<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; drama sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/drama-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Robert Raikes Memulai Sekolah Minggu</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/robert-raikes-memulai-sekolah-minggu/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/robert-raikes-memulai-sekolah-minggu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Apr 2013 03:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[doa sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[humor sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1780 Robert Raikes Memulai Sekolah Minggu By Sekolah Minggu Ny. Meredith tidak sanggup menanganinya. Atas permintaan seorang editor surat kabar yang baik, Robert Raikes, ia menerima segerombolan anak jalanan ke dapur rumahnya di Sooty Alley. Raikes bahkan membayar Ny.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/robert-raikes-memulai-sekolah-minggu/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1780 Robert Raikes Memulai Sekolah Minggu</b></span></h3>
<p><a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">By Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Robert-Raikes.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-284" alt="Robert Raikes" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Robert-Raikes.jpg" width="146" height="176" /></a>Ny. Meredith tidak sanggup menanganinya. Atas permintaan seorang editor surat kabar yang baik, Robert Raikes, ia menerima segerombolan anak jalanan ke dapur rumahnya di Sooty Alley. Raikes bahkan membayar Ny. Meredith satu shilling setiap hari Minggu untuk mengajar anak-anak berpakaian compang-camping ini membaca Alkitab dan mengulanginya di luar kepala. Tetapi anak-anak ini luar biasa bandel. Terkungkung di sebuah pabrik yang basah dan gelap di Gloucester, Inggris, selama enam hari dalam satu minggu, mereka hanya dapat kesempatan bergembira ria pada hari Minggu, dan pada hari-hari Minggu itulah mereka menjadi liar. Setiap Minggu para petani dan pemilik toko merasa takut pada kenakalan anak-anak ini. Robert Raikes berharap bahwa &#8220;Sekolah Minggu&#8221; ini akan mengubah hidup mereka, namun mereka membawa kebiasaan mereka yang menjijikkan dan mengerikan itu ke dapur Ny. Meredith.</p>
<p>Raikes tidak membiarkan niatnya pupus. Ia memindahkan sekolah Minggunya ke dapur Ny. King tempat May Critchley mengajar mereka dari pukul sepuluh sampai pukul dua belas siang dan dari pukul satu sampai dengan pukul lima pada petang hari. Ia menghendaki anak-anak hadir setelah tangan dicuci dan rambut disisir. Dalam waktu yang singkat anak-anak itu mau belajar. Tidak lama kemudian terkumpul sembilan puluh anak menghadiri sekolah Minggu pada setiap hari Minggu. Perlahan-lahan mereka belajar membaca.</p>
<p>Hal ini bukanlah upaya pertama Raikes bagi pembaruan masyarakat. Sebagai seorang <i>Gloucester Journal </i>yang berpikiran liberal, ia sangat sadar akan roda kemiskinan dan kriminalitas. Orang-orang yang tidak dapat membayar utang dipenjarkan dan bila mereka keluar, tidak ada kehidupan bagi mereka. Maka mereka terdorong berbuat kejahatan. Selama bertahun-tahun Raikes berupaya bekerja bersama mantan napi, untuk membantu mereka agar tidak berbuat kejahatan, namun sia-sia.</p>
<p>&#8220;Dunia bergerak maju di atas kaki anak-anak kecil.&#8221; Kalimat yang berasal dari Raikes itu mengungkapkan pemikiran sekolah Minggu ini. Para orang dewasa telah berjalan terlalu jauh,  tetapi anak-anak baru memulainya.</p>
<p>Masalah yang dihadapinya ialah ketidaktahuan. Anak-anak (dari keluarga) kurang mampu tidak pernah mendapatkan kesempatan pergi ke sekolah &#8211; mereka harus bekerja untuk membantu keluarga. Akibatnya, mereka tidak dapat beranjak dari kemiskinan. Namun, jika mereka dapat  belajar pelajaran dasarnya &#8211; membaca, menulis, berhitung dan moralitas alkitabiah &#8211; pada hari libur satu harinya, suatu saat mereka mungkin mengubah semuanya itu.</p>
<p>Jadi, eksperimen itu berawal dari Sooty Alley. Lambat-laun ide ini bertumbuh. Pada tahun 1783, dengan kepercayaan diri bahwa eksperimennya telah berhasil, Raikes mulai mengumumkannya dalam hariannya. Dengan hati-hati ia melaporkan alasan dan hasilnya. Ide tersebut menjadi populer.</p>
<p>Orang-orang Kristen yang terpandang mendukung ide tersebut. John Wesley menyukainya, dan kelompok Wesley pun mulai melakukannya. Penulis populer, Hannah More, mengajar agama dan memintal pada gadis-gadis di Cheddar. Seorang pedagang dari London, William Fox, pernah menyumbangkan ide serupa, namun memutuskan menunjang proyek Raikes. Pada tahun 1785,  Fox mendirikan perkumpulan untuk menunjang dan mendukung banyak sekolah Minggu di berbagai kawasan di Inggris.</p>
<p>Ratu Charlotte pun membenarkan sekolah Minggu tersebut. Ia memanggil Raikes untuk mendengarkan hal itu dan kemudian ia mengizinkan namanya dipakai untuk upaya pengumpulan dana yang dilaksanakan Fox.</p>
<p>Kemasyhuran membawa pertentangan juga dari para konservatif yang takut akan terganggunya hari Sabat oleh para pedagang, yang khawatir akan kehilangan bisnis pada hari Minggu. Ada beberapa teman Raikes yang mengejeknya <i>&#8220;Bobby Wild Goose </i>(pengejar sesuatu yang tidak mungkin tercapai) dan Resimen Gembelnya&#8221;.</p>
<p>Namun, hingga tahun 1787, ada seperempat juta anak-anak menghadiri sekolah Minggu di Inggris. Lima puluh tahun kemudian, ada 1,5 juta anak di seluruh dunia yang dididik oleh 160.000 tenaga pengajar. Yang menggembirakan ialah perkembangan Manchester pada tahun 1835. Sekolah Minggu tersebut terdiri dari 120 tenaga pengajar, yang 117 di antara mereka adalah mantan murid-murid sekolah-sekolah Minggu itu sendiri.</p>
<p>Dua perubahan besar telah terjadi pada tahun-tahun berikutnya. Pada awalnya, guru-guru di sana dibayar, tetapi lambat-laun hal itu telah menjadi aktivitas sukarela. Pada awalnya, kurikulum terdiri dari membaca, menulis dan berhitung &#8211; dengan Alkitab dipakai sebagai teks yang tersedia. Ketika sekolah Minggu mendapat dana yang  lumayan, mereka dapat mengadakan buku-buku teks lain. Tetapi, ketika pendidikan umum berkembang, sekolah-sekolah Minggu memusatkan perhatiannya pada pelajaran Alkitab saja.</p>
<p>Gerakan sekolah Minggu merupakan fenomena besar di Inggris dan Amerika, dengan implikasi religius maupun sekular. Hal ini terjadi di tengah-tengah kebangkitan rohani yang membalikkan Gereja dari kelesuan dan mungkin juga dapat menyelamatkan Inggris dari bencana revolusi yang dahsyat. Perlahan-lahan, orang-orang Kristen yang kaya mulai sadar akan tanggung jawab mereka terhadap kaum miskin. Gerakan sekolah Minggu telah menanamkan benih pendidikan umum dan merevolusi pendidikan agama, khususnya ketika menghidupkan pencetakan materi-materi agama. Pada akhir tahun 1800-an, gerakan sekolah Minggu memberikan Gereja puluhan kidung baru.</p>
<p>Hasil paling besar adalah anak-anak muda yang tak terhitung jumlahnya, yang telah tergerak oleh interaksi sederhana dan pendidikan sekolah Minggu.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/robert-raikes-memulai-sekolah-minggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencana Jahat Haman</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/rencana-jahat-haman/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/rencana-jahat-haman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Apr 2013 11:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Ester 3:5-15 Haman adalah seorang pejabat tinggi pada pemerintahan Raja Ahasyweros. Haman menuntut semua orang menghormatinya. Semua orang harus sujud menyembah di hadapannya. Akan tetapi ada satu orang yang berkukuh tidak mau sujud menyembah Haman, yaitu Mordekhai.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/rencana-jahat-haman/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Ester 3:5-15</p>
<p>Haman adalah seorang pejabat tinggi pada pemerintahan Raja Ahasyweros. Haman menuntut semua orang menghormatinya. Semua orang harus sujud menyembah di hadapannya. Akan tetapi ada satu orang yang berkukuh tidak mau sujud menyembah Haman, yaitu Mordekhai. Karena itu Haman sangat membenci Mordekhai.</p>
<p>Kebencian Haman membuahkan sebuah rencana yang membahayakan seluruh bangsa Israel. Haman merencanakan membunuh seluruh bangsa Israel dan kemudian merampasi harta mereka. Sungguh sebuah rencana yang amat jahat. Dengan kelicikannya Haman berusaha meyakinkan Raja Ahasyweros bahwa rencananya itu baik. Dan raja pun mengizinkan Haman menjalankan rencananya.</p>
<p>Tahukah engkau bahwa kebencian dan gila hormat dapat mendatangkan rencana yang jahat? Jika  ada temanmu yang tidak menghormatimu, janganlah engkau membenci dia. Sekalipun kita membenci orang yang tidak menghormati kita, kebencian kita tidak akan membuat dia jadi menghormati kita. Jauh lebih baik jika kita mendoakan orang yang tidak menghormati kita dan tetap berusaha berlaku naik padanya.</p>
<p>Rencana jahat Haman itu nantinya mendatangkan kehancuran dirinya sendiri. Bacalah Ester 7:9-10.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apakah rencana jahat Haman? (ay.13)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, jika ada orang yang menyakiti hati saya, biarlah Tuhan sendiri yang menyatakan keadilan. Jangan biarkan saya yang membalasnya. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Ketika engkau diperlakukan tidak adil, ingatlah jangan engkau yang membalasnya. Percayalah pada keadilan Tuhan.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Panggilan Ester</b></li>
<li><b>Allah Memelihara Umat-Nya</b></li>
<li><b>Hari Raya Purin</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/rencana-jahat-haman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Universitas Paris dan Universitas Oxford Didirikan</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/universitas-paris-dan-universitas-oxford-didirikan/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/universitas-paris-dan-universitas-oxford-didirikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2013 13:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[doa sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[download lagu rohani anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1150 Universitas Paris dan Universitas Oxford Didirikan By Sekolah Minggu Apa yang akan terjadi jika anda berdebat dengan profesor teologi Anda &#8211; mungkinkah Anda menang? Kemungkinannya pada Abad Pertengahan, Anda akan dicap sebagai seorang penganut ajaran sesat dan akan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/universitas-paris-dan-universitas-oxford-didirikan/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1150 Universitas Paris dan Universitas Oxford Didirikan</b></span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Universitas-Paris-dan-Universitas-Oxford-Didirikan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-160" alt="Universitas Paris dan Universitas Oxford Didirikan" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Universitas-Paris-dan-Universitas-Oxford-Didirikan-300x138.jpg" width="300" height="138" /></a>Apa yang akan terjadi jika anda berdebat dengan profesor teologi Anda &#8211; mungkinkah Anda menang? Kemungkinannya pada Abad Pertengahan, Anda akan dicap sebagai seorang penganut ajaran sesat dan akan dikeluarkan dari sekolah. Hal itulah yang terjadi pada diri Petrus Abelardus yang cerdas. Inilah salah satu sebab berdirinya universitas.</p>
<p>Pada awalnya, pendidikan lanjutan selalu diberikan di biara-biara atau di sekolah-sekolah katedral. Tetapi sekolah-sekolah semacam ini mulai menarik guru-guru dari luar biara. Guru-guru seperti ini selalu mempertanyakan dogma gereja yang resmi.</p>
<p>Itulah kasus Abelardus. Ia dan beberapa orang seperti dia menjalankan &#8220;praktik privat&#8221; dan hidup dari honor yang disumbangkan para murid di tempat mereka mengajar. Abelardus sendiri mempunyai bermacam-macam karir. Ia mendirikan sekolahnya sendiri di St. Denis, kembali mengajar di Katedral Notre Dame, kemudian mengajar di sekolahnya sendiri. Kesohorannya menarik murid-murid ke Paris, tetapi Gereja tidak yakin apakah ia dapat dipercaya. Akhirnya, sekelompok guru semacam itu, yang dipecat dari biara-biara di Notre Dame, mendirikan usaha di tepi kiri Sungai Seine.</p>
<p>Ada perdebatan: apakah Bologna atau Paris yang mempunyai &#8220;universitas&#8221; pertama. Di Bologna, guru Irnerius mendirikan sekolah hukum pada tahun 1088, yang diizinkan oleh Kaisar Frederick Barbarossa pada tahun 1159. Tetapi istilah &#8220;universitas&#8221; datangnya dari Paris. Pada zaman pertengahan, semua jenis usaha di organisasi dengan rapi. Jadi, para guru dan murid sepanjang Seine mengorganisasi sejenis serikat sekerja, <i>Universitas Societas Magistrorum et Scholarium </i>(Masyarakat Universal Pengajar dan Murid), di bawah kuasa seorang rektor. <i>Rektor</i> ini secara agak longgar bertanggung jawab pada uskup Paris, dan mempunyai wewenang memberikan surat izin mengajar.</p>
<p>Pada tahun 1200, Philip II dari Perancis memberikan status resmi bagi &#8220;universitas&#8221; ini. Seperti di Bologna, para pengajar dan pelajar memiliki keistimewaan sosial dari rohaniawan, walaupun terpisah dari mereka. Paus Innocentius III (yang telah belajar di Paris) menguatkan status sekolah tersebut pada tahun 1208. Pengurus universitas benar-benar mogok pada tahun 1229-1231 karena pertikaian dengan uskup tentang pengawasan proses pendidikan. Paus Gregorius IX mengakhirinya dengan pengaturan sendiri bagi sekolah tersebut.</p>
<p>Universitas Paris menjadi poros pendidikan bagi sebagian besar Eropa, sekurang-kurangnya di bagian utara pegunungan Alpen. Dengan demikian, berkembanglah empat &#8220;kebangsaan&#8221; dalam studi, dengan mengelompokkan guru dan murid dari latar belakang yang sama: Perancis, Inggris/Jerman, Normandia, Picardia (dari dataran rendah). Para pelajar asing membutuhkan pemondokan juga, yang telah disediakan negara. Hal inilah yang membentuk kerangka &#8220;colleges&#8221; (perguruan-perguruan tinggi) di bawah naungan universitas. Paris pun mengembangkan empat bidang studi: seni, kedokteran, hukum dan teologi.</p>
<p>Pada tahun 1167, jauh sebelum universitas Paris menerima status resmi, Henry II melarang pelajar Inggris belajar di Paris. Sebuah Studium Generale pun didirikan di Oxford, yang diorganisasikan secara resmi di bawah seorang rektor, pada tahun 1215.</p>
<p>Abad ketiga belas merupakan masa subur pendidikan. Paris, Oxford dan Bologna menjadi pusat-pusat teologi, filsafat dan ilmu pengetahuan. Berbagai peristiwa ini telah membentuk tradisi pendidikan yang terpelihara sampai hari ini.</p>
<p>Universitas-universitas tersebut merupakan inkubator (alat penetas telur) bagi Renaisans (masa kebangkitan kembali) masa Reformasi.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/universitas-paris-dan-universitas-oxford-didirikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Elia Di Gunung Horeb</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/elia-di-gunung-horeb/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/elia-di-gunung-horeb/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2013 09:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu 1 Raja-raja 19:9-18 Setelah peristiwa di gunung Karmel, segera turunlah hujan membasahi tanah Israel yang kering. Allah menyatakan siapa diri-Nya sekali lagi dengan mendatangkan hujan. Bukan Baal yang mendatangkan hujan! Raja Ahab ternyata tidak bertobat juga. Ketika<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/elia-di-gunung-horeb/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>1 Raja-raja 19:9-18</p>
<p>Setelah peristiwa di gunung Karmel, segera turunlah hujan membasahi tanah Israel yang kering. Allah menyatakan siapa diri-Nya sekali lagi dengan mendatangkan hujan. Bukan Baal yang mendatangkan hujan!</p>
<p>Raja Ahab ternyata tidak bertobat juga. Ketika kembali ke istananya ia mengetahui bahwa istrinya, Izebel, berniat membunuh Elia. Tetapi ia tidak mengatakan apa-apa mengenai rencana istrinya untuk membunuh Elia. Hati Elia menjadi sangat sedih karena raja Israel tidak bertobat sekalipun telah melihat pekerjaan Allah yang luar biasa. Lalu, Elia pergi jauh ke gunung Allah, yaitu gunung Horeb atau gunung Sinai. Di tempat itulah Allah telah memberikan perjanjian-Nya kepada Israel setelah mereka bebas dari perbudakan di Mesir.</p>
<p>Di gunung Horeb Allah berfirman kepada Elia. Saat itu Elia sangat kecewa kepada seluruh Israel. Maka, Allah memberitahukan sesuatu kepadanya melalui beberapa peragaan. Pertama, angin besar, gempa, dan api lewat. Tetapi Allah tidak ada di situ. Lalu angin sepoi-sepoi bertiup, dan ternyata Allah ada di dalam angin sepoi-sepoi itu. Peragaan itu menunjukkan bahwa Allah bekerja dengan berbagai cara, baik cara yang besar maupun cara sederhana yang mungkin tidak terlihat.</p>
<p>Allah masih bekerja. Ia memelihara 7.000 orang orang Israel yang menolak untuk sujud kepada Baal. Bacalah ayat 18. Allah masih memelihara umat-Nya dengan cara yang biasa dan tidak banyak diketahui orang.</p>
<p>Dalam kehidupan kita sehari-hari yang sepertinya biasa-biasa saja, ternyata Allah sedang bekerja dan memelihara hidup kita. Sadarkah engkau akan hal itu?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apakah tugas Elia selanjutnya? (ay.15-16)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, saya percaya bahwa Engkau masih dan terus bekerja dalam kehidupan kami sehari-hari. Ajar saya agar selalu menyadarinya. Terima kasih, Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Allah bisa bekerja dalam hidup kita sehari-hari. Berdoalah setiap hari agar Allah memimpin-Mu.</p>
<ul>
<li><b>Elisa Dipanggil</b></li>
<li><b>Ahab Mati</b></li>
<li><b>Elia Naik Kereta Berapi</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/elia-di-gunung-horeb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DINI BERUBAH</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/dini-berubah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/dini-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2012 16:45:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[daftar lagu sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1138</guid>
		<description><![CDATA[DINI BERUBAH    by : Sekolah Minggu Dini sedikit kecewa melihat Maria yang sengaja menghindari dia. Dini kemudian melihat ke sekitar kelas. Masih ada Renata yang sedang duduk diam. Entah apa yang dipikirkannya. Dini mengambil bekal makanan yang sudah disiapkan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/dini-berubah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><b><a title="/dini-berubah/" href="http://sekolahminggu.com/dini-berubah/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">DINI BERUBAH   </span></a><br />
</b></h1>
<p>by : <a title="/dini-berubah/" href="http://sekolahminggu.com/dini-berubah/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Dini sedikit kecewa melihat Maria yang sengaja menghindari dia. Dini kemudian melihat ke sekitar kelas. Masih ada Renata yang sedang duduk diam. Entah apa yang dipikirkannya. Dini mengambil bekal makanan yang sudah disiapkan Mama lalu menawarkannya kepada Renata.</p>
<p>Renata kaget dan langsung menolaknya. &#8220;Nggak apa-apa, kok. Kita makan bareng, yuk!&#8221; Renata menggeleng.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya kamu mau apa? Tumben kamu nggak main sama gengmu. Nggak biasanya kamu diam di kelas,&#8221; semprot Renata. Dini hanya tersenyum.</p>
<p>&#8220;Ternyata kamu sangat memperhatikan aku, ya? Kamu orangnya begitu perhatian,&#8221; ujar Dini sambil tersenyum. Renata hanya mengernyitkan dahi.</p>
<p>&#8220;Aku nggak bermaksud mau menjahili kamu, kook. Nih, coba kuenya. Enak, deh!&#8221; Dini menyodorkan tempat bekalnya kepada Renata. Renata dengan enggan mengambilnya.</p>
<p>&#8220;Nah, begitu, dong! Kue ini enak sekali. Buatan mamaku. Aku sengaja bawa dua supaya aku bisa berbagi dengan seorang teman.&#8221;</p>
<p>Mata Renata terbelalak mendengar perkataan Dini. &#8220;Bagaimana kamu bisa berubah begini? Kamu kan egois, mau menangnya sendiri,&#8221; Renata penasaran.</p>
<p>Dini kemudian bercerita mengenai liburannya di tempa Paman Adi. Bagaimana dia mengerti arti Natal yang sebenarnya.</p>
<p>Renata hanya berdecak kagum mendengar cerita Dini. Ternyata, beberapa teman sekelas Dini sedang mengamat-amati perubahan dalam diri Dini. Mereka melihat Dini dan Renata bercengkerama tapi mereka belum mau mendekat.</p>
<p>&#8220;Nanti kita pulang bareng, ya?&#8221; ajak Dini. Renata mengangguk, pertanda dia menyetujui ide Dini.</p>
<p>Teman-teman yang lain memandang dengan pandangan yang aneh. Beberapa dari mereka ada yang berbisik-bisik. Dini tidak peduli. Yang penting, dia sudah memulai langkahnya meminta maaf pada Renata dan Renata mau memaafkannya. Bukan hanya itu, Renata mau menjadi temannya. Hati Dini begitu gembira.</p>
<p>Ternyata bersepeda pulang sekolah bersama teman begitu menyenangkan. Dia bisa bercanda dan bercerita.</p>
<p>Dini tak sabar untuk menceritakan kejadian di kelas kepada orang-orang di rumah. Sesampai di rumah, ia langsung mencari Kak Jefry dan Mama. Ternyata mereka sedang tidak ada di rumah. Berarti Dini harus menunggu sampai makan malam untuk bisa menceritakan semuanya. Dini merasa waktu berjalan begitu lambat. Lama sekali Dini menunggu orang-tua dan kakaknya pulang.</p>
<p>Saat makan malam, dengan semangat yang menggebu-gebu Dini menceritakan hari pertamanya di sekolah, di tahun yang baru. Mereka senang sekali mendengar cerita Dini. Papa mengingatkan, perubahan ini harus terus dilakukan. Jangan hanya sementara, Dini mengiyakan.</p>
<p>Malam itu Dini bersyukur kepada Tuhan karena memberikannya kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya. Ia bersyukur untuk Renata dan teman-teman yang ada di kelasnya. Walaupun mereka masih memandang Dini dengan pandangan yang kurang baik, Dini percaya, mereka akan melihat perubahan dalam diri Dini.</p>
<p>Hari-hari berikutnya Dini mulai mendekati teman-temannya satu per satu. Ia meminta maaf atas perlakuannya yang tidak baik selama ini. Di antara mereka ada yang memaafkan tapi ada yang masih meragukan perubahan dalam diri Dini. Dini hanya memperlakukan mereka seperti Dini memperlakukan dirinya sendiri. Dini tetap pada prinsipnya bahwa ia akan terus melakukan hal yang berguna apa pun yang terjadi.</p>
<p>Semakin hari semakin banyak teman yang menemani Dini bersepeda baik sewaktu pergi ke sekolah maupun pulang dari sekolah. Tak terasa, besok sudah hari minggu.</p>
<p>mempersiapkan dirinya. meminta maaf teman-teman sekolah minggunya. sekolah minggunya sekolah minggu meminta maaf kepada teman-temannya teman-temannya sekolah Minggu.</p>
<p>Dini mempersiapkan dirinya untuk ikut sekolah minggu. Sejak minggu yang lalu, Dini terus mendoakan teman-teman sekolah minggunya. Hari ini, dia berdiri di depan kelas dan meminta maaf kepada guru sekolah minggunya karena telah menjadi murid sekolah minggu yang sama sekali tidak patuh.</p>
<p>Ia juga meminta maaf kepada teman-temannya karena sering menjahili mereka, dia jahat kepada mereka, dan bersikap kurang baik. Bu Emma, guru sekolah minggu Dini, merasa bangga karena Dini mau berubah dan berani meminta maaf secara terbuka. Tidak banyak anak yang berbuat salah dan meminta maaf seperti itu, secara terbuka di kelas.</p>
<p>Hari itu hanya satu dua anak yang mau berteman dengan dia. Bagi Dini itu sudah cukup untuk sehari. Ia yakin, minggu depan temannya akan bertambah seperti yang terjadi di sekolahnya.</p>
<p>Dini terus berusaha menjadi seorang teman yang baik. Dengan begitu ia dapat menceritakan kebenaran Firman Tuhan kepada orang-orang di sekitarnya. Berteman adalah awal dari langkah Dini untuk mengabarkan Injil. Dini ingin teman-temannya bukan hanya melihat dirinya yang berubah tetapi ia ingin teman-temannya melihat siapa yang mengubahnya. Dini ingin teman-temannya mengenai Kristus yang telah mengubah dirinya.</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/dini-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JOHN GEDDIE</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/john-geddie/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/john-geddie/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 15:11:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[download lagu anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama natal sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1079</guid>
		<description><![CDATA[JOHN GEDDIE by : Sekolah Minggu Dari sepasang suami istri pembuat jam, lahirlah 4 orang anak, 3 perempuan dan seorang anak laki-laki. Anak laki-laki mereka diberi nama John Geddie, dialah yang kemudian dipakai Tuhan, untuk memberitakan cinta kasih Allah kepada<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/john-geddie/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;"><a title="/john-geddie/" href="http://sekolahminggu.com/john-geddie/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>JOHN GEDDIE</b></span></a></h1>
<p style="text-align: justify;">by :<a title="/john-geddie/" href="http://sekolahminggu.com/john-geddie/" target="_blank"> <em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dari sepasang suami istri pembuat jam, lahirlah 4 orang anak, 3 perempuan dan seorang anak laki-laki.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak laki-laki mereka diberi nama John Geddie, dialah yang kemudian dipakai Tuhan, untuk memberitakan cinta kasih Allah kepada orang-orang di Vanuatu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;John Kecil&#8221;, adalah julukannya. Karena dia berbadan kecil, tetapi hanya badannya saja yang kecil, John memiliki tekad besar termasuk dalam hal belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak kecil John Geddie sudah menyukai kisah-kisah misionaris. Yang menceritakan bagaimana Injil membuat orang-orang bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan hidup mereka berubah karena-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak mengakui Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, John Geddie selalu ingin agar orang lain juga mengalami hal yang sama, mengenal Yesus Kristus dan menjadikan-Nya sebagai Juruselamat mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/John-Knox.jpg"><img class="size-full wp-image-230 alignright" alt="John Knox" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/John-Knox.jpg" width="239" height="275" /></a>Hatinya selalu rindu untuk pergi ke tempat-tempat yang belum pernah mendengar tentang Tuhan Yesus Kristus, dia terus berdoa dan berdoa, dan berharap suatu hari nanti, Tuhan akan mengirimkannya sebagai misionaris.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan menjawab doa John. Ketika John berkhotbah, mengenai tempat-tempat yang belum mengenal Yesus Kristus, banyak orang begitu terharu, mereka kemudian bersepakat, untuk mengirimkan misionaris ke Vanuatu. Dan orang yang dipilih sebagai misionaris adalah John Geddie dan istrinya.</p>
<p style="text-align: justify;">John begitu senang, dan segera mempersiapkan diri untuk berangkat. Charlotte istrinya, menjadi pendukung pelayanan John yang setia. Mereka akhirnya berangkat menuju Vanuatu dengan menumpang kapal pada tanggal 30 November 1846.</p>
<p style="text-align: justify;">Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/john-geddie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepala Yang Tertunduk</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/kepala-yang-tertunduk/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/kepala-yang-tertunduk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 16:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[drama sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu-lagu anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu buddhis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=740</guid>
		<description><![CDATA[Kepala Yang Tertunduk By : Sekolah Minggu Tanggal 2 April 2010 kita memperingati Jumat Agung. Jumat Agung adalah hari untuk kita mengingat kematian Tuhan Yesus di Golgota. Himne ini adalah salah satu himne yang sering dinyanyikan dalam peringatan Jumat Agung.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/kepala-yang-tertunduk/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="acara paskah sekolah minggu" href="http://http://sekolahminggu.com/kepala-yang-tertunduk/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><b>Kepala Yang Tertunduk</b></span></a><b></b></h1>
<p><b>By : <a title="kuis alkitab sekolah minggu" href=" http://sekolahminggu.com/kepala-yang-tertunduk/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></b></p>
<p><i>Tanggal 2 April 2010 kita memperingati Jumat Agung. Jumat Agung adalah hari untuk kita mengingat kematian Tuhan Yesus di Golgota. Himne ini adalah salah satu himne yang sering dinyanyikan dalam peringatan Jumat Agung.</i></p>
<p>Teks dalam himne ini diambil dari puisi Latin yang kemungkinan besar ditulis oleh seorang biarawan, Bernard de Clairvaux, pada sekitar abad ke-12. Puisi Latin itu berjudul <i>Salve mundi saluture</i> yang terdiri dari 7 bagian. Tiap bagiannya menggambarkan tiap anggota tubuh Tuhan Yesus yang menderita saat disalibkan, yaitu: kakinya, lutut, tangan, pinggang, dada, jantung, dan wajah. Nah, himne ini diambil dari bagian ketujuh, <i>Salve caput crucetatum, </i>yaitu berfokus pada wajah Tuhan Yesus yang menderita.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="color: #800080;">Paul Gerhardt adalah orang yang menerjemahkan puisi Latin ini menjadi himne berbahasa Jerman, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh James Waddel Alexander, seorang hamba Tuhan di New York.</span></em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="color: #800080;">Musiknya ditulis oleh Hans Leo Hassler pada tahun 1600-an. Sebenarnya, musik ini diciptakan untuk lagu tentang cinta, namun pada tahun 1656, musik ini ternyata cocok dengan versi Jerman himne ini. Kemudian, seorang musikus handal, Bach, mengubah melodinya dan memakainya 5 kali dalam St. Matthew Passion dan pada pembuka dan penutup Christmas Oratorio.</span></em></strong></p>
</blockquote>
<p>Bait pertama himne ini menggambarkan penderitaan yang ditanggung Tuhan Yesus di atas kayu salib. Raja segala raja itu memang memakai mahkota, tetapi bukan mahkota yang penuh berlian. Yang dikenakan kepadanya adalah mahkota berduri. Bait kedua menyatakan bahwa penderitaan yang ditanggung Tuhan Yesus itu adalah untuk menebus dosa kita semua. Bait ketiga menceritakan hati kita yang bersyukur sampai tidak bisa mengatakan apa-apa, dan juga menceritakan keinginan hati kita untuk setia dan mengasihi Tuhan sampai selama-lamanya.</p>
<p>Quiz</p>
<p>Isilah Titik-titik di bawah ini</p>
<p>1.<em><span style="color: #008000;"> <strong>Siapakah yang menciptakan puisi Latin Salve mundi salutare dan apa isi puisi Latin itu?</strong></span></em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>2.<strong><em><span style="color: #008000;"> Siapakah yang menerjemahkan himne ini menjadi bahasa Jerman dan Inggris?</span></em></strong></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>3. <strong><em><span style="color: #008000;">Ceritakan kembali isi dari 3 bait himne ini kepada 3 orang temanmu!</span></em></strong></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/kepala-yang-tertunduk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
