<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; cerita sekolah minggu yang menarik</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/cerita-sekolah-minggu-yang-menarik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>DOSA MENGINTIP</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2014 10:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab untuk anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu bergambar]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1144</guid>
		<description><![CDATA[DOSA MENGINTIP by : Sekolah Minggu &#8220;Ugh&#8230; apa sih artinya ini?&#8221; ujar Timmy sambil mengusap-usap matanya menahan kantuk. Dibacanya sekali lagi ayat itu. &#8220;Hati-hati dosa mengintip,&#8221; dia bergumam. Hari itu adalah hari kedua Timmy memenuhi janjinya kepada Tuhan. Ya, dia<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/dosa-mengintip/" href=" http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/ " target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>DOSA MENGINTIP</b></span></a></h1>
<p>by :<a title="/dosa-mengintip/" href="http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;"> Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>&#8220;Ugh&#8230; apa sih artinya ini?&#8221; ujar Timmy sambil mengusap-usap matanya menahan kantuk. Dibacanya sekali lagi ayat itu. &#8220;Hati-hati dosa mengintip,&#8221; dia bergumam.</p>
<p>Hari itu adalah hari kedua Timmy memenuhi janjinya kepada Tuhan. Ya, dia berjanji akan membaca seluruh Alkitab sebelum lulus SD. Bahan bacaan hari itu adalah dari Kejadian pasal 3-4. Rasanya banyak sekali yang harus dibacanya.</p>
<p>&#8220;Aneh sekali, memangnya dosa itu seperti manusia yang bisa mengintip?&#8221;</p>
<p>Timmy membayangkan bentuk dosa sebagai manusia. Mungkin matanya melotot, rambutnya berantakan, dan badannya kurus kering. Timmy tersenyum geli membayangkan hal itu.</p>
<p>Timmy menutup Alkitabnya. Pasal 4 sudah selesai dibacanya dan sudah waktunya tidur. Kata-kata dosa mengintip tetap melekat di pikirannya, namun akhirnya dia terlelap juga.</p>
<p>KRIIING&#8230; KRIIING&#8230; KRIIING&#8230;! Timmy membuka matanya, melirik ke arah jam weker berbentuk bola miliknya, jam5.30. Dengan sedikit malas Timmy bangun. Ia mematikan wekernya dan masuk ke kamar mandi.</p>
<p>Lima belas menit kemudian dia sudah duduk di meja makan. Di hadapannya tersedia nasi goreng telur andalan Mama. Papa menyusul duduk di meja makan tidak lama kemudian. Ia sudah berpakaian rapi, siap menuju kantor.</p>
<p>Timmy selalu membonceng papanya ke sekolah karena sekolahnya berada di jalan yang sama dengan kantor papa. Ini sangat menguntungkan Timmy. Dia tidak perlu naik kendaraan umum seperti kebanyakan teman-temannya.</p>
<p>Waktu menunjukkan pukul 06.15 ketika Timmy tiba di sekolah. Suasana masih agak sepi, dan biasanya akan mendadak ramai jika waktu masuk sekolah tinggal 15 menit lagi.</p>
<p>Letak kelas Timmy persis berseberangan dengan pintu gerbang sekolah.Dia harus melintasi halaman sekolah untuk sampai di kelasnya. Sambil berjalan dengan iseng Timmy menendang-nendang batu kecil yang ditemukannya. Dia membayangkan batu itu adalah bola sepak.</p>
<p>&#8220;Kapan ya aku bisa membeli bola sepak&#8230;.?&#8221; gumam Timmy.</p>
<p>Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu berwarna merah di tanah. Timmy membungkuk. Dia terkejut ketika menyadari kalau itu adalah uang kertas Rp. 100.000.</p>
<p>Ide yang muncul pertama kali dalam pikirannya membuatnya sangat senang. &#8220;Asyiiik&#8230; akhirnya aku  bisa membeli bola sepak.&#8221;</p>
<p>Timmy membayangkan bola bundar hitam putih itu sudah menjadi miliknya. Bahkan dia sudah membayangkan siapa saja yang akan menjadi tim sepak bolanya, warna kaos yang akan mereka pakai kalau sedang bermain, dan siapa saja yang akan dia ajak untuk menjadi tim lawan main mereka. Wuiiihhh, harapannya sudah selangit.</p>
<p>Ketika dia hendak mengambil uang itu, terdengar suara temannya, Robin, memanggilnya dengan keras. &#8220;Timmy&#8230;! Tunggu aku&#8230;!&#8221;</p>
<p>Takut ketahuan dan terlihat oleh Robin, Timmy cepat-cepat menginjak uang itu dan berdiri tegak. Robin datang terengah-engah, &#8220;Ah&#8230; akhirnya. Yuk, Tim, kita ke kelas.&#8221;</p>
<p>Timmy diam saja, berdiri mematung, tidak tahu harus menjawab apa.</p>
<p>&#8220;Loh? Ayo, tinggal 10 menit lagi bel berbunyi, loh&#8230;&#8221; Robin menarik tangan Timmy.</p>
<p>Tergagap-gagap Timmy menjawab, &#8220;Eh&#8230;. sebentar, kakiku kesemutan. Kamu duluan tidak apa-apa, Robim.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh&#8230; kesemutan? Biasanya tidak lama sembuh. Aku tunggu saja ya supaya kita bisa sama-sama ke kelas.&#8221;</p>
<p>Aduh, celaka! pikir Timmy. Bagaimana caranya supaya Robin pergi? Robin harus pergi terlebih dulu sehingga dia bisa mengantongi uang itu.</p>
<p>&#8220;Jangan, Robin! Kasihan kamu, nanti terlambat. Kamu duluan saja, nanti aku menyusul, ya&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, tidak apa kok, Tim.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu tidak ada tugas piket?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak, tugas piketku besok. Kita satu grup, kan?&#8221;</p>
<p>Waduuuhhh&#8230;. Robin tetap berkeras. Timmy semakin kebingungan dan mulai jengkel. Akhirnya dia berkata ketus, &#8220;Robin, kamu pergi duluan bisa tidak, sih! Jangan menyebalkan seperti itu!&#8221;</p>
<p>Robin terkejut. Kenapa Timmy tiba-tiba marah? Tanpa bicara lagi, dia berlari meninggalkan Timmy.</p>
<p>Timmy bernapas lega dan bergumam, &#8220;Akhirnya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Timmy mengambil uang itu. Saat itu dia teringat telah menbentak Robin. Rasa bersalah menyelinap di hatinya.</p>
<p>&#8220;Ah, tidak apa. Nanti juga dia akan tetap bermain bersamaku.&#8221;</p>
<p>Tetapi, Timmy merasakan ada hal lain yang tidak beres. Sementara kakinya melangkah perlahan, jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya, secepat mobil balap mungkin.</p>
<p>Timmy tidak dapat membohongi dirinya sendiri. Dia tahu apa sebenarnya yang salah. Dia telah mengambil uang yang bukan miliknya! Itu salah. Tetapi, dia berusaha menghibur diri dengan berkata di dalam hatinya, kalau uang itu toh tidak ada pemiliknya.</p>
<p>Bel berbunyi, Timmy tiba tepat di depan kelas, menyusul teman-temannya yang sudah berbaris rapi. Dia berdiri di barisan paling belakang. Setelah barisan rapi, Bu Anita mempersilahkan murid-muridnya masuk ke dalam kelas satu per satu. Terjadi pertentangan di hati Timmy antara mengambil atau melaporkan uang yang ditemukannya itu kepada Bu Anita.</p>
<p>Barisan terus berjalan masuk. Pertentangan di hati Timmy semakin hebat. Akhirnya Timmy tepat berhadapan dengan Ibu Anita yang berdiri dengan sikap anggun dan berwibawa. Timmy pun menyodorkan uang kertas Rp 100.000 itu dan berkata, &#8220;Bu Anita, tadi saya menemukan uang ini di halaman sekolah.&#8221;</p>
<p>Setela itu  pertentangan di hati Timmy reda. &#8220;Tadi itukah yang disebut &#8216;dosa mengintip&#8217;?&#8221; pikir Timmy. &#8220;Tuhan, ampuni aku,&#8221; doanya dalam hati. &#8220;Terima kasih, Tuhan sudah mencegahku berbuat dosa.&#8221;</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Mama</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/cerita-mama/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/cerita-mama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2014 18:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[alat peraga sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>
		<category><![CDATA[games sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[                                                    Cerita Mama by Sekolah Minggu        Wini paling suka hari Minggu. Acara Sekolah Minggu menyenangkan dan mengikuti kebaktian di gereja asyik.Tetapi yang paling Wini suka adalah saat malam hari. Khusus untuk hari Minggu malam Mama akan masuk ke kamar<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/cerita-mama/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1>                                      <b>            <span style="color: #ff0000;"> <a title="bahan mengajar sekolah minggu" href=" http://sekolahminggu.com/cerita-mama/" target="_blank"> Cerita Mama</a></span></b></h1>
<p>by <a title="bahan mengajar sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/cerita-mama/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p style="text-align: justify;">     <a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img183.jpg"><img class="size-medium wp-image-652 alignleft" alt="img183" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img183-300x219.jpg" width="300" height="219" /></a>  Wini paling suka hari Minggu. Acara Sekolah Minggu menyenangkan dan mengikuti kebaktian di gereja asyik.Tetapi yang paling Wini suka adalah saat malam hari. Khusus untuk hari Minggu malam Mama akan masuk ke kamar Wini dan bercakap-cakap dengan Wini. Mama punya banyak cerita tentang Tuhan Yesus yang bagus-bagus.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam ini setelah Mama masuk ke kamarnya, Wini cepat-cepat menggantungkan karton yang bertuliskan: MOHON JANGAN GANGGU di pegangan pintu kamar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Lho, koq pakai gantung-gantung karton segala, Win?&#8221; tanya Mama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Minggu lalu Papa dua kali mengganggu, tanya dasi abu-abu, tanya lem ada di mana. Rudi dua kali mengganggu minta izin ambil es krim lagi di lemari es dan pesan minta dibelikan bakcang kalau mama pergi ke pasar!&#8221; jawab Wini. Rudi adalah adik Wini.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="color: #ff0000;">&#8220;Oooh, tetapi Tuhan Yesus selalu menerima gangguan lho!&#8221; komentar Mama.&#8221;Ketika Dia ingin istirahat orang-orang sakit datang dan minta disembuhkan!&#8221;</span></em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Wini berbaring di tempat tidurnya dan Mama berbaring di tempat tidur sorong di bawahnya, tempat tidur untuk Tika, saudara sepupunya, jika ia datang menginap.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mama mau cerita tentang pengalaman Mama, Waktu kamu masih kecil, suatu pagi Mama bergegas ke kantor. Kalau agak siang, bisa sangat penuh dan Mama harus berdiri. Tiba-tiba di jalan dekat rumah ada seorang wanita menegur Mama. Dia adalah famili anggota jemaat. Dia baru berkunjung ke rumah familinya tak jauh dari sini. Dia bilang dia sedang mengalami kesulitan. Mama mau cepat-cepat ke kantor,tetapi tidak tega membiarkan dia begitu saja. Mama ajak ke rumah. Dia dan suaminya kena PHK, sudah beberapa bulan tidak bekerja dan dua anaknya masih balita. Mama mendoakan dia dan memberinya sedikit uang. Kemudian Mama berjanji akan mendoakannya supaya Tuhan memberi dia dan suaminya pekerjaan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dua minggu kemudian&#8230;.!&#8221; lanjut Mama. Tiba-tiba pintu dibuka dan Papa menjulurkan kepala dan berkata, &#8220;Ma,ada telpon dari Bu Tina. Katanya penting!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Huh, ada-ada saja!&#8221; Wini menggerutu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Heran, semua orang koq suka cari Mama!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian Mama masuk ke kamar dan berkata, &#8220;Maaf, Wini, Mama harus ke rumah sakit. Anak Bu Sinta akan dioperasi malam ini. Mama dan ibu-ibu gereja akan ke rumah sakit untuk mendoakannya!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Wajah Wini berubah masam. Tetapi saat itu Papa masuk kekamar dan berkata, &#8220;Jangan kecewa. Papa tahu kelanjutan cerita itu. Dan Papa punya cerita Alkitab yang bagus!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Papa duduk di atas tempat tidur sorong.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tadi Mama pesan supaya Papa melanjutkan cerita itu. Tetapi itu nanti saja kalau kamu sudah mengantuk . Sekarang Papa mau cerita tentang Tuhan yang jago Ilmu Pengetahuan Alam atau fisika!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Wini menjadi bersemangat.Cerita ini belum pernah ia dengar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tuhan yang kita sembah menciptakan alam semesta. Dia sungguh luar biasa. Tiada Allah lain seperti Dia&#8230;!&#8221; Papa mulai bercerita.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aduuuuh, Papa bertele-tele. Langsung saja ceritanya!&#8221; potong Wini tidak sabar. Papa tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Baiklah, untuk menjatuhkan kota Yerikho Tuhan menyuruh prajurit-prajurit Israel mengelilingi kota itu. Tujuh orang imam harus membawa tanduk sangkakala. Bila terdengar sangkakala ditiup seluruh bangsa harus bersorak dengan sorak yang nyaring dan tembok kota itu akan runtuh!&#8221; demikian cerita Papa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aah, itu aku sudah tahu. Di Sekolah Minggu juga aku pernah diceritakan!&#8221; kata Wini. Dalam hati Wini berpikir, &#8220;Aah, katanya Papa punya cerita bagus!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Yang menarik adalah Tuhan ahli pembuat strategi. Ketika hari pertama orang Israel mengelilingi kota itu para prajurit kota Yerikho naik ke atas tembok kota dan menonton pawai tersebut. Mereka heran karena orang Israel hanya berpawai saja dan kemudian kembali ke perkemahan. Pada hari kedua orang-orang Yerikho yang ingin tahu naik ke atas tembok kota. Demikianlah tiap hari semakin banyak penduduk Yerikho yang naik ke atas tembok kota. Pada hari ketujuh hampir seluruh penduduk kota naik ke atas tembok. Tembok itu tidak kuat menahan jumlah orang yang demikian banyak. Ketika sangkakala ditiup para imam dan seluruh bangsa Israel bertempik sorak ada kekuatan di dalam suara yang sangat hebat dan tembok kota itu runtuh</span></em></strong>. Luar biasa bukan, strategi Tuhan kita?&#8221; Papa melanjutkan ceritanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wah, Tuhan sungguh luar biasa, ya Pak!&#8221; kata Wini dengan kagum. &#8220;Ternyata Papa juga pandai bercerita!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ah, Papa kalah kalau dibandingkan dengan Mama!&#8221; kata Papa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya, oleh karena itu jangan sekali-sekali kita menyembah Allah lain!&#8221; kata Papa. &#8220;Nah, kamu mau dengar kan kelanjutan cerita Mama!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Wini mengangguk dan menguap.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dua minggu kemudian wanita itu menelpon. Dia sudah dapat pekerjaan. Dia mengucapkan terima kasih atas doa Mama. Dia mengatakan pada hari bertemu Mama dia amat putus asa dan ingin bunuh diri. Tetapi setelah Mama mendoakannya dan memberinya sedikit uang, dia merasa Tuhan masih mengasihinya dan membatalkan niatnya. Dia percaya pertolongan Tuhan pasti datang pada waktunya&#8230;Dan sebulan kemudian suaminya juga mendapat pekerjaan!&#8221; demikian Papa melanjutkan cerita Mama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kalau begitu, aku tak boleh kesal kalau ada gangguan ya!&#8221; kata Wini, lalu menguap lagi,</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="color: #008000;">&#8220;Iya, Tuhan kita baik. Dia mau memakai setiap orang untuk melakukan kebaikan bagi orang lain. Itulah sebabnya kita mau terus setia kepada Tuhan Yesus, Allah yang benar.</span></em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Nah, sekarang kita berdoa, lalu Wini bisa tidur!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Papa dan anak itu berdoa. Lalu Papa keluar kamar dan Wini pun cepat terlelap. Minggu malam selalu istimewa karena orangtua Wini bercerita tentang Tuhan.</p>
<p> <i></i>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/cerita-mama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Radio Kristen Pertama Mengudara</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/radio-kristen-pertama-mengudara/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/radio-kristen-pertama-mengudara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2013 12:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>
		<category><![CDATA[kreatifitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu natal sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1921 Radio Kristen Pertama Mengudara By Sekolah Minggu Radio itu berumur dua bulan. Westinghouse Companya yang memulainya di Pittsburgh, dengan siaran pemilihan umum pada tahun 1920, menggunakan kode panggilan KDKA. Para pendengar pertama menggunakan pesawat buatan sendiri, namun sekarang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/radio-kristen-pertama-mengudara/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1921 Radio Kristen Pertama Mengudara</b></span></h2>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Radio-Kristen-Pertama-Mengudara.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-354" alt="Radio Kristen Pertama Mengudara" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Radio-Kristen-Pertama-Mengudara.jpg" width="255" height="198" /></a>Radio itu berumur dua bulan. Westinghouse Companya yang memulainya di Pittsburgh, dengan siaran pemilihan umum pada tahun 1920, menggunakan kode panggilan KDKA. Para pendengar pertama menggunakan pesawat buatan sendiri, namun sekarang Westinghouse dengan pesat menjual pesawat-pesawat radio yang sudah dibuat sebelumnya, dan para pembeli membutuhkan acara untuk didengarkan. Dalam upaya menyusun acara, stasiun siaran memutuskan menyertakan pelayanan gereja dalam siarannya.</p>
<p>Seorang insinyur di Westinghouse adalah anggota Gereja Episkopal Calvary di Pittsburgh. Kemudian diadakanlah persiapan untuk menyiarkan kebaktian dari sana pada hari Minggu pertama, petang, pada tahun 1921. Pendeta senior yang skeptis membiarkan rekannya, Lewis B. Whittemore, melayani kebaktian tersebut. Dua orang insinyur KDKA &#8211; seorang Katolik, yang lain seorang Yahudi &#8211; menangani peralatan itu. Mereka mengenakan jubah koor agar kehadiran mereka tidak menarik perhatian para jemaat. Tanggapan terhadap siaran itu begitu positif hingga kebaktian itu menjadi acara tetap dalam KDKA.</p>
<p>Di daerah Chicago, pengkhotbah Paul Rader memboyong kwartet bass ke &#8220;studio&#8221; di atap sebuah gedung, di mana tersedia sebuah peti dengan sebuah lubang pada satu sisi. &#8220;Anda bersiap-siap saja dengan instrumen Anda terarah ke lubang itu,&#8221; kata teknisi itu. &#8220;Bila saya katakan main, Anda pun main.&#8221;</p>
<p>Ia masukkan mikrofon telepon tua ke dalam lubang itu dan berkata, &#8220;Main.&#8221; Kwartet tersebut pun main. Kemudian Rader berkhotbah. Tanggapan baik yang mereka terima membuat Rader mencari stasiun-stasiun lain di daerah Chicago. Melihat WBBM tutup pada hari Minggu, ia mengatur untuk memakai studio tersebut. Rader menjalankan stasiun seminggu sekali, setiap hari Minggu, selama empat belas jam sehari &#8211; WJBT, &#8220;Where Jesus Blesses Thousands&#8221;.</p>
<p>Seperti pada kemajuan teknologi lain, orang Kristen Evangelikal khawatir dengan pengenalan pada radio ini. Sesungguhnya bukankah iblis adalah &#8220;pangeran penguasa udara&#8221;? Sebagian besar pelopor pengkhotbah radio justru dihadapkan dengan lebih banyak penentang dari gereja ketimbang dari masyarakat luar.</p>
<p>Di Omaha, Nebraska, WOAW (kemudian menjadi WOW) memulai siarannya pada bulan April 1923. Tawaran stasiun itu ditolak beberapa pengkhotbah, sebelum mereka meminta R.R. Brown, seorang pendeta dari Persekutuan Kristen dan Miisonaris <i>(Christian and Missionary Alliance) </i>yang merupakan orang baru di kota itu. Brown berusaha meminta saran seorang teman yang mengatakan bahwa ia telah berdoa agar Allah &#8220;mendapat keuntungan&#8221; dengan stasiun radio baru (dan yang berpotensial) ini. Mungkinkah keuntungan itu ada pada Brown?</p>
<p>Brown setuju melakukan acara pertama, namun ketika ia meninggalkan studio itu sesuai siaran, seseorang datang menemuinya dengan pernyataan bahwa pikirannya telah diubah Roh Kudus dan ia bertobat karena siaran itu. Brown meneriakkan: &#8220;Halleluya! Pengurapan dapat dilakukan melalui transmisi!&#8221;</p>
<p>Di Chicago, WGES sedang mempersiapkan siaran jarak jauh untuk meliput Illionois <i>Product Exposition </i>pada tahun 1925. Siaran hampir mulai tetapi para musisi belum juga tiba. Secara kebetulan, seorang pejabat stasiun mendengar dua orang bocah sedang memainkan alat musik terompet di tenda <i>Moody Bible Institute</i>, ia berlari untuk &#8220;meminjam&#8221; jasa anak-anak ini. Beberapa hari kemudian, stasiun tersebut mengundang <i>Moody Bible Institute </i>untuk mengadakan program satu jam setiap hari Minggu. Hal ini akhirnya membuat Moody memiliki stasiun sendiri, WMBI.</p>
<p>Pada tahun 1928, Donald Grey Barnhouse menjadi pengkhotbah pertama yang menyewa jaringan nasional dengan mengudara di CBS dari <i>Philadelphia&#8217;s Tenth Presbyterian Church </i>(Gereja Presbiterian Philadelphia Kesepuluh). Pada tahun 1930, Clarence Jones dan Reuben Larson meluncurkan stasiun radio penginjilan pertama, HCJB, di Quito, Ekuador &#8211; stasiun radio pertama di negeri itu. Dalam masa demam radio pada pertengahan tahun 1920-an, banyak gereja dan lembaga-lembaga pelayanan mulai mengadakan siaran. Menjelang tahun 1928, terdapat enam puluh stasiun radio keagamaan. Kemudian Komisi Radio Federal melembagakan peraturan-peraturan baru dengan menstandarkan gelombang dan menghilangkan kekacauan. Peraturan-peraturan ini mematikan stasiun-stasiun kecil, namun membantu yang telah kokoh. Menjelang  tahun 1932, hanya tiga puluh stasiun keagamaan yang tinggal. Namun, pada setengah abad berikunya, kekuatan media Kristen bertumbuh. Para pemimpin seperti Billy Graham, Rex Humbard, Oral Roberts dan Pat Robertson, dengan tidak melupakan Uskup Fulton Sheen, adalah orang-orang pertama yang melakukan siaran melalui televisi pada tahun 1950-an dan 1960-an. Radio dan TV memainkan peran penting dalam kebangkitan kembali fundamentalis pada tahun 1970-an.</p>
<p>Awal mula gerakan dalam radio Kristen, kembali pada tahun dua puluhan, menunjukkan sedikit skizofrenia kaum fundamentalisme Amerika. Istilah umum untuk hal itu adalah <i>Pemisahan. </i>Para pengkhotbah fundamentalis seperti Billy Sunday meminta para pendengar agar menjauhi &#8220;keduniawian&#8221; dalam segala bentuknya. Namun, para fundamentalis juga merupakan <i>pengurus</i> bagi Injil yang keluar. Agar setia padanya, mereka harus memberitakannya keluar. Hal ini membutuhkan segala cara yang memungkinkan &#8211; termasuk gelombang radio &#8211; untuk mengajarkan tentang Yesus. Dengan demikian, bangkitnya radio Kristen merupakan pendahulu gerakan evangelikal pada tahun 1930-an dan 1940-an, di mana dorongan untuk penginjilan mulai melunakkan garis-garis keras kaum separatis.</p>
<p>Ketika siaran televisi Kristen lebih meluas dari radio Kristen, siaran keagamaan menjadi bisnis besar. Televisi telah menawan publik Amerika sebegitu rupa sehingga menjadi sumber utama bagi kegiatan waktu senggang, ataupun kala tidak beraktivitas. Orang-orang Kristen pun telah tertarik pada televisi. Para pengkhotbah yang berjiwa usaha membangun organisasi-organisasi dan institusi-institusi ((taman-taman untuk bersantai, perguruan tinggi-perguruan tinggi, katedral-katedral kristal) atas dasar pelayanan televisi mereka. Mereka pun berupaya meniti karir dalam kancah politik pada tahun delapan puluhan, dan salah seorang  dari mereka yang berupaya menjadi presiden mereka adalah Pat Robertson.</p>
<p>Pelayanan televisi keagamaan ini menjangkau hanya sebagian kecil publik Amerika Utara. Para analis <i>rating</i> audiens siaran duniawi mengetahui hal itu, dan tidak melihat bahwa program keagamaan sebagai ancaman besar untuk merebut para audiens. Tetapi orang-orang Kristen yang telah terpikat oleh siaran itu memikirkan bahwa sekurang-kurangnya mereka telah menghadirkan diri dalam dunia televisi yang kuat dan mensubsidikan uang sebesar dua miliar dolar Amerika per tahun untuk siaran keagamaan menjelang akhir tahun 1980-an.</p>
<p>Sedihnya, skandal moral yang melibatkan dua dari antara pelayan-pelayan besar mengumpulkan lebih banyak &#8220;angka rating rata-rata&#8221; pada perhitungan pendengar daripada program-program televisi keagamaan yang telah dicapai selama ini. Seperti televisi mengubah cara Amerika memilih para politisinya pada tahun tujuh puluhan dan delapan puluhan, maka siaran keagamaan di televisi membawa dampak bagi persepsi umum tentang hakikat dan arti kekristenan. Terlampau dini untuk mengetahui bagaimana televisi keagamaan berdampak pada gereja masa kini, namun penting untuk menyelidikinya.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/radio-kristen-pertama-mengudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paus Mengakui Kaum Yesuit</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/paus-mengakui-kaum-yesuit/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/paus-mengakui-kaum-yesuit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2013 06:18:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>
		<category><![CDATA[kreatifitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu natal sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu ceria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1540 Paus Mengakui Kaum Yesuit By Sekolah Minggu Sepanjang gereja gereja, masa-masa kekurangan diikuti dengan usaha-usaha reformasi dan kembali ke spiritualitas. Dengan bangkitnya Protestan, Gereja Katolik yang dihadapkan pada kesalahannya sendiri dan hilangnya kekuasaan, mulai mengadakan perombakan. Kontrareformasi bukan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/paus-mengakui-kaum-yesuit/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Tahun 1540 Paus Mengakui Kaum Yesuit</span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Paus.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-221" alt="Paus" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Paus-300x150.jpg" width="300" height="150" /></a>Sepanjang gereja gereja, masa-masa kekurangan diikuti dengan usaha-usaha reformasi dan kembali ke spiritualitas. Dengan bangkitnya Protestan, Gereja Katolik yang dihadapkan pada kesalahannya sendiri dan hilangnya kekuasaan, mulai mengadakan perombakan.</p>
<p>Kontrareformasi bukan berarti bahwa Gereja Katolik telah berpaling pada pemikiran Protestan. Tetapi ia berupaya mengubah beberapa penyimpangan yang merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima sekalipun oleh mereka yang ada di Gereja Katolik dan merespons efektifitas Protestan dalam memenagkan jiwa-jiwa baru.</p>
<p>Seperti pada masa lampau, sebuah ordo baru muncul dengan menekankan pengabdian dan penyangkalan diri. Pendirinya, Ignatius dari Loyola, adalah seorang serdadu Spanyol, yang kakinya terluka oleh sebuah peluru meriam. Dalam masa penyembuhannya, ia membaca sebuah buku tentang para santo dan memulai proses penelitian diri yang panjang. Dari sini ia muncul sebagai perpaduan tentara, mistik dan biarawan.</p>
<p><i>Spiritual Excercises, </i>buku petunjuk devosi yang ia tulis ketika ia sakit, bukan saja mendorong para pembacanya beriman, tetapi juga menegaskan kepatuhan pada gereja. Kesemuanya itulah yang menjadi kunci bagi Serikat Yesus &#8211; atau Yesuit. Para pemuda Loyola yang berkumpul di sekelilingnya berikrar akan berada di bawah perintah paus dan akan berbuat segala sesuatu untuk memperluas serta memelihara Gereja Katolik. Dalam prinsipnya tercakup (sifat) kemiliteran, tidak mempertanyakan (apa pun), baik kepatuhan total kepada paus maupun ikrar tradisional akan kemiskinan, kesucian dan kepatuhan.</p>
<p>Para Yesuit mendukung pendidikan dengan mendirikan universitas-universitas terbaik di Eropa. Para lulusannya menjadi pemikir &#8211; dengan cara berpikir Katolik.</p>
<p>Paus Paulus III melihat potensi para Yesuit dalam membendung gelombang pasang Protestan. Atas instruksinya, mereka bekerja untuk mengembalikan setiap penguasa Eropa pada Katolikisme. Kepemimpinan politik menentukan agama suatu daerah, dan warga mengikuti para raja dan ke gereja pilihan mereka.</p>
<p>Selain itu, untuk mengembalikan mereka yang tersesat ke pangkuan Katolik, para Yesuit menjalankan program misi yang luas. Sementara orang Protestan memfokuskan kedudukan mereka di Eropa dan bekerja dengan teologi mereka, para Yesuit pergi keluar. Spanyol dan Portugis, yang adalah Katolik, meluaskan daerah (jajahannya), dan para Yesuit pergi bersama-sama untuk mengabarkan Injil. Menjelang kematian Loyola pada tahun 1556, mereka bukan saja telah menyentuh setiap negara di Eropa tetapi meluas ke Jepang, Brasil, Etiopia dan Afrika Tengah. Fransiskus Xaverius mengembangkannya lebih jauh ke Jepang dan ke India, Malaysia dan Vietnam; ia meninggal dalam upayanya membawa Injil ke Cina.</p>
<p>Para Yesuit adalah orang-orang muda terbaik di zaman mereka. Meskipun komunitas Yesuit ini harus disiplin dan bekerja keras, mereka bergabung dengan ordo ini dalam jumlah yang besar. Sukar untuk tidak mengagumi kesediaan mereka berkorban pada masa-masa yang sulit.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/paus-mengakui-kaum-yesuit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ezra Meneliti Firman Allah</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/ezra-meneliti-firman-allah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/ezra-meneliti-firman-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2013 09:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab untuk anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Ezra 7:1-10 Kepulangan pertama bangsa Israel ke Tanah Perjanjian dipimpin oleh Yesua dan Zerubabel. Dan mereka telah selesai mengerjakan pembangunan Bait Allah dengan pertolongan Tuhan. Setelah itu menyusul rombongan kedua pulang ke Tanah Perjanjian. Di antara mereka<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/ezra-meneliti-firman-allah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By<a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank"> Sekolah Minggu</a></p>
<p>Ezra 7:1-10</p>
<p>Kepulangan pertama bangsa Israel ke Tanah Perjanjian dipimpin oleh Yesua dan Zerubabel. Dan mereka telah selesai mengerjakan pembangunan Bait Allah dengan pertolongan Tuhan. Setelah itu menyusul rombongan kedua pulang ke Tanah Perjanjian. Di antara mereka ada seorang ahli kitab yang bernama Ezra.</p>
<p>Ezra adalah orang yang mahir (sangat pandai) dalam hal menyelidiki kitab Taurat Musa. Allah mengirimkan Ezra, hamba-Nya, untuk mengajarkan dengan teliti setiap firman Tuhan kepada umat-Nya. Bangsa Israel sudah lama hidup dalam pembuangan sehingga mereka harus diajarkan kembali dengan teliti segala firman Allah.</p>
<p>Marilah kita baca ayat 10. Apa yang hendak Ezra lakukan? Apa yang menjadi tekadnya? Ezra bertekad untuk dengan teliti menyelidiki dan mempelajari firman TUhan. Ia juga akan melakukan firman Tuhan itu dan kemudian mengajarkannya kepada bangsa Israel.</p>
<p>Tiga hal yang dilakukan Ezra itu harus senantiasa kita lakukan juga. Pertama, mempelajari firman Tuhan dengan teliti. Tidak cukup hanya dipelajari saja, firman Tuhan itu harus kita lakukan. Setelah itu, kita membagikannya kepada orang lain. Dengan demikian hidup kita akan menyenangkan hati Tuhan. Maukah engkau berbuat begitu?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Coba sebutkan lagi ketiga hal yang dilakukan Ezra? (ay.10)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, saya mau dari kecil belajar firman Tuhan dengan teliti, melakukannya, dan membagikannya juga kepada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Maukah engkau dengan teliti mempelajari firman Tuhan? Jangan pernah lupa membaca firman Tuhan setiap hari, ya&#8230;.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Doa Ezra</b></li>
<li><strong>Doa Nehemia</strong></li>
<li><b>Nehemia Ke Yerusalem</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/ezra-meneliti-firman-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendirikan Bait Suci</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/mendirikan-bait-suci/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/mendirikan-bait-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2013 10:19:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>
		<category><![CDATA[games sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu 1 Raja-raja 6: 1-3, 22, 36-38 Ketika Raja Daus masih hidup, ia ingin sekali mendirikan rumah atau bait untuk Allah. Tetapi Allah tidak menghendaki Daud membangunkannya. Allah ingin anak Daud, Salomo, yang membangunnya. Maka, selama hidupnya Daud<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/mendirikan-bait-suci/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>1 Raja-raja 6: 1-3, 22, 36-38</p>
<p>Ketika Raja Daus masih hidup, ia ingin sekali mendirikan rumah atau bait untuk Allah. Tetapi Allah tidak menghendaki Daud membangunkannya. Allah ingin anak Daud, Salomo, yang membangunnya. Maka, selama hidupnya Daud mempersiapkan semua bahan-bahan yang diperlukan untuk membangun bait Allah. Ia mengumpulkan kayu-kayu aras yang kuat, emas, perak, dan batu-batu mulia yang berharga. Semuanya itu dipersiapkan Daud untuk membangun bait Allah untuk dipersembahkan bagi Allah kelak.</p>
<p>Pembangunan bait Allah terlaksana pada saat Salomo berkuasa sebagai raja. Seluruh bait dilapisi dengan emas. Luar biasa! Tetapi ada satu hal yang sangat penting yang Allah katakan ketika Salomo membangun bait Allah itu. Mari kita baca ayat 11-12.</p>
<p>Bangunan bait Allah itu sangat megah. Akan tetapi ada yang lebih penting daripada hebatnya bangunan bait Allah yang dibuat Salomo itu, bahkan yang paling penting. Apakah itu? Yaitu hidup yang tidak melanggar perintah dan aturan Allah. Itulah kunci untuk hidup yang benar. Allah tidak akan meninggalkan orang-orang yang menaati-Nya.</p>
<p>Allah kita layak menerima segala yang terbaik dari manusia, baik itu berupa persembahan benda mati atau harta benda kita, maupun persembahan hidup yaitu seluruh ketaatan hidup kita.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p><b> </b>Berapa lamakah Salomo mendirikan bait Allah? (ay.38)</p>
<p><b>Doa                                                                                                                                                                                         </b>Bapa di surga, sedari saya kecil saya mau belajar memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Saya mau taat kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan                                                                                                                                                                    </b></p>
<p>Maukah engkau memberikan ketaatan yang terbaik bagi Allah?</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Doa Salomo</b></li>
<li><b>Allah Menampakkan Diri Pada Salomo</b></li>
<li><b>Kunjungan Ratu Syeba</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/mendirikan-bait-suci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>David Brainerd (1718-1747)</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/david-brainerd-1718-1747/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/david-brainerd-1718-1747/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 18:23:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bahan cerita sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>
		<category><![CDATA[games anak sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[David Brainerd (1718-1747) by : Sekolah Minggu                        David Brainerd dilahirkan di Haddam, Connecticut pada tanggal 21 April 1718. Ia merupakan anak ketiga dari Hezekiah dan Dorothy. David kehilangan ayahnya ketika berumur delapan tahun. Ibunya juga meninggal ketika ia berumur<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/david-brainerd-1718-1747/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="sekolah minggu kristen" href="http://sekolahminggu.com/david-brainerd-1718-1747/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>David Brainerd</b><b> </b><b>(1718-1747)</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="puisi natal anak sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/david-brainerd-1718-1747/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">                       <strong><em><span style="color: #0000ff;">David Brainerd dilahirkan di Haddam, Connecticut pada tanggal 21 April 1718. Ia merupakan anak ketiga dari Hezekiah dan Dorothy. David kehilangan ayahnya ketika berumur delapan tahun. Ibunya juga meninggal ketika ia berumur liam belas tahun.</span></em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">    <a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/David-Livingstone.jpg"><img class="wp-image-330 alignleft" alt="David Livingstone" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/David-Livingstone.jpg" width="140" height="140" /></a>Masa-masa setelah ibunya meninggal merupakan masa-masa yang gelap dalam kehidupan David. Ia ke gereja atau berdoa hanya sebagai hal yang rutin saja, karena ia tidak merasakan damai di hatinya. Tetapi pada usia dua puluh tahun, David merasakan hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan, dan ia tekun membina dirinya untuk dapat semakin dekat pada Tuhan. Ia membaca Alkitab dari awal sampai akhir lebih dari dua kali dalam setahun.</p>
<p style="text-align: justify;">David adalah orang yang sangat serius dan tekun beragama. Ia juga sangat cerdas. Ia kuliah di Yale, unversitas yang sangat terkenal bahkan hingga saat ini. Di kelasnya ia mencapai ranking tertinggi dalam pelajaran. Tetapi pada tahun 1742 ia dikeluarkan dari Yale karena pada masa itu terjadi kebangunan rohani yang besar pada mahasiswa, dan ada beberapa pengajar yang tidak suka akan hal itu. Ketika itu tanpa sadar David mengucapkan sesuatu yang buruk mengenai salah seorang pengajar yang menurut David telah bersikap munafik. Hal itu dijadikan kesempatan bagi pengajar tersebut untuk membuat masalah, David dipaksa untuk meminta maaf di depan umum. Ketika David menolak melakukan hal tersebut, ia dikeluarkan dari Yale, hukuman yang sangat tidak setimpal dengan kesalahan yang telah ia lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita doakan:</p>
<p style="text-align: justify;">Para misionaris yang melayani di tempat-tempat yang jauh dan terpencil agar para penduduk yang tinggal di tempat-tempat terpencil mendapat kesempatan untuk mendengarkan Firman Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/david-brainerd-1718-1747/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
