<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; anak sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/anak-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Awas Hidung Unta</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2014 11:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[AWAS HIDUNG UNTA &#8220;Jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu. Ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya&#8221; Kej 4:7 Orang Arab mempunyai suatu pepatah: Awas , hati-hati dengan hidung unta!&#8221; Mengapa demikian? Apakah hidung<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">AWAS HIDUNG UNTA</span></h1>
<p style="text-align: justify;"><i><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/AWAS-HIDUNG-UNTA.jpg"><img class=" wp-image-623 alignleft" alt="AWAS HIDUNG UNTA" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/AWAS-HIDUNG-UNTA.jpg" width="188" height="221" /></a><span style="color: #339966;">&#8220;Jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu. Ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya&#8221; Kej 4:7</span></i></p>
<p style="text-align: justify;">Orang Arab mempunyai suatu pepatah: Awas , hati-hati dengan hidung unta!&#8221; Mengapa demikian? Apakah hidung unta berbahaya? Beracun? Bisamembunuh orang? Kenapa kita diperingatkan untuk menghindari hidung unta?</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu ketika ada seorang musafir yang mengadakan perjalanan melewati padang gurun yang amat luas. Musafir ini membawa seekor unta sertanya. Mereka hanya berdua saja di tengah padang gurun yang begitu luas. Hari sangat panas, matahari terik membakar kulit. Kalau sudah tidak tahan dengan panas yang menyengat, sang musafir biasanya mencari tebing-tebing yang agak teduh untuk beristirahat sejenak. Jika hari mulai malam sebaiknyalah yang terjadi. Dingin begitu menusuk tulang dan membuat orang yang tinggal di udara terbuka menggigil kedinginan. Tapi itu belum apa-apa. Yang paling parah kalau pada suatu waktu badai datang menyerang. Di padang gurun yang bering, badai berarti malapetaka. Pasir akan beterbangan dengan hebatnya. Pasir itu amat tebal. Mata akan perih kelilipan pasir. Orang akan sulit bernapas karena pasir beterbangan dengan hebatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah pada suatu hari badai pasir yang dahsyat datang secara tiba-tiba. Ketika badai itu mulai menyerang ke arah sang musafir, dengan segera ia memasang tendanya yang kecil supaya terhindar dari pasir yang beterbangan. Kemudian ia berbaring diam-diam. Sampai beberapa waktu lamanya  badai pasir terus menderu-deru. Sang musafir terus berlindung di dalam tendanya. Di sana ia terhindar dari bahaya pasir yang dapat membutakan mata dan dapat bernapas dengan leluasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tak lama kemudian sang musafir merasa ada sesuatu yang mendorong-dorong kakinya. Ia segera tahu bahwa yang mendorongnya adalah untanya sendiri. Samar-samar ia mendengar suara erangan sang unta.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Apa yang engkau kehendaki?&#8221; tanya sang musafir kepada untanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh tuan, bolehkah saya berteduh sedikit di dalam tendamu?&#8221; sahut sang unta dengan suara yang rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jangan bodoh!&#8221; jawab sang musafir, &#8220;Tenda ini pasti tidak cukup untuk dimasuki oleh kita berdua, palagi tubuhmu begitu besarnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh tuan yang budiman, tolonglah saya,&#8221; sang unta mulai mengerang-erang meminta belas kasihan, &#8220;paling sedikit biarkanlah ujung hidung saya boleh masuk ke dalam tendamu. Saya tidak dapat bertugas karena pasir dengan yang menyesakkan. Kasihanilah saya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang unta merengek-rengek dan mengerang-erang sehingga musafir merasa kasihan kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Baiklah!&#8221; sahutnya, &#8220;Hidungmu boleh masuk, tapi tubuhmu tidak.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh terima kasih tuan, terima kasih.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang unta memasukkan ujung hidungnya ke dalam tenda. Sang musafir menggeser tubuhnya supaya hidung unta dapat masuk. Beberapa waktu kemudian sang musafir merasa heran mendapati tendanya makin lama makin sempit. Ia menemukan sebabnya dengan segera. Ternyata kini bukan saja hidung, tetapi kepala unta dan setengah dari lehernya telah masuk ke dalam tenda.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Keluar!&#8221; teriaknya, &#8220;Bukankah aku sudah katakan ujung hidungmu saja yang boleh masuk ke dalam tendaku ini??!!&#8221; sahut sang musafir dengan marahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Benar, oh tuan yang baik hati,&#8221; sahut sang unta dengan tenang, &#8220;Tapi sayang sekali kalau cuma hidungku saja yang masuk karena pasirpun membutakan mataku. Sebab itu ijinkanlah kepalaku juga boleh masuk ke dalam tendamu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang musafir berusaha membantah dan menolak permintaan untanya, tapi pikirnya &#8216;tak apalah sedikit lagi saja, toh cuma kepalanya. Tapi ternyata sedikit demi sedikit ia mulai merasa didorong-dorong dan didesak untuk terus bergeser pada sisi luar tenda. Sang musafir berteriak-teriak dan berontak, tapi ia tidak berdaya. Dorongan dan desakan sang unta amat kuat. Kini sebagian besar tubuh sang unta sudah mulai masuk ke dalam tenda dan terus mendesak dan mendorong tuannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #800080;">Sang musafir akhirnya terdorong keluar dari tendanya. Kini ia hanya bisa gigit jari sementara sang unta tidur dengan nyenyak di dalam tenda. Sudah mengertikah kamu sekarang, mengapa dikatakan hati-hati terhadap hidung unta? Unta itu merupakan kiasan dari bujukan yang menyesatkan. Jika kita memberi tempat sedikit saja bagi si penggoda untuk masuk ke dalam hati kita, maka dengan segera ia memakai kesempatan ini sebaik-baiknya. Ia tidak akan puas hanya mendapat tempat &#8220;seujung hidung saja&#8221;. Ia pasti akan terus mendesak dan mendorong untuk menguasai hatimu sepenuhnya.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan sekali-kali memberi tempat sekecil apapun untuk dosa masuk ke dalam hatimu. Di situ yang harus bertahta sepenuhnya hanya Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada tempat buat si penggoda meskipun hanya &#8220;seujung hidung unta&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Comenius Diusir Dari Negerinya</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/comenius-diusir-dari-negerinya/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/comenius-diusir-dari-negerinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2013 10:41:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bahan cerita sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[mewarnai sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1628 Comenius Diusir Dari Negerinya By Sekolah Minggu Orang-orang Katolik secara agresif sedang memaksakan otoritasnya di Bohemia. Kaum Protestan telah dibuang, meskipun untuk beberapa tahun lamanya mereka berupaya bersembunyi. Ketika bahaya membesar pada tahun 1628, satu rombongan melintasi pegunungan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/comenius-diusir-dari-negerinya/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 1628 Comenius Diusir Dari Negerinya</span></h2>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Comenius.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-247" alt="Comenius" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Comenius-207x300.jpg" width="207" height="300" /></a>Orang-orang Katolik secara agresif sedang memaksakan otoritasnya di Bohemia. Kaum Protestan telah dibuang, meskipun untuk beberapa tahun lamanya mereka berupaya bersembunyi. Ketika bahaya membesar pada tahun 1628, satu rombongan melintasi pegunungan dan masuk ke Polandia.</p>
<p>Yang memimpin mereka dalam pembuangan itu ialah pastor, penulis sekaligus guru, Jan Amos Comenius. Ia berhenti menoleh ke belakang melihat negeri tercintanya, dan memimpin warganya dalam doa, meminta agar Allah memelihara &#8220;benih terpendam&#8221; dalam diri warganya, suatu kelompok yang akan tumbuh dan menghasilkan buah. Comenius tidak akan pernah melihat negerinya lagi.</p>
<p>Perang tiga puluh tahun menyita pusat kehidupan Comenius. Ketika perang dimulai pada tahun 1618, ia adalah seorang pastor baru dan kepala sekolah pada golongan <i>Unity of Brethen (Unitas Fratrum),</i> pewaris ajaran Protestan dari Yohanes Hus.</p>
<p>Ketika itu Eropa terdiri dari kawasan-kawasan Katolik, Lutheran dan Calvinis. Bohemia, kawasan Protestan, tidak senang menjadi bagian dari kekaisaran Romawi yang suci, maka mereka selalu memberontak. Pada tanggal 23 Mei 1618, sejumlah pemberontak Protestan menyerang istana kerajaan di Praha dan melemparkan para gubernurnya ke luar jendela. Menurut laporan, orang-orang-orang yang terlempar itu mendarat di atas tumpukan kotoran hewan dan tidak terbunuh; namun dengan <i>Defenestration of Prague, </i>revolusi sedang berlangsung.</p>
<p>Dengan bantuan pasukan Spanyol, Kaisar Ferdinand II menghadang para pemberontak pada pertempuran <i>White Mountain </i>tahun 1620, dan daerah tersebut dengan resmi dinyatakan Katolik. Kaum Protestan terpaksa harus meninggalkan tempat itu. Comenius memulai persembunyian tujuh tahunnya. Dengan berpindah-pindah dari ladang ke ladang secara diam-diam, ia mencoba melayani kaum Brethen yang tersisa. Lima tahun sebelum kelahiran John Bunyan, Comenius menulis <i>The Labyrinth of The World </i>(Labirin Dunia), sebuah alegori berliku-liku mirip <i>Pilgrim&#8217;s Progress. </i></p>
<p>Comenius dan kumpulan Brethrennya bermukim di Leszno, Polandia. Di sana ia diangkat sebagai uskup bagi <i>Unitas Fratrum </i>dan menerbitkan buku tentang pendidikan anak-anak serta pelajaran bahasa. Teorinya sangat revolusioner. Semua anak laki-laki dan perempuan, kaya danmiskin harus dididik dengan kurikulum luas yang akan memberikan mereka akses di pelbagai bidang. Pendidikan harus dimulai dari kepedulian ibu, bahkan sejak sebelum lahir, katanya, meskipun hal itu harus melibatkan aspek-aspek bermain dan bukan hanya hafalan. Ia mendukung sederetan periode enam tahun yang dapat dibandingkan dengan prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan pendidikan universitas. Sementara itu, para pengajar harus belajar metode mengajar dari alam. Belajar adalah masalah perkembangan, bukan hanya masalah memperoleh informasi.</p>
<p>Perang tiga puluh tahun merebak terus. Kaum Protestan Denmark menyerang kawasan Katolik, tetapi terpukul balik. Raja Swedia, Gustavus Adolphus, memasuki pergolakan ini dengan berpihak pada Protestan. Ia memperoleh beberapa kemenangan, namun ia meninggal pada tahun 1632.</p>
<p>Sementara itu, Comenius tetap meraih reputasi sebagai seorang terpelajar dan pendidik. Ia menulis <i>The Way oh Light (Jalan Terang) </i>dengan harapan bahwa pendidikan yang benar akan meningkatkan perdamaian. Pada tahun 1641, Parlemen Inggris mengundangnya untuk mempraktikkan teorinya dengan mendirikan perguruan &#8220;pansophic&#8221; (aneka pengetahuan) di Inggris. Sekali lagi perang saudara merebak, yang memaksa Comenius lari. Untuk sementara waktu ia bermukim di Prusia. Dari sana ia pergi ke Swedia sebagai konsultan pendidikan bagi Perdana Menteri, Axel Oxenstierna. Ia juga meminta perdana menteri agar tidak melupakan perihal Brethren ketika perang hampir usai.</p>
<p>Anehnya, Perancis mengubah arah dalam perang itu. Meskipun merupakan negara Katolik, Perancis melihat kesempatan melumpuhkan kekuatan dinasti Hapsburg dan memenangkan beberapa kawasan baginya sendiri. Pasukan Perancis memasuki kancah perang pada tahun 1635, dan perang terus berlanjut. Pada tahun 1648, Perdamaian Westphalia membagi-bagi rampasan yang telah menguras Eropa. Kekaisaran Roma porak-poranda dan ada yang menafsirkan bahwa Jerman telah kehilangan setengah penduduknya dalam peperangan itu. Perancis memenangkan kawasan-kawasan baru. Kaum Calvinis dan Lutheran meraih keuntungan dengan pencapaian kaum Calvinis.</p>
<p>Namun, kaum Brethren tidak menerima baik hak kembali ke Bohemia maupun daerah pemukiman baru. Comenius melanjutkan pengembaraannya sepanjang sisa hidupnya. Selama dua puluh dua tahun ia berkelana, melayani kaum Brethren yang terbuang jauh. Ketika rumahnya di Polandia dibakar, ia kehilangan sebagian besar ensiklopedi yang disusunnya. Namun, berkat perlindungan seorang Belanda, ia menerbitkan banyak buku tentang pendidikan &#8211; termasuk buku bergambar pertama untuk anak-anak, <i>The World in Pictures (Dunia dalam Gambar). </i></p>
<p>Comenius dihargai dan dihormati, namun ia jarang didengar. Pada usia tujuh puluh lima tahun ia muncul di sebuah persidangan untuk memohon perdamaian antara Inggris dan Negeri Belanda  &#8211; tetapi mereka meremehkan sarannya. Ia mempunyai visi pendidikan yang akan membawa kesempurnaan spiritual dan perdamaian dunia. Meski tujuan pertama menarik beberapa negara, tak satu pun ingin mencoba tujuan kedua.</p>
<p>Walaupun ia dengan tepat dapat dikatakan sebagai salah seorang Bapa Oikumene, Comenius sering tidak dihiraukan. Ia lebih dihargai dunia sekular daripada oleh Gereja, dan ia sering dielukan sebagai Bapa Pendidikan Modern.</p>
<p>&#8220;Benih terpendam&#8221; yang didoakan Comenius muncul di kemudian hari. Serombongan Brethren bermigrasi ke Herrnhut, di Jerman, pada awal-awal abad kedelapan belas. Di sana terjadilah kebangkitan spiritual yang menyulut upaya misi besar yang merambat ke seluruh dunia.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/comenius-diusir-dari-negerinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tantangan Dalam Pekerjaan Allah</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/tantangan-dalam-pekerjaan-allah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/tantangan-dalam-pekerjaan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2013 09:40:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu sekolah minggu kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Nehemia 4:1-14 Pernahkah ada teman yang mengejekmu ketika engkau sedang berusaha taat kepada Allah? Pernahkah ada orang yang berusaha menggagalkan niatmu untuk rajin membaca Alkitab? Mudah saja mengatakan dan menyanyikan janji untuk menjadi murid Tuhan Yesus yang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/tantangan-dalam-pekerjaan-allah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Nehemia 4:1-14</p>
<p>Pernahkah ada teman yang mengejekmu ketika engkau sedang berusaha taat kepada Allah? Pernahkah ada orang yang berusaha menggagalkan niatmu untuk rajin membaca Alkitab? Mudah saja mengatakan dan menyanyikan janji untuk menjadi murid Tuhan Yesus yang setia. Tetapi, melaksanakan janji itu setiap hari tidaklah mudah. Ada saja menjadi penghalang. Penghalang itu bisa dari dalam diri kita sendiri, yaitu kemalasan dan sifat pelupa kita. Penghalang bisa juga dari orang lain yang berusaha menghina, mengejek dan mengganggu kita.</p>
<p>Nehemia mengalami halangan. Ia harus menghadapi Sanbalat yang berusaha menggagalkan pekerjaan Tuhan. Sanbalat tidak henti-hentinya mengejek Nehemia. Juga Tobia, teman Sanbalat, melakukan hal yang sama.</p>
<p>Bagaimanakah sikap Nehemia dalam keadaan seperti itu? Mari kita baca ayat 6. Nehemia tetap mengerjakan pekerjaannya dengan segenap hati, juga semua orang yang mengikuti dia.Nehemia mengingatkan semua orang yang ikut membangun tebok Yerusalem, bahwa Allah terus memimpin dan menjaga mereka dari serangan orang-orang yang hendak berbuat jahat pada mereka.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apakah yang Nehemia lakukan saat menghadapi ancaman dalam menaati dan  melaksanakan pekerjaan Tuhan? (ay.9)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, tolonglah saya dalam menyelesaikan tugas-tugas yang Engkau percayakan kepada saya. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Ketika engkau menghadapi ejekan, maukah engkau berdoa dan berjaga-jaga seperti Nehemia?</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><strong>Allah Menyelesaikan Pekerjaan-Nya</strong></li>
<li><b>Sukacita Dalam Firman Allah</b></li>
<li><b>Mengingat Allah Dan Karyanya</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/tantangan-dalam-pekerjaan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bonifatius Berangkat Sebagai Misionaris</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/bonifatius-berangkat-sebagai-misionaris/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/bonifatius-berangkat-sebagai-misionaris/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2013 07:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[animasi sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita untuk anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 716 Bonifatius Berangkat Sebagai Misionaris By Sekolah Minggu Hampir seperti Elia di atas bukit Karmel, Bonifatius, misionaris berdarah Saxon dari Inggris, melawan kekafiran di jantung negeri Jerman. Ia mempunyai sebuah kapak di tangannya. Di hadapannya ada Thundering Tree (Pohon<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/bonifatius-berangkat-sebagai-misionaris/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 716 Bonifatius Berangkat Sebagai Misionaris</span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Bonifatius.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-127" alt="Bonifatius" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Bonifatius-236x300.jpg" width="236" height="300" /></a>Hampir seperti Elia di atas bukit Karmel, Bonifatius, misionaris berdarah Saxon dari Inggris, melawan kekafiran di jantung negeri Jerman. Ia mempunyai sebuah kapak di tangannya. Di hadapannya ada <i>Thundering Tree </i>(Pohon Petir) yang besar, sebuah tanda perbatasan setempat yang dikeramatkan bagi dewa petir oleh orang-orang kafir. Bahkan sebagian orang yang bertobat dan menajdi Kristen karena ajaran-ajaran Bonifatius, diam-diam menyembah pohon tersebut.</p>
<p>Dengan berani Bonifatius menentang penyembahan sesat ini. Sebagai wakil Allah yang sejati bagi orang-orang Kristen, ia memusnahkan lambang iblis tersebut. Ia menebang pohon &#8220;suci&#8221; tersebut dengan kapaknya, dan Pohon Petir tersebut pun tumbang dengan suara gemuruh.</p>
<p>Itulah legendanya, benar atau tidak, sekurnag-kurangnya cerita ini mengungkapkan keberanian, dan iman yang ditampilkan Bonifatius melawan kepercayaan yang salah.</p>
<p>Dilahirkan dalam keluarga Kristen di Wessex pada tahun 680, nama aslinya ialah Winfred. Ia dilatih di Biara Benediktin dan ditahbiskan pada usia tiga puluh tahun. Ia dianugerahi keterampilan untuk belajar dan memimpin. Sebenarnya ada peluang baginya untuk berdiam di Inggris, untuk belajar, mengajar dan mungkin juga memimpin sebuah biara, namun ia merasa sedih atas orang-orang yang belum mengaku percaya kepada Kristus. Beribu-ribu orang Saxon di Low Countries (dataran rendah) dan di Jerman sangat membutuhkan Injil.</p>
<p>Pada tahun 716, Winfred berangkat ke Frisia, tempat para misionaris Inggris telah berupaya berpuluh-puluh tahun lamanya. Raja Frisia, Radbord, menentang kekristenan. Tekanan di situ sangat kuat dan Winfred pun kembali ke Inggris. Inilah kegagalan misinya yang pertama.</p>
<p>Teman-temannya di biara Benediktin meminta dia menjadi kepala biara. Setelah pengalaman yang menyakitkan di Frisia, ia mungkin saja tergiur dengan tawaran ini. Tetapi visi Winfred masih mengarah keluar. Ia pergi ke Roma pada tahun 718, dan di sana ia menerima tugas misionaris dari Paus. Ia ditugaskan untuk pergi lebih jauh, melewati Sungai Rhine, dan mendirikan gereja Roma di antara orang Jerman di sana.</p>
<p>Jerman umumnya telah terbuka untuk kekristenan jenis apa pun, namun tidak ada Gereja yang kuat di sana. Pada abad keempat, suku-suku Jerman terikat dengan Arianisme yang mereka baurkan dengan takhayul mereka sendiri. Kemudian, misionaris Celtic telah memenangkan sejumlah jiwa, tetapi mereka tidak pernah ada di bawah naungan organisasi Gereja yang kuat. Sri Paus ingin sekali menghadirkan Gereja yang kokoh di sana.</p>
<p>Mula-mula, Winfred mendatangi Thuringia untuk menghidupkan gereja yang mulai melemah di sana. Kemudian setelah ia mendengar bahwa musuhnya Radbod telah mati, ia kembali ke Frisia. Otoritas Sri Paus agaknya telah memberikan Winfred wibawa atas pemerintah setempat. Di sana ia bekerja selama tiga tahun, kemudian berpindah ke arah tenggara, ke Hesse.</p>
<p>Ia kembali ke Roma pada tahun 723 dan diangkat sebagai uskup. Itulah saatnya ia menerima nama barunya &#8211; <i>Bonifatiuas. </i>Ia juga diberikan surat perkenalan untuk Charles Martel, raja suku Frank. Ketangkasan Charles di bidang militer sangat terkenal (ia yang memukul mundur pasukan Islam di Tours). Perlindungannya memberikan dukungan kuat bagi Bonifatius.</p>
<p>Sekembalinya dari Hesse, Bonifatius melanjutkan pemusnahan kekafiran dan mendirikan gereja. Hal ini terjadi ketika ia menumbangkan pohon yang dianggap suci. Mungkin ketakutan warga pada Charles Martel yang mencegah mereka menjatuhkan Bonifatius. Namun, hasilnya ialah bahwa kekristenan menjadi kekuatan baru yang harus diperhitungkan di Jerman. Jika pohon mereka saja tidak dapat dilindungi para dewa orang Jerman, maka mereka tidak memiliki apa pun untuk dibandingkan dengan Allahnya Bonifatius.</p>
<p>Bonifatius menjadi daya tarik bagi sejumlah misionaris dari Inggris &#8211; para biarawan dan biarawati ingin sekali melayani bersamanya. Dengan bantuan mereka, ia mendirikan organisasi gereja yang kuat di seluruh kawasan itu.</p>
<p>Ironisnya, pelindungnya, Charles Martel sedang mengupayakan perubahan gereja di antara orang-orang Frank. Charles berkuasa atas gereja-gereja di sana dengan merampas tanahnya dan menjual instansi- instansi gereja. Hanya setelah ia wafat, pada tahun 741, Bonifatius dapat memulihkan gereja Frank tersebut.</p>
<p>Pada tahun 747, Bonifatius sekali lagi pergi ke Roma. Di sana ia diangkat menjadi uskup agung Mainz dan pemimpin spiritual seluruh Jerman. Namun setelah melewati umur tujuh puluh tahun, ia berkeinginan menyelesaikan pekerjaannya yang tertinggal. Setelah mengundurkan diri dari jabatan uskup agungnya pada tahun 753, ia kembali ke Frisia, tempat ia memulai karya misionarisnya. Di sana ia memanggil kembali orang-orang yang telah ia baptis dan yang seka ke kekafiran, kemudian ia melanjukan perjalanan ke daerah-daerah yang belum dijangkau.</p>
<p>Pada hari Minggu Pentakosta tahun 755, di Dackum, di sepanjang Sungai Borne, ia merencanakan kebaktian di tempat terbuka, mengajar dan meneguhkan orang-orang percaya baru. Ketika sedang berdiri di tepi sungai, sambil menyiapkan kebaktian, segerombolan penjahat kafir menyerangnya. Orang-orang yang ada di pihaknya mencoba melawan, tetapi Bonifatius berteriak: &#8220;Hentikanlah, anak-anakku dari pertikaian&#8230; Jangan takut kepada mereka yang membunuh badan ini, tetapi tidak dapat membunuh jiwa yang abadi&#8230; Terimalah dengan tenang serangan maut sesaat ini, agar Anda dapat hidup dan memerintah bersama-sama Kristus selama-lamanya.&#8221; Menurut saksi mata, ia mati dengan Injil di tangannya.</p>
<p>Para kritikus berkata bahwa Bonifatius hanyalah seorang organistoris. Sebagian besar karya misinya adalah politik, yaitu membina kesetiaan pada gereja Roma di tempat-tempat gereja melemah. Dan adalah benar bahwa ia membantu meletakkan dasar bagi kekaisaran Roma yang suci dan politik kepausan Abad Pertengahan. Berkat Bonifatius, Jerman merupakan benteng bagi gereja Roma sampai zaman Reformasi.</p>
<p>Akan tetapi tidak ada yang dapat meragukan kesalehan, keberanian ataupun kesetiaan pelayanan Bonifatius. Seperti yang ditulis sejarawan Kenneth Scott Latourette, &#8220;Tidak banyak, jika pun ada, misionaris Kristen yang telah menyajikan dengan lebih tepat, idealisme iman mereka yang hendak disebarluaskan dengan perilaku mereka. Rendah hati, meskipun ada kesempatan yang menggiurkan untuk mendapatkan posisi gerejawi yang tinggi; tanpa cacat skandal; seorang yang mandiri dan tekun berdoa; berani, mengorbankan diri sendiri, dan adil. Bonifatius adalah salah seorang panutan yang luar biasa bagi kehidupan Kristen.&#8221;</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/bonifatius-berangkat-sebagai-misionaris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lawan-lawan Salomo</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/lawan-lawan-salomo/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/lawan-lawan-salomo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Mar 2013 07:55:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu sekolah minggu kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu 1 Raja-raja 11: 14-26 Raja Salomo memiliki banyak istri yang berasal dari bangsa-bangsa yang tidak percaya kepada Allah. Mereka menyembah dewa-dewa. Sebelumnya Allah sudah memperingatkan Salomo untuk mengambil istri dari bangsa-bangsa tersebut. Karena itu perbuatan Raja Salomo<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/lawan-lawan-salomo/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By<a href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank"> Sekolah Minggu</a></p>
<p>1 Raja-raja 11: 14-26</p>
<p>Raja Salomo memiliki banyak istri yang berasal dari bangsa-bangsa yang tidak percaya kepada Allah. Mereka menyembah dewa-dewa. Sebelumnya Allah sudah memperingatkan Salomo untuk mengambil istri dari bangsa-bangsa tersebut. Karena itu perbuatan Raja Salomo itu benar-benar membuat Allah murka kepadanya. Apa yang Salomo lakukan itu berakibat sangat buruk. Salomo mulai mengabaikan Allah dan ikut-ikutan menyembah dewa-dewa yang disembah oleh istri-istrinya. Akibatnya Allah akan memecah kerajaan Salomo karena Salomo terlebih dahulu melanggar perjanjian Allah. Bacalah ayat 11.</p>
<p>Di dalam bacaan Alkitab kita ini dapat kita lihat bahwa Allah membangkitkan orang-orang yang akan memberontak kepada Salomo. Keamanan dan kejayaan kerajaan Salomo bukan disebabkan karena kepandaian Salomo, tetapi karena Allah beserta dengan Salomo. Ketika Salomo mulai menyembah  dewa-dewa, sebenarnya saat itu Salomo meninggalkan Allah.</p>
<p>Ketika kita melanggar perintah Allah sebenarnya kita sedang melawan Allah. Itu berarti kita dengan sengaja membuat Allah marah. Tahukah engkau bahwa ketika kita melawan Allah berarti kita sedang membuang diri kita sendiri.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p><b> </b>Sebutkan tiga lawan Salomo yang dibangkitkan Allah? (ay.14,23,26)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p><b> </b>Bapa di surga, tolong saya untuk tidak meninggalkan Tuhan dalam keadaan apa pun, baik dalam keadaan yang sulit maupun dalam keadaan yang lancar. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan                                                                                                                                                   </b>Jangan pernah meninggalkan Allah. Berusahalah selalu menyediakan waktu untuk membaca Alkitab dan berdoa.</p>
<ul>
<li><b>Salomo Mati dan Kerajaannya Terpecah</b></li>
<li><b>Dosa Yerobeam, Raja Israel Utara</b></li>
<li><b>Ahab Menyembah Baal</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/lawan-lawan-salomo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DI BUKIT GOLGOTA</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/di-bukit-golgota/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/di-bukit-golgota/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 May 2012 15:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[acara natal sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[alat peraga sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1170</guid>
		<description><![CDATA[DI BUKIT GOLGOTA by : Sekolah Minggu &#160; Di Bukit Golgota (The Old Rugged Cross) Lagu ini ditulis oleh George Bennard pada tahun 1913. Lagu ini menjadi salah satu lagu Kristen yang paling terkenal. George Bennard dilahirkan di Youngstown, Ohio,<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/di-bukit-golgota/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/di-bukit-golgota/" href=" http://sekolahminggu.com/di-bukit-golgota/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>DI BUKIT GOLGOTA</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="/di-bukit-golgota/" href="http://sekolahminggu.com/di-bukit-golgota/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Di Bukit Golgota (The Old Rugged Cross)<br />
</b></p>
<p>Lagu ini ditulis oleh George Bennard pada tahun 1913. Lagu ini menjadi salah satu lagu Kristen yang paling terkenal. George Bennard dilahirkan di Youngstown, Ohio, tetapi tidak lama kemudian pindah ke kota yang lain bersama dengan orang tuanya. George Bennard menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya ketika ia masih muda. Setelah kematian ayahnya, waktu itu George belum berumur 16 tahun, ia terlibat dalam pelayanan Bala Keselamatan. Setelah waktu yang cukup lama melayani, Bennard ditahbiskan oleh Gereja Episkopal Methodist. Pelayanannya menjadi berkat dan dia sangat dihormati. Ia juga terlibat dalam pelayanan KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) di beberapa tempat seperti Michigan dan New York. Mengenai lagu ini, ia menuliskan: Inspirasi itu datang kepadaku suatu hari di tahun 1913, ketika aku sedang tinggal di Albion, Michigan. Aku mulai menulis &#8220;Di Bukit Golgota&#8221;. Aku menggubah melodinya dulu. Kata-kata yang kutulis pertama kali tidak sempurna. Kata-kata dari lagu yang sudah selesai masuk dalam hatiku sebagai jawaban atas keperluanku sendiri. Sesaat setelah itu, lagu ini diperkenalkan pada pertemuan-pertemuan khusus di Pokagon, Michigan, apda 7 juni 1913. Acara pertama di mana lagu ini diperdengarkan di luar gereja di Pokagon adalah di Chicago Evangelistic Institute. Di sana lagu ini diperkenalkan kepada sebuah konvensi besar dan segera menjadi sangat populer di seluruh negara.</p>
<p>Tidak lama setelah menulis lagu ini, George Bennard mengirim sebuah salinan lagu ini kepada Charles Gabriel, salah satu komposer Kristen yang terkenal saat itu. Charles Gabriel menyatakan bahwa lagu itu akan disukai banyak orang.</p>
<p>Bennard melanjutkan pelayanan penginjilannya selama empat puluh tahuns etelah penulisan lagu ini. Ia menulis beberapa lagu Kristen yang lain tapi yang sangat terkenal adalah lagu &#8220;Di Bukit Golgota&#8221;. Pada 9 Oktober 1958, Ia meninggal. Di Michigan terdapat salib setinggi dua belas kaki (3,6 meter) dengan kata-kata: &#8220;The Old Rugged Cross&#8221; (Di Bukit Golgota) &#8211; Rumah George Bennard, komposer dari lagu tercinta ini.</p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color: #000080;">Dalam 1 Petrus 2:24 dikatakan : &#8220;Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-NYa kamu telah sembuh.&#8221;</span></em></strong></p></blockquote>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/di-bukit-golgota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sadhu Sundar Sigh</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/sadhu-sundar-sigh/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/sadhu-sundar-sigh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 18:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu yang kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=685</guid>
		<description><![CDATA[Sadhu Sundar Sigh by : Sekolah Minggu Misionaris di Negara Sendiri &#160; Keluarga Sher Singh adlah sebuah keluarga Sikh yang hidup di kota Punjab di India Utara. Sebagai seorang pemilik tanah, dengan kekayaan yang dimilikinya, Sher Singh dapat memberikan kehidupan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/sadhu-sundar-sigh/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="gambar anak sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/sadhu-sundar-sigh/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Sadhu Sundar Sigh</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="lagu sekolah minggu" href=" http://sekolahminggu.com/sadhu-sundar-sigh/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p><em><b>Misionaris di Negara Sendiri</b></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/alkitab11.jpg"><img class="wp-image-686 alignleft" alt="alkitab1" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/alkitab11-300x300.jpg" width="207" height="207" /></a>Keluarga Sher Singh adlah sebuah keluarga Sikh yang hidup di kota Punjab di India Utara. Sebagai seorang pemilik tanah, dengan kekayaan yang dimilikinya, Sher Singh dapat memberikan kehidupan yang nyaman kepada keluarganya.</p>
<p>Maka ketika anak laki-lakinya lahir pada 3 September 1889, Sher Singh dan istrinya bertekad akan memberikan pendidikan yang baik baginya, baik dalam hal agama maupun dalam bidang lainnya.</p>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em><span style="color: #993300;">Sundar Singh adalah nama anak laki-laki mereka. Sebagai keluarga yang sangat taat dengan agama Hindu, oleh ibunya Sundar dibesarkan dalam tradisi Hindu yang ketat. Semenjak kecil Sundar sudah diajak untuk bertemu dan belajar kepada seorang Sadhu. Sadhu adalah seseorang yang dianggap suci, meninggalkan hidup duniawi dan bertapa di hutan. Ibunya berharap Sundar dapat belajar agama Hindu dari Sadhu tersebut. Bahkan ibunya juga berharap suatu saat nanti Sundar dapat menjadi seorang Sadhu. Dan tidak hanya itu, karena melihat bahasa Inggris sangat penting, maka Sundar dikirimkan ke Sekolah Misi Presbiterian Amerika untuk belajar bahasa Inggris.</span></em></strong></p></blockquote>
<p>Kehidupan Sundar sangat dipengaruhi oleh ibunya yang adalah seorang wanita yang sangat religius. Sundar begitu mengasihi dan menghormati ibunya, dan memang didikan dari ibunya akan banyak memengaruhi kehidupannya di masa mendatang. Karena mendapatkan pendidikan agama yang baik dan bimbingan yang ketat dalam masalah agama, maka ketika berumur tujuh tahun Sundar sudah dapat menghafalkan Bhagavadgita. Bhagavadgita adalah buku yang berisi pengajaran kehidupan rohani Hindu. Pada usia 16 tahun dia sudah dapat menghafal Vedas,kitab suci Hindu, dan mempelajari kitab Quran.</p>
<p>Kapankah Sundar pertama kali berkenalan dengan kekristenan? Misionaris kenalan ibunya membuat Sundar dapat masuk ke sekolah misionaris untuk belajar bahasa Inggris. Di tempat itulah pertama kalinya Sundar berkenalan dengan Alkitab, karena di dalam pelajaran bahasa Inggris yang dipakai sebagai buku pelajaran adalah Kitab Perjanjian Baru. Akan tetapi pada saat itu dia tidak tertarik sama sekali, bahkan Sundar menolak untuk membaca Perjanjian Baru sebagai bacaan setiap hari. Pada saat itu Sundar sedang giat-giatnya mempelajari Hindu dan yoga.</p>
<p>Sundar tidak pernah menyangka bahwa akan terjadi perubahan besar di dalam hidupnya. Dan perubahan itu dimulai dari hal yang paling menyakitkan di dalam hidupnya, yaitu kehilangan ibunya, orang yang paling mengasihinya dan yang paling dia kasihi. Ibunya meninggal dunia ketika dia berumur 14 tahun. Sundar merasa sangat terpukul dan sangat kehilangan. Akibatnya Sundar seperti kehilangan arah. Dia hidup dalam keputusasaan dan sikapnya berubah menjadi seorang yang sangat pemarah.</p>
<p>Merasa yakin bahwa ajaran Kristen tidak benar, dia memakai keyakinannya itu untuk menyalahkan orang-orang Kristen. Tidak hanya itu, dia juga menganiaya para petobat baru dan sebagai puncak kemarahannya Sundar membeli sebuah Alkitab dan membakarnya selembar demi selembar di rumahnya dengan disaksikan oleh teman-temannya. Sundar bukan orang bodoh. Dia menyadari keadaannya dan berusaha mendapatkan kedamaian melalui ajaran-ajaran yang selama itu diterimanya, akan tetapi tidak menemukan kedamaian itu.</p>
<p>Putus asa karena tidak juga mendapatkan kedamaian, Sundar sempat berpikir untuk bunuh diri. Namun, pada saat seperti itu anugerah Tuhan datang kepadanya. Tuhan memakai saat itu untuk membawa Sundar kepada-Nya. Apakah yang terjadi pada dirinya?</p>
<p>Tiga hari setelah membakar Alkitab, Sundar terbangun pada jam 3 pagi. Hatinya begitu gelisah, dia sungguh-sungguh ingin tahu apakah Tuhan itu sungguh-sungguh ada. Dia hendak berdoa meminta supaya Tuhan menunjukkan diri-Nya. Dengan tekad seperti itu Sundar pergi ke halaman untuk mandi seperti yang biasa dilakukannya sebelum bersembahyang. Selesai mandi, ia kembali ke kamarnya, berlutut dan berdoa meminta Tuhan menunjukkan diri-Nya.</p>
<p>&#8220;O, Tuhan, jika Tuhan sungguh-sungguh ada, tunjukkanlah diri-Mu kepadaku malam ini.&#8221;</p>
<p>Sundar berdoa hingga 7 jam, akan tetapi tidak terjadi apap pun. Tidak ada tanda-tanda bahwa Tuhan menunjukkan diri-Nya. Sundar menjadi sangat putus asa. Dia berpikir akan bunuh diri dengan melemparkan dirinya di depan kereta api  Ludhiana Ekspress yang akan lewat di dekat rumahnya pada pukul 5 pagi. Sundar berharap ketika inkarnasi nanti, dia akan memperoleh kedamaian.</p>
<p>Apakah yang terjadi kemudian? Apakah Tuhan diam saja?</p>
<p>Artikel Bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/sadhu-sundar-sigh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
