<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; Sekolah Minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/author/sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Dengarlah Malak Menyanyi</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/dengarlah-malak-menyanyi/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/dengarlah-malak-menyanyi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2014 10:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu orang lumpuh disembuhkan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu orang majus]]></category>
		<category><![CDATA[lagu sekolah minggu o sukacitaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1255</guid>
		<description><![CDATA[Dengarlah Malak Menyanyi by : Sekolah Minggu Lagu ini pertama kali diperkenalkan pada natal 1739. Liriknya ditulis oleh Charles Wesley (18 Desember 1707 &#8211; 29 Maret 1788). Dia adalah salah satu pemimpin dari gerakan methodist di Inggris. Saudaranya, John Wesley<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/dengarlah-malak-menyanyi/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/dengarlah-malak-menyanyi/" href="http://sekolahminggu.com/dengarlah-malak-menyanyi/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Dengarlah Malak Menyanyi</span></em></a></h1>
<p>by : <a title="dengarlah-malak-menyanyi/" href="http://sekolahminggu.com/dengarlah-malak-menyanyi/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Lagu ini pertama kali diperkenalkan pada natal 1739. Liriknya ditulis oleh Charles Wesley (18 Desember 1707 &#8211; 29 Maret 1788). Dia adalah salah satu pemimpin dari gerakan methodist di Inggris. Saudaranya, John Wesley adalah seorang sangat dikenal karena lagu-lagu hymn yang dia tulis begitu banyak dan indah. Charles menuliskan lebih dari 6.500 hymn. &#8220;Dengarlah Malak Menyanyi&#8221; ditulisnya satu tahun setelah pertobatannya pada tahun 1738. Kemudian, hymn ini menjadi salah satu hymn dalam bahasa Inggris yang begitu popular.</p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color: #003300;">William H. Cummings yang kemudian merangkaikan puisi &#8220;Dengarlah Malak Menyanyi&#8221; ini dengan karya musik dari Mendelssohn. Musiknya menggunakan melodi yang ditulis oleh Felix Mendelssohn dalam rangka merayakan 400 tahun penemuan mesin cetak Gutenberg. Felix Mendelssohn sendiri adalah seorang Yahudi Kristen yang lahir di Hamburg pada 3 Februari 1809 dan meninggal di Leipzig pada 4 November 1847. Dia dikenal sebagai salah satu musisi yang luar biasa dalam sejarah musik. Dia pandai sekali bermain piano dan juga menuliskan suatu musik yang indah. Ketika lirik dari Charles Wesley ini bertemu dengan musik yang dibuat oleh Mendelssohn, lagu ini menjadi salah satu lagu yang indah dan begitu dikenal orang Kristen.</span></em></strong></p></blockquote>
<p>Lagu ini terinspirasi dari Lukas 2:14. Di mana bercerita tentang kelahiran Yesus Kristus, Juruselamat Dunia. Pada suatu malam di Betlehem, para gembala mendengar malaikat bernyanyi: &#8220;Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya&#8221; (Lukas 2:14). Kemudian para gembala pergi dan bertemu dengan bayi Yesus Kristus. Kelahiran Yesus Kristus memberikan harapan kepada manusia berdosa. Siapa yang percaya kepada Yesus Kristus tidak akan binasa tapi beroleh hidup yang kekal.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/dengarlah-malak-menyanyi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TUHAN JUGA MENYAYANGI ANAK-ANAK</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/tuhan-juga-menyayangi-anak-anak/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/tuhan-juga-menyayangi-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2014 09:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu untuk kelas besar]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu untuk paskah]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu tunas pekabaran injil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[TUHAN JUGA MENYAYANGI ANAK-ANAK by : Sekolah Minggu Tiga bersaudara: Sarah, Jona, dan Rachel semuanya sedang menangis. Ribut sekali! Yang terjadi adalah, tadi sepupu mereka yang besar, Gideon, bermain bersama mereka. Jona mengganggu Rachel yang kecil sampai menangis. Lalu, Sarah<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/tuhan-juga-menyayangi-anak-anak/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/tuhan-juga-men…angi-anak-anak/" href="http://sekolahminggu.com/tuhan-juga-men…angi-anak-anak/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>TUHAN JUGA MENYAYANGI ANAK-ANAK</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="/tuhan-juga-men…angi-anak-anak" href="http://sekolahminggu.com/tuhan-juga-men…angi-anak-anak/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Tiga bersaudara: Sarah, Jona, dan Rachel semuanya sedang menangis. Ribut sekali!</p>
<p>Yang terjadi adalah, tadi sepupu mereka yang besar, Gideon, bermain bersama mereka. Jona mengganggu Rachel yang kecil sampai menangis. Lalu, Sarah yang lebih besar dari Jona memukul Jona sampai menangis. Dan terakhir Gideon memarahi Sarah sampai ia menangis juga.</p>
<p>Sekarang Gideon sudah pulang, tinggallah Mama berhadapan dengan derai tangis yang riuh rendah.</p>
<p>&#8220;Coba Sarah lebih besar,&#8221; kata Sarah di tengah isak tangisnya. Jona masih berlinang dengan air mata. Rachel sudah kecapekan menangis dan sekarang hanya tersedu-sedu.</p>
<p>&#8220;Kalau besar, Sarah mau melakukan apa?&#8221; tanya Mama.</p>
<p>&#8220;Pukul Kak Gideon.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lho? Kak Gideon kan memarahi Sarah karena Sarah memukul Jona. Lagipula, memangnya kalau besar boleh pukul orang yang lebih kecil semau-maunya? Boleh pukul adik kecil, anak kecil? Tidak boleh!&#8221;</p>
<p>Mama mengutip Matius 18:10, &#8220;Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu&#8221; Ada malaikat mereka yang di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. Tuhan sayang pada anak-anak kecil, bahkan yang masih sangat kecil.&#8221;</p>
<p>Mama mengingatkan mereka pada cerita-cerita di Alkitab. &#8220;Ingat cerita Musa? Waktu Musa masih sangat kecil, Tuhan sudah menolong dia.&#8221;</p>
<p>Anak-anak mengangguk. Mereka tahu cerita Musa. Ketika masih bayi ia diletakkan di dalam peti lalu dihanyutkan di sungai Nil.</p>
<p>Jona pernah meletakkan Rachel di dalam keranjang pakaian di atas air bak mandi, tapi waktu itu mereka berdua hampir tenggelam.</p>
<p>&#8220;Kalian ingat cerita Yunus?&#8221;  tanya Mama lagi.</p>
<p>Anak-anak mengangguk dengan penuh semangat. Siapa yang bisa lupa cerita Yunus? Yunus itu nabi yang tidak taat pada perintah Tuhan yang menyuruhnya pergi ke kota Niniwe yang jahat.</p>
<p>Dalam pelariannya Yunus terkena badai besar, dilempar ke laut, lalu ia ditelan ikan besar. Akhirnya ia taat dan pergi ke Niniwe dan seluruh kota itu bertobat! Binatang-binatang pun disuruh berpuasa tanda bertobat.</p>
<p>Sarah tersenyum-senyum sendiri. Ia ingat waktu Mama berdoa puasa untuk Kebaktian Kebangunan Rohani, ia juga anjing peliharaan mereka juga ikut puasa.</p>
<p>Sarah tidak memberi makan anjing itu. Sekarang ia tahu, anjing tidak mengerti artinya puasa dan anjing tidak berdoa.</p>
<p>&#8220;Waktu kota Niniwe bertobat, Yunus tidak suka karena Niniwe itu musuh. Tapi Tuhan katakan, di kota ini ada 120 ribu anak kecil yang belum bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri. Tuhan mengasihani kota itu, Tuhan sayang pada anak-anak kecil di  kota itu,&#8221; kata Mama.</p>
<p>&#8220;Ma, itu semua kan dulu,&#8221; kata Jona. &#8220;Tuhan masih sayang anak-anak tidak sekarang ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Masih,&#8221; kata Mama sambil tersenyum. &#8220;Di Australia, ada seorang bayi yang lama ditunggu-tunggu orang tuanya lahir. Setelah ia lahir, orang tuanya senang sekali.</p>
<p>&#8220;Suatu hari, seluruh keluarga itu berjalan-jalan. Papanya menggendong bayi itu. Ada kakek dan neneknya juga.</p>
<p>&#8220;Tiba-tiba ada mobil yang datang dengan cepat, menabrak keluarga itu. Rupanya pengemudinya kena serangan jantung. Si kakek dan neneknya terpental tinggi ke udara.&#8221; Anak-anak menahan napas.</p>
<p>&#8220;Si Papa di tabrak mobil lalu terhimpit di antara mobil dan jendela kaca toko yang retak-retak. Semua orang panik dan menanyakan keadaan bayinya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, Ma. Bagaimana ?&#8221; tanya Sarah dengan tidak sabaran. Rachel sampai bangun berdiri dan mencengkeram tangan Mama. Jona memperhatikan dengan mata dibuka lebar-lebar.</p>
<p>&#8220;Ternyata bayinya tidak apa-apa. Papanya tidak melepaskan bayinya sama sekali. Mamanya datang lari-lari dan mengambil bayinya yang sama sekali tidak terluka. Tuhan melindungi bayi itu lewat papanya.&#8221;</p>
<p>Ketiga anak itu menghembuskan napas lega.</p>
<p>&#8220;Rupanya dulu papanya itu diberi kesempatan oleh Tuhan untuk berlatih sebagai pemain rugby.</p>
<p>&#8220;Kalau bermain rugby, ia harus bola rugby erat-erat, tidak boleh dilepas, meskipun ia ditabrak oleh pemain lawan yang badannya besar-besar. Ia bisa ditabrak sampai jatuh, sampai kesakitan, tapi ia tidak melepaskan pegangannya.</p>
<p>&#8220;Jadi waktu papanya menggendong si bayi, papanya sudah terlatih. Meski ditabrak mobil, sedikit pun tidak ia lepaskan bayinya itu.&#8221;</p>
<p>Mama tersenyum kepada ketiga anaknya. &#8220;Kamu bertiga pun disayang Tuhan. Tuhan yang menciptakan kamu, membawa kamu lahir, lalu kamu bisa mendengar Firman Tuhan, bisa belajar mengenal dan melayani Tuhan. Itu semua anugerah Tuhan. Dan kalau kamu setia berlatih dan belajar, nanti Tuhan akan pakai kamu.&#8221;</p>
<p>Kamu yang membaca cerita ini, juga disayang Tuhan! Ayo, kita berdoa bersyukur karena Tuhan sayang pada anak-anak!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i><b>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</b></i></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/tuhan-juga-menyayangi-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ALEXANDER M. MACKAY</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/alexander-m-mackay/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/alexander-m-mackay/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2014 09:14:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak sekolah minggu video]]></category>
		<category><![CDATA[video sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[visi sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1202</guid>
		<description><![CDATA[ALEXANDER M. MACKAY by : Sekolah Minggu M. Mackay membiayai hidupnya dengan mengajar. Selain mengajar murid-muridnya membaca, menulis dan matematika, dia juga mengajarkan mengenai bangunan. Mackay membangun sebuah rumah untuk para misionaris yang mengagumkan semua orang. Bahkan Raja Mtesa kemudian<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/alexander-m-mackay/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="alexander-m-mackay/" href=" http://sekolahminggu.com/alexander-m-mackay/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>ALEXANDER M. MACKAY</b></span></a></h1>
<p>by : <a title="/alexander-m-mackay/" href="http://sekolahminggu.com/alexander-m-mackay/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>M. Mackay membiayai hidupnya dengan mengajar. Selain mengajar murid-muridnya membaca, menulis dan matematika, dia juga mengajarkan mengenai bangunan. Mackay membangun sebuah rumah untuk para misionaris yang mengagumkan semua orang. Bahkan Raja Mtesa kemudian memintanya untuk membangun rumah penduduk dari kayu dan besi.</p>
<p>Pelayanan Mackay di Uganda juga disertai oleh misionaris lain, dan dia sangat bersukacita ketika O Flaherty membaptiskan 5 orang Uganda yang pertama menjadi pengikut Kristus, dan pelayanan terus berlanjut dengan baik hingga Raja Mtesa meninggal dunia.</p>
<p>Anak Raja Mtesa, Mwanga, menggantikan ayahnya namun tidak seperti ayahnya Mwanga sangat tidak menyukai para misionaris. Mwanga menganiaya dan membakar dua orang Kristen, yang kemudian menjadi martir pertama di Uganda. Penganiayaan terus berlanjut, hidup para misionaris dan petobat baru dalam keadaan bahaya tetapi Injil tetap diberitakan dan setiap hari selalu ada anak muda yang datang ke rumah misionaris untuk meminta Alkitab. 30 misionaris dibakar hidup-hidup di masa itu, tetapi Mackay menolak untuk meninggalkan Uganda.</p>
<p>Sendirian di Uganda, dengan ancaman bahaya, Mackay bekerja terus menerus untuk menerjemahkan dan menyetak Alkitab. Tetapi Mwanga kemudian mengusir Mackay dari Uganda. Namun dia diterima oleh raja Usambiro, sendirian, Mackay memulai pekerjaan misionaris di Usambiro, mengulangi apa yang telah dikerjakannya di Uganda.</p>
<p>Mackay menolak untuk meninggalkan Afrika, karena baginya Afrika adalah bagi Kristus, dan pada 8 Februari 1890, Tuhan memanggil dia dan seluruh pekerjaannya di Afrika tercatat di hadapan Tuhan.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/alexander-m-mackay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DOSA MENGINTIP</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2014 10:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita alkitab untuk anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu bergambar]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sekolah minggu yang menarik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1144</guid>
		<description><![CDATA[DOSA MENGINTIP by : Sekolah Minggu &#8220;Ugh&#8230; apa sih artinya ini?&#8221; ujar Timmy sambil mengusap-usap matanya menahan kantuk. Dibacanya sekali lagi ayat itu. &#8220;Hati-hati dosa mengintip,&#8221; dia bergumam. Hari itu adalah hari kedua Timmy memenuhi janjinya kepada Tuhan. Ya, dia<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="/dosa-mengintip/" href=" http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/ " target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>DOSA MENGINTIP</b></span></a></h1>
<p>by :<a title="/dosa-mengintip/" href="http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;"> Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>&#8220;Ugh&#8230; apa sih artinya ini?&#8221; ujar Timmy sambil mengusap-usap matanya menahan kantuk. Dibacanya sekali lagi ayat itu. &#8220;Hati-hati dosa mengintip,&#8221; dia bergumam.</p>
<p>Hari itu adalah hari kedua Timmy memenuhi janjinya kepada Tuhan. Ya, dia berjanji akan membaca seluruh Alkitab sebelum lulus SD. Bahan bacaan hari itu adalah dari Kejadian pasal 3-4. Rasanya banyak sekali yang harus dibacanya.</p>
<p>&#8220;Aneh sekali, memangnya dosa itu seperti manusia yang bisa mengintip?&#8221;</p>
<p>Timmy membayangkan bentuk dosa sebagai manusia. Mungkin matanya melotot, rambutnya berantakan, dan badannya kurus kering. Timmy tersenyum geli membayangkan hal itu.</p>
<p>Timmy menutup Alkitabnya. Pasal 4 sudah selesai dibacanya dan sudah waktunya tidur. Kata-kata dosa mengintip tetap melekat di pikirannya, namun akhirnya dia terlelap juga.</p>
<p>KRIIING&#8230; KRIIING&#8230; KRIIING&#8230;! Timmy membuka matanya, melirik ke arah jam weker berbentuk bola miliknya, jam5.30. Dengan sedikit malas Timmy bangun. Ia mematikan wekernya dan masuk ke kamar mandi.</p>
<p>Lima belas menit kemudian dia sudah duduk di meja makan. Di hadapannya tersedia nasi goreng telur andalan Mama. Papa menyusul duduk di meja makan tidak lama kemudian. Ia sudah berpakaian rapi, siap menuju kantor.</p>
<p>Timmy selalu membonceng papanya ke sekolah karena sekolahnya berada di jalan yang sama dengan kantor papa. Ini sangat menguntungkan Timmy. Dia tidak perlu naik kendaraan umum seperti kebanyakan teman-temannya.</p>
<p>Waktu menunjukkan pukul 06.15 ketika Timmy tiba di sekolah. Suasana masih agak sepi, dan biasanya akan mendadak ramai jika waktu masuk sekolah tinggal 15 menit lagi.</p>
<p>Letak kelas Timmy persis berseberangan dengan pintu gerbang sekolah.Dia harus melintasi halaman sekolah untuk sampai di kelasnya. Sambil berjalan dengan iseng Timmy menendang-nendang batu kecil yang ditemukannya. Dia membayangkan batu itu adalah bola sepak.</p>
<p>&#8220;Kapan ya aku bisa membeli bola sepak&#8230;.?&#8221; gumam Timmy.</p>
<p>Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu berwarna merah di tanah. Timmy membungkuk. Dia terkejut ketika menyadari kalau itu adalah uang kertas Rp. 100.000.</p>
<p>Ide yang muncul pertama kali dalam pikirannya membuatnya sangat senang. &#8220;Asyiiik&#8230; akhirnya aku  bisa membeli bola sepak.&#8221;</p>
<p>Timmy membayangkan bola bundar hitam putih itu sudah menjadi miliknya. Bahkan dia sudah membayangkan siapa saja yang akan menjadi tim sepak bolanya, warna kaos yang akan mereka pakai kalau sedang bermain, dan siapa saja yang akan dia ajak untuk menjadi tim lawan main mereka. Wuiiihhh, harapannya sudah selangit.</p>
<p>Ketika dia hendak mengambil uang itu, terdengar suara temannya, Robin, memanggilnya dengan keras. &#8220;Timmy&#8230;! Tunggu aku&#8230;!&#8221;</p>
<p>Takut ketahuan dan terlihat oleh Robin, Timmy cepat-cepat menginjak uang itu dan berdiri tegak. Robin datang terengah-engah, &#8220;Ah&#8230; akhirnya. Yuk, Tim, kita ke kelas.&#8221;</p>
<p>Timmy diam saja, berdiri mematung, tidak tahu harus menjawab apa.</p>
<p>&#8220;Loh? Ayo, tinggal 10 menit lagi bel berbunyi, loh&#8230;&#8221; Robin menarik tangan Timmy.</p>
<p>Tergagap-gagap Timmy menjawab, &#8220;Eh&#8230;. sebentar, kakiku kesemutan. Kamu duluan tidak apa-apa, Robim.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh&#8230; kesemutan? Biasanya tidak lama sembuh. Aku tunggu saja ya supaya kita bisa sama-sama ke kelas.&#8221;</p>
<p>Aduh, celaka! pikir Timmy. Bagaimana caranya supaya Robin pergi? Robin harus pergi terlebih dulu sehingga dia bisa mengantongi uang itu.</p>
<p>&#8220;Jangan, Robin! Kasihan kamu, nanti terlambat. Kamu duluan saja, nanti aku menyusul, ya&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, tidak apa kok, Tim.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu tidak ada tugas piket?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak, tugas piketku besok. Kita satu grup, kan?&#8221;</p>
<p>Waduuuhhh&#8230;. Robin tetap berkeras. Timmy semakin kebingungan dan mulai jengkel. Akhirnya dia berkata ketus, &#8220;Robin, kamu pergi duluan bisa tidak, sih! Jangan menyebalkan seperti itu!&#8221;</p>
<p>Robin terkejut. Kenapa Timmy tiba-tiba marah? Tanpa bicara lagi, dia berlari meninggalkan Timmy.</p>
<p>Timmy bernapas lega dan bergumam, &#8220;Akhirnya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Timmy mengambil uang itu. Saat itu dia teringat telah menbentak Robin. Rasa bersalah menyelinap di hatinya.</p>
<p>&#8220;Ah, tidak apa. Nanti juga dia akan tetap bermain bersamaku.&#8221;</p>
<p>Tetapi, Timmy merasakan ada hal lain yang tidak beres. Sementara kakinya melangkah perlahan, jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya, secepat mobil balap mungkin.</p>
<p>Timmy tidak dapat membohongi dirinya sendiri. Dia tahu apa sebenarnya yang salah. Dia telah mengambil uang yang bukan miliknya! Itu salah. Tetapi, dia berusaha menghibur diri dengan berkata di dalam hatinya, kalau uang itu toh tidak ada pemiliknya.</p>
<p>Bel berbunyi, Timmy tiba tepat di depan kelas, menyusul teman-temannya yang sudah berbaris rapi. Dia berdiri di barisan paling belakang. Setelah barisan rapi, Bu Anita mempersilahkan murid-muridnya masuk ke dalam kelas satu per satu. Terjadi pertentangan di hati Timmy antara mengambil atau melaporkan uang yang ditemukannya itu kepada Bu Anita.</p>
<p>Barisan terus berjalan masuk. Pertentangan di hati Timmy semakin hebat. Akhirnya Timmy tepat berhadapan dengan Ibu Anita yang berdiri dengan sikap anggun dan berwibawa. Timmy pun menyodorkan uang kertas Rp 100.000 itu dan berkata, &#8220;Bu Anita, tadi saya menemukan uang ini di halaman sekolah.&#8221;</p>
<p>Setela itu  pertentangan di hati Timmy reda. &#8220;Tadi itukah yang disebut &#8216;dosa mengintip&#8217;?&#8221; pikir Timmy. &#8220;Tuhan, ampuni aku,&#8221; doanya dalam hati. &#8220;Terima kasih, Tuhan sudah mencegahku berbuat dosa.&#8221;</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/dosa-mengintip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awas Hidung Unta</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2014 11:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[AWAS HIDUNG UNTA &#8220;Jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu. Ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya&#8221; Kej 4:7 Orang Arab mempunyai suatu pepatah: Awas , hati-hati dengan hidung unta!&#8221; Mengapa demikian? Apakah hidung<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">AWAS HIDUNG UNTA</span></h1>
<p style="text-align: justify;"><i><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/AWAS-HIDUNG-UNTA.jpg"><img class=" wp-image-623 alignleft" alt="AWAS HIDUNG UNTA" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/AWAS-HIDUNG-UNTA.jpg" width="188" height="221" /></a><span style="color: #339966;">&#8220;Jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu. Ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya&#8221; Kej 4:7</span></i></p>
<p style="text-align: justify;">Orang Arab mempunyai suatu pepatah: Awas , hati-hati dengan hidung unta!&#8221; Mengapa demikian? Apakah hidung unta berbahaya? Beracun? Bisamembunuh orang? Kenapa kita diperingatkan untuk menghindari hidung unta?</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu ketika ada seorang musafir yang mengadakan perjalanan melewati padang gurun yang amat luas. Musafir ini membawa seekor unta sertanya. Mereka hanya berdua saja di tengah padang gurun yang begitu luas. Hari sangat panas, matahari terik membakar kulit. Kalau sudah tidak tahan dengan panas yang menyengat, sang musafir biasanya mencari tebing-tebing yang agak teduh untuk beristirahat sejenak. Jika hari mulai malam sebaiknyalah yang terjadi. Dingin begitu menusuk tulang dan membuat orang yang tinggal di udara terbuka menggigil kedinginan. Tapi itu belum apa-apa. Yang paling parah kalau pada suatu waktu badai datang menyerang. Di padang gurun yang bering, badai berarti malapetaka. Pasir akan beterbangan dengan hebatnya. Pasir itu amat tebal. Mata akan perih kelilipan pasir. Orang akan sulit bernapas karena pasir beterbangan dengan hebatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah pada suatu hari badai pasir yang dahsyat datang secara tiba-tiba. Ketika badai itu mulai menyerang ke arah sang musafir, dengan segera ia memasang tendanya yang kecil supaya terhindar dari pasir yang beterbangan. Kemudian ia berbaring diam-diam. Sampai beberapa waktu lamanya  badai pasir terus menderu-deru. Sang musafir terus berlindung di dalam tendanya. Di sana ia terhindar dari bahaya pasir yang dapat membutakan mata dan dapat bernapas dengan leluasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tak lama kemudian sang musafir merasa ada sesuatu yang mendorong-dorong kakinya. Ia segera tahu bahwa yang mendorongnya adalah untanya sendiri. Samar-samar ia mendengar suara erangan sang unta.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Apa yang engkau kehendaki?&#8221; tanya sang musafir kepada untanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh tuan, bolehkah saya berteduh sedikit di dalam tendamu?&#8221; sahut sang unta dengan suara yang rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jangan bodoh!&#8221; jawab sang musafir, &#8220;Tenda ini pasti tidak cukup untuk dimasuki oleh kita berdua, palagi tubuhmu begitu besarnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh tuan yang budiman, tolonglah saya,&#8221; sang unta mulai mengerang-erang meminta belas kasihan, &#8220;paling sedikit biarkanlah ujung hidung saya boleh masuk ke dalam tendamu. Saya tidak dapat bertugas karena pasir dengan yang menyesakkan. Kasihanilah saya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang unta merengek-rengek dan mengerang-erang sehingga musafir merasa kasihan kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Baiklah!&#8221; sahutnya, &#8220;Hidungmu boleh masuk, tapi tubuhmu tidak.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh terima kasih tuan, terima kasih.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang unta memasukkan ujung hidungnya ke dalam tenda. Sang musafir menggeser tubuhnya supaya hidung unta dapat masuk. Beberapa waktu kemudian sang musafir merasa heran mendapati tendanya makin lama makin sempit. Ia menemukan sebabnya dengan segera. Ternyata kini bukan saja hidung, tetapi kepala unta dan setengah dari lehernya telah masuk ke dalam tenda.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Keluar!&#8221; teriaknya, &#8220;Bukankah aku sudah katakan ujung hidungmu saja yang boleh masuk ke dalam tendaku ini??!!&#8221; sahut sang musafir dengan marahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Benar, oh tuan yang baik hati,&#8221; sahut sang unta dengan tenang, &#8220;Tapi sayang sekali kalau cuma hidungku saja yang masuk karena pasirpun membutakan mataku. Sebab itu ijinkanlah kepalaku juga boleh masuk ke dalam tendamu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang musafir berusaha membantah dan menolak permintaan untanya, tapi pikirnya &#8216;tak apalah sedikit lagi saja, toh cuma kepalanya. Tapi ternyata sedikit demi sedikit ia mulai merasa didorong-dorong dan didesak untuk terus bergeser pada sisi luar tenda. Sang musafir berteriak-teriak dan berontak, tapi ia tidak berdaya. Dorongan dan desakan sang unta amat kuat. Kini sebagian besar tubuh sang unta sudah mulai masuk ke dalam tenda dan terus mendesak dan mendorong tuannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #800080;">Sang musafir akhirnya terdorong keluar dari tendanya. Kini ia hanya bisa gigit jari sementara sang unta tidur dengan nyenyak di dalam tenda. Sudah mengertikah kamu sekarang, mengapa dikatakan hati-hati terhadap hidung unta? Unta itu merupakan kiasan dari bujukan yang menyesatkan. Jika kita memberi tempat sedikit saja bagi si penggoda untuk masuk ke dalam hati kita, maka dengan segera ia memakai kesempatan ini sebaik-baiknya. Ia tidak akan puas hanya mendapat tempat &#8220;seujung hidung saja&#8221;. Ia pasti akan terus mendesak dan mendorong untuk menguasai hatimu sepenuhnya.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan sekali-kali memberi tempat sekecil apapun untuk dosa masuk ke dalam hatimu. Di situ yang harus bertahta sepenuhnya hanya Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada tempat buat si penggoda meskipun hanya &#8220;seujung hidung unta&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Think And Joy!</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/think-and-joy/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/think-and-joy/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jan 2014 08:42:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan rohani kristen]]></category>
		<category><![CDATA[prabowo subianto kristen]]></category>
		<category><![CDATA[profil kristen stewart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1341</guid>
		<description><![CDATA[Think And Joy! By : Sekolah Minggu Kemampuan untuk berpikir, bergerak dan menjadi kreatif adalah dari Tuhan. Ayo, kerahkanlah segala kemampuanmu. Sebutkanlah tiga jenis buah yang banyak mengandung vitamin C. Siapakah yang menciptakan manusia? Angkatlah salah satu kakimu. Apakah kamu<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/think-and-joy/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="think and joy" href="http://sekolahminggu.com/think-and-joy/" target="_blank"><span style="color: #800080;"><b>Think And Joy!</b><b></b></span></a></h1>
<p><a title="sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/" target="_blank">By : Sekolah Minggu</a></p>
<p><span style="color: #ff9900;"><b>Kemampuan untuk berpikir, bergerak dan menjadi kreatif adalah dari Tuhan. Ayo, kerahkanlah segala kemampuanmu.</b></span></p>
<p>Sebutkanlah tiga jenis buah yang banyak mengandung vitamin C.</p>
<p>Siapakah yang menciptakan manusia?</p>
<p>Angkatlah salah satu kakimu. Apakah kamu dapat berdiri dengan seimbang?</p>
<p>Apa yang kamu lakukan ketika menemukan sesuatu yang lucu?</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Dapatkah kamu menyebutkan dua cara agar kita tetap sehat?</span></strong></p>
<p>Doa apakah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya yang juga kepada kita?</p>
<p>Cobalah sebutkan tiga bahan alami yang dapat dipakai sebagai obat.</p>
<p>Apakah yang menyebabkan daun berwarna hijau?</p>
<p>Apakah nama dua jenis burung yang dapat bernyanyi?</p>
<p>Bagaimanakah seharusnya sikap kita terhadap sesama manusia?</p>
<p>Bagaimana raut wajahmu saat makan coklat?</p>
<p>Mana yang kamu lebih suka, bermain di dalam atau di luar ruangan?</p>
<p>Apakah tiga hal yang dapat membuatmu gembira?</p>
<p>Bukalah mulutmu. Gigi manakah yang terbesar?</p>
<p>Bagaimana seharusnya sikap kita saat berdoa?</p>
<p>Pandanglah ke langit, apa sajakah yang kamu lihat?</p>
<p>Sebutkan dua fungsi dari akar tanaman.</p>
<p>Perhatikanlah jari-jari tanganmu. Jari mana yang indah bila dimasukkan cincin?</p>
<p>Hadiah apakah yang akan kamu berikan saat ibumu berulang tahun?</p>
<p><b><i> Oleh : Kak Lidya</i></b></p>
<p><span style="color: #339966;"><b>Mutiara kita:</b></span></p>
<p><span style="color: #339966;"><b>1 Korintus 10:31</b></span></p>
<p><b><span style="color: #339966;">&#8220;Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.&#8221; </span> </b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/think-and-joy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENGENAL PENYAKIT DEMAM BERDARAH</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/mengenal-penyakit-demam-berdarah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/mengenal-penyakit-demam-berdarah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2014 08:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perang islam kristen]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan islam kristen]]></category>
		<category><![CDATA[perjamuan kudus kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1333</guid>
		<description><![CDATA[MENGENAL PENYAKIT DEMAM BERDARAH By : Sekolah Minggu Oleh        : Dr Diana Samara Illustrasi : Kak Heru Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang hidup di dalam nyamuk Aedes aegypti. Ketika nyamuk yang mengandung virus ini menggigit seseorang, maka<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/mengenal-penyakit-demam-berdarah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="mengenal penyakkit demam berdarah" href="http://sekolahminggu.com/mengenal-penyakit-demam-berdarah/" target="_blank"><span style="color: #ff9900;"><b>MENGENAL PENYAKIT DEMAM BERDARAH</b></span></a></h1>
<p><a title="sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/" target="_blank">By : Sekolah Minggu</a></p>
<p>Oleh        : Dr Diana Samara</p>
<p>Illustrasi : Kak Heru</p>
<p>Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang hidup di dalam nyamuk Aedes aegypti. Ketika nyamuk yang mengandung virus ini menggigit seseorang, maka virus itu berpindah ke dalam darah orang itu. Bila kondisi tubuhnya kurang baik (daya tahan tubuh sedang melemah), maka virus tersebut akan berkembang biak di dalam darahnya dan akhirnya menimbulkan penyakit demam berdarah.</p>
<p>Gejala penyakit demam berdarah adalah panas tinggi mendadak antara 38 1/2 dan bisa sampai 40-41 derajat celcius, sakit kepala, tulang ngilu, bisa mual, dan muntah.</p>
<p><strong><span style="color: #808000;">Media yang membuat nyamuk Aedes aegypti berkembang biak adalah air tergenang; misalnya: air pot bunga, bak kamar mandi, kaleng-kaleng kosong yang kemasukan air hujan atau air siraman, gentong, dan sebagainya. Itu sebabnya penyakit demam berdarah makin meningkat di musim hujan dan pancaroba (pergantian musim).</span></strong></p>
<p>Untuk menghindari mewabahnya penyakit demam berdarah, maka sebaiknya menguras bak kamar mandi atau wadah untuk tampungan air satu minggu sekali, kaleng-kaleng atau wadah-wadah yang tidak terpakai agar dikubur. Yang terpenting dari semua itu adalah jagalah kebersihan lingkungan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/mengenal-penyakit-demam-berdarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WARISAN HYMN</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/warisan-hymn/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/warisan-hymn/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2014 08:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[pembantaian kristen]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian doa kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1326</guid>
		<description><![CDATA[WARISAN HYMN By : Sekolah Minggu JOY TO THE WORLD! Fanny Crosby lahir di New York tanggal 24 Maret 1823. Hingga akhir hayatnya ia telah menulis kira-kira 8.000 &#8211; 9.000 himne. Moto hidupnya adalah demikian: &#8220;Menurut saya hidup ini tidak<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/warisan-hymn/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="warisan hymn" href="http://sekolahminggu.com/warisan-hymn/" target="_blank"><span style="color: #33cccc;"><b>WARISAN HYMN</b></span></a></h1>
<p><a title="sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/" target="_blank">By : Sekolah Minggu</a></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><b>JOY TO THE WORLD!</b></span></p>
<p>Fanny Crosby lahir di New York tanggal 24 Maret 1823. Hingga akhir hayatnya ia telah menulis kira-kira 8.000 &#8211; 9.000 himne. Moto hidupnya adalah demikian: &#8220;Menurut saya hidup ini tidak terlalu panjang. Saya ingin memastikan agar orang-orang yang tidak dapat membaca sebuah khotbah akan membaca lagu.&#8221; Fanny Crosby sering disebut sebagai Quenn og Hymnody&#8221; atau Ratu Himnodi.</p>
<p>Himne &#8220;Terpujilah Allah&#8221; muncul dalam buku koleksi sekolah minggu yang ditulis oleh William Doane dan Robert Lowry di tahun 1875. Pada tahun 1952 tim Billy Graham Crusade pergi ke Inggris dan mereka menyanyikan lagu ini untuk pertama sekali. Sejak itu, lagu ini menjadi favorit dalam kebaktian rohani yang dipimpin oleh Billy Graham. Himne ini baik sekali karena tidak hanya mengandung karakteristik himne, tetapi juga lagu ini mengajak kita untuk menyerahkan kemulian tertinggi kepada Kristus. Kita diingatkan untuk senantiasa mengingat pekerjaan Tuhan yang besar dan ajaran-Nya yang agung. Tanggal 12 Februari 1915, Fanny meninggal dalam usia 95 tahun. Selama lebih dari 40 tahun dia menulis himne.</p>
<p><strong><span style="color: #ff9900;">Latar belakang                                                            </span></strong></p>
<p>Bait 1 : Kita diajak untuk memuji Allah karena Dia telah mengirimkan Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan kita (Yohanes 3:16).</p>
<p>Bait 2 : Keyakinan iman akan bersama Dia di surga sambil menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali (1 Tesalonika 4 :14).</p>
<p>Reff : Seruan untuk memuji Tuhan.</p>
<p><span style="color: #339966;"><b>Quiz</b></span></p>
<p>1. Kapan Fanny Crosby lahir dan pada usia berapa dia meninggal?</p>
<p>2. Siapa yang membuat lagu ini terkenal dalam kebaktian rohani besar?</p>
<p>3. Ceritakan dengan kalimatmu sendiri isi dari pujian ini.</p>
<p><b><i>Oleh : Kak Elsa                                                                                                                                                       Illustrasi : Kak Freddy</i></b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/warisan-hymn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menabung, Yuk!</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2014 07:51:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[okultisme dalam kristen]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[panti rehabilitasi kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1322</guid>
		<description><![CDATA[Menabung, Yuk! By : Sekolah Minggu &#8220;Kanti, kamu sudah menabung hari ini?&#8221; tanya ibu Kanti. Kanti menjawab ragu. &#8220;&#8230;Ya, Bu&#8230;. Sudah.&#8221; Ibu meletakkan sulamannya dan tersenyum pada Kanti, &#8220;Bagus, Kanti. Kamu harus rajin menabung.&#8221; Kanti mengangguk dan melangkah ke kamarnya.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="menabung yuk" href="http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/" target="_blank"><span style="color: #00ff00;"><b>Menabung, Yuk!</b></span></a></h1>
<p><a title="sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/" target="_blank">By : Sekolah Minggu</a></p>
<p>&#8220;Kanti, kamu sudah menabung hari ini?&#8221; tanya ibu Kanti.</p>
<p>Kanti menjawab ragu. &#8220;&#8230;Ya, Bu&#8230;. Sudah.&#8221;</p>
<p>Ibu meletakkan sulamannya dan tersenyum pada Kanti, &#8220;Bagus, Kanti. Kamu harus rajin menabung.&#8221;</p>
<p>Kanti mengangguk dan melangkah ke kamarnya. Dia duduk di atas kasur. Matanya menatap sebuah benda yang terbuat dari kaleng. Benda itu berbentuk tabung dengan tinggi kurang lebih 20 cm. Di sekelilingnya terdapat gambar anak-anak anjing. Di atasnya ada sebuah lubang yang hanya dapat dimasuki uang kertas atau logam. Ya, itu adalah celengan yang baru diberikan ibunya sebulan yang lalu.</p>
<p>Kanti masih ingat apa yang dikatakan ibunya saat itu.</p>
<p><strong><span style="color: #ff9900;">&#8220;Sekarang kamu sudah cukup besar untuk bertanggung jawab menggunakan uang. Di dalam celengan ini kamu dapat menabung sebanyak mungkin uang jajan yang kamu dapat sisihkan. Celengan ini tidak dapat dibuka. Ibu akan membukanya bila nanti isinya sudah penuh.&#8221;</span></strong></p>
<p>Kanti mengangguk dengan bersemangat. Baru kali ini dia mendapatkan sebuah celengan. Selama ini bila ada sisa uang jajan, Kanti akan memberikan pada ibunya untuk disimpan. Ia sangat senang dengan celengannya yang baru itu. Pada awalnya, hampir setiap hari ia memasukkan seribu rupiah. Tetapi pernah dia memasukkan tiga ribu rupiah dengan menahan diri untuk tidak membeli kue kesukaannya.</p>
<p>&#8220;Hari ini dua ribu rupiah,&#8221; kata Kanti dengan senang. Dia menguncang-guncangkan celengan itu untuk mendengar bunyi uang di dalamnya. &#8220;Masih sedikit,&#8221; katanya setelah mengintip sebentar lubang celengan itu.</p>
<p>&#8220;Ibu, hari ini saya menabung,&#8221; lapornya setiap kali dia memasukkan uang ke dalam celengan itu.</p>
<p>Tetapi itu dulu, sekarang&#8230;. Kanti mengguncang-guncangkan celengan itu. Bunyinya nyaring, pertanda masih sedikit uang yang ada di dalamnya. Sudah lebih dari dua minggu ia tidak menabung. Dan itu dimulai pada suatu siang di sekolah&#8230;</p>
<p><strong><span style="color: #ff00ff;">&#8220;Kanti, kamu sudah dengar ada <i>stand </i>es krim yang baru dibuka di kantin sekolah?&#8221; tanya Kartini, sahabatnya. Kanti menggeleng perlahan. Dia masih asyik membaca buku yang baru dipinjamnya dari perpustakaan sekolah.</span></strong></p>
<p>&#8220;Kamu ini bagaimana? Semua orang sudah mencobanya, kamu benar-benar tidak tahu?&#8221; tanya Kartini.</p>
<p>Kanti mengangkat matanya dari buku itu. &#8220;Kamu suka melebih-lebihkan berita. Ada apa, sih?&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu lo&#8230; es krim&#8230; harganya cuma seribu, tapi enaknya luar biasa&#8230;,&#8221; jawab Kartini sambil mengacungkan jempolnya.</p>
<p>&#8220;Paling-paling sama dengan es krim yang lain,&#8221; kata Kanti dengan acuh tak acuh. Dia kembali membaca dengan tekun.</p>
<p>Keesokan harinya, saat istirahat sekolah, sambil menyodorkan sebuah mangkuk kepada Kanti. Kartini berkata, &#8220;Nih. Mau coba?&#8221; tanyanya. Kanti melihat isi mangkuk itu. Es krim putih bersih.</p>
<p>&#8220;Sepertinya enak,&#8221; jawab Kanti.</p>
<p>Kartini menyodorkan sendok es krim, &#8220;Memang enak. Enak sekali. Nih, cobalah.&#8221;</p>
<p>Kanti mengambil sesendok es krim dan mencobanya. Rasa manis langsung meleleh di lidahnya. Dingin dan enak.</p>
<p>&#8220;Benar, &#8216;kan? Kamu yakin tidak mau beli?&#8221; tanya Kartini sambil memakan sesendok lagi.</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Kanti menelan ludahnya. Hm&#8230;, mungkin tidak ada salahnya membeli satu mangkuk. Uangku masih ada sisa dua ribu. Jika aku beli satu mangkuk, masih ada sisa seribu. Masih bisa ditabung.</span></strong></p>
<p>Akhirnya Kanti membeli semangkuk es krim coklat. Rasanya benar-benar enak.</p>
<p>Tanpa disadari Kanti mulai membeli es krim itu setiap hari, kadang-kadang bahkan sampai lebih dari satu mangkuk.</p>
<p>Kini celengan itu ada di hadapannya. Ia memandanginya dengan sedih. Hari ini dia tidak menabung lagi. Uangnya sudah habis.</p>
<p><i>Tok, Tok, Tok. </i>Seseorang mengetuk pintu kamarnya.</p>
<p>&#8220;Masuk,&#8221; sahut Kanti.</p>
<p>Ibunya menghampiri Kanti. &#8220;Ayo, makan.&#8221;</p>
<p>Kanti menundukkan kepalanya. &#8220;Saya belum lapar, Bu. Nanti saja.&#8221;</p>
<p><strong><span style="color: #339966;">&#8220;Kamu sakit?&#8221; tanya ibunya cemas. Kanti menggelengkan kepalanya.</span></strong></p>
<p>&#8220;Ibu, saya mau minta maaf.&#8221;</p>
<p>Ibunya duduk diam di sebelah Kanti menunggu ia bicara. &#8220;Saya berbohong tadi. Hari ini saya tidak menabung. Dan sebenarnya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Kanti diam sebentar. &#8220;Sebenarnya sudah lebih dari dua minggu ini saya tidak menabung. saya tergoda membeli es krim di sekolah. Uang saya tidak ada sisanya lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ibu menyesal mendengarnya,&#8221; jawab ibunya. &#8220;Sebenarnya ibu berencana untuk mengajakmu pergi mengunjungi Nenek pada liburan nanti. Pada saat itu, kalau kamu rajin menabung, uang itu bisa dipakai untuk membeli tiket kereta. Jika kurang, Ibu bisa menambahkan. Tapi kelihatannya rencana ini harus ditunda.&#8221;</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">&#8220;Oh, Ibu&#8230;. Mengapa Ibu tidak mengatakannya dari awal? Saya ingin sekali melihat Nenek. Mengapa saya harus membeli es krim? Seharusnya saya menabung,&#8221; sahut Kanti dengan terisak-isak.</span></strong></p>
<p>&#8220;Masih ada waktu. Siapa tahu, kalau kamu rajin menabung, kita masih bisa pergi,&#8221; hibur ibunya.</p>
<p><b><i>Cerita : Kak Meil</i></b></p>
<p><b><i>Illustrasi : Kak Heru</i></b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SUKACITA NATAL</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/sukacita-natal/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/sukacita-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2014 07:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[nabi nabi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[nama malaikat kristen]]></category>
		<category><![CDATA[negara kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1316</guid>
		<description><![CDATA[SUKACITA NATAL By : Sekolah Minggu Cerita sebelumnya: Di luar pintu pagar rumah, Sim dan Sam menemukan seseorang yang terbaring tertelungkup. Tampaknya ia sakit dan butuh pertolongan. Sim dan Sam berteriak-teriak memanggil papa-mama mereka. Suara teriakan Sim dan Sam membuat<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/sukacita-natal/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="sukacita natal" href="http://sekolahminggu.com/sukacita-natal/" target="_blank"><span style="color: #ff00ff;"><b>SUKACITA NATAL</b></span></a></h1>
<p><a title="sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/" target="_blank">By : Sekolah Minggu</a></p>
<p><span style="color: #000080;"><b>Cerita sebelumnya: Di luar pintu pagar rumah, Sim dan Sam menemukan seseorang yang terbaring tertelungkup. Tampaknya ia sakit dan butuh pertolongan. Sim dan Sam berteriak-teriak memanggil papa-mama mereka.</b></span></p>
<p>Suara teriakan Sim dan Sam membuat Mbok Jum, pembantu mereka, muncul dari belakang dengan tergopoh-gopoh. Wajahnya memperlihatkan raut yang bingung dan terkejut.</p>
<p>&#8220;Ada apa, Sim, Sam? Mengapa teriak-teriak seperti itu?&#8221; tanya Mbok Jum.</p>
<p>&#8220;A&#8230; ada orang sekarat di depan pagar, Mbok. Mengerikan&#8230;,&#8221; kata Sam masih terengah-engah.</p>
<p><strong><span style="color: #ffcc00;">Suara teriakan Sim dan Sam juga telah membuat Papa dan Mama keluar dari kamar mereka. Mereka berdiri di tangga lantai atas rumah mereka, dengan wajah terheran-heran.</span></strong></p>
<p>&#8220;Sim, Sam, ada apa sih, malam-malam begini menjerit-jerit seperti itu?&#8221; tanya Mama sambil menuruni anak tangga.</p>
<p>&#8220;Ada orang sekarat di depan pintu pagar, Ma,&#8221; jawab Sim.</p>
<p>&#8220;Orang sekarat?&#8221; tanya Mama dengan nada terkejut.</p>
<p>Sementara itu, Mbok Jum yang sudah lebih dahulu keluar, muncul dari balik pintu, berkata, &#8220;Benar, Bu. Ada orang sekarat di depan<b> </b>pintu pagar rumah&#8230;. Bagaimana, ya?&#8221;</p>
<p>Papa yang juga ikut menuruni tangga menjawab ringan, &#8220;Kalau ada orang sekarat, ya, ditolong, dong.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya akan bawa masuk orang sekarat itu,&#8221; kata Mbok Jum cepat.</p>
<p><strong><span style="color: #800080;">Ternyata, orang sekarat itu adalah seorang anak perempuan kecil. Tubuh dan kakinya penuh dengan luka dan infeksi. Ia juga terkena demam. Rambutnya kering dan kusam, terlihat berantakan. Bajunya kotor dan terkoyak-koyak. Bibirnya pucat dan matanya cekung. Tubuhnya terlihat sangat kecil di antara balutan bajunya yang terlihat longgar dan terkoyak-koyak. Dari mulutnya sesekali terdengar rintihan yang menyayat hati.</span></strong></p>
<p>Untunglah Papa dan Mama tahu apa yang harus mereka lakukan. Mbok Jum juga membantu memberikan perawatan mendesak yang diperlukan.</p>
<p>Anak perempuan itu ternyata adalah korban penculikan dari desa. Ia diculik untuk dijadikan anak jalanan. Ia dipaksa untuk meminta-minta di jalan, dan memohon belas kasihan. Ia sering dianiaya dan begitu menderita, hingga akhirnya ia terjatuh di muka pintu pagar Sim dan Sam.</p>
<p>Hari Natal telah tiba. Rumah Sim dan Sam dipenuhi oleh banyak orang. Ada Oma, Opa, Oom, Tante, saudara-saudara sepupu mereka, serta teman baru mereka, Ninik. Ya, Ninik, anak desa yang tergeletak tak berdaya di muka pintu rumah mereka beberapa hari yang lalu itu. Ninik ikut merayakan Natal bersama dengan Sim dan Sam karena kasih keluarga Sim dan Sam.</p>
<p>&#8220;Buah apel ini untukmu, Nik!&#8221; kata Sim.</p>
<p>&#8220;Kue tart buah ini untuk kamu, Ninik,&#8221; Sam juga ikut memberi.</p>
<p>&#8220;Dan ini, sepotong pudding buatan Mbok Jum, untuk Ninik,&#8221; kata Mbok Jum pula, dengan ramah.</p>
<p>Papa dan Mama memandang ke empatnya sambil tersenyum.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Di depan pagar rumah, sebuah mobil kijang tua berhenti. Seorang ibu dan bapak berpakaian sederhana turun dari mobil.</strong></span></p>
<p>&#8220;Ibu! Ayah!&#8221; pekik Ninik gembira. Mereka berpelukan dan bertangisan. Mereka yang telah lama berpisah kini telah bersatu kembali. Sukacita dan kegembiraan telah datang bagi mereka. Selamat Hari Natal.</p>
<p><b>TAMAT</b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/sukacita-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
