimore dan Philadelphia menjadi titik-titik fokus denominasi baru ini.</p>
<p>Allen membuat administrasi yang hebat bagi gereja baru ini, dengan corak garis Methodis. Ia terus mengadakan perjalanan, berkhotbah dan mendirikan gereja-gereja baru hingga akhir hayatnya pada tahun 1831. Jumlah gereja AME bertumbuh terus segera setelah masa Perang Saudara, karena budak-budak yang dibebaskan mencari tempat-tempat kebaktian yang sungguh-sungguh bebas.</p>
<p>Denominasi baru ini merupakan inspirasi bagi orang-orang Kristen yang tertekan. Pada saat itu, hal ini merupakan deklarasi kemerdekaan yang hebat. Orang percaya kulit haitam akan melayani Kristus dengan senang hati, tetapi mereka tidak bisa diperlakukan melewati batas oleh saudara-saudara kulit putih mereka. Kepemimpinan Allen yang berani telah berbuat banyak untuk memelihara spiritual kulit hitam yang kuat di Amerika, yang sampai sekarang masih hidup.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/richard-allen-mendirikan-gereja-episkopal-methodis-afrika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catherina dari Siena Pergi Ke Roma Untuk Mendamaikan Skisma Besar</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/catherina-dari-siena-pergi-ke-roma-untuk-mendamaikan-skisma-besar/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/catherina-dari-siena-pergi-ke-roma-untuk-mendamaikan-skisma-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Mar 2013 04:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[aktifitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gambar permainan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu yang kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1378 Catherina dari Siena Pergi Ke Roma Untuk Mendamaikan Skisma Besar By Sekolah Minggu Siapa sangka, seorang gadis kelahiran tahun 1347, si bungsu dari dua puluh tiga bersaudara, dalam keluarga yang taat pada agama di Siena, akan menjadi pemandu<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/catherina-dari-siena-pergi-ke-roma-untuk-mendamaikan-skisma-besar/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1378 Catherina dari Siena Pergi Ke Roma Untuk Mendamaikan Skisma Besar</b></span></p>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Catherina-dari-Siena.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-183" alt="Catherina dari Siena" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Catherina-dari-Siena-222x300.jpg" width="222" height="300" /></a>Siapa sangka, seorang gadis kelahiran tahun 1347, si bungsu dari dua puluh tiga bersaudara, dalam keluarga yang taat pada agama di Siena, akan menjadi pemandu dan pendukung para paus?</p>
<p>Meskipun masih berusia muda, Catherina telah menunjukkan pengabdian yang tinggi, dan ia berikrar akan menjadi mempelai wanita Kristus. Selama tiga tahun ia hidup terpisah dari dunia luar, tetapi ketika Black Death (wabah pes yang berjangkit dan mematikan di Eropa pada abad keempat belas) menyapu Eropa, Catherina memasuki lagi dunia ini dan melayani mereka yang sekarat; ada yang mengaku bahwa ia juga mengunjungi para narapidana, membuat beberapa di antara mereka yang dijatuhi hukuman mati jadi bertobat.</p>
<p>Sementara itu, Catherina juga banyak menulis surat, memberikan konseling spiritual kepada setiap orang, dari orang awam sampai paus. Surat-surat semacam itu telah memberinya reputasi sebagai juru damai, karena ia menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam mendamaikan orang.</p>
<p>Salah satu kebutuhan besar untuk perdamaian abad ini ada pada kepausan. Selama bertahun-tahun Perancis telah mendominasi takhta paus &#8211; sedemikian rupa sehingga paus pindah ke Avignon, di Perancis. Meskipun hal ini menyenangkan orang-orang Perancis, tidak ada orang lain yang menyukai ide ini, dan selama bertahun-tahun pula para paus berpikir untuk kembali ke Roma.</p>
<p>Seperti banyak orang saleh pada zamannya, Catherina percaya bahwa paus harus berada di Roma agar ia tidak berhadapan dengan dominasi Perancis. Ia mendorong Paus Gregorius XI kembali ketika ia mengunjunginya di Avignon pada tahun 1376. Paus pindah ke sana namun meninggal tidak berapa lama kemudian.</p>
<p>Para Kardinal memilih Urbanus VI sebagai paus. Ketika mereka mulai tidak puas atas dirinya, mereka memilih Clement VII, yang kembali ke Avignon. Skisma (perpecahan) Besar pun berawal &#8211; keadaan yang berlanjut selama tiga puluh sembilan tahun. Hal ini sungguh suatu skandal, ada dua orang paus yang masing-masing menuntut gelar &#8220;Wakil Kristus&#8221; (&#8220;Vicar of Christ&#8221;)! Mereka berdua masing-masing mempunyai kelompok kardinal, dan apabila paus masing-masing meninggal, setiap kelompok akan menggantikannya dengan seseorang yang mereka sukai.</p>
<p>Ada beberapa negara yang mendukung paus yang satu, ada juga yang mendukung yang lainnya. Tampaknya hal ini telah menjadi permusuhan. Catherina berpihak kepada paus Roma, dan menulis surat yang menyengat para kardinal Perancis tentang pemilihan mereka. Pada tahun 1378 ia pergi ke Roma, dengan berharap dapat memperbaiki perpecahan ini. Ia mengumpulkan orang-orang sekeliling Urbanus, tetapi juga mengecamnya atas beberapa tindakannya yang kurang bijaksana. Urbanus tidak tersinggung, sebaliknya ia mengagumi wanita saleh ini dan meminta petunjuk darinya.</p>
<p>Untuk sementara waktu kota yang bergejolak itu menjadi tenang. Namun ketika Catherina meninggal, dua tahun kemudian, Skisma Besar itu tetap bercokol.</p>
<p>Meskipun misi terakhir Catherine ini gagal, <i>ia</i> sendiri bukanlah kegagalan. Pada zaman ketika para paus telah menjadi luar biasa kaya dan berkuasa, ia membuktikan bahwa seorang wanita sederhana dapat mewujudkan sesuatu yang berbeda. Jenis kelaminnya atau awal ketakterkenalannya itu pun bukan hambatan baginya.</p>
<p>Pengaruhnya berlanjut sepanjang masa. <i>Dialoguenya, </i>yang menekankan perlunya setiap orang merespon panggilan Tuhan &#8220;dari dalam&#8221; sangat terkenal.</p>
<p>Perpaduan antara devosi mistik dan pelayanan Kristen yang aktif oleh Catherina telah menyentuh, baik orang-orang Katolik maupun Protestan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/catherina-dari-siena-pergi-ke-roma-untuk-mendamaikan-skisma-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Taurat Ditemukan Kembali</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/kitab-taurat-ditemukan-kembali/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/kitab-taurat-ditemukan-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2013 04:09:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu katolik]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu yang kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu 2 Raja-raja 22:8-13,18-20 Ketika para tukang bangunan sedang memperbaiki bait Allah mereka menemukan sesuatu. Apakah yang mereka temukan? Kitab Taurat. Alangkah mengejutkan! Kitab Taurat begitu penting. Di dalamnya ditulis perkataan Allah, tetapi ternyata tidak dijaga baik-baik. Padahal<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/kitab-taurat-ditemukan-kembali/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>2 Raja-raja 22:8-13,18-20</p>
<p>Ketika para tukang bangunan sedang memperbaiki bait Allah mereka menemukan sesuatu. Apakah yang mereka temukan? Kitab Taurat. Alangkah mengejutkan! Kitab Taurat begitu penting. Di dalamnya ditulis perkataan Allah, tetapi ternyata tidak dijaga baik-baik. Padahal seterusnya isinya dibacakan secara teratur kepada seluruh umat Allah. Yang mengherankan kitab itu selama itu telah hilang di bait Allah. Berarti selama itu tidak ada yang menghiraukannya. Tidak heran jika raja dan seluruh rakyatnya selalu berbuat kejahatan. Firman Tuhan adalah penuntun hidup kita sehari-hari agar sesuai dengan kehendak Tuhan.</p>
<p>Begitu kitab itu ditemukan, segera isinya dibacakan dihadapan Raja Yosia. Raja Yosia mendengarkan baik-baik. Yosia pun sadar bahwa selama itu umat Allah sudah menyimpang jauh dari firma Allah itu.</p>
<p>Kita bisa menyadari betapa buruknya kelakuan kita ketika membaca firman Allah. Firman Allah menjadi ukuran kita bertingkah laku. Ketika orang menjauh dari firman Allah, ia akan berlaku sesuka hatinya sendiri. Dan hal itu sungguh tidak baik.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Ketika kitab Taurat dibacakan, apakah yang dikatakan oleh Raja Yosia? (ay.13)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, kiranya firman-Mu menjadi pedoman dalam hidup saya. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Bacalah dan hafalkanlah 2 Timotius 3:16-17</p>
<p>Artikel Yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Pembaruan Zaman Yosia</b></li>
<li><b>Runtuhnya Kerajaan Israel Selatan</b></li>
<li><b>Dari Adam Sampai Salomo</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/kitab-taurat-ditemukan-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Yang Sama</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/dunia-yang-sama/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/dunia-yang-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jun 2012 15:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu yang kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu yang menarik]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1186</guid>
		<description><![CDATA[Dunia Yang Sama   by : Sekolah Minggu Kita sudah belajar bahwa semua ciptaan diciptakan Allah dengan baik. Allah sendiri yang menilai semua ciptaan-Nya baik: langit, bumi dan semua yang ada di bumi. Bahkam manusia diciptakan dengan sangat baik. Kalau begitu<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/dunia-yang-sama/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><b><a title="/dunia-yang-sama/" href="http://sekolahminggu.com/dunia-yang-sama/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">Dunia Yang Sama  </span></a><br />
</b></h1>
<p>by : <a title="/dunia-yang-sama/" href="http://sekolahminggu.com/dunia-yang-sama/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Kita sudah belajar bahwa semua ciptaan diciptakan Allah dengan baik. Allah sendiri yang menilai semua ciptaan-Nya baik: langit, bumi dan semua yang ada di bumi. Bahkam manusia diciptakan dengan sangat baik. Kalau begitu seharusnya semua hal di dunia ini berjalan dengan baik, &#8216;kan?</p>
<p>Akan tetapi, bila kamu melihat ke sekeliling, kamu mungkin akan bertanya-tanya. Mengapa banyak hal yang tidak baik yang kita lihat bahkan kita alami di dunia ini? Bukankah kita tinggal di dunia yang sama yang dulu diciptakan Allah dengan baik?</p>
<p><b>Dunia Tidak Sama Lagi                                                                                                                                                   </b>                Meskipun dunia kita ini adalah dunia yang Allah ciptakan dulu, tetapi banyak hal sudah berubah. Kamu bisa menebak apa penyebab semua perubahan itu, &#8216;kan? Ya, dosa! Akibat dosa sangat mempengaruhi hidup kita. Mari kita lihat contoh-contohnya.</p>
<p><b>Bersusah hati                                                                                                                                                                    </b></p>
<p>Menangis menjadi hal yang biasa di dunia kita ini. Mengapa kita menangis? Biasanya kita menangis karena hati kita susah. Kita merasa tidak berdaya, kesepian, atau sakit hati. Hati yang susah menandakan ada sesuatu yang tidak baik yang terjadi. Tampaknya semua orang di dunia ini pernah bersusah hati dan menderita.</p>
<p>Hati susah bisa disebabkan oleh kesalahan atau dosa kita sendiri, oleh dosa orang lain, atau bahkan bukan kesalahan siapa-siapa. Kalau kita melawan orang tua lalu dihukum dan menjadi susah hati, itu adalah kesalahan kita sendiri. Kesalahan yang kita lakukan memang harus kita tanggung akibatnya.</p>
<p>Kadang-kadang kita harus menanggung kesusahan karena kesalahan orang lain. Kalau sepeda yang sedang kamu kendarai dirampas orang, maka hatimu menjadi susah karena kejahatan orang lain. Ini sangat tidak adil.</p>
<p>Ada juga penderitaan yang timbul bukan karena kesalahan siapa pun, misalnya bayi yang  dilahirkan cacat. Kita tidak tahu mengapa penderitaan itu terjadi. Yang kita tahu hanyalah bahwa penderitaan adalah akibat adanya dosa di dunia ini.</p>
<p><b>Kematian                                                                                                                                                                            </b></p>
<p>Pernahkah kamu kehilangan orang yang kamu sayangi karena ia meninggal? Bila pernah, kamu pasti tahu bagaimana sedihnya rasa kehilangan itu. Kematian adalah musuh utama kita.</p>
<p>Ketika masih di taman Eden, Allah memperingati manusia: &#8220;Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati&#8221; (Kejadian 2:16-17).</p>
<p>Kita tahu kisah selanjutnya bahwa manusia tidak mau mendengarkan peringatan Allah. Itulah sebabnya semua manusia akan mati.</p>
<p>Penderitaan ada di dunia ini ketika manusia pertama, Adam dan Hawa, berbuat dosa. Itu terjadi pada saat mereka memilih untuk tidak taat kepada Allah.</p>
<p><b>Penderitaan Lain                                                                                                                                                             </b>                Masih ada penderitaan-penderitaan lain yang dialami manusia di dunia ini, misalnya bencana alam dan penyakit. Banjir, gunung meletus, badai dan tsunami adalah contoh bencana alam. Banyak penyakit yang juga membuat manusia menderita.</p>
<p><b>Menghadapi Penderitaan                                                                                                                            </b>                Bagaimana jika kita mengalami penderitaan? Penderitaan tidak boleh membuat kita putus asa atau mencoba menyalahkan orang lain. Saat kita menderita atau susah hati kita harus percaya Allah bisa membuat penderitaan itu menjadi kebaikan bagi kita.</p>
<p>Itulah yang Allah lakukan bagi Yusuf. Apakah kamu tahu kisah Yusuf dan saudara-saudara-Nya? Kisah itu ada di kitab Kejadian. Contoh kata-kata Yusuf yang indah tertulis di Kejadian 50:20: &#8220;Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan&#8230;.&#8221;</p>
<p><b>Kabar Baik                                                                                                                                           </b>                Penderitaan akan tetap ada di bumi ini sampai Tuhan Yesus datang kembali.  Tuhan Yesus tau bagaimana rasanya menderita. Ia sudah mengalami penderitaan yang paling hebat di kayu salib. Ia rela mengalami semua itu supaya kita bisa bebas dari dosa. Itulah kabar baik!</p>
<p>Ingatlah, betapa jahatnya akibat dosa. Karena itu, jauhilah dosa dan marilah kita belajar taat kepada Allah. Kelak jika kita hidup bersama Allah nanti, air mata dan segala penderitaan</p>
<p>tidak akan ada lagi (Wahyu 21:4).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b><i>Artikel bersumber dari : Majalah Anak                                                   </i></b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/dunia-yang-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sadhu Sundar Sigh</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/sadhu-sundar-sigh/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/sadhu-sundar-sigh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 18:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu yang kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=685</guid>
		<description><![CDATA[Sadhu Sundar Sigh by : Sekolah Minggu Misionaris di Negara Sendiri &#160; Keluarga Sher Singh adlah sebuah keluarga Sikh yang hidup di kota Punjab di India Utara. Sebagai seorang pemilik tanah, dengan kekayaan yang dimilikinya, Sher Singh dapat memberikan kehidupan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/sadhu-sundar-sigh/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="gambar anak sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/sadhu-sundar-sigh/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Sadhu Sundar Sigh</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="lagu sekolah minggu" href=" http://sekolahminggu.com/sadhu-sundar-sigh/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p><em><b>Misionaris di Negara Sendiri</b></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/alkitab11.jpg"><img class="wp-image-686 alignleft" alt="alkitab1" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/alkitab11-300x300.jpg" width="207" height="207" /></a>Keluarga Sher Singh adlah sebuah keluarga Sikh yang hidup di kota Punjab di India Utara. Sebagai seorang pemilik tanah, dengan kekayaan yang dimilikinya, Sher Singh dapat memberikan kehidupan yang nyaman kepada keluarganya.</p>
<p>Maka ketika anak laki-lakinya lahir pada 3 September 1889, Sher Singh dan istrinya bertekad akan memberikan pendidikan yang baik baginya, baik dalam hal agama maupun dalam bidang lainnya.</p>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em><span style="color: #993300;">Sundar Singh adalah nama anak laki-laki mereka. Sebagai keluarga yang sangat taat dengan agama Hindu, oleh ibunya Sundar dibesarkan dalam tradisi Hindu yang ketat. Semenjak kecil Sundar sudah diajak untuk bertemu dan belajar kepada seorang Sadhu. Sadhu adalah seseorang yang dianggap suci, meninggalkan hidup duniawi dan bertapa di hutan. Ibunya berharap Sundar dapat belajar agama Hindu dari Sadhu tersebut. Bahkan ibunya juga berharap suatu saat nanti Sundar dapat menjadi seorang Sadhu. Dan tidak hanya itu, karena melihat bahasa Inggris sangat penting, maka Sundar dikirimkan ke Sekolah Misi Presbiterian Amerika untuk belajar bahasa Inggris.</span></em></strong></p></blockquote>
<p>Kehidupan Sundar sangat dipengaruhi oleh ibunya yang adalah seorang wanita yang sangat religius. Sundar begitu mengasihi dan menghormati ibunya, dan memang didikan dari ibunya akan banyak memengaruhi kehidupannya di masa mendatang. Karena mendapatkan pendidikan agama yang baik dan bimbingan yang ketat dalam masalah agama, maka ketika berumur tujuh tahun Sundar sudah dapat menghafalkan Bhagavadgita. Bhagavadgita adalah buku yang berisi pengajaran kehidupan rohani Hindu. Pada usia 16 tahun dia sudah dapat menghafal Vedas,kitab suci Hindu, dan mempelajari kitab Quran.</p>
<p>Kapankah Sundar pertama kali berkenalan dengan kekristenan? Misionaris kenalan ibunya membuat Sundar dapat masuk ke sekolah misionaris untuk belajar bahasa Inggris. Di tempat itulah pertama kalinya Sundar berkenalan dengan Alkitab, karena di dalam pelajaran bahasa Inggris yang dipakai sebagai buku pelajaran adalah Kitab Perjanjian Baru. Akan tetapi pada saat itu dia tidak tertarik sama sekali, bahkan Sundar menolak untuk membaca Perjanjian Baru sebagai bacaan setiap hari. Pada saat itu Sundar sedang giat-giatnya mempelajari Hindu dan yoga.</p>
<p>Sundar tidak pernah menyangka bahwa akan terjadi perubahan besar di dalam hidupnya. Dan perubahan itu dimulai dari hal yang paling menyakitkan di dalam hidupnya, yaitu kehilangan ibunya, orang yang paling mengasihinya dan yang paling dia kasihi. Ibunya meninggal dunia ketika dia berumur 14 tahun. Sundar merasa sangat terpukul dan sangat kehilangan. Akibatnya Sundar seperti kehilangan arah. Dia hidup dalam keputusasaan dan sikapnya berubah menjadi seorang yang sangat pemarah.</p>
<p>Merasa yakin bahwa ajaran Kristen tidak benar, dia memakai keyakinannya itu untuk menyalahkan orang-orang Kristen. Tidak hanya itu, dia juga menganiaya para petobat baru dan sebagai puncak kemarahannya Sundar membeli sebuah Alkitab dan membakarnya selembar demi selembar di rumahnya dengan disaksikan oleh teman-temannya. Sundar bukan orang bodoh. Dia menyadari keadaannya dan berusaha mendapatkan kedamaian melalui ajaran-ajaran yang selama itu diterimanya, akan tetapi tidak menemukan kedamaian itu.</p>
<p>Putus asa karena tidak juga mendapatkan kedamaian, Sundar sempat berpikir untuk bunuh diri. Namun, pada saat seperti itu anugerah Tuhan datang kepadanya. Tuhan memakai saat itu untuk membawa Sundar kepada-Nya. Apakah yang terjadi pada dirinya?</p>
<p>Tiga hari setelah membakar Alkitab, Sundar terbangun pada jam 3 pagi. Hatinya begitu gelisah, dia sungguh-sungguh ingin tahu apakah Tuhan itu sungguh-sungguh ada. Dia hendak berdoa meminta supaya Tuhan menunjukkan diri-Nya. Dengan tekad seperti itu Sundar pergi ke halaman untuk mandi seperti yang biasa dilakukannya sebelum bersembahyang. Selesai mandi, ia kembali ke kamarnya, berlutut dan berdoa meminta Tuhan menunjukkan diri-Nya.</p>
<p>&#8220;O, Tuhan, jika Tuhan sungguh-sungguh ada, tunjukkanlah diri-Mu kepadaku malam ini.&#8221;</p>
<p>Sundar berdoa hingga 7 jam, akan tetapi tidak terjadi apap pun. Tidak ada tanda-tanda bahwa Tuhan menunjukkan diri-Nya. Sundar menjadi sangat putus asa. Dia berpikir akan bunuh diri dengan melemparkan dirinya di depan kereta api  Ludhiana Ekspress yang akan lewat di dekat rumahnya pada pukul 5 pagi. Sundar berharap ketika inkarnasi nanti, dia akan memperoleh kedamaian.</p>
<p>Apakah yang terjadi kemudian? Apakah Tuhan diam saja?</p>
<p>Artikel Bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/sadhu-sundar-sigh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
