JONATHAN GOFORTH

JONATHAN GOFORTH

by : Sekolah Minggu     

  PARTH 2

“Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku, firman Tuhan Semesta Allah” Zakaria 4:6 (motto Jonathan Goforth).

 Jonathan dan istrinya kembali ke Cina, karena hati mereka yang mencintai orang-orang Cina yang belum mengenal Kristus dan tidak dapat melupakan panggilan Tuhan kepada mereka. Jonathan menceritakan rencananya kepada istrinya Rosalind “Aku akan pergi bersama seorang teman, ke kampung-kampung, ke jalan-jalan untuk menginjil, dan engkau akan berkhotbah di halaman rumah untuk para wanita”. Demikianlah suami istri dengan sehati ini bekerja keras demi Injil.

Cara penginjilan Jonathan sederhana tetapi sangat rohani, baik berhadapan dengan satu orang ataupun seribu orang, Jonathan tidak akan berani berbicara tanpa membuka Alkitabnya. Hal itu disebabkan kebergantungannya kepada firman Tuhan.

Ketika terjadi kebangunan rohani besar di antara orang Cina, Jonathan banyak menerima undangan untuk memberikan khotbah di hampir seluruh Cina. Dan banyak kebangunan rohani terjadi di kota-kota di Cina, orang-orang Cina menangis, mengakui dosa mereka dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka.

Seperti Paulus, meskipun dipukuli, terkena penyakit berbahaya berkali-kali, meninggalnya 5 anaknya di Cina, mata yang menjadi buta, dan masalah yang lain tidak membuat Jonathan mundur. Jonathan adalah seorang yang biasa, tetapi yang hatinya disentuh oleh api penginjilan dari Allah, sehingga dia bisa hidup dengan gigih mengabarkan Injil.

Di tengah-tengah kebuataannya, Jonathan pergi berkeliling Kanada dan Amerika Serikat dan memberikan ceramah di mana-mana, mendorong penginjilan dan menceritakan kehidupan misionarisnya. Tahun terakhir Jonathan di Cina, adalah tahun yang berbuah besar. Banyak jiwa orang-orang Cina diselamatkan, demikian juga di Mancuria. Pernah suatu kali, dalam satu hari dia membaptiskan 960 tentara, hasil kerja keras, tangisan dan doanya.

Suatu pagi di tahun 1936, dengan tenang, di dalam tidurnya, Jonathan pergi menemui Yesus Kristus yang telah mengutusnya ke Cina, dan meninggalkan jejak-jejak perjuangan yang harus diteladani.

ALLAH MENYERTAI HAMBA-NYA

KISAH JONATHAN GOFORTH

Pada tahun 1900 surat peringatan datang dari Kedutaan Besar Amerika di Chefoo yang berbunyi “Lari ke selatan. Wilayah utara sedang dikuasai oleh Boxer”. Para misionaris tidak mau pergi, tetapi nyawa orang Kristen Cina akan dalam bahaya jika mereka tetap tinggal. Maka pada tanggal 28 Juni, Jonathan, istri dan anaknya serta beberapa orang melakukan perjalanan yang berbahaya dengan kereta selama 14 hari menuju Fancheng, dilanjutkan naik perahu menuju Shanghai. Di tengah perjalanan mereka harus menghadapi banyak hal perjalanan yang tidak nyaman, anak yang sakit, bahkan serangan dari ratusan orang melempari batu dan merebut kereta mereka.

Mereka tiba di Shanghai dengan selamat setelah perjalanan yang menegangkan itu, dan kembali ke Kanada.

HASIL KARYA JONATHAN GOFORTH                                                                                                                                     

  – MIRACLE LIVES OF CHINA                                                                                                                                 

– BY MY SPIRIT

Diadaptasi dari Giants of Missionary Trial by Eugene Myers Harrison

JANGAN LALAI BERDOA UNTUK MISIONARIS

KISAH JONATHAN GOFORTH

Jonathan sangat lemah dalam bahasa, dan memerlukan waktu lama untuk bisa berbahasa Cina. Jika dia berkhotbah maka orang-orang Cina akan memintanya berhenti berkhotbah dan digantikan misionaris lain yang lebih lancar berbahasa Cina. Tetapi Jonathan menolak untuk mundur. “Allah memanggilku ke Cina” katanya “dan Allah akan membuatku mampu untuk berbahasa Cina”. Dia kemudian mengambil Alkitab bahasa Cina-nya dan pergi ke Kapel, ketika dia berkhotbah, aneh sekali, keajaiban terjadi, dia bisa lancar berbahasa Cina.

2 bulan kemudian dia menerima sebuah surat dari Knox College yang menceritakan mengenai persekutuan doa khusus bagi dia. Jonathan kemudian melihat ke diarinya dan sangat terkejut ketika mengetahui tanggal yang sama pada saat itu dia sedang berkhotbah di Kapel dengan bahasa Cina yang sangat lancar.

Artikel bersumber dari : Majalah Anak

Posted in Cerita Alkitab, Cerita Sekolah Minggu
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

1,254 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.