<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; animasi sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/animasi-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Martin Luther King, Jr., Memimpin Pawai ke Washington</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/martin-luther-king-jr-memimpin-pawai-ke-washington/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/martin-luther-king-jr-memimpin-pawai-ke-washington/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 12:59:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[animasi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bahan cerita sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[mewarnai sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1963 Martin Luther King, Jr., Memimpin Pawai ke Washington By Sekolah Minggu &#8220;Saya mempunyai impian&#8230;&#8221; Orang yang memiliki impian itu akan menghabiskan seluruh hidupnya mengejar impiannya dan menyerahkan nyawanya bagi impian tersebut. Namanya ialah Martin Luther King, Jr., dan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/martin-luther-king-jr-memimpin-pawai-ke-washington/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1963 Martin Luther King, Jr., Memimpin Pawai ke Washington</b></span></p>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Martin-Luther-King-Jr.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-375" alt="Martin Luther King, Jr" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Martin-Luther-King-Jr.jpg" width="224" height="224" /></a>&#8220;Saya mempunyai impian&#8230;&#8221;</p>
<p>Orang yang memiliki impian itu akan menghabiskan seluruh hidupnya mengejar impiannya dan menyerahkan nyawanya bagi impian tersebut.</p>
<p>Namanya ialah Martin Luther King, Jr., dan impiannya adalah bahwa &#8220;keempat anak saya yang masih kecil pada satu hari akan hidup di dalam suatu bangsa, di mana mereka tidak akan dinilai dari warna kulit mereka tetapi dari kandungan karakternya &#8230;&#8221; Kata-kata tersebut mengguncang Amerika.</p>
<p>Pendeta muda ini dilahirkan dalam keluarga pendeta Baptis dan dididik di Morehouse College dan Crozer Theological Seminary. Dia meraih gelar Ph.D dari Boston University. Pada tahun 1954 ia menjadi pendeta Gereja Baptis Dexter Avenue di Montgomery, Alabama.</p>
<p>Satu tahun kemudian, seorang wanita berkulit hitam, Ny. Rosa Parks, mengambil sebuah langkah yang mengubah hidup King. Meskipun orang-orang kulit hitam diharuskan menumpang hanya di bagian belakang bus umum, ia duduk di depan &#8211; semua tempat duduk di belakang telah terisi, dan ia mengambil tempat duduk pertama di bagian depan. Ia ditangkap karena melanggar undang-undang pemisahan <i>(segregation law).</i></p>
<p>Martin Luther King, Jr. mendukungnya dengan memimpin boikot pada sistem bus Montgomery. Sebenarnya orang-orang hitamlah penumpang terbanyak sistem bus tersebut , dan mereka diperlakukan dengan tidak adil. Maka orang-orang kulit hitam pun menolak naik bus selama diskriminasi masih berlanjut. Mereka merasa &#8220;lebih terhormat berjalan kaki daripada menumpang bus dengan kehinaan&#8221;.</p>
<p>Boikot mereka berlangsung sampai satu tahun lamanya, namun akhirnya orang kulit hitam menang, dan dengan kemenangan itu Martin Luther King, Jr. terdorong terlibat dalam perjuangan hak-hak sipil bagi orang-orang Amerika.</p>
<p>Terpengaruh dengan cara-cara tanpa kekerasannya Gandhi, King dan yang lain memprotes. &#8220;Kami akan mengimbangi kapasitas Anda yang menyebabkan kesengsaraan &#8230; Perbuatlah kepada kami apa yang Anda inginkan dan kami akan terus-menerus mengasihi Anda,&#8221; kata King merespons penyerang-penyerangnya. Mengikuti jejak Yesus, ia menyerukan, &#8220;Yesus menegaskan dari kayu salib sebuah hukum yang lebih tinggi. Ia tahu bahwa filsafat kuno &#8211; mata ganti mata &#8211; akan membuat semua orang buta. Ia tidak berupaya mengatasi kejahatan dengan kebaikan. Meskipun disalibkan karena kebencian, Ia menanggapinya dengan aksih yang agresif.&#8221;</p>
<p>Dengan diorganisasikannya <i>Southern Christian Leadership Conference </i>(Konferensi Kepemimpinan Kristen Selatan) yang diketuainya, King berkampanye di kota-kota bagian selatan: Jackson, Selma, Meridian dan Birmingham. Namun, pengaruhnya meluas lebih jauh ketika ia memimpin serangan-serangan terhadap ketidakadilan sosial di kota-kota bagian utara.</p>
<p>Sekelompok pendeta Protestan kulit hitam terdekat, termasuk Jesse Jackson, mendukung King, dan orang-orang kulit putih, Katolik serta Yahudi tidak lama kemudian bergabung dalam barisannya. Metode-metode tanpa kekerasan menghadapi serangan selang, pentungan, anjing dan pemukulan. Meskipun banyak orang Kristen mendukungnya, beberapa lawan King yang paling vokal pun menyebut nama Kristus. Pada musim semi 1963, King ditangkap karena memimpin gerakan protes di Birmingham, Alabama. Para rohaniwan di Atlanta mengkritiknya karena meninggalkan gerejanya di Montgomery. &#8220;Apa haknya terlibat di tempat lain, di mana dia bukan warganya?&#8221; tanya mereka.</p>
<p>Dalam &#8220;Surat dari Penjara Birmingham&#8221;, King memberikan tanggapan bahwa &#8220;ketidakadilan di mana pun mengancam keadilan&#8221;. Bagi mereka yang ada di luar &#8220;panah pemisah yang menyengat&#8221; dan yang menasihati dia untuk menunggu, ia menjawab: &#8220;&#8230; Bila Anda disiksa apda siang hari dan dihantui pada malam hari karena Anda seorang Negro, senantiasa hidup dalam kecemasan, tanpa sepenuhnya mengetahui apa yang harus diharapkan berikutnya, dan jika digerogoti ketakutan di dalam hati dan amarah di luar, jika Anda senantiasa bergumul dengan perasaan yang terus memburuk bahwa Anda &#8220;bukan apa-apa&#8221; &#8211; barulah Anda akan mengerti mengapa kami tidak sabar menunggu.&#8221;</p>
<p>Gerakan protes atas Washington pada tahun 1963 merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah perjuangan hak sipil karena pengaruhnya telah berjasa bagi lahirnya Undang-undang Hak Sipil pada tahun 1964 dan Undang-undang Hak Pilih pada tahun 1965. Pada gerakan protes tersebut, Martin Luther King Jr. menampilkan impiannya.</p>
<p>&#8220;Saya mempunyai impian bahwa keempat anak saya yang masih kecil pada satu hari akan hidup di dalam suatu bangsa, di mana mereka tidak akan dinilai dari warna kulit mereka tetapi dari kandungan karakternya &#8230; Dengan iman ini kami dapat menetak sebuah batu harapan dari gunung  keputusasaan. Dengan iman ini kami dapat mengubah suara-suara tidak harmonis di negeri kita menjadi simponi persaudaraan yang indah. Dengan keyakinan ini kita dapat bekerja sama, berdoa bersama dengan kesadaran bahwa kita akan bebas pada suatu hari kelak.&#8221;</p>
<p>Pada tahun 1964, King menerima hadiah Nobel Perdamain, suatu penghargaan yang mewujudkan sebagian impian itu.</p>
<p>King pergi ke Memphis, Tennesse, untuk mendukung pemogokan para pekerja pengangkut sampah pada tahun 1968. Pada tanggal 4 April, ketika ia sedang berdiri dilorong lantai dua di motelnya di Mulberry Street, bercakap-cakap dengan rekan-rekannya, ia ditembak seorang pembunuh. Peluru itu merenggut nyawanya, tetapi tidak mengakhiri impian yang sedang berlanjut.</p>
<p>Sebagai tanggapan atas keberanian dan kesaksian yang merupakan tekad rohaniwan ini, hari Senin ketiga bulan Januari ditetapkan sebagai Hari Martin Luther King. Dialah sau-satunya rohaniwan Amerika yang namanya dicantumkan pada kalender sebagai penghormatan.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/martin-luther-king-jr-memimpin-pawai-ke-washington/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Mezbah</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/membangun-mezbah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/membangun-mezbah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 08:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[animasi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Ezra 3 : 1-7 Sudah tujuh bulan rombongan pertama dari bangsa Israel kembali dari pembuangan. Mereka sudah menetap di kota-kota. Kemudian dengan dipimpin oleh Yesua dan Zerubabel mereka membangun mezbah bagi Allah. Di mezbah itu mereka akan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/membangun-mezbah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Ezra 3 : 1-7</p>
<p>Sudah tujuh bulan rombongan pertama dari bangsa Israel kembali dari pembuangan. Mereka sudah menetap di kota-kota. Kemudian dengan dipimpin oleh Yesua dan Zerubabel mereka membangun mezbah bagi Allah. Di mezbah itu mereka akan mempersembahkan korban sesuai dengan apa yang tertulis pada kitab Taurat.</p>
<p>Hal yang terpenting dalam hidup kita adalah bagaimana hubungan kita dengan Allah. Mezbah menjadi suatu lambang yang menunjukkan relasi antara umat Allah dengan Allah sendiri. Di atas mezbah mereka mempersembahkan korban-korban: untuk pengampunan dosa, pendamaian, dan ucapan syukur. Bagaimana caranya kita berhubungan dengan Allah? Melalui doa dan pembacaan firmn Tuhan.</p>
<p>Banyak orang yang ke gereja setiap minggu tetapi melalaikan hubungan mereka dengan Allah dalam hidup sehari-hari. Dalam bagian Alkitab yang kita baca ini, di ayat 3 dicatat bahwa bangsa Israel membangun mezbah untuk korban bakaran di waktu pagi dan waktu petang setiap hari. Artinya, hubungan pribadi dengan Allah setiap hari sangatlah penting.</p>
<p>Apakah engkau berdoa setiap hari, bersyukur kepada Allah, dan meminta pimpinan-Nya dalam hidupmu?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apakah yang pertama kali dibangun oleh bangsa Israel yang kembali dari pembuangan? (ay.2)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, saya memerlukan Tuhan setiap hari. Ajar saya agar rajin berdoa dan membaca Alkitab. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Ingatlah, hubungan dengan Allah itu sangat penting. Peliharalah hubungan itu, bukan pada hari Minggu saja, loh, tetapi setiap hari. Maukah engkau?</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Meletakkan Dasar Bait Allah</b></li>
<li><b>Halangan Dalam Pekerjaan Tuhan</b></li>
<li><b>Pekerjaan Tuhan Jalan Terus</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/membangun-mezbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bede yang Patut Dipuja Menyelesaikan Karyanya Sejarah Gereja Bangsa Inggris</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/bede-yang-patut-dipuja-menyelesaikan-karyanya-sejarah-gereja-bangsa-inggris/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/bede-yang-patut-dipuja-menyelesaikan-karyanya-sejarah-gereja-bangsa-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2013 08:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[animasi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bahan cerita sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[mewarnai sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 731 Bede yang Patut Dipuja Menyelesaikan Karyanya Sejarah Gereja Bangsa Inggris By Sekolah Minggu Pada usia yang sangat muda Bede telah menunjukkan kecemerlangannya. Nama &#8220;Bede yang Patut Dipuja&#8221; itu sendiri sudah mengisyaratkan ilmunya yang tinggi dan rasa hormat yang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/bede-yang-patut-dipuja-menyelesaikan-karyanya-sejarah-gereja-bangsa-inggris/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 731 Bede yang Patut Dipuja Menyelesaikan Karyanya <i>Sejarah Gereja Bangsa Inggris</i></b></span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Bede.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-130" alt="Bede" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Bede.jpg" width="252" height="234" /></a>Pada usia yang sangat muda Bede telah menunjukkan kecemerlangannya. Nama &#8220;Bede yang Patut Dipuja&#8221; itu sendiri sudah mengisyaratkan ilmunya yang tinggi dan rasa hormat yang ditujukan kepadanya.</p>
<p>Meskipun kekacauan politik telah banyak merusak kebudayaan, namun biara tetap berpegang pada pendidikan Zaman Pertengahan. Anak-anak belajar membaca, para penulis menyalin naskah-naskah kuno, dan orang terpelajar seperti Bede mempelajari buku-buku. Para biarawan memelihara ajaran-ajaran Roma dan Yunani kuno, bersama-sama karya-karya para imam. Kehidupan di antara tembok-tembok biara berlangsung dengan santai saja.</p>
<p>Bede bukan saja salah seorang cendekiawan paling brilian pada zaman itu, ia juga sangat saleh. Dalam otobiografinya yang sangat singkat, ia menulis bahwa ia dilahirkan di daerah antara biara Wearmouth dan biara Jarrow di Inggris bagian utara, pada tahun 635. Pada umur tujuh tahun, ia belajar pada kepala biara di sana dan menghabiskan sisa hidupnya di biara tersebut, tidak eprnah keluar jauh.</p>
<p>Meskipun umur minimum untuk ditahbiskan sebagai diakon adalah dua puluh lima tahun, ia menerimanya pada umur sembilan belas, tentunya karena kesalehannya. Pada usia tiga puluh tahun, ia menjadi imam dan menghabiskan sisa hidupnya dengan menulis ulasan-ulasan Alkitab dan karya-karya rohani lainnya. Biografinya lebih banyak berupa katalog buku-bukunya ketimbang kegiatannya.</p>
<p>Persembahan besar Bede bagi Gereja: <i>Historia Eccelesiastica Gentis Anglorum </i>(Sejarah Gerejawi Bangsa Inggris) telah menelusuri sejarah Inggris dari zaman Julius Caesar sampaipada zamannya. Meskipun dalam banyak hal karyanya merupakan sejarah umum, namun fokus utama buku tersebut ialah tentang kristenisasi Inggris dan bagaimana kekafiran secara perlahan-lahan digantikan agama baru ini.</p>
<p>Buku Bede ini penuh dengan cerita-cerita keberanian para misionaris dan pemimpin kafir yang akhirnya melihat cahaya kebenaran. Namun, ia tetap berpegang pada skeptisisme sehat (meragukan suatu kebenaran). Pada zaman prailmiah, tentunya ia dapat menyertakan cerita apa saja, dan mungkin tidak banyak yang akan mempersoalkan tulisannya. Tetapi Bede, yang menaruh perhatian pada kebenaran historis, dengan cermat menentukan sumber-sumbernya dari kesaksian yang dapat diandalkan. Meski pun Bede percaya akan mujizat-mujizat, ia menghendaki <i>mujizat yang nyata,</i> bukan cerita-cerita legenda suci.</p>
<p>Simaklah, sejarah apa yang ia tampilkan! Julius Caesar dan Claudius, Paus Gregorius dan Misionaris Augustinus serta suku-suku penyerang seperti Anglo, Saxon dan Jutes, cerita-cerita inilah yang dimuat dalam karyanya. Melalui karyanya, kita diperkenalkan pada berbagai cerita hebat, seperti tentang Gregorius Agung yang menyaksikan para budak yang diperlakukan istimewa diperjualbelikan di Roma, dan ia begitu terkesan dengan kecantikan mereka sehingga ia berkeinginan membawa berita Injil ke daerah asal mereka. Kita membaca juga tentang raja kafir Edwin, yang penasihatnya memberikan perumpamaan yang membandingkan hidup manusia dengan kehidupan seekor burung, yang masuk dalam ruang pesta dan keluar ke dalam kegelapan. Ia kemudian menasihati sang raja untuk bertobat menjadi Kristen karena (agama tersebut) memberikanharapan hidup setelah &#8220;keluar dari pesta sejenak ini&#8221;.</p>
<p>Terdapat juga dalam sejarah Bede, beberapa tulisan yang agak aneh seperti ini, &#8220;Tidak ada ular yang dapat hidup di sana (di Irlandia), karena meskipun dibawa dari Inggris, begitu kapal mendekat ke pulau itu, dan begitu ular-ular itu menghirup udara di sana, mereka langsung mati. Sebenarnya, hampir segala sesuatu yang ada di pulau ini kebal terhadap racun.&#8221; Namun sejarawan sekuler pun tidak ragu akan kecermatan Bede dalam laporannya, karena bagi mereka laporannya itu benar dalam hampir setiap detail.</p>
<p>Sebelum adanya buku <i>Sejarah Gereja Bangsa Inggris, </i>bermacam-macam suku yang ada di Inggris sudah memiliki sejarah mereka sendiri. Sejarah itu kebanyakan berbentuk sajak kafir yang sering dibacakan oleh para penyair. Tetapi, Bede menampilkan sejarah melalui teropong Kristiani, ketika suku-suku yang berbeda haluan ini menjadi satu bangsa dengan agama tunggal.</p>
<p>Bukannya para pahlawan yang gagah seperti Beowulf, tetapi pahlawan-pahlawan Bede adalah para santo, orang-orang yang bergantung pada anugerah Tuhan. Ia, bersama-sama para sejarawan Abad Pertengahan, memberikan kerangka baru bagi sejarah: sedapat mungkin harus tepat, harus memberi inspirasi.</p>
<p>Tanpa Bede, banyak catatan penting mungkin telah lenyap begitu saja ditelan masa. Kepada biarawan yang patut dipuja inilah orang-orang harus berterima kasih, karena mereka mendapatkan identitasnya sebagai satu bangsa dan kedudukannya sebagai negara Kristen.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/bede-yang-patut-dipuja-menyelesaikan-karyanya-sejarah-gereja-bangsa-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bonifatius Berangkat Sebagai Misionaris</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/bonifatius-berangkat-sebagai-misionaris/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/bonifatius-berangkat-sebagai-misionaris/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2013 07:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[animasi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita untuk anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 716 Bonifatius Berangkat Sebagai Misionaris By Sekolah Minggu Hampir seperti Elia di atas bukit Karmel, Bonifatius, misionaris berdarah Saxon dari Inggris, melawan kekafiran di jantung negeri Jerman. Ia mempunyai sebuah kapak di tangannya. Di hadapannya ada Thundering Tree (Pohon<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/bonifatius-berangkat-sebagai-misionaris/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 716 Bonifatius Berangkat Sebagai Misionaris</span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Bonifatius.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-127" alt="Bonifatius" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Bonifatius-236x300.jpg" width="236" height="300" /></a>Hampir seperti Elia di atas bukit Karmel, Bonifatius, misionaris berdarah Saxon dari Inggris, melawan kekafiran di jantung negeri Jerman. Ia mempunyai sebuah kapak di tangannya. Di hadapannya ada <i>Thundering Tree </i>(Pohon Petir) yang besar, sebuah tanda perbatasan setempat yang dikeramatkan bagi dewa petir oleh orang-orang kafir. Bahkan sebagian orang yang bertobat dan menajdi Kristen karena ajaran-ajaran Bonifatius, diam-diam menyembah pohon tersebut.</p>
<p>Dengan berani Bonifatius menentang penyembahan sesat ini. Sebagai wakil Allah yang sejati bagi orang-orang Kristen, ia memusnahkan lambang iblis tersebut. Ia menebang pohon &#8220;suci&#8221; tersebut dengan kapaknya, dan Pohon Petir tersebut pun tumbang dengan suara gemuruh.</p>
<p>Itulah legendanya, benar atau tidak, sekurnag-kurangnya cerita ini mengungkapkan keberanian, dan iman yang ditampilkan Bonifatius melawan kepercayaan yang salah.</p>
<p>Dilahirkan dalam keluarga Kristen di Wessex pada tahun 680, nama aslinya ialah Winfred. Ia dilatih di Biara Benediktin dan ditahbiskan pada usia tiga puluh tahun. Ia dianugerahi keterampilan untuk belajar dan memimpin. Sebenarnya ada peluang baginya untuk berdiam di Inggris, untuk belajar, mengajar dan mungkin juga memimpin sebuah biara, namun ia merasa sedih atas orang-orang yang belum mengaku percaya kepada Kristus. Beribu-ribu orang Saxon di Low Countries (dataran rendah) dan di Jerman sangat membutuhkan Injil.</p>
<p>Pada tahun 716, Winfred berangkat ke Frisia, tempat para misionaris Inggris telah berupaya berpuluh-puluh tahun lamanya. Raja Frisia, Radbord, menentang kekristenan. Tekanan di situ sangat kuat dan Winfred pun kembali ke Inggris. Inilah kegagalan misinya yang pertama.</p>
<p>Teman-temannya di biara Benediktin meminta dia menjadi kepala biara. Setelah pengalaman yang menyakitkan di Frisia, ia mungkin saja tergiur dengan tawaran ini. Tetapi visi Winfred masih mengarah keluar. Ia pergi ke Roma pada tahun 718, dan di sana ia menerima tugas misionaris dari Paus. Ia ditugaskan untuk pergi lebih jauh, melewati Sungai Rhine, dan mendirikan gereja Roma di antara orang Jerman di sana.</p>
<p>Jerman umumnya telah terbuka untuk kekristenan jenis apa pun, namun tidak ada Gereja yang kuat di sana. Pada abad keempat, suku-suku Jerman terikat dengan Arianisme yang mereka baurkan dengan takhayul mereka sendiri. Kemudian, misionaris Celtic telah memenangkan sejumlah jiwa, tetapi mereka tidak pernah ada di bawah naungan organisasi Gereja yang kuat. Sri Paus ingin sekali menghadirkan Gereja yang kokoh di sana.</p>
<p>Mula-mula, Winfred mendatangi Thuringia untuk menghidupkan gereja yang mulai melemah di sana. Kemudian setelah ia mendengar bahwa musuhnya Radbod telah mati, ia kembali ke Frisia. Otoritas Sri Paus agaknya telah memberikan Winfred wibawa atas pemerintah setempat. Di sana ia bekerja selama tiga tahun, kemudian berpindah ke arah tenggara, ke Hesse.</p>
<p>Ia kembali ke Roma pada tahun 723 dan diangkat sebagai uskup. Itulah saatnya ia menerima nama barunya &#8211; <i>Bonifatiuas. </i>Ia juga diberikan surat perkenalan untuk Charles Martel, raja suku Frank. Ketangkasan Charles di bidang militer sangat terkenal (ia yang memukul mundur pasukan Islam di Tours). Perlindungannya memberikan dukungan kuat bagi Bonifatius.</p>
<p>Sekembalinya dari Hesse, Bonifatius melanjutkan pemusnahan kekafiran dan mendirikan gereja. Hal ini terjadi ketika ia menumbangkan pohon yang dianggap suci. Mungkin ketakutan warga pada Charles Martel yang mencegah mereka menjatuhkan Bonifatius. Namun, hasilnya ialah bahwa kekristenan menjadi kekuatan baru yang harus diperhitungkan di Jerman. Jika pohon mereka saja tidak dapat dilindungi para dewa orang Jerman, maka mereka tidak memiliki apa pun untuk dibandingkan dengan Allahnya Bonifatius.</p>
<p>Bonifatius menjadi daya tarik bagi sejumlah misionaris dari Inggris &#8211; para biarawan dan biarawati ingin sekali melayani bersamanya. Dengan bantuan mereka, ia mendirikan organisasi gereja yang kuat di seluruh kawasan itu.</p>
<p>Ironisnya, pelindungnya, Charles Martel sedang mengupayakan perubahan gereja di antara orang-orang Frank. Charles berkuasa atas gereja-gereja di sana dengan merampas tanahnya dan menjual instansi- instansi gereja. Hanya setelah ia wafat, pada tahun 741, Bonifatius dapat memulihkan gereja Frank tersebut.</p>
<p>Pada tahun 747, Bonifatius sekali lagi pergi ke Roma. Di sana ia diangkat menjadi uskup agung Mainz dan pemimpin spiritual seluruh Jerman. Namun setelah melewati umur tujuh puluh tahun, ia berkeinginan menyelesaikan pekerjaannya yang tertinggal. Setelah mengundurkan diri dari jabatan uskup agungnya pada tahun 753, ia kembali ke Frisia, tempat ia memulai karya misionarisnya. Di sana ia memanggil kembali orang-orang yang telah ia baptis dan yang seka ke kekafiran, kemudian ia melanjukan perjalanan ke daerah-daerah yang belum dijangkau.</p>
<p>Pada hari Minggu Pentakosta tahun 755, di Dackum, di sepanjang Sungai Borne, ia merencanakan kebaktian di tempat terbuka, mengajar dan meneguhkan orang-orang percaya baru. Ketika sedang berdiri di tepi sungai, sambil menyiapkan kebaktian, segerombolan penjahat kafir menyerangnya. Orang-orang yang ada di pihaknya mencoba melawan, tetapi Bonifatius berteriak: &#8220;Hentikanlah, anak-anakku dari pertikaian&#8230; Jangan takut kepada mereka yang membunuh badan ini, tetapi tidak dapat membunuh jiwa yang abadi&#8230; Terimalah dengan tenang serangan maut sesaat ini, agar Anda dapat hidup dan memerintah bersama-sama Kristus selama-lamanya.&#8221; Menurut saksi mata, ia mati dengan Injil di tangannya.</p>
<p>Para kritikus berkata bahwa Bonifatius hanyalah seorang organistoris. Sebagian besar karya misinya adalah politik, yaitu membina kesetiaan pada gereja Roma di tempat-tempat gereja melemah. Dan adalah benar bahwa ia membantu meletakkan dasar bagi kekaisaran Roma yang suci dan politik kepausan Abad Pertengahan. Berkat Bonifatius, Jerman merupakan benteng bagi gereja Roma sampai zaman Reformasi.</p>
<p>Akan tetapi tidak ada yang dapat meragukan kesalehan, keberanian ataupun kesetiaan pelayanan Bonifatius. Seperti yang ditulis sejarawan Kenneth Scott Latourette, &#8220;Tidak banyak, jika pun ada, misionaris Kristen yang telah menyajikan dengan lebih tepat, idealisme iman mereka yang hendak disebarluaskan dengan perilaku mereka. Rendah hati, meskipun ada kesempatan yang menggiurkan untuk mendapatkan posisi gerejawi yang tinggi; tanpa cacat skandal; seorang yang mandiri dan tekun berdoa; berani, mengorbankan diri sendiri, dan adil. Bonifatius adalah salah seorang panutan yang luar biasa bagi kehidupan Kristen.&#8221;</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/bonifatius-berangkat-sebagai-misionaris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangat Paskah</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/semangat-paskah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/semangat-paskah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 17:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[animasi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan sekolah minggu kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=751</guid>
		<description><![CDATA[Semangat Paskah By : Sekolah Minggu Siang itu Ella sibuk sendiri di kamarnya. Paskah hampir tiba. Minggu depan sekolah akan mengadakan lomba menghias telur. Ella membongkar sebuah dus dan menyerakkan isinya ke lantai: ada kertas kado, perca kain, renda kapas,<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/semangat-paskah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="ide permainan untuk sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/semangat-paskah/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Semangat Paskah</b></span></a><b></b></h1>
<p><b>By : </b><a title="games sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/semangat-paskah/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/paskah.jpg"><img class="size-full wp-image-752 alignleft" alt="paskah" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/paskah.jpg" width="225" height="225" /></a></p>
<p><i>Siang itu Ella sibuk sendiri di kamarnya. Paskah hampir tiba. Minggu depan sekolah akan mengadakan lomba menghias telur. Ella membongkar sebuah dus dan menyerakkan isinya ke lantai: ada kertas kado, perca kain, renda kapas, manik-manik, jarum, benang jahit, benang wol, karton, dan segala macam benda yang bisa dipakai untuk membuat prakarya. Di atas tempat tidur berserakan selimut, piyama, dan buku pintar Ella.</i></p>
<p>Buku pintar Ella adalah buku untuk mencatat apa saja, termasuk corat-coret prakarya yang akan dibuat Ella. Ella bisa membuat bungkus kado yang cantik, boneka kecil, dompet, gantungan kunci, dan sebagainya. Meja belajarnya juga berantakan dengan benda-benda yang ditaruh seenaknya.</p>
<p>&#8220;Ya, ampun, Ella, kamarmu seperti kapal pecah. Ayo, cepat bereskan!&#8221;seru Mama yang sudah berdiri diambang pintu.</p>
<p>&#8220;Tenang saja, Ma,&#8221; jawab Ella santai. &#8220;Aku sedang cari perlengkapan untuk membuat hiasan telur Paskah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wali kelasmu sekarang Bu Irene, ya?&#8221; tanya Mama. Ella menghentikan kesibukannya dan memandang Mama.</p>
<p>&#8220;Iya, kan Bu Hesti sudah menikah dan berhenti,&#8221; kata Ella heran. &#8220;Ada apa, Ma?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ternyata Bu Irene itu adik Tante Silvia teman gereja Mama. Hanya Bu Irene ke gereja lain. Nanti sore Tante Silvia dan Mama mau pergi belanja untuk acara bakti sosial ke panti asuhan. Kalau kamu mau makan, panaskan saja ya supnya. Papa pulang malam karena ada acara kantor,&#8221; kata Mama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Iya, Ma. Sekarang aku mau ke rumah Yudit dulu. Dia punya buku dengan gambar wanita-wanita berpakaian daerah. Aku mau pinjam,&#8221; kata Ella.</p>
<p>&#8220;Jadi kapan kamu mau bereskan kamarmu?&#8221; desak Mama.</p>
<p>&#8220;Aaah, kapan-kapanlah. Dibereskan juga percuma, nanti berantakan lagi,&#8221; jawab Ella ringan.</p>
<p>Ella ke rumah Yudit. Yudit ada di kamarnya, sedang membersihkan rak buku dan mengganti sampul-sampul buku yang sudah usang. Yudit hobi membaca. Kamarnya sangat rapi dan bersih. Sangat nyaman.</p>
<p>Dengan cepat Yudit mencari buku yang diingini Ella.</p>
<p>&#8220;Kamarmu rapi amat, sih. Kamarku seperti kapal pecah,&#8221; kata Ella dengan kagum.</p>
<p>&#8220;Dulu aku malas merapikan kamar. Suatu ketika menjelang Paskah omaku mengajakku berkunjung ke rumah temannya, Bu Min, di kampung kumuh. Rumah itu berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah, tetapi sangat bersih. Omaku memujinya. Kata Bu Min kita harus memiliki semangat Paskah setiap hari. Yesus sudah bangkit, jadi kita juga harus semangat merawat apa yang kita miliki,&#8221; cerita Yudit.</p>
<p>&#8220;Aku sangat terkesan,&#8221; sambung Yudit. &#8220;Kalau kamarku rapi, enak dilihat,cari barang pun mudah. Kata omaku kita menaati Tuhan bila merawat apa yang harus miliki dengan baik,&#8221; Yudit mengakhiri ceritanya.</p>
<p><i>Duk!</i> Ella merasa tertempelak. Selama ini ia tak pernah memikirkan hubungan membersihkan kamar dengan menaati Tuhan.</p>
<p>Ketika Ella pulang, Mama sedang mandi. Ella segera memasukkan semua bahan prakaryanya ke dalam dus dan menaruhnya di bawah meja belajar. Nanti ia akan memilah-milahnya dan mengaturnya lebih baik. Lalu ia membereskan tempat tidur, melipat selimut dan piyama, dan menyimpan buku pintarnya di laci meja belajar. Kemudian ia menyapu dan mengepel kamarnya. Semua benda yang berantakan di meja belajar dirapikannya. Dengan puas ia memandang kamarnya. &#8220;Ternyata tidak butuh waktu lama, kok.&#8221;</p>
<p>Kemudian Ella duduk di meja belajar dan memperhatikan gambar-gambar dalam buku yang baru dipinjamnya.</p>
<p>&#8220;Aku harus mencari tusuk sate untuk membuat badan boneka. Untuk kainnya aku masih punya perca kain batik. Untuk matanya digambar pakai spidol atau manik-manik, ya?&#8221; Ella berpikir keras.</p>
<p>suara, &#8220;Selamat sore, sedang apa Ella?&#8221;</p>
<p><i>Duuuk. </i>Hampir saja jantung Ella copot. Itu kan suara Bu Irene, wali kelasnya.</p>
<p>Ella bangkit dan menghampiri Bu Irene. Tante Silvia dan Mama juga berdiri di ambang pintu.</p>
<p>&#8220;Selamat sore, Bu,&#8221; Ella menyalami Bu Irene dengan hormat. Dalam hati Ella sangat bersyukur kamarnya sudah rapi. Kalau kamarnya masih berantakan dan Bu Irene datang bukan hanya Ella yang malu, tetapi Mama juga.</p>
<p>&#8220;Bu Irene mendadak mau ikut,&#8221; Tante Silvia menjelaskan.</p>
<p>Setelah bercakap-cakap sebentar,ketiga ibu itu pergi. Ella segera menelpon Yudit.</p>
<p>&#8220;Yudit, terima kasih, ya. Bu Irene mendadak datang. Kalau tadi kamu tidak bercerita soal rumah Bu Min yang rapi, kamarku pasti masih berantakan,&#8221; kata Ella.</p>
<p>Setelah selesai bertelepon pun, Ella masih merasakan semangat dan sukacita di dalam hatinya. Apakah kamu juga merasa bersemangat dan bersukacita yang baik?</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/semangat-paskah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
