BUKAN SEHARUSNYA

BUKAN SEHARUSNYA

by : Sekolah Minggu

Semua orang ingin hidup bahagia. Tahukah kamu kalau Allah pun ingin kita hidup bahagia? Dari mana tahunya? Dan kalau benar Allah ingin manusia hidup bahagia, mengapa pada kenyataannya begitu banyak orang yang tidak bahagia? Kalau hidup kita tidak bahagia berarti ada sesuatu yang salah. Itu berarti kehidupan di dunia ini tidak berjalan dengan seharusnya seperti yang Allah inginkan. Apakah yang Allah inginkan? Mari kita membahasnya.

Yang Allah inginkan                                                                                                                                                                        Allah inginkan kebaikan untuk manusia. Menjadi tidak bahagia bukanlah yang diinginkan Allah untuk kita. Hidup yang tidak bahagia merupakan akibat karena kita gagal memenuhi tujuan hidup yang sudah Allah tetapkan.    

Sebagai pencipta manusia, Allah menetapkan tujuan hidup dari seluruh manusia yang diciptakan-Nya. Apakah tujuan itu?

Di dalam buku “Katekismus Singkat Westminster” jilit 1 oleh G. I. Williamson tertulis tujuan yang utama dari hidup manusia. Tujuan utama itu adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati Dia selamanya. Tujuan itu disimpulkan oleh sekelompok orang Kristen yang mencintai Tuhan yang bersungguh-sungguh mencari jawabannya. Mereka mempelajari Alkitab dengan hati-hati dan tekun, dan menyimpulkan jawaban itu.

Dengan memuliakan Allah kita mendapatkan sukacita atau kebahagiaan. Dengan bersukacita karena memuliakan Allah berarti kita  menikmati Dia. Memuliakan Allah dan bersukacita berhubungan erat. Itulah hidup yang Allah rencanakan bagi kita.

Memuliakan Allah adalah kebahagiaan                                                                                                                

Memuliakan Allah adalah keharusan bagi kita. Tidak itu saja, kita pun harus menikmati Allah, barulah kita benar-benar akan bahagia. Mungkin kamu bertanya-tanya, apa arti semua itu.        

Prinsipnya begini: kamu memuliakan Allah bila dari hatimu dengan jujur dan sungguh-sungguh kamu mengakui bahwa Allah sangat penting bagimu. Kamu sangat bersyukur karena Allah telah memberimu hidup melalui kematian Kristus, tanpa Allah kamu tidak berarti apa-apa dan mati.   Karena Allah begitu penting bagimu, kamu mau taat pada perintah-perintah-Nya. Segala kewajibanmu kamu lakukan demi Dia, dan semua itu membuatmu bersukacita.

Kegagalan manusia                                                                                                                                                                         Namun kita tidak mau menerima tujuan hidup yang Allah tetapkan itu. Kita membuat tujuan hidup sendiri. Kita lebih suka berbuat sesuka kita. Kita lupa kalau kita berasal dari Allah.

Kita tidak memuliakan Allah sehingga kita tidak bahagia. Apakah kamu paham bila kamu malas belajar, tidak melakukan tugas, atau terlalu banyak bermain akan membuat hati tidak bahagia?

Apakah kamu tahu melakukan hal-hal buruk akan menjauhkan kebahagiaan? Bukannya mengasihi sesama, kita malah cepat marah, bersikap sombong, iri hati, dendam, suka mengkritik, menyalahkan, dan tidak peduli pada orang lain.

Bukannya bersyukur, kita malah suka mengomel, mengeluh, tidak sabar, dan selalu cemas. Melakukan hal-hal yang seharusnya tidak kita lakukan membuat hidup kita tidak berjalan dengan semestinya. Kita gagal.

Semakin tidak bahagia                                                                                                                                                

  Kalau kamu perhatikan, kamu akan melihat bahwa manusia lebih suka memuliakan diri sendiri. Masing-masing orang merasa dirinya lebih penting dari yang lain. Dan mereka akan bahagia bila orang lain menganggap mereka penting. Ini salah.

Tidak melakukan yang seharusnya dilakukan adalah dosa. Sebaliknya melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan juga dosa.

Jika kita tetap melakukan dosa, kita akan semakin jauh dari Allah. Semakin jauh dari Allah berarti semakin mementingkan diri sendiri. Akibatnya kita menjadi semakin tidak bahagia.

Kita harus bertobat                                                                                                                                                                         Di luar Tuhan kita tidak bisa benar-benar bahagia. Kalaupun kita merasa bahagia, kebahagiaan itu semu dan biasanya tergantung pada keadaan. Ketika keadaan berubah, kebahagiaan itu pun hilang.

Dosa yang ada dalam diri kita membuat kita tidak bahagia, kesepian, dan sengsara. Satu-satunya yang bisa membuat kita bahagia adalah bertobat dan menjalani tujuan utama hidup kita yang ditetapkan Allah.

Di dalam kerajaan Allah kebahagiaan atau sukacita adalah salah satu hal penting. Dalam Roma 14:17 ditulis: “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

Muliakanlah Allah dan nikmatilah Dia, maka kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Itulah hidup yang seharusnya kita miliki.

Artikel bersumber dari : Majalah Anak

Posted in Cerita Alkitab, Cerita Sekolah Minggu
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

1,254 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.