HADIAH DARI IBU

HADIAH DARI IBU

by : Sekolah Minggu

Hanna menyandarkan tubuhnya ke kursi, memijit-mijit tangannya sebentar dan menghela nafas panjang. Tangannya terasa kaku karena menjahit begitu lama. Dia memperhatikan jubah kecil dipangkuannya.

“Aku harap jubah ini cukup untuknya. Dia pasti sudah sangat besar sekarang.” pikir Hanna dalam hati.

Air mata menggenang di matanya, bukan karena sedih, tetapi bahagia. Samuel adalah anak laki-lakinya yang pertama dan dia sangat bangga kepadanya. Samuel berumur 7 tahun sekarang, dan tinggal bersama dengan iman Eli di Bait Allah, belajar melayani Allah. Hanna bahagia karenanya tetapi terkadang dia sangat merindukan Samuel.

Samuel sudah tinggal di Bait Allah selama 4 tahun dan setiap tahun Hanna tidak pernah lupa membuatkan jubah untuk Samuel. Hanna memberikan kepada Samuel karena dia dan suaminya pergi ke Bait Allah untuk memberikan persembahan kepada Allah.

“Hmmm jubahnya bagus, pasti cukup untuk dia,” pikir Hanna kembali.

Hanna ingat sekali, 8 tahun yang lalu, ketika dia sedang berdoa memohon kepada Allah untuk memberikannya seorang anak. Saat itu dia dan suaminya pergi ke Bait Allah untuk memberikan persembahan kepada Allah. Tetapi dia mengambil waktu untuk berdoa sendirian kepada Allah.

Karena begitu sedih, doanya sampai tidak terucapkan, hanya bibir yang bergerak-gerak tetapi tidak keluar satu suara pun dari mulutnya. Dia berjanji akan memberikan anaknya untuk melayani Allah jika dia mendapatkannya.

Diam-diam imam Eli memperhatikan dia. Awalnya imam Eli berpikir dia gila, karena bibirnya bergerak-gerak tetapi dia sedang tidak berbicara apa pun. Tetapi ketika imam Eli melihat lebih dekat, barulah imam Eli tau bahwa dia sedang berdoa. Imam Eli bahkan berkata kepadanya “Allah Israel akan memberikan apa yang kau minta kepada-Nya”. Dia menjadi tenang sekali saat mendengar perkataan Imam Eli.

1 tahun kemudian dia melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Samuel.

Akhirnya Hanna selesai menjahit jubah kecil itu. Dia memperhatikan dengan teliti dan puas dengan hasilnya. Hanna merapikan jubah kecil itu dan membungkusnya dengan rapi, siap untuk diserahkan kepada Samuel.

Kemudian dia menulis sepucuk surat.

Samuel,

Kamu sudah besar sekarang,

Meskipun Ibu tidak melihatmu setiap hari tetapi Ibu sangat mengasihimu.

Apa yang sudah kau pelajari tentang Allah sudah sangat banyak, dan membuat Ibu sangat bangga Jelas sekali, Allah akan memakaimu untuk melayani-Nya.

Tetaplah setia kepada Allah, karena Dia yang menciptakan langit dan bumi, Dia juga yang akan memberikan kekuatan kepadamu.

Ibumu

Hanna

Artikel bersumber dari : Majalah Anak

Posted in Cerita Alkitab, Cerita Sekolah Minggu
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

1,254 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.