<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; cerita untuk sekolah minggu</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/tag/cerita-untuk-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Jawaban Allah Kepada Ayub</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/jawaban-allah-kepada-ayub/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/jawaban-allah-kepada-ayub/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Apr 2013 07:37:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu yang kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Ayub 38:1-18 Kitab Ayub menganjurkan kita hal yang sangat penting, yaitu Allah menyelesaikan masalah dan kesulitan manusia melalui keagungan dan kebesaran-Nya. Apa maksudnya, ya? Bagaimana cara Allah menghibur Ayub yang sangat menderita itu? Allah mengajak Ayub melihat<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/jawaban-allah-kepada-ayub/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Ayub 38:1-18</p>
<p>Kitab Ayub menganjurkan kita hal yang sangat penting, yaitu Allah menyelesaikan masalah dan kesulitan manusia melalui keagungan dan kebesaran-Nya. Apa maksudnya, ya?</p>
<p>Bagaimana cara Allah menghibur Ayub yang sangat menderita itu? Allah mengajak Ayub melihat kemuliaan dan kebesaran-Nya. Allah mengajar Ayub untuk mengamati betapa hebatnya ciptaan-ciptaan dan pekerjaan-Nya. Jika Allah dapat membuat hal-hal yang hebat seperti itu seharusnya Ayub bisa tenang dalam genggaman tangan-Nya. Allah begitu agung dan besar, jauh melampaui besarnya kesulitan Ayub. Ketika Ayub menyadari hal itu, ia mendapat kekuatan yang sejati.</p>
<p>Saat kita merasa sedih mungkin kita pikir Allah tidak mengerti kesulitan kita. Kita bertanya-tanya mengapa Allah tidak segera menolong kita keluar dari masalah itu. Tetapi, kadang Allah mau kita melihat bahwa kesulitan yang kita anggap sangat besar itu ternyata sangat kecil dibandingkan dengan kuasa Allah. Janganlah kita hanya melihat masalah yang kita alami dan terikat padanya. Hal itu akan menghalangi kita melihat betapa besarnya Allah yang kepada-Nya kita beriman. Akibatnya kita tidak akan bisa dihibur lagi.</p>
<p>Marilah kita tunjukkan mata kita kepada Allah dan semua kebesaran-Nya, sehingga masalah kita yang sebesar apa pun dapat kita tanggung. Allah jauh lebih besar dari masalah kita. Percayakah engkau akan hal ini?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apakah yang dikatakan Allah untuk menjawab Ayub? (ay.4-5)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, tolonglah agar mata rohani saya senantiasa tertuju kepada Allah. Saya ingin melihat kemuliaan Allah yang amat besar yang jauh melampaui kesulitan saya. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Ketika engkau sedih, berdoa dan bernyanyilah lagu pujian bagi Tuhan. Biarlah lagu rohani yang engkau nyanyikan mengajakmu melihat betapa mulianya Allah dan betapa besarnya kasih Tuhan Yesus bagimu. Itulah penghiburan yang sejati.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Allah Memuliakan Ayub</b></li>
<li><b>Allah Memulangkan Umat-Nya</b></li>
<li><b>Membangun Mezbah</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/jawaban-allah-kepada-ayub/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Runtuhnya Kerajaan Israel Selatan</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/runtuhnya-kerajaan-israel-selatan/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/runtuhnya-kerajaan-israel-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2013 07:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu 2 Raja-raja 25:1-12 Ternyata raja-raja berikutnya tidak hidup benar seperti Yosia. Mereka kembali melakukan kejahatan. Maka, akhirnya Allah benar-benar murka kepada umat-Nya itu. Allah menghukum mereka. Ia mendatangkan Raja Nebukadnezar dari kerajaan Babel untuk menghancurkan seluruh Israel.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/runtuhnya-kerajaan-israel-selatan/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="sekolah minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>2 Raja-raja 25:1-12</p>
<p>Ternyata raja-raja berikutnya tidak hidup benar seperti Yosia. Mereka kembali melakukan kejahatan. Maka, akhirnya Allah benar-benar murka kepada umat-Nya itu. Allah menghukum mereka. Ia mendatangkan Raja Nebukadnezar dari kerajaan Babel untuk menghancurkan seluruh Israel. Nebukadnezar mengangkut para pemuda Israel yang hebat-hebat ke Babel, membakar bait Allah, dan merobohkan tembok kota yang mengelilingi kota Yerusalem. Zaman itu jika tembok sebuah kota sudah dirobohkan berarti habislah pertahanan kota itu. Kota itu dapat dinyatakan kalah total.</p>
<p>Apa yang menimpa Israel sungguh mengerikan. Ketika murka Allah sudah tiba, maka tidak ada lagi pertolongan lain. Bukankah Allah sudah berkali-kali memberikan kesempatan?</p>
<p>Janganlah kita bebal dan keras hati sehingga mendatangkan kemarahan Allah. Periksalah dirimu sendiri. Apakah ada bagian firman Tuhan yang tidak mau engkau dengarkan, walaupun Allah sudah memberikan kepadamu kesempatan berkali-kali? Jika ada, biarlah hari ini engkau sadar bahwa suatu saat kesempatan yang diberikan Allah akan berhenti. Marilah kita membiasakan diri untuk selalu sedia mendengarkan peringatan dan firman Allah.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Pada zaman siapakah Raja Nebukadnezar menghancurkan Yerusalem? (ay.1-2)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, saya tidak mau menjadi anak yang bebal yang tidak bisa mendengarkan peringatan Tuhan. Tolong saya, Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Bacalah dan ingatlah Amsal 1:32-33.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Dari Adam Sampai Salomo</b></li>
<li><b>Israel Pulang Kembali</b></li>
<li><b>Kematian Absalom</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/runtuhnya-kerajaan-israel-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembaruan Zaman Yosia</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/pembaruan-zaman-yosia/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/pembaruan-zaman-yosia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2013 04:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu 2 Raja-raja 23:1-11 Raja Yosia sudah mendengar isi firman Tuhan yang ditulis di kitab Taurat. Ia sadar perbuatan seluruh Israel selama ini jauh berbeda dari standar yang Allah tetapkan. Raja Yosia memutuskan untuk melakukan firman Allah. Ia<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/pembaruan-zaman-yosia/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>2 Raja-raja 23:1-11</p>
<p>Raja Yosia sudah mendengar isi firman Tuhan yang ditulis di kitab Taurat. Ia sadar perbuatan seluruh Israel selama ini jauh berbeda dari standar yang Allah tetapkan. Raja Yosia memutuskan untuk melakukan firman Allah. Ia pun segera bertindak.</p>
<p>Raja Yosia mengumpulkan seluruh tua-tua, imam, nabi, dan rakyat untuk mendengarkan firman Tuhan dan berjanji untuk memegang firman Tuhan seumur hidup. Setelah itu Raja Yosia menghancurkan segala perkakas yang dipakai untuk penyembahan berhala. Ia membersihkan bait Allah dari barang-barang berhala. Yosia sungguh-sungguh melakukan perombakan besar-besaran.</p>
<p>Banyak orang ketika mendengar firman Tuhan tampak menyesal saat itu. Namun, keesokan harinya mereka tidak sungguh-sungguh menjalankan firman Tuhan itu di dalam hidup sehari-hari. Mendengar firman Tuhan sangatlah penting. Dalam Roma 10:17 dicatat bahwa iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus. Namun, ada hal lain yang harus dilakukan sebagai tanda pertobatan, yaitu perubahan dalam hidup nyata.</p>
<p>Pertobatan sejati harus diikuti dengan perubahan yang mendasar dan kelihatan. Umat Allah harus berjuang membuang segala kejahatan dalam hatinya. Hal itu bisa dilakukan dengan iman dan karena anugerah Tuhan.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Sebutkan 3 hal yang dilakukan Yosia!</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, tolonglah saya dalam berjuang mengalahkan kebiasaan-kebiasaan saya yang buruk. Saya mau hidup untuk Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Catatlah 3 kebiasaan burukmu yang ingin engkau ubah. Mintalah pertolongan Allah untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang buruk itu.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Runtuhnya Kerajaan Israel Selatan</b></li>
<li><b>Dari Adam Sampai Salomo</b></li>
<li><b>Israel Pulang Kembali</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/pembaruan-zaman-yosia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peter Waldo Memulai Gerakan Kaum Waldens</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/peter-waldo-memulai-gerakan-kaum-waldens/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/peter-waldo-memulai-gerakan-kaum-waldens/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2013 13:17:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[games sekolah minggu kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan lagu anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[video lagu sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1173 Peter Waldo Memulai Gerakan Kaum Waldens By Sekolah Minggu Sebelum Reformasi, beberapa kelompok orang Kristen merasa keberatan atas jalan yang ditempuh Gereja Katolik. Salah satunya ialah kaum Waldens, yang dimulai seorang saudagar Perancis, yang merasa kecewa terhadap gereja<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/peter-waldo-memulai-gerakan-kaum-waldens/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><b>Tahun 1173 Peter Waldo Memulai Gerakan Kaum Waldens</b></span></h2>
<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Peter-Waldo.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-163" alt="Peter Waldo" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2013/08/Peter-Waldo-248x300.jpg" width="248" height="300" /></a>Sebelum Reformasi, beberapa kelompok orang Kristen merasa keberatan atas jalan yang ditempuh Gereja Katolik. Salah satunya ialah kaum Waldens, yang dimulai seorang saudagar Perancis, yang merasa kecewa terhadap gereja Abad Pertengahan.</p>
<p>Pada suatu hari, Peter Waldo mendengar seorang penyanyi keliling bernyanyi tentang seorang muda yang kaya, yang meninggalkan keluarganya dan kembali setelah bertahun-tahun lamanya. Orang muda itu kembali dengan berpakaian seperti seorang pengemis dan menjadi begitu kurus sehingga sanak keluarganya sendiri tidak mengenalinya. Hanya saat ia menemui ajalnya ia menampakkan identitas sesungguhnya. Ia telah hidup di antara orang-orang miskin dan mati dengan gembira, gembira akan menemui Allah yang selalu tersenyum kepada orang miskin.</p>
<p>Tergerak oleh cerita itu, Waldo segera bertindak, menyisihkan dana secukupnya untuk istrinya, dan menempatkan kedua putrinya di asrama. Sisa kekayaannya ia bagikan kepada orang miskin. Ia mempekerjakan dua orang imam untuk menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Perancis dan mulai menghafal tulisan-tulisan panjang. Kemudian ia mulai mengajar orang-orang biasa tentang Kristus.</p>
<p>Meskipun para biarawan dan biarawati telah mengajar tentang kemiskinan dan penyangkalan diri &#8211; walaupun mereka sendiri sering gagal berpegang pada sumpah mereka &#8211; gereja melihat hal ini sebagai sesuatu yang perlu mereka praktikkan. Tidak banyak orang berharap bahwa orang-orang biasa dapat hidup suci.</p>
<p>Waldo dan para pengikutnya &#8211; yang menamakan dirinya sebagai Orang-orang Miskin dari Lyons &#8211; yakin bahwa Yesus menginginkan ajaran-Nya dijalankan semua orang. Dengan berpasangan para Waldens mengunjungi tempat-tempat umum, mengajarkan Perjanjian Baru kepada orang-orang awam.</p>
<p>Perbedaan antara Gereja dan para pengajar ini tampak jelas bagi uskup agung Lyons. Ia memerintahkan mereka menghentikannya. Waldo menyitir Rasul Petrus: &#8220;Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia&#8221; (Kis. 5:29). Meskipun uskup agung mengucilkan Waldo, hal itu tidak menghentikan dia ataupun gerakan yang menyandang namanya. Para Waldens mengajukan banding kepada Paus Alexander II. Meskipun ia dapat dikejar sampai pada Persidangan Lateran Ketiga (1179), orang-orang Waldens yang sibuk &#8220;berpasangan, berjalan tanpa alas kaki, berpakaian wol, tanpa memiliki apa pun, dengan anggapan semua benda milik bersama seperti para rasul&#8221;, mengesankan Paus. Karena mereka hanyalah orang-orang awam belaka, walau bagaimanapun, ia tidak dapat mengizinkan mereka mengajar tanpa persetujuan seorang uskup &#8211; suatu hal yang tidak mungkin mereka capai.</p>
<p>Mengingat perkataan dalam Kisah Para Rasul, Waldo dan pengikutnya melanjutkan pengajarannya. Ini mengakibatkan pengucilan mereka oleh Paus Lucius III pada tahun 1184.</p>
<p>Kaum Waldens tidak mengajarkan ajaran sesat, walaupun Gereja menuduh mereka demikian. Mereka bersifat ortodoks. Namun, karena mereka berada di luar struktur gereja, para pengikut Waldo ini tidak mendapat pengakuan hierarki Gereja. Bagi orang-orang gerejawi Abad Pertengahan, apa pun yang ada di luar Gereja adalah ajaran sesat.</p>
<p>Banyak orang Kristen Perancis dan Italia, yang telah kecewa dengan Gereja yang bersifat duniawi, berpaling ke Waldensian, yang mengajarkan imamat bagi setiap orang percaya. Mereka menolak relikwi, ziarah dan <i>paraphernalia</i> seperti air suci dan pakaian-pakaian rohaniwan, hari-hari para santo dan perayaan lainnya, serta <i>purgatory. </i>Komuni bukanlah sesuatu untuk dilaksanakan setiap hari Minggu, dan para pengkhotbah Waldens berbicara serta membacakan Injil kepada orang-orang dalam bahasa mereka sendiri.</p>
<p>Pada tahun 1207, Paus Innocentius III menawarkan bahwa para Waldens akan diterima jika mereka mau tunduk pada para pejabat Gereja Katolik. Banyak yang kembali &#8211; tetapi yang lain tidak. Pada tahun 1214 Paus mengutuk mereka sebagai orang-orang berhaluan ajaran sesat dan menyerukan agar mereka ditindas. Inkuisisi (penyelidikan dan pengadilan Gereja Katolik) melaksanakan tugasnya dengan melenyapkan mereka.</p>
<p>Kendati mengalami semua penindasan ini, namun kaum Waldens tidak jera, dan tetap meneruskannya. Mereka menyebar di seluruh Eropa, dan ketika Reformasi muncul, mereka disambut hangat oleh sebagian kaum Protestan. Sekarang mereka menganggap dirinya sebagai orang-orang Protestan. Kaum Waldens adalah saksi hidup bahwa pada masa-masa suram sejarah Gereja, gerakan perbaikan baru selalu akan muncul dari dalam Gereja.</p>
<p>sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/peter-waldo-memulai-gerakan-kaum-waldens/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SERAKAH SIH!</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/serakah-sih/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/serakah-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2013 11:19:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[SERAKAH SIH! &#8220;Buanglah dari hatimu segala keserakahan!&#8221; (Kolose 3:5) Serakah artinya ingin mendapat lebih banyak dari apa yang sudah dimiliki. Kalau serakah, kita bukan cuma tidak mendapat lebih banyak, tapi bisa jadi yang sudah dimiliki hilang. Alkisah, ada seekor anjing<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/serakah-sih/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff9900;"><b>SERAKAH SIH!</b></span></h1>
<p><b><i>&#8220;Buanglah dari hatimu segala keserakahan!&#8221; (Kolose 3:5)</i></b></p>
<p>Serakah artinya ingin mendapat lebih banyak dari apa yang sudah dimiliki. Kalau serakah, kita bukan cuma tidak mendapat lebih banyak, tapi bisa jadi yang sudah dimiliki hilang.</p>
<p>Alkisah, ada seekor anjing sedang berjalan keluyuran ke sana-kemari tidak ada tujuan. Dia masuk ke dalam pasar sambil melihat-lihat kesibukan orang berbelanja. Kemudian sang anjing melintas melewati toko daging. Sebenarnya dia tidak mempunyai rencana untuk mencuri daging. Tapi ketika ia melihat betapa sibuknya pemilik toko melayani pembeli, hatinya tergoda. &#8220;Ah, kesempatan besar nih. Si tukang daging yang galak dan pelit itu sedang repot dengan ibu-ibu yang rewel dan cerewet. Hmmm&#8230;hm&#8230; lihat saja, topinya sampai kocar-kacir, rambutnya awut-awutan; celemeknya sudah kotor dan basah oleh keringat. Ho..ho..ho.. kalau aku tidak segera mengambil kesempatan ini&#8230; wuih, tidak tentu sepotong tulangpun kuperoleh.&#8221;</p>
<p>Maka mulailah sang anjing mengendap-endap menunggu kesempatan. Begitu tukang daging lengah, segera disambarnya sepotong tulang yang amat besar dari atas meja. Wah, semua orang yang ada di toko itu terkejut. Tukang daging pun marah sekali. Hiii&#8230; pisau jagalnya yang besar diacung-acungkan sambil mengomel, &#8220;Hei pencuri kau! Anjing nakal, anjing jahat, anjing sontoloyo! Lain kali kupotong moncongmu biar tidak bisa menggondol tulang lagi!!!&#8221;</p>
<p>Anjing nakal itu lari tunggang langgang sambil menggondol tulang curiannya. Uh, nafasnya terengah-engah. Tapi dia tidak peduli. Pikirnya, &#8220;Yang penting tulang sudah di tangan, eh&#8230; sudah di moncong. Perkara pisau jagal, dipikirkan nanti saja.&#8221; Dasar nakal ya.</p>
<p>Setelah berada cukup jauh, sang anjing mulai memperlambat larinya. Tulang besar yang dia curi masih digigitnya erat-erat. Tidak sekejap pun akan dilepaskannya tulang yang amat berharga itu. &#8216;Bayangkan, uahh&#8230; sedapnya makan tulang curian. Tulang sebesar ini pasti tidak habis sampai seminggu. Sedikit demi sedikit akan dikunyahnya sampai habis. Pertama-tama tentu daging yang masih menempel sedikit itu dulu yang dihabiskan, nyam&#8230;nyam&#8230; Setelah itu lemak-lemaknya yang berkilat dan harum itu giliran kedua.&#8217; Sambil membayangkan nikmatnya tulang yang sedang ada di moncongnya, tak terasa air liur sang anjing bertetesan.</p>
<p>Anjing ini berjalan membawa tulangnya sampai ke sebuah jembatan. Jembatan ini adalah jembatan penyebrangan di atas air sungai yang tenang. Sang anjing berhenti di tengah jembatan itu dan memandang ke sungai di bawah jembatan. Di situ ia memandang bayangannya sendiri yang terpantul di permukaan air. Bodohnya, ia tidak tahu kalau itu adalah bayangannya sendiri. Dikiranya itu adalah anjing lain yang sedang menggondol sepotong tulang. Semakin dipandang, dilihatnya tulang yang digondol anjing di bawah jembatan itu lebih besar dibanding tulang yang sedang digondol di moncongnya.</p>
<p>Dasar anjing serakah, dia tergoda untuk mengambil tulang lebih besar itu. &#8220;Ah, kapan lagi aku bisa mendapatkan tulang yang lebih besar. Tulang yang ada di moncong anjing itu benar-benar hebat. Aku harus segera mendapatkannya. Aku harus merebut tulang itu dari dia!&#8221; Segera dilepaskannya tulang yang ada di moncongnya dan ia melompat ke sungai untuk menyerang anjing di air dan merebut tulangnya. Tetapi betapa kecewanya dia. Ternyata anjing yang dia sangka mempunyai tulang yang lebih besar itu adalah bayangannya dirinya sendiri!</p>
<p>Wah, sekarang sudah terlambat. Segera dia mencari tulang yang tadi telah dilepaskan dari moncongnya. Tulang itu tidak dapat dia temukan. Tulang itu sudah tenggelam di dasar sungai yang amat dalam. Tak ada lagi tulang sedap yang bisa dinikmati, tinggal badan yang basah menggigil karena air sungai yang dingin. Sang anjing berjalan dengan lesu. Tulang bayangan tidak didapat, tulang di moncong malahan hilang.</p>
<p><strong><span style="color: #3366ff;">Sebab itu jangaa&#8230;..annn: serakah, deh! Hati yang serakah artinya ingin mendapat lebih banyak dari apa yang sudah dimiliki. Kalau serakah, kita bukan cuma tidak mendapat lebih banyak, tapi bisa jadi yang sudah dimiliki akan hilang.</span></strong></p>
<p><b><i>Aesop&#8217;s Fabel: The Dog and His Shadow,</i></b></p>
<p><b><i>Diceritakan kembali oleh : Kezia Jonathan</i></b></p>
<p>Sumber dari majalah kita</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/serakah-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Katekismus Westminster Pedoman Pembimbing</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/katekismus-westminster-pedoman-pembimbing/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/katekismus-westminster-pedoman-pembimbing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 16:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bahan ajar sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita untuk sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu sekolah minggu anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=736</guid>
		<description><![CDATA[Katekismus Westminster Pedoman Pembimbing by : Sekolah Minggu Pertanyaan 2 : Apa yang diajarkan Alkitab pada dasarnya? Jawab              : Pada dasarnya, Alkitab mengajarkan apa yang harus manusia percaya. Kita sudah belajar bahwa Alkitab adalah pedoman pembimbing atau buku panduan orang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/katekismus-westminster-pedoman-pembimbing/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><b><a title="lagu natal anak sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/katekismus-wes…man-pembimbing/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">Katekismus Westminster Pedoman Pembimbing</span></a><br />
</b></h1>
<p>by : <a title="pelayanan anak sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/katekismus-wes…man-pembimbing/" target="_blank"><em><span style="color: #ff0000;">Sekolah Minggu</span></em></a></p>
<p>Pertanyaan 2 : Apa yang diajarkan Alkitab pada dasarnya?</p>
<p>Jawab              : Pada dasarnya, Alkitab mengajarkan apa yang harus manusia percaya.</p>
<p>Kita sudah belajar bahwa Alkitab adalah pedoman pembimbing atau buku panduan orang Kristen. Karena itu, perlu sekali bagi kita untuk membaca dan mengerti isi Alkitab. Mari kita lihat apa saja yang diajarkan Alkitab.</p>
<p>Apa yang paling penting yang Alkitab ajarkan kepada kita?</p>
<p>Bahwa Allah adalah Kasih, Allah adalah Kudus&#8230;</p>
<p>Mikha 6 : 8 menjelaskan apa yang Allah ingin kita lakukan. Sebagai anak-anak Allah kita harus :</p>
<p><i>*</i><strong><em><span style="color: #008080;"> berlaku adil</span><span style="color: #008080;">                                                                Jangan membunuh!</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008080;">* mencintai kesetiaan                                                 Jangan mencuri!</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color: #008080;">* rendah hati di hadapan-Nya                                   Jangan Berdusta!</span></em></strong></p>
<p>Allah bisa menuntut kita untuk melakukan apa yang Dia inginkan. jangan lupa, kita ada karena Allah. Dunia dan segala isinya ada karena Allah. Allah yang membuat kita, jadi Dia berhak mengatur kita. Bila kita bersedia diatur Allah, semuanya akan menjadi baik. Dari Alkitab kita bisa mengetahui semua itu.</p>
<p>Kenapa ajaran alkitab ini penting bagi kita ?</p>
<p>Yohanes 20 : 30 &#8211; 31</p>
<p>&#8230;tetapi semua yang tercatat disini telah dicatat, supaya kamu oleh imammu memperoleh hidup dalam nama-Nya.</p>
<blockquote><p>S<strong><em><span style="color: #99cc00;">upaya bisa semakin percaya kepada Allah, kita perlu mengerti ajaran Alkitab. Semakin kita percaya kepada-Nya, semakin kita ingin melakukan apa yang Dia kehendaki. Ingatlah, pertanyaan pertama Katekismus mengenai tujuan manusia: memuliakan dan menikmati Allah. Jika mengenal Allah, maka kita tahu bagaimana memuliakan dan menikmati Dia.</span></em></strong></p></blockquote>
<p>Jadi, Alkitab mengajarkan : mengenai Tuhan Allah dan tuntutan-Nya kepada kita supaya kita semakin percaya kepada-Nya dan hidup sesuai kehendak-Nya.</p>
<p>Mari kita perhatikan ajaran-ajaran Alkitab. Kita perlu selalu mengingat apa yang Alkitab ajarkan mengenai Allah. Kita juga perlu mengingat perintah-perintah Tuhan Allah agar kita tahu apa yang harus kita kerjakan selama hidup kita</p>
<p>Artikel bersumber dari : Majalah Anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/katekismus-westminster-pedoman-pembimbing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
