<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; mp3 lagu sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/mp3-lagu-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Elisa Dipanggil</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/elisa-dipanggil/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/elisa-dipanggil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2013 10:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak-anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[mp3 lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu 1 Raja-raja 19:19-21 Dari gunung Horeb Elia pergi menemui Elisa. Saat itu Elisa sedang membajak dengan 12 pasang lembu. Hal ini menandakan bahwa Elisa adalah seorang anak muda yang punya pekerjaan yang bagus dan keluarganya cukup kaya.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/elisa-dipanggil/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>1 Raja-raja 19:19-21</p>
<p>Dari gunung Horeb Elia pergi menemui Elisa. Saat itu Elisa sedang membajak dengan 12 pasang lembu. Hal ini menandakan bahwa Elisa adalah seorang anak muda yang punya pekerjaan yang bagus dan keluarganya cukup kaya.</p>
<p>Ketika melihat Elisa, Elia melemparkan jubahnya kepada Elisa. Melemparkan jubah kepada seseorang menandakan sesuatu. Orang yang menerima jubah itu berarti adalah penerus pekerjaan atau kekuasaan dari si pemilik jubah. Elisa langsung sadar bahwa ia dipanggil Allah menjadi utusan Allah sesudah Elia. Ia pun segera berpamitan pada orang tuanya dan membereskan pekerjaannya, lalu mengikuti Elia.</p>
<p>Elisa tahu ia harus belajar di bawah didikan Elia. Maka, orang muda ini dengan rendah hati mau dilatih oleh Allah melalui Elia. Elisa mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.</p>
<p>Allah memanggil sejumlah orang untuk melakukan pekerjaa-Nya secara khusus, yaitu menjadi hamba Tuhan penuh waktu. Jika engkau mau menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan, relakanlah dirimu dilatih oleh Tuhan dalam keadaan yang paling sederhana sekalipun. Maukah engkau?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apakah yang Elisa lakukan ketika Tuhan memanggilnya? (ay.20-21a)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, jika Engkau mau memakai saya menjadi hamba-Mu penuh waktu tolonglah persiapkan saya, ya Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan </b></p>
<p>Marilah kita mempelajari firman Tuhan dengan rajin dan sedia melakukan yang Tuhan minta untuk kita lakukan.</p>
<ul>
<li><b>Ahab Mati</b></li>
<li><b>Elia Naik Kereta Berapi</b></li>
<li><b>Elisa Meneruskan Pekerjaan Tuhan</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/elisa-dipanggil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masing-masing orang unik</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/masing-masing-orang-unik/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/masing-masing-orang-unik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 16:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[materi sekolah minggu kristen]]></category>
		<category><![CDATA[mewarnai sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[mp3 lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1010</guid>
		<description><![CDATA[Jangan Mengingini:                                                                           Masing-masing orang unik by : Sekolah Minggu Beberapa hari ini Sarah sakit batuk. Ia tetap mask sekolah, hanya di rumah ia dibebaskan dari tugas mencuci piring, menyapu dan mengepel. Mama sudah memberikan Sarah obat, buah-buahan, makanan yang baik,<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/masing-masing-orang-unik/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jangan Mengingini:                                                                           </b></p>
<h1><a title="/masing-masing-orang-unik/" href="http://sekolahminggu.com/masing-masing-orang-unik/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Masing-masing orang unik</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="/masing-masing-orang-unik/" href=" http://sekolahminggu.com/masing-masing-orang-unik/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p><b>Beberapa hari ini Sarah sakit batuk. Ia tetap mask sekolah, hanya di rumah ia dibebaskan dari tugas mencuci piring, menyapu dan mengepel. Mama sudah memberikan Sarah obat, buah-buahan, makanan yang baik, dan yang paling penting, mereka sudah bersama-sama berdoa meminta kesembuhan Sarah. Mama berdoa supaya Sarah kembali sehat, agar dapat belajar dengan baik, supaya waktu besar nanti dipakai Tuhan.</b></p>
<p>Sebetulnya sekarang Sarah sudah lebih baik. Demamnya sudah turun, dan batuknya tidak sesering sebelumnya. Ia sudah bisa bermain dengan Rachel, juga sudah sempat mengganggu Jona, serta kena marah Papa. Tetapi ia masih ingin bermalas-malasan. Sewaktu mama mengingatkannya untuk membuat PR, Sarah cemberut dan masuk ke tempat tidur.</p>
<p>&#8220;Sarah kan masih sakit, Ma,&#8221; alasannya.</p>
<p>&#8220;Tidak, kamu sudah lebih sehat,&#8221; kata Mama. &#8220;Ayo, kerjakan dulu PR-nya. Nanti kalau perlu istirahat, boleh istirahat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, Mama jahat,&#8221; katanya sambil mulai menangis.</p>
<p>Ia lupa selama ini Mamalah yang merawatnya dengan penuh kasih, terutama waktu ia sakit. Ia juga lupa kalau kesehatan diberikan Tuhan bukan untuk bermalas-malasan.</p>
<p>Dengan mulut monyong seperti paruh bebek, Sarah mulai mengerjakan PR matematikanya. Pada saat yang sama, Jona juga mengerjakannya dengan asyik. Jona memang suka sekali matematika. Ia tekun dan hati-hati dalam memecahkan soal hitungan.</p>
<p>Sarah melihat dengan iri kepada adiknya. Ia sendiri tidak suka matematika. Ia merasa  ia tidak bisa matematika. Bukan karena Sarah bodoh, tetapi karena ia selalu ingin cepat selesai. Ia tidak mau berpikir dengan teliti. Akibatnya ia sering membuat kesalahan-kesalahan konyol dan harus mengulang pekerjaannya.</p>
<p>Sarah kesal sekali sewaktu Mama memeriksa hasil pekerjaan mereka. Jona hampir betul semua, sementara sarah banyak salahnya. Sarah harus mengulang pekerjaannya, tapi Jona sudah boleh bermain bersama Rachel. Buku matematika Sarah sampai basah dengan tetesan air mata.</p>
<p>Dalam hati Sarah berpikir, Mama lebih sayang Jona karena Jona lebih pintar.</p>
<p>Pada saat itu ada orang datang ke rumah. Sarah tidak melihat siapa yang datang. Tetapi waktu Mama kembali ke kamar, ia membawa sebungkus permen coklat kacang. Enak sekali!</p>
<p>&#8220;Apa itu, Ma? Apa itu, Ma?&#8221; ketiga anak itu bertanya dengan semangat.</p>
<p>&#8220;Ini permen dari Tante Wati.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ma, mau, Ma,&#8221; kata mereka.</p>
<p>&#8220;Tidak usah diberitahu pun Mama tahu kalian mau,&#8221; kata Mama sambil tertawa. Mereka juga tertawa. &#8220;Nanti ya, setelah makan malam.&#8221;</p>
<p>&#8220;Horeee!&#8221;</p>
<p>Jona bertanya, &#8220;Mama, Kak Sarah kan batuk. Boleh makan permen?&#8221;</p>
<p>Sarah langsung memeloti adiknya dengan kesal.</p>
<p>&#8220;Benar saja. Mama menjawab, &#8220;Tidak boleh. Mungkin besok boleh. Mama simpan bagian Sarah dulu, ya.&#8221;</p>
<p>Sarah kecewa sekali. &#8220;Kok Jona boleh, Sarah tidak boleh?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kak Sarah kan batuk,&#8221; kata Jona dengan bijaksana. &#8220;Nanti sakit lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Mama jahat! Mama lebih sayang Jona!&#8221; Sarah menghentakkan kakinya ke lantai dan menangis lagi. Kali ini tangisnya tidak terlalu keras, tetapi benar-benar sedih.</p>
<p>&#8220;Sarah, yang Jona bilang memang betul. Mama tidak mau Sarah sakit, makanya Sarah belum boleh makan permen,&#8221; kata Mama.</p>
<p>&#8220;Mama lebih sayang Jona karena Jona pintar matematika!&#8221; kata Sarah lagi.</p>
<p>&#8220;Mama sayang semua anak Mama: Sarah, Jona, Rachel. Kamu tidak perlu iri pada Jona atau Rachel. Kenapa? Karena Mama sayang semua anak Mama. Pada orang lain juga kamu tidak boleh iri, karena Tuhan sayang semua anak Tuhan. Ada yang Tuhan ciptakan tinggi, pendek, perempuan, laki-laki, lahir duluan, lahir belakangan, ada yang suka matematika, ada yang suka menggambar, ada yang suka olah raga, ada yang suka membaca, rambutnya lurus, keriting, hitam, pirang, bermacam-macam. Tuhan sayang semuanya. Terus kenapa orang berbeda-beda? Kenapa tidak semuanya sama-sama cantik, sama-sama pintar, sama-sama sehat? Karena Tuhan menciptakan  setiap orang itu unik! Spesial! Istimewa! Hanya satu-satunya. Di dunia, di sepanjang sejarah dari dulu, dari Adam, sampai sekarang, sampai nanti waktu Tuhan Yesus datang lagi, hanya ada satu Sarah,&#8221; Mama melihat kepada Sarah yang memperhatikan dengan serius.</p>
<p>Mama melihat kepada Jona, &#8220;Hanya ada satu Jona.&#8221;</p>
<p>Mama melihat kepada si kecil Rachel yang belum mengerti kata-kata Mama dan tersenyum , &#8220;Hanya ada satu Rachel.&#8221;</p>
<p>Mama melanjutkan, &#8220;Tuhan tidak mau Sarah jadi Jona, atau Jona jadi Rachel, atau Rachel jadi Sarah. Tapi Tuhan itu mau semua anak Tuhan rajin dan bertanggung jawab dengan bakat yang Tuhan berikan pada si anak itu. Bukan dengan bakat orang lain. Sarah tidak perlu iri.</p>
<p>&#8220;Jadi,yang Sarah perlu kerjakan apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Rajin, Ma,&#8221; jawab Sarah.</p>
<p>&#8220;Betul sekali,&#8221; Mama memeluk Sarah.</p>
<p>Kamu juga tidak perlu iri pada orang lain. Tuhan menciptakan kamu sebagai kamu. Dan Tuhan sayang padamu!</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/masing-masing-orang-unik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Paskah Bagi Temi</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/arti-paskah-bagi-temi/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/arti-paskah-bagi-temi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 15:54:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan cerita sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[mp3 lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=732</guid>
		<description><![CDATA[Arti Paskah Bagi Temi By : Sekolah Minggu &#8220;Kumendaki ke Bukit Sion&#8230;,&#8221; anak-anak sekolah minggu bernyanyi. &#8220;Duduuuk!&#8221; Kak Santi memberi aba-aba dan anak-anak pun duduk. &#8220;Kuberjalan bersama-sama&#8230;.&#8221; Anak-anak terus menyanyi. &#8220;Berdiriii!&#8221; Aba-aba Kak Santi lagi. Anak-anak pun berdiri. Mereka bernyanyi<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/arti-paskah-bagi-temi/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="cerita paskah sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/arti-paskah-bagi-temi/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Arti Paskah Bagi Temi</b></span></a></h1>
<p>By : <a title="lagu sekolah minggu anak-anak" href=" http://sekolahminggu.com/arti-paskah-bagi-temi/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p><i>&#8220;</i><em><strong><span style="color: #008000;">Kumendaki ke Bukit Sion&#8230;,&#8221; anak-anak sekolah minggu bernyanyi.</span></strong></em></p>
<p><em><strong><span style="color: #008000;">&#8220;Duduuuk!&#8221; Kak Santi memberi aba-aba dan anak-anak pun duduk.</span></strong></em></p>
<p><em><strong><span style="color: #008000;">&#8220;Kuberjalan bersama-sama&#8230;.&#8221; Anak-anak terus menyanyi.</span></strong></em></p>
<p><em><strong><span style="color: #008000;">&#8220;Berdiriii!&#8221; Aba-aba Kak Santi lagi. Anak-anak pun berdiri.</span></strong></em></p>
<p><i>Mereka bernyanyi dengan riang sambil bertepuk tangan.</i></p>
<p>Beberapa anak memperhatikan Temi yang tersenyum-senyum geli dan selalu terlambat duduk atau berdiri.</p>
<p>Temi memang agak terbelakang. Kadang-kadang ia kurang mengerti apa yang Kak Santi katakan. Bila ada permainan kelompok, anak-anak tidak mau Temi masuk ke dalam kelompok mereka karena mereka takut kalah. Namun dengan bijak Kak Santi mengatur bahwa Temi akan masuk ke dalam setiap kelompok bergantian. Jadi mereka tidak perlu menolak Temi.</p>
<p>Beberapa anak suka mengolok-olok Temi. Kadang-kadang mereka menyuruh Temi memegang pipi Rika atau Eli dan Temi melakukannya. Bila anak-anak perempuan itu marah-marah, Temi akan kebingungan, dan mereka yang nakal tertawa geli. Anak-anak yang baik memarahi anak-anak nakal itu.</p>
<p>Seminggu lagi hari Paskah tiba. Kak Santi membagikan kotak-kotak kosong kepada anak-anak di kelasnya. Kotak itu adalah kotak kue biasa ukuran kecil.</p>
<p>&#8220;Minggu depan kita merayakan kebangkitan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus hidup. Jadi, kalian masing-masing harus membawa benda yang melambangkan hidup,&#8221; kata Kak Santi. &#8220;Masukkan benda itu ke dalam kotak ini.&#8221;</p>
<p>Seminggu kemudian sebelum sekolah minggu dimulai anak-anak sibuk memegang kotak masing-masing.</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img059.jpg"><img class="size-medium wp-image-673 alignleft" alt="img059" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img059-300x217.jpg" width="300" height="217" /></a></p>
<p>&#8220;Aku buatkan lubang-lubang kecil supaya kupu-kupuku mendapat udara segar,&#8221; kata Steven.</p>
<p>&#8220;Kok, kamu bisa sih tangkap kupu-kupu?&#8221; tanya Eli kagum.</p>
<p>&#8220;Tukang kebun kami yang menangkapnya pakai jaring. Aku hanya membawanya,&#8221; jawab Steven.</p>
<p><i>Kriiik&#8230;kriiik</i>. Suara itu berasal dari dalam kotak Johan. Oh, pastilah Johan membawa jangkerik.</p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Aku bawa sesuatu yang tidak disukai anak cewek,&#8221; kata Leo sambil mengintip ke dalam kotaknya.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Apaaa?&#8221; tanya beberapa anak perempuan, ingin tahu sekaligus ngeri.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Cacing!&#8221; seru Leo. Dan semua anak perempuan menjauhi Leo.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Repot amat sih cowok-cowok itu. Aku sih bawa tanaman kecil saja. Tanaman kan makhluk hidup juga,&#8221; kata Rika.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Iya, aku juga bawa bunga sepatu. Tinggal ambil di pekarangan,&#8221; kata Eli.</span></em></strong></p>
<p>Tak lama kemudian mereka masuk ke kelas. Acara doa, bernyanyi memuji Tuhan, cerita Paskah, semua berlangsung dengan lancar. Kemudian anak-anak bergiliran maju ke depan menunjukkan isi kotaknya.</p>
<p>&#8220;Wooow!&#8221; Anak-anak berseru kagum dan bertepuk tangan ketika Steven membuka kotaknya dan seekor kupu-kupu terbang pergi.</p>
<p>&#8220;Hiii!&#8221; seru beberapa anak perempuan ketika melihat kecoak yang dibawa Doni.</p>
<p>&#8220;Waaah, bagus sekali!&#8221; puji anak-anak ketika melihat isi kotak Stella. Bunga anggrek dengan daun hijau, tangkainya dilapis kertas perak dan diberi peniti. Lalu Stella menyematkan bunganya di blus Kak Santi dan anak-anak bertepuk tangan.</p>
<p>Akhirnya tibalah giliran Temi. Ia yang terakhir. Pelan-pelan Temi membuka kotaknya dan kelas menjadi gaduh. Kotak itu kosong.</p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Dia tidak mengerti. Kasihan,&#8221; bisik Rika pada Eli.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Dasar bodoh,&#8221; bisik Leo pada Martin.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">Kak Santi menyuruh anak-anak diam.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Temi, mengapa kotakmu kosong? Kamu harus bawa sesuatu yang melambangkan hidup, bukan?&#8221; tanya Kak Santi sabar.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">Temi mengangguk. Kemudian ia berkata, &#8220;Ini kuburan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus-Nya hidup, lalu pergi dari kuburan-Nya.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Tuhan Yesus sudah bangkit. Tuhan Yesus sayang Kak Santi Tuhan Yesus sayang teman-teman,&#8221; kata Temi dengan lancar sambil mengacung-acungkan kotak kosongnya.</span></em></strong></p>
<p>Tiba-tiba kelas menjadi sunyi. Temi mengerti artinya Paskah. Tuhan memberikan pengertian itu kepada Temi yang dianggap bodoh oleh teman-temannya.</p>
<p>Kak Santi memegang bahu Temi. &#8220;Kamu benar, Temi. Kamu pandai. Kubur kosong memang merupakan bukti bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit. Dan Tuhan Yesus mengasihi kita semua.&#8221;</p>
<p>Wajah Temi berseri-seri dan matanya berbinar-binar.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/arti-paskah-bagi-temi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
