<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; Cerita Sekolah Minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/cerita-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Gerakan Anabaptis Dimulai</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/gerakan-anabaptis-dimulai/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/gerakan-anabaptis-dimulai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Mar 2013 05:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1525 Gerakan Anabaptis Dimulai By Sekolah Minggu Gerakan Reformasi Lutheran dan Swiss pada awalnya memiliki hubungan dengan sistem politik. Dalam kasus Luther, Elector Fredrick si Bijak melindunginya dan juga para pangeran Jerman yang mencari kebebasan politik mulai mendukung perjuangannya.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/gerakan-anabaptis-dimulai/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1525 Gerakan Anabaptis Dimulai</b></span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Gerakan-Anabaptis-Dimulai.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-211" alt="Gerakan Anabaptis Dimulai" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Gerakan-Anabaptis-Dimulai.jpg" width="250" height="252" /></a>Gerakan Reformasi Lutheran dan Swiss pada awalnya memiliki hubungan dengan sistem politik. Dalam kasus Luther, Elector Fredrick si Bijak melindunginya dan juga para pangeran Jerman yang mencari kebebasan politik mulai mendukung perjuangannya. Zurich berpihak pada Zwingli dalam melawan perlawanan pihak Katolik.</p>
<p>Bagi sekelompok orang Kristen di bawah Zwingli, untuk menggantikan Roma dengan Zurich bukanlah hal yang dapat diterima begitu saja. Mereka menginginkan Gereja segera melanjutkan reformasi, yang akan mengembalikan idealisme abad pertama. Dengan tidak berfokus pada hierarki gereja atau sistem politik, kelompok radikal ini menginginkan gereja swadaya, yang diperintah oleh Roh Kudus.</p>
<p>Isu yang memicu konflik ialah baptisan anak. Kelompok yang menentang ini mengemukakan bahwa Alkitab menunjukkan baptis dewasa dan ingin berpegang pada itu. Pada tanggal 21 Januari 1525, pertemuan Zurich memerintahkan para pemimpin berhenti berdebat. Tetapi kelompok radikal melihat hal itu sebagai tindakan kekuasaan politik lain yang hendak berkuasa atas kehidupan spiritual mereka. Pada malam bersalju itu, di sebuah desa terdekat, mereka bertemu dan membaptis satu sama lain &#8211; di kemudian hari mereka dijuluki <i>Anabaptis</i>, &#8220;pembaptis ulang&#8221;, oleh orang-orang yang tidak senang kepada mereka.</p>
<p>Para Anabaptis ingin berbuat lebih banyak daripada hanya mereformasi Gereja &#8211; mereka ingin kembali pada keadaan yang digambarkan di dalam Alkitab. Bukannya suatu lembaga yang berkuasa, mereka menginginkan persekutuan, sebuah keluarga beriman, yang diciptakan Allah, yang bekerja dalam hati manusia.</p>
<p>Para Anabaptis menyarankan perpisahan Gereja dan negara, karena mereka melihat Gereja sebagai sesuatu yang berbeda dari masyarakat &#8220;Kristen&#8221;. Mereka tidak ingin kekuasaan politik memaksa nurani orang percaya.</p>
<p>Mereka juga tidak senang dengan birokrasi gereja. Sebagai orang-orang yang pertama mempraktikkan demokrasi dalam gereja, mereka percaya bahwa Allah berbicara bukan saja melalui para uskup dan konsili-konsili, tetapi melalui jemaat-jemaat juga.</p>
<p>Ketika orang-orang Turki Muslim berada di ambang pintu Eropa, para Anabaptis mengkhotbahkan doktrin damai <i>(pacifism</i>) yang tidak populer itu. Janggalnya, petunjuk ini tidak dihiraukan oleh banyak pengikutnya. Nama Anabaptis menjadi sinonim dari &#8220;perpecahan&#8221;. Para pengkhotbah Protestan yang masih baru sering diganggu orang-orang Anabaptis ketika mereka berkhotbah, dan beberapa yang radikal memicu kerusuhan. Selain itu, peristiwa-peristiwa praktik poligami dan pengakuan bahwa mereka menerima wahyu dari Allah, membuat baik orang-orang Katolik maupun Protestan percaya bahwa mereka harus membersihkan dunia dari kelompok-kelompok kurang waras ini. Maka penganiayaan pun timbul, dan banyak pengikut Anabaptis dibunuh dengan cara dibakar atau ditenggelamkan.</p>
<p>Namun, gereakn tersebut masih meluas, terutama di kalangan bawah. Penginjilan memenangkan orang-orang percaya baru dan ada orang-orang Protestan yang tertarik pada penekanan kaum Anabaptis pada kesucian dan ajaran alkitabiah.</p>
<p>Tidak ada orang yang mengikat gereja-gereja yang berbeda ini menjadi satu; namun, orang yang terkenal di antara parapemimpin Anabaptis ini ialah Menno Simons (1496-1559), yang namanya pada kelompok Mennonite.</p>
<p>Sumbangsih Anabaptis bagi dunia ialah ide bahwa gereja harus terpisah dari negara. Bagi para penerusnya, termasuk gereja-gereja Mennonite dan Brethren, <i>pacifism</i> (paham cinta damai) masih merupakan doktrin penting.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/gerakan-anabaptis-dimulai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Kami</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/tentang-kami/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/tentang-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2013 02:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[by Sekolah Minggu Salam sejahterah dalam Kasih Kristus, SekolahMinggu.com mempunyai beban dan pelayanan dibidang sekolah minggu. Sekolah Minggu.com ini didesign untuk menjadi saluran berkat bagi pelayanan sekolah minggu secara online yang menyediakan berbagai artikel, aktivitas, creativitas dan bahan renungan bagi<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/tentang-kami/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>by <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Salam sejahterah dalam Kasih Kristus,</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/Logo-SM4-with-cross-1500xs.jpg"><img class="alignright  wp-image-65" alt="Logo SM4 with cross 1500xs" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/Logo-SM4-with-cross-1500xs.jpg" width="334" height="173" /></a>SekolahMinggu.com mempunyai beban dan pelayanan dibidang sekolah minggu. <strong>Sekolah Minggu.com</strong> ini didesign untuk menjadi saluran berkat bagi pelayanan sekolah minggu secara online yang menyediakan berbagai artikel, aktivitas, creativitas dan bahan renungan bagi siapa saja yang punya beban pelayanan sekolah minggu.</p>
<p>Dengan adanya <em><strong>SekolahMinggu.com</strong></em> ini semoga menjadi pelengkap Anda untuk membekali diri Anda dalam pelayanan <em>Sekolah Minggu</em>. Bagi Guru Sekolah Minggu dan Orang Tua, Firman Tuhan merupakan Bekal Utama dan dasar Pengajaran anak kepada Pengenalan Akan Kristus. Website kami menyajikan beberapa informasi hasil resume dari Berbagai bahan baik artikel maupun gambar dan sumber di internet Mengenai Pengajaran Sekolah minggu. Kami Hanya mengedit, sortir, meng-kategori ulang. Bahan Tulisan ini Dikutip dari Berbagai majalah, buku-buku, ebook yang kami nilai berguna dan dapat menjadi berkat untuk pelayanan sekolah minggu. Setiap artikel dan bahan yang kami ambil dan kami tayangkan pada website ini akan kami ikut sertakan referensinya.</p>
<p>Bagi Anda yang punya beban dalam pelayanan <span style="text-decoration: underline;"><em>sekolah minggu</em></span> dapat mendukung pengembangan pelayanan anak yang Kami lakukan melalui situs <span style="text-decoration: underline;">SekolahMinggu.com</span> dengan memberikan komentar, kereksi dan kritikan terhadap setiap artikel, mengaplisikan bahan-bahan yang ada pada pelayanan Anda, mengirimkan kesaksian seputar pelayanan anak, memosting artikel, memberitahukan kepada rekan-rekan Anda mengenai situs Kami, serta menjadi pendoa bagi pelayanan kami.</p>
<p>Selamat belajar &amp; Melayani! Tuhan Yesus memberikan Anugrah-Nya kepada Anaknya masing-masing.</p>
<p>Anda dapat menghubungi admin situs <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank"><span style="text-decoration: underline;"><em>SekolahMinggu.com</em></span></a> di: info(at)sekolahminggu.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/tentang-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SERAKAH SIH!</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/serakah-sih/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/serakah-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2013 11:19:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[SERAKAH SIH! &#8220;Buanglah dari hatimu segala keserakahan!&#8221; (Kolose 3:5) Serakah artinya ingin mendapat lebih banyak dari apa yang sudah dimiliki. Kalau serakah, kita bukan cuma tidak mendapat lebih banyak, tapi bisa jadi yang sudah dimiliki hilang. Alkisah, ada seekor anjing<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/serakah-sih/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff9900;"><b>SERAKAH SIH!</b></span></h1>
<p><b><i>&#8220;Buanglah dari hatimu segala keserakahan!&#8221; (Kolose 3:5)</i></b></p>
<p>Serakah artinya ingin mendapat lebih banyak dari apa yang sudah dimiliki. Kalau serakah, kita bukan cuma tidak mendapat lebih banyak, tapi bisa jadi yang sudah dimiliki hilang.</p>
<p>Alkisah, ada seekor anjing sedang berjalan keluyuran ke sana-kemari tidak ada tujuan. Dia masuk ke dalam pasar sambil melihat-lihat kesibukan orang berbelanja. Kemudian sang anjing melintas melewati toko daging. Sebenarnya dia tidak mempunyai rencana untuk mencuri daging. Tapi ketika ia melihat betapa sibuknya pemilik toko melayani pembeli, hatinya tergoda. &#8220;Ah, kesempatan besar nih. Si tukang daging yang galak dan pelit itu sedang repot dengan ibu-ibu yang rewel dan cerewet. Hmmm&#8230;hm&#8230; lihat saja, topinya sampai kocar-kacir, rambutnya awut-awutan; celemeknya sudah kotor dan basah oleh keringat. Ho..ho..ho.. kalau aku tidak segera mengambil kesempatan ini&#8230; wuih, tidak tentu sepotong tulangpun kuperoleh.&#8221;</p>
<p>Maka mulailah sang anjing mengendap-endap menunggu kesempatan. Begitu tukang daging lengah, segera disambarnya sepotong tulang yang amat besar dari atas meja. Wah, semua orang yang ada di toko itu terkejut. Tukang daging pun marah sekali. Hiii&#8230; pisau jagalnya yang besar diacung-acungkan sambil mengomel, &#8220;Hei pencuri kau! Anjing nakal, anjing jahat, anjing sontoloyo! Lain kali kupotong moncongmu biar tidak bisa menggondol tulang lagi!!!&#8221;</p>
<p>Anjing nakal itu lari tunggang langgang sambil menggondol tulang curiannya. Uh, nafasnya terengah-engah. Tapi dia tidak peduli. Pikirnya, &#8220;Yang penting tulang sudah di tangan, eh&#8230; sudah di moncong. Perkara pisau jagal, dipikirkan nanti saja.&#8221; Dasar nakal ya.</p>
<p>Setelah berada cukup jauh, sang anjing mulai memperlambat larinya. Tulang besar yang dia curi masih digigitnya erat-erat. Tidak sekejap pun akan dilepaskannya tulang yang amat berharga itu. &#8216;Bayangkan, uahh&#8230; sedapnya makan tulang curian. Tulang sebesar ini pasti tidak habis sampai seminggu. Sedikit demi sedikit akan dikunyahnya sampai habis. Pertama-tama tentu daging yang masih menempel sedikit itu dulu yang dihabiskan, nyam&#8230;nyam&#8230; Setelah itu lemak-lemaknya yang berkilat dan harum itu giliran kedua.&#8217; Sambil membayangkan nikmatnya tulang yang sedang ada di moncongnya, tak terasa air liur sang anjing bertetesan.</p>
<p>Anjing ini berjalan membawa tulangnya sampai ke sebuah jembatan. Jembatan ini adalah jembatan penyebrangan di atas air sungai yang tenang. Sang anjing berhenti di tengah jembatan itu dan memandang ke sungai di bawah jembatan. Di situ ia memandang bayangannya sendiri yang terpantul di permukaan air. Bodohnya, ia tidak tahu kalau itu adalah bayangannya sendiri. Dikiranya itu adalah anjing lain yang sedang menggondol sepotong tulang. Semakin dipandang, dilihatnya tulang yang digondol anjing di bawah jembatan itu lebih besar dibanding tulang yang sedang digondol di moncongnya.</p>
<p>Dasar anjing serakah, dia tergoda untuk mengambil tulang lebih besar itu. &#8220;Ah, kapan lagi aku bisa mendapatkan tulang yang lebih besar. Tulang yang ada di moncong anjing itu benar-benar hebat. Aku harus segera mendapatkannya. Aku harus merebut tulang itu dari dia!&#8221; Segera dilepaskannya tulang yang ada di moncongnya dan ia melompat ke sungai untuk menyerang anjing di air dan merebut tulangnya. Tetapi betapa kecewanya dia. Ternyata anjing yang dia sangka mempunyai tulang yang lebih besar itu adalah bayangannya dirinya sendiri!</p>
<p>Wah, sekarang sudah terlambat. Segera dia mencari tulang yang tadi telah dilepaskan dari moncongnya. Tulang itu tidak dapat dia temukan. Tulang itu sudah tenggelam di dasar sungai yang amat dalam. Tak ada lagi tulang sedap yang bisa dinikmati, tinggal badan yang basah menggigil karena air sungai yang dingin. Sang anjing berjalan dengan lesu. Tulang bayangan tidak didapat, tulang di moncong malahan hilang.</p>
<p><strong><span style="color: #3366ff;">Sebab itu jangaa&#8230;..annn: serakah, deh! Hati yang serakah artinya ingin mendapat lebih banyak dari apa yang sudah dimiliki. Kalau serakah, kita bukan cuma tidak mendapat lebih banyak, tapi bisa jadi yang sudah dimiliki akan hilang.</span></strong></p>
<p><b><i>Aesop&#8217;s Fabel: The Dog and His Shadow,</i></b></p>
<p><b><i>Diceritakan kembali oleh : Kezia Jonathan</i></b></p>
<p>Sumber dari majalah kita</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/serakah-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atas Bumi Nan Permai</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/atas-bumi-nan-permai/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/atas-bumi-nan-permai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 15:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu bergambar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1085</guid>
		<description><![CDATA[Atas Bumi Nan Permai by : Sekolah Minggu Lirik : Folliot S. Pierpoint (1835-1917)                                                                                                                             Musik : Conrad Kocher (1786-1872) Folliot S. Pierpoint lahir di Inggris pada 1835. Ia adalah lulusan dari Queens College, Cambridge University. Ia beekrja sebagai pengajar<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/atas-bumi-nan-permai/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/atas-bumi-nan-permai/" href="http://sekolahminggu.com/atas-bumi-nan-permai/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Atas Bumi Nan Permai</b></span></a></h1>
<p><b>by : <a title="/atas-bumi-nan-permai/ " href="http://sekolahminggu.com/atas-bumi-nan-permai/ " target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></b></p>
<p>Lirik : Folliot S. Pierpoint (1835-1917)                                                                                                                             Musik : Conrad Kocher (1786-1872)</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/Logo-SM4-with-cross-1500xs.jpg"><img class="size-medium wp-image-65 alignleft" alt="Logo SM4 with cross 1500xs" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/Logo-SM4-with-cross-1500xs-300x154.jpg" width="300" height="154" /></a></p>
<p>Folliot S. Pierpoint lahir di Inggris pada 1835. Ia adalah lulusan dari Queens College, Cambridge University. Ia beekrja sebagai pengajar kemudian juga menjadi penulis. Selama 82 tahun hidupnya, ia menerbitkan 7 volume buku puisi. Kebanyakan dari puisinya berisikan akan kecintaannya pada alam. Salah satu puisinya adalah &#8220;Atas Bumi Nan Permai&#8221;. Pada saat menulis puisi ini, ia berumur 29 tahun. Dalam puisinya ini, ia menggambarkan keindahan alam sekitarnya. Pada 1917, ia meninggal. Puisinya ini menggunakan musik yang ditulis oleh Conrad Kocher. Conrad lahir di Jerman pada 16 Desember 1786. Ia adalah seorang musisi Jerman dan juga pemain organ. Musiknya ditulis pada 1838 dikenal dengan nama &#8220;Dix&#8221;. Sebenarnya musiknya ini seringkali dipakai dalam ibadah gereja Anglican, juga ketika merayakan hari Thanksgiving, dan di sekolah minggu. Conrad sendiri belajar piano dan pembuatan musik di Rusia kemudian ke Roma. Lalu ketika kembali ke Jerman, ia menjadi pemain organ dan pemimpin paduan suara di Stuttgart, Jerman. Ia sangat tertarik dengan musik gereja reformasi. Bahkan ia yang mempelopori pendirian sekolah musik sakral di Stuttgart. Ia mendapat penghargaan Doctor of Philosophy dari Universitas Tubingen pada 1852. Dia juga menulis karya-karya musik kristen seperti misalnya oratorio. Ia meninggal pada 12 Maret 1872 di Stuttgart, Jerman. Lagu ini menceritakan keindahan alam ciptaan Tuhan. Ketika kita melihat alam ciptaan ini, kita kembali memanjatkan syukur kepada Tuhan. Kita bersyukur atas alam sekitar kita. Kita bersyukur atas segala hal yang Tuhan berikan di sekeliling kita.<b></b></p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/atas-bumi-nan-permai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gunjingan merusak nama baik</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 17:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gambar sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Gunjingan merusak nama baik by Sekolah Minggu Air di sawah memantulkan bayangan batang padi berwarna hijau muda pada musim panas. Di atas sebuah jalan kecil, Toyohiko berbaring dengan kepala yang ditopang kedua sikunya, memandang pinggiran kota yang ia cintai.                          <span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="cerita anak sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/" target="_blank"><strong><em><span style="color: #ff0000;">Gunjingan merusak nama baik</span></em></strong></a></h1>
<p>by <a title="bahan sekolah minggu" href=" http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Air di sawah memantulkan bayangan batang padi berwarna hijau muda pada musim panas. Di atas sebuah jalan kecil, Toyohiko berbaring dengan kepala yang ditopang kedua sikunya, memandang pinggiran kota yang ia cintai.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">                          Permukaan tanah yang berada di bawah perutnya terasa dingin, akan tetapi sinar matahari terasa hangat di kepalanya yang tercukur licin. Kedua telinganya dipenuhi dengan musik dengungan para serangga. Seekor kumbang berlari cepat dengan tiba-tiba melewati jalan kecil itu, tersandung dan terjungkal untuk beberapa saat dan dengan kalut menggerak-gerakkan kaki-kakinya di udara.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"> <span style="color: #0000ff;">     &#8221; Jangan kuatir, saudara kecil,&#8221; anak laki-laki itu berbisik. &#8220;Saya tidak akan  menyakitimu.&#8221; Dengan hati-hati dia meraih dan membalikkan serangga kecil itu. Dan kumbang itu bergegas ke tepi jalan.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">      Dengan perlahan anak laki-laki itu berdiri. Sore ini dia harus meninggalkan desanya. Dia akan naik kereta api ke kota Tokushima. Pamannya berkata bahwa dia harus naik sebuah angkong dari stasiun kereta menuju asrama. Tidak seorang pun akan melihat keponakan dari orang terkaya di kawasan itu berjalan kaki menyusuri kota seperti anak seorang miskin. Anak laki-laki itu menghela napas dan mulai menyusuri rumah pertanian yang luas itu.</p>
<p style="text-align: justify;">      Dia <a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img059.jpg"><img class="size-medium wp-image-673 alignleft" alt="img059" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img059-300x217.jpg" width="300" height="217" /></a>melewati kincir air. Seorang gadis kecil jatuh dari kincir yang tinggi, petani tetangga berkata. Namun teman-teman sekelasnya bergunjing bahwa Toyohiko yang telah melukai gadis kecil itu. Dia menatap kedua tangan kecilnya dengan jari-jarinya yang ceking. Sebelum meninggal, ibunya pernah memanggilnya dengan sebutan &#8220;jari-jari seorang seniman.&#8221; Bagaimana mungkin ada orang berpikir bahwa tangan ini akan melukai seorang anak kecil?</p>
<p style="text-align: justify;">      Ibu tirinya telah berpikir demikian. Anak laki-laki ini telah melakukannya, setalah semua hal yang telah terjadi, seorang anak yatim piatu-anak haram dari suaminya yang telah meninggal.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Dia seharusnya jangan pernah datang ke sini,&#8221; ibu tirinya berkata kepada adik iparnya. &#8220;Saya tahu dia tak lain hanyalah pembuat masalah seperti ibunya yang jahat sebelum dia. Sekarang mereka berkata dia bertanggungjawab atas kematian gadis kecil itu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Tidak masalah bahwa gunjingan itu salah. Toyohiko yang berumur sepuluh tahun itu yakin bahwa pembicaraan yang buruk itu telah merusak kehormatan keluarga Kagawa. Dan dia harus pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Biarkan saya pergi ke sekolah menengah pertama yang ada di kota,&#8221; dia berkata pada pamannya. &#8220;Saya bisa tinggal bersama abang saya di asrama.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Pamannya bimbang. Anak laki-laki ini masih kecil, namun dia jauh lebih pintar dibanding dengan anak laki-laki yang ada di sekolah di desa itu. Kecemburuan mereka sudah terbukti berbahaya. Anak laki-laki ini terlalu peka. Lagipula, dia pekerja keras dan berperilaku baik, tidak seperti abangnya. Berharap, dengan pendidikan yang layak, Toyohiko mungkin menjadi seorang ahli waris harta milik Kagawa.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><b><span style="color: #ff0000;">Belajar Banyak Pelajaran </span> </b></em></p>
<p style="text-align: justify;">       &#8220;Ayo, Toyohiko! Mengapa kamu selalu meletakkan hidungmu di dalam buku?&#8221; Anak laki-laki di asrama itu tidak pernah memberinya ketenangan. Abangnya adalah yang paling buruk dalam banyak hal, menjudikan uang pamannya, minum ketika seharusnya dia belajar, pergi hingga larut malam bertemu perempuan tak dikenal.</p>
<p style="text-align: justify;">      Tidak ada padang hijau untuk melarikan diri. Asrama itu begitu dingin dan gelap. Dia tidak berani berteman dengan tikus. Anak laki-laki yang lebih tua darinya tidak akan berhenti mengejeknya jika mereka mengetahuinya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Dia sudah sering kesepian pada umur enam semenjak kematian kedua orangtuanya tetapi tidak pernah merasa kesepian seperti sekarang ini. &#8220;Belajar,&#8221; dia memerintahkan dirinya sendiri untuk mencoba melupakan kesedihannya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Suatu hari dia melihat sebuah tulisan: &#8220;Kelas Alkitab Berbahasa Inggris, pikirnya. Dia memutuskanuntuk membuat pamannya bangga padanya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Lelaki yang bertemu dengannya di depan jalur masuk berwajah merah dan berhidung besar. Toyohiko mencoba untuk tidak menatapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya datang untuk belajar bahasa Inggris,&#8221; ucapnya, suaranya gemetar. Dia belum pernah melihat seorang asing sebegitu besar sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Selamat datang, selamat datang. Nama saya Myers,&#8221; lelaki itu menyapa dengan ramah sehingga Toyohiko lupa akan perasaan gugupnya. Dia melepaskan sepatunya dan melangkah naik ke rumah asing tersebut. Tidak berapa lama, dia pun merasa senyaman berbaring di padang saat memandangi serangga-serangga.</p>
<p style="text-align: justify;">      Oh, cerita-cerita yang orang Amerika itu ceritakan! Dia menceritakan tentang seorang yang hidup di zaman dulu yang tampaknya menyukai pinggiran kota seperti halnya Toyohiko.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Lihatlah bunga Bakung,&#8221; Yesus berkata, &#8220;dan bagaimana mereka bertumbuh. Mereka tidak bekerja keras, juga tidak perlu mereka memintal. Namun Raja Salomo dalam keagungannya tidak didandani seperti salah satu dari bunga itu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Minggu demi minggu, Toyohiko mengikuti kelas itu. Kemudian datanglah suatu malam yang mengerikan. Profesor Myers menceritakan tentang kematian Yesus yang kejam. Para prajurit memantekkan paku-paku menembus tangan dan kaki-Nya serta menggantung-Nya di atas salib.</p>
<p style="text-align: justify;">      Mengapa?&#8221; tanya Toyohiko. &#8220;Mengapa ada yang membunuh orang yang begitu luar biasa ini? Dia selalu begitu ramah dan baik.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Dia membiarkan merekamelakukannya,&#8221; kata Profesor Myers.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya tidak mengerti. Mengapa, mengapa Dia membiarkan mereka membunuh-Nya?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Dia mati untuk mereka karena Dia begitu mengasihi mereka,&#8221; guru itu berkata dengan lembut.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Oh, Tuhan,&#8221; kata-kata itu meledak keluar, &#8220;jadikan aku seperti Yesus.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color: #ff0000;"><b>Pengikut yang Ketakutan  </b></span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><b>      </b>Sejak malam itu, Toyohiko menjadi seorang pengikut Yesus (Kristus), namun dia merahasiakan imannya. Dia tidak mau anak-anak di asrama mengganggunya lebih dari yang sebelumnya mereka lakukan padanya. Selain itu, dia tahu bahwa ketika dia menyebut dirinya seorang Kristen pamannya akan mencabut hak warisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Dia sekarang berumur 15 tahun hampir menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya ketika Profesor Myers membawanya ke samping setelah kelas pada suatu malam.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Kagawa San,&#8221; dia berkata, &#8220;pernahkah kamu berdoa?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Ya,&#8221; jawab Toyohiko. &#8220;Sebelum saya tidur setiap malam. Saya berdoa di bawah selimutku.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Apakah kamu malu pada Yesus?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Oh, tidak.&#8221; Bagaimana Profesor Myers berpikir bahwa dia malu pada Yesus? Dia mengasihi Yesus.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Namun kamu tidak mau orang lain tahu bahwa kamu berdoa,&#8221; gurunya berkata dengan sedih. &#8220;Apa yang akan terjadi jika kamu dibaptis?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Anak laki-laki itu terkejut. Tidakkah Profesor Myers mengerti?</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya tidak pernah dapat dibaptis,&#8221; katanya. &#8220;Pamanku akan mengeluarkanku dari keluarga.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Misionaris berbadan tinggi itu meletakkan tangannya di bahu anak laki-laki itu.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Kagawa San, apakah kamu seorang pengecut?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Tidak,&#8221; kata Toyohiko, mendongak. &#8220;Saya bukan seorang pengecut. Maukah kau membaptis aku?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em><b><span style="color: #ff0000;">Miskin di Saku  </span> </b></em></p>
<p style="text-align: justify;">      Dia menangkupkan tangannya yang gemetar dan menundukkan kepalanya ketika kalimat marah dari pamannya terlontar kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya mengambil kamu ketika ayahmu meninggal. Dan saya berencana untuk menjadikanmu pewaris utama! Dan lihat bagaimana kamu mengkhianati saya!&#8221; pamannya berteriak.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Abangmu tidak berguna, tapi kamu&#8212;kamu menjadi harapanku. Sekarang kamu sudah hilang bagiku. Jangan pernah aku melihatmu lagi.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Setelah Toyohiko dikucilkan oleh pamannya. Profesor Myers menolong anak yatim piatu yang tidak mempunyai uang itu untuk mendapatkan beasiswa ke sebuah universitas Kristen di Tokyo. Akan tetapi Toyohiko, seorang Kristen yang baru, tidak bertindak seperti mahasiswa lain yang ada di Universitas Meiji. Dia selalu menolong siapa saja dan apa saja. Ketika seekor anjing kampung yang sakit berjalan ke kampus, mahasiswa itu mengadopsinya.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya harus memeliharanya,&#8221; katanya. &#8220;Tidak seorang pun yang akanmelakukannya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Para pengemis di daerah itu segera tahu bahwa ada seorang mahasiswa bodoh yang akan memberikan apa saja yang dia punya. Segerombolan pria compang-camping mulai mengunjungi asrama.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Bau apa itu yang begitu tidak enak?&#8221; salah seorang teman sekelasnya bertanya kepadanya suatu hari. Sekelompok mahasiswa pun menggeledah asrama. Mereka menemukan seorang gelandangan yang terluka tidur di atas selimut di dalam kamar Toyohiko.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Ini adalah kesempatan terakhir, Kagawa San,&#8221; kata salah seorang profesor. &#8220;Mulai sekarang, batasi tindakan kekristenanmu untuk berdoa dan puasa.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Ketika dia berumur 20, Toyohiko pergi ke Kobe. Teman lamanya Harry Myers mengajar di seminari Presbyterian di sana. Toyohiko adalah mahaiswa yang baik, namun dia tidak mau berada di asrama.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Untuk menjadi seperti Yesus saya harus hidup dengan orang-orang miskin,&#8221; dia berkata kepada Profesor Myers.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><b><span style="color: #ff0000;">Hidup Seperti Yesus   </span> </b></em></p>
<p style="text-align: justify;">      Pada hari Natal dia mengangkat buku-buku dan barang-barang kepunyaannya ke dalam gerobak dan pindah ke sebuah ruangan berukuran 6 x 6 kaki di daerah kumuh Shinkawa. Ketika Toyohiko menggelar tempat tidurnya, kutu busuk dan kutu-kutu merangkak keluar dari lantai tikar jerami dan ikut bersama-sama dengannya di dalam selimut.</p>
<p style="text-align: justify;">      Kira-kira tengah malam tiba-tiba dia terbangun. Pintu dari kardus itu tergeser. Dan dalam keadaan pintu yang terbuka dia dapat melihat kepala berambut kusut, matanya yang tajam mengintip sekeliling kamarnya yang kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Ini cukup besar untuk satu orang,&#8221; gelandangan itu berkata. &#8220;Aku akan pindah ke dalam.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Beberapa hari kemudian seorang pembunuh pindah ke dalam. Dia telah selesai menjalani hukuman penjara. Saat itu dia begitu takut kalau-kalau hantu dari korbannya akan menemukannya. Dia menyambar tangan Toyohiko dan memegangnya semalaman.</p>
<p style="text-align: justify;">      Seorang pemabuk juga ikut bergabung di kamar itu, dan kemudian seorang yang terlantar dengan penyakit trakoma, penyakit mata yang bisa menular. Toyohiko tertular penyakit itu. Selama sisa hidupnya dia hampir saja buta. Dia menggunakan sebuah kaca pembesar untuk membaca dengan satu matanya yang masih sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">      Kemudian, seorang bayi ditinggalkan di pintunya. Kagawa duduk bersamanya sepanjang malam, berusaha keras agar dia bertahan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">      Para tunawisma yang tidak dapat memaksakan langkahnya ke lantai tikar yang sempit hanya datang ke pintu geser. Mereka meminta makanan dan pakaian. Kagawa memberi mereka semua bubur dan pakaian yang dia punya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Hari berlalu dan kemudian dia menjadi seorang mahasiswa di seminari Presbyterian. Setiap malam dia pergi ke jalan-jalan untuk mengkhotbahkan kabar baik kepada orang miskin di Shinkawa. Tangan yang telah memelihara serangga dan anjing-anjing kampung  itu sekarang telah memerban&#8212;memakaikan perban di&#8212;luka para pengemis dan menyuapkan bubur ke dalam mulut mereka yang terlalu lemah untuk makan sendiri.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">      <strong><em><span style="color: #ff0000;">&#8220;Oh, Tuhan,&#8221; doanya sewaktu dia masih kecil, &#8220;jadikan aku seperti Yesus.&#8221; Selama sisa hidupnya, Toyohiko berusaha untuk menghidupi doa itu.</span></em></strong></p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Artikel bersumber dari : New Life in the City, Club House Magazine.<br />
</b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
