Ketika Sahabat Sakit

Ketika Sahabat Sakit

by : Sekolah Minggu

Begitu masuk ke rumah sepulang sekolah, Rima berkata kepada Mama, “Ma, Elen tidak masuk sekolah. Wah, aku sangat kesepian!”

Mama yang baru meletakkan semangkuk sayur di meja makan tersenyum dan berkata, “Elen sakit panas. Tadi pagi mamanya telepon, tetapi kamu sudah berangkat ke sekolah!”

“Wah kasihan, aku telpon dia sekarang ya?” kata Rima.

“Oh… syukurlah kalau panasnya sudah turun. Tadi aku juga bawa puisi yang baru kubuat. Sebelum kukirim ke majalah anak-anak aku mau kamu membacanya…. Ya, ya, besok kita ketemu ” celoteh Rima diĀ  telpon.

Sambil menikmati makan siang, Rima bercakap-cakap dengan Mama.

“Nasi goreng untuk Elen kamu berikan kepada siapa?” tanya Mama. “Tadi Mama lihat kotaknya sudah kosong!”

“Aku berikan kepada Lusi. Kebetulan dia tidak bawa bekal hari ini!” jawab Rima. “Karena Elen sakit, aku tidak punya teman sebangku. Wah, rasanya sepi sekali!”

“Kita sangat penting di mata Allah. Allah mengerti kalau kamu kesepian. Dan dia memberikan kesempatan untuk kamu bicara dengan Lusi dan memberikan nasi goreng!”

“Tetapi lain lah Ma, Lusi itu hanya sekedar teman dan Elen itu sahabatku!” kilah Rima. “Tak apalah. Pokoknya aku senang karena katanya Elen sudah bisa masuk sekolah besok!”

Esoknya pagi-pagi Rima berangkat ke sekolah. Hari ini Mama masak nasi tim. Rima menyiapkan kotak untuk Elen juga. Tiba di sekolah, Rima mencari sahabatnya. Namun, hingga bel masuk berbunyi Elen tidak kelihatan. Rupanya dia masih sakit.

Rima berusaha konsentrasi pada pelajaran, namun tetap saja rasanya kurang nyaman karena Elen tidak berada di sampingnya. Waktu istirahat, Rima duduk sendiri makan bekalnya di bangku keramik panjang halaman sekolah. Tiba-tiba Lusi mendekatinya.

“Elen masih sakit ya?” tanya Lusi.

“Iya. Kemarin siang kutelpon katanya panasnya sudah turun dan hari ini mau ke sekolah. Aku bawakan dia nasi tim. Kamu mau?” Rima menawarkan dan menyodorkan kotak berisi nasi tim.

“Terima kasih, hari ini aku bawa roti. Kalau boleh aku sarankan berikan saja pada Hana. Hana sering menahan lapar. Ibu dan ayahnya sudah bercerai dan dia tinggal dengan neneknya. Jadi kalau neneknya tidak menyediakan bekal, dia tidak bawa apa-apa!” jawab Lusi.

Dug, hati Rima tersentak. Karena hanya bergaul dengan Elen, dia tidak begitu mengenal teman-teman yang lain. Rima mengangguk. Lusi memanggil Hana. Hana sangat berterima kasih dan ia duduk di samping Rima dan makan nasi tim itu dengan lahap. Mereka bercakap-cakap dan Rima baru tahu kalau Hana juga suka menulis puisi.

“Aku menyimpan puisiku di flashdisk. Kadang-kadang aku kirim ke majalah anak-anak. Tetapi lebih sering ke situs anak-anak di internet, karena dimuatnya lebih cepat!” Hana bercerita. “Di rumahku tidak ada internet, jadi kalau mau kirim aku ke rumah tanteku. Dua kali naik bis!”

“Oh, kalau mau kirim pakai internet di rumahku juga bisa. Lebih dekat kan!” Rima menawarkan dengan gembira.

“Wah, terima kasih ya. Memang aku juga ingin main ke rumahmu dan melihat kumpulan puisi yang sudah kamu tulis. Nanti aku juga bawa puisi-puisiku!” jawab Hana dengan semangat.

Tiba-tiba saja Rima merasakan sukacita di hatinya. Rupanya Hana juga menulis puisi. Wah, ternyata Tuhan kirimkan satu teman lagi untuk Rima.

Benar kata Mama, kita ini penting di mata Tuhan. Dan Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Dan Tuhan juga membukakan mata Rima bahwa ia bisa memperhatikan teman-teman yang lain, tidak hanya berpusat pada Elen saja.

Ketika Rima sampai di rumah, Mama berkata, “Elen masih sakit, semalam badannya panas lagi. Kata dokter gejala tipus. Tetapi, mengapa wajahmu bersukacita? Kan sahabatmu belum bisa masuk sekolah!”

“Puji Tuhan, Ma. Tuhan Yesus sangat baik. Sambil makan aku akan ceritakan pada Mama!” Kata Rima. “Aku ganti baju dan cuci tangan dulu ya!”

Artikel bersumber dari : Majalah Anak

Posted in Cerita Alkitab, Cerita Sekolah Minggu
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

1,254 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.