<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; Cerita Alkitab</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/category/cerita-alkitab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Dengarlah Malak Menyanyi</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/dengarlah-malak-menyanyi/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/dengarlah-malak-menyanyi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2014 10:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu orang lumpuh disembuhkan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu orang majus]]></category>
		<category><![CDATA[lagu sekolah minggu o sukacitaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1255</guid>
		<description><![CDATA[Dengarlah Malak Menyanyi by : Sekolah Minggu Lagu ini pertama kali diperkenalkan pada natal 1739. Liriknya ditulis oleh Charles Wesley (18 Desember 1707 &#8211; 29 Maret 1788). Dia adalah salah satu pemimpin dari gerakan methodist di Inggris. Saudaranya, John Wesley<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/dengarlah-malak-menyanyi/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/dengarlah-malak-menyanyi/" href="http://sekolahminggu.com/dengarlah-malak-menyanyi/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Dengarlah Malak Menyanyi</span></em></a></h1>
<p>by : <a title="dengarlah-malak-menyanyi/" href="http://sekolahminggu.com/dengarlah-malak-menyanyi/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Lagu ini pertama kali diperkenalkan pada natal 1739. Liriknya ditulis oleh Charles Wesley (18 Desember 1707 &#8211; 29 Maret 1788). Dia adalah salah satu pemimpin dari gerakan methodist di Inggris. Saudaranya, John Wesley adalah seorang sangat dikenal karena lagu-lagu hymn yang dia tulis begitu banyak dan indah. Charles menuliskan lebih dari 6.500 hymn. &#8220;Dengarlah Malak Menyanyi&#8221; ditulisnya satu tahun setelah pertobatannya pada tahun 1738. Kemudian, hymn ini menjadi salah satu hymn dalam bahasa Inggris yang begitu popular.</p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color: #003300;">William H. Cummings yang kemudian merangkaikan puisi &#8220;Dengarlah Malak Menyanyi&#8221; ini dengan karya musik dari Mendelssohn. Musiknya menggunakan melodi yang ditulis oleh Felix Mendelssohn dalam rangka merayakan 400 tahun penemuan mesin cetak Gutenberg. Felix Mendelssohn sendiri adalah seorang Yahudi Kristen yang lahir di Hamburg pada 3 Februari 1809 dan meninggal di Leipzig pada 4 November 1847. Dia dikenal sebagai salah satu musisi yang luar biasa dalam sejarah musik. Dia pandai sekali bermain piano dan juga menuliskan suatu musik yang indah. Ketika lirik dari Charles Wesley ini bertemu dengan musik yang dibuat oleh Mendelssohn, lagu ini menjadi salah satu lagu yang indah dan begitu dikenal orang Kristen.</span></em></strong></p></blockquote>
<p>Lagu ini terinspirasi dari Lukas 2:14. Di mana bercerita tentang kelahiran Yesus Kristus, Juruselamat Dunia. Pada suatu malam di Betlehem, para gembala mendengar malaikat bernyanyi: &#8220;Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya&#8221; (Lukas 2:14). Kemudian para gembala pergi dan bertemu dengan bayi Yesus Kristus. Kelahiran Yesus Kristus memberikan harapan kepada manusia berdosa. Siapa yang percaya kepada Yesus Kristus tidak akan binasa tapi beroleh hidup yang kekal.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/dengarlah-malak-menyanyi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TUHAN JUGA MENYAYANGI ANAK-ANAK</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/tuhan-juga-menyayangi-anak-anak/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/tuhan-juga-menyayangi-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2014 09:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu untuk kelas besar]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu untuk paskah]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu tunas pekabaran injil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[TUHAN JUGA MENYAYANGI ANAK-ANAK by : Sekolah Minggu Tiga bersaudara: Sarah, Jona, dan Rachel semuanya sedang menangis. Ribut sekali! Yang terjadi adalah, tadi sepupu mereka yang besar, Gideon, bermain bersama mereka. Jona mengganggu Rachel yang kecil sampai menangis. Lalu, Sarah<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/tuhan-juga-menyayangi-anak-anak/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/tuhan-juga-men…angi-anak-anak/" href="http://sekolahminggu.com/tuhan-juga-men…angi-anak-anak/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>TUHAN JUGA MENYAYANGI ANAK-ANAK</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="/tuhan-juga-men…angi-anak-anak" href="http://sekolahminggu.com/tuhan-juga-men…angi-anak-anak/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Tiga bersaudara: Sarah, Jona, dan Rachel semuanya sedang menangis. Ribut sekali!</p>
<p>Yang terjadi adalah, tadi sepupu mereka yang besar, Gideon, bermain bersama mereka. Jona mengganggu Rachel yang kecil sampai menangis. Lalu, Sarah yang lebih besar dari Jona memukul Jona sampai menangis. Dan terakhir Gideon memarahi Sarah sampai ia menangis juga.</p>
<p>Sekarang Gideon sudah pulang, tinggallah Mama berhadapan dengan derai tangis yang riuh rendah.</p>
<p>&#8220;Coba Sarah lebih besar,&#8221; kata Sarah di tengah isak tangisnya. Jona masih berlinang dengan air mata. Rachel sudah kecapekan menangis dan sekarang hanya tersedu-sedu.</p>
<p>&#8220;Kalau besar, Sarah mau melakukan apa?&#8221; tanya Mama.</p>
<p>&#8220;Pukul Kak Gideon.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lho? Kak Gideon kan memarahi Sarah karena Sarah memukul Jona. Lagipula, memangnya kalau besar boleh pukul orang yang lebih kecil semau-maunya? Boleh pukul adik kecil, anak kecil? Tidak boleh!&#8221;</p>
<p>Mama mengutip Matius 18:10, &#8220;Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu&#8221; Ada malaikat mereka yang di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. Tuhan sayang pada anak-anak kecil, bahkan yang masih sangat kecil.&#8221;</p>
<p>Mama mengingatkan mereka pada cerita-cerita di Alkitab. &#8220;Ingat cerita Musa? Waktu Musa masih sangat kecil, Tuhan sudah menolong dia.&#8221;</p>
<p>Anak-anak mengangguk. Mereka tahu cerita Musa. Ketika masih bayi ia diletakkan di dalam peti lalu dihanyutkan di sungai Nil.</p>
<p>Jona pernah meletakkan Rachel di dalam keranjang pakaian di atas air bak mandi, tapi waktu itu mereka berdua hampir tenggelam.</p>
<p>&#8220;Kalian ingat cerita Yunus?&#8221;  tanya Mama lagi.</p>
<p>Anak-anak mengangguk dengan penuh semangat. Siapa yang bisa lupa cerita Yunus? Yunus itu nabi yang tidak taat pada perintah Tuhan yang menyuruhnya pergi ke kota Niniwe yang jahat.</p>
<p>Dalam pelariannya Yunus terkena badai besar, dilempar ke laut, lalu ia ditelan ikan besar. Akhirnya ia taat dan pergi ke Niniwe dan seluruh kota itu bertobat! Binatang-binatang pun disuruh berpuasa tanda bertobat.</p>
<p>Sarah tersenyum-senyum sendiri. Ia ingat waktu Mama berdoa puasa untuk Kebaktian Kebangunan Rohani, ia juga anjing peliharaan mereka juga ikut puasa.</p>
<p>Sarah tidak memberi makan anjing itu. Sekarang ia tahu, anjing tidak mengerti artinya puasa dan anjing tidak berdoa.</p>
<p>&#8220;Waktu kota Niniwe bertobat, Yunus tidak suka karena Niniwe itu musuh. Tapi Tuhan katakan, di kota ini ada 120 ribu anak kecil yang belum bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri. Tuhan mengasihani kota itu, Tuhan sayang pada anak-anak kecil di  kota itu,&#8221; kata Mama.</p>
<p>&#8220;Ma, itu semua kan dulu,&#8221; kata Jona. &#8220;Tuhan masih sayang anak-anak tidak sekarang ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Masih,&#8221; kata Mama sambil tersenyum. &#8220;Di Australia, ada seorang bayi yang lama ditunggu-tunggu orang tuanya lahir. Setelah ia lahir, orang tuanya senang sekali.</p>
<p>&#8220;Suatu hari, seluruh keluarga itu berjalan-jalan. Papanya menggendong bayi itu. Ada kakek dan neneknya juga.</p>
<p>&#8220;Tiba-tiba ada mobil yang datang dengan cepat, menabrak keluarga itu. Rupanya pengemudinya kena serangan jantung. Si kakek dan neneknya terpental tinggi ke udara.&#8221; Anak-anak menahan napas.</p>
<p>&#8220;Si Papa di tabrak mobil lalu terhimpit di antara mobil dan jendela kaca toko yang retak-retak. Semua orang panik dan menanyakan keadaan bayinya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, Ma. Bagaimana ?&#8221; tanya Sarah dengan tidak sabaran. Rachel sampai bangun berdiri dan mencengkeram tangan Mama. Jona memperhatikan dengan mata dibuka lebar-lebar.</p>
<p>&#8220;Ternyata bayinya tidak apa-apa. Papanya tidak melepaskan bayinya sama sekali. Mamanya datang lari-lari dan mengambil bayinya yang sama sekali tidak terluka. Tuhan melindungi bayi itu lewat papanya.&#8221;</p>
<p>Ketiga anak itu menghembuskan napas lega.</p>
<p>&#8220;Rupanya dulu papanya itu diberi kesempatan oleh Tuhan untuk berlatih sebagai pemain rugby.</p>
<p>&#8220;Kalau bermain rugby, ia harus bola rugby erat-erat, tidak boleh dilepas, meskipun ia ditabrak oleh pemain lawan yang badannya besar-besar. Ia bisa ditabrak sampai jatuh, sampai kesakitan, tapi ia tidak melepaskan pegangannya.</p>
<p>&#8220;Jadi waktu papanya menggendong si bayi, papanya sudah terlatih. Meski ditabrak mobil, sedikit pun tidak ia lepaskan bayinya itu.&#8221;</p>
<p>Mama tersenyum kepada ketiga anaknya. &#8220;Kamu bertiga pun disayang Tuhan. Tuhan yang menciptakan kamu, membawa kamu lahir, lalu kamu bisa mendengar Firman Tuhan, bisa belajar mengenal dan melayani Tuhan. Itu semua anugerah Tuhan. Dan kalau kamu setia berlatih dan belajar, nanti Tuhan akan pakai kamu.&#8221;</p>
<p>Kamu yang membaca cerita ini, juga disayang Tuhan! Ayo, kita berdoa bersyukur karena Tuhan sayang pada anak-anak!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i><b>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</b></i></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/tuhan-juga-menyayangi-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ALEXANDER M. MACKAY</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/alexander-m-mackay/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/alexander-m-mackay/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2014 09:14:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak sekolah minggu video]]></category>
		<category><![CDATA[video sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[visi sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1202</guid>
		<description><![CDATA[ALEXANDER M. MACKAY by : Sekolah Minggu M. Mackay membiayai hidupnya dengan mengajar. Selain mengajar murid-muridnya membaca, menulis dan matematika, dia juga mengajarkan mengenai bangunan. Mackay membangun sebuah rumah untuk para misionaris yang mengagumkan semua orang. Bahkan Raja Mtesa kemudian<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/alexander-m-mackay/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="alexander-m-mackay/" href=" http://sekolahminggu.com/alexander-m-mackay/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>ALEXANDER M. MACKAY</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="/alexander-m-mackay/" href="http://sekolahminggu.com/alexander-m-mackay/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>M. Mackay membiayai hidupnya dengan mengajar. Selain mengajar murid-muridnya membaca, menulis dan matematika, dia juga mengajarkan mengenai bangunan. Mackay membangun sebuah rumah untuk para misionaris yang mengagumkan semua orang. Bahkan Raja Mtesa kemudian memintanya untuk membangun rumah penduduk dari kayu dan besi.</p>
<p>Pelayanan Mackay di Uganda juga disertai oleh misionaris lain, dan dia sangat bersukacita ketika O Flaherty membaptiskan 5 orang Uganda yang pertama menjadi pengikut Kristus, dan pelayanan terus berlanjut dengan baik hingga Raja Mtesa meninggal dunia.</p>
<p>Anak Raja Mtesa, Mwanga, menggantikan ayahnya namun tidak seperti ayahnya Mwanga sangat tidak menyukai para misionaris. Mwanga menganiaya dan membakar dua orang Kristen, yang kemudian menjadi martir pertama di Uganda. Penganiayaan terus berlanjut, hidup para misionaris dan petobat baru dalam keadaan bahaya tetapi Injil tetap diberitakan dan setiap hari selalu ada anak muda yang datang ke rumah misionaris untuk meminta Alkitab. 30 misionaris dibakar hidup-hidup di masa itu, tetapi Mackay menolak untuk meninggalkan Uganda.</p>
<p>Sendirian di Uganda, dengan ancaman bahaya, Mackay bekerja terus menerus untuk menerjemahkan dan menyetak Alkitab. Tetapi Mwanga kemudian mengusir Mackay dari Uganda. Namun dia diterima oleh raja Usambiro, sendirian, Mackay memulai pekerjaan misionaris di Usambiro, mengulangi apa yang telah dikerjakannya di Uganda.</p>
<p>Mackay menolak untuk meninggalkan Afrika, karena baginya Afrika adalah bagi Kristus, dan pada 8 Februari 1890, Tuhan memanggil dia dan seluruh pekerjaannya di Afrika tercatat di hadapan Tuhan.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/alexander-m-mackay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DOSA MENGINTIP</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2014 10:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab untuk anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu bergambar]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1144</guid>
		<description><![CDATA[DOSA MENGINTIP by : Sekolah Minggu &#8220;Ugh&#8230; apa sih artinya ini?&#8221; ujar Timmy sambil mengusap-usap matanya menahan kantuk. Dibacanya sekali lagi ayat itu. &#8220;Hati-hati dosa mengintip,&#8221; dia bergumam. Hari itu adalah hari kedua Timmy memenuhi janjinya kepada Tuhan. Ya, dia<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/dosa-mengintip/" href=" http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/ " target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>DOSA MENGINTIP</b></span></a></h1>
<p>by :<a title="/dosa-mengintip/" href="http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;"> Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>&#8220;Ugh&#8230; apa sih artinya ini?&#8221; ujar Timmy sambil mengusap-usap matanya menahan kantuk. Dibacanya sekali lagi ayat itu. &#8220;Hati-hati dosa mengintip,&#8221; dia bergumam.</p>
<p>Hari itu adalah hari kedua Timmy memenuhi janjinya kepada Tuhan. Ya, dia berjanji akan membaca seluruh Alkitab sebelum lulus SD. Bahan bacaan hari itu adalah dari Kejadian pasal 3-4. Rasanya banyak sekali yang harus dibacanya.</p>
<p>&#8220;Aneh sekali, memangnya dosa itu seperti manusia yang bisa mengintip?&#8221;</p>
<p>Timmy membayangkan bentuk dosa sebagai manusia. Mungkin matanya melotot, rambutnya berantakan, dan badannya kurus kering. Timmy tersenyum geli membayangkan hal itu.</p>
<p>Timmy menutup Alkitabnya. Pasal 4 sudah selesai dibacanya dan sudah waktunya tidur. Kata-kata dosa mengintip tetap melekat di pikirannya, namun akhirnya dia terlelap juga.</p>
<p>KRIIING&#8230; KRIIING&#8230; KRIIING&#8230;! Timmy membuka matanya, melirik ke arah jam weker berbentuk bola miliknya, jam5.30. Dengan sedikit malas Timmy bangun. Ia mematikan wekernya dan masuk ke kamar mandi.</p>
<p>Lima belas menit kemudian dia sudah duduk di meja makan. Di hadapannya tersedia nasi goreng telur andalan Mama. Papa menyusul duduk di meja makan tidak lama kemudian. Ia sudah berpakaian rapi, siap menuju kantor.</p>
<p>Timmy selalu membonceng papanya ke sekolah karena sekolahnya berada di jalan yang sama dengan kantor papa. Ini sangat menguntungkan Timmy. Dia tidak perlu naik kendaraan umum seperti kebanyakan teman-temannya.</p>
<p>Waktu menunjukkan pukul 06.15 ketika Timmy tiba di sekolah. Suasana masih agak sepi, dan biasanya akan mendadak ramai jika waktu masuk sekolah tinggal 15 menit lagi.</p>
<p>Letak kelas Timmy persis berseberangan dengan pintu gerbang sekolah.Dia harus melintasi halaman sekolah untuk sampai di kelasnya. Sambil berjalan dengan iseng Timmy menendang-nendang batu kecil yang ditemukannya. Dia membayangkan batu itu adalah bola sepak.</p>
<p>&#8220;Kapan ya aku bisa membeli bola sepak&#8230;.?&#8221; gumam Timmy.</p>
<p>Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu berwarna merah di tanah. Timmy membungkuk. Dia terkejut ketika menyadari kalau itu adalah uang kertas Rp. 100.000.</p>
<p>Ide yang muncul pertama kali dalam pikirannya membuatnya sangat senang. &#8220;Asyiiik&#8230; akhirnya aku  bisa membeli bola sepak.&#8221;</p>
<p>Timmy membayangkan bola bundar hitam putih itu sudah menjadi miliknya. Bahkan dia sudah membayangkan siapa saja yang akan menjadi tim sepak bolanya, warna kaos yang akan mereka pakai kalau sedang bermain, dan siapa saja yang akan dia ajak untuk menjadi tim lawan main mereka. Wuiiihhh, harapannya sudah selangit.</p>
<p>Ketika dia hendak mengambil uang itu, terdengar suara temannya, Robin, memanggilnya dengan keras. &#8220;Timmy&#8230;! Tunggu aku&#8230;!&#8221;</p>
<p>Takut ketahuan dan terlihat oleh Robin, Timmy cepat-cepat menginjak uang itu dan berdiri tegak. Robin datang terengah-engah, &#8220;Ah&#8230; akhirnya. Yuk, Tim, kita ke kelas.&#8221;</p>
<p>Timmy diam saja, berdiri mematung, tidak tahu harus menjawab apa.</p>
<p>&#8220;Loh? Ayo, tinggal 10 menit lagi bel berbunyi, loh&#8230;&#8221; Robin menarik tangan Timmy.</p>
<p>Tergagap-gagap Timmy menjawab, &#8220;Eh&#8230;. sebentar, kakiku kesemutan. Kamu duluan tidak apa-apa, Robim.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh&#8230; kesemutan? Biasanya tidak lama sembuh. Aku tunggu saja ya supaya kita bisa sama-sama ke kelas.&#8221;</p>
<p>Aduh, celaka! pikir Timmy. Bagaimana caranya supaya Robin pergi? Robin harus pergi terlebih dulu sehingga dia bisa mengantongi uang itu.</p>
<p>&#8220;Jangan, Robin! Kasihan kamu, nanti terlambat. Kamu duluan saja, nanti aku menyusul, ya&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, tidak apa kok, Tim.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu tidak ada tugas piket?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak, tugas piketku besok. Kita satu grup, kan?&#8221;</p>
<p>Waduuuhhh&#8230;. Robin tetap berkeras. Timmy semakin kebingungan dan mulai jengkel. Akhirnya dia berkata ketus, &#8220;Robin, kamu pergi duluan bisa tidak, sih! Jangan menyebalkan seperti itu!&#8221;</p>
<p>Robin terkejut. Kenapa Timmy tiba-tiba marah? Tanpa bicara lagi, dia berlari meninggalkan Timmy.</p>
<p>Timmy bernapas lega dan bergumam, &#8220;Akhirnya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Timmy mengambil uang itu. Saat itu dia teringat telah menbentak Robin. Rasa bersalah menyelinap di hatinya.</p>
<p>&#8220;Ah, tidak apa. Nanti juga dia akan tetap bermain bersamaku.&#8221;</p>
<p>Tetapi, Timmy merasakan ada hal lain yang tidak beres. Sementara kakinya melangkah perlahan, jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya, secepat mobil balap mungkin.</p>
<p>Timmy tidak dapat membohongi dirinya sendiri. Dia tahu apa sebenarnya yang salah. Dia telah mengambil uang yang bukan miliknya! Itu salah. Tetapi, dia berusaha menghibur diri dengan berkata di dalam hatinya, kalau uang itu toh tidak ada pemiliknya.</p>
<p>Bel berbunyi, Timmy tiba tepat di depan kelas, menyusul teman-temannya yang sudah berbaris rapi. Dia berdiri di barisan paling belakang. Setelah barisan rapi, Bu Anita mempersilahkan murid-muridnya masuk ke dalam kelas satu per satu. Terjadi pertentangan di hati Timmy antara mengambil atau melaporkan uang yang ditemukannya itu kepada Bu Anita.</p>
<p>Barisan terus berjalan masuk. Pertentangan di hati Timmy semakin hebat. Akhirnya Timmy tepat berhadapan dengan Ibu Anita yang berdiri dengan sikap anggun dan berwibawa. Timmy pun menyodorkan uang kertas Rp 100.000 itu dan berkata, &#8220;Bu Anita, tadi saya menemukan uang ini di halaman sekolah.&#8221;</p>
<p>Setela itu  pertentangan di hati Timmy reda. &#8220;Tadi itukah yang disebut &#8216;dosa mengintip&#8217;?&#8221; pikir Timmy. &#8220;Tuhan, ampuni aku,&#8221; doanya dalam hati. &#8220;Terima kasih, Tuhan sudah mencegahku berbuat dosa.&#8221;</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TONGKAT AJAIB</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/tongkat-ajaib/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/tongkat-ajaib/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2014 10:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu cerita alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu firman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[TONGKAT AJAIB by Sekolah Minggu Perasaan bersalah menyebabkan hati tidak tenang. Pada suatu ketika di perkampungan Indian di Amerika, hiduplah seorang kakek tua yang amat bijaksana. Kakek ini seringkali memberikan nasehat kepada orang-orang yang mengalami kesulitan. Kebijaksanaan sang kakek begitu<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/tongkat-ajaib/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;"><a title="http://sekolahminggu.com/tongkat-ajaib/ " href="http://sekolahminggu.com/tongkat-ajaib/ " target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>TONGKAT AJAIB</b></span></a></h1>
<p style="text-align: justify;">by <a title="acara natal sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p style="text-align: justify;"><i>Perasaan bersalah menyebabkan hati tidak tenang.</i></p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu ketika di perkampungan Indian di Amerika, hiduplah seorang kakek tua yang amat bijaksana. Kakek ini seringkali memberikan nasehat kepada orang-orang yang mengalami kesulitan. Kebijaksanaan sang kakek begitu termashur sehingga kepala suku mengangkatnya menjadi penasehat utama.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari kepala suku mendapati bahwa seseorang telah mencuri barang-barang berharga dari rumahnya. Banyak barang-barang berharga yang hilang diambil pencuri itu. Kepala suku berpendapat pasti pelakunya adalah orang-orang yang bekerja di dalam rumahnya dan bukan orang luar, karena sehari-hari rumah itu dijaga dengan ketat sekali oleh para pengawal. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada bukti yang menunjuk kepada pelaku pencurian tersebut. Kalau tidak ada bukti, orang tidak boleh menuduh sembarangan, bukan?</p>
<blockquote>
<h1 style="text-align: center;"><span style="color: #339966;">Akhirnya kepala suku memanggil sang kakek bijaksana untuk memberi petunjuk untuk menemukan pencuri tersebut.</span></h1>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hamba dapat memberikan jawaban yang baginda butuhkan,&#8221; sahut sang kakek sambil tersenyum. &#8220;Hamba memiliki beberapa tongkat ajaib di rumah. Tongkat-tongkat itu akan bertambah panjang jika berada di dekat sang pencuri ataupun jika terpegang olehnya. Dalam sehari tongkat itu akan bertambah sepanjang lima senti. Jika baginda yang agung berkenan mengumpulkan para pelayan di dalam sel-sel tertutup, maka hamba akan memberikan satu tongkat ajaib pada tiap sel itu. Pada pagi harinya baginda akan menemukan satu di antara tongkat-tongkat itu akan bertambah sepanjang lima senti. Dan psstt..psstt.. (sang kakek membisikkan lanjutan kalimatnya ke telinga kepala suku). Nah, kita akan segera menemukan siapa pencuri barang-barang baginda.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Kepala suku menyetujui.</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/Screen-Shot-2014-03-05-at-5.22.46-PM.png"><img class="size-full wp-image-632 alignleft" alt="Screen Shot 2014-03-05 at 5.22.46 PM" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/Screen-Shot-2014-03-05-at-5.22.46-PM.png" width="393" height="294" /></a>Pada hari itu juga seluruh pelayan dilarang pulang ke rumahnya. Mereka ditahan dan ditempatkan di dalam sel, tiap orang di dalam tiap sel. Kemudian baginda memberikan tongkat-tongkat ajaib untuk mereka. &#8220;Ketahuilah, para pelayanku. Tongkat-tongkat ini adalah tongkat ajaib. Dia akan bertambah sepanjang lima senti jika berada di dekat sang pencuri yang asli.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Malam itu semua pelayan ada di dalam sel tahanan. Semua sudah tertidur nyenyak, tapi ternyata ada satu pelayan yang tidak bisa tidur. Pelayan itu bernama Emas Hitam. Sejak dimasukkan ke dalam sel, Emas Hitam sangat resah. Tongkat yang diberikan kepala suku digenggamnya erat-erat. Keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya. Mengapa demikian? Apakah ada sesuatu yang tidak beres?</p>
<p style="text-align: justify;">Si Emas Hitam terus memandangi tongkat itu. Dia merasa tongkat yang digenggamnya adalah  tongkat ajaib yang akan bertambah panjang jika disentuh oleh pencuri yang asli. Emas Hitam adalah pencuri yang asli. Kini dipandanginya tongkat itu. Ia merasa semakin lama tongkat yang dipegangnya semakin panjang. &#8216;Wah, kelihatannya benar, sudah bertambah panjang lima senti!&#8217; Dengan panik Emas Hitam mengambil pisaunya dan memotong tongkat itu sepanjang lima senti. Kini dia merasa agak tenang. &#8220;Nah, tongkat ini sudah kupotong sepanjang lima senti. Kini ia akan sama panjang dengan tongkat-tongkat yang lainnya. Hh&#8230;hh&#8230;hhh&#8230; semoga tidak ada yang tahu bahwa aku pencuri yang sejati! demikian pikir si Emas Hitam.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, pagi-pagi benar baginda kepala suku memanggil semua pelayan keluar dari sel mereka masing-masing. Juga tongkat-tongkat mereka diminta kembali untuk diperiksa dan diukur panjangnya. Pada giliran si Emas Hitam, baginda berhenti dan menatap wajahnya.&#8221;Emas Hitam, mengakulah! Engkau pencurinya, bukan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ahhh&#8230;.. bu..bu..bukan saya, baginda yang mulia. Kalau saya pencuri yang sejati, pastilah tongkat saya akan bertambah panjang. Silahkan baginda periksa bukankah tongkat saya sama panjangnya dengan tongkat-tongkat yang lain?&#8221; sahut Emas Hitam dengan gugup dan pucat.</p>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;">&#8220;Emas Hitam, jika engkau tidak mengaku aku akan menghukummu dengan keras. Sekali lagi aku memberi kesempatan kepadamu untuk mengaku, apakah engkau pencuri sejati??!!!&#8221; suara kepala suku  mulai menggelegar karena marahnya.</span></h3>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Di dalam ketakutan yang amat sangat akhirnya Emas Hitam mengaku bahwa memang dialah pencuri barang-barang sang kepala suku. Emas Hitam mengembalikan barang-barang yang telah dicurinya dan harus menerima hukuman dari kepala suku.</p>
<p style="text-align: justify;">Heran sekali, dari mana sang kepala suku bisa mengetahui bahwa Emas Hitamlah pencuri yang sejati? Benarkah ada tongkat yang begitu ajaib, sehingga waktu tersentuh oleh tangan sang pencuri maka akan bertambah panjang? Kalau memang demikian, bukankah Emas Hitam telah memotong tongkatnya supaya tidak ketahuan? Mengapa baginda masih bisa tahu? Ternyata justru sebaliknya! Tidak pernah ada tongkat ajaib!!! Tongkat itu cuma kayu biasa, sama seperti tongkat-tongkat lainnya. Tongkat Emas Hitam tidak bertambah panjang. Tapi karena ia merasa bersalah, maka ia merasa tongkat itu bertambah panjang. Maka tidak heran Si Emas Hitam memotongnya. Baginda bisa mengetahui bahwa Emas Hitam adalah pencuri justru karena tongkatnya lebih pendek dibanding tongkat teman-temannya yang lain! Ketakutannyalah yang menunjukkan ia memang pencuri yang sebenarnya. Tongkat yang lain tidak bertambah pendek karena yang lain tidak takut tongkatnya bertambah panjang. Rasa bersalah akan membuat orang takut dan tidak tenang seperti Emas Hitam!</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber artikel dari majalah kristen anak-anak</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/tongkat-ajaib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Think And Joy!</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/think-and-joy/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/think-and-joy/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jan 2014 08:42:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan rohani kristen]]></category>
		<category><![CDATA[prabowo subianto kristen]]></category>
		<category><![CDATA[profil kristen stewart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1341</guid>
		<description><![CDATA[Think And Joy! By : Sekolah Minggu Kemampuan untuk berpikir, bergerak dan menjadi kreatif adalah dari Tuhan. Ayo, kerahkanlah segala kemampuanmu. Sebutkanlah tiga jenis buah yang banyak mengandung vitamin C. Siapakah yang menciptakan manusia? Angkatlah salah satu kakimu. Apakah kamu<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/think-and-joy/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="think and joy" href="http://sekolahminggu.com/think-and-joy/" target="_blank"><span style="color: #800080;"><b>Think And Joy!</b><b></b></span></a></h1>
<p><a title="sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/" target="_blank">By : Sekolah Minggu</a></p>
<p><span style="color: #ff9900;"><b>Kemampuan untuk berpikir, bergerak dan menjadi kreatif adalah dari Tuhan. Ayo, kerahkanlah segala kemampuanmu.</b></span></p>
<p>Sebutkanlah tiga jenis buah yang banyak mengandung vitamin C.</p>
<p>Siapakah yang menciptakan manusia?</p>
<p>Angkatlah salah satu kakimu. Apakah kamu dapat berdiri dengan seimbang?</p>
<p>Apa yang kamu lakukan ketika menemukan sesuatu yang lucu?</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Dapatkah kamu menyebutkan dua cara agar kita tetap sehat?</span></strong></p>
<p>Doa apakah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya yang juga kepada kita?</p>
<p>Cobalah sebutkan tiga bahan alami yang dapat dipakai sebagai obat.</p>
<p>Apakah yang menyebabkan daun berwarna hijau?</p>
<p>Apakah nama dua jenis burung yang dapat bernyanyi?</p>
<p>Bagaimanakah seharusnya sikap kita terhadap sesama manusia?</p>
<p>Bagaimana raut wajahmu saat makan coklat?</p>
<p>Mana yang kamu lebih suka, bermain di dalam atau di luar ruangan?</p>
<p>Apakah tiga hal yang dapat membuatmu gembira?</p>
<p>Bukalah mulutmu. Gigi manakah yang terbesar?</p>
<p>Bagaimana seharusnya sikap kita saat berdoa?</p>
<p>Pandanglah ke langit, apa sajakah yang kamu lihat?</p>
<p>Sebutkan dua fungsi dari akar tanaman.</p>
<p>Perhatikanlah jari-jari tanganmu. Jari mana yang indah bila dimasukkan cincin?</p>
<p>Hadiah apakah yang akan kamu berikan saat ibumu berulang tahun?</p>
<p><b><i> Oleh : Kak Lidya</i></b></p>
<p><span style="color: #339966;"><b>Mutiara kita:</b></span></p>
<p><span style="color: #339966;"><b>1 Korintus 10:31</b></span></p>
<p><b><span style="color: #339966;">&#8220;Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.&#8221; </span> </b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/think-and-joy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HARUN</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/harun/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/harun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2014 06:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kristen turki]]></category>
		<category><![CDATA[kristen vs katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kuburan kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1282</guid>
		<description><![CDATA[HARUN By : Sekolah Minggu &#8220;Firaun tak akan mau mendengar,&#8221; Musa beralasan. &#8220;Aku akan membuat Firaun melepaskan umat-Ku,&#8221; Tuhan menegaskan. &#8220;Tapi aku tidak pandai bicara, utus saja orang lain,&#8221; kata Musa. &#8220;Baik, Aku akan utus orang lain,&#8221; kata Tuhan dengan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/harun/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="harun" href="http://sekolahminggu.com/harun/" target="_blank"><span style="color: #ff9900;"><b>HARUN</b></span></a></h1>
<p><a title="sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/" target="_blank">By : Sekolah Minggu</a></p>
<p>&#8220;Firaun tak akan mau mendengar,&#8221; Musa beralasan.</p>
<p>&#8220;Aku akan membuat Firaun melepaskan umat-Ku,&#8221; Tuhan menegaskan.</p>
<p>&#8220;Tapi aku tidak pandai bicara, utus saja orang lain,&#8221; kata Musa.</p>
<p>&#8220;Baik, Aku akan utus orang lain,&#8221; kata Tuhan dengan marah.</p>
<p><span style="color: #008000;"><strong>Tuhan telah menyuruh Musa berbicara kepada Firaun, raja Mesir. Firaun harus membiarkan orang Israel pergi dari Mesir. Selama ini bangsa Israel telah menjadi budak di Mesir. Firaun ingin mereka tetap menjadi budaknya. Dan Musa merasa takut berbicara dengannya (baca Keluaran 4).</strong></span></p>
<p>Kalau Musa tidak berani melakukan apa yang Tuhan suruh, apakah perintah itumenjadi batal? Tidak, Tuhan memakai orang lain. Seseorang ditunjuk Tuhan untuk mendampingi Musa. Orang itu yang akan berbicara kepada Firaun mewakili Musa. Orang itu adalah Harun, kakak Musa sendiri.</p>
<p>Harun memang pandai berbicara dan berpidato, tetapi yang akan ia hadapi adalah raja Firaunyang sangat berkuasa. Maka Tuhan menyertai Harun ketika berbicara dengannya Firaun.</p>
<p>Harun (bahasa Inggris: Aaron) adalah anak kedua dari Amram dan Yokhebed. Sukunya Lewi dan umurnya tiga tahun lebih tua dari Musa. Miriam adalah kakak perempuan mereka.</p>
<p><strong><span style="color: #ffcc00;">Suku Lewi dikhususkan Tuhan untuk melayani-Nya. Artinya, hanya suku Lewi yang boleh bekerja di kemah suci dan menjadi imam. Harun juga dikhususkan untuk bekerja bagi Tuhan menjadi imam besar bagi bangsa Israel (lihat Keluaran 28:1).</span></strong></p>
<p>Tugas Harun adalah mewakili bangsa Israel untuk menghadap Tuhan. Ia meminta pengampunan dan memberikan korban bakaran kepada Tuhan bagi orang Israel. Ia juga memimpin ibadah bangsa Israel.</p>
<p>Harun memiliki empat orang anak, yaitu: Nadab, Abihu, Itamar, dan Eleazar, yang juga menjadi imam bagi bangsa Israel.</p>
<p><b><i>Oleh : Kak Lidya Bekti </i></b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/harun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Mama</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/cerita-mama/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/cerita-mama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2014 18:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[alat peraga sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>
		<category><![CDATA[games sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[                                                    Cerita Mama by Sekolah Minggu        Wini paling suka hari Minggu. Acara Sekolah Minggu menyenangkan dan mengikuti kebaktian di gereja asyik.Tetapi yang paling Wini suka adalah saat malam hari. Khusus untuk hari Minggu malam Mama akan masuk ke kamar<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/cerita-mama/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1>                                      <b>            <span style="color: #ff0000;"> <a title="bahan mengajar sekolah minggu" href=" http://sekolahminggu.com/cerita-mama/" target="_blank"> Cerita Mama</a></span></b></h1>
<p>by <a title="bahan mengajar sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/cerita-mama/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p style="text-align: justify;">     <a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img183.jpg"><img class="size-medium wp-image-652 alignleft" alt="img183" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img183-300x219.jpg" width="300" height="219" /></a>  Wini paling suka hari Minggu. Acara Sekolah Minggu menyenangkan dan mengikuti kebaktian di gereja asyik.Tetapi yang paling Wini suka adalah saat malam hari. Khusus untuk hari Minggu malam Mama akan masuk ke kamar Wini dan bercakap-cakap dengan Wini. Mama punya banyak cerita tentang Tuhan Yesus yang bagus-bagus.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam ini setelah Mama masuk ke kamarnya, Wini cepat-cepat menggantungkan karton yang bertuliskan: MOHON JANGAN GANGGU di pegangan pintu kamar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Lho, koq pakai gantung-gantung karton segala, Win?&#8221; tanya Mama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Minggu lalu Papa dua kali mengganggu, tanya dasi abu-abu, tanya lem ada di mana. Rudi dua kali mengganggu minta izin ambil es krim lagi di lemari es dan pesan minta dibelikan bakcang kalau mama pergi ke pasar!&#8221; jawab Wini. Rudi adalah adik Wini.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="color: #ff0000;">&#8220;Oooh, tetapi Tuhan Yesus selalu menerima gangguan lho!&#8221; komentar Mama.&#8221;Ketika Dia ingin istirahat orang-orang sakit datang dan minta disembuhkan!&#8221;</span></em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Wini berbaring di tempat tidurnya dan Mama berbaring di tempat tidur sorong di bawahnya, tempat tidur untuk Tika, saudara sepupunya, jika ia datang menginap.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mama mau cerita tentang pengalaman Mama, Waktu kamu masih kecil, suatu pagi Mama bergegas ke kantor. Kalau agak siang, bisa sangat penuh dan Mama harus berdiri. Tiba-tiba di jalan dekat rumah ada seorang wanita menegur Mama. Dia adalah famili anggota jemaat. Dia baru berkunjung ke rumah familinya tak jauh dari sini. Dia bilang dia sedang mengalami kesulitan. Mama mau cepat-cepat ke kantor,tetapi tidak tega membiarkan dia begitu saja. Mama ajak ke rumah. Dia dan suaminya kena PHK, sudah beberapa bulan tidak bekerja dan dua anaknya masih balita. Mama mendoakan dia dan memberinya sedikit uang. Kemudian Mama berjanji akan mendoakannya supaya Tuhan memberi dia dan suaminya pekerjaan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dua minggu kemudian&#8230;.!&#8221; lanjut Mama. Tiba-tiba pintu dibuka dan Papa menjulurkan kepala dan berkata, &#8220;Ma,ada telpon dari Bu Tina. Katanya penting!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Huh, ada-ada saja!&#8221; Wini menggerutu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Heran, semua orang koq suka cari Mama!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian Mama masuk ke kamar dan berkata, &#8220;Maaf, Wini, Mama harus ke rumah sakit. Anak Bu Sinta akan dioperasi malam ini. Mama dan ibu-ibu gereja akan ke rumah sakit untuk mendoakannya!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Wajah Wini berubah masam. Tetapi saat itu Papa masuk kekamar dan berkata, &#8220;Jangan kecewa. Papa tahu kelanjutan cerita itu. Dan Papa punya cerita Alkitab yang bagus!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Papa duduk di atas tempat tidur sorong.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tadi Mama pesan supaya Papa melanjutkan cerita itu. Tetapi itu nanti saja kalau kamu sudah mengantuk . Sekarang Papa mau cerita tentang Tuhan yang jago Ilmu Pengetahuan Alam atau fisika!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Wini menjadi bersemangat.Cerita ini belum pernah ia dengar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tuhan yang kita sembah menciptakan alam semesta. Dia sungguh luar biasa. Tiada Allah lain seperti Dia&#8230;!&#8221; Papa mulai bercerita.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aduuuuh, Papa bertele-tele. Langsung saja ceritanya!&#8221; potong Wini tidak sabar. Papa tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Baiklah, untuk menjatuhkan kota Yerikho Tuhan menyuruh prajurit-prajurit Israel mengelilingi kota itu. Tujuh orang imam harus membawa tanduk sangkakala. Bila terdengar sangkakala ditiup seluruh bangsa harus bersorak dengan sorak yang nyaring dan tembok kota itu akan runtuh!&#8221; demikian cerita Papa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aah, itu aku sudah tahu. Di Sekolah Minggu juga aku pernah diceritakan!&#8221; kata Wini. Dalam hati Wini berpikir, &#8220;Aah, katanya Papa punya cerita bagus!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Yang menarik adalah Tuhan ahli pembuat strategi. Ketika hari pertama orang Israel mengelilingi kota itu para prajurit kota Yerikho naik ke atas tembok kota dan menonton pawai tersebut. Mereka heran karena orang Israel hanya berpawai saja dan kemudian kembali ke perkemahan. Pada hari kedua orang-orang Yerikho yang ingin tahu naik ke atas tembok kota. Demikianlah tiap hari semakin banyak penduduk Yerikho yang naik ke atas tembok kota. Pada hari ketujuh hampir seluruh penduduk kota naik ke atas tembok. Tembok itu tidak kuat menahan jumlah orang yang demikian banyak. Ketika sangkakala ditiup para imam dan seluruh bangsa Israel bertempik sorak ada kekuatan di dalam suara yang sangat hebat dan tembok kota itu runtuh</span></em></strong>. Luar biasa bukan, strategi Tuhan kita?&#8221; Papa melanjutkan ceritanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wah, Tuhan sungguh luar biasa, ya Pak!&#8221; kata Wini dengan kagum. &#8220;Ternyata Papa juga pandai bercerita!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ah, Papa kalah kalau dibandingkan dengan Mama!&#8221; kata Papa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya, oleh karena itu jangan sekali-sekali kita menyembah Allah lain!&#8221; kata Papa. &#8220;Nah, kamu mau dengar kan kelanjutan cerita Mama!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Wini mengangguk dan menguap.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dua minggu kemudian wanita itu menelpon. Dia sudah dapat pekerjaan. Dia mengucapkan terima kasih atas doa Mama. Dia mengatakan pada hari bertemu Mama dia amat putus asa dan ingin bunuh diri. Tetapi setelah Mama mendoakannya dan memberinya sedikit uang, dia merasa Tuhan masih mengasihinya dan membatalkan niatnya. Dia percaya pertolongan Tuhan pasti datang pada waktunya&#8230;Dan sebulan kemudian suaminya juga mendapat pekerjaan!&#8221; demikian Papa melanjutkan cerita Mama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kalau begitu, aku tak boleh kesal kalau ada gangguan ya!&#8221; kata Wini, lalu menguap lagi,</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Iya, Tuhan kita baik. Dia mau memakai setiap orang untuk melakukan kebaikan bagi orang lain. Itulah sebabnya kita mau terus setia kepada Tuhan Yesus, Allah yang benar.</span></em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Nah, sekarang kita berdoa, lalu Wini bisa tidur!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Papa dan anak itu berdoa. Lalu Papa keluar kamar dan Wini pun cepat terlelap. Minggu malam selalu istimewa karena orangtua Wini bercerita tentang Tuhan.</p>
<p> <i></i>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/cerita-mama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juru Selamat Kita Yang Besar</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/juru-selamat-kita-yang-besar/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/juru-selamat-kita-yang-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2012 17:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu online]]></category>
		<category><![CDATA[lagu sekolah minggu online]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1258</guid>
		<description><![CDATA[Juru Selamat Kita Yang Besar by : Sekolah Minggu Musiknya dibuat oleh  R. H. Pritchard sebelum dia berumur 20 tahun. Musiknya ini dipublikasikan pertama kali dalam buku lagu gereja Lutheran &#8220;The Singeran Friend&#8221;. Sedangkan liriknya ditulis oleh John Wilbur Chapman.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/juru-selamat-kita-yang-besar/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/juru-selamat-kita-yang-besar/" href=" http://sekolahminggu.com/juru-selamat-kita-yang-besar/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Juru Selamat Kita Yang Besar</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="/juru-selamat-kita-yang-besar/" href="http://sekolahminggu.com/juru-selamat-kita-yang-besar/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Musiknya dibuat oleh  R. H. Pritchard sebelum dia berumur 20 tahun. Musiknya ini dipublikasikan pertama kali dalam buku lagu gereja Lutheran &#8220;The Singeran Friend&#8221;. Sedangkan liriknya ditulis oleh John Wilbur Chapman.</p>
<p><strong><em><span style="color: #008000;">John Wilbur Chapman (1859-1918) adalah seorang pastor Presbiterian dan penginjil yang melayani di akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20. Dia mengambil keputusan untuk mengikut Kristus pada usia 17 tahun, dia menyebut hari itu sebagai &#8220;the day of my acknowledgment of Christ&#8221; (hari pengenalanku akan Kristus). Orang tuanya mempersiapkan dia untuk menjadi pelayan Kristus. Setelah masuk seminari, dia menjadi seorang penginjil dan pelayanannya selama 18 tahun diberkati Tuhan. Ia berkhotbah lebih dari 50.000 kali kepada lebih dari 60 juta pendengar. Sebenarnya ia bukan pengkhotbah yang kuat, namun beberapa jemaatnya setiap hari Minggu berkumpul untuk mendoakan pelayanannya. Pelayanannya diterima dengan baik oleh pendengarnya dan ditandai dengan bertambahnya jumlah orang percaya di gereja yang dia layani.</span></em></strong></p>
<p>Sebagai pengikut Kristus, kita harus sadar bahwa kita adalah orang terbuang, berdosa dan sakit rohani tapi kemudian menerima anugerah Kristus. Sehingga sikap kita terhadap orang lain jangan pernah menghina atau merendahkan orang lain, terutama kepada mereka yang belum mengenal Tuhan. Orang Kristen sejati adalah orang yang sadar bahwa dia adalah orang sakit yang memerlukan Tabib yang Agung yang menyembuhkan, yaitu Yesus. Kita bisa mengenal Kristus hanya karena Anugerah.</p>
<p>Dalam nyanyian ini  dinyatakan beberapa hal tentang Yesus. Bahwa Yesus memberikan pengharapan kekuatan bagi mereka yang adalah milik Kristus. Apakah kita pernah jatuh dalam dosa sehingga tidak memuliakan Allah? Yesus adalah sahabat bagi orang berdosa. Apakah kita rentan terhadap godaan? Yesus adalah kekuatan kita dalam kelemahan yang memberikan kemenangan (Efesus 6:10-11; Ibr 4:15). Ketika kita dihadapkan dengan kesedihan dan kesulitan, Yesus adalah penolong kita yang memberikan kelegaan. Ketika kita membutuhkan pemandu dalam hidup dan perlindungan, Yesus adalah pemandu dan pelindung kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i><b>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</b></i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/juru-selamat-kita-yang-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HADIAH ISTIMEWA</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/hadiah-istimewa/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/hadiah-istimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2012 17:36:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu orang samaria yang baik hati]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu online]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu org 2008 free download software alkitab berbahasa indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1253</guid>
		<description><![CDATA[HADIAH ISTIMEWA by : Sekolah Minggu Sherin suka menggoda Oma bahwa idola Oma Mia adalah Tante Poppy.Tante Poppy Tante Poppy Tante Poppy Tetapi, Oma selalu menjawab, &#8220;Idola Oma Tuhan Yesus, dong. Tante Poppy adalah guru sekolah minggu yang mengajarkan tentang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/hadiah-istimewa/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/hadiah-istimewa/" href="http://sekolahminggu.com/hadiah-istimewa/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">HADIAH ISTIMEWA</span></a></h1>
<p>by :<a title="/hadiah-istimewa/ " href="http://sekolahminggu.com/hadiah-istimewa/ " target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;"> Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Sherin suka menggoda Oma bahwa idola Oma Mia adalah Tante Poppy.Tante Poppy Tante Poppy Tante Poppy Tetapi, Oma selalu menjawab, &#8220;Idola Oma Tuhan Yesus, dong. Tante Poppy adalah guru sekolah minggu yang mengajarkan tentang Tuhan Yesus kepada Oma.&#8221;</p>
<p>Sherin sudah sering mendengar cerita Oma bahwa Tante Poppy sangat baik kepada murid-muridnya. Dulu ketika Oma masih kanak-kanak anjing peliharaan Oma yang bernama Bruno mati. Oma yang sangat sayang pada anjingnya itu menjadi sangat sedih. Tante Poppy menghibur Oma supaya jangan terus bersedih.</p>
<p>Oma pernah bilang bahwa suaranya jelek untuk menyanyi. Tetapi, kata Tante Poppy hatilah yang dilihat Tuhan. Jika kita senang memuji Tuhan dari hati, suara merdu atau tidak merdu tidak menjadi soal. Banyak pelajaran berharga dari Tante Poppy yang diingat Oma. Oma kemudian meneruskannya kepada Sherin.</p>
<p>&#8220;Sherin, besok pulang sekolah kamu tolong ke kantor pos, ya. Oma mau kirim hadiah Natal ini untuk Tante Poppy,&#8221; kata Oma.</p>
<p>&#8220;Baik, Oma,&#8221; jawab Sherin. &#8220;Bungkusannya bisa masuk ke tas sekolah Sherin, kan? Kalau bungkusannya besar ada ongkosnya, lho&#8230;,&#8221; Sherin mengedipkan matanya menggoda Oma.</p>
<p>&#8220;Oh, paketnya kecil, koq. Cuma dompet saja,&#8221; kata Oma dan ia menyerahkan bungkusan paket itu kepada Sherin. &#8220;Sebesar ini pakai ongkos?&#8221; Oma balas menggoda. Lalu keduanya tertawa.</p>
<p>Hari-hari berlalu dengan cepat. Pada hari Sabtu seminggu menjelang Natal Sherin menyapa Oma yang sedang duduk di teras seorang diri. Itu bukan kebiasaan Oma.</p>
<p>&#8220;Mengapa Oma duduk di depan? Kemarin juga Oma duduk di sini,&#8221; tanya Sherin heran.</p>
<p>&#8220;Oma menunggu tukang pos. Biasanya Tante Poppy kirim kartu Natal dan ucapan terima kasih kalau sudah terima paket. Tetapi sampai hari ini tidak ada surat. Oma khawatir kalau-kalau dia sakit atau ada masalah,&#8221; Oma menjelaskan.</p>
<p>&#8220;Lebih baik Oma telepon Tante Poppy saja supaya segera tahu kabarnya. Ini, pakai hp Sherin. Pulsanya masih banyak, koq,&#8221; kata Sherin sambil menyodorkan hp-nya.</p>
<p>&#8220;Oma tidak tahu teleponnya, cuma tahu alamat rumahnya saja di Manado,&#8221; jawab Oma.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu bagaimana kalau Oma tulis surat saja?&#8221;Sherin mengusulkan. &#8220;Nanti Sherin ke kantor pos dan kirimkan surat Oma. Sekalian Oma tanya nomor teleponnya, ya. Mungkin kita akan membutuhkannya lagi.&#8221;</p>
<p>Oma tersenyum dan berkata, &#8220;Baiklah, Oma ikuti saranmu. Cucuku ini memang pintar.&#8221; Sherin tersenyum senang. Oma pun masuk ke dalam.</p>
<p>Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan rumah. Sherin segera menuju pintu pagar. Seorang nenek berambut putih dengan tubuh agak condong ke depan turun dari mobil itu.</p>
<p>&#8220;Selamat siang, Nak,&#8221; sapa nenek itu dengan halus. &#8220;Apakah ini rumah Ibu Mia?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;Benar, Oma! Silahkan masuk!&#8221; kata Sherin sambil membukakan pintu.</p>
<p>Dari dalam Oma tergopoh-gopoh keluar dan langsung memeluk nenek tersebut. Mereka bercakap-cakap sejenak dengan gembira dan akrab.</p>
<p>&#8220;Sherin!&#8221; kata Oma kemudian, &#8220;Ini Tante Poppy yang Oma tunggu-tunggu suratnya!&#8221; Sherin pun menyalami nenek tersebut dengan malu-malu.</p>
<p>&#8220;Wah, Sherin sudah besar. Dulu Mia yang sebesar ini dan rajin ke sekolah minggu. Apakah Sherin juga rajin ke sekolah minggu?&#8221; tanya Oma Poppy. Sherin mengangguk dan tersenyum malu-malu.</p>
<p>Percakapan dengan Tante Poppy sangat menyenangkan. Anaknya yang mengajaknya ke Jakarta. Dan Tante Poppy membuat rencana mengunjungi Oma. Oma sangat terharu karena Tante Poppy yang sudah tua itu mau-maunya datang mengunjunginya. Kunjungannya adalah hadiah istimewa buat Oma.</p>
<p>Sherin terkesan pada Tante Poppy yang hangat dan anggun. Sayang Tante Poppy tidak bisa tinggal lama. Ia tidak mau anaknya yang telah meminjamkan mobil dan sopirnya menjadi khawatir kalau ia pergi lama-lama.</p>
<p>&#8220;Sherin, semoga kalau sudah besar kamu jadi guru sekolah minggu yang istimewa seperti Tante Poppy, ya,&#8221; kata Oma setelah Tante Poppy pulang.</p>
<p>Sherin tersenyum. Rasanya Natal kali ini lebih indah dari biasanya. Dia bertemu dengan seseorang yang begitu istimewa: Tante Poppy.</p>
<p>Tante Poppy telah menerima kasih Tuhan Yesus yang begitu besar. Kasih itu mendorongnya untuk juga mengasihi Oma, mantan murid sekolah minggunya. Dan kasih itu mengikat mereka hingga mereka sudah menjadi nenek-nenek seperti sekarang ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i><b>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</b></i></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/hadiah-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
