<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; video lagu sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/video-lagu-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>William Carey Berlayar Menuju India</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/william-carey-berlayar-menuju-india/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/william-carey-berlayar-menuju-india/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Apr 2013 04:08:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[free download lagu sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan lagu anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[video lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1793 William Carey Berlayar Menuju India By Sekolah Minggu Sebuah kapal menaikkan layarnya melawan angin bulan April dan bergerak di sungai Thames menuju Terusan Inggris. Kapal ini berlayar menuju India membawa William Carey, seorang tukang sepatu yang menjadi pengkhotbah<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/william-carey-berlayar-menuju-india/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 1793 William Carey Berlayar Menuju India</span></h2>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/William-Carey.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-287" alt="William Carey" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/William-Carey.jpg" width="183" height="275" /></a>Sebuah kapal menaikkan layarnya melawan angin bulan April dan bergerak di sungai Thames menuju Terusan Inggris. Kapal ini berlayar menuju India membawa William Carey, seorang tukang sepatu yang menjadi pengkhotbah gigih dan rekan misionarisnya dr. John Thomas.</p>
<p>Kedua orang tersebut telah mengumpulkan dana, telah mengepak barang-barang mereka, dan pamit. Sekarang kapal tersebut menyusuri pantai Inggris sebelum menuju laut luas. Impian, doa dan persiapan bertahun-tahun tampaknya akan terkabul dalam kehidupan Carey.</p>
<p>Namun, laut yang ganas dan peperangan yang berbahaya antara Inggris dan Perancis mengakhiri persiapan Carey &#8211; perjalanan dibatalkan. Tanpa dapat dihalangi, Carey &#8211; yang menyebut dirinya &#8220;orang yang lamban&#8221; tetapi sesungguhnya adalah visioner yang tak kenal lelah &#8211; maju dengan susah payah menembus segala kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaannya.</p>
<p>Renungkanlah caranya dibesarkan. Ayahnya seorang penenun yang mengajar di sekolah untuk menghidupi kelima orang anaknya. William adalah anak sulung, dan ia gigih belajar membaca dan menulis, membaca cerita-cerita petualangan seperti <i>Robinson Crusoe </i>dan <i>Gulliver&#8217;s Travels. </i>Kesehatannya tidak pernah baik, tetapi ia berhasil magang pada pengrajin sepatu.</p>
<p>Pada usia tujuh belas tahun, ia memasuki sebuah gereja pembangkang dengan seorang teman dan berjanji kepada Kristus. Ia tinggalkan Gereja Anglikan yang membesarkannya, dengan mengabaikan nasihat ayahnya, dan kian hari kian aktif dengan para pembangkang itu.  Ia menikah dan mulai berkhotbah di gereja. Ia berjalan kaki sejauh delapan mil setiap hari Minggu untuk berkhotbah di gereja yang miskin di sebuah kota tetangga. Ia mempelajari Perjanjian Baru dan bahasa Yunani dengan tekun, serta menyulap sekaligus tiga pekerjaan &#8211; tukang sepatu, guru sekolah dan pendeta.</p>
<p>Kesehatannya semakin memburuk karena kesukaran keluarganya. Seorang bayi meninggal. Istrinya mengalami tekanan mental. Mereka sering kekurangan uang untuk makan yang layak. Di atas semua kesulitan ini, obsesi Carey membawa Injil keluar negeri, sebagai kewajiban orang Kristen, meningkat.</p>
<p>Pada rapat-rapat para pendeta di kawasan itu, ia menguraikan secara khusus bahwa orang-orang Kristen harus menyebarkan Injil ke negeri-negeri yang jauh. Ia senantiasa ditolak. &#8220;Jika Allah hendak menyelamatkan orang-orang kafir itu, Ia akan berbuat demikian tanpa kau dan saya,&#8221; jawab mereka kepadanya. Ia meneruskan dengan menerbitkan sebuah uraian, &#8220;An Enquiry into the Obligation of Chistians to Use Means for the Conversion of the Heathen&#8221; (&#8220;Sebuah Penyelidikan akan kewajiban Orang-orang Kristen untuk Memberdayakan Segala Upaya Pertobatan Orang-orang Kafir&#8221;), yang menyebabkan panggilan bagi misi-misi luar negeri. Suatu karya yang amat baik, tetapi tidak ditanggapi dengan baik.</p>
<p>Tiga Minggu setelah uraian itu diterbitkan, perkumpulan para pendeta mengundangnya untuk menjelaskan kepada mereka. Teks Carey: Yesaya 54:2, 3: &#8220;Lapangkanlah tempat kemahmu&#8230;.&#8221; Temanya: &#8220;Nantikanlah perkara-perkara yang agung dari Allah; upayakanlah hal-hal besar bagi Allah.&#8221; Namun para pendeta tersebut tidak memberi tanggapan. Menjelang berakhirnya pertemuan tersebut, dalam frustasinya Carey berseru, &#8220;Apakah tidak ada lagi yang dapat dilakukan?&#8221; Mengapa ia tidak mencari orang lain saja yang mau mengambil bagian dan melakukan visinya?</p>
<p>Sesuatu<i> telah </i>terjadi. Pada pertemuan berikutnya sebuah perkumpulan misi telah terbentuk. Seorang dokter Kristen, John Thomas, rela melayani di India dan ia membutuhkan seorang rekan. Carey merelakan diri untuk pergi bersamanya.</p>
<p>Situasinya tampak agak janggal. Carey mempunyai tiga orang anak kecil dan istrinya sedang hamil. Dapatkah ia sendiri menanggung beban-beban tersebut? Tetapi ini adalah puncak impiannya. Carey terus maju melalui tur pengumpulan dana secara cepat, berita bahwa di. Thomas dicari-cari para kreditor yang belum dibayar, penolakan istrinya untuk bergabung dengannya, dan terlambatnya pelayaran kapal. Penundaan itu memberi dia kesempatan pulang dan meyakinkan istrinya, Dorothy, untuk bergabung dengan dia.</p>
<p>Tidak lama kemudian mereka berangkat lagi dan mendarat di Calcutta pada bulan November 1793. Namun kesulitan berlanjut. Keadaan sangat memprihatinkan, kesehatan mereka sangat buruk, Thomas berutang lagi, dan tak seorang pun bertobat. Anak mereka yang paling kecil meninggal, dan dua lainnya menjadi liar.</p>
<p>Pada tahun 1800, keluarga Carey pindah ke Serampore, bergabung dengan sekelompok misionaris dari Denmark. Di sana mereka menyaksikan pertobatan yang pertama, sebagaian karena hasil usaha anak tertua Carey, Felix, yang sekarang menjadi seorang Kristen. Kemudian sebuah gereja terbentuk dan terjemahan Perjanjian Baru dalam bahasa Bengali pun telah diselesaikan.</p>
<p>Kesuksesan misi selama tiga dekade baru berawal. Menjelang kematiannya pada tahun 1834, Carey menerjemahkan Alkitab dalam empat puluh empat bahasa atau dialek dan membuka beberapa sekolah. Berbagai pusat misi dengan aktif menginjili India dan sekitarnya, Burma dan Bhutan. Tetapi jauh di atas statistik itu, Carey telah mengembangkan filsafat misi yang hidup dan mempraktikkannya.</p>
<p>Ia mendahului waktunya. Carey sangat menghormati kebudayaan India dan melihat kebutuhan akan sebuah gereja (dengan adat istiadat setempat) India. Daripada mencela agama Hindu, ia menegaskan kematian dan kebangkitan Kristus.</p>
<p>Di samping semua pencapaiannya, ia juga adalah pemain tim yang hebat. Dari pengalaman, ia telah belajar bahwa tim misi lebih kuat daripada keterlibatan secara perorangan. Carey juga cepat mengakui peranan para wanita sebagai bagian dari tim ini.</p>
<p>Seringkali kita mendapatkan ide yang keliru bahwa ia seorang diri membawa gereja ke era misi, namun ia sebenarnya salah seorang dari sejumlah orang Kristen di Barat yang meminta dukungan bagi misi luar negeri. Suaranya merupakan salah satu dari yang paling nyaring, dan ia menunjang kata-katanya dengan hidupnya sendiri.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/william-carey-berlayar-menuju-india/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peter Waldo Memulai Gerakan Kaum Waldens</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/peter-waldo-memulai-gerakan-kaum-waldens/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/peter-waldo-memulai-gerakan-kaum-waldens/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2013 13:17:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[games sekolah minggu kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan lagu anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[video lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1173 Peter Waldo Memulai Gerakan Kaum Waldens By Sekolah Minggu Sebelum Reformasi, beberapa kelompok orang Kristen merasa keberatan atas jalan yang ditempuh Gereja Katolik. Salah satunya ialah kaum Waldens, yang dimulai seorang saudagar Perancis, yang merasa kecewa terhadap gereja<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/peter-waldo-memulai-gerakan-kaum-waldens/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1173 Peter Waldo Memulai Gerakan Kaum Waldens</b></span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Peter-Waldo.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-163" alt="Peter Waldo" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Peter-Waldo-248x300.jpg" width="248" height="300" /></a>Sebelum Reformasi, beberapa kelompok orang Kristen merasa keberatan atas jalan yang ditempuh Gereja Katolik. Salah satunya ialah kaum Waldens, yang dimulai seorang saudagar Perancis, yang merasa kecewa terhadap gereja Abad Pertengahan.</p>
<p>Pada suatu hari, Peter Waldo mendengar seorang penyanyi keliling bernyanyi tentang seorang muda yang kaya, yang meninggalkan keluarganya dan kembali setelah bertahun-tahun lamanya. Orang muda itu kembali dengan berpakaian seperti seorang pengemis dan menjadi begitu kurus sehingga sanak keluarganya sendiri tidak mengenalinya. Hanya saat ia menemui ajalnya ia menampakkan identitas sesungguhnya. Ia telah hidup di antara orang-orang miskin dan mati dengan gembira, gembira akan menemui Allah yang selalu tersenyum kepada orang miskin.</p>
<p>Tergerak oleh cerita itu, Waldo segera bertindak, menyisihkan dana secukupnya untuk istrinya, dan menempatkan kedua putrinya di asrama. Sisa kekayaannya ia bagikan kepada orang miskin. Ia mempekerjakan dua orang imam untuk menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Perancis dan mulai menghafal tulisan-tulisan panjang. Kemudian ia mulai mengajar orang-orang biasa tentang Kristus.</p>
<p>Meskipun para biarawan dan biarawati telah mengajar tentang kemiskinan dan penyangkalan diri &#8211; walaupun mereka sendiri sering gagal berpegang pada sumpah mereka &#8211; gereja melihat hal ini sebagai sesuatu yang perlu mereka praktikkan. Tidak banyak orang berharap bahwa orang-orang biasa dapat hidup suci.</p>
<p>Waldo dan para pengikutnya &#8211; yang menamakan dirinya sebagai Orang-orang Miskin dari Lyons &#8211; yakin bahwa Yesus menginginkan ajaran-Nya dijalankan semua orang. Dengan berpasangan para Waldens mengunjungi tempat-tempat umum, mengajarkan Perjanjian Baru kepada orang-orang awam.</p>
<p>Perbedaan antara Gereja dan para pengajar ini tampak jelas bagi uskup agung Lyons. Ia memerintahkan mereka menghentikannya. Waldo menyitir Rasul Petrus: &#8220;Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia&#8221; (Kis. 5:29). Meskipun uskup agung mengucilkan Waldo, hal itu tidak menghentikan dia ataupun gerakan yang menyandang namanya. Para Waldens mengajukan banding kepada Paus Alexander II. Meskipun ia dapat dikejar sampai pada Persidangan Lateran Ketiga (1179), orang-orang Waldens yang sibuk &#8220;berpasangan, berjalan tanpa alas kaki, berpakaian wol, tanpa memiliki apa pun, dengan anggapan semua benda milik bersama seperti para rasul&#8221;, mengesankan Paus. Karena mereka hanyalah orang-orang awam belaka, walau bagaimanapun, ia tidak dapat mengizinkan mereka mengajar tanpa persetujuan seorang uskup &#8211; suatu hal yang tidak mungkin mereka capai.</p>
<p>Mengingat perkataan dalam Kisah Para Rasul, Waldo dan pengikutnya melanjutkan pengajarannya. Ini mengakibatkan pengucilan mereka oleh Paus Lucius III pada tahun 1184.</p>
<p>Kaum Waldens tidak mengajarkan ajaran sesat, walaupun Gereja menuduh mereka demikian. Mereka bersifat ortodoks. Namun, karena mereka berada di luar struktur gereja, para pengikut Waldo ini tidak mendapat pengakuan hierarki Gereja. Bagi orang-orang gerejawi Abad Pertengahan, apa pun yang ada di luar Gereja adalah ajaran sesat.</p>
<p>Banyak orang Kristen Perancis dan Italia, yang telah kecewa dengan Gereja yang bersifat duniawi, berpaling ke Waldensian, yang mengajarkan imamat bagi setiap orang percaya. Mereka menolak relikwi, ziarah dan <i>paraphernalia</i> seperti air suci dan pakaian-pakaian rohaniwan, hari-hari para santo dan perayaan lainnya, serta <i>purgatory. </i>Komuni bukanlah sesuatu untuk dilaksanakan setiap hari Minggu, dan para pengkhotbah Waldens berbicara serta membacakan Injil kepada orang-orang dalam bahasa mereka sendiri.</p>
<p>Pada tahun 1207, Paus Innocentius III menawarkan bahwa para Waldens akan diterima jika mereka mau tunduk pada para pejabat Gereja Katolik. Banyak yang kembali &#8211; tetapi yang lain tidak. Pada tahun 1214 Paus mengutuk mereka sebagai orang-orang berhaluan ajaran sesat dan menyerukan agar mereka ditindas. Inkuisisi (penyelidikan dan pengadilan Gereja Katolik) melaksanakan tugasnya dengan melenyapkan mereka.</p>
<p>Kendati mengalami semua penindasan ini, namun kaum Waldens tidak jera, dan tetap meneruskannya. Mereka menyebar di seluruh Eropa, dan ketika Reformasi muncul, mereka disambut hangat oleh sebagian kaum Protestan. Sekarang mereka menganggap dirinya sebagai orang-orang Protestan. Kaum Waldens adalah saksi hidup bahwa pada masa-masa suram sejarah Gereja, gerakan perbaikan baru selalu akan muncul dari dalam Gereja.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/peter-waldo-memulai-gerakan-kaum-waldens/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korban Hidup</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/korban-hidup/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/korban-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 17:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[video lagu sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[website anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[website lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=937</guid>
		<description><![CDATA[Korban Hidup by : Sekolah Minggu Words &#38; Music : Pdt. DR. Stephen Tong Pdt Stephen Tong lahir tahun 1940 di kota Xiamen, Cina. Ayahnya berasal dari Cina dan Ibunya berasal dari Indonesia. Dari keluarga ini lahirlah 7 orang anak<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/korban-hidup/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="korban-hidup" href="http://sekolahminggu.com/korban-hidup/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Korban Hidup</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="korban-hidup" href="http://sekolahminggu.com/korban-hidup/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><em>Sekolah Minggu</em></span></a></p>
<p><b>Words &amp; Music : Pdt. DR. Stephen Tong</b></p>
<p><b>Pdt Stephen Tong lahir tahun 1940 di kota Xiamen, Cina. Ayahnya berasal dari Cina dan Ibunya berasal dari Indonesia. Dari keluarga ini lahirlah 7 orang anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.</b></p>
<p><span style="color: #800080;">Ayahnya meninggal dunia ketika Pak Tong berumur 3 tahun. Sejak itu Ibunya mengasuh 7 orang anak ini sendirian. Ketika Pak Tong berumur 9 tahun, Ibunya membawa mereka ke Indonesia. Mereka pun tinggal di Surabaya. Ketika Pak Tong berumur 17 tahun, dia mengikuti suatu kebaktian yang dipimpin oleh seorang hamba Tuhan bernama Andrew Gih. Dalam kebaktian itu, dia dan 4 saudara laki-lakinya menyerahkan diri untuk hidup melayani Tuhan seumur hidup mereka. Kelima orang ini adalah Peter, Caleb, Solomon, Stephen, dan Joseph. Mereka pun sampai sekarang menjadi hamba Tuhan dan melayani di beberapa tempat di dunia.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Selain melayani di beberapa Negara di dunia, Pak Tong juga menulis banyak lagu. Salah satunya adalah &#8220;Korban Hidup&#8221;. Lagu ini ditulis di Malang pada tahun 1985. Lagu ini berisikan suatu janji kepada Tuhan untuk menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Yesus Kristus sudah menyatakan anugerah keselamatanNya kepada dunia ini. Sebagai ucapan syukur kita, maka sudah semestinya kita menyerahkan hidup kita untuk menyenangkan Tuhan kita. Seperti Pak Tong yang menyerahkan dirinya untuk melayani Tuhan sampai sekarang. Mungkin ada banyak kesulitan yang akan kita alami, karena itu kita jangan berhenti untuk terus memohon penyertaan Tuhan.</span></p>
<p><span style="color: #008000;">Seperti anak kecil yang hanya mempunyai 5 roti dan 2 ikan yang kemudian menyerahkannya kepada Tuhan Yesus. Persembahan  yang sedikit itu tidak cukup untuk memberi makan 5000 orang yang sedang kelelahan dan kelaparan. Namun akhirnya persembahan itu diubahkan oleh Yesus Kristus sehingga dapat memberikan makan 5000 orang. Bagaimanakah dengan hidup kita? Sudahkah kita mempersembahkan hidup kita untuk Tuhan? Tidak perlu malu atau pun takut karena kita masih kecil. Karena ketika kita mempersembahkan diri kita untuk dipakai Tuhan, Dia pula yang akan semakin menyempurnakan dan memampukan kita untuk melakukan kehendakNya dalam hidup kita. Kiranya Roh Kudus terus memimpin hidup kita agar dapat menyenangkan Tuhan kita.</span></p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/korban-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
