DOSA SEMAKIN HEBAT

DOSA SEMAKIN HEBAT

by : Sekolah Minggu

Kejadian 4 : 16-24

“Coba kalian sebutkan, ke mana Kain pergi dari hadapan Tuhan?” tanya Papa kepada Timtim dan Vivi. Timtim dan Vivi sedang duduk bersama Papa dan MAma untuk untuk mendengarkan Firman Tuhan.

“Ke tanah Nod, di sebelah timur Eden, Pa,” jawab Vivi.

“Pa, apa maksudnya Kain pergi dari hadapan Tuhan? Bukankah Allah hadir di mana-mana?” tanya Timtim.

“Ya, tidak ada tempat untuk menghindar dari Tuhan. Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan maha hadir. Kain ‘pergi dari hadapan Tuhan’ maksudnya adalah ia melupakan Tuhan, tidak lagi bersekutu dengan Tuhan, tidak berhubungan atau berkomunikasi dengan Tuhan. Ia tidak beribadah lagi kepada Tuhan seperti yang diajarkan keluarga Adam.

“Tahukah kalian apa akibatnya jika kita tidak lagi bersekutu dengan Tuhan, tidak berdoa lagi dan tidak percaya kepada Tuhan?” tanya Papa.

“Kita tidak dapat melakukan perbuatan yang menyenangkan hati Tuhan,” jawab Vivi.

“Ya, orang yang tidak percaya kepada Tuhan akan selalu hidup di dalam dosa melawan Tuhan. Itulah yang terjadi pada Kain dan keturunannya.

“Alkitab mengatakan, di tanah Nod Kain tinggal bersama dengan isterinya. Mereka mendapatkan seorang anak yang diberi nama Henokh. Kemudian Kain mendirikan sebuah kota yang diberi nama Henokh, sama dengan nama anaknya. Kain kembali melakukan dosa, yaitu mendirikan kota Henokh,” kata Papa.

“Mengapa berdosa? Apakah salah jika Kain mendirikan sebuah kota?” tanya Timtim.

“Dalam hal ini Kain salah. Mengapa? Masih ingatkah kalian hukuman yang Tuhan berikan kepada Kain ketika ia membunuh adiknya Habel?” tanya Papa.

“Ya, saya ingat, Pa,” jawab Timtim. “Kain harus mengembara, hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.”

“Benar! Kain harus hidup mengembara. Tuhan menyertainya dan memberinya tanda untuk melindunginya. Namun apa yang terjadi? Kain mendirikan sebuah kota. Kain memutuskan untuk menetap di tanah tersebut dan tidak lagi mengembara.

“Ini berarti Kain memberontak melawan Tuhan. Bukannya bertobat dan mengakui dosa-dosanya kepada Tuhan, Kain malah memilih untuk hidup berdasarkan keinginannya sendiri. Ia mencari kesenangan untuk dirinya sendiri dan anak cucunya. Tuhan tidak lagi menjadi pusat hidupnya.

“Jika kita perhatikan ayat yang kita baca tadi, kita melihat bahwa Kain dan keturunannya telah melakukan banyak dosa. Bahkan dosa yang mereka lakukan semakin bertambah besar, mereka bertambah jahat.

“Keturunan Kain berhasil mengembangkan keahlian dan kepintaran mereka, seperti Yabal menjadi peternak, Yubal menjadi pemusik, Tubal-Kain menjadi tukang tembaga dan tukang besi. Meskipun demikian mereka tidak memuliakan Allah. Keahlian mereka hanya untuk kesenangan, kebanggaan,dan kepentingan diri sendiri.

“Bahkan yang paling mengerikan adalah ketika Lamekh membunuh. Dia sama sekali tidak merasa sedih ataupun menyesal karena telah melakukan dosa. Sebaliknya, ia merasa bangga atas perbuatannya itu. Ia merasa pembalasan itu sudah menjadi haknya karena orang yang dibunuhnya itu telah berbuat jahat kepada dirinya. Ini adalah puncak dosa yang mengerikan dari keturunan Kain,” jelas Papa.

“Nah, anak-anak, betapa mengerikan akibatnya jika kita hidup jauh dari Tuhan dan tidak percaya kepada Dia. Kita akan selalu hidup di dalam dosa dan cenderung melakukan dosa untuk melawan Tuhan.

“Oleh karena itu kita harus bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan kita seorang Juruselamat, yaitu Yesus Kristus. Yesus Kristus menebus kita dari dosa dan menjadikan kita anak-anak Allah, membuat kita dapat melakukan hal-hal yang benar dan tidak melakukan dosa,” Mama mengingatkan.

Artikel bersumber dari : Majalah Anak

Posted in Cerita Alkitab, Cerita Sekolah Minggu
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

1,254 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.