<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; cerita alkitab untuk anak sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/cerita-alkitab-untuk-anak-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>DOSA MENGINTIP</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2014 10:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab untuk anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu bergambar]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1144</guid>
		<description><![CDATA[DOSA MENGINTIP by : Sekolah Minggu &#8220;Ugh&#8230; apa sih artinya ini?&#8221; ujar Timmy sambil mengusap-usap matanya menahan kantuk. Dibacanya sekali lagi ayat itu. &#8220;Hati-hati dosa mengintip,&#8221; dia bergumam. Hari itu adalah hari kedua Timmy memenuhi janjinya kepada Tuhan. Ya, dia<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/dosa-mengintip/" href=" http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/ " target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>DOSA MENGINTIP</b></span></a></h1>
<p>by :<a title="/dosa-mengintip/" href="http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;"> Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>&#8220;Ugh&#8230; apa sih artinya ini?&#8221; ujar Timmy sambil mengusap-usap matanya menahan kantuk. Dibacanya sekali lagi ayat itu. &#8220;Hati-hati dosa mengintip,&#8221; dia bergumam.</p>
<p>Hari itu adalah hari kedua Timmy memenuhi janjinya kepada Tuhan. Ya, dia berjanji akan membaca seluruh Alkitab sebelum lulus SD. Bahan bacaan hari itu adalah dari Kejadian pasal 3-4. Rasanya banyak sekali yang harus dibacanya.</p>
<p>&#8220;Aneh sekali, memangnya dosa itu seperti manusia yang bisa mengintip?&#8221;</p>
<p>Timmy membayangkan bentuk dosa sebagai manusia. Mungkin matanya melotot, rambutnya berantakan, dan badannya kurus kering. Timmy tersenyum geli membayangkan hal itu.</p>
<p>Timmy menutup Alkitabnya. Pasal 4 sudah selesai dibacanya dan sudah waktunya tidur. Kata-kata dosa mengintip tetap melekat di pikirannya, namun akhirnya dia terlelap juga.</p>
<p>KRIIING&#8230; KRIIING&#8230; KRIIING&#8230;! Timmy membuka matanya, melirik ke arah jam weker berbentuk bola miliknya, jam5.30. Dengan sedikit malas Timmy bangun. Ia mematikan wekernya dan masuk ke kamar mandi.</p>
<p>Lima belas menit kemudian dia sudah duduk di meja makan. Di hadapannya tersedia nasi goreng telur andalan Mama. Papa menyusul duduk di meja makan tidak lama kemudian. Ia sudah berpakaian rapi, siap menuju kantor.</p>
<p>Timmy selalu membonceng papanya ke sekolah karena sekolahnya berada di jalan yang sama dengan kantor papa. Ini sangat menguntungkan Timmy. Dia tidak perlu naik kendaraan umum seperti kebanyakan teman-temannya.</p>
<p>Waktu menunjukkan pukul 06.15 ketika Timmy tiba di sekolah. Suasana masih agak sepi, dan biasanya akan mendadak ramai jika waktu masuk sekolah tinggal 15 menit lagi.</p>
<p>Letak kelas Timmy persis berseberangan dengan pintu gerbang sekolah.Dia harus melintasi halaman sekolah untuk sampai di kelasnya. Sambil berjalan dengan iseng Timmy menendang-nendang batu kecil yang ditemukannya. Dia membayangkan batu itu adalah bola sepak.</p>
<p>&#8220;Kapan ya aku bisa membeli bola sepak&#8230;.?&#8221; gumam Timmy.</p>
<p>Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu berwarna merah di tanah. Timmy membungkuk. Dia terkejut ketika menyadari kalau itu adalah uang kertas Rp. 100.000.</p>
<p>Ide yang muncul pertama kali dalam pikirannya membuatnya sangat senang. &#8220;Asyiiik&#8230; akhirnya aku  bisa membeli bola sepak.&#8221;</p>
<p>Timmy membayangkan bola bundar hitam putih itu sudah menjadi miliknya. Bahkan dia sudah membayangkan siapa saja yang akan menjadi tim sepak bolanya, warna kaos yang akan mereka pakai kalau sedang bermain, dan siapa saja yang akan dia ajak untuk menjadi tim lawan main mereka. Wuiiihhh, harapannya sudah selangit.</p>
<p>Ketika dia hendak mengambil uang itu, terdengar suara temannya, Robin, memanggilnya dengan keras. &#8220;Timmy&#8230;! Tunggu aku&#8230;!&#8221;</p>
<p>Takut ketahuan dan terlihat oleh Robin, Timmy cepat-cepat menginjak uang itu dan berdiri tegak. Robin datang terengah-engah, &#8220;Ah&#8230; akhirnya. Yuk, Tim, kita ke kelas.&#8221;</p>
<p>Timmy diam saja, berdiri mematung, tidak tahu harus menjawab apa.</p>
<p>&#8220;Loh? Ayo, tinggal 10 menit lagi bel berbunyi, loh&#8230;&#8221; Robin menarik tangan Timmy.</p>
<p>Tergagap-gagap Timmy menjawab, &#8220;Eh&#8230;. sebentar, kakiku kesemutan. Kamu duluan tidak apa-apa, Robim.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh&#8230; kesemutan? Biasanya tidak lama sembuh. Aku tunggu saja ya supaya kita bisa sama-sama ke kelas.&#8221;</p>
<p>Aduh, celaka! pikir Timmy. Bagaimana caranya supaya Robin pergi? Robin harus pergi terlebih dulu sehingga dia bisa mengantongi uang itu.</p>
<p>&#8220;Jangan, Robin! Kasihan kamu, nanti terlambat. Kamu duluan saja, nanti aku menyusul, ya&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, tidak apa kok, Tim.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu tidak ada tugas piket?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak, tugas piketku besok. Kita satu grup, kan?&#8221;</p>
<p>Waduuuhhh&#8230;. Robin tetap berkeras. Timmy semakin kebingungan dan mulai jengkel. Akhirnya dia berkata ketus, &#8220;Robin, kamu pergi duluan bisa tidak, sih! Jangan menyebalkan seperti itu!&#8221;</p>
<p>Robin terkejut. Kenapa Timmy tiba-tiba marah? Tanpa bicara lagi, dia berlari meninggalkan Timmy.</p>
<p>Timmy bernapas lega dan bergumam, &#8220;Akhirnya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Timmy mengambil uang itu. Saat itu dia teringat telah menbentak Robin. Rasa bersalah menyelinap di hatinya.</p>
<p>&#8220;Ah, tidak apa. Nanti juga dia akan tetap bermain bersamaku.&#8221;</p>
<p>Tetapi, Timmy merasakan ada hal lain yang tidak beres. Sementara kakinya melangkah perlahan, jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya, secepat mobil balap mungkin.</p>
<p>Timmy tidak dapat membohongi dirinya sendiri. Dia tahu apa sebenarnya yang salah. Dia telah mengambil uang yang bukan miliknya! Itu salah. Tetapi, dia berusaha menghibur diri dengan berkata di dalam hatinya, kalau uang itu toh tidak ada pemiliknya.</p>
<p>Bel berbunyi, Timmy tiba tepat di depan kelas, menyusul teman-temannya yang sudah berbaris rapi. Dia berdiri di barisan paling belakang. Setelah barisan rapi, Bu Anita mempersilahkan murid-muridnya masuk ke dalam kelas satu per satu. Terjadi pertentangan di hati Timmy antara mengambil atau melaporkan uang yang ditemukannya itu kepada Bu Anita.</p>
<p>Barisan terus berjalan masuk. Pertentangan di hati Timmy semakin hebat. Akhirnya Timmy tepat berhadapan dengan Ibu Anita yang berdiri dengan sikap anggun dan berwibawa. Timmy pun menyodorkan uang kertas Rp 100.000 itu dan berkata, &#8220;Bu Anita, tadi saya menemukan uang ini di halaman sekolah.&#8221;</p>
<p>Setela itu  pertentangan di hati Timmy reda. &#8220;Tadi itukah yang disebut &#8216;dosa mengintip&#8217;?&#8221; pikir Timmy. &#8220;Tuhan, ampuni aku,&#8221; doanya dalam hati. &#8220;Terima kasih, Tuhan sudah mencegahku berbuat dosa.&#8221;</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ezra Meneliti Firman Allah</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/ezra-meneliti-firman-allah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/ezra-meneliti-firman-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2013 09:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab untuk anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Ezra 7:1-10 Kepulangan pertama bangsa Israel ke Tanah Perjanjian dipimpin oleh Yesua dan Zerubabel. Dan mereka telah selesai mengerjakan pembangunan Bait Allah dengan pertolongan Tuhan. Setelah itu menyusul rombongan kedua pulang ke Tanah Perjanjian. Di antara mereka<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/ezra-meneliti-firman-allah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By<a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank"> Sekolah Minggu</a></p>
<p>Ezra 7:1-10</p>
<p>Kepulangan pertama bangsa Israel ke Tanah Perjanjian dipimpin oleh Yesua dan Zerubabel. Dan mereka telah selesai mengerjakan pembangunan Bait Allah dengan pertolongan Tuhan. Setelah itu menyusul rombongan kedua pulang ke Tanah Perjanjian. Di antara mereka ada seorang ahli kitab yang bernama Ezra.</p>
<p>Ezra adalah orang yang mahir (sangat pandai) dalam hal menyelidiki kitab Taurat Musa. Allah mengirimkan Ezra, hamba-Nya, untuk mengajarkan dengan teliti setiap firman Tuhan kepada umat-Nya. Bangsa Israel sudah lama hidup dalam pembuangan sehingga mereka harus diajarkan kembali dengan teliti segala firman Allah.</p>
<p>Marilah kita baca ayat 10. Apa yang hendak Ezra lakukan? Apa yang menjadi tekadnya? Ezra bertekad untuk dengan teliti menyelidiki dan mempelajari firman TUhan. Ia juga akan melakukan firman Tuhan itu dan kemudian mengajarkannya kepada bangsa Israel.</p>
<p>Tiga hal yang dilakukan Ezra itu harus senantiasa kita lakukan juga. Pertama, mempelajari firman Tuhan dengan teliti. Tidak cukup hanya dipelajari saja, firman Tuhan itu harus kita lakukan. Setelah itu, kita membagikannya kepada orang lain. Dengan demikian hidup kita akan menyenangkan hati Tuhan. Maukah engkau berbuat begitu?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Coba sebutkan lagi ketiga hal yang dilakukan Ezra? (ay.10)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, saya mau dari kecil belajar firman Tuhan dengan teliti, melakukannya, dan membagikannya juga kepada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Maukah engkau dengan teliti mempelajari firman Tuhan? Jangan pernah lupa membaca firman Tuhan setiap hari, ya&#8230;.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Doa Ezra</b></li>
<li><strong>Doa Nehemia</strong></li>
<li><b>Nehemia Ke Yerusalem</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/ezra-meneliti-firman-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hieronimus Menyelesaikan Vulgata</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/hieronimus-menyelesaikan-vulgata/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/hieronimus-menyelesaikan-vulgata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2013 05:31:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab untuk anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kreatifitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu ceria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Hieronimus Menyelesaikan Vulgata By  Sekolah Minggu Sejak awal, Gereja telah menyetujui pentingnya penerjemahan Alkitab. Meskipun Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang umum telah dimengerti secara luas di Kekaisaran Roma, tidak setiap orang mengetahui bahasa tersebut. Gereja juga mempunyai tujuan agar<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/hieronimus-menyelesaikan-vulgata/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff6600;"><b>Hieronimus Menyelesaikan Vulgata</b></span></h1>
<p>By  <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Hieronimus.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-105" alt="Hieronimus" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Hieronimus-193x300.jpg" width="193" height="300" /></a>Sejak awal, Gereja telah menyetujui pentingnya penerjemahan Alkitab. Meskipun Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang umum telah dimengerti secara luas di Kekaisaran Roma, tidak setiap orang mengetahui bahasa tersebut. Gereja juga mempunyai tujuan agar setiap insan dapat dijangkau Injil.</p>
<p>Penerjemahan awal telah muncul dalam berbagai bahasa, terutama bahasa Latin (yang lambat-laun menjadi bahasa kekaisaran), Siria dan Koptik. Kita dapat mengagumi semangat para penerjemah terdahulu, meskipun sayang, mereka tidak selalu fasih dalam bahasa Yunani.</p>
<p>Dari tahun 366 sampai dengan 385, Damasus menjadi uskup Roma. Meskipun keuskupan Roma sangat dihormati, keuskupan itu tidak pernah meraih kekuasaan melampaui keuskupan-keuskupan lain, dan Damasus senang kekuasaan. Ia ingin membebaskan kekristenan Barat dari dominasi Timur. Sejak lama bahasa Yunani telah menjadi bahasa yang telah diterima di gereja, tetapi Damasus ingin bahasa Latin yang menjadi bahasa gereja Barat. Satu-satunya jalan untuk mencapai hal ini ialah menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Latin.</p>
<p>Nama sekretaris Damasus ialah Eusebius Hieronimus Sophronius (di gereja yang berbahasa Inggris ia lebih dikenal dengan nama Jerome). Ia terdidik dalam kesusasteraan Latin dan Yunani klasik, dan Hieronimus marah pada dirinya sendiri karena kegemarannya terhadap penulis-penulis sekular. Untuk menghukum dirinya ia menjalani kehidupan yang menolak hal-hal duniawi dan menyendiri ke Siria untuk mempelajari bahasa Ibrani. Ketika ia menjadi sekretaris Damasus, Hieronimus telah menjadi salah seorang terpelajar yang terhebat.</p>
<p>Maka Damasus pun menyarankan agar sekretarisnya mempersiapkan terjemahan Alkitab dalam bahasa Latin untuk menggantikan ketidaktepatan terjemahan-terjemahan lama. Damasus menginginkan keseragaman. Sama seperti kebaktian di gereja-gereja yang dibakukan di bawah kekuasaannya, ia menginginkan kumplan baku Kitab Suci.</p>
<p>Hieronimus mengawali karyanya pada tahun 382. Ketika Damasus meninggal pada tahun 384, Hieronimus agaknya memupuk keinginan untuk menjadi uskup di Roma. Karena ia kecewa tidak dipilih menjadi uskup Roma, dan karena ia sendiri ingin menjauhkan diri dari gangguan masalah ini, maka ia pindah dari Roma ke Tanah Suci, dan berdiam di Betlehem. Pada tahun 405 ia menyelesaikan terjemahan ini. Namun, bukan itu saja tugasnya. Selama dua puluh tiga tahun itu, ia juga membuat berbagai ulasan dan tulisan lainnya serta bertindak sebagai penasihat spiritual bagi para janda kaya dan sangat saleh. Ia terlibat dalam setiap pertikaian teologi pada zamannya, menulis surat-surat dengan bahasa indah -  dan acap kali pedas -  yang hingga saat ini merupakan bacaan yang mengesankan.</p>
<p>Hieronimus memulai penerjemahannya dari Septuaginta, versi Perjanjian Lama Yunani. Namun, ia segera menjadi teladan bagi semua para  penerjemah Perjanjian Lama yang baik: menerjemahkannya dari bahasa Ibrani asli. Untuk ketepatan terjemahan, ia berkonsultasi dengan banyak rabi Yahudi.</p>
<p>Hieronimus sungguh terperanjat dengan fakta bahwa Kitab Suci bahasa Ibrani tidak mencakup kitab-kitab apa yang kita sebut Apokrif. Karena kitab-kitab tersebut telah disertakan dalam Septuaginta, Hieronimus terpaksa menyertakannya dalam terjemahannya. Namun, ia memperjelas maksudnya: Ini adalah <i>liber</i> <i>ecclesiastici </i>(&#8220;kitab-kitab Gereja&#8221;), bukan <i>liber canonici </i>(&#8220;kitab-kitab kanon&#8221;); meskipun kitab-kitab Apokrif dapat dipakai untuk pembinaan, namun tidak dapat mengukuhkan doktrin. Ratusan tahun kemudian, para pemimpin reformasi bertindak selangkah lebih maju dengan tidak menyertakannya sama sekali dalam Alkitab Protestan.</p>
<p>Perpustakaan ilahi, begitulah Hieronimus menjuluki Alkitab, akhirnya tampil dengan penulisan yang baik, versi yang akurat dan dalam bahasa yang umumnya dipakai di gereja-gereja Barat. Kitab tersebut dikenal dengan nama <i>Vulgata</i> (dari istilah Latin <i>vulgus, </i>&#8220;umum&#8221;). Pengaruh Hieronimus yang sangat besar itu membuat para ahli Abad Pertengahan menyanjung tinggi terjemahannya. Martin Luther, yang tahu bahasa Ibrani dan Yunani, mengutip dari Vulgata sepanjang hidupnya.</p>
<p>Karena karya Hieronimus mempunyai meterai tanda sah dari Gereja, para penerjemah lainnya tidak berpeluang mengikuti jejaknya. Sampai pada Reformasi, hanya beberapa terjemahan saja yang terdapat dalam bahasa-bahasa Eropa pada umumnya. Bahkan kemudian, para penerjemah berpaling pada Vulgata daripada menggunakan Perjanjian Baru yang ada dalam bahasa Yunani.</p>
<p>Ironisnya, terjemahan Alkitab dalam bahasa yang dapat digunakan di setiap gereja Barat inilah yang mungkin menyebabkan baik kebaktian maupun Alkitab itu sendiri tidak dapat dimengerti orang awam. Terjemahan Hieronimus telah memberi bahasa Latin dorongan yang diinginkan Damasus, tetapi Vulgata dikeramatkan sedemikian rupa sehingga penerjemahan Alkitab dalam bahasa-bahasa umum dilarang.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/hieronimus-menyelesaikan-vulgata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebesaran Kerajaan Salomo</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/kebesaran-kerajaan-salomo/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/kebesaran-kerajaan-salomo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Mar 2013 09:25:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab untuk anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[puisi natal anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu 1 Raja-raja 4: 21-34 Allah menepati janji-Nya. Allah membuat Salomo menjadi raja yang besar, namanya termasyhur ke mana-mana. Hikmat yang diberikan Allah kepada Salomo jauh melebihi kepandaian orang-orang bijaksana yang hidup pada zaman itu. Selain itu, Salomo<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/kebesaran-kerajaan-salomo/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>1 Raja-raja 4: 21-34</p>
<p>Allah menepati janji-Nya. Allah membuat Salomo menjadi raja yang besar, namanya termasyhur ke mana-mana. Hikmat yang diberikan Allah kepada Salomo jauh melebihi kepandaian orang-orang bijaksana yang hidup pada zaman itu. Selain itu, Salomo juga diberikan hikmat untuk mengatur kerajaannya dengan baik. Persediaan makanan selalu lebih dari cukup, baik untuk raja dan seluruh istananya juga untuk semua rakyatnya. Pada zaman Salomo orang mengatakan, &#8220;&#8230; masing-masing di bawah pohon anggur dan pohon aranya&#8230;.&#8221; Perkataan itu merupakan ungkapan tentang suatu kehidupan yang sangat berlimpah.</p>
<p>Karena hikmat dari Allah, Salomo menjadi kesaksian hidup yang membawa berkat bagi banyak bangsa. Hal itu membuat banyak bangsa datang untuk mendengarkannya. Itulah hal yang terpenting.</p>
<p>Bagaimanakah dengan hidup kita sebagai orang Kristen? Bagaimana tutur kata kita sebagai orang Kristen? Sudahkah tutur kata kita membawa berkat bagi banyak orang? Sudahkah kita membuat banyak orang datang kepada Tuhan Yesus?</p>
<p><b>Di Renungkan                                                                                                                                                        </b>Hikmat yang diberikan Allah kepada Salomo melampaui kehebatan bangsa mana saja? (ay.29-31)</p>
<p><b>Doa                                                                                                                                                                                               </b>Bapa di surga, pimpinlah semua pikiran, perkataan, dan perbuatan saya. Saya ingin menjadi berkat bagi banyak orang dan membawa  mereka datang kepada Tuhan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan                                                                                                                                                                                  </b>Ingatlah bahwa setiap sikap dan tingkah laku kita akan menjadi kesaksian yang dilihat banyak orang.</p>
<ul>
<li><b>Mendirikan Bait Suci</b></li>
<li><b>Doa Salomo</b></li>
<li><b>Allah Menampakkan Diri Pada Salomo</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/kebesaran-kerajaan-salomo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mama Tak Sayang Aku Lagi?</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/mama-tak-sayang-aku-lagi/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/mama-tak-sayang-aku-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 15:40:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab untuk anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita natal sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1089</guid>
		<description><![CDATA[Mama Tak Sayang Aku Lagi? by : Sekolah Minggu Dengan muka cemberut yang tidak enak dilihat, Deka menggosok dinding kamar mandi. Srek,srek, srek&#8230; Byur&#8230; byur&#8230; Srek,srek, srek&#8230; Byur&#8230; byur&#8230; Setiap kali selesai menggosok di satu tempat, Deka menyiramnya dengan air<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/mama-tak-sayang-aku-lagi/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="mama-tak-sayang-aku-lagi/" href=" http://sekolahminggu.com/mama-tak-sayang-aku-lagi/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b><em>Mama Tak Sayang Aku Lagi?</em> </b></span></a></h1>
<p><b>by : <a title="/mama-tak-sayang-aku-lagi/" href="http://sekolahminggu.com/mama-tak-sayang-aku-lagi/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></b></p>
<p>Dengan muka cemberut yang tidak enak dilihat, Deka menggosok dinding kamar mandi. Srek,srek, srek&#8230; Byur&#8230; byur&#8230; Srek,srek, srek&#8230; Byur&#8230; byur&#8230;</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2012/05/img050_2.jpg"><img class="size-medium wp-image-1093 alignleft" alt="img050_2" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2012/05/img050_2-218x300.jpg" width="218" height="300" /></a></p>
<p>Setiap kali selesai menggosok di satu tempat, Deka menyiramnya dengan air supaya kotoran tidak lengket kembali. Selama seminggu, inilah yang akan menjadi tugas Deka di sore hari.</p>
<p>Di halaman, kedua adik perempuannya asyik bermain air di kolam plastik. Suara mereka menjerit-jerit kesenangan, membuat Deka semakin kesal. Dengan penuh kejengkelan, dia berpindah menggosok lantai kamar mandi.</p>
<p>Tiba-tiba terdengar suara Mama dari belakang, &#8220;Jangan lupa klosetnya, ya, Deka.&#8221;</p>
<p>Mendengar suara mamanya Deka bertambah jengkel. Sengaja dia tidak menjawab, ingin menunjukkan bahwa dirinya sedang jengkel dan sebal.</p>
<p>Deka membanting sikat yang sedang dipegangnya, kemudian mengambil sikat dengan gagang panjang dipojok kamar mandi untuk menggosok toilet.</p>
<p>Diam-diam Mama memperhatikan semua itu. Mama tahu sekali Deka sedang marah besar. Tapi ia diam saja.</p>
<p>Lama kelamaan Deka menangis. &#8220;Mama tidak sayang aku lagi,&#8221; pikirnya sambil menahan isak tangis. Matanya mulai kabur tertutup air mata, sementara tangannya terus bergerak menggosok kloset.</p>
<p>&#8220;Padahal aku kan cuma main-main, tidak serius. dan aku juga tidak sengaja, kok&#8230; Mama tidak sayang aku lagi,&#8221; isaknya.</p>
<p>Beberapa jam sebelumnya&#8230;.</p>
<p>Deka pulang sekolah dengan hati gembira. Nilai ulangan matematikanya 9. Siapa tidak gembira dengan nilai yang tinggi seperti itu, bukan? Hatinya begitu berbunga-bunga. Dia yakin sekali Mama dan Papa akan memujinya.</p>
<p>Sampai di halaman rumahnya, dia melihat Mama sedang berjinjit di atas bangku kecil memasang lampu teras rumah. Tiba-tiba muncul sifat isengnya.</p>
<p>&#8220;Aku akan kagetin Mama,&#8221; pikirnya sambil tersenyum senyum geli sendirian.</p>
<p>Dengan pelan-pelan, Deka mendekati mamanya dari belakang. Lalu&#8230; DHUAAARRR!!&#8221; jeritnya sambil mendorong tubuh mamanya.</p>
<p>Kintan Mama terkejut, berteriak, dan berusaha menahan keseimbangan tetapi tidak bisa.</p>
<p>Gubraaak!!! Akhirnya ia terjatuh dari kursi. Dahi Mama membentur dinding, dan kakinya terpelecok.</p>
<p>Deka terkejut, tapi terlambat. Semua sudah terjadi. Buyar sudah harapannya untuk dipuji karena nilai ulangannya.</p>
<p>Mama berdiri denga meringis menahan sakit. Terpincang-pincang ia berjalan masuk ke rumah, mengambil obat gosok untuk menggosok kakinya yang terpelecok. Deka mengikuti dari belakang.</p>
<p>&#8220;Ma, sakit, ya? Maaf, ya, Ma&#8230;.&#8221; Mama diam saja.</p>
<p>Deka berdebar-debar melihat mamanya diam saja. Deka tahu sekali, jika Mama diam berarti ia marah besar.</p>
<p>&#8220;Ma&#8230;.,&#8221; panggilnya. &#8220;Maaf, ya, Ma&#8230; Deka tidak sengaja. Maksudnya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Mama mengangkat tangan, menyuruh Deka diam. Mama berhenti menggosok kakinya, memandang Deka dengan lembut tetapi berbicara dengan suara yang tegas.</p>
<p>&#8220;Deka, kamu sudah melakukan hal yang sangat berbahaya. Mama hukum kamu 1 minggu menggosok kamar mandi, mulai hari ini.&#8221;</p>
<p>Itulah yang menyebabkan Deka sekarang berada di kamar mandi, terisak-isak sambil menggosok toilet kamar mandi.</p>
<p>Selesai mandi, Deka masuk ke kamarnya dan tidur tertelungkup di kasurnya. Hatinya sangat sedih. Tiba-tiba dia mendengar suara pintu dibuka.</p>
<p>&#8220;Deka&#8230;,&#8221; suara Mama memanggilnya. &#8220;Ayo makan! Mama masak sup dan tempe goreng kesukaanmu.&#8221; Deka diam saja, dia pura-pura tidur. Hatinya masih kesal.</p>
<p>Mama tidak menyerah, tahu kalau Deka hanya berpura-pura. Mama mengguncang-guncang tubuh Deka. &#8220;Ayo bangun, sayang.&#8221;</p>
<p>Deka mencoba bertahan, berpura-pura tidur, tetapi Mama tetap tidak mau menyerah. Ia tetap mengguncang-guncang tubuh Deka. Akhirnya Deka membuka matanya.</p>
<p>Dia melihat wajah Mama yang tersenyum. &#8220;Ayo, makan! Tempenya masih hangat, loh&#8230;.&#8221;</p>
<p>Biasanya Deka akan meloncat dan berteriak, &#8220;Asiiikkkk&#8230; tempe goreng&#8230;.&#8221;</p>
<p>Tapi kali ini inilah yang keluar dari mulutnya, &#8220;Tapi Mama kan tidak sayang aku lagi.&#8221;</p>
<p>Mama tersenyum. &#8220;Siapa bilang?&#8221; Dia tahu Deka akan mencurahkan isi hatinya.</p>
<p>&#8220;Tadi Mama kasih hukuman, padahal Deka kan hanya main-main, tidak sengaja!&#8221;</p>
<p>Mama bertanya dengan lembut, &#8220;Sengaja atau tidak, apa yang kamu lakukan tadi salah atau benar?&#8221; Deka diam sejenak, dia tahu itu hal yang salah, karena membahayakan.</p>
<p>Mama menunggu jawaban Deka.</p>
<p>&#8220;Salah, Ma&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya&#8230;., itu adalah perbuatan yang salah. Mama sayang kamu, tetapi perbuatan yang salah harus tetap dihukum, barulah Mama bisa disebut mama yang adil.&#8221;</p>
<p>Mama tersenyum kemudian mengedipkan matanya dan berkata, &#8220;Hal yang baik dan benar harus dipuji. Tetapi sebaliknya hal yang salah dan tidak benar juga harus mendapatkan ganjaranya. Dan itu tidak berarti Mama tidak sayang lagi.&#8221;</p>
<p>Deka terdiam. Di dalam hati ia masih merasa tidak enak karena mendapat hukuman. Tetapi, dia belajar satu hal hari ini: perbuatan yang salah bukan untuk permainan.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/mama-tak-sayang-aku-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
