<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; Sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/sekolah-minggu-3/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Awas Hidung Unta</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2014 11:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[AWAS HIDUNG UNTA &#8220;Jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu. Ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya&#8221; Kej 4:7 Orang Arab mempunyai suatu pepatah: Awas , hati-hati dengan hidung unta!&#8221; Mengapa demikian? Apakah hidung<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">AWAS HIDUNG UNTA</span></h1>
<p style="text-align: justify;"><i><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/AWAS-HIDUNG-UNTA.jpg"><img class=" wp-image-623 alignleft" alt="AWAS HIDUNG UNTA" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/AWAS-HIDUNG-UNTA.jpg" width="188" height="221" /></a><span style="color: #339966;">&#8220;Jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu. Ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya&#8221; Kej 4:7</span></i></p>
<p style="text-align: justify;">Orang Arab mempunyai suatu pepatah: Awas , hati-hati dengan hidung unta!&#8221; Mengapa demikian? Apakah hidung unta berbahaya? Beracun? Bisamembunuh orang? Kenapa kita diperingatkan untuk menghindari hidung unta?</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu ketika ada seorang musafir yang mengadakan perjalanan melewati padang gurun yang amat luas. Musafir ini membawa seekor unta sertanya. Mereka hanya berdua saja di tengah padang gurun yang begitu luas. Hari sangat panas, matahari terik membakar kulit. Kalau sudah tidak tahan dengan panas yang menyengat, sang musafir biasanya mencari tebing-tebing yang agak teduh untuk beristirahat sejenak. Jika hari mulai malam sebaiknyalah yang terjadi. Dingin begitu menusuk tulang dan membuat orang yang tinggal di udara terbuka menggigil kedinginan. Tapi itu belum apa-apa. Yang paling parah kalau pada suatu waktu badai datang menyerang. Di padang gurun yang bering, badai berarti malapetaka. Pasir akan beterbangan dengan hebatnya. Pasir itu amat tebal. Mata akan perih kelilipan pasir. Orang akan sulit bernapas karena pasir beterbangan dengan hebatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah pada suatu hari badai pasir yang dahsyat datang secara tiba-tiba. Ketika badai itu mulai menyerang ke arah sang musafir, dengan segera ia memasang tendanya yang kecil supaya terhindar dari pasir yang beterbangan. Kemudian ia berbaring diam-diam. Sampai beberapa waktu lamanya  badai pasir terus menderu-deru. Sang musafir terus berlindung di dalam tendanya. Di sana ia terhindar dari bahaya pasir yang dapat membutakan mata dan dapat bernapas dengan leluasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tak lama kemudian sang musafir merasa ada sesuatu yang mendorong-dorong kakinya. Ia segera tahu bahwa yang mendorongnya adalah untanya sendiri. Samar-samar ia mendengar suara erangan sang unta.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Apa yang engkau kehendaki?&#8221; tanya sang musafir kepada untanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh tuan, bolehkah saya berteduh sedikit di dalam tendamu?&#8221; sahut sang unta dengan suara yang rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jangan bodoh!&#8221; jawab sang musafir, &#8220;Tenda ini pasti tidak cukup untuk dimasuki oleh kita berdua, palagi tubuhmu begitu besarnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh tuan yang budiman, tolonglah saya,&#8221; sang unta mulai mengerang-erang meminta belas kasihan, &#8220;paling sedikit biarkanlah ujung hidung saya boleh masuk ke dalam tendamu. Saya tidak dapat bertugas karena pasir dengan yang menyesakkan. Kasihanilah saya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang unta merengek-rengek dan mengerang-erang sehingga musafir merasa kasihan kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Baiklah!&#8221; sahutnya, &#8220;Hidungmu boleh masuk, tapi tubuhmu tidak.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh terima kasih tuan, terima kasih.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang unta memasukkan ujung hidungnya ke dalam tenda. Sang musafir menggeser tubuhnya supaya hidung unta dapat masuk. Beberapa waktu kemudian sang musafir merasa heran mendapati tendanya makin lama makin sempit. Ia menemukan sebabnya dengan segera. Ternyata kini bukan saja hidung, tetapi kepala unta dan setengah dari lehernya telah masuk ke dalam tenda.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Keluar!&#8221; teriaknya, &#8220;Bukankah aku sudah katakan ujung hidungmu saja yang boleh masuk ke dalam tendaku ini??!!&#8221; sahut sang musafir dengan marahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Benar, oh tuan yang baik hati,&#8221; sahut sang unta dengan tenang, &#8220;Tapi sayang sekali kalau cuma hidungku saja yang masuk karena pasirpun membutakan mataku. Sebab itu ijinkanlah kepalaku juga boleh masuk ke dalam tendamu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang musafir berusaha membantah dan menolak permintaan untanya, tapi pikirnya &#8216;tak apalah sedikit lagi saja, toh cuma kepalanya. Tapi ternyata sedikit demi sedikit ia mulai merasa didorong-dorong dan didesak untuk terus bergeser pada sisi luar tenda. Sang musafir berteriak-teriak dan berontak, tapi ia tidak berdaya. Dorongan dan desakan sang unta amat kuat. Kini sebagian besar tubuh sang unta sudah mulai masuk ke dalam tenda dan terus mendesak dan mendorong tuannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #800080;">Sang musafir akhirnya terdorong keluar dari tendanya. Kini ia hanya bisa gigit jari sementara sang unta tidur dengan nyenyak di dalam tenda. Sudah mengertikah kamu sekarang, mengapa dikatakan hati-hati terhadap hidung unta? Unta itu merupakan kiasan dari bujukan yang menyesatkan. Jika kita memberi tempat sedikit saja bagi si penggoda untuk masuk ke dalam hati kita, maka dengan segera ia memakai kesempatan ini sebaik-baiknya. Ia tidak akan puas hanya mendapat tempat &#8220;seujung hidung saja&#8221;. Ia pasti akan terus mendesak dan mendorong untuk menguasai hatimu sepenuhnya.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan sekali-kali memberi tempat sekecil apapun untuk dosa masuk ke dalam hatimu. Di situ yang harus bertahta sepenuhnya hanya Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada tempat buat si penggoda meskipun hanya &#8220;seujung hidung unta&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebangunan Rohani Azusa Street Memunculkan Aliran Pentakostalisme</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/kebangunan-rohani-azusa-street-memunculkan-aliran-pentakostalisme/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/kebangunan-rohani-azusa-street-memunculkan-aliran-pentakostalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Apr 2013 10:24:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[permainan sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1906 Kebangunan Rohani Azusa Street Memunculkan Aliran Pentakostalisme By Sekolah Minggu &#8220;Dengan mengembuskan ucapan-ucapan asing dan mengomat-ngamitkan pengakuan iman, yang tampaknya tidak dapat dimengerti orang lain, sekte agama paling baru muncul di Los Angeles.&#8221; Itulah yang diberitakan oleh harian<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/kebangunan-rohani-azusa-street-memunculkan-aliran-pentakostalisme/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1906 Kebangunan Rohani <i>Azusa Street </i>Memunculkan Aliran Pentakostalisme</b></span></p>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Azusa-Street.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-344" alt="Azusa Street" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Azusa-Street.jpg" width="267" height="189" /></a>&#8220;Dengan mengembuskan ucapan-ucapan asing dan mengomat-ngamitkan pengakuan iman, yang tampaknya tidak dapat dimengerti orang lain, sekte agama paling baru muncul di Los Angeles.&#8221;</p>
<p>Itulah yang diberitakan oleh harian Los Angeles Times, hari Rabu tanggal 18 April 1906. &#8220;Pertemuan diadakan di sebuah pondok yang hampir rubuh di Azusa Street, dan para pengikut doktrin-doktrin yang mengerikan ini mempraktikkan upacara-upacara paling fanatik, mengkhotbahkan teori-teori liar, dan memaksakan mereka sendiri dalam keadaan kegembiraan yang tidak waras dengan semangat mereka sendiri.&#8221;</p>
<p>Publisitas negatif semacam ini sesungguhnya membantu mengumpulkan massa. Sesuatu yang supranatural sedang berlangsung dalam gedung tua ini. William J. Seymour, seorang pengkhotbah kesucian kulit hitam Gereja Baptis, baru tiba dari Houston, memanggil orang-orang percaya untuk mengambil langkah ekstra. Dua langkah ekstra tersebut sebenarnya adalah: Ia ingin mereka &#8220;dikuduskan&#8221; dan &#8220;dibaptis dalam Roh Kudus&#8221;. Pembaptisan itu, katanya, akan diikuti dengan kemampuan berbahasa lidah.</p>
<p>Sebenarnya telah pernah ada beberapa orang berbahasa lidah yang muncul dengan tiba-tiba di negeri itu dan di Eropa pada tahun-tahun silam, tetapi Azusa Street merupakan ledakan terbesar. Pertemuan yang berlangsung di &#8220;pndok yang hampir rubuh&#8221; ini berlanjut selama beberapa tahun lamanya. Banyak orang pergi ke sana hanya untuk melihat apa yang sedang terjadi di sana.</p>
<p>Dunia ini sudah matang untuk kebangkitan. Akhir tahun 1800-an, terjadi Revolusi Industri yang berat. Manusia menjadi gerigi dalam mesin-mesin masyarakat. Celah antara si kaya dan si miskin bertambah lebar. Malangnya, Gereja selalu berpaling kepada orang kaya. Juga kelompok-kelompok yang secara tradisional bersifat &#8220;biasa&#8221;, seperti Baptis dan Methodis, lebih menekankan sopan-santun ketimbang kekuatan rohani. Berkat para tokoh kebangkitan seperti Finney dan Moody, gereja-gereja menjadi penuh. Tetapi banyak yang menyatakan diri Kristen masih memiliki banyak kekurangan.</p>
<p>Gerakan &#8220;kesucian&#8221; adalah langkah awal menuju pembaruan. Gerakan ini &#8211; sebagian besar dari Gereja Methodis &#8211; mencari &#8220;anugerah kedua&#8221; dari Allah, yaitu bahwa orang-orang percaya akan &#8220;dikuduskan&#8221; untuk kehidupan Kristus yang suci. Ajaran Keswick pun ada dampaknya di Eropa dan Amerika. Dalam Pertemuan tahunan Keswick di Britania Raya, guru-guru Keswick meminta orang-orang Kristen: &#8220;Berjalan dalam kuasa kebangkitan Kristus,&#8221; &#8220;biarkan Kristus bertakhta dalam jiwamu.&#8221; Tidak ada yang terlalu radikal terjadi di sini, hanya dorongan untuk kepenuhan pengalaman Kristus, dengan menggunakan bahasa yang kelak ditiru para pengikut Pentakosta.</p>
<p>Satu lagi aliran pemikiran yang menambah urgensi gerakan Pentakosta yang baru muncul ini ialah pramillenialisme, yang dipopulerkan J.N. Darby dan <i>Plymouth Brethren</i>. Pergantian abad membawa kedua-duanya, pra &#8211; dan pasca-millenialisme, ke depan. Banyak yang mewartakan berawalnya &#8220;abad Kristiani&#8221;, yaitu bahwa gereja (dan teknolodi) akan membawa ke kerajaan Allah. Namun, para pramillenialis berseru bahwa akhir zaman sudah dekat, dengan menampilkan, seperti dinubuatkan, peluapan kebangunan rohani.</p>
<p>Untuk mengetahui latar belakang gerakan Pentakosta ini kita harus mundur ke belakang pada tahun 1896. William F. Bryant memimpin (gerakan) kebangkitan di Cherokee County, Carolina Utara, yang menyertakan bahasa lidah. Sementara manifestasi ini berlanjut, banyak orang yang telah dikeluarkan dari gereja, bangunan gereja dibakar dan Bryant sendiri ditembak. Bahasa lidah tidak populer di Cheroken County.</p>
<p>Tentunya, kebangkitan Welsh tahun 1904 &#8211; 1906 mempunyai dampak pada iklim agama masa itu. Evan Roberts, seorang mantan penambang, yang mengadakan perjalanan di seluruh Wales dandi kemudian hari di dunia, memproklamasikan pelayanan Roh Kudus. Bahasa lidah tidak ditekankan secara khusus, namun kekuatan roh ditekankan. Sepasang pendeta wilayah Los Angeles telah mengunjungi Wales dan berupaya membawa kebangkitan ini ke gereja-gereja mereka, dengan sedikit sukses. Namun, benih pemulihan telah ditanam di Los Angeles.</p>
<p>Atau Anda ingin melihat Gerakan Pemulihan, yang mengajak kembali ke berkat dan praktik-praktik gereja rasuli, khususnya penyembuhan. John Alexander Dowie mengaku dirinya Elia Sang Pemulih dan memulai komunitas Kristen (yang di kemudian hari menjadi Zion, Illinois). Di Maine, Frank Sandford juga mengaku sebagai Elia Sang Pemulih, dengan memulai sebuah komunitas di Shiloh.</p>
<p>Pada tahun 1900, Charles Fox Parham menghabiskan waktu selama lebih kurang enam minggu di Shiloh. Seorang pengkhotbah kesucian Gereja Methodis, Kansas sedang mencari &#8220;iman rasuli&#8221;. Ia bersama-sama istrinya telah memulai &#8220;rumah penyembuhan&#8221; di Topeka. Di sana orang-orang dapat menginap dengan cuma-cuma sementara mereka berdoa untuk penyembuhan. Di Shiloh, PArham terkesan dengan Sekolah Alkitab &#8220;the Holy Ghost and Us&#8221; (Roh Kudus dan Kita) Sandford. Sekolah tersebut dengan tegas anti-akademik. Satu-satunya teks adalah Alkitab, gurunya hanya Roh Kudus. Ketika Parham kembali, ia mendirikan sekolah serupa. Kira-kira empat puluh orang murid mendaftarkan diri.</p>
<p>Pada bulan Desember tahun itu, Parham meminta murid-muridnya mencari dalam Kitab Suci jika ada tanda-tanda yang mengisyaratkan pembaptisan Roh Kudus. Ketika mereka berkumpul untuk kebaktian semalam suntuk pada Malam Tahun Baru, mereka mendapatkan jawabannya: bahasa lidah. Agnes Ozman berdoa untuk menerima Roh Kudus dan &#8220;kemuliaan turun ke atas dirinya&#8221;, seperti diungkapkan Parham, &#8220;suatu cahaya tampaknya mengelilingi kepala dan mukanya, dan ia mulai berbicara dalam bahasa Cina dan tidak dapat berbahasa Inggris selama tiga hari&#8221;. Pada bulan berikutnya sebagian besar mahasiswa mengalami hal serupa.</p>
<p>Upaya Parham menyebarkan kebangkitan ini di Kansas City dan di Lawrence gagal. Gereja-gereja menentangnya, harian-harian mengejeknya. Pada tahun 1903, seorang wanita dari Texas sembuh setelah Parham mendoakannya, dan ia mengundang Parham untuk memimpin suatu kebangkitan di Galena, Texas. Hal itu meraih sukses. Menjelang tahun 1905, pertemuan-pertemuan &#8220;Pentakostal&#8221; atau &#8220;Full Gospel&#8221; semacam itu diselenggarakan di Missouri, Kansas dan Texas dengan kira-kira 25.000 pengikut.</p>
<p>Setelah suatu kampanye di Houston pada tahun 1905, Parham mendirikan satu lagi sekolah Alkitab di sana. Salah seorang mahasiswa yang lebih menjanjikan ialah: William J. Seymour. Seorang wanita dari Los Angeles mengunjungi sekolah Houston dan mengalami baptisan Roh Kudus. Sekembalinya, ia mendesak gereja misi Nazarenenya untuk memanggil Seymour sebagai pendeta pendamping.</p>
<p>Ironisnya, gereja yang telah membawa kebangkitan Pentakosta ke Los Angeles tidak ingin berhubungan dengan hal itu. Penekanan Seymour tentang bahasa lidah menyinggung beberapa anggota gereja dan selanjutnya ia ditolak gereja. Akhirnya, ia memimpin kebaktian di rumah beberapa orang temannya. Kebaktian ini berlanjut selama tiga hari tiga malam. Menariknya, makin banyak orang dan jumlahnya melebihi jumlah yang dapat ditampung di rumah tersebut. Orang-orang tersebut mengadakan persiapan untuk berpindah ke suatu bangunan di Azusa Street, yang dahulu adalah Gereja Methodis. Di sana duduk (dan berdiri) di atas bangku papan, di antara bahan-bahan bangunan, orang-orang itu meneruskan kebaktian yang dipenuhi Roh Kudus. Gereja itu dinamai <i>Apostolic Faith Gospel Mission </i>(Gereja Misi Iman Rasuli).</p>
<p>Seluruh jajaran pembaruan spiritual tampaknya menyatu di gedung ini. Gedung itu merupakan &#8220;Mekah&#8221;-nya gerakan Pentakosta. Selama bertahun-tahun lamanya tempat tersebut merupakan kiblat bagi gerakan Pentakosta. Orang-orang berkunjung dan berupaya membawa kembali apa saja yang mereka temukan di sana.</p>
<p>Kendati di sini pusat geografisnya, gerakan Pentakostal sangat majemuk. Terdapat sejumlah pemimpin yang berhaluan karismatik, termasuk Seymour dan Parham, yang mengumpulkan pengikut-pengikut dan bertengkar satu dengan yang lain untuk hal-hal sepele. Gerakan tersebut memang secara sengaja bersifat anti-organisasi dan anti-denominasi &#8211; berjalan terus ke mana Roh Kudus memimpin. Hal ini menjelaskan mengapa dewasa ini aliran-aliran Pentakosta yanga da hanya dalam jumlah kecil.</p>
<p><i>Assemblies of God </i>(Sidang Jemaat Allah), yang merupakan aliran Pentakosta terbesar dewasa ini, dimulai sebagai upaya mendapatkan kohesi &#8211; dan beberapa peraturan &#8211; dalam gerakan tersebut. Ada tuduhan mengenai penyelewengan keuangan dan seksual di pihak para pengkhotbah terkemuka. Terdapat juga serangkaian pertikaian doktin di antara mereka.</p>
<p>Sekelompok Pentakostal Selatan, yang dipimpin Eudorus N. Bell, menamakan diri mereka Iman Rasuli dan mengupayakan persatuan dalam gerakan tersebut. Ketika yang lain bergabung, namanya pun diganti menjadi Church of God in Christ (Gereja Tuhan dalam Kristus). Menjelang 1913, telah disertakan 352 pendeta dalam keanggotaan yang tidak terikat. Pada bulan April 1914, kelompok ini memanggil para pengikut Pentakosta untuk menghadiri pertemuan di Host Springs, Arkansas. Tujuannya: kesatuan, stabilitas, mendapat pengesahan bagi gerakan tersebut, dan mengukuhkan program misi serta mendirikan sekolah Alkitab. Maka, lahirlah aliran <i>Assemblies of God.</i></p>
<p>Sementara isu Pentakosta bersifat memecah-belah di kalangan gereja-gereja non- Pentakosta, gerakan Pentakostal sendiri mungkin adalah tangan kekristenan yang paling berenergi di abad kedua puluh ini. Tekanannya akan misi dan penginjilan telah menghasilkan pertumbuhan luar biasa bagi gerakan tersebut, baik di Amerika Serikat maupun di dunia.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/kebangunan-rohani-azusa-street-memunculkan-aliran-pentakostalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meletakkan Dasar Bait Allah</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/meletakkan-dasar-bait-allah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/meletakkan-dasar-bait-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2013 08:15:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[lagu sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Ezra 3:8-13 Bangsa Israel yang kembali dari pembuangan melihat dengan mata mereka sendiri bahwa Bait Allah sudah hancur luluh lantah. Dengan berdirinya Bait Allah nama Allah ditinggikan, dan Bait Allah menjadi pusat hidup bangsa Israel. Namun, sekarang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/meletakkan-dasar-bait-allah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Ezra 3:8-13</p>
<p>Bangsa Israel yang kembali dari pembuangan melihat dengan mata mereka sendiri bahwa Bait Allah sudah hancur luluh lantah. Dengan berdirinya Bait Allah nama Allah ditinggikan, dan Bait Allah menjadi pusat hidup bangsa Israel. Namun, sekarang Bait Allah yang amat megah yang dibangun pada zaman Raja Salomo itu sudah hancur menjadi puing-puing.</p>
<p>Bagaimana Bait Allah itu bisa hancur? Ketika itu bangsa Israel sudah meninggalkan Allah sehingga Allah tidak lagi berdiam di Bait Allah. Kemudian bangsa kafir menghancurkannya hingga berpuing-puing.</p>
<p>Ketika kembali ke Tanah Perjanjian, bangsa Israel membawa banyak bahan yang berharga untuk membangun kembali Bait Allah. Apa saja yang mereka bawa? Bacalah Ezra 1:6. Dan mereka membangun mulai dari peletakan dasar bangunan.</p>
<p>Ketika dasar Bait Allah diletakkan, orang-orang tua yang pernah melihat kemegahan Bait Allah sebelumnya menjadi sangat terharu. Mereka melihat bahwa Allah setia dan kasih-Nya bagi umat-Nya adalah untuk selama-lamanya. &#8220;Sebab IA baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel.&#8221;</p>
<p>Kasih setia Allah itu tetap selama-lamanya. Kita bersyukur karena Allah kita tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Maukah engkau menjadi orang Kristen atau murid Tuhan Yesus yang setia?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Kapankah mereka mulai membangun kembali Bait Allah? (ay.8)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, terima kasih untuk kasih-Mu yang kekal selama-lamanya. Ajar saya menjadi murid Tuhan yang setia. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Bacalah Mazmur 118: 1 dan 4.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Halangan Dalam Pekerjaan Tuhan</b></li>
<li><b>Pekerjaan Tuhan Jalan Terus</b></li>
<li><b>Pekerjaan Selesai</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/meletakkan-dasar-bait-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Kami</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/tentang-kami/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/tentang-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2013 02:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sugiartothencuncun]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[by Sekolah Minggu Salam sejahterah dalam Kasih Kristus, SekolahMinggu.com mempunyai beban dan pelayanan dibidang sekolah minggu. Sekolah Minggu.com ini didesign untuk menjadi saluran berkat bagi pelayanan sekolah minggu secara online yang menyediakan berbagai artikel, aktivitas, creativitas dan bahan renungan bagi<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/tentang-kami/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>by <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Salam sejahterah dalam Kasih Kristus,</p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/Logo-SM4-with-cross-1500xs.jpg"><img class="alignright  wp-image-65" alt="Logo SM4 with cross 1500xs" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/03/Logo-SM4-with-cross-1500xs.jpg" width="334" height="173" /></a>SekolahMinggu.com mempunyai beban dan pelayanan dibidang sekolah minggu. <strong>Sekolah Minggu.com</strong> ini didesign untuk menjadi saluran berkat bagi pelayanan sekolah minggu secara online yang menyediakan berbagai artikel, aktivitas, creativitas dan bahan renungan bagi siapa saja yang punya beban pelayanan sekolah minggu.</p>
<p>Dengan adanya <em><strong>SekolahMinggu.com</strong></em> ini semoga menjadi pelengkap Anda untuk membekali diri Anda dalam pelayanan <em>Sekolah Minggu</em>. Bagi Guru Sekolah Minggu dan Orang Tua, Firman Tuhan merupakan Bekal Utama dan dasar Pengajaran anak kepada Pengenalan Akan Kristus. Website kami menyajikan beberapa informasi hasil resume dari Berbagai bahan baik artikel maupun gambar dan sumber di internet Mengenai Pengajaran Sekolah minggu. Kami Hanya mengedit, sortir, meng-kategori ulang. Bahan Tulisan ini Dikutip dari Berbagai majalah, buku-buku, ebook yang kami nilai berguna dan dapat menjadi berkat untuk pelayanan sekolah minggu. Setiap artikel dan bahan yang kami ambil dan kami tayangkan pada website ini akan kami ikut sertakan referensinya.</p>
<p>Bagi Anda yang punya beban dalam pelayanan <span style="text-decoration: underline;"><em>sekolah minggu</em></span> dapat mendukung pengembangan pelayanan anak yang Kami lakukan melalui situs <span style="text-decoration: underline;">SekolahMinggu.com</span> dengan memberikan komentar, kereksi dan kritikan terhadap setiap artikel, mengaplisikan bahan-bahan yang ada pada pelayanan Anda, mengirimkan kesaksian seputar pelayanan anak, memosting artikel, memberitahukan kepada rekan-rekan Anda mengenai situs Kami, serta menjadi pendoa bagi pelayanan kami.</p>
<p>Selamat belajar &amp; Melayani! Tuhan Yesus memberikan Anugrah-Nya kepada Anaknya masing-masing.</p>
<p>Anda dapat menghubungi admin situs <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank"><span style="text-decoration: underline;"><em>SekolahMinggu.com</em></span></a> di: info(at)sekolahminggu.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/tentang-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama dan Gelar ALLAH</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/nama-dan-gelar-allah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/nama-dan-gelar-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 15:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bahan mengajar sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=722</guid>
		<description><![CDATA[Nama dan Gelar ALLAH by : Sekolah Minggu NAMA ALLAH                                                        Gelar ALLAH El Olam                                                                                                 Yahweh Sebaoth Kejadian 21: 33, artinya Allah yang kekal        Artinya Tuhan Semesta<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/nama-dan-gelar-allah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com/nama-dan-gelar-allah/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">Nama dan Gelar ALLAH</span></a></h1>
<p>by : <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com/nama-dan-gelar-allah/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a><br />
<em><strong>NAMA ALLAH      </strong></em>                                                <strong><em>  Gelar ALLAH</em></strong><br />
El Olam                                                                                                 Yahweh Sebaoth<br />
<strong><em><span style="color: #008000;">Kejadian 21: 33, artinya Allah yang kekal        Artinya Tuhan Semesta alam ( 1 Sam 1 :3)</span></em></strong><br />
El Elohe Israel                                                                                   Yahweh elohe Yisrael<br />
<strong><em><span style="color: #008000;">Kejadian 33:30, artinya Allah adalah Allah      Artinya Yahweh Allah Israel (Hakim-hakim 5:3)  dari Israel</span></em></strong><br />
Yehova Yireh                                                                                      Gedosy Israel<br />
<span style="color: #008000;"><span style="color: #000000;">Kejadian 22:8,</span></span><strong><em><span style="color: #008000;">14, artinya Allah yang                    Artinya yang Mahakudus Allah Israel (Yesaya</span> </em><em><span style="color: #008000;">menyediakan   </span></em></strong>                                                                           <strong><em><span style="color: #008000;"> 1:4)</span></em></strong><br />
<a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/alkitab1.jpg"><img class="size-medium wp-image-660 alignleft" alt="alkitab1" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/alkitab1-300x300.jpg" width="300" height="300" /></a>Yehova Nissi                                                                                       Aram Attiq Yomin<br />
<strong><em><span style="color: #008000;">Memiliki arti Tuhan adalah panji-panjiku         Artinya yang Lanjut Usia-Nya (Daniel 7:9)</span></em></strong><br />
Yehova Syalom                                                                                  Arram Illaya Elyonin<br />
<span style="color: #008000;"><strong><em>Hakim-hakim 6:24, artinya Tuhan adalah       Allah yang Mahatinggi (Daniel 7:18,22,25) keselamatan</em></strong></span><br />
Yehova Tsidkenu                                                                             Netsakh Yisrael<br />
Yeremia 23:6,<strong><em><span style="color: #008000;"> artinya Tuhan keadilan kita           Artinya sang Mulia dari Israel ( 1 Samuel </span></em></strong><br />
<strong><em><span style="color: #008000;">                                                                                      15:29)</span></em></strong><br />
Tehova Syamma                                                                               Abir Yisrael<br />
Yehezkiel 48: 35,<strong><em><span style="color: #008000;"> artinya Tuhan hadir di situ      Yang Mahakuat pelindung Israel </span></em></strong><br />
<strong><em><span style="color: #008000;">                                                                                               (Yesaya 1:24)</span></em></strong></p>
<p>Artikel Bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/nama-dan-gelar-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Open My Eyes, That I May Seen</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/open-my-eyes-that-i-may-seen/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/open-my-eyes-that-i-may-seen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 14:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[buku sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[doa sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=718</guid>
		<description><![CDATA[Open My Eyes, That I May Seen by : Sekolah Minggu Hymn ini dimulai dengan kalimat dari Mazmur 119:18, singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. Ini adalah sebuah doa yang bersumber dari kebenaran firman Allah. Kita berdoa supaya<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/open-my-eyes-that-i-may-seen/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com/open-my-eyes-that-i-may-seen/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">Open My Eyes, That I May Seen</span></a></h1>
<p style="text-align: justify;">by : <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com/open-my-eyes-that-i-may-seen/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Hymn ini dimulai dengan kalimat dari Mazmur 119:18, singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. Ini adalah sebuah doa yang bersumber dari kebenaran firman Allah. Kita berdoa supaya Tuhan &#8220;membuka mata&#8221; kita sehingga dapat melihat Kristus dalam pengalaman hidup sehari-hari, sebagaimana juga Kleopas dan temannya yang sedang dalam perjalanan ke Emaus (Luk. 24:31).<br />
Bait kedua mengingatkan kita pada peringatan Tuhan Yesus tentang menggunakan <em><span style="color: #ff0000;">&#8220;telinga untuk mendengar&#8221; (Mat. 11:15; 13:19; Mrk 4:9,23; 7:16; Luk. 8:8).</span></em> Tuhan telah memberikan kepada kita keindahan di dunia ciptaan-Nya, juga dalam karya kreatif para musisi, pelukis, dan pematung. Kita menghormati Tuhan ketika kita menggunakan mata dan telinga untuk mengalami kebenaran dan keindahan dalam alam dan dalam seni manusia; ini adalah kasih karunia-Nya kepada kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Herrnhut.jpg"><img class="size-medium wp-image-275 alignleft" alt="Herrnhut" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Herrnhut-300x195.jpg" width="300" height="195" /></a>Tidak cukup hanya melihat dan mendengar kebenaran Allah itu bagi diri kita sendiri. Kita harus bersaksi dan mengajarkannya dengan mulut kita kepada orang lain (2 Timn. 2:2 ), supaya mereka juga boleh mendengar dan menerimanya. Kita mengasihi dan menjangkau mereka, sebab Tuhan sudah terlebih dahulu membuka hati kita. (Bait)</p>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em><span style="color: #0000ff;">3).Refrein lagu ini merupakan suatu doa persiapan bagi pencerahan Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang dapat membuka mata untuk melihat keajaiban Taurat Tuhan, telinga untuk mendengar firman-Nya, dan hati untuk menerimanya dengan sukacita.</span> </em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Clara Scott (3 Desember 1841 &#8211; 21 Juni 1897), penulis Hymn ini adalah seorang komposer yang karya-karyanya sudah hampir hilang, kecuali lagu yang terkenal ini yang masih tersisa dan sering dinyanyikan. Ia dilahirkan di Elk Grove, Illionis. Pada tahun 1856, belajar di Cady&#8217;s Musical Institute di Chicago dan kemudian mengajar musik di satu Seminari wanita di Lyons, lowa. Lima tahun kemudian ia menikah dengan Henry Clay Scott. Clara juga menulis banyak karya musik vokal dan instrumental, dan menerbitkan sebuah buku lagu gereja, The Royal Anthem Book. Pada tanggal 21 Juni 1897, di Dubugue, lowa, Clara Scott meninggal akibat jatuh dari kereta setelah dihantam oleh kuda.</p>
<p style="text-align: justify;">Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/open-my-eyes-that-i-may-seen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gunjingan merusak nama baik</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 17:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gambar sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Gunjingan merusak nama baik by Sekolah Minggu Air di sawah memantulkan bayangan batang padi berwarna hijau muda pada musim panas. Di atas sebuah jalan kecil, Toyohiko berbaring dengan kepala yang ditopang kedua sikunya, memandang pinggiran kota yang ia cintai.                          <span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="cerita anak sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/" target="_blank"><strong><em><span style="color: #ff0000;">Gunjingan merusak nama baik</span></em></strong></a></h1>
<p>by <a title="bahan sekolah minggu" href=" http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Air di sawah memantulkan bayangan batang padi berwarna hijau muda pada musim panas. Di atas sebuah jalan kecil, Toyohiko berbaring dengan kepala yang ditopang kedua sikunya, memandang pinggiran kota yang ia cintai.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">                          Permukaan tanah yang berada di bawah perutnya terasa dingin, akan tetapi sinar matahari terasa hangat di kepalanya yang tercukur licin. Kedua telinganya dipenuhi dengan musik dengungan para serangga. Seekor kumbang berlari cepat dengan tiba-tiba melewati jalan kecil itu, tersandung dan terjungkal untuk beberapa saat dan dengan kalut menggerak-gerakkan kaki-kakinya di udara.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"> <span style="color: #0000ff;">     &#8221; Jangan kuatir, saudara kecil,&#8221; anak laki-laki itu berbisik. &#8220;Saya tidak akan  menyakitimu.&#8221; Dengan hati-hati dia meraih dan membalikkan serangga kecil itu. Dan kumbang itu bergegas ke tepi jalan.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">      Dengan perlahan anak laki-laki itu berdiri. Sore ini dia harus meninggalkan desanya. Dia akan naik kereta api ke kota Tokushima. Pamannya berkata bahwa dia harus naik sebuah angkong dari stasiun kereta menuju asrama. Tidak seorang pun akan melihat keponakan dari orang terkaya di kawasan itu berjalan kaki menyusuri kota seperti anak seorang miskin. Anak laki-laki itu menghela napas dan mulai menyusuri rumah pertanian yang luas itu.</p>
<p style="text-align: justify;">      Dia <a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img059.jpg"><img class="size-medium wp-image-673 alignleft" alt="img059" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/img059-300x217.jpg" width="300" height="217" /></a>melewati kincir air. Seorang gadis kecil jatuh dari kincir yang tinggi, petani tetangga berkata. Namun teman-teman sekelasnya bergunjing bahwa Toyohiko yang telah melukai gadis kecil itu. Dia menatap kedua tangan kecilnya dengan jari-jarinya yang ceking. Sebelum meninggal, ibunya pernah memanggilnya dengan sebutan &#8220;jari-jari seorang seniman.&#8221; Bagaimana mungkin ada orang berpikir bahwa tangan ini akan melukai seorang anak kecil?</p>
<p style="text-align: justify;">      Ibu tirinya telah berpikir demikian. Anak laki-laki ini telah melakukannya, setalah semua hal yang telah terjadi, seorang anak yatim piatu-anak haram dari suaminya yang telah meninggal.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Dia seharusnya jangan pernah datang ke sini,&#8221; ibu tirinya berkata kepada adik iparnya. &#8220;Saya tahu dia tak lain hanyalah pembuat masalah seperti ibunya yang jahat sebelum dia. Sekarang mereka berkata dia bertanggungjawab atas kematian gadis kecil itu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Tidak masalah bahwa gunjingan itu salah. Toyohiko yang berumur sepuluh tahun itu yakin bahwa pembicaraan yang buruk itu telah merusak kehormatan keluarga Kagawa. Dan dia harus pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Biarkan saya pergi ke sekolah menengah pertama yang ada di kota,&#8221; dia berkata pada pamannya. &#8220;Saya bisa tinggal bersama abang saya di asrama.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Pamannya bimbang. Anak laki-laki ini masih kecil, namun dia jauh lebih pintar dibanding dengan anak laki-laki yang ada di sekolah di desa itu. Kecemburuan mereka sudah terbukti berbahaya. Anak laki-laki ini terlalu peka. Lagipula, dia pekerja keras dan berperilaku baik, tidak seperti abangnya. Berharap, dengan pendidikan yang layak, Toyohiko mungkin menjadi seorang ahli waris harta milik Kagawa.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><b><span style="color: #ff0000;">Belajar Banyak Pelajaran </span> </b></em></p>
<p style="text-align: justify;">       &#8220;Ayo, Toyohiko! Mengapa kamu selalu meletakkan hidungmu di dalam buku?&#8221; Anak laki-laki di asrama itu tidak pernah memberinya ketenangan. Abangnya adalah yang paling buruk dalam banyak hal, menjudikan uang pamannya, minum ketika seharusnya dia belajar, pergi hingga larut malam bertemu perempuan tak dikenal.</p>
<p style="text-align: justify;">      Tidak ada padang hijau untuk melarikan diri. Asrama itu begitu dingin dan gelap. Dia tidak berani berteman dengan tikus. Anak laki-laki yang lebih tua darinya tidak akan berhenti mengejeknya jika mereka mengetahuinya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Dia sudah sering kesepian pada umur enam semenjak kematian kedua orangtuanya tetapi tidak pernah merasa kesepian seperti sekarang ini. &#8220;Belajar,&#8221; dia memerintahkan dirinya sendiri untuk mencoba melupakan kesedihannya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Suatu hari dia melihat sebuah tulisan: &#8220;Kelas Alkitab Berbahasa Inggris, pikirnya. Dia memutuskanuntuk membuat pamannya bangga padanya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Lelaki yang bertemu dengannya di depan jalur masuk berwajah merah dan berhidung besar. Toyohiko mencoba untuk tidak menatapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya datang untuk belajar bahasa Inggris,&#8221; ucapnya, suaranya gemetar. Dia belum pernah melihat seorang asing sebegitu besar sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Selamat datang, selamat datang. Nama saya Myers,&#8221; lelaki itu menyapa dengan ramah sehingga Toyohiko lupa akan perasaan gugupnya. Dia melepaskan sepatunya dan melangkah naik ke rumah asing tersebut. Tidak berapa lama, dia pun merasa senyaman berbaring di padang saat memandangi serangga-serangga.</p>
<p style="text-align: justify;">      Oh, cerita-cerita yang orang Amerika itu ceritakan! Dia menceritakan tentang seorang yang hidup di zaman dulu yang tampaknya menyukai pinggiran kota seperti halnya Toyohiko.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Lihatlah bunga Bakung,&#8221; Yesus berkata, &#8220;dan bagaimana mereka bertumbuh. Mereka tidak bekerja keras, juga tidak perlu mereka memintal. Namun Raja Salomo dalam keagungannya tidak didandani seperti salah satu dari bunga itu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Minggu demi minggu, Toyohiko mengikuti kelas itu. Kemudian datanglah suatu malam yang mengerikan. Profesor Myers menceritakan tentang kematian Yesus yang kejam. Para prajurit memantekkan paku-paku menembus tangan dan kaki-Nya serta menggantung-Nya di atas salib.</p>
<p style="text-align: justify;">      Mengapa?&#8221; tanya Toyohiko. &#8220;Mengapa ada yang membunuh orang yang begitu luar biasa ini? Dia selalu begitu ramah dan baik.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Dia membiarkan merekamelakukannya,&#8221; kata Profesor Myers.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya tidak mengerti. Mengapa, mengapa Dia membiarkan mereka membunuh-Nya?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Dia mati untuk mereka karena Dia begitu mengasihi mereka,&#8221; guru itu berkata dengan lembut.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Oh, Tuhan,&#8221; kata-kata itu meledak keluar, &#8220;jadikan aku seperti Yesus.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color: #ff0000;"><b>Pengikut yang Ketakutan  </b></span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><b>      </b>Sejak malam itu, Toyohiko menjadi seorang pengikut Yesus (Kristus), namun dia merahasiakan imannya. Dia tidak mau anak-anak di asrama mengganggunya lebih dari yang sebelumnya mereka lakukan padanya. Selain itu, dia tahu bahwa ketika dia menyebut dirinya seorang Kristen pamannya akan mencabut hak warisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Dia sekarang berumur 15 tahun hampir menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya ketika Profesor Myers membawanya ke samping setelah kelas pada suatu malam.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Kagawa San,&#8221; dia berkata, &#8220;pernahkah kamu berdoa?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Ya,&#8221; jawab Toyohiko. &#8220;Sebelum saya tidur setiap malam. Saya berdoa di bawah selimutku.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Apakah kamu malu pada Yesus?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Oh, tidak.&#8221; Bagaimana Profesor Myers berpikir bahwa dia malu pada Yesus? Dia mengasihi Yesus.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Namun kamu tidak mau orang lain tahu bahwa kamu berdoa,&#8221; gurunya berkata dengan sedih. &#8220;Apa yang akan terjadi jika kamu dibaptis?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Anak laki-laki itu terkejut. Tidakkah Profesor Myers mengerti?</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya tidak pernah dapat dibaptis,&#8221; katanya. &#8220;Pamanku akan mengeluarkanku dari keluarga.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Misionaris berbadan tinggi itu meletakkan tangannya di bahu anak laki-laki itu.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Kagawa San, apakah kamu seorang pengecut?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Tidak,&#8221; kata Toyohiko, mendongak. &#8220;Saya bukan seorang pengecut. Maukah kau membaptis aku?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em><b><span style="color: #ff0000;">Miskin di Saku  </span> </b></em></p>
<p style="text-align: justify;">      Dia menangkupkan tangannya yang gemetar dan menundukkan kepalanya ketika kalimat marah dari pamannya terlontar kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya mengambil kamu ketika ayahmu meninggal. Dan saya berencana untuk menjadikanmu pewaris utama! Dan lihat bagaimana kamu mengkhianati saya!&#8221; pamannya berteriak.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Abangmu tidak berguna, tapi kamu&#8212;kamu menjadi harapanku. Sekarang kamu sudah hilang bagiku. Jangan pernah aku melihatmu lagi.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Setelah Toyohiko dikucilkan oleh pamannya. Profesor Myers menolong anak yatim piatu yang tidak mempunyai uang itu untuk mendapatkan beasiswa ke sebuah universitas Kristen di Tokyo. Akan tetapi Toyohiko, seorang Kristen yang baru, tidak bertindak seperti mahasiswa lain yang ada di Universitas Meiji. Dia selalu menolong siapa saja dan apa saja. Ketika seekor anjing kampung yang sakit berjalan ke kampus, mahasiswa itu mengadopsinya.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Saya harus memeliharanya,&#8221; katanya. &#8220;Tidak seorang pun yang akanmelakukannya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Para pengemis di daerah itu segera tahu bahwa ada seorang mahasiswa bodoh yang akan memberikan apa saja yang dia punya. Segerombolan pria compang-camping mulai mengunjungi asrama.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Bau apa itu yang begitu tidak enak?&#8221; salah seorang teman sekelasnya bertanya kepadanya suatu hari. Sekelompok mahasiswa pun menggeledah asrama. Mereka menemukan seorang gelandangan yang terluka tidur di atas selimut di dalam kamar Toyohiko.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Ini adalah kesempatan terakhir, Kagawa San,&#8221; kata salah seorang profesor. &#8220;Mulai sekarang, batasi tindakan kekristenanmu untuk berdoa dan puasa.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Ketika dia berumur 20, Toyohiko pergi ke Kobe. Teman lamanya Harry Myers mengajar di seminari Presbyterian di sana. Toyohiko adalah mahaiswa yang baik, namun dia tidak mau berada di asrama.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Untuk menjadi seperti Yesus saya harus hidup dengan orang-orang miskin,&#8221; dia berkata kepada Profesor Myers.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><b><span style="color: #ff0000;">Hidup Seperti Yesus   </span> </b></em></p>
<p style="text-align: justify;">      Pada hari Natal dia mengangkat buku-buku dan barang-barang kepunyaannya ke dalam gerobak dan pindah ke sebuah ruangan berukuran 6 x 6 kaki di daerah kumuh Shinkawa. Ketika Toyohiko menggelar tempat tidurnya, kutu busuk dan kutu-kutu merangkak keluar dari lantai tikar jerami dan ikut bersama-sama dengannya di dalam selimut.</p>
<p style="text-align: justify;">      Kira-kira tengah malam tiba-tiba dia terbangun. Pintu dari kardus itu tergeser. Dan dalam keadaan pintu yang terbuka dia dapat melihat kepala berambut kusut, matanya yang tajam mengintip sekeliling kamarnya yang kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">      &#8220;Ini cukup besar untuk satu orang,&#8221; gelandangan itu berkata. &#8220;Aku akan pindah ke dalam.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">      Beberapa hari kemudian seorang pembunuh pindah ke dalam. Dia telah selesai menjalani hukuman penjara. Saat itu dia begitu takut kalau-kalau hantu dari korbannya akan menemukannya. Dia menyambar tangan Toyohiko dan memegangnya semalaman.</p>
<p style="text-align: justify;">      Seorang pemabuk juga ikut bergabung di kamar itu, dan kemudian seorang yang terlantar dengan penyakit trakoma, penyakit mata yang bisa menular. Toyohiko tertular penyakit itu. Selama sisa hidupnya dia hampir saja buta. Dia menggunakan sebuah kaca pembesar untuk membaca dengan satu matanya yang masih sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">      Kemudian, seorang bayi ditinggalkan di pintunya. Kagawa duduk bersamanya sepanjang malam, berusaha keras agar dia bertahan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">      Para tunawisma yang tidak dapat memaksakan langkahnya ke lantai tikar yang sempit hanya datang ke pintu geser. Mereka meminta makanan dan pakaian. Kagawa memberi mereka semua bubur dan pakaian yang dia punya.</p>
<p style="text-align: justify;">      Hari berlalu dan kemudian dia menjadi seorang mahasiswa di seminari Presbyterian. Setiap malam dia pergi ke jalan-jalan untuk mengkhotbahkan kabar baik kepada orang miskin di Shinkawa. Tangan yang telah memelihara serangga dan anjing-anjing kampung  itu sekarang telah memerban&#8212;memakaikan perban di&#8212;luka para pengemis dan menyuapkan bubur ke dalam mulut mereka yang terlalu lemah untuk makan sendiri.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">      <strong><em><span style="color: #ff0000;">&#8220;Oh, Tuhan,&#8221; doanya sewaktu dia masih kecil, &#8220;jadikan aku seperti Yesus.&#8221; Selama sisa hidupnya, Toyohiko berusaha untuk menghidupi doa itu.</span></em></strong></p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Artikel bersumber dari : New Life in the City, Club House Magazine.<br />
</b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/gunjingan-merusak-nama-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
