<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; sekolah minggu buddhis</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/sekolah-minggu-buddhis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Jalan Orang Benar Dan Jalan Orang Fasik</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/jalan-orang-benar-dan-jalan-orang-fasik/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/jalan-orang-benar-dan-jalan-orang-fasik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 07:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu buddhis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Mazmur 1:1-6 Ketika mendengar kata &#8220;Mazmur&#8221;, apa yang terlintas dalam pikiranmu? Mungkin engkau akan menghubungkan &#8220;Mazmur&#8221; dengan Daud? Atau kata itu mengingatkanmu pada nyanyianmu pada nyanyian orang-orang di zaman Perjanjian Lama? Semua itu benar. Mazmur adalah kumpulan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/jalan-orang-benar-dan-jalan-orang-fasik/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Mazmur 1:1-6</p>
<p>Ketika mendengar kata &#8220;Mazmur&#8221;, apa yang terlintas dalam pikiranmu? Mungkin engkau akan menghubungkan &#8220;Mazmur&#8221; dengan Daud? Atau kata itu mengingatkanmu pada nyanyianmu pada nyanyian orang-orang di zaman Perjanjian Lama? Semua itu benar. Mazmur adalah kumpulan tulisan syair/puisi di Perjanjian Lama. Syair/puisi itu merupakan nyanyian puji-pujian kepada Allah dan doa-doa umat Allah.</p>
<p>Dalam kitab Mazmur kita melihat cara hidup umat Allah. Pada saat senang maupun susah, percaya atau dalam keraguan, berani atau takut, mereka selalu berdoa dan berharap kepada Allah. Bagaimana denganmu? Apakah dalam setiap keadaan yang engkau alami engkau berdoa ekpada Tuhan?</p>
<p>Mazmur 1 menyebutkan tentang dua macam orang: orang benar dan orang fasik. Penulis Mazmur mencatat bahwa orang benar menyukai taurat Tuhan (firman Tuhan). Taurat Tuhan direnungkannya siang dan malam. Apakah itu berarti ia membaca Alkitab dari pagisampai malam? Bukan, tetapi artinya orang benar rajin membaca firman Tuhan. Ia juga berusaha mengingat firman Tuhan itu dan menjalankannya.</p>
<p>Ada janji Tuhan bagi orang benar. Orang benar akan seperti pohon yang sehat dan segar. Pohon itu berbuah pada musimnya. Artinya, jika kita rajin dan tekun membaca firman Tuhan, pastilah hasil yang baik akan diperoleh sesuai dengan waktu Tuhan. Firman Tuhan akan menuntun hidup kita dan memberi kesukaan di hati. Kita harus sabar dan tekun. Prinsip ini bertentangan dengan mendapatkan sesuatu dengan cara <i>instant</i> atau jalan pintas. Maukah engkau tekun dan sabar untuk dibentuk Allah?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Lihatlah apa yang akan terjadi pada orang fasik? (ay.4-6)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, tolong saya untuk bertekun mempelajari dan menjalankan firman-Mu, dan tidak tergiur dengan jalan pintas atau cara instant. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Coba periksa dan nilai dirimu sendiri selama minggu ini. Sudahkah engkau tekun berdoa dan membaca firman Tuhan? Jangan lupa untuk selalu berdoa dan membaca Alkitab, ya.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Allah Adalah Gembalaku</b></li>
<li><b>Percaya Pada Allah Ketika Takut</b></li>
<li><b>Ajarlah Kami Menghitung Hari-Hari</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/jalan-orang-benar-dan-jalan-orang-fasik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Para Campbell Mengawali Gerakan Disciples of Christ</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/para-campbell-mengawali-gerakan-disciples-of-christ/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/para-campbell-mengawali-gerakan-disciples-of-christ/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Apr 2013 04:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan permainan anak]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak rohani]]></category>
		<category><![CDATA[naskah drama sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu buddhis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1811 Para Campbell Mengawali Gerakan Disciples of Christ By Sekolah Minggu Thomas Campbell benar-benar menyambut orang-orang yang datang dan beribadah di gerejanya. Ia menggembalakan sebuah jemaat di barat Pennsylvania, yang merupakan milik Seceder Presbyterian Church, denominasi pecahan yang berakar<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/para-campbell-mengawali-gerakan-disciples-of-christ/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1811 Para Campbell Mengawali Gerakan<i> Disciples of Christ</i></b></span></h3>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Thomas-Campbell.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-293" alt="Thomas Campbell" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Thomas-Campbell-300x290.jpg" width="300" height="290" /></a>Thomas Campbell benar-benar menyambut orang-orang yang datang dan beribadah di gerejanya. Ia menggembalakan sebuah jemaat di barat Pennsylvania, yang merupakan milik Seceder Presbyterian Church, denominasi pecahan yang berakar pada orang Skotlandia. Namun, karena terganggu oleh perpecahan sepele yang disebabkan oleh doktrin-doktrin buatan manusia, Campbell membiarkan warga Presbiterian mana pun datang ke gerejanya dan mengambil komuni, apakah mereka Seceder ataupun tidak.</p>
<p>Namun, klasik tersebut tidak menyukainya. Peraturan-peraturan mereka melarangnya. Mereka secara resmi menyelidiki hal itu dan mengutuk Campbell.</p>
<p>Sebagai tanggapan, Campbell menulis surat kepada sinode. Ia menjelaskan prinsipnya &#8211; ide-ide yang tidak lama kemudian menjurus ke pembentukan denominasi baru. Gereja membutuhkan persatuan dan harus menghentikan formulasi-formulasi teologis manusiawi serta mengikuti ajaran Kitab Suci yang jelas. Ia memenangkan masalah ini. Sinode membatalkan kutukan klasic tersebut, namun terdapat perasaan kurang senang dari pendeta rekan Campbell. Ia memutuskan membuat cabang tersendiri dan memulai gerejanya sendiri.</p>
<p>Bertahun-tahun Campbell menjadi pendeta di Irlandia Utara, tetapi pindah ke Amerika karena alasan kesehatannya. Ia meninggalkan gereja dan sekolah yang dikelolanya di Irlandia kepada anaknya yang andal, Alexander.</p>
<p>Amerika masih merupakan Dunia Baru. Perbatasannya bermula di Appalachian dan meluas ke arah barat. Secara religius, Amerika masih berada pada lereng rendah Kebangunan Rohani Besar. Kebangkitan itu diawali Whitefield dan Edwards di pantai timur dan bergerak ke barat. Kebangkitan &#8220;pertemuan-pertemuan di tenda&#8221; berawal di Kentucky sekitar tahun 1800 dan masih berlangsung sepanjang perbatasan.</p>
<p>Ironisnya, kebangkitan itu berakibat juga pada perpecahan, dan kebangunan di barat sama sekali berbeda dengan yang di timur. Di timur umpamanya, ada Jonathan Edwards yang terpelajar, yang dengan saksama mengulas amarah Allah dan perlunya berdamai. Di barat, hanya ada sekelompok pengkhotbah dengan sedikit pendidikan seminari, yang berdiri di atas kereta dan membujuk orang-orang berdosa berbaikan dengan Tuhan. Ini adalah suatu perbedaan gaya, tetapi sebenarnya juga perbedaan teologi. Kebangkitan di timur lebih Presbiterian, di barat lebih Methodis. Timur lebih condong ke Calvinis, barat lebih condong ke Arminian. Timur berpaling pada gereja, barat lebih individual.</p>
<p>Maka, pada tahun-tahun 1800-an terjadi banyak perpecahan: <i>Cumberland Presbytery, Shakers, New Light Movement </i>dari Barton Stone, dan sekarang kelompok Thomas Campbell.</p>
<p>Campbell mengadakan pertemuan-pertemuan di mana pun yang memungkinkan &#8211; di lumbung-lumbung, di perumahan dan di ladang-ladang. Ia juga menarik parapengikut dalam jumlah yang cukup lumayan. Ia menyebut kelompok itu sebagai <i>Christian Association of Washington </i>(Asosiasi Orang-orang Kristen di Washington) untuk daerah Washington dan Pennsylvania. Ia juga menulis &#8220;Declaration and Address&#8221; yang menjadi dokumen dasar gerakan itu. Seperti halnya para pendiri gereja lainnya, ia tidak berkeinginan memisahkan diri dari gereja yang sudah mapan, namun ia terpaksa bergerak ke arah tertentu. Dan tidak satu pun gereja yang tampaknya bergerak ke arah itu. Bagi Campbell, arah itu bersifat alkitabiah dan sederhana. Mottonya ialah &#8220;Di mana Kitab Suci berbicara, kita berbicara, di mana Kitab Suci bungkam, kita pun bungkam&#8221;.</p>
<p>Putra Thomas, Alexander Campbell, yang tiba dari Irlandia pada tahun 1809, segera bergabung dengan ayahnya dalam proyek baru ini.Ia baru berumur dua puluh tiga tahun, tetapi dianugerahi bakat berbicara yang baik dan merupakan pendebat yang tangkas. Mereka berdua mendirikan Gereja Brush Run pada tahun 1811 (setelah dilarang masuk oleh kaum Presbiterian). Setelah mempelajari Kitab Suci, kedua Campbell tersebut menentukan bahwa membaptis orang percaya dengan cara selamlah yang benar, bukan membaptis anak seperti yang selama ini mereka lakukan. Jadi, mereka mulai membaptis ulang anggota gerejanya.</p>
<p>Dalam hal ini, mereka pada dasarnya termasuk kaum Baptis, maka mereka berafiliasi dengan <i>Redstone Baptist Association </i>pada tahun 1812. Alexander Campbell menjadi figur terkemuka di Gereja Baptis itu dengan mengadakan pembicaraan secara luas dan menerbitkan majalah berkala, <i>The Christian Baptist</i>. Ia juga mendirikan sebuah seminari di Bethany, di barat Virginia. Campbell menulis serentetan artikel bagi majalahnya: &#8220;A Restoration of the Ancient Order of Things&#8221; (&#8220;Suatu Pemulihan Hal-hal Tatanan Kuno&#8221;).</p>
<p>Tidak semua anggota Baptis menyukai hal ini. Campbell berpikir bahwa banyak ajaran Baptis masih terlampau Calvinistik, dan ia selalu menyerang mereka. Ia juga tidak setuju dengan pengertian kaum Baptis tentang pembaptisan. Kaum Baptis melihatnya sebagai peraturan yang menggambarkan keselamatan yang pernah terjadi sebelumnya. Tetapi, Campbell mengambil dari berbagai kutipan mengenai &#8220;bertobat dan dibaptislah&#8221; di Perjanjian Baru untuk menegaskan bahwa hal itu adalah syarat mutlak bagi pengampunan. Campbell juga menolak upaya-upaya penjelasan tentang Tritunggal di luar Kitab Suci.</p>
<p>Menjelang akhir tahun 1820-an, ketegangan mulai marak. Para pengikut Campbell menarik diri dari asosiasi Baptis dan bergabung pada tahun 1832 dengan Christian Church of Barton Stone. (Campbell dan Stone menginginkan nama alkitabiah sederhana bagi kelompok mereka, untuk menghindari aliran denominasional. Sejak itu, istilah-istilah<i> Christian </i>dan <i>Disciples of Christ</i> dipakai secara bergantian bagi gerakan yang telah bergabung itu.) Sampai di situ, telah ada 25.000 anggota.</p>
<p>Gerakan tersebut bertumbuh terus, sebagian karena kemasyhuran Campbell. Ia bertindak sebagai utusan pada konvensi konstitusional Virginia pada tahun 1829. Seorang rekan utusan, James Madison, berkata, &#8220;Saya menganggap dia seorang pengulas Kitab Suci yang paling orisinil dan paling mampu, sejauh yang pernah saya dengar.&#8221;</p>
<p>Pertumbuhan gerakan itu juga disebabkan oleh perluasan perbatasan bagian barat. Para <i>Disciples</i> mempunyai Injil yang sederhana, untuk waktu yang sederhana. Alexander Campbell juga dari semula anti-perbudakan, namun bukanlah pendukung penghapusan perbudakan yang keras. Jadi, gereja yang tidak terpecah oleh perang saudara. Menjelang pergantian abad kedua puluhan, terdapat lebih dari satu juta <i>Disciples of Christ. </i></p>
<p>Pentingnya Campbell bukan saja terletak pada didirikannya denominasi yang kuat, tetapi juga pada dukungan mereka akan iman alkitabiah yang sederhana.</p>
<p>Sejarah Gereja dipenuhi dengan ketegangan antara agama formal dan iman yang sederhana. Para Campbell membawa banyak orang dari tekanan formalitas ke dalam iman yang lebih pribadi. Menetas dan dipupuk di perbatasan suatu negeri yang sedang bertumbuh, para <i>Disciples</i> telah menjadi contoh utama kekristenan Amerika pada zaman itu. Mereka membantu menyediakan medan bagi gerakan-gerakan kebangunan rohani dan fundamentalis.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/para-campbell-mengawali-gerakan-disciples-of-christ/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Israel Pulang Kembali</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/israel-pulang-kembali/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/israel-pulang-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2013 07:49:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[program sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu buddhis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu 2 Tawarikh 1:1 dan 36:11-23 Kitab 2 Tawarikh dibuka dengan kisah kejayaan kerajaan Israel pada zaman Raja Salomo, dan bagaimana Salomo berdoa memohon hikmat dari Allah. Selanjutnya adalah catatan tentang raja-raja Israel Selatan atau Yehuda. Ada sebagian<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/israel-pulang-kembali/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>2 Tawarikh 1:1 dan 36:11-23</p>
<p>Kitab 2 Tawarikh dibuka dengan kisah kejayaan kerajaan Israel pada zaman Raja Salomo, dan bagaimana Salomo berdoa memohon hikmat dari Allah. Selanjutnya adalah catatan tentang raja-raja Israel Selatan atau Yehuda. Ada sebagian raja dari kerajaan Yehuda yang hidup benar, dan ada sebagian yang hidup jahat di mata Allah. Kitab ini kemudian menceritakan bagaimana Israel sampai dibuang ke negeri Babel.</p>
<p>Mari kita membaca 2 Taw 36:21. Tercatat bahwa bangsa Israel mengalami pembuangan selama 70 tahun. Setelah itu mereka kembali ke tanah mereka. Bagian akhir kitab ini mencatat bahwa kembalinya mereka ke tanah perjanjian adalah karena kebaikan dan kasih sayang Allah kepada umat perjanjian-Nya. Umat-Nya tidak akan selama-lamanya dibuang oleh Allah karena Allah sudah pernah berjanji.</p>
<p>Alkitab mencatat bahwa Allah menggerakkan hati Raja Koresh untuk mengizinkan bengsa Israel pulang. Raja Koresh adalah dari negeri Persia yang mengalahkan kerajaan Babel. Allah-lah yang bertakhta dan berkuasa atas raja-raja.</p>
<p>Allah kita sungguh luar biasa. Perjanjian-Nya tetap untuk selama-lamanya. Akan tetapi, Allah juga tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Allah menghukum umat-Nya sendiri yang tidak taat kepada-Nya.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apakah perintah dari Koresh, raja Persia itu? (ay.23)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, terpujilah nama-Mu karena Engkau adalah Allah yang setia. Engkau tidak pernah benar-benar membuang umat-Nya. Terima kasih, Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Allah kita adalah Allah yang setia. Maukah kamu juga setia kepada Allah? Dalam hidup kita sehari-hari, marilah kita belajar dari hal yang kecil sekalipun.</p>
<p>Artikel Yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Kematian Absalom</b></li>
<li>&nbsp;
<p><b>Perkataan Daud Yang Terakhir</b></li>
<li>&nbsp;
<p><b>Salomo Diurapi Menjadi Raja</b></li>
<li>&nbsp;</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/israel-pulang-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thomas Aquinas Menyelesaikan Karyanya Summa Theologica</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/thomas-aquinas-menyelesaikan-karyanya-summa-theologica/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/thomas-aquinas-menyelesaikan-karyanya-summa-theologica/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2013 04:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[acara paskah sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak rohani]]></category>
		<category><![CDATA[panggung boneka sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu buddhis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1273 Thomas Aquinas Menyelesaikan Karyanya Summa Theologica By Sekolah Minggu Orang yang sistem teologinya di kemudian hari menjadi panduan bagi gerejanya, dulunya dijuluki sebagai &#8220;Dumb Ox&#8221; (sapi bisu) oleh rekan-rekan sekolahnya di Cologne. Meskipun julukan ini mungkin cocok mengingat<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/thomas-aquinas-menyelesaikan-karyanya-summa-theologica/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 1273 Thomas Aquinas Menyelesaikan Karyanya Summa Theologica</span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Thomas-Aquinas.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-177" alt="Thomas Aquinas" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Thomas-Aquinas.jpg" width="199" height="254" /></a>Orang yang sistem teologinya di kemudian hari menjadi panduan bagi gerejanya, dulunya dijuluki sebagai <i>&#8220;Dumb Ox&#8221; </i>(sapi bisu) oleh rekan-rekan sekolahnya di Cologne. Meskipun julukan ini mungkin cocok mengingat tubuhnya yang besar, lamban dan sikapnya yang serius, nama ini tentunya tidak mencerminkan kecerdasan otaknya.</p>
<p>Teolog terbesar Abad Pertengahan, Thomas Aquinas, dilahirkan pada tahun 1225 dalam keluarga bangsawan yang kaya. Menjelang usia lima tahun ia terkenal akan kesalehannya, dan orangtuanya pun mengirim dia ke sekolah biara. Pada usia empat belas tahun, ia pergi ke Universitas Naples. Di sana Thomas begitu terkesan dengan guru Dominikannya. Ia memutuskan untuk menjadi seorang biarawan Dominikan juga.</p>
<p>Keluarga Thomas berupaya keras mengubah pikirannya. Mereka mencoba menculiknya, membujuknya dan menyekap dia selama satu tahun, namun akhirnya mereka mengalah. Thomas pergi ke Paris untuk belajar pada Albertus Magnus, yang kemudian mempekerjakannya ke Paris.</p>
<p>Pada zaman ini, filsuf-filsuf bukan Kristus mengusik otak para pemikir Kristen. Karya-karya  Aristoteles, Averroes yang Muslim dan Maimonides yang Yahudi telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Para sarjana tertarik kepada para filsuf yang menjelaskan seluruh jagat raya tanpa mengacu pada Kitab Suci Perjanjian Baru.</p>
<p>Melanjutkan tradisi kesarjanaan, Thomas berupaya menyatukan rangkaian filsafat dan teologi yang agak terpisah. Ia membedakan keduanya, yang ia sebut akal dan wahyu, namun ia menekankan bahwa keduanya itu tidak perlu dipertentangkan. Keduanya adalah sumber pengetahuan Ia mengatakan bahwa keduanya berasal dari Allah, namun, &#8220;Dalam teologi suci, segala sesuatu diperlakukan dari sudut pandang  Allah.&#8221;</p>
<p>Thomas memahami keterbatasan rasio, yang hanya didasari pengetahuan melalui indra. Sementara kita dibawa rasio untuk percaya kepada Allah, menurutnya, hanya wahyulah yang akan menunjukkan Allah Tritunggal yang ada di Alkitab. Wahyu sendiri dapat dengan sempurna menunjukkan asal-usul dan nasib manusia. Dengan menggunakan wahyu dan logika sebagai dasarnya, manusia dapat membangun teologi yang akan menjelaskan dirinya dan alam semesta ini.</p>
<p>Argumentasi <i>Summa Theologica </i>yang berliku-liku itu menunjukkan kesanggupan Thomas Aquinas untuk melakukan penalaran yang rumit. Pada awalnya ia ditentang. Di Gereja, banyak yang tidak menerima penekanan kaum Skolastik pada akal. Tetapi tidak lama kemudian, karya ini dan karya-karya lainnya, seperti <i>Summa Contra Gentiles, </i>yang pada satu masa mengundang perbantahan, telah menjadi bagian terkemuka doktrin Gereja. Ketika Gereja Katolik mengatur kekuatan melawan kebangkitan Protestan pada Konsili Trente, mereka menggunakan karya-karya Aquinas.</p>
<p>Meskipun ia telah menjadi salah seorang teolog, guru dan pengkhotbah terkemuka gereja, keberadaan Aquinas tetap sederhana. Tiga bulan menjelang kematiannya, pada tahun1274, ia mengumumkan bahwa penglihatan dari surga dengan jelas menunjukkan bahwa teologinya hanyalah &#8220;tumpukan jerami&#8221;. Ia membuang tulisan-tulisan teologis, dan <i>Summa Theologica </i>tidak pernah benar-benar diselesaikan.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/thomas-aquinas-menyelesaikan-karyanya-summa-theologica/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepala Yang Tertunduk</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/kepala-yang-tertunduk/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/kepala-yang-tertunduk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 16:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu-lagu anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu buddhis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=740</guid>
		<description><![CDATA[Kepala Yang Tertunduk By : Sekolah Minggu Tanggal 2 April 2010 kita memperingati Jumat Agung. Jumat Agung adalah hari untuk kita mengingat kematian Tuhan Yesus di Golgota. Himne ini adalah salah satu himne yang sering dinyanyikan dalam peringatan Jumat Agung.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/kepala-yang-tertunduk/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="acara paskah sekolah minggu" href="http://http://sekolahminggu.com/kepala-yang-tertunduk/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Kepala Yang Tertunduk</b></span></a><b></b></h1>
<p><b>By : <a title="kuis alkitab sekolah minggu" href=" http://sekolahminggu.com/kepala-yang-tertunduk/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></b></p>
<p><i>Tanggal 2 April 2010 kita memperingati Jumat Agung. Jumat Agung adalah hari untuk kita mengingat kematian Tuhan Yesus di Golgota. Himne ini adalah salah satu himne yang sering dinyanyikan dalam peringatan Jumat Agung.</i></p>
<p>Teks dalam himne ini diambil dari puisi Latin yang kemungkinan besar ditulis oleh seorang biarawan, Bernard de Clairvaux, pada sekitar abad ke-12. Puisi Latin itu berjudul <i>Salve mundi saluture</i> yang terdiri dari 7 bagian. Tiap bagiannya menggambarkan tiap anggota tubuh Tuhan Yesus yang menderita saat disalibkan, yaitu: kakinya, lutut, tangan, pinggang, dada, jantung, dan wajah. Nah, himne ini diambil dari bagian ketujuh, <i>Salve caput crucetatum, </i>yaitu berfokus pada wajah Tuhan Yesus yang menderita.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="color: #800080;">Paul Gerhardt adalah orang yang menerjemahkan puisi Latin ini menjadi himne berbahasa Jerman, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh James Waddel Alexander, seorang hamba Tuhan di New York.</span></em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="color: #800080;">Musiknya ditulis oleh Hans Leo Hassler pada tahun 1600-an. Sebenarnya, musik ini diciptakan untuk lagu tentang cinta, namun pada tahun 1656, musik ini ternyata cocok dengan versi Jerman himne ini. Kemudian, seorang musikus handal, Bach, mengubah melodinya dan memakainya 5 kali dalam St. Matthew Passion dan pada pembuka dan penutup Christmas Oratorio.</span></em></strong></p>
</blockquote>
<p>Bait pertama himne ini menggambarkan penderitaan yang ditanggung Tuhan Yesus di atas kayu salib. Raja segala raja itu memang memakai mahkota, tetapi bukan mahkota yang penuh berlian. Yang dikenakan kepadanya adalah mahkota berduri. Bait kedua menyatakan bahwa penderitaan yang ditanggung Tuhan Yesus itu adalah untuk menebus dosa kita semua. Bait ketiga menceritakan hati kita yang bersyukur sampai tidak bisa mengatakan apa-apa, dan juga menceritakan keinginan hati kita untuk setia dan mengasihi Tuhan sampai selama-lamanya.</p>
<p>Quiz</p>
<p>Isilah Titik-titik di bawah ini</p>
<p>1.<em><span style="color: #008000;"> <strong>Siapakah yang menciptakan puisi Latin Salve mundi salutare dan apa isi puisi Latin itu?</strong></span></em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>2.<strong><em><span style="color: #008000;"> Siapakah yang menerjemahkan himne ini menjadi bahasa Jerman dan Inggris?</span></em></strong></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>3. <strong><em><span style="color: #008000;">Ceritakan kembali isi dari 3 bait himne ini kepada 3 orang temanmu!</span></em></strong></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/kepala-yang-tertunduk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
