Dante Menyelesaikan The Divine Comedy

Tahun 1321 Dante Menyelesaikan The Divine Comedy

By Sekolah Minggu

DantePada salah satu epik terindah yang pernah ditulis, seseorang mengadakan perjalanan ke neraka, purgatory dan surga – suatu penziarahan dari dosa menuju keselamatan. Kisah perjalanan itu mempunyai pengaruh yang tak terhingga pada bahasanya sendiri – bahasa Italia – dan pada pembaca abad-abad berikutnya.

Karya Dante Alighieri The Divine Comedy (Komedi Ilahi), adalah sajak alegoris yang diperpanjang, yang dibagi atas tiga bagian: Bagian “Inferno” (neraka) mengikuti Dante melewati sembilan lingkaran neraka yang berpusat tunngal dengan pemandunya seorang pujangga Romawi, Virgil; “Purgatory” menggambarkan sebuah gunung dengan sembilan jenjang, di mana jiwa-jiwa yang telah diselamatkan mengikis dosa mereka sebelum masuk surga, dan buku terakhir, “Paradise” (Surga), menceritakan perjalanannya bersama-sama Beatrice (wanita yang dipuja-puja sepanjang hidupnya) dan Bernadus dari Clairvaux melalui kesembilan lingkaran yang berpusat tunggal di surga, tempat ia menemuiĀ  orang-orang kudus Allah.

Sajak tersebut benar-benar ortodoks secara teologi – meskipun Dante menempatkan paus sebagai yang berkuasa di neraka pada waktu itu. Dengan jelas juga dicerminkan dalam sajak itu keyakinan pada zamannya. Di sini kita melihat contoh keyakinan pada Abad Pertengahan secara konkret.

Dante sangat mengagumi karya klasik Latin dan Yunani, dan sangat dipengaruhi oleh Thomas Aquinas. Seperti Aquinas, ia percaya akan nilai akal, namun ia mengakui pula bahwa tujuan akhir adalah hidup bersama Allah. Tokoh Virgil mewakili upaya terbaik manusia untuk hidup suci dan berbudaya. Meskipun ia mendapatkan tempat khusus di sana, namun ia masih di neraka. Beatrice dan Bernhard mewakili kehidupan yang berkasih-karunia.

The Divine Comedy dengan jelas menggambarkan ganjaran abadi bagi yang sesat dan orang-orang kudus, bagi raja-raja dan rakyat biasa. Walaupun berbeda dengan teologi modern, namuna rti mendalam yang terkandung di bawah figur-figur tersebut dapat berbicara dengan jelas pada jiwa seperti halnya pada imajinasi.

Akhirnya Dante melihat kerumunan yang di surga tersusun seperti kelopak sekuntum mawar. Imajinasinya terbentang melampaui kapasitasnya, dan ia mengakhirinya dengan penyembahan dan penghormatan pada “Kasih yang menggerakkan sang surya dan bintang-bintang lainnya”.

sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html

 

Posted in Tokoh Kristen
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

1,254 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.