<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://sekolahminggu.com/category/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahminggu.com</link>
	<description>Anugerah Datang Dari Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2016 09:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Awas Hidung Unta</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2014 11:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[AWAS HIDUNG UNTA &#8220;Jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu. Ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya&#8221; Kej 4:7 Orang Arab mempunyai suatu pepatah: Awas , hati-hati dengan hidung unta!&#8221; Mengapa demikian? Apakah hidung<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">AWAS HIDUNG UNTA</span></h1>
<p style="text-align: justify;"><i><a href="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/AWAS-HIDUNG-UNTA.jpg"><img class=" wp-image-623 alignleft" alt="AWAS HIDUNG UNTA" src="http://sekolahminggu.com/wp-content/uploads/2014/03/AWAS-HIDUNG-UNTA.jpg" width="188" height="221" /></a><span style="color: #339966;">&#8220;Jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu. Ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya&#8221; Kej 4:7</span></i></p>
<p style="text-align: justify;">Orang Arab mempunyai suatu pepatah: Awas , hati-hati dengan hidung unta!&#8221; Mengapa demikian? Apakah hidung unta berbahaya? Beracun? Bisamembunuh orang? Kenapa kita diperingatkan untuk menghindari hidung unta?</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu ketika ada seorang musafir yang mengadakan perjalanan melewati padang gurun yang amat luas. Musafir ini membawa seekor unta sertanya. Mereka hanya berdua saja di tengah padang gurun yang begitu luas. Hari sangat panas, matahari terik membakar kulit. Kalau sudah tidak tahan dengan panas yang menyengat, sang musafir biasanya mencari tebing-tebing yang agak teduh untuk beristirahat sejenak. Jika hari mulai malam sebaiknyalah yang terjadi. Dingin begitu menusuk tulang dan membuat orang yang tinggal di udara terbuka menggigil kedinginan. Tapi itu belum apa-apa. Yang paling parah kalau pada suatu waktu badai datang menyerang. Di padang gurun yang bering, badai berarti malapetaka. Pasir akan beterbangan dengan hebatnya. Pasir itu amat tebal. Mata akan perih kelilipan pasir. Orang akan sulit bernapas karena pasir beterbangan dengan hebatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah pada suatu hari badai pasir yang dahsyat datang secara tiba-tiba. Ketika badai itu mulai menyerang ke arah sang musafir, dengan segera ia memasang tendanya yang kecil supaya terhindar dari pasir yang beterbangan. Kemudian ia berbaring diam-diam. Sampai beberapa waktu lamanya  badai pasir terus menderu-deru. Sang musafir terus berlindung di dalam tendanya. Di sana ia terhindar dari bahaya pasir yang dapat membutakan mata dan dapat bernapas dengan leluasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tak lama kemudian sang musafir merasa ada sesuatu yang mendorong-dorong kakinya. Ia segera tahu bahwa yang mendorongnya adalah untanya sendiri. Samar-samar ia mendengar suara erangan sang unta.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Apa yang engkau kehendaki?&#8221; tanya sang musafir kepada untanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh tuan, bolehkah saya berteduh sedikit di dalam tendamu?&#8221; sahut sang unta dengan suara yang rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jangan bodoh!&#8221; jawab sang musafir, &#8220;Tenda ini pasti tidak cukup untuk dimasuki oleh kita berdua, palagi tubuhmu begitu besarnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh tuan yang budiman, tolonglah saya,&#8221; sang unta mulai mengerang-erang meminta belas kasihan, &#8220;paling sedikit biarkanlah ujung hidung saya boleh masuk ke dalam tendamu. Saya tidak dapat bertugas karena pasir dengan yang menyesakkan. Kasihanilah saya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang unta merengek-rengek dan mengerang-erang sehingga musafir merasa kasihan kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Baiklah!&#8221; sahutnya, &#8220;Hidungmu boleh masuk, tapi tubuhmu tidak.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh terima kasih tuan, terima kasih.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang unta memasukkan ujung hidungnya ke dalam tenda. Sang musafir menggeser tubuhnya supaya hidung unta dapat masuk. Beberapa waktu kemudian sang musafir merasa heran mendapati tendanya makin lama makin sempit. Ia menemukan sebabnya dengan segera. Ternyata kini bukan saja hidung, tetapi kepala unta dan setengah dari lehernya telah masuk ke dalam tenda.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Keluar!&#8221; teriaknya, &#8220;Bukankah aku sudah katakan ujung hidungmu saja yang boleh masuk ke dalam tendaku ini??!!&#8221; sahut sang musafir dengan marahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Benar, oh tuan yang baik hati,&#8221; sahut sang unta dengan tenang, &#8220;Tapi sayang sekali kalau cuma hidungku saja yang masuk karena pasirpun membutakan mataku. Sebab itu ijinkanlah kepalaku juga boleh masuk ke dalam tendamu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang musafir berusaha membantah dan menolak permintaan untanya, tapi pikirnya &#8216;tak apalah sedikit lagi saja, toh cuma kepalanya. Tapi ternyata sedikit demi sedikit ia mulai merasa didorong-dorong dan didesak untuk terus bergeser pada sisi luar tenda. Sang musafir berteriak-teriak dan berontak, tapi ia tidak berdaya. Dorongan dan desakan sang unta amat kuat. Kini sebagian besar tubuh sang unta sudah mulai masuk ke dalam tenda dan terus mendesak dan mendorong tuannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #800080;">Sang musafir akhirnya terdorong keluar dari tendanya. Kini ia hanya bisa gigit jari sementara sang unta tidur dengan nyenyak di dalam tenda. Sudah mengertikah kamu sekarang, mengapa dikatakan hati-hati terhadap hidung unta? Unta itu merupakan kiasan dari bujukan yang menyesatkan. Jika kita memberi tempat sedikit saja bagi si penggoda untuk masuk ke dalam hati kita, maka dengan segera ia memakai kesempatan ini sebaik-baiknya. Ia tidak akan puas hanya mendapat tempat &#8220;seujung hidung saja&#8221;. Ia pasti akan terus mendesak dan mendorong untuk menguasai hatimu sepenuhnya.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan sekali-kali memberi tempat sekecil apapun untuk dosa masuk ke dalam hatimu. Di situ yang harus bertahta sepenuhnya hanya Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada tempat buat si penggoda meskipun hanya &#8220;seujung hidung unta&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/awas-hidung-unta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menabung, Yuk!</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2014 07:51:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[okultisme dalam kristen]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[panti rehabilitasi kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1322</guid>
		<description><![CDATA[Menabung, Yuk! By : Sekolah Minggu &#8220;Kanti, kamu sudah menabung hari ini?&#8221; tanya ibu Kanti. Kanti menjawab ragu. &#8220;&#8230;Ya, Bu&#8230;. Sudah.&#8221; Ibu meletakkan sulamannya dan tersenyum pada Kanti, &#8220;Bagus, Kanti. Kamu harus rajin menabung.&#8221; Kanti mengangguk dan melangkah ke kamarnya.<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="menabung yuk" href="http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/" target="_blank"><span style="color: #00ff00;"><b>Menabung, Yuk!</b></span></a></h1>
<p><a title="sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/" target="_blank">By : Sekolah Minggu</a></p>
<p>&#8220;Kanti, kamu sudah menabung hari ini?&#8221; tanya ibu Kanti.</p>
<p>Kanti menjawab ragu. &#8220;&#8230;Ya, Bu&#8230;. Sudah.&#8221;</p>
<p>Ibu meletakkan sulamannya dan tersenyum pada Kanti, &#8220;Bagus, Kanti. Kamu harus rajin menabung.&#8221;</p>
<p>Kanti mengangguk dan melangkah ke kamarnya. Dia duduk di atas kasur. Matanya menatap sebuah benda yang terbuat dari kaleng. Benda itu berbentuk tabung dengan tinggi kurang lebih 20 cm. Di sekelilingnya terdapat gambar anak-anak anjing. Di atasnya ada sebuah lubang yang hanya dapat dimasuki uang kertas atau logam. Ya, itu adalah celengan yang baru diberikan ibunya sebulan yang lalu.</p>
<p>Kanti masih ingat apa yang dikatakan ibunya saat itu.</p>
<p><strong><span style="color: #ff9900;">&#8220;Sekarang kamu sudah cukup besar untuk bertanggung jawab menggunakan uang. Di dalam celengan ini kamu dapat menabung sebanyak mungkin uang jajan yang kamu dapat sisihkan. Celengan ini tidak dapat dibuka. Ibu akan membukanya bila nanti isinya sudah penuh.&#8221;</span></strong></p>
<p>Kanti mengangguk dengan bersemangat. Baru kali ini dia mendapatkan sebuah celengan. Selama ini bila ada sisa uang jajan, Kanti akan memberikan pada ibunya untuk disimpan. Ia sangat senang dengan celengannya yang baru itu. Pada awalnya, hampir setiap hari ia memasukkan seribu rupiah. Tetapi pernah dia memasukkan tiga ribu rupiah dengan menahan diri untuk tidak membeli kue kesukaannya.</p>
<p>&#8220;Hari ini dua ribu rupiah,&#8221; kata Kanti dengan senang. Dia menguncang-guncangkan celengan itu untuk mendengar bunyi uang di dalamnya. &#8220;Masih sedikit,&#8221; katanya setelah mengintip sebentar lubang celengan itu.</p>
<p>&#8220;Ibu, hari ini saya menabung,&#8221; lapornya setiap kali dia memasukkan uang ke dalam celengan itu.</p>
<p>Tetapi itu dulu, sekarang&#8230;. Kanti mengguncang-guncangkan celengan itu. Bunyinya nyaring, pertanda masih sedikit uang yang ada di dalamnya. Sudah lebih dari dua minggu ia tidak menabung. Dan itu dimulai pada suatu siang di sekolah&#8230;</p>
<p><strong><span style="color: #ff00ff;">&#8220;Kanti, kamu sudah dengar ada <i>stand </i>es krim yang baru dibuka di kantin sekolah?&#8221; tanya Kartini, sahabatnya. Kanti menggeleng perlahan. Dia masih asyik membaca buku yang baru dipinjamnya dari perpustakaan sekolah.</span></strong></p>
<p>&#8220;Kamu ini bagaimana? Semua orang sudah mencobanya, kamu benar-benar tidak tahu?&#8221; tanya Kartini.</p>
<p>Kanti mengangkat matanya dari buku itu. &#8220;Kamu suka melebih-lebihkan berita. Ada apa, sih?&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu lo&#8230; es krim&#8230; harganya cuma seribu, tapi enaknya luar biasa&#8230;,&#8221; jawab Kartini sambil mengacungkan jempolnya.</p>
<p>&#8220;Paling-paling sama dengan es krim yang lain,&#8221; kata Kanti dengan acuh tak acuh. Dia kembali membaca dengan tekun.</p>
<p>Keesokan harinya, saat istirahat sekolah, sambil menyodorkan sebuah mangkuk kepada Kanti. Kartini berkata, &#8220;Nih. Mau coba?&#8221; tanyanya. Kanti melihat isi mangkuk itu. Es krim putih bersih.</p>
<p>&#8220;Sepertinya enak,&#8221; jawab Kanti.</p>
<p>Kartini menyodorkan sendok es krim, &#8220;Memang enak. Enak sekali. Nih, cobalah.&#8221;</p>
<p>Kanti mengambil sesendok es krim dan mencobanya. Rasa manis langsung meleleh di lidahnya. Dingin dan enak.</p>
<p>&#8220;Benar, &#8216;kan? Kamu yakin tidak mau beli?&#8221; tanya Kartini sambil memakan sesendok lagi.</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Kanti menelan ludahnya. Hm&#8230;, mungkin tidak ada salahnya membeli satu mangkuk. Uangku masih ada sisa dua ribu. Jika aku beli satu mangkuk, masih ada sisa seribu. Masih bisa ditabung.</span></strong></p>
<p>Akhirnya Kanti membeli semangkuk es krim coklat. Rasanya benar-benar enak.</p>
<p>Tanpa disadari Kanti mulai membeli es krim itu setiap hari, kadang-kadang bahkan sampai lebih dari satu mangkuk.</p>
<p>Kini celengan itu ada di hadapannya. Ia memandanginya dengan sedih. Hari ini dia tidak menabung lagi. Uangnya sudah habis.</p>
<p><i>Tok, Tok, Tok. </i>Seseorang mengetuk pintu kamarnya.</p>
<p>&#8220;Masuk,&#8221; sahut Kanti.</p>
<p>Ibunya menghampiri Kanti. &#8220;Ayo, makan.&#8221;</p>
<p>Kanti menundukkan kepalanya. &#8220;Saya belum lapar, Bu. Nanti saja.&#8221;</p>
<p><strong><span style="color: #339966;">&#8220;Kamu sakit?&#8221; tanya ibunya cemas. Kanti menggelengkan kepalanya.</span></strong></p>
<p>&#8220;Ibu, saya mau minta maaf.&#8221;</p>
<p>Ibunya duduk diam di sebelah Kanti menunggu ia bicara. &#8220;Saya berbohong tadi. Hari ini saya tidak menabung. Dan sebenarnya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Kanti diam sebentar. &#8220;Sebenarnya sudah lebih dari dua minggu ini saya tidak menabung. saya tergoda membeli es krim di sekolah. Uang saya tidak ada sisanya lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ibu menyesal mendengarnya,&#8221; jawab ibunya. &#8220;Sebenarnya ibu berencana untuk mengajakmu pergi mengunjungi Nenek pada liburan nanti. Pada saat itu, kalau kamu rajin menabung, uang itu bisa dipakai untuk membeli tiket kereta. Jika kurang, Ibu bisa menambahkan. Tapi kelihatannya rencana ini harus ditunda.&#8221;</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">&#8220;Oh, Ibu&#8230;. Mengapa Ibu tidak mengatakannya dari awal? Saya ingin sekali melihat Nenek. Mengapa saya harus membeli es krim? Seharusnya saya menabung,&#8221; sahut Kanti dengan terisak-isak.</span></strong></p>
<p>&#8220;Masih ada waktu. Siapa tahu, kalau kamu rajin menabung, kita masih bisa pergi,&#8221; hibur ibunya.</p>
<p><b><i>Cerita : Kak Meil</i></b></p>
<p><b><i>Illustrasi : Kak Heru</i></b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/menabung-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JENNIFER YANG MALAS</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/jennifer-yang-malas/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/jennifer-yang-malas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jan 2014 06:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal kristen]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad menurut kristen]]></category>
		<category><![CDATA[muslim vs kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1307</guid>
		<description><![CDATA[JENNIFER YANG MALAS By : Sekolah Minggu Jennifer adalah seorang itik kecil yang malas. Saat kakak dan adiknya berenang untuk pertama kali dengan sangat senang, Jennifer dengan santai kemnali ke sarang mereka yang hangat dan tidur. Saat mamanya pulang, ia<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/jennifer-yang-malas/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="jenifer yang malas" href="http://sekolahminggu.com/jennifer-yang-malas/" target="_blank"><span style="color: #33cccc;"><b>JENNIFER YANG MALAS</b></span></a></h1>
<p><a title="sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/" target="_blank">By : Sekolah Minggu</a></p>
<p>Jennifer adalah seorang itik kecil yang malas. Saat kakak dan adiknya berenang untuk pertama kali dengan sangat senang, Jennifer dengan santai kemnali ke sarang mereka yang hangat dan tidur. Saat mamanya pulang, ia menasehati Jennifer.</p>
<p>&#8220;Kamu terlalu malas, Jennifer, &#8221; kata mamanya. &#8220;Kamu harus belajar berenang.&#8221;</p>
<p>Tetapi Jennifer tidak mau. Airnya terlalu dingin dan basah serta membuat bulu-bulunya menempel jadi satu, sehingga ia harus menghabiskan waktu untuk membersihkan bulu-bulunya.</p>
<p>&#8220;Kamu bodoh,&#8221; kata saudara-saudaranya. &#8220;Kamu kehilangan waktu untuk bersenang-senang.&#8221;</p>
<p>Tetapi Jennifer tidak peduli. Ia lebih memilih untuk berbaring di bawah hangatnya matahari dan tidur sepanjang hari.</p>
<p><strong><span style="color: #ff9900;">Esok paginya saat mereka ke kolam, mamanya melihat ke arah Jennifer untuk memastikan ia ada di tengah saudara-saudaranya. Sewaktu masing-masing dari mereka mencemplungkan diri ke air, Jennifer bersembunyi di rerumputan yang ada di sepanjang kolam. Dan saat tidak ada yang melihatnya, Jennifer mencuri-curi kembali ke sarang mereka dan tidur. Pada saat semua itik lainnya sudah kembali, ia masih tertidur. Mamanya memandanginya dengan serius.</span></strong></p>
<p>&#8220;Jennifer, kamu adalah anak yang nakal,&#8221; kata mamanya. &#8220;Semua saudara-saudaramu sudah bisa berenang sekarang. Tadi kami pergi ke sebuah pulau kecil di tengah-tengah kolam dan bermain dengan sangat menyenangkan. Hanya kamu yang tidak bisa berenang dan tidak mau bersenang-senang bersama kami.&#8221;</p>
<p><strong><span style="color: #00ff00;">Mula-mula Jennifer pura-pura tidak peduli, tetapi saat ia melihat anak-anak itik yang lain bermain kejar-kejaran satu sama lain dan memainkan permainan-permainan di pulau kecil tersebut, ia berharap dengan segenap hatinya untuk ada bersama dengan mereka. Tidur sepanjang hari di sarang membuat ia merasa bosan dan kesepian. Jika saja ia tidak terlalu malas&#8230;</span></strong></p>
<p>Jennifer berubah pikiran, dengan segera ia belajar berenang supaya ia dapat ikut serta di dalam permainan yang menyenangkan itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b><i>Diceritakan kembali oleh Kak Susan</i></b></p>
<p><b><i>Illustrasi : Kak Eka Ray</i></b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/jennifer-yang-malas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HARUN</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/harun/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/harun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2014 06:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kristen turki]]></category>
		<category><![CDATA[kristen vs katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kuburan kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1282</guid>
		<description><![CDATA[HARUN By : Sekolah Minggu &#8220;Firaun tak akan mau mendengar,&#8221; Musa beralasan. &#8220;Aku akan membuat Firaun melepaskan umat-Ku,&#8221; Tuhan menegaskan. &#8220;Tapi aku tidak pandai bicara, utus saja orang lain,&#8221; kata Musa. &#8220;Baik, Aku akan utus orang lain,&#8221; kata Tuhan dengan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/harun/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="harun" href="http://sekolahminggu.com/harun/" target="_blank"><span style="color: #ff9900;"><b>HARUN</b></span></a></h1>
<p><a title="sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/" target="_blank">By : Sekolah Minggu</a></p>
<p>&#8220;Firaun tak akan mau mendengar,&#8221; Musa beralasan.</p>
<p>&#8220;Aku akan membuat Firaun melepaskan umat-Ku,&#8221; Tuhan menegaskan.</p>
<p>&#8220;Tapi aku tidak pandai bicara, utus saja orang lain,&#8221; kata Musa.</p>
<p>&#8220;Baik, Aku akan utus orang lain,&#8221; kata Tuhan dengan marah.</p>
<p><span style="color: #008000;"><strong>Tuhan telah menyuruh Musa berbicara kepada Firaun, raja Mesir. Firaun harus membiarkan orang Israel pergi dari Mesir. Selama ini bangsa Israel telah menjadi budak di Mesir. Firaun ingin mereka tetap menjadi budaknya. Dan Musa merasa takut berbicara dengannya (baca Keluaran 4).</strong></span></p>
<p>Kalau Musa tidak berani melakukan apa yang Tuhan suruh, apakah perintah itumenjadi batal? Tidak, Tuhan memakai orang lain. Seseorang ditunjuk Tuhan untuk mendampingi Musa. Orang itu yang akan berbicara kepada Firaun mewakili Musa. Orang itu adalah Harun, kakak Musa sendiri.</p>
<p>Harun memang pandai berbicara dan berpidato, tetapi yang akan ia hadapi adalah raja Firaunyang sangat berkuasa. Maka Tuhan menyertai Harun ketika berbicara dengannya Firaun.</p>
<p>Harun (bahasa Inggris: Aaron) adalah anak kedua dari Amram dan Yokhebed. Sukunya Lewi dan umurnya tiga tahun lebih tua dari Musa. Miriam adalah kakak perempuan mereka.</p>
<p><strong><span style="color: #ffcc00;">Suku Lewi dikhususkan Tuhan untuk melayani-Nya. Artinya, hanya suku Lewi yang boleh bekerja di kemah suci dan menjadi imam. Harun juga dikhususkan untuk bekerja bagi Tuhan menjadi imam besar bagi bangsa Israel (lihat Keluaran 28:1).</span></strong></p>
<p>Tugas Harun adalah mewakili bangsa Israel untuk menghadap Tuhan. Ia meminta pengampunan dan memberikan korban bakaran kepada Tuhan bagi orang Israel. Ia juga memimpin ibadah bangsa Israel.</p>
<p>Harun memiliki empat orang anak, yaitu: Nadab, Abihu, Itamar, dan Eleazar, yang juga menjadi imam bagi bangsa Israel.</p>
<p><b><i>Oleh : Kak Lidya Bekti </i></b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/harun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah Aku</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/inilah-aku/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/inilah-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2014 05:39:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kristen ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[kristen protestan blog]]></category>
		<category><![CDATA[kristen rodeheavershe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=1274</guid>
		<description><![CDATA[Inilah Aku By : Sekolah Minggu Mengapa harus mengenal Allah? Kita tinggal di dalam dunia yang diciptakan dan dikendalikan oleh Allah. Tanpa mengenal Allah, dunia menjadi sesuatu yang asing, gila, tempat yang menyakitkan, dan tinggal di dalamnya adalah mengecewakan dan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/inilah-aku/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="inilah aku" href="http://sekolahminggu.com/inilah-aku/" target="_blank"><span style="color: #ff9900;"><b>Inilah Aku </b></span></a></h1>
<p><a title="sekolah minggu" href="http://sekolahminggu.com/" target="_blank">By : Sekolah Minggu</a></p>
<h3><span style="color: #ff0000;"><b>Mengapa harus mengenal Allah?</b></span></h3>
<p>Kita tinggal di dalam dunia yang diciptakan dan dikendalikan oleh Allah. Tanpa mengenal Allah, dunia menjadi sesuatu yang asing, gila, tempat yang menyakitkan, dan tinggal di dalamnya adalah mengecewakan dan tidak menyenangkan. Tanpa mengenal Allah, kita berisiko menyia-nyiakan hidup dan kehilangan jiwa.</p>
<h3><span style="color: #0000ff;"><b>Apa artinya mengenal Allah?</b></span></h3>
<p>Mengenal Allah tidak sama dengan tahu tentang Allah. Kita bisa belajar banyak dan tahu tentang Allah, tanpa mengenal-Nya secara pribadi. Kita bisa menjalani hidup yang saleh, tetapi hampir-hampir tidak mengenal-Nya, Dia tetap menjadi pribadi yang asing bagi kita.</p>
<h3><span style="color: #ffcc00;"><b>Bagaimana bisa mengenal Allah?</b></span></h3>
<p>Ia memperkenalkan diri-Nya kepada manusia, melalui Firman dan Kristus.</p>
<p>Bagian kita adalah, menjadikan hal-hal yang kita pelajari tentang Allah menjadi persoalan untuk direnungkan dihadapan-Nya (meditasi) , yang memimpin kepada doa dan puji-pujian kepada-Nya.</p>
<h3><span style="color: #339966;"><b>Apa efek dari mengenal Allah?</b></span></h3>
<p>Antara lain, mengikuti jejak-Nya, yaitu membuka diri kepada sesama. Sikap terbuka dan menerima bisa menjadi pintu yang membuka kemungkinankesaksian kita diterima oleh sesama. Resiko ditolak dan disalah mengerti sudah lebih dahulu dialami-Nya.</p>
<p><b><i>Oleh : Redaksi</i></b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/inilah-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati Yang Baru</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/hati-yang-baru/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/hati-yang-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 08:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita bijak kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita ilustrasi kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Yehezkiel 36:22-32 Yesaya hidup jauh sebelum Israel dibuang ke Babel karena menolak Allah. Dari jauh-jauh hari Allah telah mengutus Yesaya untuk memberi peringatan kepada mereka. Tetapi umat Allah itu tidak mengindahkannya. Lalu, Allah juga mengutus nabi-Nya yang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/hati-yang-baru/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Yehezkiel 36:22-32</p>
<p>Yesaya hidup jauh sebelum Israel dibuang ke Babel karena menolak Allah. Dari jauh-jauh hari Allah telah mengutus Yesaya untuk memberi peringatan kepada mereka. Tetapi umat Allah itu tidak mengindahkannya. Lalu, Allah juga mengutus nabi-Nya yang lain, yaitu Yeremia. Yeremia hidup sebelum masa pembuangan itu sampai masa pembuangan yang adalah hukuman Allah itu, benar-benar terjadi. Yeremia menulis kitab Ratapan untuk mengungkapkan kesedihan atas hancurnya Yerusalem dan Bait Allah.</p>
<p>Di dalam masa pembuangan itu, Allah terus menyatakan janji-Nya untuk memulihkan dan mengembalikan Israel ke Tanah Perjanjian-Nya. Alasan utama Allah melakukan itu adalah karena Ia setia dan tidak membiarkan kekudusan nama-Nya dipermainkan. Dan Allah akan bekerja di hati umat-Nya, mengganti hati mereka yang keras seperti batu dengan hati yang lembut dan taat. Roh Allah yang akan senantiasa memimpin umat-Nya hidup menurut ketetapan-ketetapan-Nya.</p>
<p>Allah juga mengasihi kita dan ingin memulihkan hubungan dengan kita. Allah pertama-tama bekerja dalam hati kita sehingga pertobatan yang sejati itu berasal dari dalam. Pekerjaan Allah dimulai dengan merubah hati yang keras menjadi hati yang lembut. Allah sanggup melembutkan hati manusia yang sekeras apa pun. Percayakah engkau?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apa yang terjadi jika hati kita sudah menjadi taat kepada Allah? (ay.31)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, saya mau mempunyai hati yang lembut dan taat. Saya juga berdoa untuk orang tua, saudara, dan teman-teman saya yang masih mengeraskan hati dan belum percaya kepada Tuhan Yesus. Saya mohon Engkau mau melembutkan hati mereka, Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Catatlah 10 nama dari orang-orang yang engkau kenal yang belum percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Maukah engkau berdoa setiap hari untuk mereka dalam minggu ini agar Allah melembutkan hati mereka?</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><strong>Jalan Orang Benar Dan Jalan Orang Fasik</strong></li>
<li><b>Allah Adalah Gembalaku</b></li>
<li><b>Percaya Pada Allah Ketika Takut</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/hati-yang-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panggilan Yehezkiel</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/panggilan-yehezkiel/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/panggilan-yehezkiel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 07:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[biodata kristen rodeheaver]]></category>
		<category><![CDATA[buku-buku kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Yehezkiel 3:16-21 Sekarang kita sampai pada kitab nabi-nabi yang ketiga, yaitu Yehezkiel. Yehezkiel berarti Allah adalah penjaga. Yehezkiel hidup di zaman penghukuman Israel, yaitu pembuangan di Babel atau Babilonia. Yehezkiel menerima panggilan Allah di tanah pembuangan. Bahkan<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/panggilan-yehezkiel/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Yehezkiel 3:16-21</p>
<p>Sekarang kita sampai pada kitab nabi-nabi yang ketiga, yaitu Yehezkiel. Yehezkiel berarti Allah adalah penjaga. Yehezkiel hidup di zaman penghukuman Israel, yaitu pembuangan di Babel atau Babilonia. Yehezkiel menerima panggilan Allah di tanah pembuangan. Bahkan dalam masa penghukuman sekalipun, Allah masih mengutus nabi-Nya untuk menyampaikan perkataan-Nya. Apakah engkau bisa melihat kasih Allah kepada umat-Nya itu?</p>
<p>Allah memanggil Yehezkiel untuk menjadi penjaga Israel. Yehezkiel harus menyampaikan peringatan Allah kepada orang yang jahat maupun kepada orang yang benar. Allah memberi kesempatan kepada setiap orang untuk bertobat, yang disampaikan melalui Yehezkiel. Orang jahat yang sudah diperingatkan mungkin saja akan bertobat atau mungkin juga tidak. Tetapi Allah sudah memberikan kesempatan kepadanya.</p>
<p>Sebelum naik ke surga Tuhan Yesus memberikan perintah kepada setiap murid-Nya untuk memberitakan Injil. Perintah itu juga ditujukan kepada kita. Maka, sekarang adalah tanggung jawab kita yang diberi kepercayaan untuk memberitahukan Kabar Baik ini kepada orang lain. Apakah nantinya orang itu menerima Kabar Baik itu atau tidak, itu menjadi tanggung jawab orang itu sendiri. Maukah engkau memebritakan Injil?</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Bagaimana caranya memberitakan Injil? Beritahukan kepada temanmu bahwa Tuhan Yesus sudah turun dari surga menjadi manusia untuk menanggung hukuman dosa kita di atas kayu salib. Tidak ada manusia bisa menanggung dosanya sendiri atau dosa orang lain. Kita semua sama-sama orang berdosa. Hanya Tuhan Yesus yang bisa menanggung dosa. Untuk itu Ia harus menderita. Dan yang paling penting Tuhan Yesus bangkit pada hari ketiga, menandakan kalau Ia menang atas kematian. Upah dosa adalah maut, tetapi kasih karunia Allah adalah hidup yang kekal. Sampaikan hal ini pada temanmu, ya.</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, berilah saya hati yang mau memberitakan Injil, mulai kepada teman-teman saya di sekolah. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Beri tahukan juga kepada temanmu bahwa siapa saja yang datang dan percaya kepada Tuhan Yesus tidak akan ditolak. Tuhan Yesus mengasihi semua anak. Ajaklah temanmu membaca Yohanes 6:37.</p>
<ul>
<li><strong>Hati Yang Baru</strong></li>
<li><strong>Jalan Orang Benar Dan Jalan Orang Fasik</strong></li>
<li><b>Allah Adalah Gembalaku</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/panggilan-yehezkiel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Besar Setia-Mu</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/besar-setia-mu/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/besar-setia-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 07:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[asal usul kristen]]></category>
		<category><![CDATA[bidat kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Ratapan 3:21-26 Yeremia hidup di zaman yang sangat sulit. Sebagai nabi Allah ia harus menyampaikan apa yang menjadi isi hati Allah, yaitu kesedihan, kemarahan, dan peringatan Allah kepada umat-Nya. Yeremia juga melihat kekerasan hati umat Allah yang<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/besar-setia-mu/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Ratapan 3:21-26</p>
<p>Yeremia hidup di zaman yang sangat sulit. Sebagai nabi Allah ia harus menyampaikan apa yang menjadi isi hati Allah, yaitu kesedihan, kemarahan, dan peringatan Allah kepada umat-Nya. Yeremia juga melihat kekerasan hati umat Allah yang tidak mengindahkan peringatan-peringatan Allah. Karena itu ketika waktunya sudah tiba, Allah benar-benar mendatangkan hukuman kepada umat-Nya.</p>
<p>Yeremia menyaksikan sendiri hukuman Allah itu. Allah membuat bangsa-bangsa lain mengalahkan Israel. Allah juga membiarkan bangsa-bangsa lain menghancurkan Bait Allah dan kota Yerusalem. Itu adalah suatu pemandangan yang sangat mengerikan. Di dalam kitab Ratapan ini Yeremia menuliskan kesedihan hatinya melihat kehancuran Yerusalem.</p>
<p>Namun, ada hal yang sangat unik dalam kitab ini. Di dalam kesedihan dan keputusasaan yang mendalam itu Yeremia masih melihat bahwa Allah itu adalah Allah yang setia. Ayat-ayat yang kita baca ini banyak dijadikan syair lagu rohani hingga sekarang: <i>&#8220;Besar setia-Mu&#8230; selalu baru tiap pagi.&#8221;</i></p>
<p>Di dalam pengakuan</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Jika engkau dalam keadaan yang sulit, janganlah berhenti</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, saya akan terus</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Berdoalah dan berharaplah.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Panggilan Yehezkiel</b></li>
<li><strong>Hati Yang Baru</strong></li>
<li><strong>Jalan Orang Benar Dan Jalan Orang Fasik</strong></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/besar-setia-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjanjian Baru</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/perjanjian-baru/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/perjanjian-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 07:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kesaksian kristen]]></category>
		<category><![CDATA[artikel wanita kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=569</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Yeremia 31:1-7 Dalam kitab Yeremia ini dicatat satu hal yang sangat penting, yaitu adanya perjanjian baru antara Allah dan umat-Nya yang sejati. Perjanjian yang lama sudah dirusak oleh umat yang tidak setia (bacalah Yeremia 31:32) dan Allah<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/perjanjian-baru/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By <a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank">Sekolah Minggu</a></p>
<p>Yeremia 31:1-7</p>
<p>Dalam kitab Yeremia ini dicatat satu hal yang sangat penting, yaitu adanya perjanjian baru antara Allah dan umat-Nya yang sejati. Perjanjian yang lama sudah dirusak oleh umat yang tidak setia (bacalah Yeremia 31:32) dan Allah akan menghukum mereka. Namun, Allah tetap setia pada janji-Nya. Di ayat 3 Allah berfirman bahwa Ia mengasihi umat-Nya dengan kasih yang kekal, dan Allah akan melanjutkan kasih setia-Nya kepada mereka. Ia akan terus mengasihi mereka. Alangkah luar biasanya kasih Allah.</p>
<p>Ketika ada teman atau saudaramu yang sudah berbuat jahat kepadamu, masih bisakah engkau berkata kepadanya bahwa engkau tetap, mengasihinya? Tentu saja ini sangat berat, bukan? Kalau kita berhadapan dengan orang yang terus-menerus menyakiti kita, biasanya kita akan menghindari orang itu. Kalau bisa tidak usah bertemu dia lagi karena kita sudah tidak mau melihat wajahnya lagi.</p>
<p>Allah sama sekali berbeda. Allah kita mengatakan bahwa Ia akan melanjutkan kasih setia-Nya kepada kita, umat-Nya yang berdosa. Tuhan Yesus lahir ke dalam dunia untuk menyatakan puncak kasih Allah, yaitu menebus dosa manusia sehingga manusia mendapatkan pengampunan yang sejati.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Tuhan Allah akan menyelamatkan umat-Nya yang sejati, yaitu sisa-sisa Israel yang bertobat dan kembali kepada-Nya. Bacalah dengan teliti ayat 7.</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, saya bersyukur karena kasih setia Tuhan tidak pernah berhenti, bahkan melampaui dosa manusia. Terima kasih untuk penebusan Tuhan Yesus di atas kayu salib dan kebangkitan-Nya yang mengalahkan kematian. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan</b></p>
<p>Hafalkanlah janji Allah dalam Yesaya 31:3.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><strong>Besar Setia-Mu</strong></li>
<li><b>Panggilan Yehezkiel</b></li>
<li><strong>Hati Yang Baru</strong></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/perjanjian-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesedihan Allah</title>
		<link>http://sekolahminggu.com/kesedihan-allah/</link>
		<comments>http://sekolahminggu.com/kesedihan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 07:41:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Minggu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Teduh]]></category>
		<category><![CDATA[angelina sondakh kristen]]></category>
		<category><![CDATA[anti kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahminggu.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[By Sekolah Minggu Yeremia 12:7-17 Allah melihat setiap kejahatan umat-Nya. Allah melihat sampai ke dalam hati manusia. Bagian bacaan kita ayat 7-17 ini adalah ungkapan kesedihan dan kemarahan Allah akan dosa umat-Nya. Allah mengasihi umat-Nya dengan kasih yang amat besar<span class="ellipsis">&#8230;</span><div class="read-more"><a href="http://sekolahminggu.com/kesedihan-allah/">Read more &#8250;</a></div><!-- end of .read-more -->]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>By<a title="Sekolah Minggu" href="http://www.sekolahminggu.com" target="_blank"> Sekolah Minggu</a></p>
<p>Yeremia 12:7-17</p>
<p>Allah melihat setiap kejahatan umat-Nya. Allah melihat sampai ke dalam hati manusia. Bagian bacaan kita ayat 7-17 ini adalah ungkapan kesedihan dan kemarahan Allah akan dosa umat-Nya.</p>
<p>Allah mengasihi umat-Nya dengan kasih yang amat besar yang tak terbatas. Tetapi umat Allah sepertinya menyelepekan dan menganggap enteng kasih Allah. Dengan sembarangan mereka menyia-nyiakan ibadah dan berbuat jahat seolah-olah Allah tidak ada. Hal ini sangat menyakiti hati Allah.</p>
<p>Apa yang engkau rasakan ketika ada saudara atau temanmu yang tidak menganggap keberadaanmu? Engkau ada bersama-sama dengan mereka, tetapi mereka sama sekali tidak mengajakmu bicara seolah-olah tidak melihatmu. Keadaan seperti ini akan sangat menyakiti hatimu, &#8216;kan?&#8221; Itulah yang umat Allah lakukan terhadap Allah. Mereka dengan bebas berlaku jahat di hadapan-Nya, seolah-olah Allah tidak melihat karena Allah mereka anggap tidak ada.</p>
<p>Apa yang kemudian dilakukan Allah? Dalam kasih-Nya, Allah akan menghukum umat-Nya agar mereka bertobat dan sungguh-sungguh kembali kepada-Nya.</p>
<p><b>Di Renungkan</b></p>
<p>Apa yang terjadi jika umat Allah terus tidak mau mendengarkan firman-Nya? (ay.17)</p>
<p><b>Doa</b></p>
<p>Bapa di surga, ampunilah dosa-dosa saya Tuhan jika selama ini saya berbuat jahat dengan menganggap seolah-olah Engkau tidak ada dan tidak bisa melihat saya. Ampunilah saya, Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.</p>
<p><b>Lakukan                                                                                                 I</b>ngatlah selalu bahwa Allah senantiasa besertamu. Ketika akan berbuat sesuatu tanyakanlah dirimu sendiri apakah Allah yang melihatmu akan setuju dengan perbuatan itu. Hal ini akan menghindarkanmu dari sebarangan berbuat dosa kepada-Nya.</p>
<p>Artikel yang berhubungan :</p>
<ul>
<li><b>Perjanjian Baru</b></li>
<li><strong>Besar Setia-Mu</strong></li>
<li><b>Panggilan Yehezkiel</b></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahminggu.com/kesedihan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
