Penerbitan Hymns and Spiritual Songs Karya Isaac Watts

Tahun 1707 Penerbitan Hymns and Spiritual Songs Karya Isaac Watts

By Sekolah Minggu

Isaac WattsKidung tidak mempunyai sejarah panjang dalam gereja-gereja berbahasa Inggris.

Meskipun Martin Luther, orang yang senang dengan musik dan nyanyian, mendesak agar kidung menjadi bagian dari ibadah para Lutheran, dan ia sendiri menulis beberapa kidung, namun orang-orang agak lamban menggunakannya.

Para Anglikan memiliki Buku Doa Umum, tetapi liturginya tidak menyertakan musik. Pada tahun 1562, jemaat-jemaat dapat menggunakan koleksi Mazmur berirama, yang lambat laun disebut Versi Lama dan pada tahun 1696, Nahum Tate dan Nicholas Brady menampilkan Versi Baru yang dapat dinyanyikan. Namun, apa pun yang ada di luar Mazmur dicurigai. Seorang uskup mungkin menulis sebuah kidung yang kadang-kadang dipakai di kapel perguruan tinggi. Para pujangga seperti John Milton dan George Herbert menulis karangan-karangan suci, namun tidaklah untuk dinyanyikan. George Wither mencoba menciptakan buku kidung yang luas pada tahun 1623, namun karyanya tidak begitu sukses.

Sementara kaun Anglikan menentang kidung, kaum Baptis menerimanya – dan pastor dari aliran Independen, Isaac Watts, mengambil keputusan bahwa orang-orangnya membutuhkan nyanyian baru. Meskipun Mazmur mengekspresikan iman, namun tidak dengan jelas menunjukkan unsur-unsur Kristen seperti kelahiran, ajaran-ajaran, penyaliban dan kenaikan Kristus. Para jemaat tidak dapat bernyanyi tentang Tritunggal, Roh Kudus ataupun gereja.

Pada tahun 1709 Watts menerbitkan Hymns and Spiritual Songs. Koleksi-koleksi lainnya menyusul kemudian, termasuk Psalms of David Imitated in the Language of the New Testament (Mazmur Daud Ditirukan dalam bahasa Perjanjian Baru). Dalam karya ini Watts mengatakan bahwa ia membuat Daud “berbicara seperti seorang Kristen”. Semuanya ia kutip hanya dari Mazmur – “Jesus Shall Reign Where’er the Sun” berdasarkan Mazmur 72, dan “Joy to the World” dari Mazmur 98.

Lebih dari 600 kidung ciptaan Watts – diantaranya “When I Survey the Wondrous Cross”, “O God Our Help in Ages Past”, “I Sing the Mighty Power of God” dan “There Is a Land of Pure Delight” – telah membuatnya mendapatkan gelar Bapa Kidung di Inggris. Rohaniwan ini dengan cermat merefleksikan pujian, keheranan dan penyembahan orang-orang Kristen terhadap Tuhan. Meskipun ia mungkin telah menyinggung perasaan gerejawan konservatif pada masanya, kidung agungnya meninggalkan kesadaran akan akhirat.

Kidung Watts berpengaruh besar terhadap-gereja-gereja non-Anglikan. Tidak ada yang dapat menandinginya hingga Charles Wesley mulai menulis kidung. Tetapi, untuk waktu lama, karya-karya Watts tidak meluas ke Gereja Inggris. Meskipun gereja-gereja lain di Inggris, Amerika dan di tempat-tempat lain menggunakan kidung Watts, tidak ada buku kidung Anglikan yang muncul hingga tahun 1861, yaitu ketika Hymns Ancient and Modern, yang memuat beberapa kidung Watts diterbitkan.

sumber : http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html

 

 

Posted in Tokoh Kristen
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

1,254 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.