<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; lagu natal sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/lagu-natal-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Radio Kristen Pertama Mengudara</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/radio-kristen-pertama-mengudara/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/radio-kristen-pertama-mengudara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2013 12:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>
		<category><![CDATA[kreatifitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu natal sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1921 Radio Kristen Pertama Mengudara By Sekolah Minggu Radio itu berumur dua bulan. Westinghouse Companya yang memulainya di Pittsburgh, dengan siaran pemilihan umum pada tahun 1920, menggunakan kode panggilan KDKA. Para pendengar pertama menggunakan pesawat buatan sendiri, namun sekarang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/radio-kristen-pertama-mengudara/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1921 Radio Kristen Pertama Mengudara</b></span></h2>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Radio-Kristen-Pertama-Mengudara.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-354" alt="Radio Kristen Pertama Mengudara" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Radio-Kristen-Pertama-Mengudara.jpg" width="255" height="198" /></a>Radio itu berumur dua bulan. Westinghouse Companya yang memulainya di Pittsburgh, dengan siaran pemilihan umum pada tahun 1920, menggunakan kode panggilan KDKA. Para pendengar pertama menggunakan pesawat buatan sendiri, namun sekarang Westinghouse dengan pesat menjual pesawat-pesawat radio yang sudah dibuat sebelumnya, dan para pembeli membutuhkan acara untuk didengarkan. Dalam upaya menyusun acara, stasiun siaran memutuskan menyertakan pelayanan gereja dalam siarannya.</p>
<p>Seorang insinyur di Westinghouse adalah anggota Gereja Episkopal Calvary di Pittsburgh. Kemudian diadakanlah persiapan untuk menyiarkan kebaktian dari sana pada hari Minggu pertama, petang, pada tahun 1921. Pendeta senior yang skeptis membiarkan rekannya, Lewis B. Whittemore, melayani kebaktian tersebut. Dua orang insinyur KDKA &#8211; seorang Katolik, yang lain seorang Yahudi &#8211; menangani peralatan itu. Mereka mengenakan jubah koor agar kehadiran mereka tidak menarik perhatian para jemaat. Tanggapan terhadap siaran itu begitu positif hingga kebaktian itu menjadi acara tetap dalam KDKA.</p>
<p>Di daerah Chicago, pengkhotbah Paul Rader memboyong kwartet bass ke &#8220;studio&#8221; di atap sebuah gedung, di mana tersedia sebuah peti dengan sebuah lubang pada satu sisi. &#8220;Anda bersiap-siap saja dengan instrumen Anda terarah ke lubang itu,&#8221; kata teknisi itu. &#8220;Bila saya katakan main, Anda pun main.&#8221;</p>
<p>Ia masukkan mikrofon telepon tua ke dalam lubang itu dan berkata, &#8220;Main.&#8221; Kwartet tersebut pun main. Kemudian Rader berkhotbah. Tanggapan baik yang mereka terima membuat Rader mencari stasiun-stasiun lain di daerah Chicago. Melihat WBBM tutup pada hari Minggu, ia mengatur untuk memakai studio tersebut. Rader menjalankan stasiun seminggu sekali, setiap hari Minggu, selama empat belas jam sehari &#8211; WJBT, &#8220;Where Jesus Blesses Thousands&#8221;.</p>
<p>Seperti pada kemajuan teknologi lain, orang Kristen Evangelikal khawatir dengan pengenalan pada radio ini. Sesungguhnya bukankah iblis adalah &#8220;pangeran penguasa udara&#8221;? Sebagian besar pelopor pengkhotbah radio justru dihadapkan dengan lebih banyak penentang dari gereja ketimbang dari masyarakat luar.</p>
<p>Di Omaha, Nebraska, WOAW (kemudian menjadi WOW) memulai siarannya pada bulan April 1923. Tawaran stasiun itu ditolak beberapa pengkhotbah, sebelum mereka meminta R.R. Brown, seorang pendeta dari Persekutuan Kristen dan Miisonaris <i>(Christian and Missionary Alliance) </i>yang merupakan orang baru di kota itu. Brown berusaha meminta saran seorang teman yang mengatakan bahwa ia telah berdoa agar Allah &#8220;mendapat keuntungan&#8221; dengan stasiun radio baru (dan yang berpotensial) ini. Mungkinkah keuntungan itu ada pada Brown?</p>
<p>Brown setuju melakukan acara pertama, namun ketika ia meninggalkan studio itu sesuai siaran, seseorang datang menemuinya dengan pernyataan bahwa pikirannya telah diubah Roh Kudus dan ia bertobat karena siaran itu. Brown meneriakkan: &#8220;Halleluya! Pengurapan dapat dilakukan melalui transmisi!&#8221;</p>
<p>Di Chicago, WGES sedang mempersiapkan siaran jarak jauh untuk meliput Illionois <i>Product Exposition </i>pada tahun 1925. Siaran hampir mulai tetapi para musisi belum juga tiba. Secara kebetulan, seorang pejabat stasiun mendengar dua orang bocah sedang memainkan alat musik terompet di tenda <i>Moody Bible Institute</i>, ia berlari untuk &#8220;meminjam&#8221; jasa anak-anak ini. Beberapa hari kemudian, stasiun tersebut mengundang <i>Moody Bible Institute </i>untuk mengadakan program satu jam setiap hari Minggu. Hal ini akhirnya membuat Moody memiliki stasiun sendiri, WMBI.</p>
<p>Pada tahun 1928, Donald Grey Barnhouse menjadi pengkhotbah pertama yang menyewa jaringan nasional dengan mengudara di CBS dari <i>Philadelphia&#8217;s Tenth Presbyterian Church </i>(Gereja Presbiterian Philadelphia Kesepuluh). Pada tahun 1930, Clarence Jones dan Reuben Larson meluncurkan stasiun radio penginjilan pertama, HCJB, di Quito, Ekuador &#8211; stasiun radio pertama di negeri itu. Dalam masa demam radio pada pertengahan tahun 1920-an, banyak gereja dan lembaga-lembaga pelayanan mulai mengadakan siaran. Menjelang tahun 1928, terdapat enam puluh stasiun radio keagamaan. Kemudian Komisi Radio Federal melembagakan peraturan-peraturan baru dengan menstandarkan gelombang dan menghilangkan kekacauan. Peraturan-peraturan ini mematikan stasiun-stasiun kecil, namun membantu yang telah kokoh. Menjelang  tahun 1932, hanya tiga puluh stasiun keagamaan yang tinggal. Namun, pada setengah abad berikunya, kekuatan media Kristen bertumbuh. Para pemimpin seperti Billy Graham, Rex Humbard, Oral Roberts dan Pat Robertson, dengan tidak melupakan Uskup Fulton Sheen, adalah orang-orang pertama yang melakukan siaran melalui televisi pada tahun 1950-an dan 1960-an. Radio dan TV memainkan peran penting dalam kebangkitan kembali fundamentalis pada tahun 1970-an.</p>
<p>Awal mula gerakan dalam radio Kristen, kembali pada tahun dua puluhan, menunjukkan sedikit skizofrenia kaum fundamentalisme Amerika. Istilah umum untuk hal itu adalah <i>Pemisahan. </i>Para pengkhotbah fundamentalis seperti Billy Sunday meminta para pendengar agar menjauhi &#8220;keduniawian&#8221; dalam segala bentuknya. Namun, para fundamentalis juga merupakan <i>pengurus</i> bagi Injil yang keluar. Agar setia padanya, mereka harus memberitakannya keluar. Hal ini membutuhkan segala cara yang memungkinkan &#8211; termasuk gelombang radio &#8211; untuk mengajarkan tentang Yesus. Dengan demikian, bangkitnya radio Kristen merupakan pendahulu gerakan evangelikal pada tahun 1930-an dan 1940-an, di mana dorongan untuk penginjilan mulai melunakkan garis-garis keras kaum separatis.</p>
<p>Ketika siaran televisi Kristen lebih meluas dari radio Kristen, siaran keagamaan menjadi bisnis besar. Televisi telah menawan publik Amerika sebegitu rupa sehingga menjadi sumber utama bagi kegiatan waktu senggang, ataupun kala tidak beraktivitas. Orang-orang Kristen pun telah tertarik pada televisi. Para pengkhotbah yang berjiwa usaha membangun organisasi-organisasi dan institusi-institusi ((taman-taman untuk bersantai, perguruan tinggi-perguruan tinggi, katedral-katedral kristal) atas dasar pelayanan televisi mereka. Mereka pun berupaya meniti karir dalam kancah politik pada tahun delapan puluhan, dan salah seorang  dari mereka yang berupaya menjadi presiden mereka adalah Pat Robertson.</p>
<p>Pelayanan televisi keagamaan ini menjangkau hanya sebagian kecil publik Amerika Utara. Para analis <i>rating</i> audiens siaran duniawi mengetahui hal itu, dan tidak melihat bahwa program keagamaan sebagai ancaman besar untuk merebut para audiens. Tetapi orang-orang Kristen yang telah terpikat oleh siaran itu memikirkan bahwa sekurang-kurangnya mereka telah menghadirkan diri dalam dunia televisi yang kuat dan mensubsidikan uang sebesar dua miliar dolar Amerika per tahun untuk siaran keagamaan menjelang akhir tahun 1980-an.</p>
<p>Sedihnya, skandal moral yang melibatkan dua dari antara pelayan-pelayan besar mengumpulkan lebih banyak &#8220;angka rating rata-rata&#8221; pada perhitungan pendengar daripada program-program televisi keagamaan yang telah dicapai selama ini. Seperti televisi mengubah cara Amerika memilih para politisinya pada tahun tujuh puluhan dan delapan puluhan, maka siaran keagamaan di televisi membawa dampak bagi persepsi umum tentang hakikat dan arti kekristenan. Terlampau dini untuk mengetahui bagaimana televisi keagamaan berdampak pada gereja masa kini, namun penting untuk menyelidikinya.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/radio-kristen-pertama-mengudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengingat Cinta Kasih Allah</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/mengingat-cinta-kasih-allah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/mengingat-cinta-kasih-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2013 10:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[lagu natal anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu natal sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Nehemia 9:16-25 Mengingat karya Allah pada masa yang lalu akan menguatkan kita untuk berjanji mencintai Tuhan dengan sungguh-sungguh. Bukan kita yang mencintai Allah, tetapi Allah terlebih dahulu mencintai kita sehingga kita bisa mencintai-Nya. Dalam bacaan kita hari<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/mengingat-cinta-kasih-allah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Nehemia 9:16-25</p>
<p>Mengingat karya Allah pada masa yang lalu akan menguatkan kita untuk berjanji mencintai Tuhan dengan sungguh-sungguh. Bukan kita yang mencintai Allah, tetapi Allah terlebih dahulu mencintai kita sehingga kita bisa mencintai-Nya.</p>
<p>Dalam bacaan kita hari ini, bangsa Israel tak henti-hentinya mengalami cinta kasih Allah yang besar. Kasih Allah mulai tampak ketika Allah membawa mereka keluar dari Mesir. Kemudian, Allah menuntun mereka di padang gurun, Allah memelihara hidup mereka selama berjalan menuju Tanah Perjanjian, Allah membuat mereka mampu mengalahkan raja-raja, dan Allah yang membawa mereka masuk ke Tanah Perjanjian. Sungguh luar biasa!!! Allah begitu mengasihi umat-Nya.</p>
<p>Jika kita tidak pernah belajar menyadari cinta kasih Allah, seumur hidup kita tidak pernah dengan sunggug-sungguh mengasihi Allah. Marilah kita membiasakan diri mengingat kembali setiap anugerah, berkat, dan cinta kasih Tuhan dalam hidup kita dan hidup keluarga kita. Maka, kerohanian kita akan bertumbuh dengan baik dan hati kita senantiasa diliputi ucapan syukur dan kasih kepada Allah.</p>
<p>Kasih Allah yang terbesar adalah membebaskan kita dari belenggu dosa. Tuhan Yesus telah turun dari surga untuk menanggung hukuman dosa kita dan dosa semua orang percaya. Sudahkah engkau merenungkan cinta kasih Tuhan Yesus yang amat besar ini?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Alkitab mencatat bahwa upah dosa adalah maut. Tetapi, <i>&#8220;Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.&#8221; </i>Di manakah ayat ini bisa kamu temukan?</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, terima kasih karena Tuhan Yesus sudah datang ke dalam dunia menebus dosa saya. Terima kasih untuk cinta kasih-Mu yang amat besar. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Maukah engkau mengingat cinta Tuhan Yesus setiap hari? Ceritakanlah hal ini kepada teman-temanmu, ya&#8230;.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><strong>Mengingat Kesabaran Allah</strong></li>
<li><strong>Ester Menjadi Ratu</strong></li>
<li><b>Rencana Jahat Haman</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/mengingat-cinta-kasih-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paus Mengakui Kaum Yesuit</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/paus-mengakui-kaum-yesuit/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/paus-mengakui-kaum-yesuit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2013 06:18:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>
		<category><![CDATA[kreatifitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu natal sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu ceria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1540 Paus Mengakui Kaum Yesuit By Sekolah Minggu Sepanjang gereja gereja, masa-masa kekurangan diikuti dengan usaha-usaha reformasi dan kembali ke spiritualitas. Dengan bangkitnya Protestan, Gereja Katolik yang dihadapkan pada kesalahannya sendiri dan hilangnya kekuasaan, mulai mengadakan perombakan. Kontrareformasi bukan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/paus-mengakui-kaum-yesuit/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 1540 Paus Mengakui Kaum Yesuit</span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Paus.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-221" alt="Paus" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Paus-300x150.jpg" width="300" height="150" /></a>Sepanjang gereja gereja, masa-masa kekurangan diikuti dengan usaha-usaha reformasi dan kembali ke spiritualitas. Dengan bangkitnya Protestan, Gereja Katolik yang dihadapkan pada kesalahannya sendiri dan hilangnya kekuasaan, mulai mengadakan perombakan.</p>
<p>Kontrareformasi bukan berarti bahwa Gereja Katolik telah berpaling pada pemikiran Protestan. Tetapi ia berupaya mengubah beberapa penyimpangan yang merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima sekalipun oleh mereka yang ada di Gereja Katolik dan merespons efektifitas Protestan dalam memenagkan jiwa-jiwa baru.</p>
<p>Seperti pada masa lampau, sebuah ordo baru muncul dengan menekankan pengabdian dan penyangkalan diri. Pendirinya, Ignatius dari Loyola, adalah seorang serdadu Spanyol, yang kakinya terluka oleh sebuah peluru meriam. Dalam masa penyembuhannya, ia membaca sebuah buku tentang para santo dan memulai proses penelitian diri yang panjang. Dari sini ia muncul sebagai perpaduan tentara, mistik dan biarawan.</p>
<p><i>Spiritual Excercises, </i>buku petunjuk devosi yang ia tulis ketika ia sakit, bukan saja mendorong para pembacanya beriman, tetapi juga menegaskan kepatuhan pada gereja. Kesemuanya itulah yang menjadi kunci bagi Serikat Yesus &#8211; atau Yesuit. Para pemuda Loyola yang berkumpul di sekelilingnya berikrar akan berada di bawah perintah paus dan akan berbuat segala sesuatu untuk memperluas serta memelihara Gereja Katolik. Dalam prinsipnya tercakup (sifat) kemiliteran, tidak mempertanyakan (apa pun), baik kepatuhan total kepada paus maupun ikrar tradisional akan kemiskinan, kesucian dan kepatuhan.</p>
<p>Para Yesuit mendukung pendidikan dengan mendirikan universitas-universitas terbaik di Eropa. Para lulusannya menjadi pemikir &#8211; dengan cara berpikir Katolik.</p>
<p>Paus Paulus III melihat potensi para Yesuit dalam membendung gelombang pasang Protestan. Atas instruksinya, mereka bekerja untuk mengembalikan setiap penguasa Eropa pada Katolikisme. Kepemimpinan politik menentukan agama suatu daerah, dan warga mengikuti para raja dan ke gereja pilihan mereka.</p>
<p>Selain itu, untuk mengembalikan mereka yang tersesat ke pangkuan Katolik, para Yesuit menjalankan program misi yang luas. Sementara orang Protestan memfokuskan kedudukan mereka di Eropa dan bekerja dengan teologi mereka, para Yesuit pergi keluar. Spanyol dan Portugis, yang adalah Katolik, meluaskan daerah (jajahannya), dan para Yesuit pergi bersama-sama untuk mengabarkan Injil. Menjelang kematian Loyola pada tahun 1556, mereka bukan saja telah menyentuh setiap negara di Eropa tetapi meluas ke Jepang, Brasil, Etiopia dan Afrika Tengah. Fransiskus Xaverius mengembangkannya lebih jauh ke Jepang dan ke India, Malaysia dan Vietnam; ia meninggal dalam upayanya membawa Injil ke Cina.</p>
<p>Para Yesuit adalah orang-orang muda terbaik di zaman mereka. Meskipun komunitas Yesuit ini harus disiplin dan bekerja keras, mereka bergabung dengan ordo ini dalam jumlah yang besar. Sukar untuk tidak mengagumi kesediaan mereka berkorban pada masa-masa yang sulit.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/paus-mengakui-kaum-yesuit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerjaan Tuhan Jalan Terus</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/pekerjaan-tuhan-jalan-terus/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/pekerjaan-tuhan-jalan-terus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2013 08:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu natal sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Ezra 5: 11-17 Melalui teguran dan peringatan dua orang nabi, akhirnya bangsa Israel kembali berusaha meneruskan pembangunan Bait Allah (bacalah Ezra 5:1-2). Mereka mendapatkan kekuatan dari teguran nabi-nabi Allah itu sehingga pembangunan kembali dikerjakan. Kita telah tahu<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/pekerjaan-tuhan-jalan-terus/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Ezra 5: 11-17</p>
<p>Melalui teguran dan peringatan dua orang nabi, akhirnya bangsa Israel kembali berusaha meneruskan pembangunan Bait Allah (bacalah Ezra 5:1-2). Mereka mendapatkan kekuatan dari teguran nabi-nabi Allah itu sehingga pembangunan kembali dikerjakan.</p>
<p>Kita telah tahu bahwa ketika pekerjaan Tuhan dikerjakan, ada saja yang ingin menghalanginya. Sebagai anak-anak Tuhan hendaknya kita selalu memohon pertolongan Tuhan. Tetapi, di sisi lain kesulitan yang kita alami tidak boleh membuat kita patah semangat sehingga kita tidak mau berjuang lagi. Allah tidak ingin umat-Nya mudah putus asa, mudah menyerah, lalu meninggalkan tanggung jawab atau kesempatan yang sudah dipercayakan-Nya.</p>
<p>Peringatan Allah kepada umat-Nya melalui nabi-nabi-Nya membuat mereka kembali berusaha bekerja dengan sungguh-sungguh. Di zaman sekarang kita diingatkan Allah melalui firman-Nya . Firman Tuhan sangat penting dalam kehidupan kita. Firman Tuhan-lah yang memberikan kekuatan ketika kita lemah, memberikan penghiburan ketika kita hampir putus asa, dan juga menegur kita ketika kita mulai malas atau lalai melaksanakan tugas kita.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Siapakah nama kedua nabi itu? (ay.1)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, terima kasih atas firman-Mu yang senantiasa menghibur sekaligus menegur saya. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Ketika engkau susah carilah penghiburan dari firman Tuhan. Ketika engkau mulai malas bersedialah untuk ditegur oleh firman Tuhan.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Pekerjaan Selesai</b></li>
<li><b>Ezra Meneliti Firman Allah</b></li>
<li><b>Doa Ezra</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/pekerjaan-tuhan-jalan-terus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Dimsum &amp; Ke Gereja</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/antara-dimsum-ke-gereja/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/antara-dimsum-ke-gereja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 17:49:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bahan cerita anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kreatifitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu natal sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=677</guid>
		<description><![CDATA[Antara Dimsum &#38; Ke Gereja by : Sekolah Minggu                       Aseng gendut berbicara dengan riang di hadapan ketiga temannya, Raju, Lukas, dan Koko. Mereka sekelas dan juga tinggal dalam satu kompleks perumahan. Hari masih pagi dan suasana di halaman sekolah<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/antara-dimsum-ke-gereja/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="renungan sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/antara-dimsum-ke-gereja/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Antara Dimsum &amp; Ke Gereja</b></span></a></h1>
<p>by :<a title="materi sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/antara-dimsum-ke-gereja/ " target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;"> Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p style="text-align: justify;">                     <a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img059.jpg"><img class="wp-image-673 alignleft" alt="img059" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img059-300x217.jpg" width="300" height="217" /></a> Aseng gendut berbicara dengan riang di hadapan ketiga temannya, Raju, Lukas, dan Koko. Mereka sekelas dan juga tinggal dalam satu kompleks perumahan. Hari masih pagi dan suasana di halaman sekolah belum begitu ramai karena mereka biasa datang lebih awal.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jadi, besok pagi kutunggu kalian jam tujuh di rumahku. Papa dan mamaku mengajak kita makan dim sum di restoran Istana,&#8221; kata Aseng. &#8220;Dim sumnya enak, loh.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wah, terima kasih. Besok aku datang,&#8221; sambut Raju. Ia seorang anak India yang bertubuh tinggi dan kulitnya sangat hitam, kontras dengan giginya yang putih.</p>
<p style="text-align: justify;">Lukas dan Koko berpandangan. Besok hari Minggu. Kalau mereka ikut makan dim sum, itu artinya harus bolos ke sekolah minggu. Aseng belum percaya kepada Tuhan Yesus, tidak heran ia mengajak mereka pergi makan pada hari Minggu pagi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kalau hari lain tidak bisa, ya? Kami harus ke sekolah minggu,&#8221; kata Koko.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Voucher-voucher untuk makan gratis itu hanya berlaku pada pagi hari. Kalau hari biasa kita kan harus sekolah,&#8221; Aseng menjelaskan. &#8220;Sayang kalau kalian tidak ikut. Kapan lagi makan enak gratis?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Terbayang dibenak Koko siomai, pangsit, lunpia, kue ketan dan tentu saja ceker ayam kesukaannya. Lalu muncul bayangan teman-teman dan guru kelas sekolah minggunya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kurasa tak apa kalau kita bolos dari sekolah minggu, kali ini saja,&#8221; tiba-tiba Lukas berkata. Namun Koko mengatakan ia belum bisa memutuskan.</p>
<p style="text-align: justify;"> Pulang sekolah sambil makan Koko memberitahu rencana Aseng itu pada Mama. Ia mengharapkan Mama mengizinkan atau melarang. Tetapi Mama berkata, &#8220;Kamu renungkan saja dulu, mana yang lebih baik. Nanti beritahu Mama keputusanmu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aah, Mama, aku kan tanya Mama karena bingung harus memilih yang mana,&#8221; Koko agak merajuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mengerjakan PR Koko pamit mau main catur di rumah Raju. Raju juga sangat suka bermain catur, mereka berdua terus memperbaiki ketrampilan bermain catur.</p>
<p style="text-align: justify;">Koko tiba di rumah Raju dengan membawa kotak caturnya yang besar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Maaf, Ko, hari ini tidak bisa. Papaku dapat pinjaman mobil. Jadi kami mau pergi sembahyang di kuil tiga dewa,&#8221; Raju menolak.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Satu set saja, Raju,&#8221; bujuk Koko.</p>
<p style="text-align: justify;">Raju menggeleng, &#8220;Aku harus cepat-cepat mandi. Perjalanan ke kuil bisa 1,5-2 jam.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Uuuh,mau sembahyang, kok, repot amat. Tempatnya begitu jauh,&#8221; komentar Koko kecewa. Ia ingat gerejanya yang berada di kompleks perumahan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ini belum seberapa. Kakekku petani di India. Setiap pagi ia bangun ketika hari masih gelap, mandi di sungai dan kemudian berjalan satu jam untuk sembahyang di kuil,&#8221; kata Raju. &#8220;Tidak peduli hari panas atau hujan, sakit atau sehat, sepanjang dia masih bisa jalan itu dilakukannya selama puluhan tahun. Ia selalu mohon supaya dewi kesuburan memberikan panen yang bagus.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Koko terkesan dengan kesetiaan kakek Raju pada dewi yang disembahnya. Sambil berjalan pulang ia teringat juga akan kisah-kisah misionaris yang setia mengabarkan Injil walaupun menghadapi berbagai rintangan. Namun, bayangan dim sum yang lezat terus menggoda. Koko masih belum bisa mengambil keputusan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di jalan Koko bertemu dengan Riki yang membawa Alkitab.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mau ke mana, Ki?&#8221; tanya Koko.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ke gereja. Kan ada acara doa setiap Sabtu sore,&#8221; jawab Riki. &#8220;Mau ikut?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tidak, ah. Itu kan acara orang dewasa,&#8221; kata Koko.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Acara doa untuk semua umur, Ko. kan berbicara dengan Bapa di surga. Lewat doa kita bisa mendukung pekerjaan Tuhan,&#8221; kata Riki, lalu melanjutkan perjalanannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Riki sih calon pendeta,&#8221; Koko berkilah dalam hati. Tetapi, harus diakuinya apa yang dikatakan Riki memang benar. Tak pantas rasanya bolos ke sekolah minggu demi makanan saja. Tiba-tiba saja ia berbelok ke arah rumah Aseng. Di teras rumah Aseng, Koko memberitahukan bahwa besok ia tidak bisa ikut makan dim sum karena mau ke sekolah minggu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ada apa ya di sekolah minggu sampai kamu rela tidak makan dim sum yang lezat?&#8221; tanya Aseng heran.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="color: #0000ff;">&#8220;Ada Firman Tuhan yang memberitahu kita apa yang benar dan salah. Ada cerita tentang Tuhan Yesus, Allah yang kami sembah, Allah yang rela berkorban untuk menyelamatkan manusia,&#8221;</span></em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">jawab Koko lancar. &#8220;Ikut saja minggu depan supaya kamu tahu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Setiba di rumah Koko bercerita dengan penuh semangat kepada Mama bagaimana akhirnya ia mengambil keputusan. Mama memandang Koko dengan bangga, &#8220;Sekarang kamu sudah punya pengalaman tentang mengutamakan Allah. Begitulah Seharusnya.&#8221;</p>
<p> Artikel bersumber dari : Majalah Artikel</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/antara-dimsum-ke-gereja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
